Enzim-Laktase

Penjelasan Sumber Enzim Laktase Dalam Biologi

Enzim-Laktase

Pengertian Enzim

Enzim merupakan biomolekul yang berupa protein yang memiliki fungsi sebagai katalis “senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi” dalam suatu reaksi kimia organik. Molekul awal yang disebut substrat akan di percepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut dengan produk.


Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang disebut dengan promoter, yang semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.


Pada enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat yang melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi dengan membutuhkan waktu lebih lama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Koenzim Dan Kofaktor Dalam Biologi


Jenis-jenis Enzim

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis jenis enzim :

  1. Enzim metabolik – Enzim yang bekerja mengatur, mengontrol dan mengelola kesehatan tubuh melalui jaringan tubuh, sel darah dan organ, yang berfungsi sebagai:
    • Pertumbuhan, perkembangan dan perbaikan sel
    • Memelihara semua jaringan organ tubuh.
    • Menyusun banyaknya reaksi yang saling berbeda namun dilakukan dalam waktu yang sama

  2. Enzim makanan – Enzim yang mengandung zat nutrisi yang berasal dari buah buahan, sayuran hijau dan orange serta dari sumber makanan tambahan lain yang berfungsi
    • menghancurkan zat protein
    • melumatkan lemak
    • memecah karbohidrat dan nutrisi lain menjadi senyawa dan partikel kecil bermanfaat yang dapat diserap tubuh secara simbolik


  3. Enzim Pencernaan – Enzim pencernaan manusia yang bertugas menghancurkaan daan mencerna segala makanan lalu menyerap nutrisinya untuk disebarkan keseluruh jaringan tubuh.
    Enzim pencernaan ada 4 bagian , diantaranya:
    • Enzim amilolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan karbohidrat dan sari tepung gula
    • Enzim Lipolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan asaam lemak dan gliserol
    • EnzimProteolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan protein asam amino
    • Enzim Nucleolytic yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan Asam nukleat


  4. Enzim Renin – Berkaitan dengan kelenjar penghasil enzim diseputar dinding lambung yang berguna untuk menyimpan protein dan nutrisi lain yang ada pada produk susu agar manfaatnya dapat disebarkan keseluruh bagian tubuh.


  5. Enzim pepton – Mempunyai kemampuan menhancurkan dan memecah protein komplek agar dapat berubah menjadi molekul molekul pepton.


  6. Enzim pepsin – Enzim penting yang terletak didalam lambung yang berguna untuk merubah protein dan nutrisi lainnya agar dapat diserap dengan baik lalu disebarkan keseluruh jaringan tubuh.


  7. Enzim Tripsin – Enzim yang mampu mengubah pepton menjadi zat asam amino yang berguna untuk proses penyerapan protein oleh jaringan usus


  8. Enzim Sukrase – Enzim yang mampu mengubah sukrose menjadi glukosa dan fruktosa yang sederhana. keberadaan enzim ini dihasilkan lewat saluran getah usus halus


  9. Enzim Ptialin – Enzim yang terletak diseputar rongga mulut yang terletak pada kelenjar air liur.yang berguna menagatur dan mengontrol zat tepung atau pati menjadi glukosa yang naantinya diubah menjadi sebuah energi


  10. Enzim Laktase – Enzim yang menyusun sekaligus mengatur jalnnya enzim menjadi laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. kedua enzim tersebut akan diserap menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh semua jaringan yang ada didalam tubuh.


  11. Enzim Peptidase – Enzim yang akan keluar bersama getah usus halus dan mengubahnya menjadi sari protein penting yang dibutuhkan jaringan tubuh.


  12. Enzim Isomaltase – Enzim yang dihasilkan oleh getah usus agar dapat menggabungkan zat maltase menjadi kameltosa yang lebih efesien.


  13. Enzim Ribonuklease – Enzim yang mampu melakukan penggandaan atau replikasi DNA enzim yang sudah pasti menghasilkan RNA.


  14. Enzim lipase – Fungsi enzim lipase yang bertugas menghancurkan dan mencerna makanan lemak dan lipid untuk menjaga dan melindungi kantung empediu agar tetap dalam keadaan normal.


  15. Enzim Katalse – Berfungsi melindungi dan menjaga hati serta menetralisir gerak dan pertumbuhan semua racun yang ada pada tubuh. Jika organ hati mengalami gangguan maka racun yang memasuki tubuh sulit untuk dinetralisir dan dibuang lewat urin dan keringat.


  16. Enzim Arsinase – Berfungsi menyupali dan menyebarkan asam amino arginin menjadi ornitin dan urea. Sifat zat ornitin sangat membatasi dan membelenggu amonia dan karbon dioksida yang bersifat racun. Kemudian Ornitin dinetralisir oleh hati agar racun daapat segera dihilangkan. (baca : fungsi hati)


  17. Enzim Troponin – Berfungsi mengontrol dan mengatur otot jantung untuk merespon sinyal yang diterima untuk reaksi atau kontraksi.


  18. Enzim Aminotransferase alanin – Enzim yang ada pada sel hati, otot jantung, ginjal dan otot rangka yang berfungsi melindungi dan meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara mereka masing masing.


