√ Pengertian Ilmu Politik Menurut Para Ahli Dan Pendekatan Yang Digunakan

Diposting pada

√ Pengertian Ilmu Politik Menurut Para Ahli Dan Pendekatan Yang Digunakan

 

Politik merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan kekuasaan secara konstitusional atau nonkonstitusional.

Ilmu politik merupakan suatu cabang ilmu sosial yang mengupas teori serta praktik politik dan deskripsi ataupun perilaku politik dan analisis sistem politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.

Apa pengertian dari ilmu politik?

 


 

Pengertian Ilmu Politik Menurut Para Ahli

  • Sri Sumantri

Ilmu politik merupakan pelembagaan yang berhubungan antar manusia yang dilembagakan pada macam-macam badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.

  • Aristoteles (384 – 322 SM)

Menurut Aristoteles ilmu politik merupakan suatu ilmu yang membahas tentang asal serta tujuan terbentuknya negara.

  • Socrates (469-399 SM)

Ilmu politik merupakan ilmu yang membahas tentang masalah Public good (kebaikan bersama) yaitu struktur ideal dan tentang keadilan.

  • Plato (429-347 SM)

Ilmu politik merupakan ilmu yang membahas tentang siapa yang memerintah serta kedudukan individu dalam lingkungan kekuasaan yang dipegang.

  • Miriam Budiardjo

Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan juga sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti Aristoteles dan plato menyebutnya sebagai onia dan en atau the good life.

  • Kosasih Djahiri

Ilmu politik melihat kekuasaan sebagai inti dari politik melahirkan sejumlah teori tentang cara mendapatkan dan melaksanakan kekuasaan. Sesungguhnya setiap individu tidak bisa lepas dari kekuasaan, karena mempengaruhi seseorang atau kelompok orang yang bisa menampilkan laku seperti yang diinginkan oleh seseorang atau pihak yang mempengaruhi.

  • Deliar Noer

Dalam bukunya “pengantar pemikiran politik”, ilmu politik memusatkan perhatian pada masalah-masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat.

  • W.A. Robson

Dalam buku The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat”,…..yakni sifat hakiki, proses-proses, dasar, ruang lingkup serta hasil. Fokus perhatian seseorang sarjana ilmu politik…. mengarah pada perjuangan untuk mencapau atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.

  • Wikipedia

Ilmu politik merupakan suatu ilmu sosial yang membahas praktik politik serta teori dan deskripsi serta prilaku politik dan analisis sistem politik. Ilmu ini berorientasi, riset, dan teori.

  • Harolod Laswell

Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari masalah siapa mendapat apa, bagaimana dan kapan.

  • Johan Kaspar Bluntschli

Dala bukunya, Ilmu politik merupakan ilmu yang memperhatiakan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan pemahaman serta pengertian tentang negara serta keadaannya, sifat-sifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pemgembangannya.

  • Ramlan Surbakti

Ilmu politik merupakan interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat terhadap kebaikan bersama masyarakat yang tinggal di suatu wilayah.

  • Idrus Affandi

Ilmu polotik merupakan ilmu yang mempelajari kumulan manusia yang hidup teratur dan mempunyai tujuan yang sama dalam ikatan negara.

  • Harold D. Laswell dan A. Kaplan

Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekausaan, serta dalam buku Who gets What, When and How, Laswell menegaskan bahawa ” Politik merupakan masalah siapa, kapan, bagaimana dan mendapat apa”.

  • Wirjono Projodikoro

Sifat terpenting dari bidang politik ialah pemakaian kekuasaan oleh suatu golongan anggota masyarakat pada golongan lain. Dalam ilmu politik selalu ada kekuasaan atau kekuatan”.

  • David Easton

Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari tentang terbentukmua kebijakan umum. “Menurutnya” Kehidupan politik mencakup berbagai macam kegiatan yang mempengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang yang diterima msayarakat serta mempengaruhi cara dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik bila altivitas kita ada hubugannya dengan perbuatan serta pelaksanaan kebijakan masyarakat.


 

Pendekatan Dalam Ilmu Politik

Ada banyak pendekatan di dalam ilmu politik. Kita hanya akan membahas tiga pendekatan saja, yaitu pendekatan institusionalisme, pendekatan perilaku, serta pilihan rasional, dan pendekatan kelembagaan baru atau the new institutionalism. Ketiga pendekatan tersebut mempunyai cara padang tersendiri dalam mendalami ilmu politik serta mempunyai kritik pada pendekatan yang lain.

 

Pendekatan institusionalisme

Dalam pendekatan institusionalisme mengacu pada negara sebagai fokus dalam kajian utama. Setidaknya da 2 jenis institusi negara, yaitu negara dekokratis yang ada pada titik “pemerintahan yang baik” dan negara otoriter yang berada dalam titik “pemerintahan yang jelek” lalu kemudian berkembang lagi dengan banyak varians yang mempunyai sebutan nama yang berbeda. Tetapi, pada dasarnya bila dikaji lebih dalam, struktur pemerintahan dari jenis-jenis institusi negara tersebut tetap akan terbagi kemnali menjadi dua yaitu masalah “baik” dan “buruk” tadi.

Setidaknya, ada 5 kajian atau karakteristik utama pendekatan ini, yaitu:

  1. Legalisme (legalism), yaitu mengkaji dalam aspek hukum, dalam arti peranan pemerintah pusat dalam mengatur hukum;
  2. Strukturalisme, yaitu bagian perangkat kelembagaan utama atau memfokuskan pentingnya keberadaan struktur dan itu pun bisa menentukan perilaku seseorang;
  3. Holistik (holism) merupakan penekanan pada kajian sistem yang menyeluruh/holistik dalam memeriksa suatu lembaga yang “bersifat” individu seperti legislatif;
  4. Historicism atau sejarah yang menekankan pada analisis, pada aspek sejarah seperti kehidupan sosial-ekonomi serta kebudayaan;
  5. Normative analysis atau analisis normatif yang menekankan analisisnya pada aspek yang normatif sehingga akan terfokus pada penciptaan good government.

 

Pendekatan perilaku dan pilihan rasional

Pemikiran pokok pada pendekatan adalah bahwa tidak ada manfatnya membahas lemaga-lembaga formal sebab pembahasan seperti itu tidak begitu bermanfaat dalam memberikan informasi tentang proses politik yang sesungguhnya. Sementara itu, inti “pilihan rasional” merupakan individu sebagai aktor terpenting dalam dunia politik serta untuk makhluk yang rasional selalu memiliki tujuan yang menerminkan apa yang dianggapnya kepentingan dari sendiri. Kedua pendekatan tersebut (prilaku serta pilihan rasional), mempunuyai fokus utama yang sama yaitu individu atau manusia. Meski bergitu, pendekatan kedua ini tetap berbeda satu sama lainnya.

Yang ditekankan pada aspek ini ialah:

  1. Lebih menekankan dalam metodologi dan teori. Dalam mengembangkan ilmu politik, teori bermanfaat sebagai penjelasan fenomena dari keberagaman pada masyarakat.
  2. Lebih mengarah kepenolakan pendekatan normatif. Kaum behabioralis menolak hal yang bersifat normatif yang didalami pada pendekatan institusionalisme sebab pendekatan normatif dalam upaya menciptakan “pemerintahan yang baik “itu bersifat bias”.
  3. Lebih menekankan pada analisis individual. Kaum behavioralis menganalisis letak/peraturan aktor politik secara individual sebab fokus analisis memang tertuju pada analisis perilaku individu.
  4. Masukan (inputism) lebih memperhatikan masukan pada sistem politik (teori sistem oleh David Eston, 1953) atau tidak hanya pada penekanan di strukturnya saja seperti pada pedekatan institusionalisme.

 

Pendekatan kelembagaan baru

The new institutionalisma atau pendekatan kelembagaan baru lebih merupakan visi yang meliputi beberapa pendekatan lain, bahkan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain seperti ekonomi serta sosiologi. Berbeda pula dengan institusionalisme lama yang melihat institusi negara sebagai sebuah hal yang statis dan terstruktur, pendekatan kelembagaan baru mamandang negara sebagai hal yang bisa diperbaiki ke arah tujuan tertentu. Kelembagaan baru sebenarnya dipicu oleh pendekatan yang berprilaku yang melihat politik atau behavioralis dan kebijakan publik sebagai hasil dari prilaku kelompok besar atau massa, serta pemerintah sebagai institusi yang hanya melihat kegiatan massa itu.

 

Baca Juga :  11 Pengertian Pemerintah Menurut Para Ahli
Baca Juga :  Pengertian Kebijakan Moneter Bank Sentral Untuk Mengatasi Inflasi Beserta Tujuannya

 

Demikian Penjelasan Tentang √ Pengertian Ilmu Politik Menurut Para Ahli Dan Pendekatan Yang Digunakan Semoga Bermnfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Com