Struktur Morfologi Pada Akar Tumbuhan Dalam Biologi

Diposting pada

akar-tumbuhan

Pengertian Akar Tumbuhan

Akar merupakan salah satu bagian tumbuhan yang harus ada. Tanpa akar bagaimana mungkin tumbuhan bisa hidup. Seperti yang kita ketahui, tumbuhan jenis apapun baik itu tumbuh sendiri secara liar maupun yang sengaja ditanam oleh manusia pasti memiliki akar. Demikian juga tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain pun sebenarnya juga memiliki akar. Dari sini sudah sangat jelas jika akar merupakan bagian tumbuhan yang sangat pokok. Akar juga sebagai pembeda tumbuhan dikotil dan monokotil.


Berbicara mengenai akar tumbuhan, secara umum pengertian akar adalah bagian pangkal tumbuhan pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju pusat bumi. Namun ada juga akar tumbuhan yang tidak tumbuh dalam tanah melainkan menempel pada tumbuhan lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Sifat dan Ciri-Ciri Akar Beserta Contohnya Secara Lengkap


Sifat Akar Pada Tumbuhan

  • Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi “Geotrop” atau yang menuju ke air “Hidrotrop”, serta meninggalkan udara dan cahaya.
  • Tidak berbuku-buku, juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
  • Pada warnanya tidak hijau, tetapi biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
  • Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah.
  • Dan pada bentuk ujungnya seringkali meruncing, sampai lebih mudah untuk dapat menembus tanah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian akar – Bagian, Sifat, Struktur, Macam, Proses, Primer, Sekunder


Fungsi Akar Pada Tumbuhan

Akar pada tumbuhan memiliki fungsi utama. Adapun fungsi akar pada tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut :

  • Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
  • Untuk menyerap air dan garam-garam mineral “Zat-zat hara” dari dalam tanah.
  • Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan santo.
  • Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi misalnya tumbuhan bakau.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel yang memiliki akar tunggang yang membesar, yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Sementara itu, pada tumbuhan sukun dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan dapat tumbuh menjadi individu baru.
  • Menyerap dan mengalirkan air dan mineral
  • Produk toko fotosintesis (karbohidrat, gula, protein)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengetian Dan Perbedaan Monosakarida Disakarida dan Polisakarida


Struktur Akar Tumbuhan

Akar sebagai organ pada tumbuhan dibentuk dari beberapa jaringan yang berbeda. Fungsi utama organ akar pada tumbuhan, yaitu sebagai alat absorbsi air, nutrisi berbagai garam mineral yang terlarut di dalam tanah, dan pengokoh tumbuhan pada tempat tumbuhnya. Pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dikotil dan monokotil akarnya sudah merupakan akar sejati. Penamaan ini berdasarkan adanya perbedaan dengan struktur akar yang terdapat pada tumbuhan tingkat rendah, misalnya lumut.


Akar memiliki struktur yang amat kuat, hal ini terbukti dengan kemampuannya untuk menerobos beberapa lapisan tanah yang keras. Akar pada tumbuhan dikotil dapat menjalar sangat jauh dari tempat tumbuhnya. Pada tumbuhan karet, akarnya dapat menembus tembok hingga beberapa meter dari tempat tumbuhnya. Kemampuan penjalaran akar ini memungkinkan tumbuhan mengambil berbagai jenis unsur hara dari sekitar tempat tumbuhnya. Kemampuan akar untuk menerobos lapisan tanah ini disebabkan karena akar memiliki lapisan pelindung yang disebut kaliptra (tudung akar). Kaliptra dapat kita temukan pada akar-akar tumbuhan monokotil maupun dikotil.

Struktur Fungsi Akar Tumbuhan

Struktur dan jaringan penyusun dibedakan menjadi 2 yaitu struktur bagian luar dan struktur bagian dalam. Untuk membedakan struktur akar pada tumbuhan dapat dibedakan secara morfologi dan anatomi. Secara morfologis yaitu dengan memotong akar secara membujur. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), rambut akar, ujung akar, dan tudung akar. Secara anatomi yaitu dengan memotong akar secara melintang. Maka struktur jaringan akar terdiri atas : epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat)


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Akar Tunggang” Cara Perkembangbiakan & ( Jenis – Ciri – Fungsi )


Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)

Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bagian luar akar (morfologi akar) yang terdiri dari:

  1. Leher akar atau pangkal akar
    Leher akar merupakan bagian akar yang menghubungkan antara akar dengan batang tumbuhan.
  2. Batang akar
    Batang akar merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.
  3. Cabang-cabang akar
    Cabang akar merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang tetapi tumbuh dari akar utama.
  4. Rambut akar
    Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan rambut-rambut halus yang bercabang-cabang yang tumbuh dari sel-sel kulit luar (epidermis). Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek, fungsinya untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral.
  5. Ujung akar
    Ujung akar merupakan bagian paling bawah dari akar tumbuhan yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).
  6. Tudung akar ( kaliptra)
    Tudung akar terletak di bagian paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Anatomi Tumbuhan Secara Lengkap


Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi akar)

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur bagian dalam akar (anatomi akar) yang terdiri dari:

  • Epidermis
    Epidermis merupakan bagian terluar dari akar. Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garam mineral. Pertumbuhan rambut akar memperluas permukaan akar sehingga penyerapan lebih efisien. Jaringan epidermis akar merupakan lapisan yang hanya terdiri dari satu lapisan sel. Keadaan sel-sel yang menyusun epidermis akar sangat rapat, tetapi karena dinding sel epidermisnya tipis, akar mudah ditembus oleh air. Air dan garam-garam mineral yang terlarut di dalamnya masuk pertama kali melalui rambut-rambut akar, bagian di antara epidermis akar, atau melalui dinding sel epidermis akar itu sendiri. Rambut akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini maka permukaan dinding sel akan semakin bertambah luas, sehingga proses penyerapan air akan lebih efisien. Jaringan epidermis pada akar tumbuhan tidak mengandung kutikula. Pada tanaman anggrek terdapat akar yang disebut akar gantung (akar udara). Akar udara ini dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas beberapa lapis sel.


  • Korteks
    Korteks adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk beberapa lapisan. Pada korteks ini terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Korteks tersusun oleh sel-sel yang susunannya longgar, yang menghasilkan ruang di antara sel-selnya disebut rongga antarsel. Rongga antarsel bermanfaat untuk proses pertukaran gas. Dinding-dinding sel pembentuk korteks keadaannya tipis, hal ini memberikan kelancaran pada proses pertukaran gas. Di samping itu, di dalam sel korteks kadang-kadang terdapat butir-butir zat tepung. Korteks terletak di bawah epidermis. Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Jaringan-jaringan pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.


  • Endodermis
    Endodermis merupakan jaringan antara korteks dengan silinder pusat atau stela. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melewati protoplasma yang melekat pada pita kaspari. Jadi jaringan endodermis ini berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.


  • Silinder pusat/stele
    Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari struktur anatomi akar. Susunan silinder pusat dari dalam keluar meliputi stele, xilem, kambium, floem dan perisikel. Silinder pusat atau stele
    berfungsi sebagai alat angkut air dan mineral dari akar yang kemudian dilanjutkan oleh berkas pengangkut xilem. Didalam stele, terdapat berkas pengangkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Sedangkan floem berfungsi mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan. Xilem dan floem letaknya berselang-seling dengan dibatasi oleh kambium.

Pada akar tumbuhan dikotil, kambium terdapat didalam berkas pengangkut diantara xilem dan floem. Kambium kearah luar membentuk floem dan kambium kearah dalam membentuk xilem. Adanya kambium menyebabkan pertumbuhan membesar.pada akar dikotil yang masih muda. Sedangkan empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil. Lapisan terluar dari stele adalah perisikel. Fungsi perisikel adalah untuk membentuk cabang-cabang akar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Respirasi Sel Pada Tumbuhan Dalam Biologi


Jenis dan Macam Akar Tumbuhan

Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji berkecambah, bakal akar (radikula) berkembang menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Jenis dan Macam Akar Tumbuhan


Akar Tunggang Tumbuhan

dimiliki oleh akar tumbuhan dikotil, sedangkan Jenis akar serabut dimiliki olehakar tumbuhan monokotil. Pada Jenis akar tunggang terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah.


Akar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar lembaga berkembang menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.


Akar Serabut Tumbuhan

Sementara pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanyamemiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabangsebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknyamirip benang-benang.  Sedangkan jenis perakaran adventif, merupakan akar yangtumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan).


Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar lembaga yang mati dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.


Selain menjulur dari dasar tunas, akar tumbuhan juga dapat keluar dari permukaan tanah. Akar demikian bisa muncul dari batang ataupun daun. Kita dapat menyebut akar yang tumbuh pada bagianyang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious. Akar liar  berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai contohialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya.

Struktur dan Jaringan akar

Struktur dan Jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). tumbuh dari ranting. Pada umumnya daun berwarna hijau (karena mengandung klorofil) dan berfungsi sebagai penyerap energi dari cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Hampir semua tanaman menggunakan daun sebagai tempat utama dalam memproduksi bahan makanan daun merupakan tempat utama produksi makanan untuk tanaman.Struktur dalam daun yang mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi kimia sehingga dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi tanaman.


Hampir pada setiap daun memiliki zat warna hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil sendiri adalah molekul dalam daun yang memanfaatkan energi dari sinar matahari untuk mengubah H2O (air) dan CO2 (gas karbon dioksida) menjadi O2 (oksigen) dan gula. Proses pengubahan energi dari cahaya matahari menjadi bahan makan tumbuhan di dalam daun tadi disebut dengan fotosintesis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap


Contoh dan Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar adalah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)

Akar gantung atau akar udara (radix aereus)
Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, melekat pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh tumbuhan yang memiliki akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tanaman anggrek.


2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)

Akar pembelit (cirrhus radicalis)
Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari tumbuhan merambat. Contohnya tumbuhan yang memiliki akar pembelit adalah panili.


3. Akar napas (pneutophora)

Akar napas (pneutophora)
Akar nafas merupakan bagian akar yang tumbuh keluar dari batang bagian bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh tumbuhan yang memiliki akar napas ini yaitu bakau dan pandan.


4. Akar pelekat (radix adligans)

Akar pelekat (radix adligans)
Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh melekat dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu tumbuhan memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih


5. Akar penghisap (haustorium)

Akar penghisap (haustorium)
Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan makanan dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya seperti pada akar benalu.


6. Akar tunjang

Akar tunjang
Akar tunjang tumbuh di bagian bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah. Contohnya pada tanaman bakau dan pandan.


7. Akar lutut

Akar lutut
Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul tenggelam seperti bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tanaman bruguiera parvifolia


8. Akar banir

Akar banir
Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih seperti papan.
Akar banir adalah akar yang berbentuk seperti papan menonjol di bagian pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir memiliki fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang memiliki akar jenis ini adalah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh tumbuhan dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.