Jamur Zygomycota Beserta Ciri-Cirinya

Diposting pada

Jamur-Zygomycota

Pengertian Zygomycota

Nama Zygomycota berasal dari jenis perbanyakan diri seksual,terutama pada pembentukan zigospora. Jamur ini dinamakan Zygomycota karena membentuk spora istirahat yang berdinding tebal yang disebut zygospora. Zygospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antara dua gametangium yang sama atau berbeda.


Zygomycota adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat. Jamur ini bersifat senositik yaitu hifa yang mngandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang , jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak inti. Serta dapat membentuk struktur dorman bersfat sementara yang disebut zigospora.


Zygomycota memiliki anggota sekitar 600 spesies. Contoh Zygomycota yang terkenal adalahRhizopus oryzae.  Amur dalam kelas ini disebut jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota. Jamur ini biasa dipergunakan untuk membuat tempe dan merupakan jamur hitam yang biasa tumbuh pada roti. Contoh spesies lain dari divisi ini, antara lain Mucor sp. DanPilobolus sp. Siklus hidup dari jamur Rhizopus stolonifer yang tumbuh pada roti, memperlihatkan siklus seksual dan aseksual Zygomycota. Hifa haploid dari Zygomycota tampak serupa, tetapi sebenarnya memiliki cara perkawinan yang berbeda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Jamur Serta penjelasannya


Ciri-Ciri Zygomycota

Karakteristik Jamur Zygomycota

Ciri khas jamur ialah reproduksi seksualnya yang membentuk spora khusus yaitu Zigospora sehingga dimasukkan dalam kelas Zygomycota. Untuk cara reproduksi dengan seksual yaitu secara konjugasi, dimulai dari ujung-ujung hifa yang berlainan jenis terdiri atas hifa jantan ( hifa + ) dan hifa betina ( hifa – ) kedua hifa tersebut bersifat haploid ( n ).


Bila kedua hifa tersebut mengalami pembengkekan dan pemanjangan pada ujungnya, maka akan bertemu dan bersatu dan selanjutnya akan melebur dan akan menghasilkan zygot berdinding tebal yang disebut dengan zygospora ( bersifat diploid 2n ). Karena berdinding tebal, maka dia tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
Untuk fase istirahat ( dormasi ) selama 1-3 bulan. Bila keadaan lingkungan telah membaik, maka zygospora akan berkecambah serta tumbuh menjadi hifa-hifa baru dan akan membentuk sporangiosfor yang pada ujungnya terdapat sporangium yang berisi spora dan selanjutnya akan terjadi proses reproduksi aseksual demikian seterusnya.


Rhizopus stolonifer dapat membantu terbentuknya tempe yaitu dapat membantu menguraikan protein kedelai menjadi protein sederhana dan asa amino dengan bantuan enzim yang dikeluarkan. Karena dia mampu menguraikan sehingga memiliki kesamaan fungsi dengan bakteri. Jamur kelas dapat hidup secara saprofit baik ditanah, sisa-sisa organism, kayu lapuk misalnya Mucor yang hidup pada roti yang sudah basi. Tetapi ada juga yang lebih menguntungkan, misalnya Rhizopus oryzae yang digunakan untuk pembuatan sake ( minuman khas Jepang ).


Selain untuk membuat sake, golongan jamur ini ada pula yang digunakan untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti ( penyebar penyakit demam berdarah ) yaitu dengan menggunakan jamur Entomophthera culicis. Jamur Entomophthera culcis dapat hidup sebagai parasit didalam rongga tubuh nyamuk, yang kemudian akan menggerogoti membrane tubuh nyamuk bagian dalam sehingga lama kelamaan nyamuk tersebut akan mati.


  1. Hidup di tempat-tempat lembap.
  2. Membentuk spora istirahat berdinding tebal yang disebut zigospora
  3. Mempunyai hifa bercabang-cabang dan tidak bersekat (soenositik), dengan dinding sel tersusun atas zat kitin. Ada tiga tipe hifa Zygomicotina, yaitu
  4. Stolon yaitu hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat dan menghubungkan dua kumpulan sporangium.
  5. Rizoid yaitu hifa yang menembus substrat untuk menyerap makanan.
  6. Sporangiofor yaitu hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangia globuler (berbentuk bulat) di ujung-ujungnya.
  7. Umumnya mempunyai rizoid yang berguna untuk melekat pada substrat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Fungi/Jamur


Struktur Tubuh Zygomycota

Jamur ini dinamakan Zygomycota karena membentuk spora istrahat berdinding tebal yang disebut zigospora. Zigospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antara dua gametangium yang sama atau berbeda.
Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk.


Stuktur tubuh Zygomycota memiliki miselium yang bercabang banyak dan tidak bersekat-sekat dengan dinding sel mengandung kitin. Hifanya bersifat senositik. Septa hanya ditemukan pada sel-sel bereproduksi. Tubuh zygomycota. Bagian tertentu dari zygomycota membentuk sporagium yang didukung sporangiofor. Sporagium adalah struktur penghasil spora vegetatif. Alat reproduki seksual adalah zigosporagium yang berdinding tebal dan berwarna kehitaman. Nama zygomycota menujukan alat reproduksi seksual tersebut. Zigomycota tidak memiliki tubuh buah.


Ada beberapa tipe hifa pada Zygomycota yaitu :

  • Stolon, hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat. Misalnya jamur pada roti
  • Rizoid, Hifa yang menembus substrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan
  • Sporangiofor, Hifa yang tegak dipermukaan substrat dan memiliki sporangium globuler diujungnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya


Habitat Zygomycota

Zygomycota sebagian besar merupakan jamur terestrial yang hidup sebagai saprofit di tanah, makanan atau pada sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Jamur zygomycota ada yang hidup sebagai parasit pada manusia dan tumbuhan sehingga menyebabkan penyakit.


Jenis jamur zygomycota lainnya hidup bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain. Misalnya dengan ganggang hijau- biru atau ganggang hijau membentuk lumut kerak (lichen), dan dengan akar tumbuh tinggi sebagai mikoriza.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jamur – Klasifikasi, Faktor, Ciri, Struktur, Pertumbuhan, Habitat, Peranan, Contoh


Karakteristik Jamur Zygomycota

Anggota filum ini seringkali disebut sebagai cendawan tingkat rendah, karena pada umumnya dianggap “primitif” dalam skala evolusi. Ciri yang dimiliki jamur ini adalah :

  1. Habitat di darat.
  2. Mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak inti. Jamur yang mempunyai hifa senositik dianggap jamur tingat rendah.
  3. Beberapa spesies ada yang mempunyai rhizoid dan juga stolon. Rhizoid adalah hifa seperti akar yang pendek dan bercabang banyak, yang dapat menembus substrat, juga hifa fertil yang membentuk sporangium di ujung-ujung sporangiofor. Sedangkan stolon adalah filamen seperti akar yang menghubungkan kumpulan sporangium.
  4. Jumlah kromosom dalam thalus haploid.
  5. Komponen utama dinding selnya adalah chitin atau chitosan.
  6. Berkembangbiak secara aseksual menggunakan spora dalam spongarium, yaitu sporangiospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium di ujung hifa khusus (sporangiosfor).Selain itu juga, reproduksi aseksualnya menggunakan klamidospora, yaitu spora bersel satu yang berdinding tebal, yang sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik. Dinding sel yang tebal dan protoplasnya berubah menjadi cadangan dan seluruh sel berfungsi sebagai spora istirahat.
  7. Reproduksi seksual → Isogametangium melakukan kopulasi/fusi yang menghasilkan zigospora. Isogametangium adalah gametangium atau gamet jantan dan betina mempunyai bentuk dan ukuran serupa. Zigospora adalah spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi (gametangium).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Klasifikasi Jamur Terlengkap


Reproduksi Hidup Zygomycota

Reproduksi Hidup Zygomycota


Reproduksi aseksual

  1. Bila dinding sporangium melarut, maka sporangiospora dibebaskan.
  2. Sporangiospora berkecambah dan berkembang menjadi organisme dengan hifa somatik.
  3. Ujung sporangiosfor berkembang menjadi sporangium yang berisikan banyak sekali sporangiospora.

Reproduksi seksual

  • Reproduksi seksual mensyaratkan adanya dua lawan jenis serasi (+ dan -). Apabila kedua tipe ini bersentuhan satu dengan yang lain, terbentuklah progametangium.
  • Kemudian terjadi septum dekat ujung setiap progametangium, yang memisahkannya menjadi dua sel, gametangium dan sel suspensor.
  • Dinding kedua gametangium yang bersentuhan itu melarut pada titik sentuh, kedua protoplasma bercampur (plasmogami).
  • Lalu nukleus (+) dan (–) melebur (kariogami) untuk menghasilkan banyak nukleus zigot. Struktur yang mengandungnya dinamakan senozigot.
  • Dinding yang mengelilingi senozigot menebal dan permukaannya menjadi hitam dan berkutil-kutil, maka terbentuklah zigospora, yang tetap dorman 1 sampai 3 bulan.
  • Setelah berkecambah, terbentuklah organisme baru. Meiosis berlangsung selama proses perkecambahan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi jamur – Pengertian, Vegetatif, Generatif, Mekanisme


Peranan Zygomicetes Dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Dekomposer dalam tanah dan kotoran, sehingga bermain peranan yang cukup besar dalam siklus karbon.
  2. Berperan dalam beberapa simbiosis, seperti yang pada Harpellales yang mendiami arthropoda (khususnya larva serangga air tawar akuatik) yang melekat pada lapisan chitinous dari hindgut. Harpellids memperoleh gizi pada pakan yang tidak dimanfaatkan oleh arthropoda. Karena mereka pada umumnya dianggap tidak berbahaya dan tidak bermanfaat bagi hewan inang, asosiasi ini dianggap commensalistik.
  3. Bearing trichospores yang melekat pada kutikula hindgut dari Chili blackfly.
  4. Pathogen serangga yang dapat menyebabkan penyakit wabah besar
  5. Parasit pada jamur Basidimycota Sejumlah spesies digunakan dalam fermentatios, seperti Rhizopus oligosporus yang dimanfaatkan dalam pembuatan tempe, dan Actinomucor elegans di Cina untuk pembuatan keju atau sufu (Hesseltine 1991).
  6. Menyebabkan infeksi oportunistik dari diabetes, immuno-tertindas, infeksi virus dan dikompromi immuno-pasien (de Hoog dkk. 2000).
  7. Parasit pada amoeba.
  8. Sebagai agen penyakit tanaman misalnya, Choanephora cucurbitarum yang menyebabkan bunga cucurbita membusuk. Beberapa jenis memiliki dampak negatif ekonomi pada manusia menyebabkan buah-buahan terutama strawberry oleh Rhizopus stolonifer.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan


Perbedaan Jamur Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota

NoDivisiCiri-ciriReproduksiContohnya
1.

 

Zygomycota1.  Bersifat multiseluler

2.  hifanya tidak bersekat / septa/ hifa senositik dan bercabang

3.  tubuh tersusun atas miselinium yang bercabang banyak.

4.  sekat hanya ditemukan di tempat sel reproduksi terbentuk

5.  habitatnya ditempat lembab. sebagian besar hidup didarat

6.  membentuk spora istirahat berdinding tebal(zigospora)

1.  Reproduksi aseksual dengan membentuk spora vegetatif. Sporangium yang masak pecah menjadi miselium baru.

2.  Reproduksi seksual dengan cara memebntuk spora khusus (zigosspora). dengan konjugasi

1. Rhizopus Stolonifer : kapang roti.

2. pilobolus dan mucor mucedo: pengurai kotoran hewan

3. mucor javanicus: pembuatan tape

4. rhizopus oligosporus: pembuatan tempe

5. rhizopus oryzae : pembuatan tempe, oncom putih, fermentasi sake

6. rhizopus nigricans: memproduksi asam fumarat untuk antioksidan

1.Ascomycota1.  Sebagian besar multiseluler

2.   hifa bersekat

3.  memiliki tubuh buah(askokarp) yang bentuknya beragam. didalamnya ada kantong spora (askus) yg merupakan alat reproduksi seksual

4.  setiap askus menghasilkan spora seksual yg disebut askospora

5.  cara hidupnya ada yang saprofit , juga parasit. banyak di daun/ bunga/buah

1.  Secara aseksual  ascomycota uniseluler membentuk tunas.

Sedangkan multiseluler dng fragmentasi

2.  Reproduksi seksual dengan membentuk askospora didalam askus. askospora yang jatuh kemudian berkecambah membentuk haploid baru

1.  saccharomyces cereviceae: pembuatan roti dan tape

2.  saccharomyces ellipsoideus: wine

3.  saccharomyces tuac: utk buat legen (air nira)

4.  neurospora crassa: utk pembuatan oncom merah

5.  claviceps purpurea: parasit bakal buah gramineae

6.  aspergillus niger : pembuatan asam nitrat

7.  Aspergillus oryzae: kecap, tauco,

8.  aspergillus wentii: kecap

9.  penicillium notatum: penghasil antibiotik

2.Basidiomycota1.  makroskopis dan multiseluler

2.  hifa bersekat.

3.  mempunyai badan buah yg disebut basidiokarp, tempat pembuatan basidium

4.  cara hidupnya kebanyakan secara saprofit ditumbahan mati. ada yang parasit di tubuh mahluk hidup

5.  miselium vegetatif terdapat dalam substrat untuk menyerap makanan

1.  aseksual dengan cara pembentukan spora konidia

2.  seksual dengan cara  perkawinan yang menghasilkan basidiospora. apabila jatuh dilingkungan yang cocok akan membentuk kecambah menjadi hifa bersekat dengan satu inti haploid

1.  volvariella volvaceae(jamur merang)  agaricus, auricularia polytricha(jamur kuping) pleurotus(jamur tiram), boletus edulis(jamur batu) utk makanan

2.  ganoderma aplanatum(jamur kayu), polyporus giganteus(jamur papan), lentinulla edodes(jamur shitake): sebagai obat &suplemen makanan

3.  ustilago scifamenia: menyerang tebu

4.  ustilago maydis: menyerang jagung

5.  agaris melles: busuk pada akar jeruk

3.Deuteromycota1.  hifa bersekat dan dinding sel dari kitin

2.  jarang memebntuk tubuh buah dan berukuran mikroskopis

3.  Hidup sebagai saprofit/parasit

4.  belum idiketahui reproduksi seksualnya

1.  Reproduksi aseksual dengan cara  membentuk spora aseksual yang disebut konidia

2.  Reproduksi seksual belum diketahui

1.  Helminthosporium oryzae: merusak kecambah, menimbulkan bercak2 pada dau inang

2.  sclerothium rosfii: penyebab penyakit busuk

3.  epidermophyton floccosum: penyakit kaki atlet

4.  microsporum dan trichophyton:


Contoh Zygomycota dan Peranannya

Contoh Zygomycota dan Peranannya


1. Rhizopus sp

mampu memecah amilum menjadi dekstrosa, protein, dan lemak dalam kedelai menjadi molekul yang lebih kecil. Apabila tumbuh pada makanan atau buah-buahan dapat bersifat merugikan karena mengakibatkan pembusukan. Beberapa jenis Rhizopus sebagai berikut.

Rhizopus sp

  • Rhizopus stolonifer merupakan jamur yang biasa tumbuh pada roti basi.
  • Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae merupakan jamur yang membantu dalam pembuatan tempe.
  • Rhizopus nigricans mampu menghasilkan asam fumarat dan biasa tumbuh pada tomat.

2. Mucor mucedo

Mucor mucedo

Banyak ditemukan pada kotoran ternak. Pada struktur jamur Mucor antara sporangium dan sporangiofor dipisahkan oleh sekat menonjol yang disebut kolumela.


3. Mucor hiemalis. berperan dalam fermentasi susu kedelai.

Mucor hiemalis


4. Pilobolus. hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi.

Pilobolus


5. Beauveria bassiana berperan sebagai parasit pada wereng.

Beauveria bassiana


6. Metarrhisium anisopliae berperan dalam mengendalikan kumbang kolorado.

Metarrhisium anisopliae