22 Gangguan Pada Sistem Pernapasan Lengkap

Posted on

GuruPendidikan.Com – Dalam gangguan padaa sistem pernapasan biasanya disebabkan oleh kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan. Beberapa jenis kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan sebagai berikut:

Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Ganguan Pada Sistem Pernapasan

  • Asfiksi
    Yaitu kelainan atau gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan atau gangguan pengunaan oksigen olah jaringan. Penyebabnya dapat terletak di paru-paru, di pembuluh darah, atau dalam jaringan tubuh. Misalnya: seseorang yang tenggelam, alveolusnya terisi air, orang yang menderita peneumonia alveolusnya terisi cairan limfa, serta orang yang keracunan karbon monoksida dan asam sianida, Hb-nya tercemar oleh zat racun tersebut. Keracunan karbon monoksida dan asam sianida terjadi karena kedua zat ini memiliki afinitas terhadap hemoglobin lebih besar dari pada oksigen.
  • Penyempitan Atau Penyumbatan Saluran Napas
    Dalam hal ini disebabkan oleh pembengkakan kelenjar limfa, misalnya polip (di hidung) dan amandel (di tekak), yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan sehingga menimbulkan kesan wajah bodoh dan sering disebut dengan adenoid. Dalam penyempitan ini dapat pula terjadi karena saluran pernapasannya yang menyempit akibat alergi, misalnya pada asma bronkiale.
  • Anthrakosis
    Yaitu kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan oleh masuknya debu tambang, jika yang masuk debu silikat disebut silicosis.
  • Bronkitis
    Gangguan hal ini terjadi karena peradangan bronkus.
  • Pleuritis
    Yaitu peradangan selaput (pleura) karena pleura mengalami penambahan cairan intrapleura, akibatnya timbul rasa nyeri saat bernapas.
  • Tuberculosis (TBC)
    Yaitu penyakit paru-paru karena Mycobacterium tuberculosis, tandanya terbentuk bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
  • Pneumonia Atau Logensteking
    Yaitu penyakit radang paru-paru yang disebabkan Diplococcus pneumoniae.
  • Penyakit Diphteri
    Misalnya diphteri tekak, tenggorokan dan diphteri hidung. Penyakit ini biasa menyerang saluran pernapasan anak bagian atas. Kuman penyebabnya Corynebacterium diphteriae. Kuman diphteri tersebut mengeluarkan racun dan bila racun ini beredar bersama darah, maka akan merusak selaput jantung.
  • Faringitis
    Yaitu infeksi pada faring oleh bakteri dan virus, gejalanya ialah kerongkongan terasa nyeri saat menelan.
  • Tonsillitis
    Yaitu radang karena infeksi oleh bakteri tertentu pada tonsil, gejalanya yaitu tenggorokan sakit, sulit menelan, suhu tubuh naik, demam dan otot-otot terasa sakit.
  • Kanker Paru-Paru
    Biasa diderita oleh perokok, kanker ini disebabkan oleh adanya tumor gana yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus.
  • Asma
    Yaitu gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh berkontraksinya otot polos pada trakea, hal ini akan mengakibatkan penderita sukar bernapas.
  • Influenza
    Disebabkan oleh virus yang menimbulkan radang pada selaput mukosa di saluran pernapasan.
  • Emfisema
    Yaitu suatu penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan (abnormalitas) susunan dan fungsi alveolus. Yang akibatnya terjadi inefisiensi pengikat O2 sehingga pernapasan menjadi sulit.
  • Asbestosis
    Yaitu suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serta asbes yang dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap serat asbes mengendap di dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).
  • Sinusitis
    Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur virus menurunnya kekevbalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok dan infeksi pada gigi.
  • Renitis
    Renitis ialah peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat dan berair (ingus encer), renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
    Upper Respiratory tract infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan menusia bagian atas yaitu hidung laring (tekak) dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun.
  • SARS
    SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona virus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan, gejalanya berbeda-beda pada tiap penderita misalnya pusing, muntah-muntah disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis yaitu peradangan pada membrane lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan mengakibatkan peradagangan, biasanya terjadi karena alergi terhadap suatu benda seperti debu atau bulu hewan.
  • Rinitis
    Rinitis ialah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus missal influenza, Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari dan debu. Produksi lendir meningkat.
  • Laringitis
    Laringitis merupakan radang pada laring, penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi terlalu banyak merokok, minum alkhol dan terlalu banyak serak.
  • Legionnaries
    Legionnaries merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia, bentuk infeksinya mirip denga pneumonia.

Pertolongan Pada Gangguan Saluran Pernapasan

Apabila terjadi gangguan pada saluran pernapasan, perlu diberikan pertolongan segera. Pertolongan tersebut harus disesuiakan dengan jenis penyebabnya seperti uraian sebagai berikut:

  • Pada penderita pernapasan yang disebabkan infeksi, perlu diberikan antibiotika. Tujuannya ialah mematikan kuman penyebab infeksi.
  • Bila bagian paru-paru ada yang terluka, maka paru-paru tersebut harus diistirahatkan dengan cara mengisi udara steril pada celah antarpleura.
  • Pada penderita gangguan pernapasan akibat tenggelam atau shock karena sengatan arus listrik, pusat pernapasannya sering terhenti sementara sehingga gerakan bernapas juga sering terhenti untuk sementara waktu. Untuk mengatasinya, perlu diberikan pernapasan buatan. Dalam keadaan darurat, pernapasan buatan sering diberikan dengan bantuan mulut. Cara yang demikian disebut dengan cara sylvester.

Demikianlah pembahasan mengenai 22 Gangguan Pada Sistem Pernapasan Lengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...

No ratings yet.

Please rate this