Ragam Ordo Serangga – Pengertian, Klasifikasi, Sejarah, Kemampuan, Biologi, Metamorfosis, Morfologi, Peran, Makanan

Diposting pada

Ragam Ordo Serangga – Pengertian, Klasifikasi, Sejarah, Kemampuan, Biologi, Metamorfosis, Morfologi, Peran, Makanan : Yang sebagai salah satu jenis hewan insekta, serangga termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui. Untuk jumlah spesies yang masih ada diperkirakan berkisar antara 6-10 juta dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda dibumi.

Ragam Ordo Serangga Beserta Penjelasannya

Pengertian Serangga

Serangga (disebut pula insecta, dibaca “insekta”, berasal dari bahasa Latin insectum, sebuah kata serapan dari bahasa Yunani ἔντομον [éntomon], “terpotong menjadi beberapa bagian”) adalah salah satu kelas avertebrata di dalam filum arthropoda yang memiliki exoskeleton berkitin , tubuh yang terbagi tiga bagian (kepala, thorax, dan abdomen), tiga pasang kaki yang pangkalnya menyatu, mata majemuk, dan sepasang antena.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 100 Ciri-Ciri Insecta (Serangga) dan Klasifikasinya Terlengkap


Serangga termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui. Jumlah spesies yang masih ada diperkirakan antara enam hingga sepuluh juta  dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi. Serangga dapat ditemukan di hampir semua lingkungan, meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan, suatu habitat yang didominasi oleh kelompok arthropoda laink,rustasea.


Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap.


Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses bekrolonisasi di bumi.


Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Hexapoda
(tidak termasuk): Ectognatha
Kelas : Insecta, Linnaeus, 1758


Sejarah Serangga

Keaneka-ragaman serangga telah terdapat padaperiode Carboniferous (sekitar 300 juta tahun yang lalu) Pada periode Permian (270 juta tahun yang lalu) beberapa kelompok serangga telah menyerupai bentuk yang dijumpai sekarang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Peranan Rayap Dalam Kehidupan


Banyak fosil serangga yang ditemukan berumur puluhan juta tahun yang lalu tidak beda jauh dengan serangga saa ini, misalnya fosil wereng berumur 25 juta tahun yang ditemukan di Dominika yang terperangkap pada getah pinus, dan masih banyak lagi fosil-fosil serangga yang ditemukan yang berumur puluhan juta tahun.


Sayap pada serangga mungkin pada awalnya berevolusi sebagai perluasan kutikula yang membantu tubuh serangga itu menyerap panas, kemudian baru menjadoi rgan untuk terbang Pandangan lain menyarankan bahwa sayap memungkinkan hewan itu meluncur dari vegetasi ke tanah, atau bahkan berfungsi sebagianisang dalam serangga akuatik. Hipotesis lain menyatakan bahwa sayap serangga berfungsi untuk berenang sebelum mereka berfungsi untuk terbang.


Ragam Serangga

Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung (Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Penyebaran Fauna Di Indonesia Beserta Pembagiannya


Ordo Lepidoptera

Dalam hal ini merupakan jenis serangga yang ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika fase imago memiliki tipe mulut penguyah, sedangkan ketika fase imago memiliki tipe mulut penghisap, adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan.


Ordo Collembola

Memiliki Collophore yang menjadi ciri khasnya. Collophore ini merupakan bagian yang mirip tabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen, ada beberapa dari jenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan.


Pada umumnya Collembolla merupakan jenis serangga yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang dan material lainnya.


Ordo Coleoptera

Memiliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivora. Habitat dari ordo coleoptera ialah dipermukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan.


Ordo Orthoptera

Untuk hal ini termasuk herbivora, namun ada beberapa spesiesnya yang bertindak sebagai predator. Tipe mulut dari ordo ini ialah tipe pengunyah, ciri khas yang dapat dijumpai yakni sayap depan lebih keras dari sayap belakang.


Ordo Dermaptera

Dalam hal ini mempunyai sepasang antena, tubuhnya bersegmen dan terdiri atas toraks dan abdomen. Pada abdomennya terdapat bagian seperti garpu.


Ordo Diplura

Memiliki mata majemuk, tidak terdapat ocelli dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, misalnya dapat ditemukan di bawah batu, diatas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus.


Ordo Hemiptera

Dalam hal ini memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap, ada beberapa yang menghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk.


Ordo Odonata

Memiliki tipe mulut pengunyah, umumnya ordo ini termasuk karnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya ialah di dekat perairan, biasanya ditemukan di sekitar air terjun, disekitar danau dan padea daerah bebatuan.


Ordo Diplopoda

Memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki, beberapa memiliki kaki yang berjumlah 30 atau lebih dan segmen tubuhnya menopang dua bagian dari tubuhnya. Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang besar dan datar pada bagian bawahnya.


