24 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap Dalam Sosiologi

Diposting pada

24 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap Dalam SosiologiGuruPendidikan.Com – Dalam hal ini konflik berasal dari kara kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Yang secara sosiologi, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih “bisa juga kelompok”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : AMDAL Adalah : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Jenis, Dan Contohnya LENGKAP

Pengertian Konflik

Yang dimana salah satu pihak yang berusaha menyingkirkan pihak yang lain dengan menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya. Konflik biasany diberi pengertian sebagai satu bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, faham, dan kepentingan diantara dua pihak atau lebih.


Pertentangan ini bisa berbentuk pertentangan fisik dan non-fisik, yang pada umumnya berkembang dari pertentangan non-fisik menjadi benturan fisik, yang dapat berkadar tinggi dalam bentuk kekerasan “violent” bisa juga berkadar rendah yang tidak menggunakan kekerasan “non-violent”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya


Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Nah berikut ini beberapa pengertian konflik menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

Menurut Soerjono Soekanto

Dalam rangka mencapai tujuannya, setiap individu atau kelompok akan menggunakan segara cara termasuk ancaman atau kekearasan sebagai bentuk pertentangan terhadap lawannya, proses inilah yang disebut dengan konflik.


Menurut Simmel “1995”

Bila setiap hubungan antara manusia berarti ialah sebuah sosiasi, maka konflik juga wajib dianggap sebagai sosiasi.


Menurut R.E. Park

Menurutnya ia memandang konflik sebagai salah satu bentuk interaksi.


Menurut Taman Dan Burgess “1921”

Keduanya memandang konflik sebagai bentuk yang berbeda dari kompetisi atau persaingan. Mereka menulis, keduanya merupakan bentuk interaksi, kompetisi atau persaingan adalah perjuangan antara individu atau kelompok individu yang dilakukan tanpa melalui kontak dan komunikasi. Di lain pihak konflik ialah sebuah perlombaan dimana terjadi kontak sebagai kondisi yang sangat diperlukan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 27 Pengertian HAM Menurut Para Ahli Dan ( Contoh – Sejarah – Jenis )


Menurut Max Wber “1968”

Hubungan sosial disebut sebagai konflik apabila sepanjang tindakan yang ada di dalamnya secara sengaja ditujukan untuk melaksanakan kehendak satu pihak untuk melawan pihak lain. Dengan demikian, konflik merupakan suatu hubungan sosial yang dimaknai sebagai keinginan untuk memaksakan kehendaknya pada pihak lain.


Menurut A.W. Hijau “1956”

Konflik didefinisikan sebagai “upaya yang disengaja untuk melawan atau memaksa kehendak lain atau orang lain. Sebagai sebuah proses, konflik ialah kebalikan dari kerjasama dimana usaha senagaja dilakukan untuk menggagalkan kehendak orang lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : VOC : Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC


Menurut Gillin Dan Gillin “1948”

Konflik ialah proses sosial yang dimana individu atau kelompok mencapai tujuan mereka secara langsung menantang pihak lain dengan cara kekerasan atau ancaman kekerasan, singkatnya dapat dikatakan bahwa konflik mengacu pada perjuangan di antara pihak yang bersaingan, berusaha untuk mencapai, tujuan berusaha untuk menghilangkan lawan dengan membuat pihak lain tidak berdaya.


Menurut KBBI “1996:518”

Konflik ialah percekcokan, perselisihan atau pertentangan.


Menurut Berstein “1965”

Menurutnya konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah, konflik ini mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Trikora : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir


Menurut Robert M.Z. Lawang

Menurut lawang konflik ialah perjuangan memperoleh status, nilai, kekuasaan dimana tujuan mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.


Menurut Ariyono Suyono

Konflik merupakan proses atau keadaan dimana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.


Menurut James W. Vander Zanden

Dalam bukunya Sociology, konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, bertujuan untuk menetralkan, merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka.


Menurut Lacey “2003”

Konflik sebagai “a fight, a collision, a struggle, a contest, opposition of interest, opinion or purposes, mental strife, agony” suatu pertarungan benturan, pergulatan, pertentangan kepentingan-kepentngan, opini-opini atau tujuan-tujuan, pergulatan mental, penderitaan batin”. Konflik memang melekat erat dalam dinamika kehidupan, sehingga manusia dituntut selalu berjuang dengan konflik.


Menurut Zein “2001”

Menurutnya konflik ialah:

  • Sebuah perdebatan atau pertandingan untuk memenangkan sesuatu.
  • Ketidak setujuan terhadap sesuatu, argumentasi, pertengkaran atau perdebatan.
  • Perjuangan, peperangan atau konfrontasi.
  • Keadaan yang rusuh, ketidakstabilan gejolak atau kekacauan.

Menurut Gibson, et al (1997: 437)

Konflik merupakan hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing ± masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri ± sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.


Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977)

konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.


Devito (1995: 381)

Pengertian konflik menurut Devito Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tidak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda.


Peter Harris dan Ben Relly (1998),

berpendapat bahwa sifat konflik yang tajam di dunia telah berubah dalam satu dekade terakhir, baik dalam inti permasalahan maupun dalam bentuk pengekspresiannya.


Salah satu perubahan yang paling dramatis adalah pergeseran dari konflik antarnegara yang tradisional (perang antarnegara berdaulat) menuju konflik dalam negara. Konflik-konflik yang paling kejam sepanjang abad ke-20 adalah konflik antarnegara.


Akan tetapi, pada tahun 1990-an hampir semua konflik besar di dunia terjadi dalam negara atau konflik internal, misalnya perang saudara, pemberontakan bersenjata, gerakan separatis dengan kekerasan, dan peperangan domestik lainnya.


Menurut Kartono

berpendapat bahwa konflik adalah proses sosial yang bersifat antagonistik dan terkadang tidak bisa diserasikan karena dua belah pihak yang berkonflik memiliki tujuan, sikap, dan struktur nilai yang berbeda, yang tercermin dalam berbagai bentuk perilaku perlawanan, baik yang halus, terkontrol, tersembunyi, tidak langsung, terkamuflase maupun yang terbuka dalam bentuk tindakan kekerasan.


Konflik yang terjadi antar individu, misalnya konflik di antara sesama teman di sekolah. Konflik antara individu dengan kelompok, misalnya konflik antara seorang majikan dan buruhnya; atau konflik antara kelompok dan kelompok, misalnya para pedagang kaki lima dengan para petugas ketertiban. Bahkan, konflik dapat melibatkan antarnegara, seperti konflik antara Irak dan Amerika.


Definisi Konflik Menurut Nardjana (1994)

Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya salingterganggu


Menurut Killman dan Thomas (1978)

konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokanantar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupundalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapatmengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)


Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580)

yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah
: Conflictis a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.


yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasidan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.


Menurut Stoner

Konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasisumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian.(Wahyudi, 2006:17)


Sedangkan Menurut Daniel Webster

mendefinisikan konflik sebagai:

1. Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain.

2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001).


Demikianlah pembahasan mengenai 24 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: