Ciri Insecta (Serangga) dan Klasifikasinya

Diposting pada

Insecta-Serangga

Pengertian Insecta (Serangga)

Insecta disebut juga serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa yang artinya enam (6) dan kata podos yang berarti kaki. Insecta mempunyai ciri khas yaitu berkaki 6 (tiga pasang). Diperkirakan oleh para ahli zoologi, insecta mempunyai jumlah lebih dari 70.000 jenis. Insecta berhabitat hampir di seluruh bagian biosfer, kecuali di laut.


Insecta berasal dari bahasa Latin, Insectum yang berarti terpotong menjadi bagian-bagian yang dikenal dengan serangga. Ukuran tubuh serangga yang beragam, yaitu dengan panjang 2-40 mm. Serangga ada yang berukuran mikroskopis dan ada juga yang memiliki ukuran panjang sekitar 260 mm, seperti Phobaeticus serratipes. Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Toraks terdiri atas tiga segmen (ruas) dan pada setiap ruas terdapat sepasang kaki jalan sehingga kaki serangga berjumlah tiga pasang atau enam buah. Abdomen terdiri dari 11 ruas, dari beberapa ruas bersatu sehingga menjadi kurang 11 ruas.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Serangga Beserta Jenis, Contoh Dan Gambarnya


Ciri-Ciri Insecta

Insecta (serangga) mempunyai beberapa ciri-ciri dengan berdasarkan anatomi serta morfologi insecta. Ciri-ciri insecta (serangga) ialah sebagai berikut :

  1. Tubuh tersebut dibedakan menjadi 3 yakni kepala, dada, dan perut
  2. Di kepala terdapat 1 pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), serta juga satu pasang antena ialah sebagai alat peraba
  3. Alat mulut tersebut difungsikan untuk mengunyah, mengigit, menjilat serta mengisap
  4. Kaki berubah bentuk dengan disesuaikan fungsinya
  5. Bagian mulut tersebut terdiri dari rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), serta bibir atas (labrum) dan juga bibir bawah (labium)
  6. Dada (thorax) terdiri dari 3  ruas yakni prothorax, mesothorax, serta metathorax. Pada segmen adasepasang kaki.
  7. pada tiap mesotoraks serta metatoraks terdapat 2 pasang sayap,namun tetapi ada juga yang tidak mempunyai sayap
  8. Alat pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum, serta juga anus
  9. Sistem pernapasannya itu dengan sistem trakhea
  10. Sistem saraf tangga tali
  11. Pada dasarnya serangga mengalami suatu perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dengan dewasa
  12. Tempat hidupnya itu di air tawar serta darat
  13. Sistem peredaran darahnya itu terbuka
  14. Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal
  15. Perut (abdomen) mempunyai sebelas (11) ruas atau juga beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat suatu ovipositor yang berguna untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat suatu alat pendengaran atau juga  membram Tympanum.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ragam Ordo Serangga – Pengertian, Klasifikasi, Sejarah, Kemampuan, Biologi, Metamorfosis, Morfologi, Peran, Makanan


Klasifikasi Insecta (Serangga)

Terdapat kurang lebiha sekitar 900.000 spesies anggota Insecta yang teridentifikasi. Dengan berdasarkan ada atau juga tidaknya sayap, Insecta tersebut dibagi dalam beberapa subkelas, antara lain ialah Apterygota serta Ptergota.


Apterygota

berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata “a” dan “pteron”. “a” berarti “tidak”, dan “pteron” itu artinya sayap. Apterygota ialah kelompok serangga yang tidak mempunyai sayap, sedikit atau juga tidak mengalami metamorfosis, mempunyai appendage pada bagian ventral abdomen, serta umumnya mempunyai ukuran yang kurang dari 5 mm. Appendage ialah bagian tubuh yang menonjol, serta dapat digerakkan, dan berguna ialah sebagai alat gerak, alat indra, untuk makan, atau juga  keperluan lainnya. Apterygota hidup pada tempat lembab yang mengandung humus atau juga  sampah organik, dan terdapat juga yang memakan buku atau juga pakaian. Serangga termasuk Apterygota, antara lain ordo Thysanura (Lepisma saccharina -kutu buku) serta juga Archaeognatha (Petrobius martimus)


Ciri-Ciri Apterygota

  • Tidak bersayap
  • Tipe mulutnya mengigit
  • Tidak mengalami metamorfosis (ametabola)
  • Anetanya panjang tidak beruas-beruas
  • Batas antara kepala, dada, serta juga perut tidak jelas
  • Contoh spesiesnya yakni kutu buku (Lepisma sachariana)
  • Kutu buku bisa merusak buku dikarenakan dapat mengeluarkan selulase

Pterygota

Pterygota adalah kelompok serangga yang mempunyai sayap atau tidak bersayap, serta juga mengalami metamorfosis. Serangga yang tidak bersayap tersebut contohnya ialah semut dan juga  anai-anai.

Ciri-Ciri Apterygota

  1. Memiliki sayap
  2. Mengalami metamorfosis
  3. Tipe mulut yang bervariasi

Pterygota tersebut dibedakan kedalam 2 kelompok antara lain ialah sebagai berikut :

  • Exopterygota, mempunyai sayap yang berkembang di luar yang tumbuh pada tonjolan luar dinding tubuh yang melebar. Exopterygota tersebut  mengalami metamorfosis tidak sempurna. Contohnyaialah ordo Ephemeroptera (Ephemeroptera sp. – lalat hidup sehari), Orthoptera (Gryllus so.- jangkrik), Isoptera (Reticulitermes – rayap), Plecoptera (Taeniopteryx sp.), Hemiptera (Aphis pomo- kutu daun), Odonata (Pantala sp. – capung kuning),  dan Thysanoptera (Thrips palmi).

  • Endopterygota, mempunyai sayap yang berkembang pada bawah kutikula didalam bentuk lipatan. Perumbuhan sayap tersebut dimulai dari fase pupa (kepompong) hingga tumbuh dengan sempurna di fase imago (dewasa). Endopterygota itu mengalami proses metamorfosis sempurna. Contohnya ordo Megaloptera (Sialis sp.). Siphonaptera (Pulex irritans), Trichoptera (Phryganea sp. – lalat kadis), Lepidoptera (Apatura iris), Raphiidioptera (Turcoraphidia acerba), Mecoptera (Panorpa communis – lalat kalajengking), Hymenoptera (Oecophylla saragilla – semut rangrang),  Diptera (Musca domestica – lalat rumah).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Metamorfosis Serangga – Pengertian, Ciri, Jenis, Sempurna, Tidak Sempurna, Hemimetabola


Struktur dan Fungsi Tubuh Insecta

Serangga secara umum dapat dikenal melalui tubuhnya yang terdiri atas tiga bagian, yaitu keapala, toraks (dada dan punggung), dan abdomen (perut). Di kepala terdapat sepasang  antena sebagai alat peraba dan pencium, sepasang mata faset, 1-3 oseli untuk menerima dan membedakan cahaya, serta mulut yang dilengkapi dengan labrum (bibir muka), sepasang mandibula (rahang muka), sepasang maksila (rahang belakang), dan labium (bibir belakang). Toraks terbagi atas tiga ruas, tiap ruas berkaki sepasang, dan pada ruas kedua dan ketiga masing-masing terdapat sepasang sayap.Abdomen tediri atas sebelas ruas, di bagian ujung biasanya terdapat 1-3 bulu pendek atau panjang yang dinamakan sersi.Di sebelah kiri dan kanan bawah ruas-ruas toraks dan abdomen terdapat lubang kecil atau spirakel, yang berhubungan dengan saluran trakea sebagai alat pernapasan.


Serangga umumnya berkelamin terpisah, sehingga terdapat jantan dan betina. Bentuk serangga jantan dan betina umumnya sama, tapi terdapat juga yang berbeda seperti kumbang kelapa atau Xylotrupes gideon, yaitu kumbang jantan memiliki tanduk sementara yang betina tidak. Ada pula perbedaan dalam ukuran tubuh, pada umumnya serangga jantan berukuran lebih kecil.


Tubuh insecta beruas-ruas, terdiri atas segmen kepala (cephalo), dada (toraks) dan perut (abdomen). Kepala insecta terdiri atas satu segmen yang sebenarnya merupakan persatuan dari enam segmen. Pada bagian kepala terdapat :


  • Sepasang mata faset (majemuk), yaitu mata yang memiliki beberapa ommatidia (mata tunggal)
  • Sepasang antena/alat peraba.
  • Tiga pasang alat mulut, yaitu : rahang muka, rahang tengah dan rahang belakang

Dada (toraks) terdiri dari tiga segmen, yaitu prototoraks, mesotoraks dan metatoraks. Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki yang beruas-ruas. Pada beberapa insecta, di bagian kakinya terdapat keranjang serbuk sari. Pada umumnya insecta mempunyai dua pasang sayap.


Bagian perut (abdomen) terdiri atas ± 11 ruas. Ruas belakang (bagian posterior) berfungsi sebagai alat reproduksi. Pada beberapa insecta betina terdapat alat untuk melepaskan telur yang disebut ovipositor serta kantung tempat menyimpan spermatozoid yang disebut spermateka. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.


Struktur dan Fungsi Tubuh Insecta 

Menurut tipe mulutnya, Insecta digolongkan menjadi empat (4) tipe mulut, yaitu :

  1. mulut menggigit dan mengunyah, misalnya jangkrik dan berbagai macam belalang.
  2. mulut menggigit dan menjilat, misalnya berbagai macam lebah.
  3. mulut menusuk dan mengisap, misalnya nyamuk.
  4. mulut mengisap, misalnya kupu-kupu

Tipe Mulut Insecta

Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium). Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:

  • kaki untuk menggali (anjing tanah)
  • kaki untuk meloncat (belalang)
  • kaki untuk berenang (kumbang air)
  • kaki untuk pengumpul serbuk sari
  • kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
  • kaki untuk memegang (belalang sembah)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap


Sistem Organ Insecta

Sistem Organ

Keterangan

Sistem pernapasanOrgan pernapasan berupa trakea berspirakel yang terletak di kanan-kiri pada tiap ruas, sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya.
Sistem pencernaan makananSistem pencernaan makanan pada beberapa jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan dicerna secara mekanis di lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar.
Sistem peredaran darahTipe sistem peredaran darahnya adalah terbuka (lakunair), tidak mempunyai pembuluh balik (vena). Darah tak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi hanya berfungsi mengangkut makanan.
Sistem syarafSistem syarafnya disebut tangga tali dengan penerima rangsangan berupa :a. mata faset (majemuk)b. antenac. alat pembuat suara (misalnya pada Orthoptera dan Hemiptera) dan alat pendengar.

d. alat yang menimbulkan cahaya (kunang-kunang)

Sistem ekskresiPengeluaran zat sisa melalui pembuluh Malpighi.
Sistem reproduksiInsecta kadang-kadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis ialah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis ialah partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva, misalnya Diptera.Dalam perkembangan menuju dewasa, Insecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ke tingkat dewasa yang disebut metamorfosis. Fertislisasinya internal, artinya pembuahan sel telur pleh spermatozoid berlangsung di dalam tubuh induk betina.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Epidermis : Letak, Fungsi, Ciri, Jenis & Struktur


Daur Hidup Insecta (Serangga)

Serangga umumnya berkembang biak dengan bertelur, yang diletakkan satu-satu maupun berkelompok, atau telur-telurnya diletakkan dalam suatu kotak bernama ooteka (contoh pada lipas dan belalang sembah). Serangga betina umumnya dilengkapi dengan ovipositor yaitu alat untuk meletakkan telur. Dari telur akan menetas menjadi larva, yang bentuknya sangat berbeda dengan serangga dewasa.


Setelah beberapa kali ganti kulit, larva akan berubah menjadi kepompong yang kemudian keluar sebagai serangga dewasa yang sempurna. Daur hidup yang melalui tahapan kepompong disebut metamorfosis sempurna.Kupu-kupu, lalat, dan kumbang adalah serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.


Belalang dan kepik adalah contoh serangga dengan daur hidup metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis ini, telur akan menetas menjadi anakan yang bentuknya sudah menyerupai serangga dewasa, hanya sayap dan alat kelaminnya belum sempurna. Serangga ini dinamakan nimfa. Nimfa akan mengalami beberapa kali ganti kulit, pada ganti kulit terakhir akan keluar serangga dewasa yang memiliki sayap dan alat kelamin sempurna.


Makanan Insecta (Serangga)

Sebagian besar serangga adalah pemakan tumbuhan, termasuk biji-bijian yang disimpan di gudang atau lumbung.Sebagian lagi adalah pemakan serangga dan binatang kecil lainnya.Beberapa jenis hidup dengan menghisap darah manusia atau binatang, dan beberapa jenis hidup parasit pada binatang menyusui serta burung, memakan bulu-bulunya.Serangga tanah merupakan pemakan serasah busuk dan pohon tumbang, serta lumut, jamur, dan kapang.


Cara Hidup Insecta (Serangga)

Serangga dapat hidup soliter (sendiri) maupun berkoloni (membentuk kelompok) dengan membuat sarang di pohon atau di dalam tanah.Semut, lebah, dan rayap termasuk serangga yang hidup berkoloni. Serangga yang berkoloni terdiri dari beberapa kasta, yaitu ratu sebagai penghasil telur, raja yang membuahi ratu, pekerja yang bertugas melayani ratu dan raja, merawat larva, dan mencari kemudian mengumpulkan makanan, serta tentara atau pengawal yang menjaga dan mempertahankan koloni dari serangan musuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Contoh Adaptasi Fisiologi Pada Hewan, Tumbuhan, Dan Manusia Secara Lengkap


Habitat Insecta (Serangga)

Serangga dapat ditemukan di berbagai habitat atau lingkungan hidup, baik darat maupun perairan. Di darat serangga hidup di pohon, semak, permukaan maupun dalam tanah, atau hidup parasit pada binatang lain. Sementara di air contohnya air tergenang maupun air yang mengalir. Ada serangga yang hidup di air sepanjang hidupnya, sementara ada pula yang hanya hidup di air pada fase larva atau nimfa dan bermigrasi ke darat saat dewasa seperti nyamuk dan capung.


Seperti binatang lainnya, serangga juga dapat mengeluarkan suara, contoh jangkrik, belalang malam, dan tonggeret.Suara serangga tidak dikeluarkan dari mulutnya, tetapi dihasilkan dari gesekan antara bagian-bagian tertentu tubuhnya.Suara belalang malam dihasilkan dari gesekan bagian pangkal kedua sayap mukanya.Pada tonggeret yang suaranya nyaring disebabkan oleh adanya kepingan di bagian bawah perut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fauna – Pengelompokan, Kemampuan, Keunikan, Persebaran, Fauna Indonesia dan Contohnya


Peranan Insecta bagi Manusia

Insecta memiliki peranan yang bermanfaat atau menguntungkan bagi manusia dan ada juga yang merugikan manusia antara lain sebagai berikut.


a. Insecta yang Menguntungkan

  1. Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu dalam proses penyerukan pada bunga
  2. Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra. contoh : Bombix morl
  3. Dapat menghasilkan madu. Misal :Lebah madu (Apis mellifera)
  4. Mata rantai makanan yang penting bagi kehidupan
  5. Dapat dikonsumsi, seperti gangsir, laron, dan larva lebah (tembayak) yang dapat diperoleh secara musiman.

b. Insecta yang Merugikan

  • Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti, lalat, kecoak, tikus dan kolera
  • Merusak tanaman budidaya manusia, seperti ulat, kumbang kelapa, dan belalang
  • Serangga banyak yang hidup dengan parasit pada ternak maupun ikan
  • Parasit pada manusia (menghisap darah) seperti kutu busuk, nyamuk, dan kutu kepala
  • Dapat merusak bahan bangunan, seperti rayap dan kumbang kayu
  • Merusahk bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misalnya kumbang beras
  • Menyebabkan penyakit pada tanaman, seperti Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penykit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso