Teknik Menulis Berita Berserta Sifat dan Jenisnya

Diposting pada

Teknik-Menulis-Berita-Berserta-Sifat-dan-Jenisnya

Pengertian Berita

Berita berasal dari bahsa sansekerta “Vrit” yang dalam bahasa Inggris disebut “Write” yang arti sebenarnya adalah “Ada” atau “Terjadi”.Ada juga yang menyebut dengan “Vritta” artinya “kejadian” atau “Yang Telah Terjadi”.Menurut kamus besar,berita berarti laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.


Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media on-line internet. News (berita) mengandung kata new yang berarti baru. Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yang surat kabar atau majalah cetak atau apa yang para penyiar beberkan.


Berita merupakan infrormasi tetang susuatu hal yang sedang terjadi atau informasi baru, dan diberikan atau disajikan dalam ebntuk siara, cetak, internet, atau dari mulut kemulut kepada orang ketiga ataupun kepada orang luas.


Salah satunya ialah laporan berita yaitu tugas profesi wartawan, saat berita pada saat dipalorkan oleh wartawan, laporan itu menjadi fakta/ide terkni yang dipilih dengan sengaja oleh redaksi media atau pemberitaan untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih bisa menjadi menarik untuk khalayak banyak sebab mengandung suatu unsur berita. Serta setasiun televisi juga biasanya mempunyai acara berita atau menayangkan baerita sampai sepanjang waktu, Kebutuhan masyarakat terhadap berita dari semua kalangan dari yang melek huruf sampai yang buta huruf.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Teks Berita


Berita Menurut Para Ahli

  • Menurut Dean M. Lyle Spencer : Berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar yang dapat menarik perhatian sebagian besar dari pembaca.

  • Menurut Willard C. Bleyer : Berita adalah sesuatu yang termasa ( baru ) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar. Karena itu ia dapat menarik atau mempunyai makana bagi pembaca surat kabar, atau karena ika dapat menarik pembaca – pembaca tersebut.


  • Menurut William S Maulsby : Berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.


  • Menurut Eric C. Hepwood : Berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum


  • Menurut Dja’far H Assegaf : Berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa ( baru ), yang dipilih oleh staff redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi – segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.


  • Menurut J.B. Wahyudi : Berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memilki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa periodik.


  • Menurut Amak Syarifuddin : Berita adalah suatu laporan kejadian yang ditimbulkan sebagai bahan yang menarik perhatian publik media massa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 29 Pengertian Berita Menurut Para Ahli


Sifat-sifat Berita

  1. Aktual (baru). Informasi yang baru lebih mempunyai nilai berita dibandingkan hal-hal yang terjadi sudah lama.

  2. Jarak (jauh/ dekat).  Masyarakat lebih tertarik akan kejadian yang terjadi di sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.


  3. Penting.  Informasi menjadi berita saat dianggap penting, karena berpengaruh pada kehidupan langsung, contoh: UU larangan merokok.


  4. Akibat. Informasi menjadi berita karena memiliki dampak yang besar, contoh: penayangan film Fitna di situs YouTube.


  5. Emosi. Sesuatu akan menjadi berita jika saat dikabarkan akan membuat emosi seperti marah,kecewa, sedih dll.


  6. Pertentangan/ konflik.

  7. Seks.  Misalnya seperti perceraian, perselingkuhan, dan lain sebagainya

  8. Ketegangan.  Misalnya seperti saat-saat pelantikan presiden.


  9. Kemajuan-kemajuan.  Inovasi baru atau perubahan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Reporter – Tujuan, Tahapan, Syarat, Tugas, Proses, Menulis Berita


Jenis-jenisBerita

  • Straight News

berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berisi berita jenis ini, jenis berita Straight News dipilih lagi menjadi dua macam :

  1. Hard News: yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca.
    Berisi informasi peristiwa khusus (special event) yang terjadi secara tiba-tiba.
  2. Soft News, nilai beritanya di bawah Hard News dan lebih merupakan berita pendukung.

  • Hard news

Merupakan berita yang memiliki nilai lebih, berkualitas dan ter-update. Karena sangat penting maka harus segera disampaikan dan diketauhi oleh masyarakat. Biasanya berisi berita bersifat khusus atau dapat juga mengenai peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.


  • Depth News

Berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. Merupakan berita yang mendalam, beritanya ini dikembangkan secara mendalam dan tujuannya untuk lebih mengangkat suatu permasalahan secara lebih mendalam.


  • Investigation News

Berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Merupakan berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian ataupun penyelidikan yang dilakukan dari berbagai macam sumber. Investigation news hampir mirip depth news, bedanya pada depth news hanya melaporkan peristiwa yan terjadi secara mendalam saja.


  • Interpretative News

Berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter. Merupakan berita yang dikembangkan dengan pendapat maupun penelitian yang dilakukan oleh penulisnya.


  • Opinion News

Berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat,
mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi poleksosbudhankam, dan sebagainya. Merupakan berita tentang pendapat seseorang. Misalnya pendapat mahasiswa, pejabat, para ahli mengenai suatu kejadian atau peristiwa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pentingnya 5 W + 1 H Dan Piramida Terbalik Dalam Membuat Berita Beserta Sifatnya


Bagian-bagian Berita

Bagian-bagian berita secara umum diantaranya sebagai berikut ini:

  • Headline.
    Headline dapat disebut juga sebagai judul, umumnya dilengkapi juga dengan anak judul. Yang fungsinya untuk memudahkan para pembaca supaya dapat segera mengetahui peristiwa apa yang akan disampaikan dan menonjolkan berita tersebut dengan dukungan grafik supaya lebih menarik.

  • Deadline.
    Biasanya deadline terdiri dari nama media massa, tempat peristiwa dan juga tanggal terjadinya peristiwa. Tujuannya untuk menunjukan tempat peristiwa dan inisial dari media massa yang menyampaikan berita.


  • Lead.
    Merupakan unsur yang sangat penting dalam berita, karena dapat menentukan apakah isi dari berita tersebut akan dibaca atau tidak oleh masyarakat. Dapat dikatakan juga sebagai inti suatu berita, yang berfungsi untuk menggambarkan seluruh isi berita tapi secara ringkas. Biasanya disebut dengan teras berita dan ditulisnya pada paragraf pertama.


  • Body.
    Merupakan bagian tubuh berita, isinya peristiwa-peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, jelas dan padat. Body dapat disebut juga sebagai bagian perkembangan berita.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Generik – Pengertian, Struktur, Jenis, Naratif, Deskriptif, Argumentatif, Contoh


Unsur-Unsur berita

Unsur-unsur dari berita yaitu 5W + 1H (What, Who, Why, When, Where dan How), maksudnya:

  1. What (apa). Apa yang sedang terjadi?
  2. Who (Siapa). Siapa yang terlibat di dalam peristiwa tersebut?
  3. Why (Mengapa). Mengapa peristiwa atau hal tersebut dapat terjadi?
  4. When (Kapan). Kapan peristiwa tersebut terjadi?
  5. Where (Dimana). Dimana peristiwa tersebut terjadi?
  6. How (Bagaimanakah).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Wacana Adalah – Pengertian, Ciri, Syarat, Jenis, Komunikasi, Pelibatnya, Pemaparan, Narasi, Eksposisi, Contoh


Syarat dan Ciri Berita

Syarat- Syarat Berita

Dalam membuat berita haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut dibawah ini:

  • Berdasarkan fakta atau kenyataan.
    Berita atau informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta atau kejadian yang sebenarnya.
  • Aktual.
    Maksudnya berita yang disampaikan harus yang terkini atau terbaru, jarak maupun waktu kejadian harus berdekatan dengan waktu penyampaian berita tersebut.
  • Berimbang.
    Dalam menyampaikan berita kepada masyarakat haruslah seimbang, sehingga pendengar atau pembaca dapat mengerti dengan baik. Berita harus benar-benar asli dan tidak berat sebelah atau tidak boleh memihak pada satu pihak (misalnya seperti saat pemilu), sehingga nantinya tidak menimbulkan kesan yang negatif.
  • Lengkap.
    Berita harus disusun secara lengkap, supaya jelas saat disampaikan dan dapat dimengerti serta dapat memenuhi unsur-unsur dari berita.
  • Akurat.
    Berita haruslah akurat, dalam menyusun berita harus bertanya kepada pihak-pihak yang bersangkutan dengan berita yang akan disampaikan.
  • Sistematis.
    Dalam menyusun berita haruslah tersusun secara terurut maupun saat menyampaikan berita tersebut. Berita yang sangat penting sebaiknya diletakan di awal.
  • Menarik.
    Berita harus menarik supaya disukai oleh para pembaca ataupun pendengar. Tentunya berita tersebut harus bermanfaat dan penting untuk di sampaikan kepada masyarakat.
  • Mudah.
    Dalam menyusun berita kata-kata yang digunakan harus mudah dipahami atau dimengerti oleh para pembaca dan pendengar.

Ciri-Ciri berita yang baik

Beberapa ciri dari berita yang baik, diantaranya seperti:

  1. Menarik perhatian.
    Berita harus dapat menarik perhatian, salah satu tujuannya supaya dapat menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat ingin segera mengetahui isi berita tersebut.
  2. Terkini atau aktual.
    Jadi berita harus berisi informasi atau peristiwa terbaru atau yang masih hangat di perbincangkan.
  3. Dipercaya.
    Isi berita harus dapat dipercaya, itulah mengapa berita harus sesuai fakta jadi jangan mengada-ngada.
  4. Jelas dan menggunakan kalimat yang sederhana.
    Isi Berita yang baik yaitu harus jelas jangan berbelit-belit dan kalimat yang digunakannya harus yang sderhana supaya mudah dimengerti.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya


Teknik Menulis Berita

Konsep berita dan  nilai berita berlaku secara universal. Artinya tidak hanya berlaku untuk Surat kabar, tabloid, dan majalah saja, tetapi juga berlaku untuk radio, televisi, film dan bahkan juga media on line internet. Secara universal pula misalnya, berita ditulis dengan menggunakan teknik melaporkan (to report), merujuk kepada pola piramida terbalik (inverted pyramid), dan mengacu kepada rumus 5WIH.


Berita televisi, yang amat mengandalkan kekuatan suara dan gambar bergerak, senantiasa merujuk pada teknik, pola dan rumus tersebut dalam program siaran berita mereka. Sedangkan dalam penulisannya, seperti dituturkan Muda(2003:48-58) berita televisi- lebih menyukai formula gampang didengar (easy listening). la mengutip dari Soren H. Munhoff dalam Five Star Approach To News Writing dengan akronim ABSCS, yaitu singkatan dari accuracy (tepat), brevity (singkat), clarity Oelas), simplicity (sederhana), dan sincerity  Oujur).


Begitupula dengan berita radio, teknik melaporkan, pola piramida terbalik, dan rumus 5W1H tetap dijadikan acuan pokok. Hanya dalam penulisannya, berita radio lebih menyukai formula A + B + C = C. Keempat huruf itu merupakan kependekan dari accuracy (keakuratan), balance (keseimbangan), dan clarity (kejelasan). Hasil penjumlahan ketiga unsur itu adalah credibility (kredibilitas). Bahasan selengkapnya tentang pola penulisan berita televisi dan radio ini, disajikan pada bagian lain bab ini.


  • Pola Penulisan Piramida Terbalik

Dalam teknik melaporkan (to report), setiap jurnalis,yakni wartawan atau reporter, tidak diperbolehkan menyertakan pendapat pribadi dalam berita yang ditulis, dibacakan, atauditayangkannya. Berita adalah laporan tentang fakta secaraapa adanya (das Sein), bukan laporan tentang faktabagaimana seharusnya (das Sollen). Berita adalah faktaobjektif. Sebagai fakta objektif, berita harus bebas dari intervensi siapa pun dan dari pihak mana pun termasukdari kalangan jurnalis, editor, dan kaum investor mediamassa itu sendiri.


Untuk menjaga prinsip objektivitas itulah, mengapa setiap jurnalisdituntut untuk senantiasa bersikap jujur (sincerity). Ia tidakboleh manipulasi atau merekayasa fakta dan kebenaran.Ia tidak boleh menambah atau mengurangi fakta yang. Ia harus memegang teguh prinsip, itu sampaikapan pun. Ingatlah selalu, jurnalis adalah seorang reporter.Seorang reporter berarti seorang pelapor. Seorang pelaporberarti harus objektif. Apa pun yang dikatakan atau ditulisnyaharus dapat dipercaya.


Teori jurnalistik mengajarkan, karena fakta dalam bentuk berbagaiperistiwa yang terjadi di dunia begitu banyak, sedangkanwaktu yang dimiliki jurnalis yakni reporter dan editor mediamassa sangat terbatas, maka harus dicari cara paling mudahdan paling sederhana untuk melaporkan atau menuliskan fakta-faktatersebut. Cara itu dinamakan pola piramida terbalik(inverted pyramid). Disebut pola piramida terbalik, karenamemang berbentuk gambar piramida dalam posisi terbalik.


Dengan piramida terbalik, berarti pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, baru kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya. Paragraf pertama merupakan rangkuman fakta terpenting dari seluruh uraian kisah berita (news story). Dengan demikian, apabila paragraf pertama merupakan pesan berita yang sangat penting, maka paragraf berikutnya masuk dalam kategori penting, cukup penting, kurang penting, agak kurang penting, tidak penting, dan sama sekali tidak penting. Rumusnya : semakin ke bawah semakin tidak penting.


Berita disajikan dengan menggunakan pola piramidaterbalik karena berpijak kepada tiga dimensi :

  1. Memudahkan khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsayang sangat sibuk untuk segera menemukan berita yangdianggapnya menarik atau penting yang sedang dicari atauingin diketahuinya.
  2. Memudahkan reporter dan editor memotong bagian-bagianberita yang dianggap kurang atau tidak penting ketikadihadapkan kepada kendala teknis, misalnya berita terlalupanjang sementara kapling atau ruangan yang tersediasangat terbatas.
  3. Memudahkan para jurnalis dalam menyusun pesanberita melalui rumus baku yang sudah sangatdikuasainya sekaligus untuk menghindarikemungkinan adanya fakta atau informasi penting yangterlewat tidak dilaporkan.

  • Berita Ditulis dengan Rumus 5WIH

Berita Ditulis dengan Rumus 5WIH

Berita ditulis dengan menggunakan rumus 5WIH, agarberita itu lengkap, akurat dan sekaligus memenuhi standarteknis jurnalistik. Artinya, berita itu mudah disusun dalampole yang sudah baku, dan mudah serta cepat dipahami isinyaoleh pembaca, pendengar, atau pemirsa. Dalam setiap peristiwayang dilaporkan, harus terdapat enam unsur dasar yakni apawhat), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa(why), dan bagaimana (how).


What berarti peristiwa apa yang akan dilaporkan kepadakhalayak. Who berarti siapa yang menjadi pelaku dalamperistiwa berita itu. When berarti kapan peristiwa itu terjadi:tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit. Where berarti dimanaperistiwa itu terjadi. Why berarti mengapa peristiwa itu sampaiterjadi. How berarti bagaimana jalannya peristiwa ataubagaimana care menanggulangi peristiwa tersebut. Keenamitu dinyatakan dalam kalimat yang ringkas, jelas danmenarik. Dengan demikian khalayak pembaca,pendengar, atau pemirsa tinggal `menyatapnya’ saja. Jikamasih tertarik dan memiliki cukup waktu, is bisa membacaparagraf-paragraf berikutnya dari yang penting sampai ke yang sama sekali tidak penting.


Dalam konteks Indonesia, para praktisijurnalistik kerap menambahkan satu unsur lagi yaitu aman(safety, S), sehingga rumusnya menjadi 5W1H (1S).Maksudnya, berita apa pun yang disiarkan, diyakini tidak akanmenimbulkan dampak negatif bagi media massa bersangkutandan bagi masyarakat serta pemerintah. Berita Surat kabar dantelevisi, misalnya, senantiasa merujuk pada formula 5WIH (IS) itu dengan pertimbangan khalayak pemirsa yangdilayaninya sangat heterogen.


  • Pedoman Penulisan Teras Berita

Dalam anatomi berita sebagaimana terlihat dalam gambar,pada puncak piramida kita menemukan judul (head line),disusul kemudian dengan baris tanggal (date line), teras berita(lead), perangkai (bridge), tubuh (body), dan kaki berita (leg).Menurut teori jurnalistik, judul harus mencerminkan pokok beritasebagaimana tertuang dalam teras berita. Judul yang baik harusdiambil dari teras berita dan tidak boleh dari tubuh apalagi sampaidari kaki berita. Sedangkan teras berita yang baik harusmencerminkan keseluruhan uraian isi berita. Secara sederhana,teras berita adalah paragraf pertama yang memuat fakta atauinformasi terpenting dari keseluruhan uraian berita.


PersatuanWartawan Indonesia (PWI), dalam kegiatan yang digelar di Jakarta15 Oktober 1977, menjelaskannya secara rinci dalam sepuluhpedoman penulisan teras berita :

  1. Teras berita yang menempati alinea atau paragraf pertama harusmencerminkan pokok terpenting berita. Alinea atau paragrafpertama itu terdiri atas lebih satu kalimat, akan tetapisebaiknya jangan melebihi tiga kalimat.
  2. Teras berita, dengan mengingat sifat bahasa Indonesia,jangan mengandung lebih dari antara 300 dan 45 perkataan.Apabila teras berita singkat, misalnya terdiri atas 45 perkataanatau kurang dari itu, maka hal itu lebih baik.
  3. Teras berita harus ditulis dengan baik sehingga: (1) mudahditangkap dan cepat dimengerti, mudah diucapkan di depanradio dan televisi dan mudah diingat, (2) kalimat-kalimatnyasingkat, sederhana susunannya, dengan mengindahkanbahasa baku serta ekonomi bahasa, jadi menjauhkan kata-katamubazir, (3) jelas melaksanakan ketentuan satu gagasandalam satu kalimat, (4) tidak mendomplengkan ataumemuatkan sekaligus unsur 3A dan 3M (apa, siapa,mengapa, bilamana, dimana, bagaimana), (5) dibolehkanmemuat lebih dari satu unsur 3A-3M.
  4. Hal-hal yang tidak begitu mendesak, namun berfungsisebagai penambah atau pelengkap keterangan hendaknyadimuat dalam badan berita.
  5. Teras berita, sesuai dengan naluri manusia yang ingin segeratahu apa yang terjadi, sebaiknya mengutamakan unsur apa. Jadidisukai teras berita yang memulai unsur apa. Unsur apaitu diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkatmungkin yang menyimpulkan atau mengintisarikan kejadianyang diberikan.
  6. Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur siapa, karena iniselalu menarik perhatian manusia. Apalagi kalau siapa itu ialahseorang yang jadi tokoh di bidang kegiatan atau lapangannya.Akan tetapi kalau unsur siapa itu tidak begitu menonjol, maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita.
  7. Teras berita jarang menggunakan unsur bilamana padapermulaannya. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagianyang menonjol dalam suatu kejadian. Unsur waktu hanyadipakai sebagai permulaan teras berita jika memang unsur itubermakna khusus dalam berita.
  8. Urutan unsur dalam teras berita sebaiknya unsur tempatdahulu, kemudian disusul oleh unsur waktu.
  9. Unsur bagaimana dan unsur mengapa diuraikan dalam badanberita, jadi tidak dalam teras berita.
  10. Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataanseseorang (quotation lead) asalkan kutipan itu tidak suatukalimat yang panjang. Dalam alinea berikut hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat serta kesempatan diamembuat pernyataan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Media Massa – Pengertian, Jenis, Karakteristik, Fungsi, Peran, Faktor, Dampak, Contoh


Pentingnya 5 W + 1 H dan Piramida Terbalik

Menulis sebuah berita bukan hanya sekedar mencurahkan isi hati, namun sebuah berita harus bisa dipertanggung jawabkan akan keabsahan dan kebenarannya, informatif, aktual. Tidak seperti kita menulis sebuah karangan yang mendayu-dayu. Kualitas berita juga harus memenuhi syarat dan kriteria umum sebuah berita yang diberikan dalam penulisa, yaitu 5W+1H yang telah menjadi ‘sego jagan’ (diluar kepala), untuk seorang jutnalis. Selain  syarat itu, ada juga syarat yang juga wajib dimengerti seorang jurnalis, yaitu peryaratan bentuk. Dalam jurnaistik syrat bentuk ini sering dikenal dengan ‘piramida terbalik’.


Kenapa kedua hal itu disebut sebagai dasar menulis bagi wartawan, Kedua teknik itu juga bisa, serta memang efektif, dipakai oleh seorang yang non-wartawan, termasuk juga bloger.

5W=1H adalah singkatan dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur inilah yang harus terkandung dalam sebuah artikel biasa atau berita biasa.


Sebuah artikel yang berbentuk berita mempunyai struktur unik : Inti informasi pada elenia awal (disebut ‘lead’ atau ‘teras berita’; umumnya satu sampai dua paragraf), data-data penting menyusul pada alenea-alenea selanjutnya, kemudian penjelaswan tambahan, serta diakhiri dengan informasi lain yang bukan berisfat informasi utama. Itulah yang disebut dengan piramida terbalik.


piramida terbalik merupakan struktur tulisan atau bentuk penyajian sebuah artikel umum dilakukan wartawan. Mengapa harus menggunakan metode piramida terbalik, tentu saja, maksudnya adalah bahwa pembacara dapat segera mengetahui esensi dari berita yang Anda ingin tahu. Terutama di seperti cepat. Dugaan berita online, sebaiknya dalam menyampaikan berita langsung ke judul. Infor mation penting (inti) disajikan pada awal paragraf, informasi lebih lanjut berikut mendukung paragraf berikutnya.


Untuk pembaca sebuah artikel, piramida terbalik membuatnya lebih mudah untuk menangkap esensi dari cerita, karena informasi yang paling penting terkena dampak langsung sejak awal paragraf.


Untuk wartawan dan editor, akan membuat lebih mudah untuk menulis dan mengedit berita, karena mereka lebih terfokus pada subjek mereka menulis berita. Sementara editor akan sangat mudah untuk mengedit atau berita dipotong, hanya menghapus paragraf terakhir yang dianggap kurang penting. Adapun media dengan Inverted Pyramid menulis ini, itu akan menghemat ruang halaman.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Media Massa Dalam Komunikasi Politik


Syarat Judul Berita

Judul adalah identitas berita. Tanpa judul, berita sehebatapes pun tidak ada artinya. Judul berita sangat mendasar dilihatdari dues sisi kepentingan. Pertama, bagi berita itu sendiri.Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonim, tak dikenal,abstrak, sehingga tak akan bicara apes-apes. la tak mampumemberi pesan, padahal salah satu inti komunikasi adalah pesan.Kedua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu dayatarik pertama bagi pembaca untuk membaca suatu berita,atau justru segera melewati dan melupakannya. Judul beritayang baik harus memenuhi tujuh syarat : (1) provokatif, (2)singkatpadat, (3) relevan, (4) fungsional, (5) formal, (6)representatif, dan (7) menggunakan bahasa baku (Sumadiria,2004: 62-69). Dalam buku ini Saya tambahkan satu syaratlagi: spesifik. Dengan demikian semuanya terdapat delapansyarat.


  • Provokatif

Provokati f berarti judul yang kita buatharus mampu membangkitkan minat dan perhatian sehinggakhalayak pembaca tergoda seketika untuk membaca berita yangkita tulis, minimal sampai teras berita dan perangkainya (bridge)atau dua paragraf pertama yang memuat unsur 5W1H (who,what, when, where, why, how). Sifatnya psikologis.Fungsinya sangat strategic dan taktis. Kita mencubit wilayah afeksi, intuisi dan emosi mereka. Dalam bahasa pemasaran,judul adalah Man. Bagi dan dalam dunia industri modern, Manmenjadi penentu sukses-gagalnya pemasaran suatu produk ketengah-tengah masyarakat global. Bagi mereka, tak adaproduk yang baik tanpa Man yang baik.


  • Singkat dan Padat

Singkat dan padat berarti langsung menusuk jantung,tegas, lugas, terfokus, menukik pada pokok intisari berita,tidak bertele-tele (to the point). Bagi pers, judul yangsingkat sangat diperlukan, paling tidak karena dua alasan.Pertama, karena keterbatasan tempat pada halaman-halamanmedia. Kedua, karena waktu dan situasi yang dimilikipembaca sangat terbatas dan bergegas. Secara teknis, judulberita yang baik tidak lebih dari 4-7 kata.


  • Relevan

Relevan artinya berkaitan atau sesuai dengan pokok susunan pecan terpenting yang ingin disampaikan. Tidakmenyimpang dari teras berita. Judul yang baik harus diambildari teras berita (lead). Sedangkan teras berita yang baikharus mencerminkan keseluruhan uraian berita.Bagaimanapun, judul berita sangat berlainan dengan judul yangbiasa kita temukan pada karya-karya fiksi seperti ceritapendek atau novel. Pada cerita pendek, setiap kata yangterdapat dalam bangunan cerita dapat kita jadikan judul. Bebas,semau kita saja.


Pada berita media massa tidak demikian. Tak ada pilihan lain kecuali harus berpijak pada teras berita. Sekali dilanggar, maka media kita divonis tidak berbobot. Kita sebagai wartawan dianggap bukan sebagai jurnalis sekolahan melainkan sebagai jurnalis karbitan yang tidak tahu ruh dan tradisi luhur jurnalistik. Tugas redaktur media massa adalah memulangkan naskah berita seperti itu kepada wartawan yang menulisnya, atau melemparnya ke dalam keranjang sampah. Setiap jurnalis dituntut untuk terampil menulis berita siap saji (pressdaar). Seorang jurnalis profesional tidak akan pernah membiarkan berita yang dibuatnya ditulis ulang (rewrite) oleh pihak desk atau redaktur.


  • Fungsional

Fungsional artinya setiap kata yang terdapat pada judulbersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung padakata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas.Sekalipun demikian, ketika digabung, kata-kata yang mandiri itu melahirkan satu kesatuan pengertian dan makna yang utuh.Tidak saling menolak atau saling menegaskan. Contoh :Kegiatan Kampanye Pemilu Capres Putaran yang Keduadi Madura Sepi. Dalam judul tersebut, terdapat dua kata yang tidakfungsional dan karena itu harus dibuang, yakni katakegiatan dan kata yang. Alasannya adalah : kampanyemengandung arti kegiatan. Menurut bahasa jurnalistik, katakegiatan karena itu termasuk kata mubazir. Sedangkan katayang sama sekali tidak diperlukan. Setelah diedit, judul beritaitu menjadi Kampanye Capres Putaran Kedua di MaduraSepi.


  • Formal

Berbeda dengan judul artikel yang sifatnya informal,maka judul berita harus dan wajib bersifat formal. Filosofinya :berita ditulis dengan teknik melaporkan. Formal berarti resmi,langsung menukik pada pokok masalah, sekaligus menghindaribasa-basi dan eufimisme yang tidak perlu. Formal jugs berartijudul yang kits bust tidak mendayu-dayu, tidak meliuk-liuk,tidak ragu-ragu, tidak lunak atau apalagi mendua (ambigu).Sekali lagi, berita adalah laporan tentang fakta spa adanya (dasSein), dan bukan tentang fakta bagaimana seharusnya (dasSollen).Dalam judul berita, tidak boleh muncul kesan seolah-olahpihak media yaitu redaktur atau jurrialis, menghadirkanfakta atau peristiwa sebagai sesuatu yang feminis, sesuatuyang lemah-lembut, atau sesuatu yang lebih banyak bicaratentang perasaan. Jadi, bicaralah dalam bahasa judul berita yangtegas dan ringkas. Ketegasan hanya mungkin dicapai apabilakita sebagai jurnalis tahu persis : berita yang kita buat itumemang benar-benar faktual, aktual, dan akurat.Contoh judul berita yang sifatnya formalPresiden Tolak Permohonan Grasi Terpidana MatiContoh judul berita yang sifatnya informal :Presiden Ragu, Tolak atau Terima Grasi Terpidana Mati.


  • Representatif

Representatif berarti judul berita yang sudah kitatetapkan memang mewakili dan mencerminkan teras beritaMerujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judul berita harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independentvariable) dan variabel terikat (dependent variable). SebagaiContoh, teras berita tentang kesiapan Presiden Susilo BambangYudhoyono memberantas praktik korupsi di tubuhKPK, tidak masuk dalam kategori representatifbila judul yang dipilih berbunyi(1) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau (2) DPR-RI, atau (4) Korupsi di DPR-RI. Tetapi judul yangmemenuhi kategori representatif adalah : (1) PresidenYudhoyono Bertekad Berantas Korupsi di DPR-RI,(2) Presiden Bertekad Berantas Korupsi di DPR-RI, atau (3) Presiden Berantas Korupsi di DPR-RI.


  • Merujuk pada Bahasa Baku

Judul adalah identitas terpenting sebuah berita. Sebagaiidentitas, tentu posisi dan reputasi media yang memuat,menyiarkan, atau yang menayangkannya dipertaruhkan.Bahkan karakter dan profesionalitas media sedikit-banyaktercermin pada judul-judul berita yang ditulisnya.Media massa yang kapabel dan kredibel tidak mungkinmembuat judul berita yang bertolak belakang dengan kapasitasdan reputasinya. Ia ingin dipandang intelektual, dinilaiproporsional dan profesional, serta dihargai dan dihormatisebagai media massa yang mengemban fungsi edukasional(mendidik). Ia tidak mau dituding merusak bahasa hanyakarena menulis judul berita dengan kata-kata dan istilah yangtidak baku. la menyadari, pers mengemban fungsi pendidikmasyarakat dan bangsa. la berarti media massa dituntut untuksenantiasa memberi contoh yang baik. Fungsi itu semestinyajuga tercermin pada judul-judul berita dan artikel yangdisajikannya.


  • Spesifik

Spesifik berarti judul berita tidak saja harus mewakilidan mencerminkan teras berita, tetapi sekaligus juga harusmengandung kata-kata khusus. Spesifik berarti pula judul beritajangan menggunakan kata-kata umum. Menurut para pakarbahasa, kata-kata umum ialah kata-kata yang luas ruanglingkupnya. Kata-kata khusus ialah kata-kata yang sempit ruanglingkupnya. Makin umum, makin kabur gambarannya dalamangan-angan. Sebaliknya, makin khusus, makin jelas dan tepat(Soedjito, 1988: 5-6).


Jadi, hindari kata bermakna umum dalam judul-judulberita. Sebagai contoh, buah-buahan termasuk katabermakna umum. Sekian puluh nama atau jenis buah bisatermasuk di dalamnya seperti apel, mangga, pear, durian,pisang, salak, rambutan, alpukat, melon, pepaya, jambu, anggur.Tetapi apabila kita hanya menyebut satu nama, misalnyaalpukat, maka alpukat termasuk kata bermakna khusus. Sebagaicontoh, dalam teras berita ditegaskan ternyata hanya hargamangga yang jatuh di Bandung, maka kita tidak boleh membuatjudul berita: harga buah-buahan di Bandung merosot drastis.Judul berita seperti itu, jelas mengaburkan fakta Serta sekaligusbisa dituduh mengelabui masyarakat. Faktanya: jenis buah yanglain seperti apel, durian, anggur, tetap normal dan bahkancenderung bergerak naik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Perbedaan Fakta dan Opini beserta Contoh


Fungsi Teras Berita

Dalam pemahaman secara teknis jurnalistik, terasberita adalah paragraf pertama yang memuat fakta atauinformasi terpenting dari keseluruhan uraian berita. Terasberita memiliki empat fungsi:

  • Atraktif
    Artinya teras berita yang kita tulis harus mampuuntuk membangkitkan perhatian dan minat khalayak pembacaterhadap topik persoalan atau pokok peristiwa yang dilaporkan. Dengan teras berita yang atraktif, khalayak pembaca yang sedangmengantuk sekalipun, diharapkan akan segera terjaga danmembuka mata lebar-lebar. Mereka tidak ingin kehilangankesempatan untuk memperoleh informasi, peristiwa, atautemuan terbaru dari berita yang kita tulis dan kita sajikan dalammedia massa.


    Fungsi pertama teras berita lebih banyak menyentuh wilayah psikologis pembaca. Mereka diusik, dicubit, ataudibangunkan terlebih dahulu ingatan dan perhatiannya untuktidak melewatkan deretan berita yang sudah dihidangkan.seperti dikemukakan para-pakar komunikasi, proseskomunikasi efektif akan didahului dengan tiga tahapan yakniperhatian, pengertian, dan penerimaan. Mereka tak mungkinmengerti apalagi menerima pesan yang disampaikan, apabilasecara kejiwaan, mereka tak memiliki perhatian atau tak tertarikdengan apa yang akan atau sedang dibicarakan.


  • Introduktif
    Teras berita yang kita tulis harus dapat mengantarkanpokok persoalan yang dikupas dengan tegas dan jelas sehinggapembaca dapat mengenali dan merumuskannya dengan mudah.Dengan kata lain, teras berita yang baik harus mampu menjawabpertanyaan siapa melakukan apa, kapan, di mana, mengapa, danmengapa (who, what, when, where, why, how). Ini berarti terasberita harus memuat kalimat topik yakni pernyataan tentang isipokok berita yang sudah dibatasi ruang lingkupnya secaraspesifik sesuai dengan rumus 5 W 1 H (I S) dan ditulis denganmenggunakan pola piramida terbalik (inverted pyramid).


  • Korektif
    Kalimat dan paragraf pertama yang kita tulis dalam terasberita, harus dapat membuka jalan bagi kemunculan kalimat danparagraf kedua dan seterusnya. Teras berita sebagai bagianpembukaan bertugas sebagai penghubung dengan dua bagian yanglain, yakni bagian perangkai (bridge) dan bagian tubuh (body).Tanga keterikatan hubungan yang kuat, maka tiap kalimat atauparagraf hanya akan melahirkan pengertian masing-masingyang berdiri sendiri. Tidak padu.

  • Kredibilitas
    Fungsi teras berita tidak hanya menyangkut masalah teknisseperti atraktif, introduktif, dan korelatif. Ada juga fungsi lain yangmenyangkut masalah akademis. Fungsi yang bersinggungandengan kategori dan bobot akademis pada teras berita disebutfungsi penumbuhan kredibilitas jurnalis sekaligus kredibilitasmedia. Maksudnya, kredibilitas seorang jurnalis yakni reporteratau wartawan, akan tampak pada teras berita yangditulisnya. Teras berita akan menunjukkan kepadapembaca mengenai tingkat pengetahuan, keahlian, danbidang pengalaman yang dimiliki seorang jurnalissebagai penulisnya. Juga kualitas dan kredibilitas mediayang memuat, menyiarkan atau menayangkannya.


Keempat fungsi ini sengaja kita tegaskan, agar setiap jurnalisyakni reporter dan editor, senantiasa memperhatikan danmengindahkannya. Ini penting untuk menghindarikemungkinan munculnya berita-berita sampah. Berita yang takmemiliki nilai jual, tak berharga, dan bahkan lebih tepat disebutlimbah.