69 Contoh Teks Anekdot Dialog, Sosial, Pendidikan, Sindiran, Dll

Diposting pada

Anekdot telah menjadi sesuatu yang akrab dengan kehidupan manusia. Entah disadari ataupun tidak, hampir setiap hari kita terpapar dengan contoh teks anekdot. Hal ini wajar saja mengingat anekdot seringkali membawa keriangan yang dapat melepas stress.

contoh-teks-anekdot

Artikel ini mengajak setiap orang menjadi penyebar keriangan dengan belajar membuat dan berbagi teks anekdot. Isinya mencakup pengertian teks anekdot, fungsi, struktur, dan cirinya. Dilengkapi juga dengan kaidah atau cara membuat anekdot. Serta diperkaya dengan 69 contoh teks anekdot dialog, sosial, pendidikan, menyindir/sindiran, dan sebagainya.

Pengertian Teks Anekdot

Teks bukan hanya sekedar tulisan dan rangkaian kata-kata. Lebih luas lagi, teks bermakna segala macam cara untuk mengomunikasikan gagasan atau pemikiran. Itulah sebabnya relief dalam sebuah candi hingga simbol dalam sebuah lukisan dapat bermakna sebagai teks.

Anekdot berasal dari bahasa Yunani, an = tidak, dan ekdote = penampilan, publikasi. Dengan demikian, anekdot dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tidak ditampakkan atau dipublikasikan.

Ini berkaitan dengan salah satu  fungsi anekdot, yaitu untuk menyampaikan sesuatu secara tersembunyi. Pada masa itu anekdot digunakan untuk menyampaikan ketidaksetujuan kepada orang lain secara tidak frontal.

Sejarah Anekdot

Istilah anekdot memang pertama kali dikenal di Yunani, dimana anekdot digunakan sebagai olokan. Olokan atau sindiran tersebut biasanya ditujukan kepada pemerintahan, senat atau orang terkenal lain.

Dari Yunani, kita mengenal Socrates sebagai filsuf yang kerap mengeluarkan pernyaaan anekdotal. Sedangkan dari Arab, kita mengenal Abu Nawas yang kerap menggunakan anekdot terhadap Sultan Harun ar-Rasyid.

Lebih jauh lagi, sejarah anekdot bahkan bisa ditelusuri sampai kisah para Nabi masa lampau. Seperti ketika Ibrahim atau Abraham menggunakan anekdot melawan raja Namrud. Yaitu ketika mereka berdebat soal siapa yang menghancurkan patung-patung di tempat peribadatan.

Fungsi Teks Anekdot

Teks anekdot dapat dianggap sebagai sebuah karya sastra, karena mengandung unsur kreativitas berbahasa. Sebagai sastra yang eksis daam kehidupan manusia,  anekdot memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

1. Anekdot Sebagai Karya Sastra

Keberadaan anekdot telah dikenal sepanjang sejarah peradaban manusia. Sebagian anekdot terabadikan dengan baik secara tertulis, tapi kebanyakan hanya lewat lisan. Dari sini, anekdot dapat dianggap sebagai sebuah karya sastra yang mengiringi evolusi peradaban manusia.

2. Anekdot Sebagai Kritikan atau Sindiran

Sejak awal kemunculannya, anekdot digunakan untuk mengkritik orang, kelompok, atau pihak lain. Biasanya yang dikritik merupakan pemerintah, penguasa, atau orang yang memiliki kewenangan besar. Menggunakan anekdot membuat kritikan tersebut ditampilkan dalam bentuk sindiran yang lucu.

3. Anekdot Sebagai Humor

Salah satu unsur yang ada dalam sebuah anekdot adalah kelucuan. Memang keharusan bahwa anekdot itu lucu. Karena anekdot lucu akan membuat fungsi kritik anekdot terasa tidak terlalu keras. Oleh karena itu, anekdot dapat berfungsi sebagai humor yang lucu.

Perbedaan Anekdot vs Humor

Meski sama-sama mengandung unsur kelucuan, tetap ada perbedaaan teks anekdot dengan humor.

Humor digunakan murni untuk lucu-lucuan. Satu-satunya fungsinya adalah untuk menghibur atau membuat orang tertawa. Sedangkan, fungsi utama anekdot adalah sebagai kritik atau saran. Kelucuannya digunakan hanya untuk penghalus kritikan tersebut.

Perbedaan humor vs anekdot yang lain adalah mengenai kebakuan gaya penulisan. Humor cenderung lebih cair, tanpa struktur yang pasti, dan bisa tidak baku. Sedangkan anekdot cenderung mengikuti bahasa yang baku dan memiliki struktur tertentu (meski tidak selalu). Struktur anekdot lebih jauh dibahas di bagian selanjutnya.

Jika diringkas, perbedaan anekdot dan humor sebagai berikut.

Humor Anekdot
Hanya sekadar lucu-lucuan Selain lucu-lucuan, juga mengandung sindiran
Gaya bahasa dalam narasi dan dialog sesuka pengarang Seperti karya sastra lain, gaya bahasa dalam narasi baku, sedangan dialog lebih bebas
Tidak terikat struktur, selama dapat memancing tawa berarti cukup Ada struktur dasarnya, meskipun yang opsional boleh ditinggalkan

Ciri Ciri Teks Anekdot

Ciri anekdot merupakan kekhasan-kekhasan dalam teks anekdot yang membuat ia dapat dibedakan dari yang lain. Ciri teks anekdot dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok: ciri  utama dan ciri tambahan.

Ciri teks anekdot utama merupakan sesuatu yang harus ada sebuah anekdot. Tanpa itu, teks  tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai anekdot. Ciri utama teks anekdot ada 2, yaitu:

  1. Lucu
  2. Terdapat kritik/saran berupa sindiran di dalamnya (langsung maupun tidak langsung)
  3. Terdapat pihak yang dikritik.

Ciri teks anekdot tambahan merupakan pelengkap dalam sebuah anekdot. Ada tidaknya ciri tersebut tidak terlalu berpengaruh. Namun, biasanya ciri tersebut ada untuk mempermudah anekdot tersebut disampaikan dan dipahami.

Ciri tambahan teks anekdot antara lain sebagai berikut:

  1. Berakar dari kenyataan atau realitas yang ada. Meski setelah menjadi anekdot, ia mengalami proses kreatif  yang menjadikannya berbeda.
  2. Mengandung percakapan. Anekdot biasanya memiliki percakapan untuk mempermudah alur dan pemahaman pembaca.
  3. Ditujukan kepada pihak yang memiliki kekuasaan atau kewenangan. Meskipun ada juga anekdot yang ditujukan hanya kepada tetangga atau keluarga.

Struktur Teks Anekdot

Sebagai sebuah karya sastra, anekdot memiliki struktur tertentu. Struktur ini memudahkan kita untuk membedah, memahami, dan membuat anekdot. Struktur anekdot antara lain sebagai berikut.

1. Abstraksi

Istilah abstraksi akan memiliki makna yang sangat bervariasi tergantung bidang apa yang menggunakannya. Abstraksi dalam anekdot lebih bermakna sebagai gambaran awal cerita. Fungsinya adalah untuk menggambarkan setting tempat, waktu, dan tentang apa anekdot tersebut nantinya..

2. Orientasi

Istilah orientasi di sini merujuk pada latar atau  suasana awal cerita dalam sebuah anekdot. Orientasi memberikan lanjaran dalam suasana dan kondisi seperti apa kisah dalam anekdot itu terjadi.

3. Event

Istilah event dalam anekdot menunjukkan rangkaian kejadian awal dalam kisah tersebut. Event-event ini akan saling bersambung dan menguatkan hingga masuk ke adegan atau kalimat utama. Dalam teknik stand up comedy, mungkin bisa dianalogikan sebagai bagian set-up.

4. Krisis

Istilah krisis dalam anekdot merujuk kepada masalah utama yang harus diselesaikan. Krisis ini merupakan puncak atau klimaks dari event-event sebelumnya. Dalam teknik stand up comedy, dapat dibilang sebagai set up terakhir.

5. Reaksi

Istilah reaksi di sini menunjukkan cara sang tokoh utama menyelesaikan krisis yang dihadapi. Reaksi ini juga menguak alasan tokoh utama tersebut melakukannya.

Di sinilah bagian inti, alias humornya terjadi. Kelucuan ini terwujud karena reaksi yang berbeda dari yang umumnya.

6. Koda

Seperti pada musik atau cerpen, koda juga berfungsi sebagai penutup dalam teks anekdot. Koda dalam teks anekdot biasanya berupa ekspresi tokoh atau suasana lingkungan di akhir anekdot.

Struktur anekdot yang telah dijelaskan tidaklah kaku. Setiap strukturnya dapat saja terdiri dari 1 atau beberapa kalimat. Bahkan, terkadang abstraksi atau koda dapat saja tidak diceritakan tanpa menghilangkan fungsinya.

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Contoh-Teks-Anekdot-Beserta-Strukturnya

Anekdot akan jauh lebih mudah dipahami dengan melakukan studi kasus secara langsung. Untuk itu, bagian ini akan membedah contoh teks anekdot beserta strukturnya.

Perhatikan contoh teks anekdot Abu Nawas yang terkenal ini.

Judul: Melawan Pengganggu

Abstraksi

Abu Nawas baru pulang dari suatu tempat. Ia kaget mendapati rumahnya telah hancur. Lebih kaget lagi ketika istrinya menjelaskan bahwa yang melakukannya adalah Sultan.

Orientasi

Sultan bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terdapat harta karun. Ia memerintahkan anak buahnya mencari dan menggali sampai dapat. Harta karun tidak ditemukan, tapi rumah yang berantakan dibiarkan dan tidak mendapat ganti kerugian.

Event

Besoknya, Abu Nawas pergi menghadap  Sultan dengan membawa pentungan dan sepiring roti yang bertudung.

“Wahai, Sultan. Aku menuntut keadilan,” kata Abu Nawas.

“Ceritakan masalahmu, Abu Nawas,” jawab Sultan.

Abu Nawas menunjukkan sepiring rotinya yanng dikerubuti lalat. “Kemarin lalat-lalat pengganggu telah memasuki rumah dan mengambil makananku. Aku ingin keadilan.”

Sultan berpandangan dengan para penasihatnya sambil menahan senyum, merasa geli.

“Keadilan seperti apa yang kau inginkan?”

Krisis

Abu Nawas menyodorkan sebuah kertas, ”Aku meminta ijin tertulis darimu untuk diperbolehkan menghukum mereka di mana pun mereka hinggap.”

“Baiklah,” jawab Sultan. Meski masih merasa geli, Sultan menandatangani dokumen tersebut dan menyerahkannya ke Abu Nawas.

Begitu surat tersebut di tangannya, Abu Nawas segera meletakkan piring tersebut di atas meja dan menghantamnya. Piring pecah, roti berhamburan, dan lalat beterbangan.

Abu Nawas segera mengejar lalat tersebut, dan memukul apapun yang mereka hinggapi. Vas bunga, lampu, kursi, jendela, hingga orang-orang yang berada di dalam istana sekalipun. Keadaan menjadi sangat kacau.

Reaksi

“Apa-apaan ini, Abu Nawas. Kenapa kau lakukan ini?” teriak raja di tengah kericuhan.

Abu Nawas menatap sultan dengan pandangan tak mengerti. “Apa maksudmu, wahai Sultan? Bukankah kau yang telah memberiku izin dan kekuasaan untuk melakukannya?”

Koda

Sultan hanya bisa terpana dan merasa malu. Rasa sesal timbul melihat Abu Nawas yang berjalan dengan senyum puas ke luar istana setelah mengobrak-abrik isinya.

(Pesan: jangan menggunakan kekuasaan untuk bersikap sewenang-wenang.)

Studi kasus contoh teks anekdot tentang Abu Nawas di atas memberikan gambaran jelas tiap struktur. Silakan dipelajari dan dibaca berulang-ulang, bila perlu.

Unsur Kebahasaan Teks Anekdot

Selain memiliki unsur sebagai sebuah prosa, teks anekdot juga memiliki unsur kebahasaan sebagai sebuah sastra. Unsur-unsur kebahasaan yang terkandung di dalamnya dapat dibedah sebagai berikut.

1. Menggunakan Kata Kerja Lampau

Sebuah anekdot yang diceritakan, tandanya ia pernah terjadi. Makanya dalam membuat contoh teks anekdot harus menggunakan kata kerja lampau.

Kaidah kebahasaan teks anekdot ini akan lebih jelas jika ditulis dalam bahasa asing yang memiliki peraturan kata kerja lampau. Dalam bahasa Indonesia sendiri ini tidak terlalu berpengaruh.

2. Mengandung Pernyataan atau Pertanyaan Retorik

Maksud dari retorik adalah sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum, atau bisa juga disebut sesuatu yang secara umum disetujui. Oleh karena itu pertanyaan yang bersifat retorik tidak membutuhkan jawaban karena penanya dan penjawab dianggap sudah tahu jawabannya.

Contoh pertanyaan retorik, “Apakah ibu kota memang sekejam ini?”

Contoh pernyataan retorik, “Namanya juga ibu kota, kalau tidak kejam namanya ibu peri.”

3. Menggunakan Konjungsi

Konjungsi atau kata hubung merupakan kata yang digunakan untuk menciptakan sebuah hubungan atau rangkaian. Hubungan yang dimaksud dapat berdasar waktu seperti “dan”, “lalu”, “kemudian”; atau berdasar kausalitas seperti “sehingga’, “maka”, dan sebagainya.

Anekdot biasanya diceritakan dalam bentuk yang sangat singkat dan terfokus kepada masalah tertentu. Karena itu untuk menghemat waktu, alurnya sering diceritakan melompat secara cepat. Lompatan dari abstraksi ke orientasi atau dari event ke event perlu menggunakan konjungsi (kata hubung).

Contoh dari abstraksi ke orientasi seperti berikut.

“Mamat adalah seorang penjual lontong sayur di Terminal Kampung Rambutan. Satu saat datanglah seorang pembeli. Kemudian pembeli itu bertanya.”

4. Kalimat Aktif (Transitif – Intransitif)

Alasan menggunakan kalimat aktif pada  teks anekdot sama dengan penggunaannya pada cerpen. Kalimat aktif lebih berpotensi mengaktifkan pikiran dan imajinasi.

Selain itu, kalimat aktif juga secara gramatikal lebih mudah ditulis. Ini akan sangat terasa jika menulis anekdot dalam bahasa asing seperti Inggris, Arab, dan sebagainya. Maka, sebisa mungkin hindari kalimat negatif dalam membuat sebuah teks anekdot.

5. Menggunakan Majas

Majas memiliki arti gaya atau corak berbahasa. Sebagai sebuah adopsi dari kejadian nyata yang telah mengalami proses kreatif, anekdot sering menggunakan gaya bahasa. Gaya bahasa ini berguna untuk menjadikan anekdot lebih bernyawa dan mengundang tawa.

Majas yang sering digunakan dalam teks anekdot antara lain sebagai berikut.

  1. Majas Perbandingan. Misalnya, “Di Amerika polisi bawa senjata baru seram, di Indonesia polisi tidur saja sudah seram.”
  2. Majas Personifikasi (seolah hidup). Misalnya, “Kasihan si Anjing, sering dikambinghitamkan. Kalau saja bisa bicara, dia bakal ngomong,’nggak usah sok deket sama gue dah.’”
  3. Majas Pengandaian. Misalnya. “Untung Decepticon adanya di Amerika. Andai ada di Indonesia, udah dipreteli sama tukang besi bekas dari Madura.”
  4. Majas Hiperbola (berlebih-lebihan). “Dia mah kaya banget. Kamu tuh kalau liat duitnya, bisa ditumpuk sampai bulan.”
  5. Majas Sarkasme (sindiran kasar). “Suara kamu bagus banget, sampai bisa bikin jebol telinga orang.”
  6. Majas Satire (sindiran halus). “Negara kita kaya kok, dari pohon, ikan, sampai orang bisa dijual.”

 

 

Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh teks anekdot dialog merupakan salah satu anekdot yang paling radikal. Oleh karena ia seringkali hanya menyajikan struktur dasarnya saja, yaitu: event, krisis, dan reaksi. Terkadang malah hanya krisis dan reaksi saja.

Oleh karena itu teks anekdot dialog sering juga disebut sebagai contoh teks anekdot singkat. Berikut contohnya.

Berikut adalah contoh teks anekdot dialog cewek moody jadi wasit.

Contoh-Teks-Anekdot-Dialog

1. Judul: Moody

Cewek : Priit
Pemain : Lho, kok sudah selesai, sih? Kan belum 90 menit?
Cewek : Biarin. Udah nggak mood buat lanjutin.
Pemain : (Guling-guling di rumput)

2. Judul: Banyak Alasan

Cewek : Priit
Pemain : Kenapa, Sit? Kita nggak ngapai-ngapain.
Cewek : Kamu tadi mau nyeleding tackle, kan?
Pemain : Lah, kan belum diapa-apain, Sit?
Cewek : Belum itu berarti mau. Udah, deh, nggak usah banyak alasan. Pokoknya kamu kartu kuning.
Pemain : (makan rumput lapangan)

3. Judul: Nggak Peka

Cewek : Priit
Pemain : Kenapa lagi, Sit?
Cewek : Kamu nanya mulu, ih. Nggak peka-peka!
Pemain : Salah saya apa lagi!?
Cewek : Bolanya kan kasian ditendangin mulu. Aku tuh nggak tega tahu, liatnya.
Pemain : (Gali kubur di lapangan)

Contoh-contoh anekdot di atas berisi kritikan atau sindiran terhadap cewek/perempuan yang cenderung dianggap selalu benar dan moody.

 

Contoh Teks Anekdot Lucu

Contoh-Teks-Anekdot-Lucu

Semua anekdot seharusnya lucu, karena lucu merupakan syarat utama sebuah teks dapat disebut anekdot. Contoh anekdot lucu biasanya karena kepandiran atau kekerasan kepala tokoh yang unbeliavable.

Perhatikan 3 contoh teks anekdot lucu emak-emak vs polisi berikut.

4. Judul: Sini, Pinjam!

Polisi : Priit! Berhenti. Ibu saya tilang.
Emak : Lah, salah saya apa, Pak Polisi?
Polisi : Kenapa Ibu tidak menggunakan helm waktu naik motor?
Emak : Elah, pak! Kalau bapak punya helm, sini pinjamin saya, ngga usah ribet. Sekalian sama SIM dan STNK-nya.
Polisi : (Memukulkankepala ke aspal)

5. Judul: Salah Siapa?

Polisi : Priit! Berhenti. Ibu saya tilang.
Emak : Lah, salah saya apa, Pak Polisi?
Polisi : Lampu depan motor Ibu tidak menyala.
Emak : Elah, pak! Lha kalo gitu salahin motornya lah. Tanyain sendiri kenapa nggak mau nyala. Wong udah gue nyalain.
Polisi : (Pulang, mandi kembang tujuh rupa.)

6. Judul: Kapok

Polisi : (Menghentikan sebuah mobil.)
Emak : (Menurunkan jendela mobil)

Lah, polisi yang kemaren. Lu ngefans amat ama gue tong. Tiap gue lewat di-stop.

Polisi : (Pulang, buat surat pengunduran diri)

Contoh teks anekdot lucu di atas mengandung kritikan/sindiran kepada ibu-ibu yang suka merasa benar dan menyalahkan pihak lain.

Contoh Teks Anekdot Hukum

Contoh-Teks-Anekdot-Hukum

Contoh teks anekdot hukum merupakan sebagian yang paling banyak beredar. Ini karena bidang hukum merupakan bidang yang sarat dengan ketidakpuasan dari masyarakat.

7. Judul: Lebih Pintar

Poniman diberhentikan polisi di jalan karena kaca spionnya hanya sebelah.

Poniman : Tolong, pak Polisi. Kita damai saja, ya! Bagaimana kalau saya belikan rokok di warung sana?
Polisi : Ya, sudah. Sana, cepat!
Poniman : (Pergi  ke warung rokok)

Pak, beli rokok 2 bungkus. Nanti pak polisi itu yang bayar.

Penjual : Ah, yang bener?
Poniman : Beneran. Ni, saya panggilin.

(Melambai dan berteriak ke polisi.) Pak polisi! Yang ini, kan?

Polisi : (Mengangkat jempol) Ya.
Poniman : (Membawa rokok ke polisi.) Nih, pak. Sebungkus rokok spesial buat pak polisi yang gagah.
Polisi : Bisa aja, kamu. Sudah, pergi sana cepat!
Penjual : (Menghadap polisi setelah Poniman pergi) Pak, rokok yang tadi belum dibayar. Katanya bapak yang mau bayar.
Polisi : Hah!? Sialan, gue dikerjain!

Yaudah, berapa jadinya?

Penjual : Dua bungkus, jadinya 30 ribu, Pak.
Polisi : Apa!? Asemm!

8. Judul: Siapa yang Lebih Pintar?

Poniman tertangkap karena menipu polisi. Polisi yang kena tipu sebungkus rokok akhirnya berhasil menangkapnya, dan mengajukannya ke meja hijau.

Hakim : Dengan ini, sidang memutuskan, bahwa atas kejahatannya merugikan orang lain, terdakwa Poniman dijatuhi vonis 5 tahun penjara.
Poniman : Keberatan, Yang Mulia. Kenapa hukuman saya berat sekali. Koruptor 2 milyar saja kemarin hanya dihukum 3 tahun.
Hakim : 2 triliun itu dia ambil dari 200 juta rakyat. Jadi tiap rakyat hanya dirugikan 10 ribu. Lha kamu merugikan 15 ribu per orang. Wajar hukumanmu lebih lama
Poniman : Asemm!!

9. Judul: Paling Dipatuhi

Di penjara, Poniman kenal dengan pak Bedu, narapidana yang dihukum seumur hidup.

Yang  mengherankan, pak Bedu ini sangat diistimewakan. Selnya ada kipas, sofa, hingga TV. Poniman lalu bertanya-tanya.

Poniman : Pak, kok bisa bapak dihukum seumur hidup. Memangnya kejahatan kriminal macam apa yang sudah bapak lakukan?
Bedu : Ah, cuma nangkap ikan.
Poniman : Masa’ nangkap ikan dihukum seumur hidup?
Bedu : Iya, saya nangkapnya pakai bom.
Poniman : Oalah.. pantes saja. Tapi, kayaknya masih terlalu berat kalau seumur hidup.
Bedu : Iya, masalahnya pas saya nge-bom itu, ternyata ada nelayan juga yang lagi nyari ikan. Jadinya ikut kena bom, 3 orang sampai meninggal.
Poniman : Oalaaa…

Poniman dan Bedu tertawa bersama. Poniman lalu melanjutkan lagi.

Poniman : Terus, kok bapak bisa tinggal di tempat yang kayak gini? Penjara tapi rasa-rasa hotel?
Bedu : Ooh.. itu karena saya kenal 2 orang yang paling penjaga patuhi.
Poniman : Oh ya? Siapa emang, Pak?
Bedu : Soekarno Hatta
Poniman : Maksudnya… bapak udah lahir dari jaman Soekarno?
Bedu : Hehee.. bukan yang itu. Tapi Soekarno Hatta yang ini.

(Menunjukkan lembaran 100 ribu)

Poniman : Oalaaa.. (Tepuk jidat)

Contoh teks anekdot hukum di atas memberikan kritik/sindiran kepada penegak dan aparat hukum yang tidak amanah.

Contoh Teks Anekdot Sosial

Contoh-Teks-Anekdot-Sosial

Contoh teks anekdot sosial biasanya menyoroti tentang kehidupan sehari-hari masyarakat. Masalah yang paling sering disorot adalah perbedaan budaya, bahasa, kesenjangan sosial serta ekonomi.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot sosial berikut ini.

10. Judul: Bukti

Iwan dari Indonesia berpartisipasi dalam penelitian arkeologis gabungan 3 negara: China, Amerika Serikat, dan Indonesia. Penelitian ini akan mencari teknologi apa yang digunakan tiap negara sejak zaman dahulu.

Ketika penggalian dilakukan di negara AS, di kedalaman 3 km, ditemukan lempengan tembaga. Orang AS berkata, “Ini adalah bukti bahwa negara kami adalah penemu telepon.”

Ketika penggalian dilakukan di negara China, di kedalaman 6 km, ditemukan lempengan besi. Orang China berkata,  “Ini adalah bukti bahwa negara kami adalah penemu mesiu.”

Ketika penggalian dilakukan di Indonesia, di kedalaman 6 km, tidak ditemukan lempeng apapun. Begitu juga sampai kedalaman 7, 8, hingga 9 km. Iwan berkata, “Ini adalah bukti bahwa negara kami telah menemukan wifi sejak dulu kala.”

Contoh teks anekdot sosial di atas mengandung sindiran kepada orang Indonesia yang tidak mampu tapi tetap tidak mau mengakui ketidakmampuannya.

11. Judul: Keramaian

Maman dari Indonesia berpartisipasi dalam lomba paling banyak keturunan antarnegara ASEAN. Finalisnya berasal dari Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Kompetisi keturunan terbanyak ini dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Mulailah MC memperkenalkan masing-masing finalis.

“Finalis pertama, Khamkhaeng dari Thailand. Silakan bawa keturunannya.”

Tiga puluh orang naik ke panggung. Tampak panggung hampir penuh.

“Bagus sekali. Silakan turun. Finalis kedua bernama Ngu Yen Thong, dari Vietnam. Silakan keturunannya naik ke panggung.”

50 orang merangsek ke depan. Panggun tidak muat dan sampai tumpah-tumpah, hampir roboh.

“Luar biasa sekali, Tuan Ngu Yen Thong. Silakan kembali ke tempat duduk. Selanjutnya finalis dari Indonesia, Maman. Silakan, mana keturunannya?”

Tiba-tiba dari seluruh penjuru tribun terdengar teriakan memanggil, “Ayah.. Ayah..”

MC langsung mengunyah microphone.

Contoh teks anekdot sosial di atas menyindir orang Indonesia yang hobi membuat anak.

12. Judul: Kebetulan

Mukiyo sedang naik kendaraan melewati sebuah lapangan. Alangkah herannya ia ketika melihat seorang ibu sedang memakan rumput di lapangan. Ia langsung turun menghampiri ibu tersebut.

Mukiyo : Maaf, Ibu. Boleh saya tanya, kenapa ibu memakan rumput?
Ibu : Oh, begini, Pak. Saya sangat lapar, sudah 3 hari ini belum dapat makanan
Mukiyo : Kalau begitu, Ibu ke rumah saya.
Ibu : Wah, terimakasih sekali, Pak. Apa boleh saya mengajak 3 anak saya? Mereka juga belum makan sama sekali hari ini.
Mukiyo : Oh, nggak apa-apa, Bu. Sekalian saja diajak anaknya.
Ibu : Alhamdulillah. Kalau boleh tahu, kenapa bapak mau-maunya mengajak orang miskin seperti kami ke rumah Bapak?
Mukiyo : Iya, Bu. Kebetulan rumput di  rumah saya sudah panjang-panjang.
Ibu : (merapal ilmu santet)

Contoh teks anekdot sosial di atas memberikan sindiran kepada golongan kaya. Terutama yang ketika sudah berada di atas, bukannya menolong, malah mengeksploitasi golongan lemah.

Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh-Teks-Anekdot-Politik

Contoh teks anekdot politik juga termasuk yang paling sering diproduksi di masyarakat. Ini berkaitan dengan tingginya ketidakpuasan masyarakat terhadap fenomena perpolitikan di negeri mereka.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot politik berikut ini!

13. Judul: 1 liter

Kasiman sedang berjalan di sekitar Jl Gatot Subroto ketika tiba-tiba orang ramai bergerak. Ia bertanya kepada seseorang yang tampak ikut sibuk.

Kasiman : Mas, ini lagi ada apa, ya?
Orang tak dikenal : Wah, lagi  rame, mas. Gedung DPR kebakaran. Nih orang ramai-ramai pergi ke sana, mau bantu.
Mukiyo : Oh, masing-masing bawa berapa ember, mas?
Ibu : 1 liter bensin.
Mukiyo : Tunggu, mas. Saya nyumbang Pertamax nih.

Contoh anekdot politik di atas mengandung gambaran ketidakpercayaan masyarakat kepada institusi DPR.

14. Judul: Saling

Ketika sedang musim pemilihan kepala desa, Kasiman didatangi tim sukses dari balon (bakal calon) kades nomor 1. Ia menerima amplop berisi uang dari mereka.

“Jangan lupa pilih nomor 1, ya.”

“Siaap,” jawab Kasiman.

Tak lama setelahnya, datang tim sukses dari balon kades nomor 2. Ia juga menerima amplop berisi uang dari mereka.

“Ingat lho, pilih nomor 2, OK?”

“Beress,” sahut Kasiman.

Istrinya bertanya, “Mas, kok dua-duanya di-iya-in, nanti gimana? Mas nggak mikirin kalau  ada yang kalah bakal kecewa?”

Kasiman menjawab santai, “Halah, Bu. Habis kepilih juga mereka belum tentu bakal ada yang mikirin kita. Kalau mereka memanfaatkan kita, ya kita juga manfaatkan mereka balik, lah.Hehe..”

Sang istri mengangguk-angguk. “Benar juga, Mas.”

Contoh teks anekdot politik di atas mengkritik situasi masyarakat di mana politik uang sudah sangat menggurita.

15. Judul: Siapa yang Suruh?

Undang-Undang KPK telah disahkan oleh DPR dan tinggal disetujui oleh pemerintah. Semua elemen mahasiswa mengadakan demo akbar di seluruh kota di Indonesia. Mereka menuntut pembatalan UU tersebut karena dinilai melemahkan KPK.

Temon dan Timin adalah 2 sahabat yang juga ikut berdemo.

“Nggak beres ini anggota DPR. Udah kerjaannya tidur melulu, sekalinya bangun, bikin UU yang nggak prioritas dan merugikan,” ujar Temon.

“Iya, nih. Lagian, siapa sih yang nyuruh DPR kerja. Udah bagus mereka tidur aja dah, daripada kerja malah bikin orang lain susah,” balas Timin.

Kedua sahabat itu lalu tertawa bersama.

Contoh anekdot di atas menggambarkan persepsi masyarakat terhadap anggota DPR dengan tingkat kepercayaan yang sangat rendah. Mulai dari kerjanya yang hanya tidur, hingga hasil kerja yang hanya menyusahkan saja.

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Contoh-Teks-Anekdot-Kesehatan

Contoh teks anekdot kesehatan termasuk yang cukup bias. Karena kebanyakan orang tidak memberikan batas yang jelas antara anekdot kesehatan dengan humor kesehatan. Padahal sudah jelas bahwa perbedaannya adalah ada tidaknya kritikan/sindiran/saran pada teks tersebut.

Contoh humor kesehatan (murni humor, tanpa kritikan)

Suatu saat di ruang periksa sebuah klinik.

Dokter : Hati Anda sudah sangat menurun kualitasnya. Harus segera menerima transplantasi hati jika masih ingin berfungsi normal.
Pasien (Pr) : Ya sudah, Dok. Langsung transplantasi saja, tunggu apa?

Uang bukan masalah buat saya.

Dokter : Masalahnya, sampai sekarang, kita belum bisa menemukan hati yang cocok untuk ditransplantasi ke Anda.
Pasien (Pr) : Oh, hati mantan saya bisa dipakai, tuh, Dok. Kebetulan golongan darah kami sama. Dia, biarpun punya hati, tapi nggak pernah dipake, Dok.

Teks di atas adalah sebuah humor kesehatan karena digunakan hanya untuk lucu-lucuan. Perhatikan 3 contoh teks anekdot kesehatan berikut ini.

16. Judul: Balik Lagi

Dokter Aman baru saja menjenguk pasien bernama Bayu. Bayu terkena serangan jantung tiba-tiba. Untung ia dapat segera dibawa ke rumah sakit dan diberikan penanganan secara cepat dan tepat.

Dr. Aman : Selamat, ya. Anda sudah diperbolehkan, pulang. Hati-hati, hindari faktor yang menyebabkan serangan jantungnya kambuh.
Bayu : Siap, dok. Terima kasih atas perawatannya.

Beberapa saat kemudian, perawat datang dengan mendorong Bayu yang sedang pingsan.

Dr. Aman : Lho, ini pasien yang tadi, bukan? Bukannya baru saja sembuh dan diperbolehkan pulang?
Perawat : Iya, Dok. Tapi dia kena serangan jantung lagi setelah lihat bon tagihannya.
Dr. Aman : Waduh, memangnya nggak punya BPJS? BPJS kan bisa buat cover penyakit jantung?
Perawat : Ada, dok. Tapi kata istrinya BPJS nya udah nunggak lama akibat nggak kuat bayar karena iurannya naik 100%.
Dr. Aman : (Geleng-geleng kepala) Oalaa.. nasib orang miskin ya..

Contoh teks anekdot kesehatan tentang BPJS tersebut mengkritisi kebijakan kenaikan iuran BPJS sebesar 100%.

17. Judul: Kapan Saja

Kakek Sugiyo sedang berpuasa ketika tiba-tiba terserang sakit kepala. Ia memanggil cucunya, Yono, untuk membelikan bodrex.

Begitu menerima bodrex, tanpa basi-basi kakek Sugiyo langsung meminumnya.

“Lho, kek, bukannya sekarang ini kakek lagi puasa?”

“Itulah okenya, Bodrex, Cu. Bisa diminum kapan saja kita mau. Hehee..”

Yono mengangguk-angguk saja.

Contoh anekdot kesehatan di atas mengkritisi penggunaan tagline kesehatan yang berlebihan dan edukasi yang kurang terhadap konsumen.

18. Obat yang Jelas

Bono merasa sakit dan pergi ke klinik Santo. Setelah mengurus administrasi dan mengantri, akhirnya tiba gilirannya diperiksa.

Dr. Santo : Ada keluhan apa?
Bono : Banyak dok. Rekening saya lagi kosong, mana orang tua nyuruh saya kawin cepat-cepat..
Dr. Santo : (Tersedak.) Uhukk.. maksudnya, masalah seputar kesehatan.
Bono : Ooh, pusing dok.
Dr. Santo : Nah, itu maksudnya. Seperti apa pusingnya?
Bono : Seperti kalau lagi bokek nggak ada duit, dok. Mana sekarang masih pertengahan bulan. Gajian juga masih lama…
Dr. Santo : (Mengambil jarum suntik.) Ehemm.. maksudnya apakah rasa pusingnya sebelah saja, atau nyeri kepala berat, atau gimana!?
Bono : Ooh, nyeri kepala berat, Dok.
Dr. Santo : (Geleng-geleng kepala.) Ok. Ada keluhan lain lagi?
Bono : Ada dok, sudah 2 hari ini saya merasa perut sakit.
Dr. Santo : Oh ya? Beraknya gimana?
Bono : Ya… macam biasanya ajah, Dok. Sambil jongkok.
Dr. Santo : (Gigit-gigit kertas) Ok, saya tahu terapi yang tepat untuk Anda.
Bono : Memang jadinya saya sakit apa, Dok? Obatnya apa?
Dr. Santo : Dunguistis. Obatnya suntik mati.

Contoh teks anekdot kesehatan di atas memberikan kritik/saran kepada pasien agar memberikan keterangan yang jelas saat anamnesa. (Anamnesa: wawancara awal)

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh-Teks-Anekdot-Pendidikan

Contoh teks anekdot pendidikan termasuk banyak beredar di masyarakat. Ini menandakan bahwa pendidikan masih menjadi sesuatu yang harus mendapatkan banyak perbaikan.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot pendidikan berikut ini.

19. Judul: Pekerjaan Orang Tua

Di kelas 1 SD Sukamandi, Bu Indah sedang mengampu materi tentang cita-cita dan pekerjaan.

Bu Indah : Cita-citanya? Dan harus belajar apa supaya cita-cita tercapai?
Mawar : Saya Bu. Saya mau belajar matematika, karena cita-cita saya jadi pedagang seperti ibu saya.
Bu Indah : Bagus sekali, Mawar. Belajar yang rajin, ya. Tepuk tangan untuk Mawar… Oke, yang lain?
Marco : Saya, Bu. Saya mau belajar huruf A sampai G, karena cita-cita saya ingin jadi musisi seperti ayah saya.
Bu Indah : Bagus, Marco. Belajar lagi lebih banyak ya, biar jadi musisi hebat. Ada yang lain?
Merry : Saya, Bu. Saya mau belajar huruf A dan H saja.
Bu Indah : Lho… kenapa begitu, Merry?
Merry : Iya, Bu. Saya nggak tahu pekerjaan Ibu saya apa. Tapi kalau malamnya ibu teriak, “Ah.. Ah..,” besoknya pasti punya banyak uang.
Bu Indah : (Tepok jidat.) Ok. Rapikan buku, kita langsung pulang.
Murid : Horee..

Contoh teks anekdot pendidikan ini memberikan kritik/saran kepada orang tua untuk memperhatikan sikapnya sebagai contoh bagi anaknya.

20. Judul: Nggak Ngaruh

Awang adalah guru  yang terkenal sibuk di  kalangan murid SD Sukamandi. Ia sering ikut berbagai rapat, hingga jarang hadir di kelas. Biasanya hanya datang untuk memberi tugas, lalu ditinggal.

Satu hari, ia memberikan tugas kepada kelas 5 untuk meringkas 1 bab pelajaran IPS.

Bejo, sebagai murid yang paling lambat dalam hal menulis merasa frustasi. Ia tidak mau  melanjutkan menulis. Tapi, malah merobek buku paketnya, dan menstaplesnya ke buku catatan.

Kebetulan sekali, besoknya Pak Awang masuk kelas. Ia langsung memeriksa catatan para murid. Akhirnya ia sampai pada Bejo.

Pak Awang : Bejo, ini apa maksudnya buku kamu?
Bejo : Ringkasan, Pak.
Pak Awang : Ringkasan itu yang penting-penting saja. Lagian, kamu disuruhnya nulis, bukan nempelin materi yang di buku.
Bejo : Buat saya semuanya penting, Pak. Lagian Bapak nggak ngajarin mana yang penting, mana yang enggak. Kalau Cuma disuruh belajar dari buku, ada atau nggak ada Pak guru, nggak bakal ngaruh juga.
Pak Awang : (Diam seribu bahasa.)

Contoh teks nasihat pendidikan tersebut memberikan kritik kepada guru agar bersungguh-sungguh dalam mendidik dan mengajar.

21. Judul: Soal yang Mudah

Ketika penilaian tahap akhir di SD Sukamandi, Bu Wati sedang mengawasi murid kelas 4.

Ujian sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Hingga saat ini, murid-murid terlihat tegang. Bu  Wati ingin membuat mereka lebih rileks.

Bu Wati : Gimana, anak-anak, soalnya mudah semua, kan?
Murid-murid : Mudah, Bu guru.
Bu Wati : Alhamdulillah, kalau memang gampang semua.
Ngadimin : Soalnya sih gampang semua, Bu. Tapi jawabannya yang susah.
Bu Wati : Kok, bisa? Memangnya kamu tidak belajar, Ngadimin?
Paimin : Dia mah nggak pernah belajar, Bu. Tiap malam ngajakin mabar Mobile Legend.
Bu Wati : Hemm.. pantess..

Contoh teks anekdot pendidikan di atas memberikan kritik kepada pelajar yang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk main game..

Contoh Teks Anekdot Menyindir

Contoh-Teks-Anekdot-Menyindir

Sindir-menyindir merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, sindir-menyindir ini terjadi antara tetangga, teman, bahkan hingga tingkat elit DPR di senayan.

Silakan perhatikan baik-baik ke-3 contoh teks anekdot menyindir berikut ini.

22. Judul: Giliran

Tiga orang cewek dengan pakaian seksi lewat di depan sekelompok pemuda. Seorang pemuda kemudian bersiul. Tiga cewek tersebut berhenti dan menatap marah.

Cewek 1 : Eh, Bang. Kalau punya mata tuh dijagain, ya. Jangan buat melototin paha perempuan
Cowok 1 : Eh, Neng. Kalau situ punya dada dikibar-kibar, paha diumbar, bibir nyambar-nyambar, nggak usah sok jual mahal.

Contoh teks anekdot menyindir di atas ditujukan kepada laki-laki dan perempuan yang tidak menjaga aurat dan pandangan.

23. Judul: Nunggu

Jaini dan Jamilah adalah kakak beradik yang jarang akur. Dari kecil sampai SMA masih saja suka bertengkar.

Satu hari Jaini melihat Jamilah mau pergi nongkrong dengan teman-temannya sambil berpakaian seronok.

Jaini : Woi, kalau punya aurat tuh ditutup rapat. Masak mau nunggu jadi mayat baru tutup aurat?
Jamilah : Hilih, gayamu, Bang. Ke masjid saja dulu, sana! Masak mau nunggu disolatin dan jadi mayit baru ke masjid.

Contoh teks anekdot menyindir di atas ditujukan kepada perempuan yang tidak menjaga aurat dan laki-laki yang enggan ke masjid.

24. Judul: Kamu Bisa Apa?

Kamidi baru awal-awal bergabung dengan sebuah kelompok pengajian. Ia baru  memahami bahwa ada banyak bid’ah yang terjadi di masyarakat.

Ketika ada yang mengajaknya berjabat tangan setelah salat, ia tidak mau. “Bid’ah,” katanya. “Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya enggak pernah begini, nih.”

Ketika ada yang mengajaknya ikut tahlilan selama 3 hari di rumah tetangga yang meninggal, ia menolak. “Bid’ah itu. Setiap bid’ah sesat, tiap sesat tempatnya di neraka,” jelasnya. “Enggak pernah tahlilan ada  dicontohkan di zaman Nabi Muhammad, SAW.”

Mukidi, yang sudah eneg dengan kelakuan Kamidi menukas, “Halah, dulu Rasul SAW mengajak orang-orang supaya masuk Islam. Ini orang udah Islam, malah kamu kafir-kafirkan.”

Contoh teks anekdot menyindir di atas memuat kritikan yang ditujukan kepada orang yang suka menyalahkan kelompok selainnya.

Contoh Teks Anekdot Menyindir Mantan

Contoh-Teks-Anekdot-Menyindir-Mantan

Mantan memang tak mudah dilupakan, karena bersamanya mengalir segala macam kenangan. Oleh karena itu, anekdot menyindir mantan biasanya paling dicari demi meluahkan amarah pribadi.

Perhatikan 3 contoh teks anekdot menyindir mantan berikut ini.

25. Judul: Basi

Sira dan Sari sudah putus beberapa lama sebagai pasangan. Suatu ketika, Sira ingin kembali menjalin hubungan dengan Sari. Ia memulai proses PDKT-nya. Cukup lama, tapi Sari terlihat tidak mengacuhkannya.

Teman mereka, Andin, merasa kasihan terhadap Sira.

“Sari, kenapa sih, kamu nggak terima balik aja si Sira? Kayaknya dia masih sayang banget sama kamu,” ujar Andin.

“Alaah.. gue udah kenal gayanya. Kambuhan dia, mah. Lagian mantan itu ibarat makanan basi. Mau diangetin kayak gimana juga, tetap ajah udah basi. Bisa kena penyakit nanti.”

“Wkwk.. parah lo,” kata Andin.

26. Judul: Blokir

Kartini dan Kartono baru saja putus dalam hubungan mereka. Kartini masih sangat mencintai Kartono. Bahkan, sampai sekarang masih sering stalking, walau dengan hati-hati agar tidak sembarang kepencet like.

Namun, bagaimanapun, Kartono tetap tahu apa yang dilakukan Kartini. Ia lalu menulis di statusnya. “Yaelah, elu itu mantan atau setan, kok selalu menghantui.”

Membaca itu, Kartini langsung memblokir semua akun Kartono dari media sosialnya.

27. Judul: Dear …

Jana dan Jani adalah sepasang kekasih yang baru saja putus. Namun, mereka masih saling follow dan berteman di  media sosial.

Untuk menunjukkan ketegarannya, Jana menulis di media sosial. “Jika masa lalu diibaratkan sejarah, maka mantan adalah peninggalan bersejarah alias fosil masa lalu.”

Jani yang membaca status Jana di timeline tak mau kalah. Ia juga update status. “Yang kemarin bilangnya aku separuh nafasnya, udah kehabisan nafas belum. Sini gue bantu cekik sekalian.”

Jono, teman keduanya yang sempat membaca status mereka di timeline juga update status. “Dasar alay bin labil. Giliran masih pacaran ayang-ayangan, giliran udahan anying-anyingan.”

Contoh teks anekdot menyindir di atas memberikan sindiran kepada remaja yang labil, lebay, dan kekanakan dalam menjalani hubungan.

 

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contoh-Teks-Anekdot-Menyindir-Teman

Pertemanan dan persahabatan memang terkadang naik turun. Seringkali semua itu dapat berawal dan berakhir dari sebuah sindiran. Perhatikan 3 contoh teks anekdot menyindir teman berikut ini..

28. Judul: Secara Tak Langsung

Jono dan Joni adalah sahabat dekat. Suatu hari Jono cerita ke Joni bahwa ia sedang naksir dengan Nita, teman sekelas mereka.

Joni memiliki ciri hitam, dekil, rambut kribo, bibir tebal, hidung kayak dilempar sembarangan. Sedangkan Nita memiliki ciri tak jauh beda dengan bintang iklan shampoo.

Suatu hari keatika sedang berkumpul, Jono berkata ke Nita, “Nit, sebenarnya, ada yang naksir kamu tahau, di kelas ini.”

“Alah..yang bener, lu. Siapa emang?” tanya Nita.

“Gue nggak mau sebut nama.”

“Alaa.. pelit, lu. Bilang aja nggak ada, ya kan?” tukas Nita.

“Eh, beneran. Inisialnya, J.”

“Itu mah, elu!” potong Nita.

“Bukan. Cirinya item, dekil, kribo, bibir tebel, hidung asal nemplok.”

“Bwahahaa.. itu mah Joni. Ciyee… Joni.” Seluruh teman sekelas menyoraki Joni yang sedang mengerut di pojokan.

Pada contoh anekdot menyindir teman tersebut, Jono menyindir Joni untuk mengungkapkan perasaannya.

29. Judul: Pelengkap

Toni sudah dikenal sebagai mahasiswa yang tidak tertarik dengan belajar, tapi mau aman. Hampir dalam setiap tugas kelompok, ia  hanya berperan sebagai pemandu sorak.

Suatu hari, Eca sang mahasiswi teladan, dikelompokkan dengan Toni. Eca pun protes mentah-mentah kepda dosennya.

“Pak dosen nggak tahu sih, di kelompok ini ada benalu cuma ngeramaiin aja, nggak ikut mikir, dan nggak mau kerja.”

Toni pun memerah di pojokan.

30. Judul: Nggak Punya Malu

Sinta terbiasa datang ke kampus dengan penuh gaya. Bajunya selalu klimis. Smartphonnya generasi terbaru yang lagi hits. Tiap weekend, selalu posting lagi liburan di satu tempat.

Hampir semua orang kagum, hampir semua, kecuali Santi. Karena Sinta masih punya hutang kepada Santi.

Saking kesalnya, maka ketika Sinta upload foto di instagram pun, Santi menulis komen. “Asyik banget liburannya. Kalau udah pulang, utangnya segera dibayar ya, biar ga jadi gantungan leher di akhirat.”

Tak ketinggalan, Santi upload si story-nya sendiri. “Ada loh, orang yang gayanya kemahalan, ke salon 2 mingguan, tiap weekend liburan, tapi utang 2 juta nggak dibayar bertahun-tahun. Dicicil pun enggak. Itu masih punya malu apa ya?”

Besoknya, Sinta langsung transfer 100% lunas.

 

Contoh Teks Anekdot Gusdur

Contoh-Teks-Anekdot-Gusdur

Gusdur adalah presiden yang paling terkenal berkelakar dan memiliki segudang anekdot. Contoh teks anekdot Gusdur sebagai berikut.

31. Judul: Kok Bisa Tahu

Gusdur sedang naik pesawat kepresidenan menjamu presiden AS dan Perancis keliling dunia.

Ketika sampai di AS, presiden AS mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di New York.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak patung Liberty kepegang oleh saya.”

Ketika sampai di Perancis, presiden Perancis mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Paris.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak menara eiffel kepegang oleh saya.”

Ketika sampai di Indonesia, presiden Gusdur mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Tanah Abang.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, jam tangan saya ilang kecopetan.”

32. Judul: Lontong

Suatu  hari, Gusdur sedang bersama dengan teman-temannya. Ia lalu bilang.

“Kalau mau supaya, di Alam Kubur nggak ditanya malaikat itu gampang,” Ujar Gusdur.

“Lha, emang bisa, Gus? Bukannya setiap orang akan ditanya malaikat penanya di alam kubur?” tanya temannya.

“Lho.. yo gampang. Nanti kalau mati jangan mau dikubur pakai kain kafan. Minta dikubur pakai daun pisang.”

“Hubungane opo toh, Gus?” (hubungannya apa, ya, Gus?)

“Biar nanti kalau malaikat nanya, kamu jawab, “Aku dudu uwong. (Aku bukan orang). Aku lontong.”

33. Judul: Indonesia Beda

“Sifat bangsa itu ada 4,” kata Gusdur di sebuah sesi wawancara. Wartawan itu bertanya, dengan bangsa-bangsa lain di dunia, apa yang membuat Indonesia berdua.

“Pertama, sedikit bicara, sedikit kerja. Contohnya Nigeria dan Angola.

“Kedua, sedikit bicara, banyak kerja. Contohnya, Korsel dan Jepang.

“Ketiga, banyak bicara, banyak kerja. Contohnya China dan Amerika.

“Keempat, Banyak bicara, sedikit kerja. Contohnya India dan Pakistan.”

“Lha, kalau bangsa Indonesia ini masuk yang kategori mana, Gus?” tanya wartawan lainnya.

“Lha, kalo Indonesia ya, beda. Karena lain apa yang dibicarakan, lain lagi apa yang dikerjakan.”

 

Contoh Teks Anekdot Publik

Contoh-Teks-Anekdot-Publik

Teks anekdot publik biasanya mengambil tema layanan publik sebagai sorotannya. Layanan yang dimaksud dapat bersifat sangat luas mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, perpajakan, hingga hukum.

Contoh teks anekdot publik dapat dilihat di bawah ini.

34. Judul: Seret

Siswono sudah 3 kali mendatangi pegawai desa untuk menanyakan e-KTP yang kemarin dibuat secara massal. Semua tetangganya sudah menerima, tinggal dia saja yang belum. Ia pun curhat ke Bendol, tetangganya.

Siswono : Dol, aku ini sudah 3 kali menemui pak Bayan menanyakan e-KTP. Tapi kok belum jadi katanya. Padahal kamu kan daftarnya sesudah aku, malah sudah jadi duluan.
Bendol : Ooh.. itu karena kamu nggak ngasih minum, makanya seret.
Siswono : Maksudnya, aku harus bawa minuman begitu?
Bendol : Bukan. Maksudnya harus ngasih pelicin biar nggak macet.
Siswono : Ealah.. ujung-ujungnya duit lagi, duit lagi.
Bendol : Hehee.. orang mati aja perlu duit jaman sekarang, mah.

Besoknya, Siswono menemui pegawai desa sambil menyerahkan “administrasi”. Sorenya, pak Bayan mengantarkan  e-KTP langsung ke rumah.

“Bayan matre,” maki Siswono dalam hati.

35. Judul: Pocong

Kantor BPJS kota Sudimara dalam keadaan kacau balau. Semua pegawai meringkuk di sudut kantor, sementara para pocong menyerbu ke dalam. Kepala cabang terlihat gemuk dan berkecukupan itu berusaha meredam situasi. Ia berusaha negosiasi dengan para pocong.

“Maaf, Tuan Pocong, kalau boleh  tahu, ada gerangan apa ramai-ramai ke sini. Padahal kami tidak mengadakan acara tahlilan atau kenduri. Tahlilan atau  kenduri kan bukan tanggungan BPJS Kesehatan.”

Pocong yang paling tua menjawab, “Oh, kami di sini mau mengundurkan diri dari BPJS Kesehatan. Karena kalau sudah meninggal kan, klaimnya tidak bisa diwariskan, sedangkan tagihannya tetap harus dibayar ahli waris. Makanya kami ke sini untuk menutup akun BPJS.”

“Ooh, kalau cuma itu, ahli warisnya saja bisa kok, asal bawa surat keterangan kematian. Ndak perlu sampeyan-sampeyan yang ke sini sendiri,” pak Kepala menjelaskan.

“Nganu, pak. Kemarin pas kita ngadu lewat laman twitter, katanya pengurusan BPJS yang meninggal, yang bersangkutan agar datang ke kantor BPJS.”

“Hee.. ngene, pak. Si mas ngademin twitter memang suka  becanda, suka bermain-main kata. Begitu, pak,” ujar pak Kepala sambil pasang senyum kuda.

“Oalah, ngono toh, pak. Yo wis, tah. Kita balik kalau begitu,” kata tetua pocong sambil berbalik. ”Bapak ndak mau ikut ke tempat kami?”

“Eeh.. ndak usah, Pak. Saya masih mau jadi kepala BPJS. Gajinya lumayan,” tolak pak Kepala, buru-buru.

“Hee.. santai aja, Pak. Kami juga suka becanda. Suka main-main kata.”

Dan tetua pocong pun pulang beserta rombongan, meninggalkan kepala BPJS yang meneteskan keringat dingin.

36. Judul: Sama-Sama Butuh

Jono sudah 3 kali bolak-balik ke kantor polres karena tidak lolos tes teknik dasar kendaraan bermotor. Ia sudah lolos di tes lurus dan zigzag, tapi selalu gagal di tes angka delapan. Ia pun bercerita ke temannya, Yono.

 Jono : Yon, aku ni udah bosan bolak-balik polres buat bikin SIM. Gagal maning, inyong.
Yono : Lha, emang kenapa alasannya.
Jono : Itu tes naik motor buat angka delapan susah benar. Lagian kita kan mau naik motor buat transport, bukan buat sirkus.
Yono : Makanya, Jon, kayak aku aja. Ambil yang sehari jadi. Nggak usah pakai tes.
Jono : Kamu enak, Yon. Ada kenal sama calo di sana. Kenalin aku, dong.
Yono : Kata siapa, kenal? Nggak perlu ada kenal. Soalnya yang di sana itu calo semua.  Hahaa..
Jono : Hahaa.. benar juga, kamu Yon. Lagian, sama-sama butuh ini kita ya?

 

Contoh Teks Anekdot Tentang Sejarah

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Sejarah

Teks anekdot sejarah termasuk yang jarang dikemukakan dalam pembahasan anekdot. Ini karena sejarah sering sudah terlalu lama dan hanya dapat diambil sebagai pelajaran. Isi anekdot sejarah lebih banyak soal menertawakan kebodohan masa lalu dan harapan agar tidak terulang kejadiannya di masa depan.

Contoh teks anekdot tentang sejarah dapat disimak di bawah ini.

37. Judul: Presiden Gila

Satu ketika, Gusdur ditanya dalam sebuah acara talkshow di televisi.

Penanya : Gus, katanya Gusdur ini dianggap sebagai presiden yang paling kocak dan paling lucu sih.
Gusdur : Wah, ya nggak tahu. Yang jelas semua presiden Indonesia itu  dari pertama sampai saya memang gila.
Penanya : Maksudnya gimana, tho, Gus?
Gusdur : Presiden pertama kita itu gila wanita. Yang kedua, gila harta. Nah, yang ketiga itu gila teknologi.
Penanya : Lha, kalo sampeyan, yang keempat, gila apa, Gus?
Gusdur : Kalo saya, yang milihnya orang gila.
Penanya : Hahaa.. Bisa aja, Gus

38. Judul:  Konferensi Binatang

Haji Agus Salim merupakan seorang tokoh nasional yang memiliki jenggot panjang. Sebagai seorang tokoh, ada saja yang merasa tidak suka dengan H. Agus Salim.

Satu ketika, Haji Agus Salim sedang berbicara dalam sebuah konferensi. Ketika sedang berpidato, tiba-tiba ada yang mengejeknya dengan mengeluarkan suara, “Embeek.. Embeek…”

Ketika makin lama suara itu makin keras dan mulai mengganggu, H. Agus Salim akhirnya angkat suara. “Panitia, setahu saya, saya diundang dalam konferensi untuk manusia. Kenapa bisa ada binatang yang hadir di pojok sana?”

Seketika para hadirin tertawa ringan, sedangkan yang tadi bersuara langsung diam, malu.

39. Judul: Tanda Tangan Teks Proklamasi

Pak Tyo, guru Sejarah, sedang mengadakan tanya jawab dengan murid-muridnya.

Pak Tyo : Iwan, tanggal berapa teks proklamasi dibacakan?
Iwan : 17 Agustus 1945, Pak.
Pak Tyo : Pandai kamu. Siti, siapa yang mengetikkan teks proklamasi?
Wati : Sayuti Melik, Pak.
Pak Tyo : Pintar semua kalian. Nah, Budi… Budi… tidur melulu kamu. Dimana teks proklamasi ditandatangani?
Budi : (masih belum cukup sadar) Emm.. nganu, Pak. Di sebelah bawah agak ke kanan dikit, sepertinya.
Pak Tyo : Halah.. kamu tidur terus dari tahun 45 ya?

Semua yang ada di kelas pun tertawa lepas.

Contoh Teks Anekdot Tentang Agama

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Agama

Teks anekdot agama termasuk sering beredar di masyarakat. Meskipun untuk menyusun sebuah teks anekdot tentang agama sangat perlu berhati-hati. Ini karena agama merupakan sesuatu yang sangat sensitif di  kalangan masyarakat Indonesia.

Agar tidak mengundang konflik horizontal tentang agama, ketika membuat anekdot, hendaknya mempertimbangkan hal berikut.

  1. Pastikan tidak menyindir atau mengkritik ajaran agama lain, tapi agama sendiri.
  2. Hindari menjadikan ajaran agama sebagai anekdot. Yang dibuat menjadi teks anekdot tentang agama adalah perilaku umat beragama tersebut.

Contoh teks anekdot agama dapat dicermati di bawah ini.

40. Judul: Shalat 5 Waktu

Bahlul merupakan seorang muslim yang memiliki hobi bermain judi.

Satu waktu, ia sedang bersama dengan Semprul , teman judinya. Mereka sedang bermain ketika tiba-tiba terdengar suara adzan.

Bahlul : Rul, kamu ini nggak kepikiran toh, sama agama kita?
Semprul : Maksudmu gimana, Lul?
Bahlul : Agama kita ini kok kebanyakan ibadahnya, ya? Sehari solatnya sampai 5 kali. Kenapa nggak kayak agama sebelah, ibadahnya cuma seminggu sekali.
Semprul : Halah, Lul. Ibadah  5 kali sehari aja kamu tetap main dadu. Gimana kalau cuma seminggu sekali. Udah, nggak usah sok-sokan komen agama kalau ngajimu aja nggak tamat iqra’ tiga.

Bahlul hanya mesam-mesem mendengarnya.

41. Judul: Penghuni Lama

Pak Kosman pejabat tinggi yang pernah menjadi terpidana korupsi.

Satu ketika, ia mengalami sakit yang sangat parah. Ketika ia merasa sakaratul maut sudah dekat, ia mewasiatkan hal yang membuat semua ahli warisnya geleng-geleng kepala.

“Nanti, aku mau dikuburkan dengan kain kafan yang sudah bolong-bolong dan lusuh,” kata pak Kosman kepada ahli warisnya.

Anak-anaknya tidak ada yang berani membantah, daripada nanti tidak mendapat jatah warisan.  Baru setelah anak-anaknya pergi, istrinya bertanya, “Mas, maksud wasiat kamu tuh apa? Kita kan bukan orang kekurangan, kenapa harus pakai kafan yang lusuh?”

“Begini loh, Dek,” pak Kosman menjelaskan. “Nanti kalau di kuburan ditanya oleh malaikat kubur, aku kan bisa ngeles.”

“Ngeles gimana maksudnya?” tanya istrinya, bingung.

“Ya, aku bilang aja. ‘Ya, Malaikat. Sampeyan ini apa nggak salah alamat? Saya ini penghuni  lama alam kubur, sudah pernah ditanya. Nggak lihat apa, kain kafan saya sudah lusuh dan bolong-bolong?’ Nanti malaikatnya kan nggak jadi nanya. Hehee..”

Istrinya geleng-geleng kepala. “Halaa, Mas. Kapan kamu tobatnya? Malaikat juga mau diakali.”

42. Judul: Pengajian Poligami

Dalam sebuah pengajian, seorang ustadzah ditanya oleh jamaahnya tentang poligami dalam islam.

Jama’ah : Punten, Ustadzah. Kalau  menurut pendapat ustadzah, bagaimana poligami dalam islam sebenarnya?
Ustadzah : Poligami merupakan solusi yang diberikan Allah untuk mengatasi banyak masalah sosial dan mengakomodasi kebutuhan individual.
Jama’ah : Berarti, Ustadzah setuju dengan poligami itu?
Ustadzah : Tentu saja. Asal yang poligami bukan suami saya, tentunya.

Jama’ah manggut-manggut. Mungkin mereka berpikir, “Bisa saja ngelesnya, ustadzah ini.”

Contoh Teks Anekdot Nasihat

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Nasihat

Teks anekdot nasihat merupakan nasihat yang disampaikan dalam bentuk anekdot. Tujuannya adalah agar yang dinasihati tidak sakit hati dan terkesan lebih lembut, dibandingkan dengan nasihat langsung.

Contoh teks anekdot nasihat dapat dipelajari di bawah ini.

43. Judul: Makan Permen

Domon merupakan anak yang gemar sekali  makan permen. Suatu hari, ketika sedang makan permen di sekolah, mama dari Anggi, temannya mengingatkan.

“Dek, kamu masih kecil, nggak boleh makan permen. Nanti giginya bolong-bolong, lho,” katanya.

“Iya, tante,” jawab Domon sambil membuang permennya.

Ketika istirahat, Domon ke warung sekolah untuk membeli permen. Kebetulan disana ada mama Anggi lagi. Melihat Domon membeli permen, mama Anggi pun mengingatkan lagi.

“Dek, daripada buat beli permen, mendingan uangnya kamu tabung. Lagian, permen kan nggak bagus, banyak gula. Bikin kamu gendut dan bolong giginya.”

Domon jadi merasa tidak enak. Ia pun menjawab, “Iya, Tante.”

Pulang sekolah, Domon mampir ke warung di seberang sekolah. Di sana, ia hendak membeli  permen lagi. Sedang mencoba membeli  permen, mama Anggi melihatnya.

“Lho, Dek, kamu  masih mau  beli permen lagi? Hati-hati lho, kalau sudah kena penyakit gua dari kecil, bisa mati  nanti, nggak berumur panjang.”

Domon yang dari tadi pagi belum merasakan permen jadi agak gusar. “Iya, Tante. Nenek saya juga udah 100 tahun, masih hidup sehat dan umur panjang.”

“Ya, kan? Pasti karena nggak makan permen,” ujar mama Anggi.

“Bukan, Tante. Tapi karena nenek saya nggak suka mencampuri urusan orang lain,” tukas Domon sambil beranjak pergi.

44. Judul: Kredit

Domon baru saja sampai ke rumah dari sekolah. Ia sedang makan siang ketika tiba-tiba terdengar ketukan dan salam dari arah pintu. Tiba-tiba, ibunya menarik Domon dan berkata, “Nak, kamu buka pintu dan bilang ke om-om yang di depan kala mama lagi nggak ada.”

“Memangnya itu siapa, Ma?” tanya Domon.

“Biasa, tukang kredit keliling. Jangan lupa bilang mama lagi nggak ada, ya. Mama mau ngumpet di kamar dulu,” pesan mama Domon sambil masuk kamar tidur.

Domon pun membuka pintu rumah.

“Dek, mamanya ada?” tanya tukang kredit itu.

“Om tukang kredit  ya? Kata mama, mama lagi nggak ada. Mama mau ngumpet di kamar dulu,” jawab Domon, polos.

“Hoo.. yaudah, bilang mamamu ya, anak kecil jangan diajari bohong. Nanti nyesal sendiri jadi orang tua,” kata tukang kredit dengan suara agak keras.

45. Anak Pintar

Domon pergi ke rumah teman kelasnya, Dimin, dan mengajaknya bermain.

Domon : Lagi apa, kamu? Main, yuk!
Dimin : Aku nggak bisa pergi. Disuruh mama jagain kandang ayam, soalnya ayamnya mau dijual. Ini mama lagi ke rumah yang mau beli.
Domon : Oh, kalau gitu gampang. Kita bawa aja kandangnya sekalian. Jadi kita tetap bisa main, dan kamu juga bisa jagain kandang.
Dimin : Oh, iya. Pintar kamu, Mon.

Mereka pun pergi bermain sambil membawa kandang ayam yang berbentuk keranjang itu.

Contoh Teks Anekdot Tentang Seni

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Seni

Anekdot tentang seni dan budaya termasuk sering didapati karena seni budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karya manusia. Contoh teks anekdot tentang seni bisa ditelaah di bawah ini.

46. Judul: Seni Tertinggi

Ardo dan Ardi merupakan mahasiswa fakultas desain yang sama. Mereka berbeda pandangan tentang desain pakaian.

Ardo : Kenapa, ya, kok kebanyakan desain pakaian kelas dunia, semakin seksi semakin mahal harganya?
Ardi : Itu namanya seni, Coy.
Ardo : Emang kalau seni harus minim bahan gitu?
Ardi : Iyalah, semakin minim, semakin butuh kreativitas untuk membuatnya.
Ardo : Lha kalo gitu seni tertinggi nggak usah berpakaian sekalian, kayak manusia purba

Ardo pun tak membantah lagi.

47. Judul: Golden Ticket

Takeshi adalah seseorang yang sangat suka bernyanyi. Cita-citanya adalah membuat orang lain mendengar nyanyiannya.

Satu ketika ia mendengar ada audisi The Noise, ia pun mendaftarkan diri. Ketika tiba saat gilirannya tampil, ia berusaha sebaik mungkin.

“Apakah kamu sudah siap menampilkan bakatmu?” tanya Lanang, si dewan juri.

“Pasti, Mas Lanang,” jawab Takeshi.

“Ya, silakan.”

Takeshi pun bernyanyi dengan penuh penghayatan. Ia terlihat memejamkan mata, asyik dengan dunianya sendiri.

“Bagaimana, Mas, apakah saya mendapatkan golden ticket,” tanya Takeshi penuh semangat.

“Ya, kamu mendapatkan tiket,” jawab mas Lanang, kalem. “Tiket pulang kampung,”

48. Judul: Pemandangan

Iben adalah guru baru di kelas V SD Sukarajin. Pertama kali masuk pelajaran kesenian, ia memberikan tugas menggambar kreatif  kepada anak-anak.

“Tema kita kali ini adalah menggambar pemandangan,” kata Iben. “Tapi kalian tidak boleh menggambar pegunungan.”

“Kenapa tidak boleh, Pak guru? Kan pegunungan juga termasuk pemandangan?” tanya Cika.

“Sudah sering menggambar pegunungan kan dari kelas 1? Pilih yang lain, nanti kalian sulit berkembang kalau gambarnya itu-itu saja. Paham?” jelas Iben.

“Paham, Pak Guru,” jawab murid-murid.

Besoknya, murid-murid mengumpulkan gambar pemandangan pantai … yang di belakang pantai tersebut ada gunungnya.

 

Contoh Teks Anekdot Tentang Ekonomi

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Ekonomi

Anekdot ekonomi termasuk yang paling banyak didapati dalam masyarakat. Mungkin ini dikarenakan tingginya kesenjangan ekonomi yang menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Contoh teks anekdot tentang ekonomi yang kreatif dapat dilihat di bawah ini.

49. Judul: Makan

Eko dan Nomo merupakan sahabat baik sejak lama. Satu saat, mereka sedang menonton acara jalan dan makan di layar televisi. Akhirnya mereka terlibat diskusi.

“Orang itu bisa dilihat kemampuan ekonominya dari rencana makannya,” kata Eko.

“Maksudmu gimana, Ko?” tanya Nomo.

“Kalau  orang menengah ke bawah, dia akan bingung merencanakan besok makan apa. Kalau  orang menengah ke atas, dia akan bingung merencanakan besok makan di mana,” jelas Eko.

“Kalau orang kaya gimana?”

“Kalau orang kaya, biasanya akan merencanakan, besok makan siapa?”

“Wah, benar juga kamu, Ko. Tapi, nggak semua juga, kan?” sanggah Nomo.

“Iya lah, kalau semuanya begitu, bakal habis orang kayak kita dimakan mereka. Hehe..”

50. Judul: Sopir Angkot

Andre seorang magister ekonomi. Suatu sore, ia mampir ke warung kopi langganannya. Di sana, ia bertemu dengan Karyo, temannya waktu SMP yang kini jadi sopir angkot.

Andre : Tumben jam segini udah nongkrong di warung kopi. Nggak narik?
Karyo : Nggak lah, setoran udah kelar. Belanja besok juga udah ada. Tinggal santai-santai aja lah kita. Hehe..
Andre : Wahh.. harusnya jangan gitu lah, kalau mau maju.
Karyo : Emang gimana?
Andre : Coba kamu kerja keras lagi, biar bisa nabung. Terus kalau udah banyak, tabungannya kamu belikan angkot. Jadi punya angkot sendiri, nggak perlu ngasih uang setoran.
Karyo : Terus, kalau udah punya angkot sendiri, ngapain lagi?
Andre : Kamu narik lagi, lah, tapi jadinya nggak perlu setor. Kamu kerja keras lagi, terus nabung lagi, buat dibeliin angkot. Habis itu kamu suruh orang lain narik angkot kamu.
Karyo : Ooh.. berarti nanti punya angkot 2 ya?
Andre : Iya, kamu ulangi  lagi, kerja keras lagi, nambah angkot, nambah pekerja, Terus begitu, sampai pensiun. Kalau udah pensiun, kamu bisa santai-santai minum kopi.
Karyo : Kalau cuma buat santai-santai, ngapain harus nunggu pensiun dan kerja keras. Ribet aja. Sekarang juga udah bisa santai-santai. Kebanyakan teori, lu.

Andre pun tidak menjawab lagi.

51. Judul: Balikin

Anton merupakan pekerja kantoran dengan gaji Rp 8.000.000,00 per bulan. Suatu hari, ia mendapati seorang pemuda belasan tahun sedang mengemis. Ia pun memberikan nasihat.

“Nak, kamu ini masih muda dan sehat, buat apa mengemis. Lebih baik kamu lanjutkan pendidikan agar bisa lulus sarjana dan dapat pekerjaan bagus macam saya. Sayang, hidupmu disia-siakan dengan menjadi pengemis.”

“Iya, Om. Tolong kasihani, saya,” kata anak muda itu sambil mengulurkan tangan.

“Memang  berapa sih penghasilan kamu dari mengemis?”tanya Anton sambil mengulurkan selembar uang 2000-an.

“Ya, bervariasi, Om,” jawab pemuda itu sambil mengambil uang dari tangan Anton. “Kalau tiap jam ada 200 orang lewat, paling cuma 20 orang yang ngasih uang. Anggap masing-masing ngasih dua ribu, jadi tiap jam saya bisa dapat 40 ribu. Kalau tiap hari kerja 10 jam, berarti 400 ribu. Kalau  per bulan saya cuma kerja 25 hari, lima harinya libur, berarti 25 x 400 ribu. Sekitar 10 juta per bulan lah, Om.”

“Semprul, banyakan duit lu, daripada gue. Sini, balikin dua ribu gue,” kata Anton emosi.

 

Contoh Teks Anekdot Tentang Fenomena Budaya

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Fenomena-Budaya

Budaya termasuk sesuatu yang banyak mendapat sorotan lantaran beragamnya budaya Indonesia. Maka, contoh teks anekdot tentang fenomena budaya menjadi salah satu yang paling banyak beredar. Kebanyakan contohnya berpusar pada kesalahpahaman dalam memahami budaya suku lain yang berbeda.

Berikut ini merupakan contoh teks anekdot tentang fenomena budaya yang kreatif.

52. Judul: Entar Aje

Udin, Niman, dan Bejo merupakan sahabat yang tinggal bersama dalam 1 kontrakan waktu sedang KKN di desa terpencil. Udin berasal dari suku Sunda, Niman dari Betawi, sedangkan Bejo dari Jawa.

Suatu hari, Udin sedang menimba air di Sumur ketika, tak sengaja, ia terpeleset ke dalamnya.

“Tulung… tulung…” teriak Udin.

Niman dan Bejo yang samar-samar mendengar teriakan Udin bergegas menuju sumur.

“Ape, Din? Kagak kedengeran elu ngomong ape,” kata Niman dengan logat betawi yang kental. Ia pun berkata ke Bejo. “Coba dah, ambilin tali buat si Udin.”

Sebentar kemudian, Bejo sudah kembali dengan membawa tali. Niman pun melemparkan ujung tali ke dalam sumur.

“Taraje… taraje…,” teriak Udin dengan nada tak puas.

Bejo menarik lagi talinya dengan ekspresi heran. “Entar aje, katenye. Yok, ah, tinggal aje,” ajaknya ke Bejo. Mereka pun pergi meninggalkan Udin yang kedinginan di dalam sumur. (Red: taraje = tangga (sunda))

53. Judul: Tak Kenal

Bu Lastri merupakan guru transmigran asal Jawa yang baru  beberapa hari mengajar di Papua. Satu hari, ia masuk kelas IPS dan bertanya kepada murid-muridnya.

Bu Lastri : Pekei, siapakah Susilo Bambang Yudhoyono?
Pekei : Tra kenal, Ibu.
Bu Lastri : Kalau begitu, siapakah Jokowi?”
Pekei : Sa tra kenal juga,  Ibu.
Bu Lastri : Bagaimana kamu ini, semua tidak kenal, belajar apa tidak?
Pekei : Sa belajar lah, Ibu. Sekarang sa tanya, ibu kenal Patrich Wanggai?
Bu Lastri : Siapa itu?
Pekei : Kalau Kaleb Edowai?
Bu Lastri : Tidak. Siapa pula mereka?
Pekei : Nah, itulah ibu. Kitorang punya kenalan sendiri-sendiri. Jangan paksa saya kenalan sama teman Ibu.

Bu Lastri pun langsung berlayar pulang ke Jawa.

54. Judul: Berhenti!

Pandapotan merupakan polisi yang baru dipindah dari Medan ke Jakarta. Suatu hari ia mendapati pengemudi asal Jawa yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Berhenti! Kutilang, Kau,” kata Pandapotan.

Pengemudi yang awalnya terlihat merasa bersalah menjadi marah dan membalas.

”Perkutut, Kau!” katanya sambil memutar gas, pergi.

Pandapotan pun hanya bisa bengong.

Contoh Teks Anekdot Olahraga

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Olahraga

Olahraga merupakan salah satu bidang populer, sehingga banyak humor beredar seputar olahraga. Sedangkan untuk contoh teks anekdot olahraga, lebih banyak kurangnya prestasi atlet Indonesia di dunia internasional.

Contoh teks anekdot olahraga berikut ini cukup kreatif  dan terkenal.

55. Judul: I AM LEGEND

Suatu hari diselenggarakan lomba memanah internasional. Finalisnya berasal dari 3 negara: Inggris, Amerika, dan Indonesia.

Pemanah Inggris meletakkan sebuah semangka di atas kepala sukarelawan yang menjadi target. Panah melesat dengan tepat, membela semangka menjadi dua. Orang Inggris itu pun berteriak diiringi tepukan tangan meriah, “I AM ROBIN HOOD.”

Pemanah Amerika menyuruh sukarelawan menggigit sebutir apel di mulutnya. Panah melesat dengan kekuatan yang cermat, tepat menempel di apel tanpa menembus ke dalam. Orang Amerika itu pun berteriak diiringi tepukan yang gemuruh, “I AM RAMBO.”

Pemanah Indonesia menyuruh sukarelawan menjepit sebutir duku di ketiaknya. Panah melesat dengan cepat mengenai bahu target. Orang Indonesia itu pun berteriak diiringi suasana yang hening, “I AM SORRY.”

56. Judul: Skill Spesial

Suatu hari, Sekolah Sepakbola Ragunan mengadakan pertandingan persahabatan dengan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

“Kita harus menunjukkan semua skill kita,” kata pelatih dari LP Cipinang.

“Siap,” jawab para pemainnya.

Pertandingan berlangsung dengan seru. Mendekati babak akhir, seorang pemain Ragunan dilanggar pemain Cipinang. Wasit hendak meniup peluit, tapi mendadak ia sadar peluitnya hilang. Ia meraba kantong, ternyata kartu kuning-meranya juga hilang. Bahkan ketika melihat pergelangan tangan, ia baru sadar bahwa jam tangannya hilang.

Akhirnya pertandingan dihentikan dan berakhir dengan seimbang.

57. Judul: Bencong Badminton

Mince merupakan waria terkenal di kampung Suka Gosip. Suatu hari kampung mengadakan lomba badminton. Mince yang sejak kecil suka Badminton ingin ikut bermain. Ia pun menghubungi bagian pendaftaran.

Mince : Om,  mince mau daftar badminton duong, ikut tunggal putri
Panitia : Kagak bisa mamase, eh, mbak’e. Kuota udah habis.
Mince : Yaah.. yaudah, mince ditaro di tunggal laki-laki nggak apa deh, ikhlas.
Panitia : Waah, penuh juga mas. Nggak bisa jadinya.
Mince : Apaan sih, penuh mulu, cebeel deh. Ya udah di ganda. Mau ganda putri, ganda putra, campuran, apa aja, yang penting Mince ikut. Siapa tahu Mince sekalian dapat pasangan. Hihi..
Panitia : Udah nggak ada, Mincee. Mau tunggal, ganda, triple, semua udah habiis..
Mince : Iiih.. siapa sih yang ngabisin jatah semua. Yaudah Mince bikin kategori baru, TUNGGAL CAMPURAN. Bisa ya, mas ganteng?

Panitia pun langsung gantung diri  di pohon toge.

 

Contoh Teks Anekdot Komedi

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Komedi

Komedi merupakan sandiwara ringan yang mengandung kelucuan. Meski terkadang diwarnai dengan sindiran, komedi sering berakhir dengan bahagia dan menyenangkan. Karena merupakan sandiwara, contoh teks anekdot komedi sering dibuat dalam bentuk dialog atau naskah drama.

Contoh teks anekdot komedi yang menarik dan kreatif dapat dilihat di bawah ini.

58. Judul: Aku Tahu

Sandoro merupakan seorang pengusaha yang sukses. Selain kaya, ia juga memiliki istri yang cantik dan setia.

Suatu saat, ia terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Saat merasakan kepayahan, ia memanggil istrinya.

Sandoro : Istriku, rasanya sebentar lagi aku akan meninggalkanmu. Maukah kau memaafkanku.
Istri : Tenang, mas. Semua kesalahanmu pasti kumaafkan.
Sandoro : Dulu aku pernah bilang ke luar negeri untuk urusan bisnis. Sebenarnya aku waktu itu aku liburan berdua dengan sekretarisku ke Maldive. Tolong maafkan aku, ya..
Istri : Iya, Mas. Aku memaafkanmu untuk itu.
Sandoro : Waktu itu juga, aku pernah menyuruhmu bersama anak-anak menengok nenek mereka di kampung. Sementara aku tetap bekerja di kota. Sebenarnya waktu itu aku berselingkuh dengan pembantu kita. Mau kan kamu maafin aku.
Istri : Tenang, mas. Untuk itu juga aku sudah maafkan kamu.
Sandoro : Kamu sungguh baik hati, dik. Aku merasa menyesal sudah berbuat curang padamu.
Istri : Tak perlu menyesal, Mas. Aku sudah tahu semuanya. Makanya aku yang masukkan racun ke dalam makananmu. Barusan juga sudah kutambah dosisnya. Sebentar lagi pasti selesai. Sabar, ya..

Sandoro pun pergi dengan penuh pengampunan dari istrinya.

59. Judul: Pingsan

Patmo merupakan seorang walikota yang sukses. Ia berhasil menapaki jenjang karir dan politiknya secara mulus. Setelah pensiun, ia tinggal berdua dengan istrinya, sementara semua anaknya sudah bekerja.

Ketika pernikahan mereka memasuki usia emas (50 tahun), ia mengajak istrinya berbincang-bincang.

Patmo : Istriku, kini pernikahan kita sudah mencapai golden period. Aku ingin mengakui sebuah kesalahan yang pernah kulakukan di masa lalu.
Istri : Kesalahan apa itu,Mas?
Patmo : Berjanjilah untuk memaafkanku terlebih dahulu.
Istri : Baiklah, Mas. Apapun itu, aku memaafkanmu.
Patmo : Makasih, Dek. Dulu, sebenarnya aku pernah selingkuh dengan Ratna yang menjadi sekretarisku, tapi hanya selama 1 bulan. Dan hanya sekali itu. Maafkan aku, ya.
Istri : Oh, iya, Mas. Aku juga mau cerita, tapi Mas janji jangan marah dan maafkan aku ya.
Patmo : Iya, dik. Apapun yang kamu  lakukan, pintu hatiku pasti terbuka untukmu.
Istri : Mas ingat waktu masih di perusahaan lama? Mas mengeluh susah naik pangkat. Saat itu tiba-tiba mas dinaikkan pangkatnya. Sebenarnya waktu itu aku menemui bos Mas dan memuaskannya.
Patmo : Yaudah, dik. Tidak apa-apa, toh itu semua demi aku.
Istri : Makasih, Mas. Tapi ada lagi. Mas ingat waktu mas mau diangkat jadi presiden direktur, ada rapat pemegang saham. Keputusan tinggal di tangan seseorang anggota. Waktu itu, aku pergi menemui anggota tersebut dan memuaskannya.
Patmo : (mulai menelan ludah) Tidak apa-apa, dik. Aku juga yang menikmati hasilnya.
Istri : Makasih, Mas. Tapi ada lagi. Mas ingat waktu sudah jadi walikota. Ada rapat penentuan kebijakan kota. Waktu itu ada 3 fraksi yang beranggotakan 60 orang tidak setuju, lalu tiba-tiba mendukung. Sebenarnya saat itu aku …

Patmo pun keburu pingsan terlebih dahulu…

60. Judul: Yang Mana?

Sandi merupakan manajer dalam sebuah perusahaan di kota. Suatu hari ia pegi ke pedesaan dan melihat kumpulan domba yang aneh, sebagian berwarna hitam, sebagian putih. Sandi pun menemui penggembala tersebut.

Sandi : Dombanya kok bisa beda-beda begini, Pak. Diberi makan apa?
Penggembala : Domba yang mana, Mas, hitam atau putih?
Sandi : Yang hitam?
Penggembala : Biasa, Mas. Rumput aja.
Sandi : Kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.
Sandi : Kalau dijual, kira-kira berapaan, Pak?
Penggembala : Domba yang mana, Mas, hitam atau putih?
Sandi : Yang hitam?
Penggembala : Biasa, Mas. Sekitar 2 – 3 jutaan per ekor.
Sandi : Kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.
Sandi : (agak kesal) Kok bapak kalau saya tanya, selalu ngasih pilihan hitam atau putih?
Penggembal : Soalnya, kalau  domba yang hitam memang punya saya sendiri, Mas.
Sandi : Hoo.. bilang dong. Lah, kalau yang putih?
Penggembala : Yang putih pun sama.

Sandi pun langsung ke lapangan, mengajak domba bertengkar.

Contoh Teks Anekdot Dengan Tema Kenakalan Remaja

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Kenakalan-Remaja

Anekdot bertema kenakalan remaja termasuk paling banyak dan kreatif, mengingat dunia remaja memang sering bertaut dengan kenakalan. Kenakalan ini sebenarnya wajar, selama tidak merusak, menyakiti, atau merugikan orang lain.

Contoh anekdot dengan tema kenakalan remaja adalah seperti di bawah ini.

61. Judul: Bolos

Pak Guru sedang menyidang 3 orang anak yang kemarin tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Tiga orang tersebut adalah Denda, Dendi, dan Dandi.

Pak Guru : Denda, kenapa kamu kemarin tidak masuk sekolah?
Denda : Maaf, Pak. Ada orang tidak bertanggung jawab yang menabrak saya.
Pak Guru : Dendi, kenapa kamu juga tidak masuk sekolah kemarin?
Dendi : Maaf, pak. Kemarin saya kecelakaan. Saya nabrak anak gila yang main bola di jalanan.
Pak Guru : Dandi, kamu juga apa kecelakaan kemarin?
Dandi : Tidak, Pak. Saya telah karena jalannya macet gara-gara anak bodoh yang saling tabrakan waktu main bola di jalan.
Pak Guru : Ya, kalau macet seharusnya kamu bisa kan cari jalan lain?
Dandi : Nanti kalau saya cari jalan lain, yang jadi wasitnya siapa, dong, Pak?

62. Judul: Favorit

Masa-masa terakhir semester, biasanya para guru sering mengadakan evaluasi terhadap performa mengajar mereka. Seperti sekarang, pak guru sedang bertanya kepada murid-muridnya tentang pelajaran favorit mereka.

Pak Guru : Anak-anak, coba ceritakan, pelajaran apa yang paling kamu sukai, dan alasannya apa?
Denda : Bahasa Inggris, Pak Karena gurunya cantik dan pintar.
Pak Guru : Bisa aja kamu, Denda. Giliran yang cantik diperhatikan. Yang lain?
Dinda : Olahraga, Pak. Karena gurunya ganteng, kekar, dan perhatian.
Pak Guru : Halah, sama aja kamu, Dinda dengan Denda. Ciyee.. kompakan…

Yang lain?

Dandi : Saya, Pak. Paling enak pelajaran kosong. Jadi  kita bebas ngapain aja.
Pak Guru : Oalaa.. nggak ada yang bener ini..

Pak Guru pun keluar kelas dengan kepala mumet.

63. Judul: Global Warming

Kelas XII IPS 2 sedang membahas tentang global warming bersama Bu Ratna yang masih muda dan cantik.

Bu Ratna : Dinda, apa penyebab global warming
Dinda : Yang paling utama, peningkatan kadar gas-gas ruma kaca di atmosfer, Bu.
Bu Ratna : Cerdas, kamu. Denda, Apa efek global warming?
Denda : Meningkatkan suhu rata-rata bumi, Bu.Menyebabkan es di kutub mencair.
Bu Ratna : Pandainya. Dandi, kenapa global warming dapat mencairkan es di kutub?
Dandi : Nggak tahu, Bu. Yang saya tahu, hangatnya cintamu mampu mencairkan kebekuan hatiku.
Bu Ratna : Hilih, kencing aja belum lurus sok gombalin perempuan.

Sekelas lalu bersuit ramai.

Contoh Teks Anekdot Tentang Sosmed

Contoh-Teks-Anekdot-Tentang-Sosmed

Media sosial merupakan salah satu situs yang paling banyak digunakan dalam interaksi di dunia maya. Hampir semua kalangan dari semua usia memiliki akun media sosial. Makanya, anekdot tentang sosmed termasuk banyak tersebar.

Contoh teks anekdot tentang sosmed yang kreatif dapat dilihat di bawah ini.

64. Judul: Kok Tahu?

Sinta dan Santi telah berteman sejak kecil, secara mereka tinggal bertetangga di lingkungan yang sama.

Satu hari Sinta beli baju baru dan terlihat oleh Santi. Santi langsung DM Sinta.

“Sinta, aku pinjam baju kamu yang baru beli kemarin itu, donk, ya. Sebentaar aja,” kata Santi.

“Ah, enggak ah. Aku aja belum pernah pakai, kok. Lagian mau buat apa, sih?”

“Sebentar aja, kok. Nggak akan aku bawa-bawa. Pengen cocokin aja sama ukuranku. Plis, ya..,” pinta Santi, memelas.

Sinta pun akhirnya tak enak hati. “Ya, sudah. Sini ke rumah, main ke kamarku.”

Santi pun datang dan mencoba baju  baru, sambil minta difoto oleh Sinta.

Sepulang dari rumah Sinta, Santi langsung update fotonya di instagram dengan caption,: “Baju baru ini cocok nggak ya?”

Like dan komen pun berdatangan. Santi tersenyum dan ketawa sendiri membaca semua komen tersebut. Sampai akhirnya ekspresinya berubah ketika membaca sebuah komen. “Santi, bajunya minjem dari Sinta ya? Kok mirip sih sama yang dibeli Sinta waktu aku temenin dia?”

Santi pun langsung menghapus foto tersebut dari akun instagramnya.

65. Judul: Ternyata

Rahul adalah seorang jejaka yang tampan. Suatu hari ia menerima permintaan pertemanan di media sosial Facebook dari wanita bernama Rachel. Melihat foto Rachel yang bening dan memikat, Rahul langsung menerima dan mengirim pesan pribadi.

Setelah beberapa lama, dan merasa cocok, Rahul mengungkapkan perasaannya ke Rachel via sosmed. Bahagaianya ia ketika Rachel menerima cintanya. Meski berbeda pulau, bunga di antara mereka cinta mekar dengan segar

Mereka semakin dekat. Sampai ketika Rahul berencana menikah Rachel, Rachel pun mengiyakan, namun meminta kiriman uang 15 juta rupiah untuk persiapan pernikahan. Rahul dengan segera mentransfer uang tersebut. Tiba-tiba setelah transfer, akun Rahul  diblokir Rachel.

Dalam keadaan bingung, Rahul meminta Vijay, temannya yang ahli IT melacak akun dan nomor Rachel.

Vijay : Udah ketemu, bro. Lu bakal kaget kalau gw kasih tahu alamatnya.
Rahul : Emang dimana? Bukannya di pulau seberang?
Vijay : Bukan, Bro. IP dan nomor teleponnya ada di sebelah rumah lu. Dan pemilik nomornya namanya Rambo, cowok tetangga lu.
Rahul : Asem!! Gw ditipu!!

Rahul pun melaporkan Rachel alias Rambo ke polisi.

66. Judul: Smartphone Baru

Bambang dan Siti adalah sepasang remaja yang sedang menjalin hubungan.

Suatu hari handphone Siti rusak. Ia kemudian mengajak Bambang untuk membeli HP baru. Mereka pun sampai di jajaran konter smarphone.

Siti : Mas Bambang, yang ini bagus nggak?
Bambang : Jelek ini mah, RAM nya cuma 3. Prosesornya juga masih Media Tek kelas bawah.
Siti : (mengangguk-angguk walau tidak terlalu mengerti)

Kalau yang ini, Mas?

Rahul : Nggak lah. Kameranya aja yang bagus. Prosesornya juga bukan Qualcomm.
Siti : Yaudah yang ini aja. Buat cewek mah yang penting kameranya bagus.

Bambang pun mengibarkan bendera putih.

Contoh Teks Anekdot Bahasa Inggris Singkat

Contoh-Teks-Anekdot-Bahasa-Inggris-Singkat

Anekdot Bahasa Inggris sebenarnya sangat mudah dicari mengingat budaya satire cukup berkembang di dunia Barat. Tentu untuk bisa ikut tertawa membaca teks anekdot Bahasa Inggris, membutuhkan kemampuan berbahasa asing yang bagus. Minimal bisa menerjemahkan bacaan Inggris.

Contoh teks anekdot bahasa Inggris singkat berikut ini sangat lucu, tapi silakan menerjemahkannya sendiri.

67. Judul: Two Requirements

A group of medical students came into the forensic laboratory. The professor was quite eccentric. Before starting the lecture, he stood over a corpse and talked to them.

“There are two requirements you must fulfill if you want to build a career in medical forensics. First, you must be fearless.”

The professor then put his finger into the corpse’s anus and licked it.

“Do it,” he said.

After a couple of minutes full of silence, all students have done what their professor ordered.

The professor continued, “Second, you must have an excellent skill of observation. How many of you realized that I put my middle finger up to the anus, but licked my index finger?”

The class began to vomit.

68. Judul:  New Employee

A new employee stunned in front of a shredder with confused looking.

The secretary came and asked, “Do you need help?”

He replied, “Yes. how does this thing work?”

“Simple,” she said and took the thick report from him and fed it into the shredder.

“Oh, I see,” he said. “But, how can I get the copies?”

69. Judul: Early at Home

Albert had arrived home earlier than usual. His mom started to ask.

Siti : “Why did you come back home so early?”
Bambang : “It’s because I’m the only one who could answer the question.”
Siti : “Amazing! And what was the question?”
Rahul : “Who threw the eraser at the teacher?”

Penutup dan Kesimpulan

Teks anekdot merupakan karya sastra yang memadukan antara humor dan kritikan. Anekdot dapat dipelajari dengan memahami struktur dan ciri teks anekdot. Banyak membaca contoh teks anekdot akan membantu untuk bisa membuat anekdot dengan mudah.

 

Lihat Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari