Pengertian, Macam Dan Faktor Penyebab Konflik Sosial Beserta Dampaknya Terlengkap

Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya

by

in ,

Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya – Semua manusia pasti pernah mengalami konflik, misalnya seperti konflik dalam keluarga, konflik pada lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya lagi tentang konflik sosial disini akan mengulas lengkap tentang konflik sosial. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

konflik sosial

Pengertian Konflik Sosial

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : AMDAL Adalah : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Jenis, Dan Contohnya LENGKAP


Pengertian konflik sosial menurut para ahli :

  1. Konflik sosial adalah alat untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti status, kekuasaan, dan sebagainya. (Robert M.Z. Lawang)
  2. Konflik sosial sebagai “a fight, a collision, a struggle, a contest opposition of interest, opinion or purposes, mental strife, agony”. (Cassel Concise dalam Lacey 2003).

Pengertian tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik sosial adalah suatu pertarungan, suatu benturan, suatu pergulatan, pertentangan kepentingan, opini-opini atau tujuan-tujuan, pergulatan mental, penderitaan batin.


  1. Pertentangan atau pertikaian atau konflik adalah suatu proses yang dilakukan orang atau kelompok manusia guna memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan. (Soerjono Soekanto 1989:86)  Oleh karena itu, konflik diidentikkan dengan tindak kekerasan.

  2. Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seorang terhadap dirinya, orang lain, orang dengan kenyataan apa yang diharapkan (Mangkunegara, 2001).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 24 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap Dalam Sosiologi


Macam Macam Konflik

1. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya

  • Konflik dalam diri individu (conflik within the individual), yaitu konflik yang terjadi karena memilih suatu tujuan yang saling bertentangan, atau karena suatu tuntutan tugas yang terlampau banyak untuk di tinggalkan.

    Contohnya :  konflik antara dua orang remaja atau konflik suami dengan istrinya.


  • Konflik antar-individu (conflik among individual), yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya suatu perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.

  • Konflik antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups), yaitu suatu konflik yang terjadi karena terdapat suatu individu yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat dia bekerja.

  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the same organization) yaitu suatu konflik yang terjadi karena setiap kelompok mempunyai tujuan tersendiri dan berbeda yang ingin di capai.

  • Konflik antar organisasi (conflik among organization), yaitu suatu konflik yang terjadi karena suatu tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan suatu dampak negatif bagi anggota organisasi lain.

  • Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in different organization), yaitu suatu konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku dari anggota organisasi yang berdampak negatif anggota organisasi lain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : VOC : Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC


2. Macam Macam Konflik Berdasarkan Fungsinya

  1. Konflik konstruktif, yaitu suatu konflik yang memiliki nilai positif kepada suatu pengembangan organisasi.
  2. Konflik destruktif, yaitu suatu konflik yang mempunyai dampak negatif kepada suatu pengembangan organisasi.

3. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Posisi Seseorang dalam Struktur Organisasi

  1. Konflik vertikal, yaitu suatu konflik yang terjadi antara karyawan yang mempunyai jabatan yang tidak sama dengan dalam suatu organisasi.
  2. Konflik horizontal, yaitu suatu konflik yang terjadi karena mempunyai kedudukan/jabatan yang sama atau setingkat dalam suatu organisasi.

  3. Konflik garis staf, yaitu suatu konflik yang terjadi karyawan yang memegang suatu posisi komando, dengan pejabat staf sebagai penasehat dalam suatu organisasi.
  4. Konflik peran, yaitu suatu konflik yang terjadi karena individu mempunyai peran yang lebih dari satu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Trikora : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir


4. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Dampak Yang Timbul

  • Konflik fungsional, yaitu suatu konflik yang memberikan manfaat atau sebuah keuntungan bagi organisasi yang dapat dikelola dan dikendalikan dengan baik.
  • Konflik Infungsional,yaitu suatu konflik yang dampaknya merugikan orang lain.

5. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Sumber Konflik

  • Konflik tujuan, yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya suatu perbedaan individu, organisasi atau kelompok yang memunculkan suatu konflik
  • Konflik peranan, yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya peran yang lebih dari satu.

  • Konflik nilai, yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya suatu perbedaan perbedaan nilai yang dianut oleh seseorang berbeda dengan sebuah nilai yang dianut oleh organisasi atau kelompok.
  • Konflik kebijakan, yaitu suatu konflik yang terjadi karena individu atau kelompok tidak sependapat dengan suatu kebijakan yang diambil oleh organisasi.

6. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Bentuknya

  • Konflik realistis, yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutannya.
  • Konflik nonrealistif, yaitu suatu konflik yang terjadi karena suatu kebutuhan yang meredakan ketegangan.

7. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya

  • Konflik in-group, yaitu suatu konflik yang terjadi dalam suatu kelompok atau masyarakat sendiri
  • Konflik out-group, yaitu suatu konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan suatu kelompok atau masyarakat lain.

8. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pendapat Dahrendorf

  1. Konflik antara atau dalam peran sosial, yaitu seperti antara peran seseorang dalam keluarga dan peran dalam pekerjaan (profesi).
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial,
    yaitu suatu Konflik antara kelompok yang terorgansiasi dengan kelompok yang tidak terorganisasi,


  3. Konflik antara satuan nasional, yaitu seperti konflik antara KPK dan Porli dalam menangani kasus tertentu.
  4. Konflik antarnegara atau antara negara dan organisasi internasional

Penyebab Konflik Sosial

  1. Perbedaan kepentingan dan pandangan hidup

Setiap orang atau kelompok sosial mempunyai kepentingan dan pandangan hidup yang berbeda. Misalnya, Febri lebih mengutamakan menjenguk ibunya yang sedang sakit keras di rumah sakit daripada ikut karyawisata bersama teman-temannya. Bagi Febri tidak ada yang lebih penting selain menyayangi ibunya.


Perbedaan kepentingan dan pandangan hidup itulah yang kadang-kadang menjadi penyebab timbulnya konflik sosial dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dalam pergaulan di masyarakat kita harus bersikap toleran terhadap orang atau kelompok lain. Dengan demikian, hubungan baik dengan sesama teman dan saudara akan dapat tetap terpelihara dan konflik sosial dapat dihindari.


  1. Perbedaan nilai dan norma sosial

Setiap individu atau kelompok sosial memiliki nilai-nilai, pandangan hidup, dan norma-norma sosial yang berbeda-beda. Misalnya, dalam masyarakat Sunda ada pandangan bahwa hidup menetap di daerah kelahiran dan dekat dengan orangtua atau kerabat, lebih baik dan lebih aman daripada hidup merantau di daerah suku bangsa lain. Sebaliknya, dalam masyarakat Batak atau Minang, mereka memiliki pandangan bahwa hidup merantau lebih baik daripada hidup di daerah kelahiran.


Perbedaan nilai dan norma sosial seringkali menjadi penyebab timbulnya konflik sosial. Contoh, kerusuhan di Poso, kerusuhan di Ambon, dan sebagainya. Dan sebagai masyarakat yang ber-Bhineka Tunggal Ika kita perlu bersikap toleran terhadap perbedaan nilai-nilai dan norma-norma sosial.


  1. Perbedaan nilai-nilai kebudayaan

Setiap kelompok masyarakat memiliki nilai-nilai atau kebudayaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut terlihat jelas dari perbedaan adat-istiadat, agama, bahasa, mata pencaharian, kesenian daerah, dan paham politik. Perbedaan kebudayaan dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik sosial.


Demikian pula dengan masuknya kebudayaan masyarakat luar yang negatif, seringkali menjadi penyebab timbulnya konflik soisal. Masuk dan berkembangnya budaya pornografi, pornoaksi, aborsi, mabuk minuman keras dan narkoba telah menimbulkan pertentangan sosial dalam kehidupan masyarakat.


  1. Perbedaan status dan peran sosial

Satus sosial dan peran sosial setiap orang atau kelompok orang tidaklah sama. Perbedaan tersebut dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Misalnya, perbedaan status sosial antara si kaya dan si miskin, antara buruh dan majikan, atau antara atasan dan bawahan seringkali menjadi penyebab timbulnya konflik sosial.


Peran sosial merupakan perilaku yang diharapkan diperbuat oleh seseorang atau kelompok orang sesuai dengan kedudukannya di masyarakat. Dalam peran sosial, terdapat sejumlah hak dan kewajiban. Peran sosial orangtua berbeda dengan peran sosial anak-anaknya.


Setiap orang dalam masyarakat menyandang sejumlah status sosial tertentu. Sebagai contoh, Pak Ahmad di kantor sebagai direktur utama, di rumah sebagai kepala keluarga, dan di masyarakat sebagai tokoh agama. Berbagai status yang disandang Pak Ahmad itu berisi sekumpulan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan.


Sebagai direktur utama, Pak Ahmad tentu saja mendapat tunjangan rumah dinas, mobil dinas, dan gaji yang besar serta dihormati dan dipatuhi oleh bawahannya. Namun, Pak Ahmad mempunyai tanggung jawab penuh terhadap maju mundurnya perusahaan, termasuk peningkatan kesejahteraan karyawannya, membantu kelancaran proyek-proyek pemerintah, dan sebagainya. Dari ilustrasi tersebut, tampaklah bahwa status sosial yang dimiliki Pak Ahmad sangat kompleks dan variatif.


  1. Pengaruh perubahan unsur-unsur kebudayaan

Perubahan unsur-unsur kebudayaan mewarnai kehidupan masyarakat. Pengaruh masuk dan berkembangnya unsur-unsur budaya global menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai dan unsur-unsur budaya masyarakat Indonesia.


Perubahan tersebut terlihat dari perubahan pola sikap dan perilaku, nilai-nilai, pandangan hidup, kepercayaan, gaya hidup, dan sebagainya. Perubahan tersebut seringkali menjadi faktor penyebab terjadinya konflik sosial dalam masyarakat.


Masuknya pengaruh budaya global seiring dengan proses penyebaran penduduk dunia, dinamakan difusi kebudayan (culture diffusion). Bentuk tertua dari penybaran unsur-unsur sosial budaya global dari suatu tempat lain di muka bumi ialah penyebaran (migrasi) manusia atau penduduk.


Pada zaman prakarsa, penyebaran unsur-unsur kebudayan berlangsung dengan perpindahan kelompok manusia purba dari satu tempat ke tempat lain. Bekas-bekas kehidupan mereka kini telah  menjadi objek kajian ilmu prehistori atau arkeologi.


Dalam masa berikutnya, proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dilakukan oleh pedagang dan pelaut. Penyebaran agama-agama besar, seperti Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen dilakukan oleh para pedagang. Bekas difusi kebudayaan oleh para pedagang dan pelaut dalam proses penyebaran agama menjadi objek penelitian ilmu sejarah.


Pada masa kolonial, proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan (Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang) dilakukan melalui penetrasi budaya secara paksa. Berkembangnya budaya feodal, seperti liberalisme, kapitalisme, diskriminasi, dan rasialisme, yaitu sebagai pengaruh dari penetrasi budaya secara paksa.


Masuknya pengaruh unsur-unsur sosial budaya luar ke Indonesia menjadi semakin intensif berkat dicapainya kemajuan di bidang teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Kuatnya pengaruh budaya global tentu saja semakin mempercepat perubahan sosial budaya di Indonesia.


Dampak Dari Konflik

Konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif bagi masyarakat, tapi konflik juga memberika suatu dampak yang berakibat positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Macam-macam dampak positif dan negatif konflik yaitu sebagai berikut :


Dampak Positif

  • Adanya yang memperjelas suatu aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari
  • Adanya suatu penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan suatu hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan.
  • Adanya Jalan untuk mengurangi suatu ketegangan antar individu dan antar kelompok
  • Untuk mengurangi atau menekan adanya suatu pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
  • Untuk membantu menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru

Dampak Negatif Konflik

  • Untuk meningkatkan sebuah solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami sebuah konflik dengan kelompok lain.
  • Adanya suatu keretakan hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat dari konflik antar suku
  • Akan menimbulkan suatu perubahan kepribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang
  • Akan mengakibatkan suatu kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
  • Adanya dominasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

 Solusi Pemecahan Konflik Sosial

Konflik dapat berpengaruh positif atau negatif, dan selalu ada dalam kehidupan. Oleh karena itu konflik hendaknya tidak serta merta harus ditiadakan. Persoalannya, bagaimana konflik itu bisa dimanajemen sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan disintegrasi sosial.


Pengelolaan konflik berarti mengusahakan agar konflik berada pada level yang optimal. Jika konflik menjadi terlalu besar dan mengarah pada akibat yang buruk, maka konflik harus diselesaikan. Alternatif pemecahan konflik yaitu sebagai berikut.


Memberdayakan berbagai komponen masyarakat dan pemerintah untuk menangkal dan meredam konflik Melalui proses akomodasi, antara lain :

  • a) Compromise : pihak-pihak yang berselisih saling mengurangi  tuntutannya  sehingga dicapai kesepakatan
  • b) Mediation : Ada pihak ketiga sebagai mediator dan bersifat netral dalam penyelesaian konflik

  • c) Conciliation : Melalui organisasi yang merupakan perwakilan dari pihak ketiga dan pihak-pihak yang berkonflik guna mencapai kesepakatan bersama

  • d) Arbitration : Pihak ketiga bertindak sebagai wasit dalam penyelesaian konflik.  Pihak ketiga ini bisa dipilih oleh pihak-pihak yang berkonflik atau oleh lembaga yang kedudukannya lebih tinggi.
  • e) Coercion : upaya penyelesaian konflik dengan cara paksaan

CONTOH KONFLIK SOSIAL

  1. KONFLIK ANTAR MAHASISWA

Aksi perampasan kaset video rekaman tawuran berbuntut konflik antara pelajar SMA Negeri 6 Jakarta dengan sejumlah wartawan. Korban luka pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Sebagai golongan terdidik, pelajar sudah semestinya meninggalkan kebiasan tawuran yang jelas barbar.


Tawuran antar mahasiswa memberikan citra Kepala buruk bagi dua SMA unggulan, peristiwa tersebut juga melukai dunia jurnalistik dan pendidikan. Menyikapi hal itu,


  1. KONFLIK ANTAR AGAMA

Sebuah bom yang disembunyikan dalam sebuah truk relawan keamanan meledak di provinsi Narathiwat, mencederai tiga orang. Aksi itu terjadi sehari setelah seorang bocah Muslim berusia dua tahun tewas akibat ditembak ketika naik motor bersama ayahnya.


Sepasang warga Buddha juga ditembak ketika mereka naik kendaraan menuju sebuah pasar di provinsi Pattani. Sebuah bom di Yala mencederai penjual buah-buahan.


Lebih dari 4.100 orang Buddha dan Muslim tewas dalam enam tahun aksi kekerasan di provinsi paling selatan Thailand ketika etnik Melayu yang Muslim berjuang bagi satu otonomi dari negara yang berpenduduk mayoritas beragama Buddha itu.


  1. PT Freeport Indonesia dan Konflik Konflik Sosial di Papua

Maret 1967, PT Freeport Indonesia Incorporate (FII) perusahaan yang dibentuk oleh Freeport Internasional, yang diwakili oleh Forbes Wilson menanda tangani Kontrak Karya untuk usaha penambangan di wilayah Pegunungan Selatan Jayawijaya di Gunung Erstberg atau dalam bahasa Amungme disebut Yelsegel Ongopsegel.


Pada 5 April 1967 Menteri Pertambangan RI Slamet Branata dan Perwakilan Freeport menandatangani Kontrak Karya pertama selama 30 tahun untuk pengembangan tambang Ertsberg. Kini gunung Erstberg sudah berubah menjadi lubang raksasa yang kemudian diberi nama ”Danau Wilson.” Nama ini diberikan sebagai penghormatan kepada tuan Forbes Wilson.


pertumpahan darah untuk mendapat sejengkal tanah. Kini masyarakat setempat akan menanggung semua resiko baik dampak lingkungan mau pun dampak sosial akibat perubahan perubahan modernisasi yang keliru.


  1. Pembantaian Warga di Mesuji Lampung

Tragedi kemanusian kembali terjadi di Mesuji dan Sodong di Lampung. Bentrokan terjadi antara warga dan polisi yang dipicu oleh konflik lahan antara petani dan perusahaan perkebunan serta penyerobotan lahan pada bulan November lalu.


Kejadian itu dipicu konflik sengketa lahan antara warga dan perusahaan perkebunan sawit  PT. Silva Inhutani milik warga negara Malaysia  bermaksud melakukan perluasan lahan dengan membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan Foto Pembantaian Warga di Mesuji Lampung karet namun selalu ditentang penduduk setempat.


Akhirnya PT. Silva Inhutani membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk. Pasca adanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011. Akibat sengketa tanah itu akhirnya Foto Pembantaian Warga di Mesuji Lampung memicu adanya dugaan pelanggaran HAM terhadap warga Mesuji oleh aparat keamanan. Akhirnya warga Mesuji Propinsi Lampung mendatangi komisi III DPR di Gedung DPR / MPR  Jakarta, pada hari Rabu 14 Desember 2011.


  1. Kisruh Menjelang Pemilukada Provinsi NAD

Massa tiba dan berkumpu l di Mesjid Agung Darussalihin Kota Idi sekitar pukul 10:00 Wib, mengusung sejumlah spanduk dan poster yang berisi dukungan terhadap tahapan Pemilukada. Mereka melakukan long march (berjalan kaki) menuju Kantor DPRK.


Koordinator aksi Tgk Muzakir Daud di halaman DPRK dalam orasinya menyebutkan, aksi itu mereka lakukan karena DPRK Aceh Timur mencoba melawan perundang-undangan di Indonesia. Perwakilan massa menyerahkan pernyataan sikap bersama ke kantor dewan, yang diterima oleh pegawai skretariat dewan.


Setelah iru massa bertolak kekantor KIP Aceh Timur untuk melakukan aksi demo meminta Kepada KIP agar menjalankan pemilukuada sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.Sementara itu, Ketua KIP Aceh Timur, Iskandar A Gani mengatakan, pihaknya akan menjalankan tahapan pemilukada sesuai dengan peraturan dan jadwal yang telah ditetapkan. KIP tidak dalam posisi menerjemahkan regulasi tetapi KIP hanya melaksanakan regulasi yang ada sesuai dengan perundang-undangan.


  1. UU Pengadaan Tanah Mesti Diperjelas

Undang-undang (RUU) Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum telah diberlakukan, seyogianya berbagai hal dalam regulasi tersebut lebih diperjelas. Dengan demikian, biaya sosial (konflik) yang berpotensi muncul bisa diminimalkan.


Ahli perencanaan kota dari Universitas Tarumanagara (Jakarta), Suryono Herlambang, mengatakan hal tersebut di Jakarta. Hal lain, ketentuan pengajuan keberatan dari pemilik lahan sedari Pemerintah Provinsi sampai ke  MA (Mahkamah Agung) yang maksimal 70-an hari, bagi sebagian warga mungkin terlalu singkat.


Kata Suryono, buat warga berpenghasilan rendah yang tidak punya akses bagus ke birokrasi, waktu tersebut tidak cukup. Saat ini, angka konflik pertanahan di Indonesia jauh lebih besar daripada konflik rumah tangga. “Dan kalau tidak ada kejelasan dalam Undang-undang Pengadaan Tanah itu, konflik bisa saja terus naik.”


  1. Konflik Di Tanjung Priok

Priok berdarah terulang lagi. Sejumlah orang luka parah dan ringan dalam upaya penggusuran makam Mbah Priok. Bahkan� tiga di antaranya meregang nyawa. Bagaimana sebenarnya koordinasi aparat keamanan sehingga upaya penertiban berubah menjadi kerusuhan massal?


Menurut catatan detikcom, Kamis (14/4/2010) pagi buta, ribuan anggota Satpol PP telah berdatangan ke Koja, Jakarta Utara. Hari itu mereka mantap akan menggusur bangunan tak berizin di areal makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok. Mereka melengkapi diri dengan helm, tameng, serta pentungan.


Namun siapa nyana. Ratusan warga setempat melakukan perlawanan. Mereka tak mundur selangkah pun saat ribuan annggota Satpol PP Pemrov DKI merangsek. Diawali saling teriak antara dua kubu. Tapi sesaat kemudian, perang pun pecah. Batu, kayu serta benda-benda keras lainnya berterbangan di udara. Bom molotov ikut dilemparkan dan senjata tajam dihunus. Massa dan aparat Satpol PP sama-sama beringas.


Saling serang, saling gebuk satu sama lain. Korban pun satu persatu berjatuhan dari kedua belah pihak. Ratusan orang luka ringan dan parah. Bahkan dua orang anggota Satpol PP meregang nyawa.

Suasana mencekam berlanjut hingga malam hari. Puluhan mobil milik Satpol PP dibakar massa. Arus lalu lintas menuju terminal peti kemas Pelindo pun terputus untuk beberapa jam.


  1. Usut Dana Kemanusiaan Poso

Konflik Poso yang telah memakan banyak korban membuat pemerintah pusat mengucurkan dana sekitar RP. 162 milyar untuk menangani bebagai kerusakan. Para pengunjuk rasa menyatakan telah terjadi korupsi pada dana kemanusiaan tersebut. Mereka meminta pemerintah mengusut korupsi dana kemanusiaan untuk Poso.


  1. konflik massal 1998-2001 Di Poso

Poso membara! Rentetan kekerasan bahkan terus bergulir pasca konflik massal 1998-2001. Peledakan bom, perampokan bersenjata, pembunuhan warga masyarakat dan aparat seakan tanpa ujung. Sekian banyak peristiwa kekerasan bernuansa teror terus terjadi tanpa dapat diungkap pelakunya.


Sabtu, 29 Oktober 2005, Poso gempar lagi. Pagi itu ditemukan tiga tubuh siswi berseragam SMU bersimbah darah, tanpa kepala, tergeletak mengenaskan di jalan setapak Bukit Bambu. Tak lama kemudian, tiga kepala siswi tersebut ditemukan di dua tempat berbeda, disertai surat ancaman untuk mencari kepala-kepala lain.


Bagi warga Kabupaten Poso khususnya, dan Propinsi Sulawesi Tengah pada umumnya, insiden itu menimbulkan klimaks ketidakpercayaan terhadap pemerintah, aparat keamanan, maupun penegak hukum.


Takut dan putusasa menghinggapi mereka. Di kancah nasional, peristiwa mutilasi 3 siswi itu merebak menjadi isu panas di media massa, DPR, Pemerintah Pusat, Komnas HAM, bahkan di kalangan masyarakat internasional.


Melalui Pansus Poso DPR RI meminta Menkopolhukam dan sejumlah menteri terkait, termasuk Kapolri dan Panglima TNI, untuk menjelaskan situasi Poso. Sementara itu merebak isu bahwa semuanya itu hanya `kerjaan orang-orang berseragam`.


Mengingat kredibilitas Polri dan Pemerintah RI dipertaruhkan, Kapolri menugaskan Kabareskrim untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Kabareskrim membentuk Satuan Tugas Khusus. Targetnya jelas: kapan pun kasus ini harus terungkap.


Ternyata, ini hanya awal dari investigasi penuh risiko terhadap puncak gunung es kekerasan. Berhadapan dengan realita bongkahan gunung es yang tersembunyi di bawah permukaan, investigasi menjadi begitu penuh risiko.


Nyawa para anggota Satgas menjadi taruhan, karena harus berhadapan dengan jaringan yang efektif sekali menggerakkan kaki tangannya untuk menebar maut. Buku ini saya harapkan dapat memotivasi seluruh penyidik untuk menuliskan pengalaman tugas mereka.


  1. Konflik Perbatasan Timor Leste Kembali Mencuat

Konflik di kawasan perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste kembali mencuat di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distrik Ambenu, menyusul klaim dari warga Ambenu terhadap areal pertanian seluas enam hektar.


Anggota DPD Sarah Lery Mboeik yang tengah melakukan kunjungan ke perbatasan dengan Timor Leste ketika dikontak melalui telepon seluler di Kefamenanu, Selasa mengatakan, perebutan lahan di garis perbatasan antara Timor Tengah Utara dengan Distrik Ambenu agar segera diatasi pemerintah “Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, pemerintah harus mengantisipasi konflik sebelum terjadi pertumpahan darah,”katanya.


Dia mengatakan, wilayah yang diklaim itu terletak di Desa Obe, Kecamatan Bikomi Nululat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lahan itu diklaim oleh warga dari Distrik Ambenu, Timor Leste, sebagai milik mereka dan mendapat protes keras dari warga Bikomi Nunulat.


Traktat 1904 tersebut, kata dia, berkaitan dengan pembagian wilayah kekuasaan antara penjajah Belanda yang menguasai Timor bagian barat dan penjajah Portugis yang menguasai wilayah Timor bagian timur yang kini dikenal sebagai negara Timor Leste.Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Indonesia telah mengirim surat protes kepada pemerintah Timor Leste untuk meminta negara tetangga itu mematuhi perjanjian perbatasan tiga wilayah yang masih dalam sengketa.


“Sehubungan dengan penyerobotan lahan oleh pemerintah Timor Leste di tiga wilayah yang masih disengketakan, Departemen Luar Negeri telah mengirim surat protes kepada pemerintah Timor Leste,” kata Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf Dody Usodo Hargo di Kupang.


Tiga daerah perbatasan yang masih disengketakan itu adalah Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara seluas 100 hektare (ha), Distrik Oeccuse-Timor Leste, Desa Memo, Kecamatan Miomafo Timur dan Desa Noelbesi, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang seluas 1.036 ha.


Wilayah yang disengketakan itu tersebut, katanya, sesuai perjanjian antara Timor Leste dan Indonesia, tidak boleh ada aktivitas apapun sebelum proses penyelesain berakhir.


Itulah ulasan nya , Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.