62 Contoh Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

Diposting pada

Bagi anda yang suka membaca prosa baik cerpen, novel, maupun naskah drama tentu sering melihat sebuah kalimat yang menunjukkan ucapan seseorang secara langsung, biasanya kalimat tersebut ada di dalam tanda petik. Itulah kalimat langsung, dan ciri-cirinya memang harus ada tanda petiknya apabila kalimat lansung tersebut dalam bentuk kalimat tertulis. berikut penjelasannya dibawah ini :

Pengertian-dan-Contoh-Kalimat-Langsung-dan-Kalimat-Tidak-Langsung

Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya.

Ciri-ciri kalimat langsung

  • Pada kalimat langsung, kalimat pentikan di tandai dengan tanda petik.
  • Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital.
  • Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan baca (,) koma.
  • Kalimat lanmgsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
  • Pola susunan:

Pengiring, “kutipan”

“kutipan,” pengiring

“kutipan,” pengiring, “kutipan”

  • Cara membaca pada kalimat kutipan intonasinya sedikit ditekan.

Cara penulisan kalimat langsung 

  1. Susunan kutipan-pengiring

  • Bila kutipan ada di awal kalimat, masukkan tanda petik pembuka dan tulis kutipannya diawali dengan huruf besar.
  • Tambahkan tanda titik, tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan.
  • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan.
  • Ikuti dengan spasi.
  • Masukkan pengiring tanpa diselipkan tanda koma dan huruf besar.
  • Akhiri pengiring dengan tanda titik.

 

Contoh : “Apa yang harus ku lakukan?” gumam Ratu Gading Mas.

  1. Susunan pengiring-kutipan

  • Bila kutipan ada di akhir kalimat, tuliskan pengiringnya dulu seperti menulis kalimat biasa.
  • Selipkan tanda koma sebelum menambahkan kutipan.
  • Selipkan spasi.
  • Masukkan tanda petik pembuka dan awali kutipan dengan huruf besar.
  • Tambahkan tanda titik, tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan.
  • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan.

Contoh : Lalu Ratu berkata kepada pengawalnya, “Suruh kedua wanita itu menghadapku!”

  1. Susunan kutipan, pengiring dan kutipan lagi.

  • Ulang cara menulis kalimat langsung yang susunannya pengiring-kutipan, tetapi jangan taruh tanda titik di belakang pengiring.
  • Taruh tanda koma di belakang pengiring.
  • Selipkan spasi
  • Masukkan tanda petik pembuka dan tetapi jangan awali kutipan dengan huruf besar.
  • Tambahkan tanda titik, tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan.
  • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan.

Contoh : “Tunggu!” teriak penasehat ratu,  “lebih baik kita selidiki dulu masalahnya.”

Contoh Kalimat Langsung

  • Ibu menyuruh, “Belikan ibu garam di warung!”

  • “Jangan bergerak!” gertak polisi kepada pencuri.

  • “Siapakah yang belum membersihkan ruang kelas kelas ini?” Tanya bu guru sebelum memulai pelajaran.

  • “Kak, kau dipanggil ayah” kata ibu, “kamu disuruh makan olehnya.”

  • Budi berkata: “Aku ingin pergi Jepang suatu saat nanti.”

  • “Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan memberikannya.”

  • Budi mengatakan, “Sepatu yang kupakai sepatu mahal,” padahal kata Andre, “Sepatu Budi murah”.

  • Robi berkata, “Panas sekali cuaca hari ini”.

  • “Tolong ambilkan obat!” kata Ibu kepada Rani.

  • “Kamu harus isitirahat yang cukup dan jangan dulu keluar rumah selama beberapa hari,”kata dokter kepadaku.

  • Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”

  • Desmon berkata,” Ani nanti pulangnya saya antar!”

  • ” Kapan bukuku kamu kembalikan?“ tanya Samid.

  • ” Belikan saya mobil baru!“ pinta Tria.

  • ” Saya akan datang nanti malam,“ kata Hamid.

  • Dani berkata,” Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!”

  • Paman berkata,” Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.”

  • Ketua kelas berkata,” Terima kasih atas sambutan kalian kepada kami pada acara kunjungan kami.”

  • Kata Webby,” Saya nanti sore akan ke rumahmu.”

  • ” Anggel nanti pulangnya saya antar!”

  • “Tolong ambilkan obat!”, kata Ibu kepada Rani.

  •  “Kamu harus isitirahat yang cukup dan jangan

  • dulu keluar rumah selama beberapa hari,”kata dokter kepadaku”.

  • Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”

  • Ibu menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Ayah!” (pengiring/kutipan).

  • “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap. (kutipan/pengiring).

  • “Siapakah biang keladi bom Bali itu?” tanya wartawan kepada Kadispen Polri. (kutipan/pengiring).

  • “Kak, kau dipanggil Bapak” kata Lilis, “ disuruh makan.” (kutipan/pengiring/kutipan).

