Pengertian dan Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Diposting pada

Pengertian-dan-Ciri-Tumbuhan-Lumut-(Bryophyta)

Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pada umumnya, tumbuhan lumut dapat tumbuh dengan mudah di tempat yang basah dan lembab. Tumbuhan lumut bersifat autotrof karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil. Tubuh lumut diselubungi oleh kutikula lilin yang dapat mengurangi penguapan berlebihan dari tubuhnya, sehingga memungkinkannya untuk dapat beradaptasi di lingkungan yang tak terlalu basah. Tumbuhan lumut tergolong sebagai kormofita berspora, karena tumbuhan ini menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya. Tumbuhan lain yang juga termasuk kormofita berspora adalah tumbuhan paku.


Tumbuhan lumut “ Bryophytes yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Bryon yang berarti “ lumut ” sedangkan “ Phyton ” yang berarti tumbuhan. Dimana yang kita ketahui bahwa setiap jenis-jenis tumbuhan lumut mempunyai ciri-ciri yang berbeda, namun ada juga yang hampir sama. Tumbuhan lumut ini biasanya berwarna hijau karena tumbuhan lumut memiliki sel-sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b. Jadi lumut bersifat autotrof.


Tubuh lumut dapat dibedakan menjadi dua yaitu sporofit dan gametofit. Yang beradasarkan strukturnya tubuh lumut dimana tumbuhan lumut masih berupa talus menurut anggapan ahli, tetapi ada pula yang menganggap bahwa lumut telah berkormus atau telah memiliki akar, batang dan daun. Namun yang lebih tepatnya pada tumbuhan lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Lumut dapat melakukan dua adaptasi yang memungkinkan tumbuh di tanah.


  • Adaptasi pertama tubuh lumut diselubungi oleh kutikula lilin sehingga dapat mengurangi penguapan dari tubuhnya.

  • Yang kedua gamet-gametnya berkembang didalam gametangium, sehingga zigot hasil fertilisasi berkembang dalam jaket pelindung.

Pada lumut belum memiliki jaringan pengangkut yaitu xylem dan floem, maka air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi. Setelah itu didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan lumut secara defuse, daya kapilaritas dan dengan aliran sitoplasma. sistem pengangkut yang dimiliki tumbuhan lumut membuat habitat tumbuhan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat teduh. Lumut memiliki tinggi kurang lebih dari 20 cm dan lumut memiliki pergiliran keturunan ( metagenesis ).


Lumut berkembangbiak dengan reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi tumbuhan lumut secara sekual ialah dengan peleburan antara spermatozoid dengan ovum dalam perantaraan air. zigot hasil dari fertilisasi akan berkembang menjadi embrio, lalu itu sporofit diploid ( 2n ) yang memiliki sporangium ( kotak spora ) dan menghasilkan sporahomosfor. Dan sedangkan reproduksi tumbuhan lumut secara aseksual ialah spora haploid yang menghasilkan dalam sporangium akan tumbuh dengan menjadi protonema dan kemudian menjadi gametofit.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lumut Kerak – Pengertian, Manfaat, Contoh, Anatomi, Morfologi, Reproduksi


Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam proses metagenesis ini, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Lumut memiliki dua alat perkembangbiakan (gametangium), yaitu arkegonium sebagai sel gamet betina, dan anteridium sebagai sel gamet jantan. Berikut adalah bagan tahapan metagenesis yang terjadi pada tumbuhan lumut.


Daun pada tumbuhan lumut mempunyai sel-sel yang kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Terdapat juga sel-sel mati yang berfungsi sebagai tempat persediaan air dan penyimpanan cadangan makanan. Tumbuhan lumut mempunyai akar dalam bentuk rizoid yang melekat pada tempat tumbuhnya lumut. Rizoid ini juga berfungsi untuk menyerap air serta garam-garam mineral ke dalam tubuh lumut.


Berdasarkan berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan ciri-ciri tumbuhan lumut, nah berikut ini ciri-ciri tumbuhan lumut secara umum, simak ulasannya dibawah ini.

  • Merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan yang bertalus ( talofita ) dengan tumbuhan berkormus ( kormofita ).
  • Tumbuhan lumut berukuran tinggi rata-rata kurang lebih 1-2 cm yang paling tinggi mencapai 20 cm.
  • Mengalami pergiliran keturunan generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit ialah generasi penghasil spora sedangkan generasi gametofit ialah generasi penghasil gamet.
  • Tumbuhan lumut berbentuk lembaran, tumbuhan kecil memiliki bagian yang menyerupai akar atau rizoid, batang dan daun.
  • Dalam tubuh tumbuhan lumut mengandung sel-sel yang berkloroplas ( klorofil untuk fotosintesis ) dan tidak memiliki jaringan pengangkut.
  • Tubuh gametofit bersifat haploid ( n ) yang sehari-hari kita kenal sebagai tumbuhan lumut.
  • Pada tumbuhan lumut terdapat gametangia atau alat kelamin. Alat kelamin jantan disebut dengan anteridium yang menghasilkan spermatozoid sedangkan alat kelamin betina disebut arkegonoium yang menghasilkan ovum.
  • Bersifat autotrof karna tumbuhan lumut sudah memiliki klorofil.
  • Tumbuhan lumut belum memiliki jaringan pengangkut xylem dan floem.
  • Memiliki lapisan pelindung, kutikula dan gametangium.
  • Tumbuhan lumut hidup dirawa dan ditempat yang lembab.
  • Tumbuhan lumut menyerap air secara imbibisi.
  • Umumnya tumbuhan lumut berwarna hijau karna sel-selnya memiliki kloroplas ( plastida ).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Berkembangbiak Dengan Spora


Siklus Hidup Tumbuhan Lumut

Kebanyakan dari tanaman memiliki dua bagian kromosom di sel-selnya (diploid, beberapa kromosom hidup dengan sebuah pasangan yang mengandung informasi genetik yang sama). Sedang lumut (dan Bryophyta lain) hanya memiliki satu set kromosom (haploid, beebrapa kromosom hidup dalam sebuah salinan sel yang unik). Periode siklus hidup lumut secara lengkap, merusak kromosom, tetapi hal ini hanya pada sporofit.


Ciri Siklus Hidup Lumut (Polytricum commune)

Lumut hidup diawali dari sebuah spora haploid, yang bertunas untuk memproduksi sebuah protonema, yang menumpuk filamen atau thalloid (flat dan thallus like). Ini merupakan tingkatan sementara dalam hidup lumut. Dari protonema tumbuh gametophore yang dideferensiasi menjadi tangkai dan akar/ leaves (mikrofil). Dari keterangan dari tangkai atau cabang develop organ sex lumut. Organ betina disebut archegonia (archegonium) dan terlindungi oleh kumpulan tangkai yang termodifikasi yang disebut perichaetum (plural, perichaeta). Archegonia memiliki leher disebut venters dimana sperma jantan turun. Organ jantan disebut antheridia (singular antheredium) dan tertutup oleh modifikasi tangkai disebut perigonium (plural, perigonia).Lumut bisa menjadi dioicous atau monoicous. Pada lumut dioicous, kedua organ sex, jantan dan betina terlahir pada gametofit tanaman.


Pada monoicous (juga disebut autoicous) lumut, mereka terlahir pada tanaman yang sama. Pada pengairan, sperma dari antheridia berjalan ke archegonia dan terjadi fertilisasi, mengawali produksi sporofit diploid. Sperma lumut adalah biflagellate, mereka memiliki dua flagella yang membantu sebagai daya pendorong. Tanpa air, fertilisasi tidak dapat terjadi. Setelah fertilisasi, sporofit mandul didorong keluar dari archegonial venter.


Ini membutuhkan kira-kira seperempat sampai setengah tahun untuk sporofit untuk matang. Badan sporofit terdiri dari gagang panjang, disebut seta, dan capsule disebut operculum. Capsule dan operculum terlapisi oleh calyptra yang merupakan sisa archegonial venter. Calyptra biasanya mengecil / berkurang ketika capsule matang. Withing the capsule, sel-sel pereproduksi spora mengalami meiosis untuk membentuk spora haploid, dimana siklus dapat berjalan lagi. Mulut capsule biasanya dikelilingi oleh set gigi disebut peristome. Ini mungkin tidak terjadi pada beberapa lumut.


Pada beberapa lumut, struktur vegetatif hijau disebut gemmae yang diproduksi pada tangkai atau cabang, yang bisa merusak dan membentuk kembali tanaman tanpa perlu melalui fertilisasi. Ini disebut dengan reproduksi asexual.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lumut Tanduk – Pengertian, Ciri, Gambar, Peranan, Cara Berkembang


Perkembangan Tumbuhan Lumut

Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya.


Tubuh tumbuhan lumut berupa tallus seperti lembaran-lembaran daun (hepaticae), atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil dengan batang dan daun-daunnya (pada musci), tetapi padanya belum terdapat akar yang sesungguhnya, melainkan hanya rizoid-rizoid yang berbentuk benang-benang atau kadang-kadang memang telah menyerupai akar. Pada tumbuhan inilah dibentuk gametangium.Setelah sel telur dibuahi oleh spermatozoid yang bentuknya seperti spiral atau alat pembuka gabus tutup botol dengan dua bulu cambuk itu, maka zigot tidak memerlukan waktu istirahat dulu tetapi terus berkembang menjdi embrio yang diploid.


Bagian bawah embrio dinamakan kakinya. Kaki masuk ke jaringan lumut yang lebih dalam dan berfungsi sebagai alat penghisap (haustorium). Embrio itu lalu tumbuh merupakan suatu badan yang bulat atau jorong dengan tangkai pendek atau panjang dan seperti telah telah disebut di atas disebut sporogonium. Di dalam bagian yang bulat itu dibentuk spora, oleh sebab itu bagian tersebut juga disebut capsule spora. Capsule spora juga dianggap sinonim dengan sporogonium karena leher arkegonium amat sempit, maka sporogonium tidak dapat menembusnya dan bekas dinding arkegonium ikut terangkat dan merupakan tudung capsule spora.


Mengingat bentuknya seperti tudung akar, pada ujung akar dan mungkin juga mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung, maka bekas dinding arkegonium itu juga dinamakan kaliptra. Jaringan dalam capsule spora dinamakan arkespora. Arkespora membentuk sel induk spora, dan dari satu sel induk spora dengan pembelahan reduksi terjadilah 4 spora yang berkelompok merupakan tetrade. Seringkali pada pembentukan spora itu ditentukan pula jenis kelaminnya. Dari spora itu, bergantung pada macam sporanya, akan utmbuh lumut yang berumah satu atau berumah dua. Spora itu membulat sebelum terpisah-pidah dan terlepas dari capsule spora.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : amur Zygomycota Beserta Ciri-Cirinya

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam proses metagenesis ini, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).


Lumut memiliki dua alat perkembangbiakan (gametangium), yaitu arkegonium sebagai sel gamet betina, dan anteridium sebagai sel gamet jantan. Berikut adalah bagan tahapan metagenesis yang terjadi pada tumbuhan lumut.

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan


Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut (bryophyta) dibagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut daun (bryophyta), lumut hati (hepaticophyta), dan lumut tanduk (anthocerotophyta).

  • Lumut Daun (Bryophyta)

Klasifikasi lumut Daun

  • Kingdom : Plantae
  • Division   : Bryophyta
  • Class         : Bryopsida
  • Ordo         : Bryopceales
  • Family      : Bryopceae
  • Genus       : Bryopsida
  • Species     : Bryopsida sp

Lumut daun adalah jenis tumbuhan lumut yang sering dijumpai di daerah yang lembab. Pada umumnya, satu individu lumut daun menghasilkan jenis gamet yang berbeda sehingga dapat dibedakan mana individu jantan, mana individu betina. Akan tetapi ada juga tumbuhan lumut yang menghasilkan gamet jantan anteridium) dan gamet betina (arkegonium) dalam satu individu.


Pada fase sporofit, tumbuhan lumut akan menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya. Jika spora lumut sampai di lingkungan yang sesuai, spora lumut akan tumbuh menjadi protonema. Protonema inilah yang akhirnya tumbuh menjadi tumbuhan lumut baru. Contoh spesies tumbuhan lumut daun adalah Polytrichum juniperinum, Pogonatum cirratum, dan Aerobryopsis longissima.


Ciri-ciri struktur Lumut Daun

Anggota yang tidak asing lagi dari divisio ini adalah Bryophyta atau lumut daun. Bryophyta memiliki jumlah kurang lebih 10.000 spesies jenis lumut daun yang dibagi menjadi tiga ordo yaitu Bryales, Sphagnales, dan Andreales. Lumut daun lebih mudah dikenali karena sering dijumpai di tempat yang agak terbuka. Pada divisio Bryophyta, kita belum dapat membedakan membedakan antara daun, batang, dan akarnya. Akan tetapi, Bryophyta telah memiliki klorofil untuk proses fotosintesisnya sehingga digolongkan ke dalam Regnum Plantae. Lumut daun (moss) merupakan tumbuhan lumut yang paling terkenal.


Hamparan lumut daun terdiri atas kelompok lumut yang padat, yang saling menyokong satu sama lain. Setiap tumbuhan yang tergabung dalam hamparan tersebut melekat pada substrat dengan sel memanjang atau filamen seluler yang disebut rizoid. Rhizoid membawa air dan nutrisi ke seluruh jaringan. Akan tetapi, rhizoid tidak memiliki pembuluh untuk mendistribusikan air dan nutrisi tersebut. Oleh karena itu, lumut dimasukkan ke dalam jenis tumbuhan tak berpembuluh. Difusi air dan nutrisi pada lumut terjadi secara lambat melalui jaringan di tubuh lumut yang saling berhubungan.


Oleh karena itu, ukuran tubuh mereka terbatas, hanya kurang dari 2 cm tingginya. Gametofitnya tumbuh tegak di permukaan tanah, memiliki bagian-bagian yang menyerupai “akar”, “batang”, dan “daun” yang sesungguhnya tidak sama dengan struktur yang sama pada tumbuhan vaskuler. Gametofit merupakan generasi dominan, tempat terjadinya fotosintesis. Sporofit tumbuh membentuk suatu batang panjang yang muncul dari arkegonium. Pada ujung batang terdapat sporangium, yaitu kapsul tempat terjadinya pembelahan meiosis dan spora haploid berkembang. Gambar sporofit yang memiliki sporangium berbentuk kapsul dengan tutupnya disebut kaliptra. Jika kadar air rendah, kaliptra terlepas, gigi peristom terbuka, dan spora keluar.

Ciri-ciri struktur Lumut Daun


Salah satu contoh lumut daun adalah lumut gambut atau sphagnum, terhampar menutupi permukaan daratan bumi seperti karpet. Hamparan lumut gambut sangat tebal, terdiri atas tumbuhan hidup dan mati di tanah basah, mengikat banyak sekali karbon organik. Sebagai tempat penyimpanan karbon, rawa gambut tersebut berperan penting dalam menstabilkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Sphagnum tumbuh di daerah tundra, merupakan makanan rusa kutub. Lumut daun dapat dimanfaatkan sebagai media tanaman (pengganti ijuk).


Habitat lumut daun

Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan sedikit yang terdapat di dalam air. Kebanyakan lumut ini tumbuh di rawa-rawa yang membentuk rumpun atau bantalan yang dari tiap-tiap tahun tampak bertambah luas sedangkan bagian bawah yang ada dalam air mati berubah menjadi gambut yang membentuk tanah gambut. Jenis tanah ini bermanfaat untuk menggemburkan medium pada tanaman pot dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Karena habitatnya sangat luas, maka tubuhnya pun mempunyai struktur yang bermacam-macam.


Di daerah kering, badan lumut ini dapat berbentuk seperti bantalan, sedangkan yang hidup di tanah hutan dapat berbentuk seperti lapisan permadani. Lumut di daerah lahan gambut dapat menutupi tanah sampai beribu kilometer.


Lumut ini hampir tidak pernah mengisap air dari dalam tanah, tetapi justru banyak melindungi tanah dari penguapan air yang terlalu besar. Lumut daun merupakan tumbuhan yang berdiri tegak, kecil, dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral.


  • Lumut Hati (Hepaticophyta)

Klasifikasi lumut hati

  • Kingdom : Plantae
  • Division   : Hepaticophyta
  • Class         : Hepaticosida
  • Ordo         : Hepaticoccales
  • Family      : Hepaticoceae
  • Genus       : Hepaticopsida
  • Species     : Hepaticiopsida sp

Tubuh lumut hati tersusun atas struktur tubuh yang berbentuk hati pipih yang disebut talus yang tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang, maupun daun. Tumbuhan lumut mempunyai tubuh yang terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati.


Gametangium pada lumut hati umumnya terdapat pada struktur batang yang disebut arkegoniofor (tempat penghasil arkegonium) dan anteridiofor (tempat penghasil anteridium). Lumut hati juga bisa melakukan perkembangbiakan aseksual dengan sel yang disebut gemma. Gemma merupakan struktur seperti mangkok yang terdapat di permukaan gametofit. Contoh spesies lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Porella.


Ciri-ciri struktur Lumut Hati

Hepatophyta disebut juga lumut hati. Menurut Campbell (1998: 550), Lumut hatimeliputi sekitar 8.000 jenis yang kebanyakan hidup di tempat lembab seperti pada batang pohon, tanah, atau batu cadas. Lumut hati membentuk massa berupa lembaran dengan tepi yang terbelah-belah (disebut talus) yang berbentuk seperti hati. Pada beberapa jenis, talus ini membentuk daun sehingga lumut hati dapat dibedakan menjadi lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun (sering disebut lumut sisik). Contoh lumut hati bertalus yaitu Marchantia polymorpha, M. berteroana, Ricciocarpus natans, R. frostii. Lumut hati berdaun misalnya Porella.


Hutan tropis merupakan tempat hidup lumut hati dengan keanekaragaman yang paling besar. Gametofitnya merupakan lembaran “daun” tipis yang menempel pada substratnya dengan rizoid yang halus. Lembaran “daun” dibagi menjadi beberapa lobus, bentuknya seperti hati hewan, epidermisnya mengandung klorofil. Pada permukaan gametofit terdapat badan seperti mangkuk yang berisi kuncup (gemma) yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan aseksual. Kuncup yang terlepas dan jatuh di tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi individu baru. Seperti Bryophyta, pada lumut hati fase yang menonjol adalah fase gametofitnya. Pada fase ini, gametofitnya terkadang memiliki kutikula. Spora dari lumut hati ini memiliki dinding tebal yang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.


Siklus hidup lumut hati hampir mirip dengan lumut daun, yaitu fase gametofitnya lebih dominan. Gambar  Lembaran “daun” (gametofit dengan mangkuk berisi gemma, anteridium, dan arkegonium.

Ciri-ciri struktur Lumut Hati


Perkembangbiakan seksual terjadi melalui pembentukan arkegonium dan anteridium, biasanya tumbuh pada gametofit yang berbeda. Tangkai arkegonium disebut arkegoniofor, sedangkan tangkai anteridium disebut anteridiofor. Lekukan pada payung pembawa anteridium lebih dangkal dibanding dengan payung arkegonium.


Pada tiap lekukan terdapat satu arkegonium, yang tumbuh ke arah bawah. Setelah terjadi pembuahan terbentuk zigot, sementara arkegoniofor terus memanjang. Zigot tumbuh menjadi sporofit dan terbentuk “kapsul” tempat tumbuhnya spora yang haploid. Spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi benang yang tidak tentu bentuknya dan berfungsi sebagai sel pemula pembentukan gametofit.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Kingdom Plantae Dalam Biologi


Macam dan Morfologi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Morfologi dan Anatomi Lumut Kelas Hepaticopsida, Gametofit dari kelas ini masih sangat sederhana dan berdasar bentuk tubuhnya, lumut kelas ini dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu :

  • Tipe frondose / lumut hati bertalus (thalloid liverwort), merupakan golongan yang talusnya berupa lembaran.
  • Tipe foliose / lumut hati berdaun (leafy liverworts), merupakan golongan yang talusnya menyerupai batang dengan daun – daun.

Lumut hati bertalus (Frondose)

Lumut hati bertalus

Golongan ini meliputi tubuh bagian dorsal (punggung) dan ventral (perut).

Pada sisi dorsal :

  1. Pada jenis tertentu terdapat alur di tengah di mana pada bagian ujungnya terdapat penonjolan yang berfungsi sebagai gametangiofor (pendukung gametangium).
  2. Terdapat sel – sel asimilasi yang membatasi ruang – ruang udara.
  3. Terdapat lapisan epidermis yang merupakan lapisan yang berbatasan dengan udara luar.
  4. Terdapat porus yang menghubungkan ruang udara dengan udara luar.

Pada sisi ventral :

  • Ada yang namanya rusuk tengah yang merupakan penebalan dari talus.
  • Terdapat risoid dengan karakteristik unisel, tidak ada cabang, tekstur halus, serta licin dan berjendol.
  • Terdapat sisik dengan hanya 1 lapis sel meskipun ini bersifat multisel.
  • Terdapat jaringan parenkim tak berwarna sebagai sel penimbun cadangan makanan.

Tipe penampang melintang talus :

  1. Tipe Marchantia
    Pada tipe ini daerah ventral melebar hingga ke tepi kanan kiri talus. Daerah rusuk tengah merupakan bagian yang paling tebal dan semakin ke tepi semakin berkurang penebalannya. Daerah dorsal terdiri atas 1 lapis ruang udara yang di batasi oleh 1 lapis sel asimilasi di mana pada dasar ruang udara tersebut terdapat benang – benang asimilasi yang berfungsi untuk membantu dalam proses pengikatan CO2. Contoh pada Marchantia sp. dan Targonia hipophyla.

  2. Tipe Plagiochasma
    Daerah ventral sedikit melebar tetapi tidak sampai ke tepi talus. Daerah dorsal terdiri dari beberapa lapis ruang udara yang kosong. Lapisan atas dan tengah pada lapisan udara berukuran lebih kecil dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Contoh pada Plagiocasma appendiculatum, P. articulatum, dan masih terdapat contoh yang lain.


  3. Tipe Stepensoniella
    Daerah ventral khususnya pada rusuk tengah, tebal. Daerah dorsal terdiri dari 1 lapis ruang udara yang besar dan kosong. Contoh pada Stepensoniella brevipedunculata, Sauchia spongiosa, dan masih banyak lagi.


Lumut hati berdaun (Foliose)

Lumut hati berdaun (Foliose)

Golongan ini meliputi morfologi “daun” dan “batang”

Pada “daun” :

  • Bersifat dorsiventral (dapat dibedakan antara sisi dorsal dan sisi ventral) dengan karakteristik tubuh yang lunak.
  • Terdapat 2 – 3 baris daun
  • Di tepi talus terdapat yang namanya daun lateral yang dibagi menjadi : daun tunggal dan daun bilobus. Daun bilobus dibagi lagi menjadi 2, yaitu lobus postical (atas) dan lobus antical (bawah).
  • Daun ke 3 pada garus tengah di sisi ventral dinamai dengan amfigastrium yang bercirikan ukuran lebih kecil dari daun lateral.
  • Daun umumnya terdiri atas 1 lapis sel.
  • Terdapat kloroplas.
  • Terdapat trigome (penebalan berbentuk segitiga pada sudut – sudut sel).

Pada “batang” yang telah maju terdapat 3 macam jaringan :

  1. Epidermis, yaitu sel – selnya berdinding tebal dengan lapisan kutikula
  2. Korteks, sel – selnya berdinding tebal namun berukuran kecil. Sifat jaringan korteks parenkimatis, berfungsi untuk fotosintesis, respirasi, dan juga sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
  3. Medula, dindingnya tipis akan tetapi lebar

Terkadang pada beberapa suku tidak dijumpai adanya epidermis, namun korteks terdiri dari sel – sel hyalin berdinding tipis dan berukuran relatif besar yang dinamakan dengan hyaloderm. Jadi hyaloderm merupakan jaringan korteks yang terdiri dari sel – sel hyalin berdinding tipis dan berukuran relatif besar.


Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)

Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)

Lumut tanduk mempunyai gametofit yang mirip dengan gametofit pada lumut hati, perbedaan antara keduanya hanya terdapat pada sporofitnya. Sporofit pada lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Ciri unik dari lumut tanduk adalah sporofit akan terus tumbuh selama masa hidup gametofit. Contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros natans.


Ciri-ciri struktur Tanduk

Divisi Anthocerophyta memiliki struktur tubuh mirip tanduk sehingga dinamakan lumut tanduk. Anthocerophyta hanya memiliki satu kloroplas di dalam tiap selnya. Oleh karena itu, Anthocerophyta dianggap sebagai lumut primitif. Lumut ini memiliki struktur tubuh seperti lumut hati, perbedaannya terletak pada sporofitnya. Sporofit pada lumut tanduk bentuknya seperti kapsul memanjang yang tumbuh menyerupai tanduk.


Di antara semua lumut, lumut tanduk adalah yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan tumbuhan vaskuler. Bentuk tubuhnya mirip lumut hati, tetapi sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Sampai saat ini ketiga divisi lumut itu masih bertahan sebagai tumbuhan darat. Adanya hamparan lumut pada permukaan tanah dapat mencegah erosi. Selain itu, rizoid lumut dapat menembus permukaan batuan. Proses ini secara bertahap membentuk tanah baru. Oleh karena itu, tumbuhan lumut disebut sebagai tumbuhan pionir.

Ciri-ciri struktur Tanduk


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Morfologi Pada Akar Tumbuhan Dalam Biologi


Peranan Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Manusia

Beberapa spesies tumbuhan lumut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, diantaranya:

  1. Spesies lumut Marchantia polymorpha , biasa dimanfaatkan sebagai obat hepatitis.

  2. Jenis-jenis lumut gambut yang termasuk dalam genus Sphagnum biasa digunakan sebagai pengganti kapas.  Sphagnum juga berfungsi untuk membantu penyerapan air dan menjaga kelembaban tanah.


  3. Cephalozoella massalongoi, spesies lumut ini biasa tumbuh di tanah atau batuan yang mengandung tembaga sehingga dapat digunakan sebagai indikator keberadaan tembaga.


  4. Asplenium nidus, biasa digunakan sebagai tanaman hias.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya


Peran Tumbuhan Lumut Dalam Ekosistem

Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutanLumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohon-pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya.


Beberapa jenis dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa. Seperti itu, lumut semi-aquatic melebihi cakupan panjangnya normal di lumut terestrial. Di mana saja mereka terjadi, lumut memerlukan kelembaban untuk survive. Oleh karena tipis dan ukuran jaringan yang kecil, ketiadaan kulit jangat (mencakup dari lilin untuk mencegah kekurangan air), dan kebutuhan akan air cairan untuk menyudahi fertilisasi.


Beberapa lumut dapat survive dengan kekeringan, kembali hidup di dalam beberapa jam hidrasi.Di garis lintang utara, sisi batu karang dan pohon yang utara akan biasanya mempunyai lebih banyak lumut dibanding seberang. Ini diasumsikan untuk menjadi sisi pohon yang yang sun-facing. Di hutan dalam di mana cahaya matahari tidak menembus, lumut tumbuh subur sama pada saat pada batang pohon.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Bentuk Susunan Tulang Daun Dalam Biologi


Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ada suatu market substansiil yang mengumpulkan lumut dari yang liar. Penggunaan lumut tetap utuh terutama di florist trade dan untuk dekorasi rumah. Lumut jenis Sphagnum juga komponen utama bahan bakar, yang mana ditambang untuk penggunaan sebagai bahan bakar, sebagai aditip lahan perkebunan, dan jelai bertunas dikeringkan pada pemroduksian Scotch Whisky.


Sphagnum, biasanya jenis cristatum dan subnitens, dipanen selagi masih bertumbuh dan dikeringkan digunakan di kamar anak anak dan hortikultura sebagai medium pertumbuhan. Praktek tanah Pada Perang dunia II, Sphagnum digunakan sebagai PPPK yang dipakaian pada luka prajurit, lumut ini adalah sangat menyerap dan mempunyai kekayaan antibacterial. Beberapa awal orang-orang menggunakannya sebagai diaper dalam kaitan dengan absorbency.


Di United Kingdom, Fontinalis antipyretica biasa digunakan untuk memadamkan api seperti ditemukan di sejumlah substansiil di sungai yang slow-moving dan lumut menahan volume air yang besar membantu memadamkan nyala api tersebut. Di Finlandia, Peat mosses sebagai bahan bakar lumut telah digunakan untuk membuat roti selama kelaparan. Di Mexico, lumut digunakan pada Dekorasi Natal


Penyesuaian Bryophyta Dan Masalah Hidup Di Darat

Bryophyta tidak sesuai sepenuhnya terhadap kehidupan di daratan. Bryophyta bergantung kepada air untuk hidup. Zigot dan embrio  dilindungi daripada pengeringan dengan terus menetap di dalam arkegonium. Sperma harus berenang dalam kelembapan luaran untuk sampai ke telur,oleh sebab itu Bryophyta hanya terdapat di tempat yang lembap.


Bryophyta tidak mempunyai tisu vaskular , oleh itu struktur jasadnya tumbuh rendah daripada tanah untuk mengatasi masalah pengangkutan air. Genussi gametofit lebih terubahsuai untuk hidup di habitat daratan kerana sporofit bergantung kepada Genussi gametofit untuk mendapatkan bekalan makanan dan perlindungan.


Daftar Pustaka

  • Fictor F dan Moekti A. Praktis Belajar Biologi SMA X.: Jakarta. BSE 2009
  • Herni Budiati. Biologi untuk SMA/MA Kelas X: Jakarta. BSE 2009
  • Indun Kistinnah & Endang Lestari. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA/MA: Jakarta. BSE 2009
  • Rifki F, dkk. Mudah dan Aktif Belajar Biologi SMA Kelas X: Jakarta. BSE 2009
  • Anonymous.2009.http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_lumut. Diakses Tanggal 13 januari 2009.
  • Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press