√(Kraepelin Test) Rahasia Lulus Cara Mengerjakan Tes Psikologi Kraepelin

gurupendidikan.comSahabat gurupendidikan, pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian test kraepelin, tujuan, serta tips agar lancar mengerjakan test kraepelin. Setelah di artikel sebelumnya kita membahas Pauli test yang merupakan pengembangan kraepelin test itu sendiri. Nah apa test kraepelin itu? Simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Test Kraepelin

Test Kraepelin merupakan bagian dari psikotes yang diciptakan oleh seorang psikiater bernama Emilie Kraeelin. Tes ini awalnya digunakan untuk mengetahui definisi mental seseorang. Kemudian Richard Pauli mengembangkannya untuk mendiagnosa kemampuan bekerja, dan hasil pengembangannya disebut dengan Tes Pauli.

Baca: (Pauli Test) Rahasia Lulus Cara Mengerjakan Tes Psikologi Pauli

Untuk mengerjakan tes kraepelin anda hanya diminta untuk melakukan hitungan sederhana, yaitu dengan menjumlahkan deratan angka-angka. Namun deretan angka yang dihitung sangat banyak sekali seperti lembaran koran. Karena itulah tes ini sering disebut dengan tes koran. Dalam mengerjakan test ini peserta membutuhkan konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi, dan daya tahan yang prima.

Karena test kraepelin merupakan induk dari pauli test maka cara mengerjakannya tidak jauh berbeda. Hanya saja, jika dalam test pauli peserta diminta melakukan penjumlahan dari atas ke bawah dengan intruksi “GARIS” yang berarti sebuah garis dimana anda diminta mengerjakan hitungan lalu kembali berhitung seperti di bawah garis tersebut. Maka dalam test kraepelin peserta melakukan perhitungan dari bawah ke atas dengan instruksi “PINDAH”, maka peserta mengerjakan kembali hitungan dengan berpindah kolom sebelah dan mulai menghitung dari bawah kembali dan seterusnya.

Pengertian Tes Kraepelin Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu tes kraepelin, ada baiknya kita memperhatikan pendapat beberapa ahli tentang definisi tes kraepelin.

1. Dr. J. de Zeeuw

Pengertian tes Kraepelin menurut Dr. J. de Zeeuw digolongkan sebagai tes yang mengukur faktor-faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi).

2. Anne Anestesi

Pengertian tes Kraepelin menurut Anne Anestesi adalah tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu dimana testi dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal.

Tujuan Tes Kraepelin dan Aspek-Aspeknya

Berdassarkan pengertian di atas, maka tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahu karakter dan performa maksimal seorang calon pegawai. Oleh karenannya tekanan skoring dan interpretasi didasarkan pada hasil tes secara objektif.

Hasil tes Kraepelin akan menginterpretasikan empat hal, yaitu:

  • Faktor kecepatan (speed factor)
  • Faktor ketelitian (accuracy factor)
  • Faktor keajegan (rithme factor)
  • Faktor ketahanan (ausdeur factor)

Tips Mengerjakan Tes Kraepelin

  • Persiapkan fisik anda dengan prima, karena anda harus berhitung dengan cepat dan tepat dan dikejar waktu.
  • Anda harus benar-benar teliti dalam menjumlahkan angka dengan benar dan stabil pada masing-masing kolom.
  • Semakin banyak anda melakukan kesalahan, maka ini dapat menunjukkan bahwa anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, kurang hati-hati, serta kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stress atau tekanan pekerjaan.

Contoh Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

Mengerjakan tes kraepelin dilakukan dengan cara menjumlahkan dua bilangan angka. Kemudian jawaban ditulis di sela-sela dua bilangan yang dijumlahkan. Jika penjumlahan menghasilkan angka bilangan dua digit maka anda cukup menulis digit terakhir saja atau angka satuannya. Contoh lembar tes kraepelin dan jawabannya:

Seperti penjelasan di atas, tes kraepelin dikerjakan dengan menjumlahkan angka dari bawah ke atas. Seperti contoh di atas (3 + 1 = 4) maka hasil ( 4 ) dtulis disela-sela angka. Selanjutnya pada (1 + 9 = 10) maka angka yang ditulis hanya 0 saja karena angka ( 10 ) termasuk dalam bilangan puluhan.

Penjelasan Penilaian Dalam Tes Kraepelin

Penilaian dalam tes kraepelin bukan berdasarkan banyaknya angka yang berhasil dijumlahkan. Namun berdasarkan hasil grafik yang dihasilkan dalam mengerjakan test tersebut. Oleh karena itu, usahakan agar anda mendapatkan grafik yang stabil, tidak naik atau turun secara drastis. Sebaiknya buat patokan berapa angka yang harus anda kerjakan sehingga hasil grafik yang akan anda hasilkan dapat bagus. Berikut ini penjelasan penilaian dalam tes kraepelin:

  • Jika hasil anda menunjukkan grafik datar, artinya menunjukkan anda dapat bekerja dengan stabil atau tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan.
  • Jika hasil anda menunjukkan grafik naik, ini menunjukkan pribadi anda akan memperlihatkan peningkatan aatau dapat berprestasi dalam bekerja.
  • Jika grafik anda menurun, ini menunjukkan bahwa anda di dalam bekerja akan menunjukkan penurunan atau kurang prestasi mudah lelah, mudah bosan dan mudah jenuh.
  • Jika grafik yang anda hasilkan seimbang, ini menunjukkan bahwa anda tidak stabil dalam bekerja.

Fungsi dan Implementasi Tes Kraeplin

Fungsi tes Kraepelin adalah untuk mengetahui tipe performa seseorang dalam bekerja. Contoh implementasi tes Kraepelin pada calon pegawai:

  • Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah, ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai sedang mengalami gejala depresi mental.
  • Terlalu sering salah hitung, ini menjadi indikasi bahwa sedang terjadi distraksi mental yang dialami calon pegawai.
  • Penurunan grafik secara tajam, in dapat menjadi pertanda bahwa calon pegawai hilang ingatan sesaat pada saat tes, atau indikasi epilepsi.
  • Rentang ritme/ grafik terlalu besar, ini dapat mengindikasikan bahwa calon pegawai sedang mengalami masalah atau gangguan emosional.

Arah Karir Tes Kraepelin

Setelah mengetahui pengertian tes Kraepelin dan tujuannya, lalu apa hubungannya dengan arah karir? Dalam pelaksanaan tes Kraeplin, penguji akan mengetahui tingkat kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan ketahanan seseorang dalam menghadapi ujian. Dalam dunia karir, hal ini dapat mengindikasikan jenis pekerjaan yang sesuai bagi seseorang.

1. Kecepatan

Ini menunjukkan tempo kerja, seberapa aktif seseorang menjalankan sebuah kegiatan, apakah cepat, sedang, atau lambat. Dalam hal kecepatan juga harus dibarengi dengan keseriusan, ketenangan, hati-hati, teliti, stabil namun sensitif.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam kecepatan pada tes Kraeplin cocok untuk memiliki profesi;

  • Arsitek
  • Interior Design
  • Perawat
  • Administratif
  • Konselor
  • Manager
  • Penjaga Toko
  • Dan lain-lain

2. Ketelitian

Ini menunjukkan konsentrasi kerja, seberapa besar seseorang bisa fokus terhadap pekerjaan yang dilakukan. Ketelitian ini juga disertai dengan ketenangan, hati-hati, penuh pertimbangan, logis, kritis, dan rasional.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam ketelitian pada tes Kraepelin biasanya memiliki kemampuan dalam menganalisa, mengorganisir, dan mendelegasikan pekerjaan. Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Intelijen
  • Pengacara
  • Bidan manajemen
  • Dokter
  • Akuntan
  • Programer
  • Insinyur
  • Mekanik
  • Dan lain-lain

3. Kestabilan / Keajegan

Ini menunjukkan kemampuan dalam menjaga dan mengola emosi pada saat bekerja. Dengan kata lain, seseorang tersebut tidak mudah terpengaruh oleh hal lain di sekitarnya.

Mereka yang memiliki skor tinggi dalam keajegan pada tes Kraepelin umumnya dapat menghadapi perubahaan mendadak dengan cepat dan tenang. Rasa percaya diri yang tinggi, dan dapat menghadapi kritik dan perbedaan.

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Programer
  • Pilot
  • Pengusaha
  • Mekanik
  • Polisi
  • Forensik
  • Insinyur
  • Dan lain-lain

4. Ketahanan

Ini menunjukkan daya tahan seseorang dalam menghadapi situasi tertekan. Mereka yang punya skor tinggi dalam ketahanan pada tek Kraepelin adalah individu yang bisa diandalkan, bertanggungjawab, mengikuti standar dan aturan dengan teguh,

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Hakim
  • Polisi
  • Pengacara
  • Atlit
  • Intelijen
  • Pemimpin militer
  • Dan lain-lain

Demikian ulasan singkat (Kraepelin Test) Rahasia Lulus Cara Mengerjakan Tes Psikologi Kraepelin semoga dapat bermanfaat.

Baca Juga

Baca Juga :  5 Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha Menurut Ahli Ekonomi