Pengertian Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

Ciri-ciri kalimat tidak langsung :

  • Tidak ada tanda petik.
  • Ada penambahan kata ganti orang yang sedang berbicara.
  • Ada kata tugas : bahwa, agar, supaya, sebab, untuk, tentang, dan lain-lain.
  • Intonasi membacanya datar.
  • Terdapat perubahan kata ganti orang, yaitu:

Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3.

“Saya”, “aku” menjadi “Dia” atau “Ia”.

  • Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1.

“kamu” “Dia” menjadi “Saya” atau nama orang.

  • Kata ganti oaring ke-2 dan ke-1 jamak berubah menjadi:
    • “kami”, “kita” dan “mereka”
    • “kalian” “kami” menjadi “mereka” “kami”

Contoh:

  • Ibu berkata, “Dia adalah gadis yang baik.”

Menjadi: Ibu berkata bahwa Ani adalah gadis yang baik.

  • Pak guru berkata, “Kalian harus menjadi anak yang rajin.”

Menjadi: pak guru berkata bahwa kami harus menjadi anak yang rajin

  • Biasanya ditambahkan konjungsi “bahwa”.

Contoh Kalimat Tidak Langsung

  • Robi mengatakan bahwa cuaca hari ini sangat panas.

  • Ibu mengatakan kepada Rani untuk mengambilkan obat.

  • Dokter berkata kepadaku bahwa aku harus istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah selama beberapa hari.

  • Bu Guru menayakan kepada kami adakah diantara kami yang bercita-cita menjadi astronot.

  • Ratu Gading Mas tidak tahu apa yang harus dia

  • Ia menyuruh pengawalnya untuk membawa kedua wanita itu masuk.

  • Penasehat ratu menyuruh pengawal itu untuk menunggu dan menyarankan agar mereka menanyakan dulu sebabnya.

  • Bu guru bertanya kepada kami apakah kami sudah mengerti apa yang telah diajarkannya.

  • Desta mengatakan bahwa dia berjanji akan mengantarkan Anisa pulang ke rumah.

  • Hamid menanyakan tentang kapan ayahnya pulang kepada ibunya.

  • Irwan meminta kepada ibunya agar dia dibelikan sepeda motor baru.

  • Mario berkata bahwa dia akan pulang terlambat.

  • Deni mengatakan bahwa saya harus membantunya menyelesaikan tugas.

  • Bu Guru bertanya kepada kami apakah kami sudah mengerti apa yang telah diajarkannya.

  • Desta mengatakan bahwa dia berjanji akan mengantarkan Anisa pulang ke rumah.

  • Hamid menanyakan tentang kapan ayahnya pulang kepada ibunya.

  • Irwan meminta kepada Ibunya agar dia dibelikan motor baru.

  • Hamid berkata bahwa dia akan pulang terlambat.

  • Deni mengatakan bahwa saya harus membatunya menyelesaikan tugas.

  • Robi mengatakan bahwa cuaca hari ini panas sekali.

  • Ibu mengatakan kepada Rani untuk mengambilkan obat.

  • Dokter berkata kepadaku bahwa aku harus istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah selama beberapa hari.

  • Bu Guru menanyakan kepada kami adakah diantara kami yang bercita-cita menjadi astronot. 5. Desmon mengatakan bahwa dia nanti akan mengantarkan Ani kalau pulang.

  • Hamid menanyakan tentang kapan bukunya saya kembalikan.

  • Tria meminta agar dia dibelikan mobil baru.

  • Hamid berkata bahwa dia akan datang nanti malam.

  • Dani mengatakan supaya saya membatu dia menyelesaikan tugas.

  • Paman mengatakan bahwa kita harus pulang secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.

  • Ketua kelas mengatakan terima kasih atas sambutan kami kepada mereka pada acara kunjungan mereka.

  • Webby mengatakan bahwa dia akan datang ke rumahku nanti sore.

  • Ibu menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantor ayah.

  • Polisi menggertak tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu per satu.

  • Wartawan bertanya kepada Kadispen Polri tentang siapa-siapa yang menjadi biang keladi bom Bali itu.

  • Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ayah untuk makan

 

Perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung

Pembeda Kalimat langsungKalimat tidak langsung
Pengguanaan tanda bacaa.     kalimat pentikan di tandai dengan tanda petik

b.    Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan baca (,) koma

c.     Kalimat lanmgsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung

a.    Tidak mengguanakan tanda petik
Intonasi Cara membaca pada kalimat kutipan intonasinya sedikit ditekanIntonasi membacanya datar
Hal lain1.      Pola susunan:

Pengiring, “kutipan”

“kutipan,” pengiring

“kutipan,” pengiring, “kutipan”

2.      Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital

 

Terdapat perubahan kata ganti orang, yaitu:

·      Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3.

–  “Saya”, “aku” menjadi “Dia” atau “Ia”.

·      Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1.

–   “kamu” “Dia” menjadi “Saya” atau nama orang.

·      Kata ganti oaring ke-2 dan ke-1 jamak berubah menjadi:

–  “kami”, “kita” dan “mereka”

–  “kalian” “kami” menjadi “mereka” “kami”

itulah pembahasan lengkapnya, semoga bermanfaat sahabat Guru Pendidikan 🙂

Baca Juga :