Pengertian Keluarga

Diposting pada

GuruPendidikan.Com – Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadiu dalam posisi dan situasi tertentu. Dalam peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Pengertian-Keluarga-Menurut-Para-Ahli

Untuk lebih jelasnya dari pengertian keluarga berikut ini beberapa pemaparan pengertian keluarga menurut para ahli, simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Keluarga Menurut Para Ahli

Adapun pengertian keluarga menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  1. Duvall dan Logan (1986)

Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, memepertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosiaonal, serta sosial dari tiap anggota keluarga.

  1. Departeman Kesehatan RI (1988)

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdirir dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan yinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

  1. Barwoko dan Suryanto (2004)

Keluarga adalah lembaga sosial dasar darimana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat manapun di dunia keluarga merupupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

  1. BKKBN (1999)

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungan.

  1. WHO (1969)

Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.

  1. Bergess (1962)

Keluarga terdiri atas kelompok orang yang mempunyai ikatan perkawinan, keturunan, atau hubungan sedarah atau hasil adposi, anggota tinggal bersama dalam satu rumah, anggota berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran sosial, serta mempunyai kebiasaan/kebudayaan yang berasala dari masyarakat, tetapi mempunyai keunikan tersendiri.

  1. Jhonson R-Leng R (2010)

Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang masih memiliki hubungan darah.

  1. Gillis (1983)

Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa momponen yang masing-masing mempunyai sebagaimana individu.

  1. Salvicion dan Celis (1998)

Didalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, dihidupnya dalam satu rumah tangga, karena berinteraksi satu sama lain dan dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

  1. Bussard dan Ball (1996)

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang sangat dekat hubungannya dengan seseorang. Di keluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nilai-nilai, pola pemikiran dan kebiasaanya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar dan mediasi hubungan anak dengan lingkungannya.

  1. Helvie (1981)

Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.

  1. UU No.10 tahun 1992

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.

  1. Hill (1998)

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.

  1. Friedman (1998)

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang di hubungkan oleh perkawinan , adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya . yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,mental,emosional dan sosial  dari individu-individu yang ada di dalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan utuk mencapai tujuan bersama.

 

  1. Burgess dkk (1963)

Keluarga terdiri dari orang-orang yang di satukan oleh ikatan  perkawinan , darah dan ikatan adopsi yang hidup bersama dalam satu rumah tangga , anggota keluarga berintuaksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan peran sosial keluarga.

  1. Murray dan Zentner (1997)

Suatu sistem sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup bersama. Yang mempunyai hubungan darah , perkawinan atau adopsi , atau tinggal bersama dan saling menguntungkan , mempunyai tujuan bersama , mempunyai generasi penerus , saling pengertian dan saling menyayangi.

  1. Hanson (1996)

Keluarga adalah kumpulan atau lebih individu yang saling tergantung satu sama lainnya untuk emosi , fisik dan dukungan ekonomi.

  1. Baylon dan Maglaya (1978)

Keluarga adalah kumpulan atau individu yang tergabung karena hubungan perkawinan ,darah atau adopsi dan hidup dalam satu rumah yang saling berinteraksi satu sama lain dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta pertahankan suatu kebudayaan..

  1. Stuart (1991)

Keluarga meliputi 5 sifat yaitu;

  1. Keluarga merupakan unit suatu sistem.
  2. Setiap anggota keluarga dapat atau tidak dapat saling berhubungan atau dapat dan tidak slalu tinggal satu atap.
  3. Keluarga dapat mempunyai anak ataupun tidak mempunyai anak.
  4. Terdapat komitment dan saling melengkapi antar anggota keluarga.
  5. Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsisten terhadap perlindungan , kebutuhan hidup dan sosialisasi antar anggota keluarga.
  1. Raisner (1980)

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing  mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak , ibu , adek dan kakak , nenek.

  1. Logan’s (1979)

Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

  1. Duvall (1986)

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan kelahiran dan adapsi yang bertujuan untuk menciptakan , mempertahankan budaya dan meningkatkan fisik, mental , emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.

  1. Johnson’s (1992)

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang menpunyai hubungan darah yang sama atau tidak , yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan lainnya.

  1. Spradley dan Allender ( 1996)

Keluarga adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari individu-individu yang bergabung dan berinteraksi secara teratur  antara satu dengan yang lain yang di wujudkan dengan adanya saling ketergantungan dan berhubungan untuk mencapai tujuan bersama.


Struktur dan Fungsi Keluarga

Struktur dan fungsi merupakan hal yang berhubungan erat dan terus menerus berinteraksi satu sama lain. Struktur didasarkan pada organisasi, yaitu perilaku anggota keluarga dan pola hubungan dalam keluarga. Hubungan yang ada dapat bersifat kompleks, misalnya seorang wanita bisa sebagai istri, sebagai ibu, sebagai menantu, dll yang semua itu mempunyai kebutuhan, peran dan harapan yang berbeda. Pola hubungan itu akan membentuk kekuatan dan struktur peran dalam keluarga.

Struktur keluarga dapat diperluas dan dipersempit tergantung dari kemampuan dari

keluarga tersebut untuk merespon stressor yang ada dalam keluarga. Struktur keluarga yang sangat kaku atau sangat fleksibel dapat mengganggu atau merusak fungsi keluarga.

Fungsi keluarga yang berhubungan dengan struktur:

  1. Struktur egalisasi : masing-masing keluarga mempunyai hak yang sama dalam menyampaikan pendapat (demokrasi)
  2. Struktur yang hangat, menerima dan toleransi
  3. Struktur yang terbuka, dan anggota yang terbuka : mendorong kejujuran dankebenaran (honesty and authenticity)
  4. Struktur yang kaku : suka melawan dan tergantung pada peraturan
  5. Struktur yang bebas : tidak adanya aturan yang memaksakan (permisivenes)
  6. Struktur yang kasar : abuse (menyiksa, kejam dan kasar)
  7. Suasana emosi yang dingin (isolasi, sukar berteman)
  8. Disorganisasi keluarga (disfungsi individu, stress emosional)

Fungsi keluarga menurut Friedman (1992) adalah:

  • Fungsi afektif dan koping

Keluarga memberikan kenyamanan emosional anggota, membantu anggota dalam membentuk identitas dan mempertahankan saat terjadi stress.

  • Fungsi sosialisasi

Keluarga sebagai guru, menanamkan kepercayaan, nilai, sikap, dan mekanisme koping, memberikan feedback, dan memberikan petunjuk dalam pemecahan masalah.

  • Fungsi reproduksi

Keluarga melahirkan anak, menumbuh-kembangkan anak dan meneruskan keturunan.

  • Fungsi ekonomi

Keluarga memberikan finansial untuk anggota keluarganya dan kepentingan di masyarakat

  • Fungsi fisik

Keluarga memberikan keamanan, kenyamanan lingkungan yang dibutuhkan untuk

pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk untuk penyembuhan dari sakit.

Sedangkan Fungsi keluarga menurut BKKBN (1992) antara lain:

  • Fungsi keagamaan

Memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

  • Fungsi sosial budaya

Membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

  • Fungsi cinta kasih

Memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara anggota keluarga

  • Fungsi melindungi

Melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman

  • Fungsi reproduksi

Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga

  • Fungsi sosialisasi dan pendidikan

Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak, bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik

  • Fungsi ekonomi

Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.


Ciri-ciri Keluarga

  1. Keluarga terdiri dari individu-individu yang disatukan oleh ikatan perkawinan darah dan adopsi.
  2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama dalm satu rumah tangga atau jika mereka terpisah, tetap menganggap rumah tangga tersebut sebagai rumah mereka.
  3. Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam peran social keluarga seperti suami istri, ayah ibu, anak laki-laki dan anak perempuan dan lain sebagainya.
  4. Keluarga menggunakan budaya yang sama yang diambil dari masyarakat dengan cirri sendiri.

PERAN KELUARGA

Suatu keluarga terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak merupakan keluarga batin / inti. Dalam keluarga besar masih ada pribadi-pribadi lain seperti nenek, kakek, paman dll. Oleh karena suatu hal kehadiran anak dengan kecacatan menyebabkan peran keluarga belum berjalan sebagaimana mestinya. Adapun peran keluarga bagi anak dengan kecacatannya a.l :

  • Sebagai Pendidik

Keluarga adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya termasuk anak dengan kecacatan.

  • Sebagai Pelindung

Keluarga melindungi anak dari perlakuan dan situasi yang dapat mengancam keselamatan maupun menimbulkan penderitaannya.

  • Sebagai pemotivasi (motivator)

Anak yang mempunyai masalah, memerlukan dorongan dan dukungan dari keluarga. Oleh karenanya, keluarga harus mampu memeberikan motivasi, agar anak memiliki semangat yang baik untuk berkembang dan menjadi lebih sejahtera.

  • Sebagai Pelayan

Dengan kecacatan pada anak memiliki banyak keterbatasan dan kelemahan, oleh karenanya keluarga harus memberikan pelayanan yang baik kepada anak. Pelayanan tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan anak, baik yang bersifat fisik, psikis maupun social.

  • Sebagai Teman tempat Curahan Hati

Keluarga diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi anak termasuk anak dengan kecacatan dalam mencurahkan perasaan hatinya atau mengatasi masalahnya tersebut.


Baca Juga :

DAFTAR PUSTAKA
 Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga : Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta : Prenada Media Group
Harnilawati. 2013. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Sulawesi Selatan : Pustaka As Salam
Ali, Zaidin. 2010. Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC
Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga : Aplikasi dalam Praktik. Jakarta : EGC
Efendi, Ferry, dkk. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Andarmoyo, Sulistyo. 2012. Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu
Achjar, Komang Ayu Henny. 2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta : Sagung Seto
Ahmadi, Abu. (2002). Psikologi Sosial. Rineka Cipta: Jakarta.
Meda Wahini. (2008). Keluarga Sebagai Tempat Pertama Dan Utama
Terjadinya Sosialisasi Pada Anak. Pustaka Abadi : Palembang
Ibnu Qasim. http://www.radarsemarang.com/daerah/kudus/2356-kontrollingkungan-keluarga-dan-sosial.html

Baca Juga: