protista-mirip-jamur

10 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Jamur Serta penjelasannya

protista-mirip-jamur

Protista Mirip Jamur

Pada Protista mirip jamur dalam hal ini tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Untuk protista yang mirip jamur dibedakan menjadi 2 kelompok yakni Mycomycota (Jamur Lendir) dan Oomycota (Jamur Air). Lalu bagaimana kita untuk dapat mengenal dua jenis protista yang mirip jamur ini?? Dan apa sajakah contoh dari jamur lendir dan jamur air?? Untuk dapat memahami dan mengentahuinya, simak saja uraian dibawah ini


Jamur protista atau protista mirip jamur dipindahkan dari kingdom Fungi karena cara reproduksi dan siklus hidupnya sesungguhnya berbeda dengan kingdom Fungi. Sehingga jamur protista ini tidak dapat dikelompokkan ke kingdom fungi. Hal ini dibuktikan oleh Bauldauf dan Doolittle (1997) melakukan analisis filogenetik, pada tahap elongasi faktor 1-alpha urutan gennya berbeda sehingga tidak dapat digolongkan ke kingdom fungi.  Meskipun begitu terdapat kesamaan antara keduanya yaitu sama-sama memiliki struktur menghasilkan spora, bersifat heterotrof dan umumnya adalah parasit.


Selain itu, protista mirip jamur ini juga memiliki karakteristik yang lainnya yaitu memiliki sel flagel pada waktu dalam siklus hidupnya dan pada dinding selnya ada yang mengandung selulosa dan zat kitin serta ada juga yang bergerak menggunakan pseudopodia. Protista menyerupai jamur dibagi menjadi 2 yaitu Jamur air (Oomycota) dan  Jamur lendir (Myxomycota). Namun pada makalah ini, kami tidak akan membahas mengenai jamur air, kami akan lebih membahas mengenai dengan jamur lendir. Protista mirip jamur dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu mycomycota dan oomycota.


Filum Jamur Air (Oomycota)

Jamur air (Oomycota)

Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa baru.


Jamur ini memiliki ciri ciri sebagai berikut: a. dinding sel berupa selulosa, b. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat, dan c. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel.


Contoh Oomycota adalah Phytophthora, Saphrolegnia, dan Pythium. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur yang hidup secara parasit, misalnya, P. nicotin (tembakau), P. palmifera (kelapa), dan P. infestans (kentang).


Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf.


Jamur Lendir (Myxomycota)

Myxomycota

Myxomycota meliputi organisme yang tidak mengandung klorofil, yang filogenetik tergolong ke dalam organisme yang sangat sederhana. Dalam keadaan vegetatif tubuhnya berupa massa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba yang disebut Plasmodium dengan cara-cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan. Plasmodium terjadi karena satu perkawinan (peristiwa seksual), dan kemudian akan membentuk suatu sporangium yang berdinding.


Sporangium menghasilkan spora yang tidak memperlihatkan perbedaan jenis kelaminnya. Jamur lendir (Myxomycota) memiliki beberapa karakteristik yaitu sebagai berikut:

  1. Bersifat heterotrof dan tidak memiliki klorofil.
  2. Memiliki berbagai jenis warna yang terdapat pigmen seperti warna kuning atau orange, biru dan violet.
  3. Habitat dari jamur ini biasanya di daerah yang dingin, lembab, daerah yang teduh dan biasanya di pohon yang sudah mati.
  4. Kebanyakkan parasit.
  5. Multinukleat
  6. Bergerak dengan menggunakan pseudopodia
  7. Bentuk tubuh seperti lendir.

Jamur air ini telah berdivergensi menjadi dua cabang utama yaitu jamur lendir plasmodial  dan jamur lendir selular (Acrasiomycota).

1. Jamur lendir plasmodial

Jamur lendir ini memiliki spesies yang cukup banyak, yaitu sekitar 500 spesies. Dikatakan sebagai jamur lendir plasmodial karena faktanya pada siklus hidupnya berasal dari plasmodium yang mana sitoplasmanya mengandung banyak nukleus diploid tetapi tidak terdapat dinding sel dan membrans. Plasmodium ini berbeda dengan protozoa yang sama-sama terdapat plasmodium. Plasmodium pada jamur lendir ini adalah kumpulan dari massa sel amoeboid. Pada protista mirip jamur ini, berdasarkan perbedaan morfologi plasmodiumnya dapat di bagi menjadi:


  • Phaneroplasmodium
    Jamur lendir ini tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang, akan tetapi dapat dilihat dengan jelas dengan menggunakan mikroskop. Biasanya memiliki plasmodium seperti kipas yang menunjukkan polaritas dan protoplasmiknya reversible, serta dapat membentuk ratusan tubuh buah. Memiliki bentuk yang bercabang dengan protoplasma yang lebih kental dan granular, contohnya pada Physarum.


  • Aphanoplasmodium
    Sama seperti Phaneroplasmodium, tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Yang mana membutuhkan air untuk bertahan hidup. Karakteristik dari jamur ini adalah berbentuk tipis dan tumbuh memanjang serta bercabang membentuk jaring-jaring seperti benang transparan. Aphanoplasmodium dapat beradaptasi untuk tumbuh di celah kayu serta di dalam pembuluh angkut yaitu floem dan xylem. Contohnya adalah Stemonitis


  • Protoplasmodium
    Jamur ini adalah jamur yang mikroskopik yang berbentuk bulat atau tidak beraturan, tidak memiliki amplop jaringan vena seperti jamur tipe plasmodium lainnya dan dapat berubah menjadi satu sporangium. Contohnya Echinostelium.


Pada kondisi yang kurang menguntungkan, plasmodium akan berpindah di tempat yang baru atau mengering dan mengeras (tidak aktif) untuk beristirahat dalam waktu yang lama sampai keadaan sudah menguntungkan. Pada saat dalam keadaan tidak aktif disebut dengan sclerotium dan mengandung spherules yang berdekatan.


Jamur lendir plasmodial ini adalah sejenis protista mirip jamur yang tidak bersekat. Jamur ini juga, memiliki inti banyak (multinukleat), setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler dan dapat bergerak bebas. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah. Jamur lendir plasmodial ini memiliki warna yang cerah, biasanya berwarna kuning atau jingga.


Di dalam plasmodium, sitoplasma mengalir ke satu arah, kemudian ke arah lainnya dalam aliran berdenyut (vakuola kontraktil). Fungsi dari plasmodium ini adalah untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen. Sama seperti amoeba, plasmodium juga menjulurkan pseudopodia untuk menangkap makanannya, lalu ditelan secara fagositosis. Dapat pula organisme ini mengeluarkan enzim yang melarutkan substratnya dan mengambil makannya dalam bentuk larutan.  Jika pada keadaan yang tidak menguntungkan seperti mengering atau tidak ada makanan tersisa, plasmodium akan berhenti tumbuh dan berdiferensiasi menjadi tubuh buah yang berfungsi dalam reproduksi seksual


Tubuh buah

Tubuh buah (Stephenson, Steven L. Excavata: Acrasiomycota, Amoebozoa, Dictyosteliomycota, Myxomycota)

Badan buah ini umumnya memiliki beberapa tipe yaitu antara lain sporangium, plasmodiocarp, pseudoaethalium dan aethalium.


  • Sporangium
    Umumnya memiliki bentuk bulat, berdiameter kurang lebih 1 mm. spora di tutupi oleh suatu lapisan acellular yang disebut peridium. Sebagian spesies, peridiumnya sebagian didukung oleh jaringan kapital yang strukturnya seperti benang yang steril. Sporangium ini ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai. Contoh dari jamur lendir ini adalah Stemonitis dan Physarum.


  • Plasmodiocarp
    Morfologinya mirip plasmodium, protoplasma berkumpul di beberapa urat utama plasmodium dan berkembang menjadi sporofor. Sprorofor ini tetap mempertahankan bentuk plasmodium pada waktu pembentukkan sporofor. Contohnya pada Hemitrichia.


  • Aethalium
    Sporanya agak besar, berbentuk bantalan atau gundukan dan sporanya berasal dari seluruh plasmodium yang tidak berdiferensiasi sempurna. Spora ditutupi oleh korteks, peridiumnya tebal. Contohnya pada fuligo.Fuligo (Raven. Protista)


  • Pseudoaethalium
    Sporangia pada permukaannya terlihat sama aethalium. Pseudoaethalium merupakan gabungan dari beberapa spora. Siklus reproduksi jamur lendir plasmodium


Myxomycetes memproduksi spora di dalam badan buah, yang mana akan menghasilkan segerombolan satu hingga empat haploid uniselullar myxamoebae atau sel swarm yang bersama disebut dengan amoeboflagellata, yang tidak memiliki dinding sel dan hanya dikelilingi oleh membrane plasma. Myxamoebae muncul dari spora melalui pori. Untuk keperluan ini plasmodium lalu mempunyai sifat yang berlawanan dengan biasanya. Mereka lalu meninggalkan tempat yang basah merayap menuju cahaya, dan dengan menurunkan kadar airnya kemudian berubah menjadi beberapa tubuh buah, yang masing-masing diselubungi oleh selaput kaku karena mengandung kapur, dan dinamakan peridium.


Didalamnya terdapat banyak spora kecil yang mempunyai membrane. Membran (dinding) spora itu, tidak seperti jamur umumnya, terdiri atas kitin, tetapi tediri atas substansi menyerupai putih telur yang dinamakan keratin, dan disamping itu juga terdapat selulosa. Spora terjadi karena pembelahan reduksi, dan oleh karena itu bersifat haploid. Pada beberapa marga didalam badan buahnya dibentuk kapilitium yang terdiri dari bulu-bulu kecil yang bebas atau tersusun seperti jala atau terdiri atas serabut-serabut yang muncul dari plasma yang terdapat diantara spora.


Jika sporangium telah masak, teridium lalu pecah dan spora akan terhembus keluar dari dalam jala kapilitium tadi. Pada beberapa jenis myxomicotina kapilitium memperlihatkan gerakan-gerakan hidroskopik. Spora ini, berkecambah dalam air atau diatas suatu substrat basah menjadi satu atau beberapa sel kembar yang di namakan gametflagelata.


gametflagelata ini pada bagian muka mempunyai satu inti atau satu atau dua bulu cambuk dan heterokon. Pada bagian belakang terdapat vakuola berdenyut, tetapi kromatofora tidak ada. Hidupnya sebagai saprofit, dapat mengambil zat makanan yang bersifat cair maupun padat. Setelah beberapa waktu, bulu cambuknya lenyap dan gametflagelata ini berubah menjadi gametamoeboid. Gametflagellata dan gametamoeboid dapat membiak vegetative dengan pembelahan. Pembiakan generative pun terjadi. Dua gametamoeboid atau dua gametflagellata dapat mengadakan perkawinan menjadi amebozigot, dan dalam amebozigot ini kedua intinya akhirnya pun akan bersatu.


Badan yang diploid ini tidak lalu membentuk dinding, melainkan tetap telanjang dan bersifat ameboid, dan dengan sesamanya dapat bersatu menjadi plasmodium yang besar dan mempunyai banyak inti. Inti dapat bertambah banyak karena adanya mitosis yang berulang-ulang. Plasmodium ini tidak pernah membentuk sekat-sekat, jadi hanya merupakan kumpulan protoplas yang menjadi satu.


Bentuk dan susunan, sifat, dan warna sporangium merupakan dasar untuk membedakan myxomicotina dalam takson lebih kecil. pada fuligo varians beberpa sporangium merupakan satu badan buah yang berwarna pirang dan dapat mempunyai diameter sampai beberapa sentimeter.  Myxomycotyna, yang secara filogenetik amat rendah tingkatnya itu, jika di tinjau dari sudut sel kembar dan miksoameba menunjukkan hubungan kekerabatan dengan Flagellatae yang tidak berwarna, atau sangat boleh jadi lebih dekat dengan Rhizopoda dari dunia hewan.


2. Acrasiomycota

Acrasiomycota disebut dengan jamur lendir seluler. Jamur ini terdapat kurang lebih 70 jenis spesies. Jamur ini biasanya hidup di air tawar, tanah basah dan pada organisme yang membusuk. Jamur lendir ini, memiliki kedekatan dengan amoeba, tetapi mereka memiliki banyak fitur yang menyebabkan mereka ada yang berbeda. Sama seperti jamur lendir plasmodium, jamur ini juga menangkap makanan dengan menggunakan pseudopodia. Namun pada siklus hidupnya ada yang tidak memiliki tahap flagel dan juga merupakan suatu organisme yang memiliki sekat. Contoh spesiesnya adalah Dictyostelium.

spesiesnya adalah Dictyostelium


Jamur lendir seluler ini siklus hidupnya menggunakan sel amoeboid untuk makan, bertumbuh dan membagi dengan menggunakan pembelahan sel. Tahap mencari makan organisme ini terdiri dari sel-sel soliter yang berfungsi secara individual, namun ketika makanan habis sel-sel ini membentuk agregat yang berfungsi satu unit dengan cara fagositosis. Ketika sel amoeboid ini makan ia membagi dirinya berkali-kali. Walaupun massa sel-sel ini sepintas mirip jamur lendir plasmodium, akan tetapi sel-selnya terpisah oleh membrane plasma individualnya.


Jamur lendir seluler ini siklus

Seperti yang telah dibahas diatas pada siklus hidupnya ini tidak terdapat gametflagellata atau tahap flagellate yang mana hanya terdapat sel amoeboid yang berfungsi dalam pertumbuhannya. Sel amoeboid ini berasal dari spora yang terdapat di dalam badan buah. Ketika sel amoeboid ini makan ia membagi dirinya berulang kali, dan ketika suplai makanannya berkurang sel amoeboidnya akan berubah menjadi dua siklus yaitu siklus aseksual dan seksual. Pada siklus aseksual, mereka berhenti makan dan membentuk agregat yang mana cara makanannya adalah secara fagositosis. Individual sel haploidnya akan terpisah. Lalu mereka akan bergerak menjauh menjadi suatu badan buah yang mana nantinya akan menghasilkan spora untuk terus melanjutkan siklus tersebut.


Manakala pada siklus seksualnya, semua selnya adalah haploid. Ketika tanah dalam kondisi basah, badan buah ini akan melepaskan sporannya yang mana akan membentuk sel amoeboid. Pada saat memasuki tahap meiosis sel amoeboid tadi, akan berubah menjadi agregat yang akan makan secara fagositosis. Kemudian ia akan terus tumbuh dan tumbuh. Proses pembentukkan badan buahnya sama pada siklus aseksualnya.


Ciri Protista Mirip Jamur

Protista mirip jamur tentunya mempunyai ciri ciri yang mirip dengan jamur. Ciri ciri protista mirip jamur secara umum adalah protista ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang mirip dengan kelompok jamur (Fungi). Contohnya cara reproduksi jamur lendir yang hampir sama dengan jamur, tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom jamur (Fungi) karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Sementara itu, jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya, hanya saja tidak mengandung klorofil. Oleh karena itu, jamur lendir dan jamur air di masukkan ke dalam kelompok protista mirip jamur.Protista mirip jamur secara umum dibedakan menjadi 2 filum yaitu Filum Jamur Lendir (Mycomycota) dan filum Jamur Air (Oomycota).


Filum Jamur Lendir (Mycomycota) dibedakan lagi menjadi 2 kelompok yaitu Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) dan Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat).  Ciri-ciri protista mirip jamur :

  • Memiliki sel berflagela pada suatu waktu dalam siklus hidupnya
  • Khusus pada jamur air, memiliki dinding sel tersusun zat selulosa, sedangkan jamur tersusun zat kitin.
  • Membentuk spora diploid dan hasil meiosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora.
  • Fagositik.

Ciri Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)

Ciri ciri protista mirip jamur


Ciri ciri protista mirip jamur yang termasuk filum jamur lendir (Mycomycota) adalah sebagai berikut :

  1. Bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding.
  2. Berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak.
  3. Struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi.
  4. Berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot.
  5. Biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah.

Ciri Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)

filum jamur air


Ciri ciri protista mirip jamur yang termasuk filum jamur air (Oomycota) adalah sebagai berikut:

  1. Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora.
  2. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa baru.
  3. Dinding sel berupa selulosa.
  4. Mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa.yang tidak bersekat.
  5. Berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. Demikian penjelasan singkat tentang ciri ciri protista mirip jamur dan semoga bermanfaat.

Klasifikasi Protista Mirip Jamur

Klasifikasi Produksi Jamur Lendir (Myxomycota)

Klasifikasi Produksi Jamur Lendir (Myxomycota)

Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri, fragmentasi, atau pembentukan spora berflagel (myxoflagel) yang akan menjadi myxamoeba. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan dua myxamoeba menjadi amebozigot. Contoh spesies dari divisi Myxomycota adalah Dictystelium discoideum, Physarium sp.


Reproduksi Myxomycetes dimulai dari perkecambahan dalam air atau suatu substrat basah yang berubah menjadi sel kembar yang disebut Myxoflagellata. Myxoflagellata yang mempunyai bulu cambuk dan mempunyai satu inti lama kelamaan akan berubah menjadi myxoamoeba yang bulu cambuknya telah lenyap. Myxoflagellata dan myxoamoeba dapat membiak vegetatif dengan pembelahan.Dari sinilah awal perkembangbiakan generatif pun terjadi. Dua myxoamoeba atau dua Myxoflagellata dapat mengadakan perkawinan menjadi amebozigot dan dalam amebozigot ini kedua inti tersebut akhirnya pun akan bersatu.


Badan yang diploid ini tidak membentuk dinding, melainkan tetap telanjang dan bersifat ameboid dan dengan sesamanya dapat bersatu menjadi plasmodium yang besar dan mempunyai banyak inti.Inti dapat bertambah banyak karena adamnya pembelahan yang berulang–ulang. Plasmodium pada dasarnya tidak pernah membentuk sekat–sekat, jadi hanya merupakan kumpulan protoplas yang menjadi satu.


Klasifikasi Habitat Mycomycota (Jamur Lendir)

Habitat di hutan basah, pada batang kayu yang membusuk, sampah basah dan tanah yang lembab. Untuk fase vegetatif berbentuk seperti lendir. Untuk sifat seperti Amoeba, reproduksi mirip jamur. Contoh: Physarum sp (merupakan jamur lendir tak bersekat dan sel-selnya tidak dapat dipisahkan) dan Dictyostelium discoideum (merupakan jamur lendir bersekat dan sel-selnya dapat dipisahkan).


Klasifikasi Produksi Jamur Oomycota (Jamur Air)

Jamur air bereproduksi seksual dengan cara oogami yang melibatkan penggabungan satu oosfer (gamet betina yang dihasilkan oleh oogonium) dengan gamet jantan yang dihasilkan oleh anteridium. Penyatuan dua gamet tersebut menghasilkan zigot diploid yang akan berkembang menjadi spora berdinding tebal dan tahan terhadap kondisi tidak menguntungkan (oospora) (Rahayu, 2014:54). Saat spora berkecambah, akan dihasilkan miselium baru.


Reproduksi aseksual oomycota terjadi dengan membentuk zoospora yang yang memiliki dua flagel (dihasilkan dalam sporangium di ujung hifa vegetatif). Hifa ini adalah hifa non-septat (tidak bersepta). Ketika zoospora matang, zoospora akan keluar dari sporangium. Apabila zoospora jatuh di tempat yang sesuai, zoospora akan berkecambah dan tumbuh menjadi miselium (massa hifa) baru.


Oomycota (Jamur Air)

Hifa tidak bersekat, Intinya banyak. Dinding sel berupa selulosa, Reproduksi aseksual dengan zoospora dan seksual menghasilkan zigot. Contoh: Phytophythora infestan (parasit pada kentang), Phytium sp (penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman) dan Saprolegnia parasitica (parasit pada ikan).


Peranan Protista Mirip Jamur

Peranan Menguntungkan dan Merugikan Protista Mirip Jamur

Peran Menguntungkan Protista Mirip Jamur

  • Chlorella yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan
  • Eucheuma spinosum yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan kosmetik.
  • physarum polycephalum yang dapat dimanfaatkan menguraikan senyawa
  • senyawa dari bagian-bagian tumbuhan mati yang diperlukan oleh makhluk hidup lain

Peran Merugikan Protista Mirip Jamur

  • Plasmodium malariae penyebab penyakit malaria kuartana
  • Phytophtora infestans yang dapat menrusak tanaman kentang
  • Phytum penyebab penyakit busuk pada kecambah

Peranan Jamur air (Oomycota)

Peranan Jamur air (Oomycota)

Jamur air (Oomycota) memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan, baik peran positif maupun peran negatif. Peran positif Oomycota misalnya Saprolegnia, yaitu fungi yang sering ditemukan pada bangkai serangga. Fungi ini adalah contoh fungi saprofit. Sedangkan peran negatif Oomycota adalah sebagai berikut.

  • Phytophthora infestans, menyebabkan penyakit lateblight pada tanaman kentang, cokelat, lada, kina,dll.
  • Plasmopora viticola, menyebabkan jamur putih yang bergerombol pada buah anggur
  • Saprolegniales (water moulds) sebagian saprotrof di air tawar (Achlya dan Saprolegnia) dan sebagian merupakan patogen ikan salmon, Leptomitales bisa dijumpai pada air tercemar (Leptomitus lacteus),
  • Lagenidales banyak merupakan parasit (symptomless) pada akar tanaman, alagae, fungi atau invertebrata (mis. Lagenidium giganteum pada nematoda, larva nyamuk dll) dan
  • Peronosporales (paling penting) merupakan penyebab utama penyakit tanaman yang serius (Pythium spp: penyakit pada biji-bijian tanaman pertanian, parasit pada fungi lain dan berpotensi untuk biokontrol; pembusukan akar pinus, eucalyptus, tanaman buah dan lain-lain (P. cinnamomi)).

Peranan Jamur lendir (Myxomycota)

Jamur lendir (Myxomycota) memiliki peranan penting dalam kehidupan, baik peran negative maupun peran positif. Peran positif Myxomycota misalnya sebagai pengurai bangkai hewan/tumbuhan dalam air tawar, pembersih sampah organik, dan pemakan bakteri.


Contoh dari myxomycota ini adalah Fuligo sp., Aethalium septicum, Physarum, Arcyria, Stemonitis, dan Dictydium. Sedangkan peran negatif Myxomycota adalah hidup parasit pada tanaman yang dapat menyebabkan infeksi akar tanaman yang membengkakan akar yang disebut penyakit ‘Bengkak akar’. Contohnya Dicyostelium dan Plasmodiophora brassicae yang merusak akar kobis.