Teori Evolusi Menurut Para Ahli Dan Perbedaan Beserta Bantahannya

Diposting pada

Teori Evolusi Menurut Para Ahli Dan Perbedaan Beserta BantahannyaEvolusi adalah proses perubahan pada makhluk hidup dari generasi ke generasi berikutnya dalam kurun waktu yang sangat lama. Perubahan yang terjadi akibat teori evolusi bisa bermacam-macam bentuknya.


Sebagai hasil dari proses perubahan-perubahan dalam evolusi tersebut bisa kita lihat dalam keanekaragaman makhluk hidup yang ada sekarang ini.

Darwin bukanlah orang pertama yang mencetuskan evolusi, akan tetapi karena dalam mengemukakan pendapatnya disertai dengan bukti-bukti yang dapat diterima oleh dunia ilmiah, maka Darwin mendapat sebutan sebagai: “BAPAK EVOLUSI”.


Baca Juga : Momen Inersia


Teori Evolusi

Pengertian Teori Evolusi Menurut Para Ahli

  • Teori Fixisme

Teori Fixisme diyakini oleh para pemikir pada masa-masa terdahulu. Teori ini meyakini adanya aneka ragam spesies makhluk yang bersifat independen, artinya manusia berasal dari manusia dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka masing-masing.


  • Teori Transformisme

Teori Transformisme beranggapan bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari makhluk dan spesies-spesies yang berbeda. Para ilmuwan berkeyakinan bahwa teori Evolusi alam natural paling tidak seusia dengan masa para filosof Yunani. Sebagai contoh, Heraclitus meyakini bahwa segala sesuatu senantiasa mengalami proses dan evolusi.


Baca Juga : Hidrolisis Garam : Pengertian, Macam, Dan Rumus, Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap


Ia menegaskan, “Kita harus ketahui bersama bahwa segala sesuatu pasti mengalami peperangan, dan peperangan ini adalah sebuah keadilan. Segala sesuatu terwujud lantaran peperangan ini, dan setelah itu akan sirna.” Segala sesuatu selalu berubah dan tidak ada suatu realita yang diam.


Ketika membandingkan antara fenomena-fenomena alam dengan sebuah aliran air sungai, ia berkata, “Kalian tidak dapat menginjakkan kaki dalam satu sungai sebanyak dua kali.” Mungkin filosof pertama yang mengklaim teori Transformisme (perubahan gradual karakteristik dan spesies seluruh makhluk hidup) adalah Anaximander.


Ia adalah filosof kedua aliran Malthy setelah Thales. Ia beryakinan bahwa elemen utama segala sesuatu adalah substansi (jawhar) yang tak berbatas, azali, dan supra zaman. Anaximander juga berkeyakinan bahwa kehidupan ini berasal dari laut dan bentuk seluruh binatang seperti yang kita lihat sekarang ini terwujud lantaran proses adaptasi dengan lingkungan hidup.


Baca Juga : Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Dan Rumus Serta Contoh Soalnya Lengkap


Manusia pada mulanya lahir dan terwujud dari spesies binatang lain. Hal ini lantaran binatang-binatang yang lain dapat menemukan sumber makanannya dengan cepat. Akan tetapi, hanya manusia sajalah yang memerlukan masa yang sangat panjang untuk menyusu pada ibu yang telah melahirkannya.


Jika manusia memiliki bentuk seperti yang dapat kita lihat sekarang ini sejak dari permulaan, niscaya ia tidak akan dapat bertahan hidup. Meskipun teori Evolusi memiliki masa lalu yang sangat panjang, tetapi teori ini tidak memperoleh perhatian yang semestinya dari para ilmuwan selama masa yang sangat panjang. Dengan kemunculan para ilmuwan seperti Lamarck, Charles Robert Darwin, dan para ilmuwan yang lain, teori ini sedikit banyak telah berhasil menemukan posisi ilmiah yang semestinya.


  • Teori Katastropisme

Teori Katastropisme merupakan paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam. Teori ini dikenalkan oleh George Cuvier (1796-1832), seorang ahli Paleontologi (ilmu fosil). Alasan Cuvier adalah karena ia mengamati setiap sedimen batuan kuno yang ia temukan mengandung beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda.


Baca Juga : Gelombang Elektromagnetik : Pengertian, Sifat, Macam, Dan Rumus Beserta Contoh Soalnya Lengkap


Karena itu, ia berpikir bahwa tiap sedimen mewakili tiap masa atau waktu evolusi. Tiap sedimen yang mengandung jenis-jenis organisme hidup dan mati karena bencana. Ia berkeyakinan bahwa makhluk hidup muncul selama masa yang beraneka ragam dalam tataran geologi.


Lantaran revolusi-revolusi besar dan tiba-tiba yang pernah terjadi di permukaan bumi, seluruh makhluk hidup itu musnah. Setelah itu, Tuhan menciptakan kelompok binatang baru dalam bentuk yang lebih sempurna. Periode-periode makhluk selanjutnya juga muncul dengan cara yang serupa.


Teori ini dalam ilmu Geologi dikenal dengan nama Catastrophisme; yaitu revolusi besar di permukaan bumi. Ia mengingkari seluruh jenis hubungan kefamilian antara makhluk hidup pada masa kini dan makhluk-makhluk yang pernah hidup sebelumnya.


Baca Juga : Jangka Sorong : Cara Menghitung, Membaca, Menggunakan, Contoh Soal, Fungsi, Jenis dan Gambarnya


  • Teori Kreasionisme

Teori Kreasionisme merupakan teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau perubahan. Paham ini dianut berdasar keyakinan agama, juga berdasarkan keterangan Aristoteles (hidup pada 300 SM). Teori  Kreasionisme dianggap tidak valid karena kenyataannya banyak spesies yang hidupnya tidak sekaligus ada pada satu zaman.


Misalnya masa hidup dinosaurus tidak bersamaan dengan masa hidup manusia. Dinosaurus telah ada lebih dulu sebelum manusia. Demikian juga burung adalah makhluk ”pendatang” baru dibandingkan spesies yang lebih tua misalnya trilobita.


Baca Juga : Dioda : Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja, Contoh Dan Jenis


  • Teori Gradualisme

Teori Gradualisme dikemukakan oleh ahli Geologi Swedia bernama James Hutton (1795). Paham tersebut menyatakan bahwa perubahan geologis berlansung pelan-pelan tetapi pasti. Teori gradualisme ini tak mampu dijelaskan dengan mekanisme yang meyakinkan.


  • Teori Uniformitarianisme

Teori Uniformitarianisme dinyatakan oleh Charles Lyell (1797-1875). Paham ini menyatakan bahwa proses-proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam, sehingga kecepatan dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Misalnya, terbentuknya gunung selalu diimbangi dengan erosi gunung. Teori Uniformitarianisme memang menjelaskan kejadian evolusi geologis, tetapi tidak dapat menjelaskan kejadian terbentuknya spesies.


  • Teori Lamarck

Teori Lamarck juga dikenal dengan teori perolehan yang terwariskan secara genetik. Awal abad ke-19 ( 1809), Lamarck memperkenalkan bahwa sifat fenotip perolehan lingkungan dapat diwariskan secara genetik (acquired inheritance). Bagian tubuh yang tidak digunakan akan mengalami retardasi (tidak berkembang), bagian (alat) tubuh yang dipergunakan akan berkembang lebih kuat dan lebih besar.


Baca Juga : Tabel Periodik Unsur Kimia : Pengertian, Makalah, Sistem Dan Gambar


Ia menerangkan bahwa nenek moyang jerapah berleher pendek, tetapi karena terus menerus leher dijulurkan ke atas untuk menggapai makanan, leher jerapah menjadi lebih panjang. Jadi menurut lanmarck evolusi disebabkan oleh  pewarisan sifat genetis yang diperoleh dari lingkungannya.


Teori Lamarck mengandung kesalahan yang dapat dibuktikan Weissman yang menunjukkan bahwa tikus yang ekornya dipotong di laboratorium tidak mewariskan pengalaman ekornya itu pada keturunannya.


  • Teori Evolusi Charles Darwin

Charles Darwin (1809-1882), menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam. Karena itu teori evolusi Darwin disebut juga teori seleksi alam. Teori Darwin disusun atas dasar fakta-fakta yang ia amati pada pengembaraannya berkeliling dunia dengan kapal Beagle di Kepulauan Galapagos (kepulauan lepas pantai negara Chili sekarang), dan juga beberapa tempat lain di Amerika Selatan. Selain itu Darwin dipengaruhi oleh dua buku, yaitu:


  • Buku Principles of Geology, karangan Charles Lyell. Buku tersebut menguraikan bahwa perubahan geologis bersifat gradual (perlahan-lahan tapi pasti), konsisten dan terus-menerus.

  • Buku Malthus, tentang populasi penduduk dunia yang bertambah menurut deret ukur, sementara jumlah makanan bertambah menurut deret hitung. Oleh karena itu, ada kecendrungan perebutan sumber daya melalui perjuangan untuk hidup (struggle for existence).

Teori Evolusi Darwin pertama kali dikemukakan pada forum ilmiah Linnean Society (1958). Secara bersamaan, Alfred Wallace juga mengemukakan hal yang sama, yaitu ide atau teori evolusi berdasarkan pengamatan Wallace di berbagai benua, termasuk di Sulawesi (terkenal dengan garis Wallace yang memisahkan distribusi hewan-hewan di Sulawesi). Ide atau teori Wallace tentang evolusi biologis serupa dengan ide atau teori evolusi Darwin.


Baca Juga : Laju Reaksi : Pengertian, Faktor Yang Mempengaruhi, Dan Rumus Beserta Contoh Soalnya Lengkap


Perbandingan Perbedaan antara teori evolusi Lamarck dengan teori evolusi Darwin

Teori Lamarck tentang Evolusi

  1. Organ tubuh yang sering dipergunakan akan tumbuh sempurna, sedangkan organ tubuh yang jarang/tidak dipergunakan akan menyusut (rudimenter). (Teori Use dan Disuse).
  2. Perubahan-perubahan pada makhluk hidup disebabkan oleh perubahan lingkungan.
  3. Setiap perubahan yang dialami oleh makhluk hidup akan diturunkan.

Teori Darwin tentang Evolusi

  1. Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup dimasa silam dengan mengalami perubahan perlahan-lahan.
  2. Proses perubahan dari makhluk hidup dimasa silam (sederhana) menjadi makhluk hidup masa sekarang (lebih sempurna) berlansung secara bertahap dan dalam kurun waktu yang sangat lama.
  3. Setiap makhluk hidup harus berjuang untuk melansungkan kehidupannya (Teori Seleksi Alam).

Untuk memudahkan memahami perbadingan teori Lamarck dan teori Darwin, berikut ini adalah contoh tentang Evolusi leher Jerapah yang dapat dilihat dari pada gambar  berikut :

Gambar Perbandingan Perbedaan antara teori evolusi Lamarck dengan teori evolusi Darwin


Baca Juga : Ikatan Ion : Pengertian, Ciri, Dan Syarat Terjadinya, Beserta Contohnya Lengkap


Bantahan atau Sanggahan Para Ahli Terhadap Teori Evolusi

Charles Darwin sudah banyak menulis buku, di antaranya yang penting ialah The Origin of Species dan The Descend Of Man. Buku itu dia tulis setelah ikut kapal Angkatan Laut Inggris mengadakan ekspedisi ke Amerika Selatan pada abad ke-19. Ia mengumpulkan data yang menunjukkan teorinya, yang mengatakan bahwa:


Terdapat variasi (perbedaan kecil) dalam suatu spesies, dan ini oleh factor genetik dan lingkungan.

Ada seleksi alam pergolakan hidup, variasi yang menguntungkan akan bertahan dan berkembang, variasi yang merugikan akan susut lalu musnah.


Ada hubungan kerabat antara berbagai spesies yang baru berasal dari spesies yang dulu ada Manusia juga mengalami evolusi seperti makhluk lain, berarti berada dalam satu mata rantai evolusi dengan hewan.


Baca Juga : Materi Fluida Dinamis : Rumus Hukum Bernoulli, Pengertian, Jenis, Ciri Dan Contoh Soal


Bukunya itu terbit setelah mendiskusikan dan merenungnya selama hampir 20 tahun. Ditambah dengan lama waktu ekspedisi selama 5 tahun. Maka, bukunya terbit setelah diolah selama 25 tahun. Sementara itu, ada sarjana inggris lain yaitu Alfred R. Wallace, yang  juga mengadakan ekspedisi, tetapi ke Asia Tenggara.


Wallace menulis karya ilmiahnya sebagai hasil ekspedisi itu, dan mendapat kesimpulan sama dengan yang  ditulis oleh Darwin, bahwa ada proses pembentukan spesies menurut seleksi alam. Makalahnya dia kirimkan lansung kepada Darwin untuk minta komentarnya. Darwin terkejut, tetapi ia meneruskannya ke majalah ”Linnean Society” untuk diterbitkan.


Karena bukti-bukti yang diajukan Darwin lebih rinci dan lengkap, akhirnya para ilmuan menganggap Darwinlah sebagai pencetus teori evolusi seleksi alam. Namun, jasa Wallace ada dipatrikan oleh masyarakat ilmiah, dengan adanya istilah ”Garis Wallace”. Garis ini membagi biogeografi Asia Tenggara atas dua realm: Australia dan Oriental.


Pembagian itu melewati garis yang di utara lewat Selat Makassar terus  ke Filipina, dan di selatan lewat Selat lombok terus ke Australia. Yahya dalam buku yang diterjemahkan  ke bahasa Indonesia, “Menyingkap Rahasia Alam Semesta”, dapat dibaca bahwa ia membantah adanya evolusi. Padahal dalam Al Quran sendiri yang Sangat banyak dia kutip dari bukunya tetapi tidak memfokus ada dinyatakan bahwa :


  • Jagat raya dan makhluk mengalami perubahan.
  • Manusia tumbuh melewati berbagai tingkatan.
  • Manusia dijadikan setelah hewan dan tumbuhan hadir di Bumi.

Jagat raya selalu berubah berangsur. Ada bintang(matahari) baru muncul, ada yang menciut lalu musnah. Matahari kita sendiri, juga berubah berangsur. Pada badan Matahari itu terjadi terus menerus ledakan. Ini mempengaruhi cuaca serta saraf hewan di Bumi, lalu menimbulkan perubahan. Matahari berubah, cuaca Bumi berubah, makhluk hidup pun berubah. Perubahan pada makhluk sesuai dengan adaptasi, pergolakan, dan seleksi alam. Manusia juga harus berubah berangsur.


Jika jagat raya berubah sedangkan manusia tidak berubah, manusia akan tidak bisa bertahan hidup, populasinya susut, akhirnya musnah. Jelaslah manusia agar tetap eksis di Bumi bukan hanya harus percaya terjadinya evolusi, tetapi lebih-lebih ikut terlibat lansung dalam proses evolusi. Dalam Al Quran ada disebut bahwa manusia itu mengalami pertumbuhan bertingkat-tingkat.


Baca Juga : Lensa Cembung : Pengertian, Rumus, Jenis, Sifat, dan Sinar Istimewa


Bertingkat di sini bisa bertingkat secara embriologi (ontogeni), bisa bertingkat secara asal usul (filogeni). Sehubungan dengan ini ada hukum yang disusun oleh E. Haeckel pada abad ke-19, yang mengatakan ”ontogeni merekapitulasi filogeni”. Pertumbuhan embrio orang mengalami pertumbuhan bertingkat-tingkat sejak masa embrio ikan, embrio amfibi, embrio reptil, embrio mamal, dan embrio kera.


Sebagai contoh ada masanya embrio yang memiliki kantung insang seperti ikan, memiliki jantung berongga tiga seperti amfibi, memilki ekor seperti mamal pada umumnya, dan memiliki bulu tebal seperti kera. Dalam hal ini manusia bukan berasal dari kera, tetapi sama asal usul dengan kera yang hidup bersama kita Sekarang. Tuhan sudah menganugrahi manusia sebagai khalifah di Bumi. Untuk itu dia beri:


  • Kecerdasan yang jauh lebih tinggi dari hewan lain.
  • Moral untuk mengendalikan kecerdasan itu.

Kecerdasan dan moral tumbuh dari otak. Dengan kedua bekal itulah, manusia dapat lebih maju dan lebih baik dalam beradaptasi terhadap alam, sambil ia memelihara diri sebagai kalifah. Moral dan kecerdasan harus seimbang. Jika salah satu lebih berat akan terjadi gangguan atau kelainan dalam menghadapi kehidupan.


Jika moral rendah tapi kecerdasan tinggi, Tuhan menyebut dalam Al Quran, bahwa akan tiba masanya manusia itu akan lebih rendah dari binatang, karena dalam berbuat jahat dan menipu itu tidak pernah kenyang, beda dengan binatang kalau sudah kenyang mereka akan tenang dan jinak.


Buku Darwin telah mengguncang bukan hanya kaum gereja, tetapi juga para ahli hukum, Antropologi, Geografi, dan Psikologi. Itu lantaran teori evolusi Darwin itu Sangat prinsipil mencoba menganalisis kejadian manusia serta makhluk lain. Padahal masa hidup Darwin itu dianggap murtad jika menyebut manusia memiliki hubungan evolusi dengan spesies lain, terutama dengan bangsa kera (Primata).


Namun, walau bagaimana pun teori evolusi Darwin bisa bertahan sampai sekarang. Meski di sana sini ada penambahan data dan pikiran baru. Terutama dari Julian Huxley yang menyatakan bahwa setelah manusia mengalami evolusi biologi kini disusul dengan evolusi psikososial.


Yahya membantah adanya hubungan spesies antara seluruh makhluk di Bumi, termasuk manusia. Lalu dia mengajukan pendapat yang mengatakan kerabat antara berbagai spesies. Pendapat ini sebetulnya sudah dilontarkan semasa Darwin hidup pada abad ke-19. terutama oleh para ahli Sistematik dan Anatomi.


Lalu Yahya mengatakan dengan ditemukannya ilmu baru, yaitu Biokimia dan Genetika, terutama tentang gen, kromosom, dan DNA, teori evolusi darwin sudah masuk keranjang sampah. Dapat dikatakan bahwa kedua mata pelajaran yang di masa Darwin belum berkembang itu justru kini jadi memperkuat teori evolusi itu sendiri, dan membantah teori penciptaan khusus yang diajukan kembali oleh Yahya.


Teori penciptaan khusus dan serentak hampir tak ada lagi sarjana biologi mana pun kini yang menganut. Seorang sarjana  biologi dari institut terkenal ada yang bersosoh melawan arus pemilikan yang deras. Setiap mahasiswa Biologi akan menemui data evolusi dalam setiap mata kuliah.


Terutama ketika kuliah Taksonomi atau Sistematik, Anatomi Manusia, Anatomi Komparatif, Embriologi, Biogeografi, Zoo-Fisiologi, Paleontologi, dan bahkan Genetika. Di dalam tiap mata pelajaran itu akan selalu ditemui bukti adanya evolusi dan adanya hubungan kerabat antara berbagai hewan.


Dari Anatomi ia akan mendapat kuliah bahwa ada kesamaan dan variasi antara berbagai hewan, berderajat menurut kedudukan taksonomi. Jika ia belajar anatomi manusia akan tahu adanya bukti evolusi pada alat persisaan yang mendekati 100 banyaknya.


Alat persisaan ini masih utuh dan fungsional pada hewan yang berkedudukan sistematik lebih rendah, dan ini berkaitan dengan adaptasi terhadap lingkungan. Misalnya, usus buntu yang sudah menyusut pada orang yang kurang besar dan berperan besar pula dalam proses pencernaan.


Dari Embriologi akan dapat adanya hubungan kerbat itu melihat pada pertumbuhan embrio awal dan organogenesis. Ginjal orang misalnya tumbuh betingkat-tingkat, menurut Hukum Haeckel pula. Mula-mula tumbuh seperti ginjal cacing yang disebut pronephros. Pronephros hilang muncul mesonephros, seperti ginjal amfibi. Lalu mesonephros, seperti ginjal amfibi. Lalu mesonephros hilang pula, digantikan ginjal tetap yang disebut metanephros, yang terdapat pada reptil, burung, dan mamal.


Dari Paleontologi akan ditemukan bahwa kejadian berbagai makhluk adalah secara bertingkat-tingkat, dan peningkatan itu, seperti disinggung tadi di atas, sesuai dengan kedudukan sistematik. Orang muncul setelah ungka dulu ada, ungka muncul setelah kera sederhana seperti Tarsius lebih dulu ada. Ini sesuai dengan yang disebut dalam Al Quran bahwa manusia itu timbul setelah hewan dan tumbuhan lebih dulu ada.


Yahya menyebut fosil yang diajukan sebagai bukti evolusi adalah fosil palsu. Padahal fosi-fosil itu direkonstruksi berdasarkan perhitungan dan rundingan yang matang antara banyak sarjana. Di Museum Geologi Bandung misalnya, ada fosil evolusi reptil ke burung yang masih bergigi. Pasti fosil yang dipajang itu bukan fosil palsu atau ditukang-tukangi.


Dalam Zoo-Fisiologi ditemukan banyak persamaan variasi antara berbagai hewan sesuai dengan lingkungan dan cara hidup. Dan bukankah karena banyaknya persamaan fisiologi antara hewan dan manusia maka mahasiswa kedokteran dan farmasi menggunakan hewan sebagai objek percobaan anatomi dan fisiologi.


Demikianlah juga berkat kekerabatanlah maka percobaan bahan Keluarga Berencana dan penemuan obat dengan menggunakan hewan sebagai objek percobaan bisa lancar. Dalam Genetika akan dia temukan makin dekat hubungan kerabat makin banyak persamaan kromosom dan urutan nukleotida DNA.


Orang memilki kromosom 46, orangutan 48. Tetapi kalau dibuat peta kromosom kedua jenis makhluk itu, apalagi dengan dibantu teknik permintaan kromosom, akan tampak kesamaan pita-pita. Lalu 2 kromosom yang lebih pada orangutan karena keduanya lengket ke kromosom yang panjang.


Secara teknik pemitaan akan kelihatan tambahan yang lengket itu pada pita-pita bertambah. Lalu berbagai penyakit dan kelainan pada orang ditemukan juga pada orangutan, simpanse, dan ungka lain. Misalnya, Sindroma Down yang menyebabkan kecerdasan rendah dan infertilitas, ditemukan juga pada orangutan. Sindroma Down  terjadi pada ungka karena perubahan letak suatu fragmen kromosom, yang pada manusia sudah sangat jarang ditemukan, ini digantikan dengan tambahan satu kromosom.


Yahya menyebut segala makhluk diciptakan bersamaan. Padahal dari data paleontologi sudah terbukti jelas, bahwa ada kesinkronan kejadian jenis-jenis makhluk pada lapisan batuan bumi dengan kedudukan sistematik mereka. Makhluk yang lebih dulu ada terdapat pada lapisan batuan yang lebih dalam, makhluk yang belakangan ada terdapat pada lapisan batuan terdangkal. Manusia adalah makhluk yang paling akhir terbentuk dan fosilnya terdapat pada lapisan batuan yang terdangkal.


Terbukti manusia belum ada di Zaman Yura, yaitu zaman kerajaan Dinosaurus. Itu hanya ada dalam sience fiction ” Jurassic  Park”. Tentang fosil Pithecanthropus eretus, kera-manusia, serta manusia-kera yang dituduh berasal dari tengkorak anak atau ras terisolasi, tampaknya Yahya meremehkan kerja para ahli dan para kurator  museum diberbagai daerah di dunia.


Lalu tentang ungkapan bahwa proses evolusi, yang dalam buku Darwin dan Huxley sudah diulas panjang lebar, ialah oleh adanya adaptasi, pergolakan hidup, dan seleksi alam, namun oleh Yahya itu semua disebut kejadian yang kebetulan. Kita jadi sukar mengerti akan jalan pikiran penulis Turki ini.


Di samping dibebani tugas sebagai khalifah di Bumi, Tuhan memberi bekal bagi manusia dan makhluk lain dalam menjalani evolusi, agar mereka tidak susut dan musnah, yaitu transposon. Transoposon ini dapat menimbulkan mutasi pada gen lain dan bahkan juga kromosom.


Ada dua macam mutasi, yaitu mutasi gen dan mutasi kromosom, dan inilah jadi bahan mentah (raw materials) terjadinya evolusi. Mutasi itu ada karena polusi dan radiasi, ada karena transposon. Mutasi karena polusi dan radiasi menyebabkan perubahan yang kebanyakan merugikan, tetapi mutasi karena transposon kebanyakan menguntungkan. Jadi inilah yang memegang peranan penting dalam evolusi manusia.


Yahya yang mengatakan teori evolusi Darwin jadi terbantah dengan ditemukannya gen dan hukum pewarisannya oleh Gregor Mendel, itu bapak Genetika dari Austria yang tersohor. Tetapi dari penemuan Genetika modern, seperti transposon tadi, dan pemetaan kromosom teknik pemitaan berbagai makhluk, lalu yang mutakhir memperbandingkan urutan nukleotida DNA berbagai gen antara berbagai spesies, justru membantah pendapat yang mengatakan kejadian makhluk tanpa evolusi.


Kesimpulan :

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan tentang teori evolusi menurut para ahli sebagai berikut :

  • Teori Fixisme menyatakan bahwa manusia berasal dari manusia dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka masing-masing.
  • Teori Transformisme beranggapan bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari makhluk dan spesies-spesies yang berbeda.

  • Teori Katastropisme merupakan paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam.

  • Teori Kreasionisme merupakan teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau perubahan.

  • Teori Gradualisme merupakan paham yang menyatakan bahwa perubahan geologis berlansung pelan-pelan tetapi pasti.

  • Teori Uniformitarianisme merupakan paham yang menyatakan bahwa proses-proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam, sehingga kecepatan dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu.

  • Teori Lamarck menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh pewarisan sifat genetis yang diperoleh dari lingkungannya.
  • Teori Charles Darwin menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam.

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah,dkk. 2007. Biologi 3 SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta: Esis.
Hadian, Yuvan. 2005. Aplikasi Biologi dalam kehidupan Sehari-hari SMA/MA   
               Kelas 3. Bandung: Inti Prima Aksara.
Wijaya, Hendra. 1986. Intisari Biologi Kelas. 1,2,3 SMA. Bandung: CV Pionir Jaya.