Interaksi Sosial Disosiatif

Diposting pada

Untuk hal ini dalam menjalani kehidupannya manusia sebagai makhluk sosial melakukan proses interaksi supaya dapat menjalani hari-harinya dengan baik. Salah satu dari proses interaksi yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat ialah interaksi disosiatif.

Interaksi-Sosial-Disosiatif

Pengertian Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi Sosial Disosiatif adalah proses interkasi sosial yang menjurus pada adanya konflik atau masalah yang justru menimbulkan kerenggangan dalam berinteraksi. Yang dalam proses interkasi ini juga sering disebut sebagai proses oposisi. Yang dimana proses ini berarti mengharuskan seseorang untuk melawan seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan tertentu.

Baca Juga : Pengertian Interaksi Sosial Dan Budaya


Ciri-Ciri Interaksi Disosiatif

Adapun beberapa ciri-ciri interaksi disosiatif yang diantaranya yaitu:


  • Adanya Persaingan Atau Kompetisi “Competition”

Persaingan merupakan sebuah proses sosial pada saat terdapat kedua belah pihak yang saling berlomba untuk melakukan sesutau guna mencapai kemenangan tertentu. Persaingan ini terjadi jika ada beberapa pihak yang menginginkan sesuatu dengan jumlah terbatas.


Ada pula persaingan yang terjadi secara tidak sehat yang menjurus pada terjadinya kekerasan maupun permusuhan. Beberapa contoh persaingan yang sering terjadi dalam kehidupan antara lain:

  1. Persaingan dalam bidang ekonomi, misalnya persaiangan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas.
  2. Persaingan dalam suatu kedudukan, misalnya persaingan untuk menduduki jabatan strategis.
  3. Persaingan dalam hal kebudayaan, misalnya persaingan dalam penyebaran ideologi, pendidikan dan unsur kebudayaan yang lain.

  • Adanya Kontraversi

Kontraversi merupakan sikap menentang dengan tersembunyi agar tidak terjadi perselisihan atau konflik secara terbuka. Kontraversi juga merupakan proses sosial dengan adanya keraguan, ketidakpastian, penolakan, maupun penyangkalan dengan tidak mengungkapkannya secara langsung atau bersikap tidak terbuka.


Penyebabnya biasanya karena adanya perbedaan pendirian pada suatu kalangan tertentu, beberapa contoh kontraversi yang sering terjadi dalam kehidupan antara lain:

  1. Kontraversi umum, misalnya penolakan, keengganan, protes, perlawanan, gangguan, dan mengancam pihak lawan.
  2. Kontraversi sederhana, misalnya menyangkal pernyataan orang di depan umum.
  3. Kontraversi intensif misalnya penghasutan dan penyebaran desas-desus.
  4. Kontraversi rahasia misalnya membocorkan rahasia atau berkhianat.
  5. Kontraversi taktis misalnya mengejutkan kelompok lawan provokasi dan intimidasi.

  • Adanya Pertikaian

Pertikaian merupakan suatu proses sosial dan kelanjutan dari kontraversi, didalam pertikaian ini, perselisihan yang ada bersifat terbuka. Pertikaian juga dapat terjadi dengan adanya perbedaan yang semakin tajam antar kalangan tertentu dalam masyarakat.


Pada kondisi perbedaan yang semakin jauh ini menyebabkan adanya rasa amarah dan benci sehingga timbul dorongan untuk saling melukai atau menyerang. Contoh: pertikaian antar anak sekolah yang berbeda sekolah karena masalah sepele yang akhirnya membesar dan menyulut pertikaian.

Baca Juga : Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap


  • Adanya Pertentangan Atau Konflik

Pertentangan atau konflik merupakan suatu perjuangan individu maupun kelompok sosial guna memenuhi tujuannya dengan cara menentang pihak lain. Konflik ini biasa terjadi dengan adanya ancaman atau kekerasan.


Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik itu kepentingan individu maupun kelompok dan juga karena terjadi perubahan-perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan disorganisasi sosial.


Pertentangan ini memiliki bentuk-bentuk khusus, misalnya saja pertentangan pribadi, pertentangan rasial, pertentangan antarkelas sosial, pertentangan politik dan juga pertentangan yang bersifat internasional.


Yang salah satu pertentangan yang sering kita saksikan ialah pertentangan politik yang terjadi antar golongan masyarakat maupun negara-negara berdaulat. Contoh: pertentangan antar partai politik menjelang pelaksanaan pemilihan umum “pemilu”.


Jenis-Jenis Interaksi Sosial Disosiatif

Berikut ini adalah jenis-jenis dari Interaksi Sosial Disosiatif, sebagai berikut:


  1. Persaingan (competition)

Persaingan merupakan proses sosial ketika terdapat ke-2 pihak atau lebih saling berlomba melakukan sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingn terjadi jikalau beberapa pihak menginginkan sesuatu dengan jumlah yang terbatas ataupun menjadi pusat perhatian umum. Seperti, ribuan remaja bersaing agar masuk jajaran 12 besar penyanyi idola. Persaingan dilakukan atas norma dan nilai yang diakui bersama dan berlaku di masyarakat tersebut. Kemungkin kecil, persaingan menggunakan kekerasan ataupun ancaman. Jadi, dapat disebut bahwa persaingan dilakukan dengan sehat atau sportif.


Persaingan disertai dengn kekerasan, bahaya, atau keinginan untuk merugikan pihak lain, hal ini dinamakan dengan persaingan tak sehat dan bukan lagi disebut dengan persaingan akan tetapi telah menjurus kepada permusuhan atau persengketaan.Hasil dari persaingan harus diterima dengan kepala dingin, tanpa dendam sedikit pun. Mulai dari awal, Setiap pihak yang bersaing menyadari akan ada yang menang dan kalah.

Baca Juga : Sosial Asosiatif : Pengertian, Bentuk, dan Macam


Macam-Macam Contoh Persaingan

Perhatikan beberapa contoh persaingan berikut ini:

Contoh persaingan pada bidang ekonomi: persaingan antara produsen barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas

  • Contoh persaingan dalam sesuatu kedudukan: persaingan untuk menduduki jabatan strategis
  • ontoh persaingan dalam hal kebudayaan: persaingan dalam penyebaran ideologi, pendidikan, dan unsur kebudayaan yang lain.

Fungsi Persaingan

Persaingan memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut:

  • Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yag sama-sama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi seluruhnya secara serentak. Contohnya, membangun jalan desa atau memperbaiki pos keamanan di permukiman.
  • Menyalurkan kepentingan dan nilai dalam masyarakat, paling utama kepentingan dan nilai dengan menimbulkan konflik. Contohnya, dalam Provinsi Aceh warganya tak boleh berpakaian minim ataupun pendek, mereka harus berpakaian islami.
  • Menyeleksi individu dengan pantas memperoleh kedudukan dan peran yang sesuai secara kemampuannya.

  1. Kontravensi

Kontravensi adalah sikap menentang dengan tersembunyi agar tidak adanya perselisihan (konflik) terbuka. Kontravensi merupakan proses sosial dengan tanda ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan dengan tidak diungkapkan secara terbuka. Penyebab kontravensi adalah perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dan pendirian kalangan lainnya dalam masyarakat ataupun dapat juga pendirian menyeluruh masyarakat.


Macam-Macam Bentuk Kontrakvensi

Menurut Leopald von Wiese dan Howard Becker, terdapat lima bentuk kontravensi antara lain sebagai berikut….

  • Kontravensi umum, seperti penolakan, keengganan, protes, perlawanan, gangguan, dan mengancam pihak lawan.
  • Kontravensi sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang di depan umum.
  • Kontravensi intensif, seperti penghasutan dan penyebaran desas-desus.
  • Kontravensi rahasia, seperti membocorkan rahasia atau berkhianat.
  • Kontravensi taktis, misalnya mengejutkan kelompok lawan provokasi dan intimidasi.

  1. Pertikaian

Pertikaian adalah proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena adanya perbedaan yang semakin tajam antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Kondisi perbedaan yang semakin tajam mengakibatkan amarah dan rasa benci yang mendorong adanya tindakan untuk melukai, menghancurkan, atau menyerang pihak lain. Jadi, pertikaian muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain lewan ancaman atau kekerasan.


  1. Pertentangan atau konflik (conflict)

Pertentangan atau konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Konflik biasa terjadi dengan disertai ancaman atau kekerasan. Konflik terjadi karena adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik kepentingan individu maupun kelompok, dan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang cepat dengan menimbulkan disorganisasi sosial.

Baca Juga : Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya


Perbedaan-perbedaan ini akan memuncak menjadi pertentangan karena keinginan-keinginan individu tidak dapat diakomodasikan. Akibatnya, tiap individu atau kelom berusaha menghancurkan lawan dengan ancaman atau kekerasan. Pertentangan kebanyakan yang berperan adlaam perasaan. Persaan dapat mempertajam adanya perbedaan sehingga kedua pihak berusaha saling menghancurkan. Contohnya perasaan yang menimbulkan konflik adalah benci, iri dan sentimen.


Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan juga menghasilkan suatu kerja sama karena kedua pihak saling introspeksi untuk mengadakan perbaikan-perbaikan. Contoh dampak positif pertentangan (konflik) adalah perombakan aturan-aturan yang membatasi hak politik warga negara di masa Orde Baru.


Bentuk-Bentuk Pertentangan

Pertentangan memiliki bentuk-bentuk khusus antara lain sebagai berikut:

  1. Pertentangan pribadi, adalah individu yang sejak mereka mulai berkenalan sudah tidak slaing menyukai. Awal buruk dikembangkan akan menimbulkan kebencian. Masing-masing pihak akan berusaha menghancurkan pihak lawan.
  2. Pertentangan rasial, adalah pertentangan yang terjadi karena kepentingan kebudayaan. Keadaan bertambah buruk jika terdapat salah satu ras yang menjadi golongan minoritas.
  3. Pertentangan antarkelas sosial, adalah pertentangan yang terjadi karena terdapat perbedaan kepentingan, misalnya perbedaan kepentingan antara majikan dan buruh.
  4. Pertentangan politik. adalah pertentangan yang terjadi antargolongan dalam masyarakat antara negara-negara berdaulat. Contohnya, pertentangan yang terjadi antarpartai poltiik menjelang pemilu atau pertentangan antarnegara.
  5. Pertentangan yang bersifat internasional, adalah pertentangan yang disebabkan oleh kepentingan yng lebih luas menyangkut kepentingan naional dan kedaulatan masing-masing negara. Jika terdapat pihak yang tak dapat mengendalikan diri, maka akan terjadi peperangan.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Dan Bentuk-Bentuk Persaingan Beserta Contohnya Lengkap


Contoh Interaksi Sosial Disosiatif

Berikut ini adalah contoh dari Interaksi Sosial Disosiatif, sebagai berikut:


  • Menghasut

Menghasut adalah tindakan memprovokasi orang lain supaya mempercayai perkataannya. Tindakan menghasut ini seringkali dilakukan untuk destinasi yang tidak baik atau destinasi untuk merendahkan dan menjelakkan nama baik seseorang.


  • Menipu orang lain

Menipu orang lain pun adalah sebuah format kontrovensi. Menipu ialah tidak durjana yang dilaksanakan tidak cocok dengan semestinya. Menipu ialah salah satu format penyimpangan sosial.


  • Pembunuhan

Pembunuhan adalah tindakan mengerjakan penganiayaan yang berdampak hilangnya nyawa orang lain. Biasanya pembunuhan dilaksanakan dengan sengaja oleh pelaku yang didahului oleh sebuah konflik atau masalah. Nah urusan ini adalahtindakan disosiatif.


  • Perlawanan Rakyat terhadap penjajah

Negara yang terjajah seringkali tidak mengharapkan negaranya terus terjajah. Untuk mengenyahkan penjajah seringkali dilakukan upaya- upaya tertentu yang datang dari rakyat. Perlawanan dari rakyat berikut yang adalahsalah satu misal tindakan disosiatif.


  • Bullying

Kasus bullying adalah tindakan yang tidak menyenagkan terhadap seseorang yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekelompok orang. Akhir- akhir ini bullying tidak jarang memakan korban. Tindakan bullying ini adalahsalah satu misal dari perbuatan disosiatif.

Baca Juga : Bullying – Pengertian, Alasan, Dampak, Pencegahan, Penanganan, Pengelompokkan


  • Persaingan dalam kompetisi 17 Agustus

Contoh interaksi disosiatif misalnya ialah persaingan dalam kompetisi 17 Agustus. Biasanya dalam mengenang hari kebebasan kita bakal menjumpai tidak sedikit perlombaan yang diseenggarakan di kampung, sekolah maupun sejumlah perusahaan. Dalam kompetisi akan dipungut juara 1,2, 3 maupun juara harapan. Tidak seluruh peserta bakal menjadi juara sehingga semua peserta akan mengerjakan persaingan dengan mengerjakan yang terbaik guna menjadi juara. Inilah yang dinamakan dengan kompetisi atau kompetisi.


  • Persaingan dalam ujian Ujian masuk perguruan tinggi

Persaingan pun ditemukan dalam ujian masuk perguruan tinggi. Meskipun tidak dipungut juara, tetapi kursi yang disediakan oleh universitas melulu terbatas, tidak seimbang dengan pendaftar. Dengan demikian semua pendaftar bakal berlomba- lomba guna mendapatkan nilai yang tinggi kemudian dapat masuk menduduki kursi yang disediakan universitas.


  • Persaingan dalam Piala Dunia

Piala dunia adalah pesta rakyat dimana club-club sepak bola sedang berlaga guna merebut kemenangan. Club- Club sepak bola di semua dunia saling berebut guna menjadi juara dan memenangkan piala dunia. Dalam perebutan piala dunia ini club- club sepak bola saling bertanding, saling berlomba satu dengan lainnya dengan ketat. Ini adalahsalah satu format interaksi disosiatif.


  • Kekerasan

Kekerasan adalah salah satu misal kontravensi. Kekerasan adalahpemukulan jasmani yang dilaksanakan seseorang untuk orang lain. Kekerasan disini sifatnya disengaja sebab sesuatu hal sampai-sampai disebut dengan pembiasan sosial.


  • Memfitnah

Menfitnah ialah menuduh orang beda dengan dakwaan yang tidak benar. Memfitnah adalahsalah satu format kontrovensi sebab tidak cocok dengan sebetulnya dan dapat memunculkan perpecahan. Hal ini adalah sebuah format interaksi disosiatif.

Baca Juga : Diskriminasi – Pengertian, Jenis, Macam, Mengindari, Mengurangi, Sikap, Contoh, Para Ahli


  • Persaingan Politik

Persaingan politik dalam suatu Negara di Indonesia bersaing sangat ketat, contoh nya menjelang “Pemilu” para calon calon legislatif, calon gubernur berlomba untuk menjadi pemenang, maka dari itu para caleg perlu menyusun strategi khusus yang menciptakan agar ia dipilih oleh rakyat, berbagai cara dilakukan oleh para caleg untuk mendekatkan kepada masyarakat seperti misalnya, mempromosikan dengan SPG (supermotion promotion girl) jadi SPG ini mendekatkan pada masyarakat sambil membawa biodata dan foto si caleg tsb, agar ia layaknya dipilih oleh masyarakat.


Ada juga yang mempromosikan spanduk caleg yang ditempatkan di berbagai daerah, dan berkampanye, namun hal itu tidak cukup saja sebagian para caleg ada yang memutuskan memakai “dukun politik” hal ini sangat tidak masuk logika karena kenapa?? Jaman sekarang masih ada saja yang percaya kepada Dukun, padahal masih banyak sekali berbagai cara untuk mendekatkan kepada masyarakat.


Dijaman modern ini adanya dukun politik menjadikan antusias bagi para caleg, cagub,dan partai partai lain, tidak tanggung tanggung Tarifnya bermacam-macam, untuk caleg DPRD setingkat kabupaten/kota biasanya dipatok 50 jutaan. Bahkan ada yang hanya dimintai 35 juta. Tapi untuk caleg DPR RI, tarifnya dibandrol sampai 250 juta. tergantung permintaannya minta duduk di komisi apa. Si caleg tinggal duduk manis, tak perlu datang ke daerah pemilihan dan repot-repot bertemu konstituen, dijamin jadi! Wah, sangat canggih juga paranormal ini, varian tarifnya bergantung komisi “mata air” atau komisi “air mata”.


Jangan-jangan tersedia pula tarif untuk mereka yang ingin terpilih jadi alat kelengkapan DPR, seperti Pimpinan DPR, Ketua Fraksi, Ketua Komisi dan pimpinan Banggar. Kabar nya informasi yang saya dapatkan para dukun ini mayoritas bertinggal di daerah kota Banten, namun apa kah dukun itu menyediakan garansi jika caleg itu tidak terpilih ?? ataukah selisih uang dikembalikan ?? menurut para jurnalis yang ia dapatkan informasi tersebut paranormal ini memberikan layanan purna jual dan garansi, pasti ia sudah membentengi diri dengan “terms and conditions” yang seabreg dan tidak mudah serta rentan dilanggar tanpa sengaja.


Jadi nanti kalau ada klien yang komplain, ya tinggal dijebak saja dengan TaC yang tak dipatuhi. Mana ada sih ceritanya dukun bangkrut akibat dituntut pasiennya? Yang merasa tertipu pun akan tutup mulut ketimbang harus menanggung malu karena ketahuan melakukan hal konyol.