“Kalimat Majemuk Setara” Pengertian & ( Jenis – Contoh )

Diposting pada

Kalimat-Majemuk-Setara

Pengertian Kalimat majemuk

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai kalimat mejemuk setara yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, jenis dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini. Kalimat mejemuk ialah kalinat yang memiliki 2 klausa atau lebih yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan konektor atau kata-kata penghubung seperti Dan, Atau, Tetapi, Sehingga dan lain-lain. Ada beberapa jenis kalimat mejemuk diantaranya ialah kalimat mejemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk ratapan, dan kalimat majemuk berganda.


Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:

  1. Kalimat Majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Rapatan
  3. Kalimat Majemuk Bertingkat
  4. Kalimat Majemuk Campuran

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Manfaat Kalimat Abstrak Lengkap


Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara terdiri dari dua kalimat dasar yang masing-masing dapat berdiri sendiri. Kedua kalimat dasar tersebut tidak bergantung pada kalimat yang lain, baik secara struktur maupun makna kalimat itu. “Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat sekurang-kurangnya dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat tunggal disebut kalimat majemuk setara (koordinatif).

Kalimat majemuk setara yaitu pengabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:

Konjungsi

Jenis

penggabungan

dan

penguatan/Penegasan

bahkan

pemilihan

atau

berlawanan

(sedangkan)

urutan waktu

kemudian, lalu, lantas


Contoh:

  1. Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
  2. Norif berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
  • Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)
  • Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 62 Contoh Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung


Ciri-ciri Kalimat Majemuk Setara

Kalimat Majemuk Setara adalah merupakan jenis kalimat majemuk koordinasi penggabungannya mempunyai kedudukan yang sama.


1. Kalimat majemuk setara sejalan

Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang bersamaan situasinya.
Contoh:

  • Umkar pergi ke pasar, Ririn pergi ke sawah sedangkan Sirob pergi ke sekolah.
  • Aku sedang membaca buku dan Adikku sedang mengerjakan PRnya di ruang tamu.
  • Aku sedang tertidur ketika pamanku datang dari desa.
  • Aku sudah merapikan tempat tidurku sebelun dia bangun dari tidurnya.

2. Kalimat majemuk setara berlawanan

Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang isinya menyatakan situasi yang berlawanan.
Contoh:

  • Danis anak yang rajin, tetapi adiknya pemalas.
  • Budi merupakan anak yang rajin tetapi Budi sangat suka bangun kesiangan.
  • Santi terkenal akan kejujurannya tetapi kakaknya terkenal ketidak jujurannya.
  • Surya bukanlah keturunan dari keluarga bangsawan namun teman dekatnya lah yang berasal dari keluarga bangsawan.

3. Kalimat majemuk setara yang menyatakan sebab akibat

kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang isi bagian satu menyatakan sebab akibat dari bagian yang lain
Contoh :

  • Ajiz mendapatkan rangking 1, karena dia anak yang rajin
  • Ari sangat rajin belajar sehingga dia mendapatkan peringkat pertama di kelas.
  • Yanto suka begadang setiap malam akibatnya dia sering terlambat pergi ke sekolah.
  • Dia menangis sejadi-jadinya karena ayahnya pergi meninggalkannya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Kalimat : Pengertian, Contoh, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis


Jenis Kalimat Majemuk Setara

Berdasarkan konjungsi yang digunakan, kalimat majemuk setara dikelompokkan menjadi empat macam.

1.Kalimat Majemuk Penjumlahan

Kalimat majemuk penjumlahan adalah kalimat majemuk setara yang menyatakan hubungan penjumlahan.Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi dan, serta, dan lagi pula.

Kalimat yang memiliki konjungsi tersebut menyatakan hubungan penjumlahan dari beberapa kalimat dasar.
Contoh: Ibu membersihkan meja dan adik menyapu lantai.


2. Kalimat Majemuk Pemilihan

Kalimat majemuk pemilihan ini ditandai dengan konjungsi atau.Jika kaliamt majemuk terdiri lebih dari dua kalimat dasar, konjungsiatau ditempatkan pada posisi sebelum kalimat dasar yang terakhir.

Kalimat dasar yang pertama dipisahkan dengan tanda baca koma dari kalimat dasar yang lain.
Contoh:

  • a. Eri boleh mengikuti ujian tulis atau ujian lisan.
  • b. Eri dapat megikuti lomba pembuatan animasi, pemasangan iklan melalui internet, atau pembuatan desain website.

3. Kalimat Majemuk Urutan

Kalimat majemuk urutan ini ditandai oleh konjungsi lalu, lantas, terus, dan kemudian. Kalimat majemuk yang menggunakan konjungsi tersebut menyatakan hubungan urutan peristiwa.

Jika kalimat majemuk jenis ini terdiri dari tiga kalimat dasar, dapat menggunakan konjungsi secara serentak atau menggunakan tanda koma dan konjungsi sebagai pemisah antarkalimat dasar.
Contoh:

  1. Seorang pencuri menyelinap di balik pepohonan, lalu dia mengawasi keadaan di sekelilingnya, lantas ia melihat seorang anak kecil bermain di halaman rumah, kemudian ia berlari mendatangi anak kecil itu.
  2. Anak kecil itu merasa terancam, dia menoleh ke rumah, dia berteriak memanggil ibunya, kemudian ia berlari menuju rumah.

4. Kalimat Majemuk Perlawanan

Kalimat majemuk perlawanan ditandai oleh konjungsi tetapi, melainkan, dan sedangkan. Konjungsi tersebut menyatakan hubungan perlawanan.

Namun, masih perlu menggunakan tanda koma di antara kalimat dasar yang satu dan kalimat dasar yang lain.
Contoh: Ana membeli baju biru, sedangkan Andi membeli baju merah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kalimat Ambigu” Pengertian & ( Jenis – Contoh – Faktor )


Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat

Kalimat majemuk bertingkat mengandung satu kalimat dasar yang merupakan inti (utama) dan satu atau beberapa kalimat dasar yang berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat itu.Konjungsi yang digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat adalah ketika, karena, supaya, meskipun, jika, dan sehingga.


Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam, yakni:

Konjungsi

Jenis

syaratjika, kalau, manakala, andaikata, asal(kan)
tujuanagar, supaya, biar
perlawanan (konsesif)walaupun, kendati(pun), biarpun
penyebabansebab, karena, oleh karena
pengakibatanmaka, sehingga
caradengan, tanpa
alatdengan, tanpa
perbandinganseperti, bagaikan, alih-alih
penjelasanbahwa
kenyataanpadahal

Contoh:

  • Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)
  • Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
  • Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
  • Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)

  • Induk Kalimat dan Anak Kalimat

Perbedaan induk kalimat dan anak kalimat dapat dilihat berdasarkan tiga kategori.

  1. Kemandirian sebagai Kalimat Tunggal
    Induk kalimat mempunyai ciri dapat berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri, sedangkan anak kalimat tidak dapat berdiri sebagai kalimat tanpa induk kalimat.Hal ini tampak pada contoh berikut.
    a) Hujan turun selama tiga hari tiada henti-hentinya.
    b) *Sehingga banjir melanda sawah dan ladang petani desa itu.
    Kalimat a) dapat berdiri sendiri, sedangkan kalimat b) tidak.

  2. Konjungsi
    Konjungsi digunakan untuk menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Dengan kata lain, anak kalimat ditandai oleh adanya konjungsi, sedangkan induk kalimat tidak didahului konjungsi.
    Saya membaca buku ketika dia datang.
    Jika konjungsi dipindahkan di awal kalimat itu, akan terjadi perubahan baik struktur maupun informasi.
    Ketika saya membaca buku, dia datang. Setelah dipindahkan ke bagian awal, unsur pertama kalimat tersebut merupakan anak kalimat dan unsur kedua merupakan induk kalimat.


  3. Urutan
    Anak kalimat yang berfungsi sebagai keterangan mempunyai kebebasan tempat, kecuali anak kalimat akibat, didahului katasehingga. Jika anak kalimat di depan induk kalimat, anak kalimat itu harus dipisahkan dengan tanda koma dari induk kalimatnya. Anak kalimat yang menempati posisi di belakang induk kalimat dapat ditempatkan di depan kalimat tanpa perubahan informasi yang pokok.
    Dia mengajukan permintaan kredit investasi kecil karena ingin meningkatkan perusahaan. Kalimat tersebut dapat diubah menjadi berikut. Karena ingin meningkatkan perusahaannya, dia mengajukan permintaan kredit investasi kecil.


  • Jenis Anak Kalimat

Berdasarkan perannya, anak kalimat dapat dibedakan atas beberapa jenis.

  • 1) Anak Kalimat Keterangan Waktu
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan waktu seperti ketika, waktu, kala, tatkala, saat, sebelum, sesudah,dan setelah.
    Contoh: Seorang pengunjung, ketika melihat seorang anak kesakitan, sempat terisak.

  • 2) Anak Kalimat Keterangan Sebab
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan sebab, antara lain, sebab, karena, dan lantaran. Konjungsi ini mengawali bagian anak kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat.
    Contoh: Karena jatuh dari sepeda, Andi tidak masuk kuliah.


  • 3) Anak Kalimat Keterangan Akibat
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan pertalian akibat.Konjungsi yang digunakan adalah hingga, sehingga, maka, akibatnya, dan akhirnya. Anak kalimat keterangan akibat hanya menempati posisi akhir, terletak di belakang induk kalimat.
    Contoh: Hujan turun berhari-hari sehingga banjir besar melanda kota itu.


  • 4) Anak Kalimat Keterangan Syarat
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan syarat.Konjungsi itu, antara lain, jika, kalau, apabila, andaikata, dan andaikan.
    Contoh: Jika ingin berhasil dengan baik, Andi harus belajar dengan tekun.


  • 5) Anak Kalimat Keterangan Tujuan
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan tujuan.Konjungsi yang digunakan adalah supaya, agar, untuk, guna, dan demi.
    Contoh: Ana belajar dengan tekun agar lulus ujian akhir semester.


  • 6) Anak Kalimat Keterangan Cara
    Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan cara. Konjungsi tersebut adalah dengan dan dalam.
    Contoh: Pemerintah berupaya meningkatkan ekspor nonmigas dalam mengatasi pemasaran minyak yang terus menurun.


  • 7) Anak Kalimat Keterangan Pewatas
    Anak kalimat ini menyertai nomina, baik nomina itu berfungsi sebagai subjek, predikat, maupun objek.Konjungsi yang digunakan adalah yang atau kata penunjuk itu. Anak kalimat ini berfungsi sebagai pewatas nomina.
    Contoh: Anak yang berbaju hijau mempunyai dua ekor kucing.


  • 8) Anak Kalimat Pengganti Nomina
    Anak kalimat ini ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi subjek atau objek dalam kalimat transitif.
    Contoh: Ana mengatakan bahwa jeruk itu asam.