Lumut Kerak – Pengertian, Manfaat, Contoh, Anatomi, Morfologi, Reproduksi

Diposting pada

Lumut Kerak – Pengertian, Manfaat, Contoh, Anatomi, Morfologi, Reproduksi : Lumut kerak atau lichens ini merupakan simbiosis antara jamur dan ganggang. Jamur yang bersimbiosis disebut mikobion, biasanya dari jenis Ascomycota sedangkan ganggang yang bersimbiosis disebut fikobion biasanya dari jenis Cyanobacteria dan Chlorophyta. Pada saat ini dikenal sekitar 18.000 jenis lumut kerak yang tersebar luas di berbagai habitat seperti kulit pohon, kayu yang membusuk, bebatuan dan diatas tanah yang memiliki ketahanan terhadap keadaan panas, dingin dan kekeringan.


Lumut Kerak

Pengertian Lumut Kerak

Lumut kerak hidup menempel di pepohonan atau bebatuan, di atas tanah, tembok pagar, juga di tembok atau atap rumah. Meski dianggap sebagai pengganggu dan diremehkan, lumut kerak dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional, bahan pewarna, dan bioindikator pencemaran udara.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Organ Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya


Lumut kerak juga dikenal sebagai lichenes (biasanya menjadi pioner sebelum jenis lumut lain dapat hidup di suatu tempat-Red.). Bentuknya seperti tumbuhan, tetapi bukan golongan tumbuhan. Ia bukan satu organisme, namun suatu ekosistem kecil yang merupakan asosiasi simbiotik dari dua atau tiga mitra yang berbeda satu sama lain. Mitra paling dominan pada simbiosis lumut kerak yaitu cendawan (fungi) dengan koloni ganggang (algae) atau cyanobacteria, yang berperan memberikan catu makanan melalui fotosintesis.


Berdasarkan dari bentuknya lumut kerak ini dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

  • Krustos ( seperti kerak ).
  • Folios ( seperti daun ).
  • Dan Fruktikos ( seperti semak ).

Untuk ukuran lumut kerak ini beraneka ragam dari bentuk yang sangat kecil hingga yang panjangnya mencapai beberapa meter.


Talus lumut kerak sebagian besar terdiri dari hifa jamur yang berjalin rapat, yang menyerupai spons yang dapat menyerap air. Terdapat rizoid yang berfungsi sebagai pelekat pada permukaan substrat dan menyerap air dan garam-garam mineral. Ganggang memperoleh air dan garam-garam mineral dari jamur yang digunakan untuk fotosintesis yang sebagian hasilnya diberikan kepada jamur.


Jamur mikobion berkembang biak dengan askospora yang terbentuk pada apotesium. Spora yang dihasilkan akan tumbuh membentuk hifa. Apabila hifa ini menemukan ganggang yang sesuai maka akan tumbuh membentuk talus yang baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 12+ Sistem Anatomi Tubuh Manusia, Fungsi, Penjelasan, dan Gambar Lengkap


Untuk perkembangbiakan lumut kerak yang lebih sering dijumpai ialah perkembangbiakan secara vegetative dengan fragmentasi atau dengan soredium. Soredium terdiri dari satu atau beberapa ganggang yang terbungkus oleh hifa jamur. Talus yang patah maupun soredium dapat terbawa angin atau air ke tempat lain dan tumbuh membentuk lumut kerak yang baru.


Lumut kerak berperan penting dalam suksesi karena kemampuannya tumbuh pada tempat yang tidak memungkinkan bagi tumbuhan untuk hidup. Lumut kerak dapat hidup pada bebatuan yang secara perlahan menghancurkan sehingga membentuk lapisan-lapisan tanah, lumut kerak Cladonia yang menutupi wilayah yang luas di daerah kutub utara menjadi makanan bagi ternak dan hewan liar yang hidup di sana.


Manfaat Lumut Kerak

Selain itu lumut kerak banyak digunakan sebagai bahan obat, digunakan dalam industri kimia, parfum dalam proses pewarnaan dan penyamakan serta digunakan sebagai indikator tingkat polusi di sekitar daerah yang ditempatinya.


Contoh Lumut Kerak

Anatomi Lumut Kerak

Anatomi Lumut Kerak Apabila kita sayat tipis tubuh lumut kerak, kemudian diamati di bawah mikroskop, maka akan terlihat adanya jalinan hifa/misellium jamur yang teratur dan dilapisan permukaan terdapat kelompok alga bersel satu, yang terdapat disela-sela jalinan hifa. Secara garis besar susunan tubuh lumut kerak dapat dibedakan menjadi 3 lapisan.


  • Lapisan Luar (korteks)

Lapisan ini tersusun atas sel-sel jamur yang rapat dan kuat, menjaga agar lumut kerak tetap dapat tumbuh.

  • Lapisan Gonidium

Merupakan lapisan yang mengandung ganggang yang menghasilkan makanan dengan dengan berfotosintesis.


  • Lapisan Empulur

Tersusun atas sel-sel jamur yang tidak rapat, berfungsi untuk menyimpan persediaan air dan tempat terjadinya perkembangbiakan. Pada kelompok lumut kerak berdaun (feliose) dan perdu (fruticose) memiliki korteks bawah yang susunannya sama dengan korteks atas, tetapi menghasilkan sel-sel tertentu untuk menempel pada substirat atau dikenal sebagai rizoid.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kepribadian Secara Umum Dan Pisikologi Beserta Ciri, Faktor Penentunya


Morfologi Lumut Kerak

Pertumbuhan lumut kerak memperlihatkan beberapa macam bentuk morfologi yang berbeda, yang dikenal sebagai:

1. Foliose (bentuk daun)

Thallusnya berbentuk lembaran dan mudah dipisahkan dari substratnya. Membentuk bercak pada batu, dinding dan kulit kayu pohon tropika. Permukaan bawah melekat pada substrat dan permukaan atas merupakan tempat fotosintesis. Jenis ini tumbuh dengan garis tengah mencapai 15-40 cm pada lingkungan yang menguntungkan.


2. Crustose

Bentuknya datar seperti kerak. Tumbuh pada kulit batang pohon. Berbentuk seperti coret-coret kecil dan pada batang kayu yang sudah mati.

3. Squamulose

Campuran bentuk kerak dan daun.


4. Fruticose

Thallus tegak mirip perdu. Tumbuh menempel pada substrat oleh satu atau lebih akar. Beberapa jenis dari lumut ini mempunyai kandungan antibiotik dan anti kanker. Hidup bergelantungan di udara, menempel pada pohon-pohon di pegunungan.

5. Lumut Kerak Berfilamen

Lumut ini tampak seperti kapas wol. Tumbuh pada kulit kayu pohon dan perdu, berwarna jingga kekuningan atau hijau cerah.


Reproduksi Lumut Kerak

Reproduksi Lumut Kerak Perkembangbiakan lumut kerak dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu vegetatif dan generatif.

1. Reproduksi Vegetatif

Dilakukan dengan cara fragmentasi soredium. Jika Soredium terlepas, kemudian terbawa angin atau air dan tumbuh di tempat lain.


2. Reproduksi Genetatif

Reproduksi Generatif spora yang dihasilkan oleh askokarp atau basidiokarp, sesuai dengan jenis jamurnya. Spora dapat tumbuh menjadi lumut kerak baru jika bertemu dengan jenis alga yang sesuai. Sel-sel alga tidak dapat melakukan perkembangbiakan dengan meninggalkan induknya, melainkan hanya dapat berbiak dengan membelah diri dalam tubuh lumut kerak.

Soredium adalah Sekelompok jalinan hifa yang menyelubungi sel- sel alga.
Fragmentasi adalah terlepasnya bagian tubuh untuk menjadi organisme baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perilaku Menyimpang : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap