Protista-Mirip-Tumbuhan

6 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Protista-Mirip-Tumbuhan

Protista Mirip Tumbuhan

Dalam hal ini Protista mirip dengan tumbuhan biasanya kita kenal sebagai ganggang atau alga. Ganggang atau alga ini ialah organisme kelompok besar yang beragam jenisnya dan mereka merupakan organisme autotrof yang berarti mereka menghasilkan makanan mereka sendiri.


Protista (“yang paling pertama”) berasal dari teori asal-usul makhluk hidup yang di kemukakan oleh Aristoteles “Makhluk hidup berasal dari benda mati”. Filum pada Protista terdiri atas empat yaitu:  Rhizopoda/Sarcodina, Cylliata/Cyilliophora, Flagellata/Mastidhopora dan, Sporozoa


Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Protista Mirip Tumbuhan (Ganggang/ Alga), Protista Mirip Hewan (Protozoa) , dan Protista Mirip Jamur (Sporozoa). Bagaimana ciri-ciri Protista, cara berkembang biak, peran postif dan negatif dalam kehidupan manusia.


Dengan mempelajari Protista Mirip Tumbuhan, Protista Mirip Hewan, dan Protista Mirip Jamur kita dapat lebih memahami ciri-ciri, proses reproduksi. Dan dapat mengetahui apa saja contoh-contoh Protista Mirip Tumbuhan, Protista Mirip Hewan, dan Protista Mirip Jamur yang menguntungkan dan merugikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Dan Klasifikasi Beserta Peranannya Lengkap


Klasifikasi Protista Mirip Tumbuhan

Protista mirip tumbuhan atau yang lebih kita kenal dengan sebutan “Alga” merupakan organisme bersel satu atau bersel banyak yang memiliki bentuk seperti benang. Alga(protista mirip tumbuhan) mempunyai klorofil dan mampu berfotosintesis seperti halnya tumbuhan.


Lalu, berdasarkan klasifikasi makhluk hidup, kenapa alga tidak digolongkan kedalam kelompok plantae(tumbuhan). Alasanya singkat tapi cukup jelas sobat, ini dia penyebabnya, Alga tidak memiliki akar, batang, maupun daun. Oleh karena ini alga tidak termasuk tumbuhan. Nah alga ini dibagi menjadi beberapa filum,yaitu:


  • Filum Alga Keemasan (Chrysophyta)

Chlorophyta (Alga Hijau) Ada yang uniseluler (soliter – koloni) dan multiseluler. Tubuhnya mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan piqmen warna lain (karoten, xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).


Reproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner untuk yang bersel satu dan   fragmentasi untuk yang berbentuk benang, pembentukan zoospora), dan secara seksual  dengan konjugasi. Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora. Contoh : Chlorococcum sp, Chlorella sp, Spirogyra sp, Ulva sp, Chlamydomonas sp

Filum Alga Keemasan (Chrysophyta)
Filum alga yang biasanya tinggal di atas permukaan tanah yang lembap dan menyebabkan permukaan tanah berwarna kuning keemasan. Tubuh alga keemasan terdiri dari satu sel dan bentuknya menyerupai perahu.


  • Filum Euglenophyta

Euglenophyta merupakan kelompok protista yang unik karena dia memiliki sifat mirip tumbuhan dan hewan. Dianggap mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a dan b, juga ditemukan karotin sehingga dia akan berfotosintesis. Euglenophyta dianggap mirip hewan karena dapat bergerak aktif dengan pertolongan satu atau beberapa bulu cambuk (flagela) yang keluar dari selnya. Karena mempunyai alat gerak, dia dapat hidup di perairan, misalnya air tawar dan air tergenang. Contoh : Euglena viridis

Filum Euglenophyta
Filum alga yang ini banyak dijumpai di air tawar dengan bentuk yang lonjong, memiliki flagela(cambuk), bintik mata, dan berwarna hijau karena memiliki klorofil. Euglenophyta bergerak aktif seperti hewan namun dapat berfotosintesis layaknya tumbuhan. Filum yang biasa disebut euglena ini biasa berkembangbiak dengan cara membelah diri. Beberapa ahli memasukkannya kedalam kelompoknya sendiri karena memiliki ciri mirip hewan sekaligus mirip tumbuhan.


  • Filum Alga Cokelat (Phaeophyta)

Phyrrophyta (Alga Api) Sering disebut Dinoflagellata karena memiliki 2 flagel. bersifat uniseluler, memiliki piqmen berupa klorofil a dan c. Memiliki dinding sel berupa selulosa dan ada juga yang tidak memiliki dinding sel. Disebut ganggang Api, karena mampu memancarkan cahaya (bioluminesens) pada kondisi gelap. Hidup di air laut dan ada yang di air tawar Contoh : Noctiluca sp, Ceratium sp, Gonyaulax sp, Perridium sp

Filum Alga Cokelat (Phaeophyta)Alga cokelat umumnya hidup di perairan pantai ber-iklim dingin. Ada juga yang hidup di air tawar. Semua Alga cokelat merupakan makhluk hidup bersel banyak.


  • Filum Alga Merah (Rhodophyta)

Rodhophyta (Alga Merah) Bersifat multiseluler, memiliki piqmen fikobilin yang terdiri dari fikoreitrin (merah) dan fikosianin (biru), klorofil. habitat di dasar laut, seperti rumput sehingga sering disebut dengan   rumput laut (sea weed). Reproduksi secara  Vegetatif dengan  pembentukan spora, dan secara generatif dengan  peleburan antar ovum dan spermatozoid.


Sering dimanfaatkan untuk bahan makanan (agar-agar) dan kosmetika. Contoh : Euchema spinosum, Glacilaria sp, Gelidium sp, Gigartina mammilosa, Erytrophylum sp, Macrocladia sp

Filum Alga Merah (Rhodophyta)
Alga merah merupakan makhluk hidup bersel banyak yang mengandung pigmen fikobilin. Pigmen ini terdiri dari fikoritrin (merah) dan fikosianin (biru). Alga merah banyak dimanfaatkan untuk industri kosmetik, cat, eskrim,dll.


  • Filum Alga Hijau (chlorophyta)

Chrysophyta (Alga cokelat-keemasan) Ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler, dan banyak yang berflagel. Memiliki piqmen warna yang dominan adalah  karotin, fukosantin (coklat kuning) dan piqmen warna lain klorofil a dan b.  Sebagian besar kelompok ini adalah  Diatom. Diatom mempunyai bentuk kotak dan memiliki dinding sel. Sel tersusun atas dua belahan, yaitu : wadah (hipoteka) dan tutup (epiteka).


Dinding sel mengandung zat kersik, sehingga sering disebut ganggang kersik atau tanah diatom.  Manfaat : untuk bahan penggosok, bahan isolasi, bahan dasar kosmetik, dan penyekat dinamit, penyaring kolam renang. Contoh : Diatom, Navicula, Cyclotella, dan Pinnularia

Filum Alga Hijau (chlorophyta)
Filum alga yang ini tergolong makhluk hidup eukariot. Alga hijau dapat hidup di air tawar, air laut, di tanah becek, di atas batu, bahkan di kolam. Kolam yang banyak ditumbuhi alga ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu berwarna kehijauan. Alga ini memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam. Ada yang bersel tunggal, bentuk benang, dan ada yang bersel banyak mirip tumbuhan tingkat tinggi.


  • Chlorophyta (Alga Hijau)

Chlorophyta (Alga Hijau)

Ada yang uniseluler (soliter – koloni) dan multiseluler. Tubuhnya mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan piqmen warna lain (karoten, xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).


Reproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner untuk yang bersel satu dan   fragmentasi untuk yang berbentuk benang, pembentukan zoospora), dan secara seksual  dengan konjugasi. Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Klasifikasi Hemichordata, Urochordata Dan Cephalochordata


Ciri Protista Mirip Tumbuhan

Yang termasuk dalam kelompok protista mirip tumbuhan adalah ganggang (alga) Ciri-ciri adalah sebagai berikut

  • Merupakan organisme Eukariotik

  • Ada yang uniseluler (bentuk benang/pita) dan ada yang multiseluler (bentuk lembaran).


  • Memiliki klorofil, sehingga bersifat autotrof. Selain klorofil, alga juga memiliki pigmen lain, seperti fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna coklat), xantofil (warna kuning) dan karotena (warna keemasan).


  • Tubuh alga/ganggang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuhnya berupa thalus, sehingga dimasukkan ke dalam golongan thalophyta.


  • Reproduksi secara aseksual (dengan fragmentasi, pembelahan, pembentukan spora) maupun seksual (dengan oogami dan isogami). oogami  terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan  mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin  betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan terus berkembang menjadi individu baru


  • Habitat di perairan (tawar – laut), tempat lembab.  Ada yang menempel pada batuan (epilitik), tanah/lumpur/pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epifitik), dan menempel pada tubuh hewan (epizoik).

ciri Protista mirip tumbuhan


Protista mirip tumbuhan yang dikenal sebagai ganggang (Gambar di bawah). Protista Mirip tumbuhan adalah kelompok besar dan beragam. Protista mirip tumbuhan adalah organisme autotrof. Ini berarti bahwa mereka menghasilkan makanan mereka sendiri. Mereka melakukan fotosintesis untuk menghasilkan gula dengan menggunakan karbon dioksida dan air, dan energi dari sinar matahari, seperti tanaman. Tidak seperti tanaman, bagaimanapun, protista mirip tumbuhan tidak memiliki batang, akar, atau daun sejati.


Kebanyakan protista seperti tumbuhan hidup di lautan, kolam, atau danau. Protista dapat uniseluler (bersel tunggal) atau multiseluler (bersel banyak). Rumput laut dan kelp adalah contoh multiseluler protista mirip tumbuhan. Kelp dapat sebagai besar seperti pohon dan membentuk “hutan” di laut


Protista mirip tumbuhan sangat penting untuk ekosistem. Mereka adalah dasar rantai makanan di laut, dan mereka menghasilkan oksigen melalui fotosintesis bagi hewan untuk bernapas. Mereka diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok dasar (Tabel di bawah).

Filum

Deskripsi

Jumlah(perkiraan)

Contoh

Chlorophyta ganggang hijau – terkait dengan tumbuhan tingkat tinggi 7.500 Chlamydomnas, Ulva, Volvox
Rhodophyta alga merah 5.000 Porphyra
Phaeophyta ganggang coklat 1.500 Macrocystis
Chrysophyta diatom, alga cokelat keemasan, ganggang kuning-hijau 12.000 Cyclotella
Pyrrophyta dinoflagellata 4.000 Gonyaulax
Euglenophyta euglenoids 1.000 Euglena

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Nemathelminthes Beserta Ciri, Klasifikasi, Reproduksi Dan Peranannya


Reproduksi Protista Mirip Tumbuhan

Reproduksi secara aseksual

  • Dengan pembelahan biner yaitu sel induk ganggang membleah menjadi dua bagian yang sama kemudian tumbuh menjadi ganggang baru.

  • Dengan fragmentasi yaitu filamen atau talus yang putus dapat tumbuh menjadi ganggang baru.


  • Dengan pembentukan spora yaitu dengan cara pembelahan dinding sel induk kemudian spora akan keluar setelah dinding sel induk pecah dan kemudian tumbuh menjadi ganggang baru yang haploid.


  • Reproduksi secara seksual, Terjadi dengan penyatuan dua gamet yang berbeda jenisnya


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Jamur Serta penjelasannya


Manfaat Protista Mirip Tumbuhan kehidupan manusia

  • Ganggang merupakan plankton, sebagai makanan ikan.
  • Agar-agar sebagai bahan makanan, kosmetik, dan farmasi dari anggota Rhodophyta, yaitu Eucheuma, Gracillaria, Gelidium.
  • Asam alginat sebagai bahan es krim, cat, kosmetik, dan tekstil. Bahan ini diekstraksi dari anggota Phaeophyta, yaitu Laminaria.
  • Bahan makanan sebagai protein sel tunggal (PST) dari anggota Chlorophyta, yaitu Chlorella.

Salah satu manfaat alga adalah sebagai sumber makanan. Alga dapat dimanfaatkan menjadi agar-agar.agar-agara merupakan makanan berserat yang memiliki nilai gizi cukup tinggi. Dan dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik dan pembersih kulit, contohnya adalah alga cokelat.


Manfaat lainnya adalah alga sebagai bahan untuk meningkatkan kesuburan tanah, baik langsung maupun tidka langsung. Beberapa jenis alga mampu mengikat nitrogen, contohnya Anabaena Azollae. Protozoa yang bermanfaat bagi kehidupan antara lain, Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan dapi. Selain yang menguntungkan dan bermanfaat, peranan protista pun ada yang merugikan.  Contohnya: jika koloni laga mati dalam suatu perairan, akan menyebabkan polusi air yang dapat meracuni manusia maupun hewan. Protozoa yang merugikan tersebut antara lain, Entamoeba Histolitica dan Balantidium.


Ganggang api atau sering disebut sebagai Dinoflagelata sering menyebabkan red tide atau berubahnya air laut menjadi berwarna kemerahan jika saat itu konsentrasi ganggang api mencapai 6–8 juta sel dalam satu liter air laut (terjadi blooming algae). Beberapa spesies ganggang api yang menyebabkan red tide menghasilkan toksin (racun) yang dapat membunuh ikan dan hewan laut di sekitarnya. Peningkatan konsentrasi toksin yang dihasilkan ganggang api ini dikelompokkan dalam tiga kategori:


  1. peningkatan konsentrasi (blooming) yang membunuh banyak ikan tapi hanya membunuh beberapa invertebrata;
  2. peningkatan konsentrasi (blooming) yang membunuh invertebrata primer;
  3. peningkatan konsentrasi (blooming) yang membunuh beberapa organisme laut, tetapi toksin tersebut terkonsentrasi dalam sifon, kelenjar pencernaan, atau cangkang moluska bivalvia seperti tiram mutiara, kerang, dan scallop yang menyebabkan paralytic shellfish poisoning (PSP).

Contoh ganggang api yang menyebabkan banyak kasus keracunan makanan laut yaitu Gymnoidium breve yang menghasilkan neurotoksin (racun bagi saraf), Gambierdiscus toxicus yang menghasilkan ciguatoksin, dan Gonyaulax catenella, penyebab utama dan paling berbahaya dari PSP di pantai Pasifik Amerika Utara yang menghasilkan saksitoksin yang 100.000 kali lebih mematikan daripada kokain. Ada pula Pfiesteria piscicida yang toksinnya membuat ikan menjadi kaku dan kemudian ia akan memakan cairan tubuh mangsanya.


Peranan Protista Mirip Tumbuhan

Peranan Protista Mirip Tumbuhan Yang Menguntungkan:

  1. Sebagai sumber makanan yang dapat dikonsumsi langsung (chlorella, ulva, eucheuma)
  2. Sebagai bahan campuran berbagai produk industri (ganggang keemasaan misalnya diatom)

Peranan Protista Mirip Tumbuhan Yang Merugikan:

  • Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan jaringan pada usus dan diare.
  • Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.
  • Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi atau di leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi.
  • Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan kerbau. Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat dari genus Tabanus.