Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya

Diposting pada

Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya

Sebagai insan akademik, kita tentu harus membaca karya-karya ilmiah, antara lain buku. Pada saat kita membaca buku, kita harus mencerna buku bacaan tersebut dengan seksama agar kita dapat memahami isinya. Di pihak lain, kita perlu mengomunikasikan pemahaman kita itu dalam berbagai bentuk untuk keperluan presentasi atau menulis, seperti proposal penelitian, laporan penelitian, artikel ilmiah, tugas akhir, atau skripsi. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan keterampilan mengulas buku.

Contoh Teks Ulasan

Teks ulasan juga disebut teks review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks ulasan dapat disebut artikel ulasan. Di lingkungan kita, karena ulasan biasanya dibuat terhadap buku, teks ulasan dinamakan ulasan buku, resensi buku, atau timbangan buku. Sesungguhnya, ulasan tidak harus dibuat terhadap buku, tetapi juga dapat dibuat untuk karya-karya lain seperti artikel, karya sastra (cerpen, novel, drama, dan puisi), serta karya seni (musik, tari, kriya, lukis, pertunjukan, dan film).

Bahkan ulasan dapat dibuat terhadap sebuah peristiwa, misalnya olah raga atau kegiatan sosial lainnya. Ulasan merupakan teks yang berfungsi untuk menimbang, menilai, dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas tersebut.

Apa itu Teks ulasan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Teks Ulasan Menurut Para Ahli

  • Teks ulasan adalah suatu teks yang berisi ulasan, penilaian atau review terhadap suatu karya seperti film, drama, atau sebuah buku. Teks ulasan disebut juga dengan resensi. Ketika mengulas suatu karya, pengulas harus bersikap kritis agar hasil ulasannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya tersebut.
  • Ulasan juga dapat disebut review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks ulasan juga dapat disebut artikel ulasan, Ulasan merupakan teks yang berfungsi untuk menimbang, menilai, dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas tersebut (Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009 ).

Tujuan Teks Ulasan

Teks ulasan memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi terhadap suatu karya
  2. Memberikan informsi kepada publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya
  3. Membantu pembaca untuk mengetahui isi suatu karya
  4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya yang diulas atau diresensi
  5. Mengetahui perbandingan karyaa tersebut dengan karya lain yang sejenis
  6. Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya.
  7. Memberi tahu dan mengajak pembaca untuk merenungkan, memikirkan dan mendiskusikan masalah yang terdapat dalam suatu karya.
  8. Memberikan pertimbangan pada pembaca apakah suatu karya tersebut pantas untuk dinikmati atau tidak.
  9. Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya lain yang serupa.
  10. Memberikan pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli dan menikmati suatu karya.

Ciri-ciri Teks Ulasan

Teks ulasan atau resensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Strukturnya terdiri atas orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman.
  • Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis mengenai suatu karya atau produk.
  • Opininya berdasarkan fakta yang di interpretasikan
  • Memiliki nama lain yaitu resensi.

Struktur teks ulasan

Struktur teks ulasan merupakan susunan yang membangun sebuah teks ulasan sehingga menjadi suatu teks yang utuh. Struktur teks ulasan terdiri dari beberapa hal berikut:

  • Orientasi

Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang akan diulas.

  • Tafsiran

Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas, misalnya berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dsb.

  • Evaluasi

Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran secara cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian evaluasi ini pengulas akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya tersebut. Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut.

  • Rangkuman

Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca.


Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Teks ulasan yang baik harus disusun sesuai dengan struktur teks dan menggunakan kaidah kebahasaan, termasuk kaidah ejaan. Berikut ini adalah contoh kaidah kebahasaan dalam ulasan teks film atau drama:

  1. Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah khusus adalah istilah yang digunakan untuk bidang tertentu dan pemakainnya hanya dipahami oleh orang berkecimpung dalam bidang tersebut. Contoh :

Istilah umum  : film, ikan, bunga.
Istilah khusus : komedi, gurame, mawar.

