Pengertian Reporter – Tujuan, Tahapan, Syarat, Tugas, Proses, Menulis Berita

Diposting pada

Pengertian Reporter – Tujuan, Tahapan, Syarat, Tugas, Proses, Menulis Berita : Repoter ialah salah satu jenis jabatan kewartawanan yang bertugas melakukan peliputan berita “news gathering” dilapangan dan melaporkannya ke pada publik.


Pengertian Reporter

Repoter ialah salah satu jenis jabatan kewartawanan yang bertugas melakukan peliputan berita “news gathering” dilapangan dan melaporkannya ke pada publik, baik dalam bentuk tulisan untuk media cetak atau dalam situs berita di internet,


atau pun secara lisan bila laporannya disampaikan melalui media elektronik radio atau televisi. Hasil kerja repoter, baik merupakan naskah tulisan ataupun lisan, umumnya harus melalui penyutingan redaktur atau produser berita sebelum bisa disiarkan kepada publik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Surat Kabar Atau Koran Menurut Buku Beserta Contoh Dan Macamnya


Tujuan Dan Fungsi Reporter

Adapun tujuan dan fungsi reporter yang diantaranya yaitu:

  • Mengungkap latar belakang berita “background information”.
  • Menjelaskan keterkaitan berita satu dengan berita lainnya.
  • Menggali persoalan dibalik peristiwa dan berita.
  • Membuka cakrawala pemahaman yang lebih luas dari pembaca/khalayak.
  • Lebih mengungkap aspek why dan who.

Tahapan – tahapan Reportase

  1. Reportase dasar adalah peliputan berita tahap dasar atau awal. Berita yang dihasilkan dari reportase dasar ini adalah straight news atau berita lugas. ciri berita jenis ini adalah singkat/pendek (2-6 alinea), padat, langsung kepada inti masalahnya, unsure 5W+1H.

  2. Reportase madya adalah reportase yang lebih luas daripada sekadar berita lugas. reportase media menghasilkan berita-kisah (news feature).

  3. Reportase lanjutan/mendalam, reportase lanjutan menghasilkan berita analisis (news analysis). Contohnya depth reporting/investigative reporting.

Syarat Utama Seorang Reporter

Adapun syarat utama seorang reporter yang diantaranya yaitu:

  • Vitalis.
  • Menguasai ilmu komunikasi.
  • Menaati berbagai regulasi jurnalistik.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Pengertian Berita Menurut Para Ahli Terlengkap


Hal Yang Perlu Diperhatikan Reporter Saat Meliput

Dalam meliput peristiwa, penting diperhatikan:

  1. Kode Etik Jurnalistik atau Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI)
  2. Fairness Doctrine (Doktrin kejujuran) yang mengajarkan, mendapatkan berita yang benar lebih penting daripada menjadi wartwan pertama yang menyiarkan atau menuliskannya.

  3. Cover both side / news balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita, dengan meliput semua atau kedua belah pihak yang terlibat dalam sebuah peristiwa.
  4. Cek dan ricek, yakni meneliti kebenaran sebuah fakta atau data beberapa kali sebelum menuliskannya.

Tugas Repoter

Melihat tugas repoter yang begitu mulia yakni salah satunya mencari informasi untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Dalam hal ini tugas seorang repoter ialah sangat penting. Hal ini mengapa demikain??? Karena seorang reporter ialah orang sangat dibutuhkan ketika kita akan memberitakan suatu informasi kepada khalayak. Ialah seorang yang mencari berita, tap reporter bagaimana berita itu dapat diketahui kebenarannya.


Dari informasi yang diperoleh para reporter, lalu diolah menjadi sebuah produk berita yang layak dikonsumsi khalayak. Sumber dari segala berita berasal dari masyarakat yang kemudian dikumpulkan, dihimpun dan dirangkum menjadi satu oleh reporter yang kemudian disebarluaskan kembail ke masyarakat. Tanpa disadari reporter ialah penghubung antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain, dengan memberikan berbagai informasi yang bermanfaat.


Proses Pembuatan Berita

Berikut Ini Merupakan Tahapan Proses Pembuatan Berita.


1. Mencari informasi awal tentang kejadian yang bernilai berita

Informasi awal dapat diperoleh dari berbagai sumber. Media massa (koran harian, internet, radio, televisi) adalah salah satu sumber informasi yang terus mengalir tak pernah henti. Bisa pula dari berbagai sumber personal, seperti pimpinan lembaga, atau kolega (kenalan) yang bekerja untuk suatu perusahaan dan memiliki cukup informasi tentang perusahaan/ lembaga tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 8 Jenis, Bentuk Dan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contohnya


Contoh kejadian:

rapat anggaran DPRD, wisuda perguruan tinggi swasta, peresmian cabang baru bank syari’ah, lomba ilmiah remaja, seminar kebebasan pers/ berekspresi, peringatan hari bumi, pelatihan PR khusus BUMN.


2. Memastikan kejadian/ peristiwa yang akan diliput/ dicari informasinya

Melakukan konfirmasi berarti mengecek kepastian; baik kepastian jadi-tidaknya acara, kepastian partisipan/ peserta, penyelenggara, pihak/ pejabat yang akan membuka acara, rangkaian berserta waktu/ lamanya acara, aturan atau tata tertib peliputan (jika ada). Dengan demikian, reporter dapat mempersiapkan segala sesuatu; baik fisik, mental, peralatan, maupun tim peliput.


3. Mendokumentasikan seluruh informasi yang didapatkan

Informasi yang didapatkan setelah peliputan perlu dikumpulkan, disatukan, ‘ditabung’ sehingga siap untuk diolah lebih lanjut menjadi berita. Informasi dapat berupa: keterangan tentang 5W+1H, foto-foto dokumentasi, press release, profil lembaga, pidato, pernyataan tertulis, komentar (wawancara) dua-tiga narasumber, dan kesaksian saksi mata.


Menulis Berita

Berikut Ini Tahapan Menulis Berita

1. Menetapkan sudut pandang (angle) pemberitaan sesuai (jenis) beritanya

Reporter menetapkan jenis berita yang akan dibuat (straight, soft, feature, analysis), kemudian menetapkan sudut pandang (angle) yang menarik-dan menguntungkan. Ukuran menarik-menguntungkan ini tentu saja dengan (perlu) mengingat sebagian besar khalayak yang akan menikmati berita kita.


Angle pada dasarnya adalah penonjolan informasi, sekaligus pintu masuk (entry point) ke dalam berita. Rapat Anggaran DPRD dapat mengambil angle: alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, ‘Harga’ Draft RUU Keistimewaan Yogya 500 juta Realistis/Tidak?, Kenaikan Gaji DPRD melebihi gaji PNS.


2. Menulis seluruh (isi) berita

Dengan angle yang ditetapkan kemudian modal dasar dalam menulis berita adalah seluruh rangkaian informasi yang telah didapatkan, yaitu 5W+1H. Karena anglenya adalah anggaran pendidikan 20%, maka yang didulukan adalah fakta yang terungkap dalam rapat tentang anggaran tersebut, beserta seluruh argumentasi yang menyertainya. Begitu pula beberapa komentar pelaku (peserta rapat) maupun pakar/ pengamat pendidikan yang sengaja dihubungi untuk dimintai pendapatnya.


3. Mengedit berita, isi maupun bahasa

Jika berita telah jadi, sentuhan terakhir adalah editing, baik isi maupun bahasanya. Editing isi berarti melihat-mengoreksi adakah isi yang kurang, tidak relevan, kurang sesuai, belum menonjol, dan kurang menyeluruh. Dari bahasa, adakah kalimat yang belum mengalir, sudah sesuaikah antara judul dan lead dan isi seluruh tubuhnya, sudah menggunakan bahasa dan ejaan baku atau belum, dan adakah salah-ketik yang mengganggu pembacaan berita.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Wartawan” Pengertian & ( Tujuan – Jenis – Tugas )