Definisi Bentuk Susunan Tulang Daun Dalam Biologi

Diposting pada

Tulang Daun : Susunan, Macam, Sifat, Bentuk dan Fungsi Adalah Daun merupakan salah organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, yang biasanya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan memiliki fungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fotosintesis


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gulma Dan Penyakit Pada Tumbuhan Beserta Contohnya


Daun merupakan salah organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, yang biasanya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan memiliki fungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fotosintesis. Daun juga merupakan organ yang sangat penting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan ialah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri yang melalui konversi cahaya matahari menjadi energi kimia.

Morfologi Daun

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting.Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup.Untuk itu mahasiswa diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada berbagai jenis tumbuhan. Daun merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berbentuk tipis dan berwarna hijau.Warna hijau tersebut disebabkan adanya klorofil pada daun. Namun, ada juga daun yang berwarna kuning, merah, dan ungu.YBagian-bagian daun yang utama adalah:

  • Pelepah/upih daun (vagina)
  • Tangkai daun (petioles)
  • Helaian daun (lamina)

Daun yang memiliki ketiga bagian utama di atas disebut daun lengkap (folium completes), contohnya daun pisang dan daun bambu. Pada sebagian besar tumbuhan hanya terdiri dari 1 atau 2 bagian saja, daun seperti ini disebut daun tidak lengkap.Yang termasuk daun yang tidak lengkap adalah:

  1. Daun bertangkai, adalah daun yang hanya mempunyai tangkai dan helaian daun, contohnya daun mangga.
  2. Daun duduk, adalah daun yang hanya terdiri dari helaian daun saja.
  3. Daun berupih, adalah daun yang hanya mempunyai upih daun dan helaian daun. Contohnya daun rumput-rumputan, daun padi, dan daunjagung.
  4. Daun yang terdiri dari tangkai saja, biasanya daun yang seperti ini melebar menyerupai helaian dain dan disebut phyllodia. Contohnya daun Oxalis bupleurifolis.

Berdasarkan jumlah tangkai anak daun dalam satu tangkai, daun dibedakan menjadi:

  • Daun tunggal: hanya memiliki satu helai daun disetiap tangkainya.
    Bagian dari batang yang menjadi tempat duduknya daun disebut nodus, dan sudut atas antara daun dan batang disebut ketiak daun.
  • Daun majemuk: memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya.
    Yaitu jika pada tumbuhan tersebut, tangkainya terlihat bercabang- cabang, dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Daun – Pengertian, Bagian, Tangkai, Helaian, Struktur, Upih, Fungsi, Contoh


Bentuk dan Tepi Daun

Bentuk Daun

Bentuk daun dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:

  1. Bentuk bulat atau bundar. Contohnya teratai besar.
  2. Bentuk perisai. Contohnya daun jarak.
  3. Bentuk jorong. Contohnya daun nangka dan nyamplungan.
  4. Bentuk memanjang. Contohnya daun srikaya dan sirsak.
  5. Bentuk lanset. Contohnya daun kamboja.
  6. Bentuk tepi daun

Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi:

  • Rata;
  • Bergerigi (serratus);
  • Bergerigi ganda/rangkap (biserratus);
  • Bergigi (dentalus);
  • Beringgit (crenatus);
  • Berombak (repandus).
  • Bentuk permukaan daun

Bentuk permukaan daun bermacam-macam, antara lain:

  1. Tanpa rambut, licin;
  2. Berbulu pendek, lembut;
  3. Keriput;
  4. Berambut seperti wol, ikal.

Tepi Daun (Margo Folli)

Dalam garis besarnya tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam :

  1. Yang rata (integer), misalnya daun nangka (Artocarpus integra Merr.).
  2. Yang bertoreh (divisus)

Tepi Daun (Margo Folli)

Toreh-toreh pada tepi dauan sangat beraneka ragam sifatnya, ada yang dangkal, dalam, besar, kecil. Tepi daun dibedakan dalam dua golongan :

  • Toreh-toreh yang tidak mempengaruhi atau mengubah bangun asli daun. Toreh-toreh ini biasanya tak seberapa daklam, letakanya toreh tidak bergantung pada jalannya tulang-tulang daun, oleh sebab itu pula sering disebut toreh yang merdeka. Dalam hubungannya dengan jenis toreh-toreh ini dipergunakan istilah “sinus” untuk torehnya seendiri dengan “angulus” untuk bagian tepi daun yang menonjol keluar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Anatomi Daun” Makalah, Fungsi, Struktur, Perkembangan, Juga Perbedaan Anatomi Daun Dikotil Dan Monokotil


Fungsi Daun

Pada permukaan daun bisa di tumbuhi oleh rambut-rambut kecil. Yang diantara pangkal daun atau tangkai daun sering kali dihiasi dengan daun pemumpu. Pada daun rumput-rumputan di bagian perbatasan helai dan pelepah seringkali dihiasi lidah-lidah (ligula).

  • Tempat Terjadinya Fotosintesis
    Pada tumbuhan dikotil, terkadinya fotosintesis dijaringan parenkim palisade. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai Organ Pernapasan
    Didaun terdapat stomata yang berfungsi sebagai organ repirasi seperti: tempat terjadinya transpirasi, tempat terjadinya gutasi dan alat perkembangbiakan vegetatif. Contoh: pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peranan Tumbuhan Bagi Kehidupan Beserta Penjelasannya


Susunan Tulang Tulang Daun

Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berguna untuk :

  • Memberii kekuatan pada daun, seperti pula hal nya dengan tulang-tulang hewan dan manusia, oleh sebab itu seluruh tulang pada daun dinamakan pula rangka daun (sceleton)
  • Di samping sebagai penguat, tulang-tulang daun itu sesungguynya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk pengakutan zat-zat, yaitu :
    – Jalan pengangkutan zat-zat yang diambil tumbuhan dari tanah, ialah air beserta garam-garam yang terlarut di dalamnya
    – Jalan pengakutan hasil-hasil asimilasi dari tempat pembuatannya, yaitu dari daun ke bagian-bagian lain yang memerlukan zat-zat itu.

Tulang-tulang daun menurut besar kecilnya di bedakan dalam 3 macam, yaitu :

  1. Ibu tulang (costa), ialah tulang yang biasanya terbesar, merupakan terusan tangkai daun, dan terdapat di tengah-tengah membujur dan membelah daun. Oleh tulang ini helaian daun umumnya dibagi menjadi dua bagian yang setangkup atau simetris. Ada pula kalanya daun tumbuhan tidak mempunyai ibu tulang tadi tepat di tengah helaian, sehingga kedua bagian daun di kanan kiri ibu tulang tadi menjadi tidak setangkup atau asimetrik, misalnya daun Ada pula daun yang memperlihatkan beberapa tulang yang besar yang semuanya berpangkalan pada ujung tangkai daun, misalnya pada daun yang mempunyai bangun perisai atau daun – daun yang bulat : Daun teratai besar , jarak, ubi kayu dll.
  2. Tulang – tulang cabang (nervus lateralisI), yakni tulang – tulang yang lebih kecil dari pada ibu tulang dan berpangkal pada ibu tulang tadi atau cabang – cabang tulang – tulang ini.
    Tulang cabang yang langsung berasal dari ibu tulang dinamakan tulang cabang tingkat satu, cabang tulang cabang tingkat satu dinamakan tulang cabang tingkat dua, demikian seterusnya.
  3. Urat – urat daun (vena), sesungguhnya adalah tulang – tulang cabang pula, tetapi yang kecil atau lembut dan satu sama lain beserta tulang – tulang yang lebih besar membentuk susunan seperti jalan, kisi, atau lainya.

Susunan tulang daun antara lain:

  1. Menyirip
    Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan, tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung dari helai daun.Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
  2. Melengkung
    Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis – garis melengkung.Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun siri, gadung, dan genjer
  3. Menjari
    Tanaman ini mempunyai satu tulang daun yang besar dan bentuknya seperti jari-jari tangan manusia.Misalnya tulang daun pepaya, jarak, singkong, dan kapas.
  4. Sejajar
    Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar, mulai dari
    pangkal daun hingga ujung daun.Tiap-tiap ujung tulang daun menyatu.
    Biasanya bentuk daunnya panjang-panjang.Misalnya, tulang daun tebu,
    padi, jagung, alang-alang, dan semua jenis rumput-rumputan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut ( Bryophyta ) Beserta Penjelasannya

Sifat Sifat Tulang Daun

Dalam dauan, tulang – tulang cabang tingkat satu yang tumbuh kesampig, jadi kearah tepi daun, dapat memperlihatkan sifat – sifat berikut:

  • Tulang cabang tadi dapat mencapai tepi daun,
  • Tulang cabang tadi berhenti sebelum mencapai tepi daun
  • Tulang-tulang cabang tadi dekat tepi daun lalu membengkok ke atas, dan bertemu dengan tulang cabang yang ada di atasnya, demekian berturut-turut , sehingga sepanjang tepi daun terdapat tulang yang letaknya kurang lebih sejajar dengan tepi daun atau kadang-kadang tampak berombak, yang dinamakan tulang pinggir. Dengan adanya tulang ini tepi daun menjadi lebih kuat dan tidak mudah koyak-koyak, seperti dapat kita lihat pada daun kedondong (Spondias dulcis Forst.), Pisang (Musa paradisiacal L.), dan lain-lain.

Melihat arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, kita membedakan beberapa macam sususnan tulang, dan berdasarkan susunan tulangnya kita membedakan daun menjadi 4c golongan, yaitu :

  1. Daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis). Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini ke samping luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan, oleh sebab itu dinamakan bertulang menyirip. Daun dengan susunan yang demekian ini umum kita dapati pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae), misalnya daun mangga (Mangifera indica),

  2. Daun-daun yang bertulang menjari (palminervis) , yaitu kalau dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulang ini lazimnya gasal, yang di tengah yang paling besar dan paling panjang, sedang ke samping semakin pendek. Daun dengan susunan tulang demikian pun umumnya hanya terdapat pada tumbuhan berbiji belah (Dicotyledoneae), misalnya pada : (Carica), jarak (Ricinus communis L.), kapas (Gossypium sp), dan lain-lain.

  3. Daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis). Daun pun mempunyai bebrapa tulang yang besar, satu di tengah , yaitu yang paling besar, sedang lainnya mengikuti jalannya tepi daun, jadi semula memencar kemudian kembali menuju ke satu arah yaitu ke ujung daun, hingga selain tulang yang di tengah semua tulang-tulangnya kelihatan melengkung. Daun dengan susunan tulang yang demikian ini biasanya hanya terdapat pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan berbiji tunggal (Monocotyledoneae), misalnya Genjer (Limnocharis flara Buch.), Gadung (Dioscorea hispida ), dan lain-lain.

  4. Daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis), biasanya terdapat pada daun-daun bangun garis atau bangun pita, yang mempunyai satu tulang di tengah yang besar membujur daun, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan nampaknya semua mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulangnya tadi, oleh sebab itu disebut pula bertulang sejajar sesungguhnya tulang-tulang yang kecil tadi seperti pada daun yang bertulang melengkung semuanya berasal dari pangkal ibu tulang dan kemudian bertemu pula kembali pada ujung daun. Karena daun sempit dan panjang, tulang-tulang tadi tidak kelihatan melengkung, tetapi lurus sejajar satu sama lain. Biasanya terdapat pada tumbuhan berbiji tunggal (Monocotyledoneae), misalnya semua jenis rumput (Gramineae). Teki-tekian (Cyperaceae), dn lain-lain.

Monocotyledoneae)


Dari Uraian mengenai susunan tulang daun itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa susunan tulang daun dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mengenal tumbuhan, yaitu bahwa :

  • Tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) mempunyai daun bertulang menyirip, atau menjari.
  • Tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) mempunyai daun-daun bertulang melengkung atau sejajar.

Perkecualian selalu ada, artinya dari golongan tumbuhan biji belah ada pula yang mempunyai daun yang bertulang melengkung antara lain sirih (Piper bette L.), Senggani (Melastoma polyanthum Bl.), dan yang lain-lain. Sebaliknya dari golongan tumbuhan biji tunggal ada pula yang mempunyai daun yang bertulang menyirip, misalnya Pisang (Musa paradisiaca L.), Tasbih (Canna hybrid Hort.), dan ada pula yang mempunyai daun yang bertulang menjari, misalnya siwalan (Borassus flabellifer L.).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Ilmu Biologi


Macam dan Bentuk Tulang Daun

Tulang Daun Menyirip

Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip ikan. Contohnya adalah daun mangga, daun jambu, daun nangka, dan daun rambutan. Contoh Tulang Daun Menyirip

Tulang Daun Menyirip


Tulang Daun Menjari

Bentuk tulang daun menjari seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya adalah daun pepaya, daun singkong, kapas dandaun jarak. Contoh Tulang Daun Menjari

Tulang Daun Menjari


Tulang Daun Melengkung

Bentuk tulang daun melengkung seperti garis-garis lengkung.tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Ujung-ujung tulang daun melengkung terlihat menyatu. Contohnya adalah daun sirih, daun gadung, dan daun genjer.

Tulang Daun Melengkung


Tulang Daun Sejajar

Bentuk tulang daun sejajar seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang daun ini menyatu. Contohnya adalah tebu, padi, dan semua jenis rumput. Contoh Tulang Daun Sejajar

Tulang Daun Sejajar