  1. Sinonim dan Antonim
    1. Sinonim adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Contoh: “Obrolan orang itu mirip dengan dialogdalam film Romeo dan Juliet.”
    2. Antonim adalah kata yang artinya berlawanan satu dengan yang lain. Contoh: “besar atau kecil bukanlah jaminan barang itu berharga atau tidak.”
  1. Nomina
    Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda atau segala yang dibedakan. Kata benda dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata benda konkret seperti meja, buku, danbola serta kata benda abstrak, seperti pikiran dan angin.
    Nomina juga dibedakan menjadi dua, yakni Nomina Dasar dan Nomina Turunan. Contoh :

Nomina Dasar : Rumah | Jalan
Nomina Turunan : Perumahan | Jalanan
Imbuhan : Pe – an | -an

  1. Verba / Kata Kerja
    1. Verba Aktif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau menunjukkan tindakan atau perbuatan. Contoh: “Putra memelihara ikan gurame.
    2. Verba Pasif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran tindakan, atau hasil. Contoh: “Film horor kini banyak disiarkan televisi indonesia.”
  1. Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contoh:

  1. Kata ganti orang : saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia
  2. Kata ganti pemilik : ku-, mu-, -nya
  3. Kata ganti petunjuk : ini, itu
  4. Kata ganti penghubung : yang
  5. Kata ganti tak tentu : siapa, barag siapa, sesuatu, masing-masing
  1. Konjungsi

Konjungsi adalah kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua buah klausa, kalimat, atau paragraf. Konjungsi yang sering digunakan dalam ulasan film atau drama umumnya, berupa:

  • Konjungsi Koordinatif. Contoh: dan, atau, tetapi
  • Konjungsi Subordinatif. Contoh: jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka, sesudah, sebelum, sementara
  • Konjungsi Korelatif. Contoh: baik … maupun … | bukan … melainkan … | tidak hanya … tetapi …
  • Konjungsi AntarKalimat. Contoh: sebaliknya, di samping itu, selanjutnya
  1. Preposisi
    Preposis adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional.

Contoh : di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

  1. Artikel
    Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.

Contoh: si, sang

  1. Kalimat Simpleks dan Kompleks
  • Kalimat Simpleks adalah kalimat yang memiliki suatu verba utama.
    Contoh: “Sinetron pangeran banyak digemari kawula muda.”
  • Kalimat Kompleks adalah kalimat yang memiliki dua verba utama atau lebih.
    Contoh: “Sci-Fi adalah jenis film imajinasi pengetahuan yang dikembangkan untukmendapatkan dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada penelitian dan penemuan biologi.”

 

    10. Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)
Contohnya : daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengam, seperti, seperti halnya, serupa dengan, dan sebagainya.
    11.   Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional
Kata kerja material yaitu kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. Misalnya : makan, minum, membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu, melebur, memukul, bertanya, dan lainnya. Kata kerja relasional adalah kata kerja yang berfungsi untuk membentuk predikat nominal (kata-kata kopulatif) dan dapat juga membantu memperjelas predikat (kata kerja bantu).
    •  a. Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi/menjadi, merupakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.  
  • b. Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus/perlu/wajib, jadi, mungkin,  boleh, harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan sebagainya.

Jenis jenis Teks Ulasan

Teks ulasan berdasarkan isinya dibagi menjadi beberapa jenis:

      • Teks ulasan informatif

Teks ulasan jenis ini berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Resensi jenis ini tidak menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namun hanya memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut.

      • Teks ulasan deskriptif

Resensi jenis ini berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini biasanya dilakukan pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaran jelas tentang manfaat, pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis pada sebuah karya.

      • Teks ulasan kritis

Resensi jenis ini berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ditulis secara objektif dan kritis bukan berdasar pandangan subyektif dari penulis resensi. Contoh: Resensi terhadap novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi.


Contoh Teks Ulasan FILM

Tenggelamnya Kapal Van Der Dijk

Orientasi :

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk atau disingkat TKVDW merupakan adaptasi dari roman karya Buya Hamka yang kemudian difilmkan. Film ini dibintangi oleh beberapa artis berbakat seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan juga Reza Rahadian. Film ini rencananya akan rilis pada tanggal 19 Desember 2013 dan bisa langsung Anda tonton di bioskop-bioskop kesaangan Anda. Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya ini sukses menjadi film yang cukup laris pada tahun 2013.

Tafsiran :

Dikisahkan, tahun 1930 Zainudin yang diperankan oleh Herjunot Ali berlayar dari tanah kelahirannya Makassar menuju ke Batipuh, Padang Panjang yang tidak lain adalah tempat kelahiran ayahnya. Ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce) yang menjadi bunga persukuan di Minagnkabau. Zainuddin jatuh hati kepada Hayati dan kemudian memberikan kata-kata yang bisa membuat wanita terbawa dalam setiap kata yang dirangkai oleh Zainuddin.

Setelah melihat alur romantisme dari film ini, selanjutnya penonton akan mulai diperlihatkan konflik-konflik yang mulai muncul, seperti ketika hubungan antara Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh para ninik-mamak dan juga tetua suku karena dirasa Zainuddin masih belum mapan dan tidak memiliki darah Minang.

Sebelum Zainuddin meninggalkan Batipuh, keduanya menuliskan sebuah ikrar setia akan menjalani hidup bersama suatu saat nanti. Tetapi kenyataan kembali datang pada Zainuddin ketika dalam sebuah pertunjukkan opera, ia bertemu dengan Hayati yang saat itu bersama dengan suaminya yaitu Aziz. Kisah cinta keduanya kini mengalami masa yang paling berat.

Evaluasi :

Film yang berdurasi 2,5 jam lebih ini memperlihatkan artistik dan properti ala tahun 1930-an. Namun kurang begitu meyakinkan kalau peristiwa itu terjadi pada tahun tersebut. Hal yang paling terasa adalah alur cerita yang terkesan lampat dan ada beberapa bagian yang tida kbegitu menarik sama sekali, seperti terlihat pada adegan ketika tokoh Zainuddin dan Hayati sedang surat menyurat. Akibatnya, konflik yang didapat kurang menarik, hanya sebagian saja yang naik, tapi kemudian menjadi datar. Penggunaan lagi Nidji pada backsound dirasa kurang pas untuk menyertai film ini, hal ini karena film ini bersetting pada tahun 1930-an sedangkan lagu tersebut terkesan modern.

Special effect ketika kapal tenggelam dirasa biasa saja dan terkesan agak dipaksakan. Kita bisa melihat ketika kapal Titanic tenggelam, yaitu karena menabrak karang, berbeda dengan tenggelamnya kapal van der wijk ini yang tidak begitu jelas apa sebab tenggelamnya kapal tersebut.

Rangkuman :

Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, film ini tetap menarik untuk ditonton. Penggunaan kata yang pas serta kostum yang apik dari Samuel Wattimena membuat film ini menjadi salah satu film terbaik tahun 2013 lalu. Penggunaan kalimat yang cenderung puitis membuat film ini menarik dan bisa Anda jadikan referrensi untuk ditonton bersama keluarga tercinta.


Contoh Teks Ulasan Novel Karang Setan

Judul `                   : Karang Setan

Penulis                 : Enid Blyton

Jenis Buku           : Fiksi

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan XIV        : Desember 2011

Tebal                     : X +192 halaman

Karang  Setan

  1. Karang Setan adalah novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton, penulis berkebangsaan Inggris. Novel ini menceritakan kisah petualangan Lima Sekawan yang berlibur di sebuah mercusuar tua milik Si Utik yang berada di atas Karang Setan. Ada dongeng yang menceritakan bahwa terdapat harta karun yang disembunyikan disana. Lima Sekawan pun memutuskan untuk menyelidiki sekeliling gua. Lima Sekawan itu adalah Julian, Dick, George, Anne, dan seekor anjing bernama Timmy. Petualangan mereka kali ini semakin seru dengan ditemani oleh Si Utik dan monyetnya, Si Iseng.
  1. Pada bab pertama buku ini, Enid Blyton menceritakan bahwa teman Pak Quentin, ayah George, akan berkunjung ke Pondok Kirrin untuk menyelesaikan pekerjaan. Kedua sarjana itu adalah orang yang senang akan kesunyian dalam bekerja, padahal disaat yang bersamaan Lima Sekawan juga akan datang untuk menghabiskan sisa liburan. Tentu Pondok Kirrin akan sangat ramai oleh anak-anak, ditambah teman Pak Quentin membawa serta anaknya yang bernama Utik dan juga seekor monyetnya bernama Iseng. Untuk ketentraman bekerja kedua sarjana itu, akhirnya diputuskan Lima Sekawan ditambah Utik dan Iseng pergi berlibur ke mercusuar milik Si Utik, hadiah ulang tahun dari ayahnya. Tetapi rupanya mercusuar itu dulu dipakai oleh pencoleng ulung untuk menyesatkan kapal-kapal. Dua keturunannya sampai sekarang masih mencari tempat persembunyian harta rampasan pencoleng. Mereka merasa terganggu oleh kedatangan Lima Sekawan dan Si Utik. Jadi kelima anak itu, dengan Timmy dan si Iseng juga, dikurung dalam mercu suar.
  1. Pada bab-bab berikutnya, pembaca akan dibuat kagum dengan berbagai petualangan dan tantangan yang dihadapi Lima Sekawan dan Utik di Karang Setan. Pada setiap bab, mulai awal hingga akhir, buku ini memiliki hubungan yang erat dan merupakan kesatuan utuh yang saling melengkapi.
  1. Novel yang disajikan dengan bahasa yang sangat apik dan menarik ini membuat pembaca seakan-akan seperti ikut berpetualang bersama Lima Sekawan ke Karang Setan. Kekonyolan Iseng si monyet dan Timmy si anjing membuat cerita yang ada dalam buku ini semakin seru. Hanya satu kekurangan buku ini yaitu penyelesaiannya yang kurang mengesankan. Namun, dengan cara penyampaian penulis yang membuat pembaca terhanyut dalam setiap cerita yang disampaikannya, kekurangan tersebut dapat dianggap sebagai angin lalu.
  1. Meskipun disebut sebagai novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan, di novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan novel-novel sebelummya. Setiap seri petualangan Lima Sekawan memiliki cerita yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda juga. Sehingga, antara novel satu dan lainnya tidak berhubungan. Novel-novel tersebut hanya memiliki kesamaan dalam tokohnya yaitu Lima Sekawan.
  1. Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan yang dimiliki novel tersebut, novel ini merupakan buku yang sangat menarik dan cocok untuk dibaca saat memiliki waktu luang. Buku ini memberikan gambaran tentang sebuah petualangan yang dipenuhi banyak rintangan. Buku ini mengajarkan semangat, kerja keras, dan sifat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan yang dihadapi.

Judul `                   : Karang Setan

Penulis                 : Enid Blyton

Jenis Buku           : Fiksi

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan XIV        : Desember 2011

Karang  Setan

No.Struktur TeksParagraf
1.Orientasi          Karang Setan adalah novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton, penulis berkebangsaan Inggris. Novel ini menceritakan kisah petualangan Lima Sekawan yang berlibur di sebuah mercusuar milik Si Utik yang berada di atas Karang Setan. Ada dongeng yang menceritakan bahwa terdapat harta karun yang disembunyikan disana. Lima Sekawan pun memutuskan untuk menyelidiki sekeliling gua. Lima Sekawan itu adalah Julian, Dick, George, Anne, dan seekor anjing bernama Timmy. Petualangan mereka kali ini semakin seru dengan ditemani oleh Si Utik dan monyetnya, Si Iseng.
2.Tafsiran          Pada bab pertama buku ini, Enid Blyton menceritakan bahwa teman Pak Quentin, ayah George, akan berkunjung ke Pondok Kirrin untuk menyelesaikan pekerjaan. Kedua sarjana itu adalah orang yang senang akan kesunyian dalam bekerja, padahal disaat yang bersamaan Lima Sekawan juga akan datang untuk menghabiskan sisa liburan. Tentu Pondok Kirrin akan sangat ramai oleh anak-anak, ditambah teman Pak Quentin membawa serta anaknya yang bernama Utik dan juga seekor monyetnya bernama Iseng. Untuk ketentraman bekerja kedua sarjana itu, akhirnya diputuskan Lima Sekawan ditambah Utik dan Iseng pergi berlibur ke mercusuar milik Si Utik, hadiah ulang tahun dari ayahnya. Tetapi rupanya mercusuar itu dulu dipakai oleh seorang pencoleng ulung untuk menyesatkan kapal-kapal. Dua keturunannya sampai sekarang masih mencari tempat persembunyian harta rampasan pencoleng. Mereka merasa terganggu oleh kedatangan Lima Sekawan dan Si Utik. Jadi kelima anak itu, dengan Timmy dan Si Iseng juga, dikurung dalam mercusuar.

          Pada bab-bab berikutnya, pembaca akan dibuat kagum dengan berbagai petualangan dan tantangan yang dihadapi Lima Sekawan dan Utik di Karang Setan. Pada setiap bab, mulai awal hingga akhir, buku ini memiliki hubungan yang erat dan merupakan kesatuan utuh yang saling melengkapi.

3.Evaluasi          Novel yang disajikan dengan bahasa yang sangat apik dan menarik membuat pembaca seakan-akan seperti ikut berpetualang bersama Lima Sekawan ke Karang Setan. Kekonyolan Iseng si monyet dan Timmy si anjing membuat cerita yang ada dalam buku ini semakin seru. Hanya satu kekurangan buku ini yaitu penyelesaiannnya yang kurang mengesankan. Namun, dengan cara penyampaian penulis yang membuat pembaca terhanyut dalam setiap cerita yang disampaikannya, kekurangan tersebut dapat dianggap sebagai angin lalu.

          Meskipun disebut sebagai novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan, di novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan novel-novel sebelummya. Setiap seri petualangan Lima Sekawan memiliki cerita yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda juga. Sehingga, antara novel satu dan lainnya tidak berhubungan. Novel-novel tersebut hanya memiliki kesamaan dalam tokohnya yaitu Lima Sekawan.

4.Rangkuman          Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan yang dimiliki novel tersebut, novel ini merupakan buku yang sangat menarik dan cocok untuk dibaca saat memiliki waktu luang. Buku ini memberikan gambaran tentang sebuah petualangan yang dipenuhi banyak rintangan. Buku ini mengajarkan semangat, kerja keras, dan sifat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan yang dihadapi.

Contoh Teks Ulasan Puisi

Sahabat Terbaikkku

Sahabat …

di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja

keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja

waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat ..

Semua kenangan – kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan

serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata

ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat …

semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki

kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang

sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..

Ya Tuhan …

jagalah dan lindungilah

sahabat-sahabat ku

karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya

Orientasi:

Puisi yang berjudul sahabat terbaikku ini merupakan puisi karya frizka Tirani. Puisi ini menceritakan sahabat  terbaik penulis. Mereka melalui semua waktu yang ada bersama.  Begitu banyak momen yang mereka lalui mengalir saja tanpa terasa. Penulis menceritakan banyak hal yang mereka lakukan untuk menjalani hidup yang mereka miliki.

Tafsiran:

Pada paragraf pertama, penulis menceritakan saat-saat yang mereka nikmati dan terlewatkan begitu saja. Keceriaan, canda dan tawa tercurah di sana. Waktu yang tersisa pun tidak dapat menampungnya. Hal itu membuat si penulis terkenang dengan sahabatnya. Semua kenangan seperti tak terasa, sedikit demi sedikit meninggalkan kegembiraan.  Satu persatu hilang sekejap. Pada paragraf terakhir puisi ini, penulis membuat sebuah permohonan kepada tuhan untuk menjaga dan melindungi sahabatnya itu.

Evaluasi:

Puisi ini disajikan dengan tema yang menarik. Sehingga pembaca merasa terkesan dengan puisi ini. Selain itu, puisi ini berisi hal-hal yang terjadi. Seperti canda tawa, senang, sayang dan lain-lain. Frizka tirani juga cukup baik mengolah kata-kata puitis dalam puisi ini.

Meskipun demikian, puisi ini terlalu panjang untuk skala puisi pada umumnya. Kata-katanya masih seperti bahasa Indonesia biasa. Tetapi, puisi ini sudah mewakili hal-hal yang di alami sang penulis.

Rangkuman:

Walaupun memiliki sedikit kekurangan, puisi ini sangat bagus untuk motivasi seorang remaja ataupun anak-anak yang memiliki sahabat agar lebih menghargai seorang sahabat. Saling mengasihi sahabatnya. Puisi ini juga mengajarkan arti sebuah persahabatan yang indah.


Demikian uraian lengkap tentang Pengertian Teks Ulasan, Tujuan, Ciri, Kaidah Kebahasaan, Struktur, dan Contohnya Lengkap semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.

Baca Juga