Penjelasan Bronkiolus – Fungsi, Jaringan, Bronkiolusterminalis, Histologi Bronkiolus, Alveolus, Kandung Kemih

Diposting pada

Penjelasan Bronkiolus – Fungsi, Jaringan, Bronkiolusterminalis, Histologi Bronkiolus, Alveolus, Kandung Kemih : Bronkiolus merupakan saluran udara kecil yang mengirimkan udara ke bagian dalam sebuah dinding paru-paru yang dimana alveoli memungkinkan oksigen yang akan diserap oleh sel-sel darah dan mengisi darah dengan oksigen untuk ditransfer ke seluruh tubuh.


BronkiolusPengertian Bronkiolus

Bronkiolus merupakan saluran udara kecil yang mengirimkan udara ke bagian dalam sebuah dinding paru-paru yang dimana alveoli memungkinkan oksigen yang akan diserap oleh sel-sel darah dan mengisi darah dengan oksigen untuk ditransfer ke seluruh tubuh.


Bronki atau bronkus merupakan tempat di mana udara memasuki paru-paru yang dikirim ke masing-masing paru-paru. Yang salah satu bagian halus, berdinding tipis, ekstensi tubular dari bronkus yang merupakan bronkiolus yang tidak lagi mengandung tulang rawan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :9 Organ Pernapasan Manusia Beserta Fungsinya


Bronkiolusterminalis

Bronkiolusterminalis adalahsaluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). Bronkiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1mm. Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan.


Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.


Histologi Bronkiolus

Histologi bronkiolus meliputi lapisan mukosa, submukosa dan adventitia. Lapisan mukosa bronkiolussama seperti pada lapisan mukosa bronkus, namun bedanya dengan sedikit sel goblet.


Pada bronkiolus terminalis, epitelnya kubus bersilia dan mempunyai sel-sel Clara.Sel Clara tidak memiliki silia, tetapi memiliki granul sekretori didalam apeksnya dan diketahui menyekresi protein yang melindungi lapisan bronkiolus terhadap polutan oksidatif dan inflamasi.


Pada lamina propria terdapat jaringan ikat yaitu serabut elastindan otot polos. Pada bronkiolus tidak ada tulang rawan dan kelenjar. Lapisan adventitia juga terdiri dari jaringan ikat elastin. Lapisan otot pada bronkiolus lebih berkembang dibandingkan pada bronkus.


Pada orang asma diduga resistensi jalan udara karena kontraksi otot bronkiolus. Bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kubus bersilia, dan pada tepinya terdapat lubang-lubang yang berhubungan dengan alveoli. Pada bagiandistal dari brionkiolus respiratorius, lapisan epitel kubus tidak ada silianya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap


Fungsi Bronkiolus

Fungsi Bronkiolus ialah untuk pengendalian aliran udara dan distribusi udara di paru-paru. Yang salah satu halus, berdinding tipis, ekstensi tubular dari bronkus yang merupakan bronkiolus yang tidak lagi mengandung tulang rawan.


Fungsi Bronkiolus

Untuk kondisi medis yang mempengaruhi bronkiolus meliputi yaitu:

  • Bronkiolitis

    Bronkiolitis pada anak sering disebabkan oleh virus seperti RSV dan influenza. Tujuan pengobatan ialah terutama untuk mengontrol gejala sampai infeksi virus berjalannya saja. Pelembab udara, hidrasi dan pemantauan hati-hati supaya tidak memburuknya gejala biasanya dianjurkan. Pada kasus yang parah dukungan dengan ventilator mungkin diperlukan sampai kondisi telah diselesaikan.


  • Asma

    Dihasilkan dari penurunan diameter saluran udara, penyebab dapat mencakup alergen pada udara serta infeksi pernapasan umum pada anak-anak. Untuk pengobatan terdiri dari obat untuk melebarkan saluran udara (bronkodilator), serta menghindari alergen yang dikenal.


Otot Polos Dan Jaringan Ikat Elastin

Bagian distal salura udara intrapulmonar adalah bronkiolus secara histologi dapat dibedakan dengan bronkus. Secara umum brokeolus terdiri dari epitel, dan sedikit jaringan ikat, tanpa adanya kelnjer dan tulang rawan. Bronkiolus tanpa alveolus yang terbuka langsung pada dindingnya, disebut tanpa alveolus.


Beberapa anak cabang bronkus tanpa alveolus terdapat pada kuda, sapi, dan domba, tetapi umumnya hanya satu atau dua anak cabang bronkiolus tanpa alveolus terdapat pada paru-paru anjing dan kucing. Pada anjing dan kucing, epitel bagian distal bronkiolus tanpa alveolus mengandung sel-sel bersillia dan sel Clara dengan perbandingan 1:19.


Ada dua kekecualian stuktur daerah distal bronkiolus tanpa alveolus. Pada mamalia laut dan kera mamakus, tulang rawan masih terdapat pada bronkiolus terminalis, disamping itu, epitel pembalut saluran udara berbentuk banyak lapis, mengandung sel basal, sel bersilia, sel mukousa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 16 Fungsi, Pengertian Paru-Paru Manusia Beserta Bagiannya


Pengertian Alveolus

Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Gelembung tersebut diselimuti pembuluh kapiler darah . Alveolus adalah kantung berdinding tipis, lembap didalam paru2 yang mengandung udara dan berlekat erat dengan kapiler-kapiler darah, melalui seluruh dinding inilah terjadi pertukaran gas.


Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara.


Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas permukaan paruparu sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paru-paru memiliki luas permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.


Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menem bus dinding kapiler darah yang mengelilingi alveolus. Setelah itu, masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah sehingga terbentuk oksihemoglobin (HbO2).


Akhirnya, oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Setelah sampai ke dalam sel-sel tubuh, oksigen dilepaskan sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Oksigen ini digunakan untuk oksidasi.


Sebuah alveolus terdiri dari tiga sel utama yang berbeda seperti sel alveolar skuamosa, sel epitel skuamosa dan sel alveolar besar. Sel-sel epitel skuamosa juga disebut Tipe I sel dan sel alveolar besar juga dikenal sebagai sel Tipe II. Struktur dinding alveolar dibuat oleh sel-sel alveolar skuamosa.


Sel-sel epitel skuamosa membentuk kapiler yang mencakup sekitar 70% dari daerah. Fungsi kapiler ini adalah difusi gas. Akhirnya, besar alveolar sel mensekresi surfaktan yang membantu pada pengurangan tegangan permukaan air. Hal ini juga membantu dalam pemisahan membran dan meningkatkan pertukaran gas. Jika endotelium alveolus akan rusak, sel-sel alveolar besar membantu dalam memperbaiki mereka.


Kandung Kemih

Secara histologis, kandung kemih merupakan ureter yang meluas, sebab lapisan yang terdapat pada kantung kemih terdapat juga pada ureter. Perbedaan utama terletak pada tebal relatif lapisan dindingnya, terutama pada tunika muskularis dan adanya muskularis mukosa yang tipis pada beberapa hewan (Dellmann & Brown, 1992).


Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa secara histologis lapisan penyusun dinding kantong kemih terdapat 3 lapis. Lapisan dari ddalam ke luar yaitu tunika mukosa, tunika muskularis, dan tunika adventisia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit


kandung kemih

  1. Tunika Mukosa

Lapisan ini merupakan lapisan paling dalam yang berbatasan secara langsug dengan lumen.  Penyusun lapisan ini berupa sel epitel berlapis banyak yang lebih tebal dari ueter dan lamina propia yang terdiri atas jaringan ikat areolar dan mengandung banyak serabut elastin.


Menurut Yatim (1991), waktu kantung kemih kososng, sel epitel penyusun tunika mukosa ini berbentuk batang atau kubus.waktu terisi penuh, bentuknyapun menggepeng dan lumennyapun meluas. Melihat kondisi seperti ini maka sel epitelnya disebut dengan epitel transisional.


Tebal epitel transisional ini bervariasi, dari 3 sampai dengan 14 lapis sel, tergantung pada spesies serta derajat pemekarannya (Dellmann & Brown, 1992).


  1. Tunika Muskularis

Merupakan lapisan yang berupa berkas otot polos yang terdiri atas 3 lapis . lapisan terdalam tersusun secara longitudinal,kemudian sirkuler, dan yang paling luar sirkuler (Tenzer. Dkk, 2001). Tunika muskularis merupakan lapisan yang paling tebal dari lapisan yang lainnya. Di antara ketiga lapisan otot polos tersebut yang paling tebal adalah lapisan otot sirkuler.


Menurut menurut Dellmann dan Brown (1992) dalam bukunya yang berjudul “Text Book Of Veterinary Histology” dikatakan bahwa bentuk atau pola susunan dari 3 lapisan muskularis ini merupakan susunan yang penting. Pola dari lapisan ini saling menjalin membentuk jalinan yang cukup kuat sehingga otot pada daerah kantong kemih ini disebut dengan otot Detrusor.


Pada daerah hubungan ureter dengan kantung kemih, lapisan longitudinal otot ureter membentuk jalinan dengan lapisan yang sama pada kantung kemih. Keadaan ini membentuk sfingter yang fungsional, yaitu mencegah aliran kembali dari kemih.


Pada leher kandung kemih, otot detrusor mengarah ke uretra dan memusat ke arah lubang uretra. Kontraksi otot longitudinal akan memperbesar lumen uretra dan memperpendeknya. Mekanisme inimengawali pembuangan kemih. Susunan melingkar serabut elastik pada leher kantung kemih dan bagian proksimal uretra membantu menutup uretra setelah pembuangan kemih.


  1. Tunika Adventisia

Merupakan lapisan paling luar dari lapisan penyusun kantung kemih. Bagian ini berupa jaringan ikat yang bagian luarnya diselaputi oleh mesotel. Di sebelah luar dari tunika adventisia merupakan tunika serosa dan peritoneal yang diselubungi oleh jaringat ikat longgar. Di bagian terluar lagi ada simpul saraf simpatik yang disebut plexus vesicalis. Simpul saraf ini yang berperanan untuk mengontrol proses kencing.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 22 Gangguan Pada Sistem Pernapasan Lengkap