Untuk habitatnya ialah di lingkungan yang basah, seperti dibawah bebatuan, menempel pada lumut, diperakaran pohon dan di dalam tanah. Tipe mulutnya ialah pengunyah, beberapa dari jenis ini merupakan scavengar dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang merupakan hama bagi tanaman.


Apabila dirinci lebih jauh, lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan, terdapat 5.000 spesies bangsa capung “Odonata”, 20.000 spesies bangsa belalang “Orthoptera”, 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat “Lepidoptera”. 120.000 bangsa lalat dan kerbatnya “diptera”, 82.000 spesies bangsa kepik “hemiptera”, 360.000 spesies bangsa kumbang “coleoptera” dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah “hymenoptera”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Ekosistem Air Laut Serta Zona Pembagiannya


Kemampuan Serangga

Berikut Ini Merupakan Kemampuan Serangga.


  • Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besa, rdan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun.

  • Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya. Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predato, rmenemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah.


  • Umumnya serangga mengalamimetamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera. Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan : telur, nimfa, dan imago. Peristiwa larva meniggalkan telur disebut dengan eclosion. etelah eclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau berbeda sama sekali dengan indukny. Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak.


Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya dalam bentuk tangga di mana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnya kulit lama (exuvium), di mana proses ini disebut molting. Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai di mana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna.


serangga

Biologi Serangga

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosil kecoa dan capung raksasa primitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap padagetah juga ditemukan.


Metamorfosis Pada Serangga

Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses “pergantian kulit” yang biasa disebut proses pelungsungan.


Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Metamorfosis pada serangga ada 2, yaitu metamosfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Perbedaan yang mencolok pada metamorfosis sempurna adalah adanya tahap pembentukan kepompong, sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna tidak terdapat tahap pembentukan kepompong.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Khusus Yang Dimiliki Cumi-Cumi Serta Struktur Dan Habitatnya


Morfologi Serangga

Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).


Peran Serangga

Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya sebagai organisme pembusuk dan pengurai termasuk pengurai limbah, sebagai objek estetika dan wisata seperti kupu-kupu, kumbang yang berwarna-warni, bermanfaat pada proses penyerbukan maupun sebagai hama tanaman, pakan hewan (burung) yang bernilai ekonomi tinggi, penghasil madu (dari genus Apis) dll.


Disamping peran secara langsung serangga juga memiliki peran yang tidak langsung yaitu menjaga keseimbangan ekologi di alam, karena serangga termasuk salah satu dari rantai makanan, di mana beberapa jenis burung menjadikan serangga sebagai makanan utamanya.


Namun jika jumlahnya tidak terkendali karena keseimbangan alam yang terganggu akibat berkurangnya pemangsa serangga, maka jumlah serangga akan tidak terkendali, karena salah satu sifatnya yang dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga hal ini juga akan merugikan, baik bagi pertanian, perkebunan, kepada manusia secara langsung.


Bebarapa daerah menjadikan beberapa jenis belalang sebagai bahan makanan, seperti belalang kayu, larva beberapa jenis kumbang juga di konsumsi sebagai makanan yang lezat. secara kandungan gizi belalang kaya akan kandungan protein hewani bahkan di hongkong, thailand dan beberapa negara Eropa beberapa hotel berbintang telah menyediakan menu dari belalang.


Makanan Serangga

Makanan pada serangga tergantung pada tipe pada mulutnya, ada beberapa jenis tipe mulut pada serangga yang ini juga akan menentukan jenis makanannya yaitu : menusuk menghisap, menggigit mengunyah, mencium. dalam dunia serangga ada beberapa jenis makanan yang sering ditemukan, yaitu serangga jenis herbivora, karnivora dan ada juga omnivora.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Proses Metamorfosis Serangga Beserta Ciri-Cirinya Lengkap


Daftar Pustaka
Erwin, Terry L. (1997). Biodiversity at its utmost: Tropical Forest Beetles (dalam bahasa Inggris). hlmn. 27–40. Dalam: Reaka-Kudla, M. L., Wilson, D. E. and Wilson, E. O. (editor)B. iodiversity II. Joseph Henry Press, Washington, D.C.
Erwin, Terry L. (1982). “Tropical forests: their richness in Coleoptera and other arthropod species”C. oleopt. Bull.
(dalam bahasa Inggris)36: 74–75.
a b c d e f g h i j k Campbell, N.A,J.B. Reece, dan L.G. Mitchell, 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. ISBN : 979-688- 469-0. Jakarta: Erlangga.
a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u Borror et al. 2005. Study of Insect.Ed-7. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
a b c d e f Borror et al. 2004. Study of Insect. Ed-5. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
Gandjar. 1997. Prosiding Seminar Nasional Biologi XV, Universitas Lampung,ISBN
979-8287-17-7.Lampung: Perhimpunan Biologi Indonesia.
Suranto A. 2004. Khasiat & Manfaat Madu HerbalI.SBN 979-3702-02-8. Jakarta: AgroMedia.