Anatomi Telinga

Diposting pada

anatomi-telinga


Pengertian Telinga

Telinga adalah sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies. Telinga manusia


Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak.


Sistem pendengaran adalah sistem yang digunakan untuk mendengar. Hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Tidak semua suara dapat dikenali oleh semua binatang.


anatomi telinga manusia


Fungsi Telinga

Fungsi organ telinga manusia serta bagian-bagian telinga manusia. Mendeteksi danmengenali suara adalah fungsi utama telinga. Bagian-bagian telinga terdiri dari telinga luar,telinga tengah, dan telinga dalam. Suara sebagai sumber gelombang merupakan bentuk energiyang bergerak melalui udara, air, atau benda lainnya yang bisa menjadi media geraknya.


Telingahanya bertugas mendeteksi suara, sedangkan fungsi pengenalan dan interpretasi diolah olehsistem saraf pusat dan di otak. Suara akan memberikan rangsangan ke telinga, lalu disampaikanke otak melalui saraf yang menghubungkan dari telinga ke otak ( nervus vestibulokoklearis).


Selain mendeteksi suara, telinga juga berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh kita.Telinga manusia memiliki dasar yang sama dengan telinga pada hewan vertebrata, hanya adaperbedaan variasi sesuai fungsi dan spesiesnya.


Pada species vertebrata memiliki satu pasangtelinga yang terletak simetris satu sama lainnya dan terletak pada bagian yang berlawanan dikepala. Posisi ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara yang ada


Fungsi daun telinga adalah untuk membantu mengarahkan suara masuk ke dalam liang telingadan diteruskan menuju gendang telinga. Sehingga fungsi telinga luar yakni untuk menangkapsuara melalui liang telinga. Pada liang telinga terdapat saluran yang terdiri dari susunan tulangdan tulang rawan yang dilapisi dengan kulit tipis.


Saluran ini memiliki banyak kelenjar danmenghasilkan suatu zat yang disebut serumen dan menjadi kotoran telinga berbentuk sepertililin. Rambut juga tumbuh dibagian ini terutama pada bagian saluran yang memproduksi sedikitserumen. Saluran telinga akan berujung pada gendang telinga yang bertugas meneruskangelombang suara ke telinga dalam.


Jika terjadi peradangan pada bagian telinga ini maka akanterjadi penyakit yang disebut otitis Eksterna. Bisa terjadi karena sering mengorek telinga secarasalah atau bagi orang yang menderita diabetes mellitus juga bisa mengalami hal ini


Bagian Bagian Telinga

  1. Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu :

  2. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.

  3. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang dan oleh tulang ke telinga dalam.

  4. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam juga mengandung organ vestibuler yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.

Gendang Telinga


  • Gendang Telinga Kanan atau membrana tympani adalah Gendang selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga lar dan telinga dalam. Ia berfungsi untuk menghantar getaran suara dari udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah.

  • Gendang telinga secara anatomi dibagi 2 yaitu pars tensa (tegang) dan pars flaksida,

  • Pars tensa, sebagain besar gendang telinga merupakan pars tensa, terdiri dari 3 lapis, bagian luar lanjutan kulit liang telinga, di tengah jaringan ikat, dan bagian dalam yang mengarah ke telinga tengah, merupakan lanjutan mukosa telinga tengah.

  • Pars flaksida, bagian atas gendang telinga (daerah atiq), hanya terdiri dari dua lapis tanpa jaringa ikat di bagian tengah.

  • Kerusakan gendang telinga berupa bolong/pecah (perforasi) terutama disebabkan infeksi telinga tengah (Otitis Media), namun dapat juga karean trauma.

  • Kerusakan pada gendang telinga dapat menyebabkan tuli yang konduktif. Tuli konduktif adalah hilangnya pendengaran karena tidak dapat tersampaikannya getaran suara. Jenis tuli lainnya yaitu tuli sensorik yang disebabkan rusaknya sistem saraf pendengaran.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perbedaan Antara Anatomi Dan Fisiologi


Struktur Telinga


  • Telinga Luar ( Outer ear )

telinga luar

  • Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani.

    Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang


telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen (minyak telinga). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.


  • Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane tympani. Dia diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan dalamnya diliputi oleh epitel selapis kubus. Antara dua epitel yang melapisi terdapat jaringan ikat kuat yang terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin serta fibroblast. Pada kuadran depan atas membran atas tympani tidak mengandung serabut dan lemas, membentuk membran shrapnell.

 

  • Telinga Tengah (Kavum Tympanikus)

telinga tengah


  • Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui persendian .

    Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Selanjutnya, inkus bersendian dengan stapes. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule).


    Di bawah fenesta ovalis terdapat tingkap bundar atau fenesta kokhlea, yang tertutup oleh membran yang disebut membran tympani sekunder.telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen (minyak telinga). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.


  • Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane tympani. Dia diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan dalamnya diliputi oleh epitel selapis kubus.

    Antara dua epitel yang melapisi terdapat jaringan ikat kuat yang terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin serta fibroblast. Pada kuadran depan atas membran atas tympani tidak mengandung serabut dan lemas, membentuk membran shrapnell.


  • Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada lamina propria yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan. Dalam telinga tengah terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes yang mempunyai fungsi konduksi suara . maleus, inkus, dan stapes diliputi oleh epitel selapis gepeng.

  • Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran eustachius (tuba auditiva), yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan antara kedua sisi membrane tympani. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut menganga atau ketika menelan makanan.

    Ketika terjadi suara yang sangat keras, membuka mulut merupakan usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran tympani. Karena ketika mulut terbuka, tuba auditiva membuka dan udara akan masuk melalui tuba auditiva ke telinga sehingga menghasilkan tekanan yang sama antara permukaan dalam dan permukaan luar membran tympani.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Kromosom : Fungsi, Jenis, Susunan dan Jumlah


  • Telinga Dalam (Labirin)



  • Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin osseosa).

    Labirin tulang berisi cairan Rongga yang terisi perilimfe ini merupakan terusan dari rongga subarachnoid selaput otak, sehingga susunan peri limfe mirip dengan cairan serebrospinal.


  • Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat.

  • Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran).

  • Vestibula Merupakan rongga di tengah labirin, terletak di belakang kokhlea dan di depan kanalis semisirkularis. Vestibula berhubungan dengan telinga tengah melalui fenesta ovalis (fenestra vestibule). Vestibule bagian membran terdiri dari dua kantung kecil, yaitu sakulus dan utikulus.

    Pada sakulus dan utikulus terdapat dua struktur khusus yang disebut makula akustika, sebagai indra keseimbangan statis (orientasi tubuh terhadap tarikan gravitasi). Sel-sel reseptor dalam organ tersebut berupa sel-sel rambut, yang didampingi oleh sel-sel penunjang. Bagian atas sel tersebut tertutup oleh membran yang mengandung butir-butiran kecil kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolit.


    Perubahan posisi kepala yang menimbulkan tarikan gravitasi, menyebabkan akan menyampaikan impuls saraf ke cabang vestibular dari saraf vestibulokokhlear yang terdapat pada bagian dasar sel-sel tersebut, yang akan meneruskan impuls saraf tersebut ke pusat keseimbangan di otak.


  • Kanalis semisiskularis merupakan 3 saluran bertulang yang terletak di atas belakang vestibula. Salah satu ujung dari masing-masing saluran tersebut menggembung, disebut Masing-masing ampula berhubungan dengan utrikulus. Pada ampula terdapat Krista akustika, sehingga organ indra keseimbangan dinamis (untuk mempertahankan posisi tubuh dalam melakukan respon terhadap gerakan).

    Seperti pada vestibula sel-sel reseptor dalam krista akustika juga berupa sel-sel rambut yang didampingi oleh sel-sel penunjang, tetapi di sini tidak terdapat otolit. Sel-sel reseptor disini distimulasi oleh gerakan endolimfe. Ketika kepala bergerak akibat terjadinya perputaran tubuh, endolimfe akan mengalir di atas sel-sel rambut.


  • Sel-sel rambut menerima ransangan tersebut dan mengubahnya menjadi impuls saraf. Sebagai responnya, otot-otot berkonsraksi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada posisi yang baru.

  • Koklea membentuk bagian anterior labirin, terletak di depan vestibula. Berbentuk seperti rumah siput, berupa saluran berbentuk spiral yang terdiri dari 2 ¾ lilitan, mengelilingi bentukan kerucut yang disebut mediolus.

  • Penampang melintang kokhlea menunjukkan bahwa kokhlea terdiri dari tiga saluran yang berisi cairan. Tiga saluran tersebut adalah:

  • Saluran vestibular (skala vestibular): di sebelah atas mengandung perilimfe, berakhir pada tingkap jorong.

  • Saluran tympani (skala tympani): di sebelah bawah mengandung perilimfe berakhir pada tingkap bulat.

  • Saluran kokhlear (skala media): terletak di antara skala vestibular dan skala tympani, mengandung endolimfe.

  • Skala media dipisahkan dengan skala vestibular oleh membran vestibularis (membran reissner), dan dipisahkan dangan skala tympani oleh membran basilaris.

  • Pada membran basilaris inilah terdapat indra pendengar, yaitu organ corti. Sel reseptor bunyi pada organ ini berupa sel rambut yang didimpingi oleh sel penunjang. Akson-akson dari sel-sel rambut menyusun diri membentuk cabang kokhlear dari saraf vestibulokokhlear (saraf kranial ke VIII) yang menghantarkan impuls saraf ke pusat pendengaran/ keseimbangan di otak.

  • etaran suara dapat sampai pada organ corti melalui lintasan sebagai berikut: Getaran suara memasuki liang telinga, menekan membran tympani, melintas melalui tulang-tulang pendengaran, menekan tingkap jorong, menimbulkan gelombang pada jaringan perilimfe, menekan membran vestibularis dan skala basilaris, merangsang sel-sel rambut pada organ corti. Di sinilah mulai terjadi pembentukan impuls saraf.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kebugaran Jasmani” Komponen, Bentuk Latihan Dan Unsurnya


Keluhan Utama Telinga Dalam


  • Otore

Otore adalah cairan yang keluar dari telinga

Jenis: serosa, mukus, purulen, mukopurulen, hemoragis

Penyebab: Otitis eksterna, media, dan trauma


  • Otalgia

Otalgia adalah nyeri telinga

Penyebab primer oleh kelainan pada telinga

Penyebab sekunder oleh kelainan dari tempat lain di luar telinga


  • Tinitus

Suara berdengung / berdenging yang terdengar pada satu sisi atau kedua telinga


  • Tuli

Konduksi

Saraf

Campuran


  • Vertigo

Perasaan gangguan keseimbangan


Susunan dan Cara Kerja Telinga


Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.


Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan.


Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.


Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.


Alat KeseimbanganAlat Keseimbangan 2Alat Keseimbangan 3


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Panca Indera (Fisiologi) : Fungsi, Gambar, Dan Bagiannya


Cara Kerja Telinga Manusia


  • Ketika gelombang bunyi nyasar di telinga luar, gelombang bunyi kemudian merambat sepanjang saluran telinga hingga mencapai gendang telinga (timpani). Ingat ya, gelombang bunyi merupakan getaran yang merambat baik melalui medium padat, cair maupun gas. Dalam hal ini medium yang dilalui oleh gelombang bunyi akan merapat dan merenggang sepanjang arah perambatan gelombang bunyi.

    Bayangkan saja seperti pegas yang merapat dan meregang jika didorong maju mundur. Untuk persoalan di atas, ketika gelombang bunyi merambat sepanjang saluran telinga, udara yang berada dalam saluran telinga sebenarnya merapat dan meregang atau bergerak maju mundur.


    Udara yang bergerak maju mundur tersebut akan menggerakkan udara yang berada di depannya. Demikian seterusnya, udara sendiri tidak merambatmenggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang , udara cuma bergerak maju mundur saja.


  • Karena udara yang bergerak maju mundur tersebut menggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang ada di depannya maka akan timbul getaran yang merambat sepanjang udara tersebut. Kemudian, udara yang ada di dekat gendang telinga selanjutnya menggetarkan gendang telinga, tentu saja gendang telinga bergetar.

    Getaran gendang telinga ini selanjutnya diteruskan ke telinga bagian dalam (lewat jendela oval) melalui tulang martil. Getaran yang merambat lewat jendela oval selanjutnya melewati saluran vestibular hingga mencapai saluran timpani.


    Antara saluran timpani dan saluran vestibular terdapat sebuah saluran yang diberi julukan pembuluh rumah siput. Pembuluh rumah siput dan saluran timpani dipisahkan oleh sebuah membran yang diberi julukan membran basilar.


  • Pada membran basilar ini terdapat “organ corti” yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Jadi organ corti ini menempel di membran basilar. Kemudian, gelombang bunyi yang melewati saluran timpani tadi akan menimbulkan riak pada membran basilar dan organ corti yang berisi puluhan ribu ujung syaraf.

    Jadi pada membran basilar dan organ corti inilah energi yang dibawa oleh gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik yang selanjutnya dikirim ke otak melalui syaraf pendengaran kemudian timbulah suara.


Jenis Infeksi Telinga

Infeksi Aurikula


  • Selulitis aurikular

Selulitis auricular adalah infeksi pada kulit yang melapisi bagian luar telinga dan biasanya didahului riwayat trauma. Gejala selulitis dapat berupa nyeri, eritem, bengkak dan hangat pada bagian luar telinga terutama lobul namun tanpa keterlibatan meatus auditorius atau struktur lainnya.


Terapi berupa kompres hangat dan antibiotik oral seperti dicloxacillin yang aktif terhadap patogen kulit dan jaringan lunak (terutama S.aureus dan streptokokus). Antibiotik  intravena seperti sefalosporin generasi pertama jarang digunakan kecuali pada kasus yang sangat berat.


  • Perikondritis

Perikondritis merupakan infeksi pada perikondrium dari kartilago aurikular yang biasanya didahului trauma. Infeksi dapat menyebar ke dalam kartilago dan menjadi kondritis.


Gejala infeksi menyerupai selulitis aurikular, terdapat eritem dan nyeri yang luar biasa pada pinna, namun lobul tidak begitu terlibat. Etiologi tersering adalah P. Aeruginosa dan S. Aureus.


Terapi dengan memberikan antibiotik sistemik yang sensitif terhadap etiologi tersering. Jika perikondritis tidak memberikan respon yang baik terhadap terapi antibiotik, penyebab inflamasi lain harus dipikirkan. Dapat terjadi komplikasi berupa mengkerutnya daun telinga akibat hancurnya tulang rawan yang menjadi kerangka daun telinga (cauliflower ear).


Infeksi Telinga


Infeksi Otitis Eksterna

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akibat infeksi bakteri, jamur dan virus. Ada 2 jenis otitis eksterna yaitu otitis eksterna akut dan otitis eksterna kronik.


Beberapa faktor yang mempermudah terjadinya otitis eksterna, yaitu :

  1. Derajat keasaman (pH). pH basa mempermudah terjadinya otitis eksterna. pH asam berfungsi sebagai protektor terhadap kuman.

  2. Udara yang hangat dan lembab lebih memudahkan kuman bertambah banyak.
  3. Trauma ringan misalnya setelah mengorek telinga.
  4. Perubahan warna kulit liang telinga dapat terjadi setelah terkena air.

Otitis eksterna merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas, stafilokokus dan proteus, atau jamur.


Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan kering. Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan sejak tahun 1844 banyak peneliti mengemukakan faktor pencetus dari penyakit ini seperti Branca (1953) mengatakan bahwa berenang merupakan penyebab dan menimbulkan kekambuhan.


Senturia dkk (1984) menganggap bahwa keadaan panas, lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga luar merupakan faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna. Howke dkk (1984) mengemukakan pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi otitis eksterna baik yang akut maupun kronik.



Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gelombang Bunyi : Karakteristik, Sifat, Sumber, Contoh, Teori, Frekuensi


Klasifikasi Otitis Eksterna

  • Penyebab tidak diketahui :

  1. Malfungsi kulit : dermatitis seboroita, hiperseruminosis, asteotosis
  2. Eksema infantil : intertigo, dermatitis infantil.
  3. Otitis eksterna membranosa.
  4. Meningitis kronik idiopatik.
  5. Lupus erimatosus, psoriasis.

  • Penyebab infeksi

  1. Bakteri gram (+) : furunkulosis, impetigo, pioderma, ektima, sellulitis, erisipelas.

  2. Bakteri gram (-) : Otitis eksterna diffusa, otitis eksterna bullosa, otitis eksterna granulosa, perikondritis.

  3. Bakteri tahan asam : mikrobakterium TBC.
  4. Jamur dan ragi (otomikosis) : saprofit atau patogen.

  5. Meningitis bullosa, herpes simplek, herpes zoster, moluskum kontangiosum, variola dan varicella.

  6. Protozoa
  7. Parasit
  • Erupsi neurogenik : proritus simpek, neurodermatitis lokalisata/desiminata, ekskoriasi, neurogenik.

  • Dermatitis alergika, dermatitis kontakta (venenat), dermatis atopik, erupsi karena obat, dermatitis eksamatoid infeksiosa, alergi fisik.

  • Lesi traumatika : kontusio dan laserasi, insisi bedah, hemorhagi (hematom vesikel dan bulla), trauma (terbakar, frosbite, radiasi dan kimiawi).

  • Perubahan senilitas.
  • Deskrasia vitamin.
  • Diskrasia endokrin.

Otitis Eksterna Sirkumskripta

Oleh karena kulit di sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, maka di tempat itu dapar terjadi infeksi pada pilosebaseus, sehingga membentk furunkel. Kuman penyebab biasanya Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus.


Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini disebabkan karena kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar di bawahnya sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Rasa nyeri juga dapat timbul spontan pada waktu membuka mulut (sendi temporomandibula). Selain itu terdapat juga gangguan pendengaran, bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga.


Otitis Eksterna Difus

Biasanya mengenai kulit liang telinga duapertiga dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas batasnya. Kuman penyebab biasanya golongan Pseudomonas. Kuman lain yang dapat  sebagai penyebab ialah Staphylococcus albus, Escherichia coli dan sebagainya. Otitis eksterna difus dapat juga terjadi sekunder pada otitis media supuratif kronis.


Gejalanya adalah nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit, kadang kelenjar getah bening regional membesar dan nyeri tekan serta terdapat secret yang berbau, secret ini tidak mengandung lender (musin) seperti sekret yang keluar dari kavum timpani pada otitis media.


Otitis Eksterna Maligna

Otitis eksterna maligna adalah infeksi difus di liang telinga luar dan struktur lain di sekitarnya. Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes melitus yang diakibatkan peningkatan pH serumen sehingga lebih rentan terhadap otitis eksterna. Kondisi immunocompromise dan mikroangiopati dapat menyebabkan otitis eksterna berkembang menjadi otitis eksterna maligna.


Pada otitis eksterna maligna peradangan meluas secara progresif ke lapisan subkutis, tulang rawan dan tulang sekitar sehingga menyebabkan kondritis, osteitis dan osteomielitis yang menghancurkan tulang temporal.


Gejala otitis eskterna maligna berupa rasa gatal di liang telinga yang dengan cepat diikuti oleh nyeri, sekret yang banyak serta pembengkakan liang telinga. Liang telinga dapat tertutup oleh pertumbuhan jaringan granulasi. Jika saraf fasialis mengalami kerusakan, dapat terjadi paresis atau paralisis fasial.


Otitis Eksterna Maligna


Pada pemeriksaan dapat ditemukan :

  • Adanya inflamasi yang terlihat pada liang telinga luar dan jaringan lunak periaurikuler
  • Nyeri yang hebat, ditandai kekakuan jaringan lunak ramus mandibula dan mastoid
  • Jaringan granulasi terdapat pada dasar hubungan tulang dan tulang rawan.
  • Nervus kranialis harus (V-XII) diperiksa
  • Status mental harus diperiksa.
  • Membran timfani intak
  • Demam tidak umum terjadi.
  • CT scan, scan tulang, dan scan gallium dapat membantu menentukan adanya penyakit ini

Infeksi Otomikosis

Otomikosis adalah infeksi jamur superfisial atau subakut pada kanalis auditorius externus. Liang telinga merupakan tempat yang ideal untuk tumbuhnya organisme saprofit seperti jamur tertentu karena liang telinga dihubungkan dengan udara luar oleh suatu lubang yang sempit, sehingga dapat berfungsi sebagai tabung biakan dan merupakan media yang sangat baik untuk pertumbuhan jamur.


Jamur biasanya menginvasi secara sekunder pada jaringan luka yang pertama kali disebabkan oleh infeksi bakteri, cedera fisik atau penimbunan serumen yang berlebihan di kanalis auditorius externus.


Otomikosis dapat diklasifikasikan menjadi otomikosis primer dan sekunder. Otomikosis primer biasanya terjadi pada keadaan lembab saat atmosfir mengandung kelembapan yang tinggi. Kelembapan yang tinggi ini membuat kulit liang telinga luar membengkak dan berair. Hal ini menjadi predisposisi infeksi jamur.


Otomikosis sekunder terjadi sebagai immunocompromised seseorang dan pada orang yang mengalami OMSK. Pasien dengan OMSK biasanya menggunakan tetes telinga antibiotik spektrum luas. Tetes telinga ini tidak hanya membunuh patogen tetapi juga komensal alami yang menyebabkan infeksi jamur sekunder.


Jamur dapat sebagai penyebab utama dari suatu infeksi primer, tetapi biasanya juga disertai dengan infeksi bakteri kronik yang berasal dari kanalis eksterna ataupun telinga tengah. Otomikosis sekunder dapat terjadi jika penyebab infeksi primer tidak diatasi.


Semua jamur dapat berkembang pada lingkungan yang suasananya lembab, hangat dan gelap. Dari ketiga faktor tersebut suasana lembab merupakan faktor predisposisi yang mempercepat pertumbuhan jamur.


Terdapat beberapa faktor yang memudahkan timbulnya otomikosis :

  1. Terjadinya perubahan pH epitel liang telinga yang semula bersifat asam menjadi bersifat basa.
  2. Temperatur dan kelembaban udara.

  3. Trauma, kebiasaan mengorek telinga dengan bahan yang kurang bersih, atau mengorek telinga terlalu keras sehingga menimbulkan goresan pada kulit liang telinga.

  4. Korpus alienum (benda asing) dalam telinga seperti air, timbunan serumen atau serangga.

  5. Kelainan kongenital, yaitu bentuk liang telinga yang sempit dan melekuk lebih tajam sehingga menghalangi pembersihan serumen atau menyebabkan kelembaban yang tinggi pada liang telinga.

  6. Penggunaan antibiotika dan steroid yang lama pada telinga.
  7. Imunnocompromised condition.
  8. Penyakit kulit seperti dermatitis seboroik

Gejala awal otomikosis adalah perasaan penuh pada telinga dan rasa gatal pada liang telinga. Kadang-kadang juga ditemukan adanya cairan. Penyumbatan liang telinga dapat menyebabkan penurunan pendengaran dan mendengar bunyi mendenging (tinitus).


Pada pemeriksaan otoskopi menunjukkan adanya kumpulan kotoran (debris), tampak meradang (eritema) dan pembengkakan liang telinga. Jika penyebabnya adalah Aspergillus niger sering ditemukan adanya spora berwarna kehitaman.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √12+ Sistem Anatomi Tubuh Manusia, Fungsi, Penjelasan, dan Gambar Lengkap


Infeksi Otomikosis


Penatalaksanaan terpenting adalah menghilangkan faktor predisposisi, penggunaan antijamur dan menjaga kebersihan liang telinga. Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2-5% dalam alkohol yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Kadang-kadang diperlukan juga obat anti-jamur (sebagai salep) yang diberikan secara topikal.


Infeksi Herpes Zoster Otikus


Herpes Zoster Otikus adalah infeksi virus pada telinga dalam, telinga tengah dan telinga luar. HZO manifestasinya berupa otalgia berat yang disertai dengan erupsi kulit biasanya pada CAE dan pinna. Bila disertai dengan paralisis n VII maka disebut sebagai Ramsay Hunt Syndrome.


Patofisiologi : merupakan reaktifasi dari varicella-zoster virus (VZV) yang terdistribus sepanjang saraf sensoris yang menginervasi telinga, termasuk didalamnya ganglion genikulatum. Apabila gejala disertai kurang pendengaran dan vertigo, maka ini adalah akibat penjalaran infeksi virus langsung pada N. VIII pada posisi sudut serebelo pontin, atau melalui vasa vasorum.


Anamnesis disertai riwayat : nyeri dan terasa panas pada sekitar telinga, wajah, mulut dan lidah. Vertigo, nausea, muntah. Kurang pendengaran, hiperakusis, tinitus. Rasa sakit pada mata, lakrimasi. Vesikel bisa muncul sebelum, selama maupun sesudah terjadinya paralisis n VII.


Infeksi Herpes Zoster Otikus


Perlu ditanyakan riwayat pernah terkena cacar air sebelumnya, bahkan saat masih kecil. Terapi : sampai saat ini sifatnya hanya suportif misalnya kompres hangat analgetik narkotika dan antibiotika untuk mencegah sekunder infeksi. Sebenarnya antivirus memberikan efek yang baik yaitu penyakit menjadi tidak terlalu berat dan cepat membaik.


Infeksi Kronis Liang Telinga


Penyakit ini merupakan akibat dari infeksi bakteri maupun infeksi jamur yang tidak diobati dengan baik, iritasi kulit yang disebabkan cairan otitis media, trauma belulang, adanya benda asing, penggunaan cetakan (mould) pada alat bantu dengar (hearing aid) dapat menyebabkn tadang kronis. Akibatnya terjadi stenosis atau penyempitan liang telinga da terbentuknya jaringan parut (sikatriks).



Infeksi Otitis Media Akut

Otitis media akut (OMA) adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid.


1. Etiologi

Penyebab otitis media akut (OMA) dapat merupakan virus maupun bakteri. Pada 25% pasien, tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. Virus ditemukan pada 25% kasus dan kadang-kadang menginfeksi telinga tengah bersama bakteri.


Bakteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh Haemophilus influenzae dan Moraxella cattarhalis. Yang perlu diingat pada OMA, walaupun sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri, hanya sedikit kasus yang membutuhkan antibiotik. Hal ini dimungkinkan karena tanpa antibiotik pun saluran Eustachius akan terbuka kembali sehingga bakteri akan tersingkir bersama aliran lendir.


Anak lebih mudah terserang otitis media dibanding orang dewasa karena beberapa hal.

  • Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam perkembangan.

  • Saluran Eustachius pada anak lebih lurus secara horizontal dan lebih pendek sehingga ISPA lebih mudah menyebar ke telinga tengah.

  • Adenoid (adenoid: salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh) pada anak relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan dengan muara saluran Eustachius sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya saluran Eustachius.

    Selain itu adenoid sendiri dapat terinfeksi di mana infeksi tersebut kemudian menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius.


2. Patofisiologi


Terjadi akibat terganggunya faktor pertahanan tubuh yang bertugas menjaga kesterilan telinga tengah. Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius.


Saat bakteri melalui saluran Eustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran menyebabkan transudasi, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri.


Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga.


Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas.


Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar 24 desibel (bisikan halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya.


Patofisiologi

Gejala klinis otitis media akut (OMA) tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien. Stadium otitis media akut (OMA) berdasarkan perubahan mukosa telinga tengah:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Tulang Rawan Beserta Penjelasannya


  • Stadium oklusi tuba Eustachius

Terdapat gambaran retraksi membran timpani akibat tekanan negatif di dalam telinga tengah. Kadang berwarna normal atau keruh pucat. Efusi tidak dapat dideteksi. Sukar dibedakan dengan otitis media serosa akibat virus atau alergi.


Stadium oklusi tuba Eustachius


  • Stadium hiperemis (presupurasi)

Tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis serta edema. Sekret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat serosa sehingga sukar terlihat


Stadium hiperemis


  • Stadium supurasi

Membrana timpani menonjol ke arah telinga luar akibat edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superfisial serta terbentuknya eksudat purulen di kavum timpani. Pasien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta nyeri di telinga bertambah hebat.


Apabila tekanan tidak berkurang, akan terjadi iskemia, tromboflebitis dan nekrosis mukosa serta submukosa. Nekrosis ini terlihat sebagai daerah yang lebih lembek dan kekuningan pada membran timpani. Di tempat ini akan terjadi ruptur.


Stadium supurasi


  • Stadium perforasi

Karena pemberian antibiotik yang terlambat atau virulensi kuman yang tinggi, dapat terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke telinga luar. Pasien yang semula gelisah menjadi tenang, suhu badan turun, dan dapat tidur nyenyak.


Stadium perforasi


  • Stadium resolusi

Bila membran timpani tetap utuh maka perlahan-lahan akan normal kembali. Bila terjadi perforasi maka sekret akan berkurang dan mengering. Bila daya tahan tubuh baik dan virulensi kuman rendah maka resolusi dapat terjadi tanpa pengobatan.


Otitis media akut (OMA) berubah menjadi otitis media supuratif subakut bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar terus-menerus atau hilang timbul lebih dari 3 minggu. Disebut otitis media supuratif kronik (OMSK) bila berlangsung lebih 1,5 atau 2 bulan. Dapat meninggalkan gejala sisa berupa otitis media serosa bila sekret menetap di kavum timpani tanpa perforasi.


Pada anak, keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga dan suhu tubuh yang tinggi. Biasanya terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya.Pada orang dewasa, didapatkan juga gangguan pendengaran berupa rasa penuh atau kurang dengar.


Pada bayi dan anak kecil gejala khas otitis media anak adalah suhu tubuh yang tinggi (>39,5 derajat celsius), gelisah, sulit tidur, tiba-tiba menjerit saat tidur, diare, kejang, dan kadang-kadang memegang telinga yang sakit. Setelah terjadi ruptur membran tinmpani, suhu tubuh akan turun dan anak tertidur.



Tanda Gangguan Pendengaran   

  • Tanda dan gejala gangguan pendengaran berbeda-beda pada tiap anak. Jika anda menyadari tanda-tanda tersebut di bawah ini, segera hubungi dokter anda:

  • Tidak menoleh ke arah sumber searah sejak lahir sampai usia 3-4 bulan
  • Tidak mengeluarkan sepatah kata apapun seperti “dada” atau “mama” saat usia sudah mencapai 1 tahun

  • Menoleh saat bayi melihat anda tetapi tidak jika anda hanya memanggil namanya; biasanya hal ini disalahartikan dengan tidak memperhatikan atau hanya mengabaikan, akan tetapi hal demikian bisa jadi akibat gangguan pendengaran parsial ataupun total
  • Mendengar beberapa suara saja

Gangguan Telinga Luar


  • Kongenital:

Agenesis: Sindroma Treacer Collin. Terdiri dari: mikrotia, atresia mae, mikrognatus, deformitas fasialis, gejala berupa kurang mendengar/tuli


Faktor penyebab  :

  1. Genetik :gangguan kromosom
  2. Eksogen: hipoksia, radiasi, ultrasound, thalidomid

  • Mikrotia, makrotia

Mikrotia adalah cacat lahir bawaan di mana telinga luar sangat kecil dan tidak berkembang, yang dapat menyebabkan kesulitan pendengaran dan distorsi suara pada satu atau keduatelinga. Hal ini terjadi lebih sering pada telingakanan. Kelainan ini didapat semasa perkembangan janin di dalam kandungan dan biasanya tidak diturunkan. Mikrotia terdiri dari grade 1 sampai dengan 4 seperti gambar di bawah


Gangguan Telinga Luar


Makrotia adalah kebalikan dari mikrotia dimana ukuran telinga luar  berkembang melebihi ukuran telinga normal.


  • Fistel/Kista Prekongenital

Terdapat lubang kecil di sekitar daun telinga


Gangguan Telinga Luar 2


Ganguan Telinga Tengah


  • Membran timpani

  1. Retraksi adalah gangguan pada membran timpani terjadi akibat tekanannegatif di dalamtelingatengah, karenaadanyaabsorbsiudara.

  2. Myringitis adalah radang pada membran timpani yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

  3. Ruptur adalah trauma pada membran timpani yang disebabkan oleh benda tajam atau tumpul.

  4. Kalsifikasi adalah gangguan pada membran timpani yang disebabkan olehproses degenerasi, timbunan kolagen/hyalin pada tunika propia.

  5. Perforasi adalah gangguan pada membran timpani yang disebabkan oleh Otitis Media Akut atau Otitis Media Suputarif Kronis.

  • Kavum timpani


  1. Otitis Media Akut (OMA) adalah radang akut bakterial pada telinga tengah yang disebkan oleh Streptokokus beta hemolitikus, Pneumokokus, Stafilokokus, Hemofilus influensa, E. Coli. Yang berlangsung kurang dari 3 minggu.

  2. Otitis media serosa adalahkeadaanterdapatnyasekretnonpurulen di telingatengah, sedangkanmembran timpani utuh.

  3. Otitis Media Supuratif Kronis adalah Infeksi kronis telinga tengah ( > 2 bln),  perforasi MT, sekret keluar terus nenerus atau hilang timbul.

Gangguan Telinga Dalam


  • Pendengaran (koklea)

  1. Tuli saraf. Tuli/GangguanDengar Saraf atau Sensor ineural yaitu gangguan dengar akibat kerusakan saraf pendengaran, meski pun tidak ada gangguan di telinga bagianluaratautengah.

  2. Labirinitis (vestibular neuritis) adalahpembengkakandaninflamasi di telingabagiandalam yang biasanyadisebabkan virus ataubakteri (meskipunjarang). Gejalalabirinitis yang paling umumantara lain kehilanganpendengaran, vertigo, pusing, hilangkeseimbangan, danmual.

  3. Tinitus nada tinggi. akan terdengar suara berdenging. lni biasanya terjadi pada tuli sensorineural yang bisa terjadi secara terus-menerus atau hilang timbul.

  • Keseimbangan(kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus)


  1. Vertigo perifer adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam.

  2. Meniere desease & BPPV adalah penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam. Salah satu gejalanya adalah vertigo yang parah. Penyakit ini jugabisa menyebabkan penderita mengalami kehilangan pendengaran, telinga berdengung, dan sensasi telinga terasa penuh.

    Sedangkan BPPV atau Benign Paroxymal Position Vertigo, yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan adanya gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala ke arah tertentu.


Demikian Penjelasan Tentang Anatomi Telinga : Struktur, Fungsi, Gangguan dan Jenis Infeksi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Bembaca Setia GuruPendidikan.Com