  19. Enzim Lisozim – yang berfungsi untuk menyaring, menghambat sekaligus membunuh bakteri dengan cara menghancurkan dinding selnya. Enzim yang berperan sebagai anti bakteri ini terdapat pada :
    • cairan mulut (saliva)
    • ASI (air susu ibu)
    • Cairan keringat
    • Airmata
    • Cairan minyak alami yang ada dibawah kulit


  20. Enzim yang ada pada lensa mata – Enzim yang ada pada lensa mata berfungsi melindungi dan mempertahankan fungsinya pada bagian bagian mata dari degenerasi. Tetapi seiring bertambahnya usia Enzim akan menurun kualitas fungsinya sehingga menyebabkan perubahan kimia terhadap protein yang menjadikan koagulasi seperti kabut putih yang menghalangi penglihatan serta jalan masuknya cahaya kedalam retina. ini biasa terjadi:
    • pada mata katarak
    • Mata keruh
    • Rabun ayam
    • Rabun senja
    • Rabun jauh
    • Rabun dekat


  21. Enzim Lizosim – Lizosim adalah sekumpulan protein yang ada pada air mata yang bermanfaat untuk melemahkan, menurunkan dan mematikan aktifitas kinerja dari bakteri, karena air mata dapat bertindak sebagai anti biotik alami yang lebih ampuh daripada obat mata. Lizosim bertindaak sebagai anti kekeringan yang mampu melumasi permukaan retina agar tetap lembab dan terhindar dari iritasi akibat masuknya debu dan partikel kecil lainnya.


  22. Enzim Bradikinin – Enzim Bradikinin mampu mempengaruhi kelenjar keringat yang menyebabkan cairan keringat mengurai dalam bentuk garam dan urea dari dalam kapiler darah kemudian dikirim melalui permukaan kulit dan terbentuklah yang namanya keringat. Cairan keringat bermanfaat sebagai penyembuh luka, pengontrol keseimbangan kelembaban kulit dan dapat memblokir aktifitas bakteri. Cairan keringat dapat bertindak sebagai antibiotik alami yang lebih baik daripada pemakaian hand body lotion.


  23. Enzim Lisozim – Air susu ibu bersifat penyembuh alami yang lebih ampuh daripada imunisasi bayi yang biasa dilakukan oleh manusia, karena ASI sarat dengan nutrisi yang sanggup memberikan pertahanan dan perlindungan kuat terhadap kesehatan dan pertumbuhan bayi, mampu mengatasi infeksi melalui sel fagosit (pembunuh sel bakteri ) dan Imuniglobulin (antibodi). ASI mengandung dari berbagai bentuk zat kekebalan tubuh yang bisa dijadikan antibiotik alami dan kinerjanya didukung oleh kinerja enzim Lisozim dan bahkan Enzim Lisozim sudah menjadi bagian yang mengikat dari ASI yang gunanya agar ASI selalu sehat dan terhindar dari serangan bakteri.


  24. Enzim yang ada pada minyak alami kulit – Kulit adalah benteng untuk menghambat dan memperlambat aktifitas pertumbuhan virus dan bakteri. Kemudian ada enzim yang menyertai minyak alami kulit yaitu Enzim fagosit yang fungsinya membunuh bakteri dengan zat antibiotiknya. Bagian bagian kulit memiliki minyak alami yang tersembunyi dibawah kulit dekat sel kolagen yang berfungsi untuk melembabkan kulit didalam kondisi cuaca apapun dan mengatur volume keringat agar racun yang keluar bersama keringat dapat segera disaring agar tidak menjadi tumpukan bakteri.


  25. Enzim saliva yang ada pada air liur – Air liur berfungsi mempercepat dan mempermudah penghancuran dan pencernaan yang terjadi secara kimiawi. Air liur mampu mempercepat pembuhan luka dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena infeksi, karena cairan air mengandung antibiotik alami


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Enzim Laktase – Manfaat, Defisiens, Jenis, Fungsi, Sifat


Pengertian Enzim Laktase

Enzim lactase (ß-galaktosidase) adalah enzim yang mengkatalisis hidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktase disebut juga The hidrolase laktase-phlorizin enzim. Enzim ini spesifik hanya bekerja bila substrat tersebut adalah laktosa.


Enzim Laktase adalah enzim saluran pencernaan yang berfungsi untuk mengubah / memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. laktosa merupakan molekul disakarida, agar lebih mudah direaksikan oleh tubuh, maka enzim laktase mengubahnya menjadi monosakarida. Enzim Laktase merupakan salah satu enzim pada getah pankreas yang disekresikan ke dalam usus halus saat proses pencernaan.


Fungsi utama laktase adalah untuk memecah jenis gula yang disebut laktosa. Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya. Sebagai senyawa gula besar, laktosa tidak dapat diserap secara alami oleh tubuh. Dalam rangka untuk metabolisme bentuk gula, tubuh kita membutuhkan laktase untuk memecah laktosa menjadi dua partikel yang lebih kecil yang disebut glukosa dan galaktosa. Molekul-molekul gula yang lebih kecil lebih mudah diserap oleh sel-sel di usus. Tanpa laktase, laktosa tetap dalam saluran pencernaan dan tidak dapat digunakan oleh tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Koenzim Serta Fungsinya


Sifat Enzim Laktase

Sifat Enzim Laktase ialah spesifik pada satu substrat saja, yaitu laktosa (Gaman & Sherrington, 1994). Kerja enzim ini memutuskan ikatan glikosida pada laktosa. PH optimum untuk Enzim ini dapat bekerja dengan maksimal adalah 6,5. Apabila PH kurang atau lebih dari 6,5 Aktivitas dari enzim lactase bias berkurang bahkan tidak menimbulan aktivitas.


Untuk suhu optimu dari enzim ini dapat bekerja adalah 50° C. Enzim ini hanya diproduksi saat janin berkembang dan masih bayi, lalu dengan bertambahnya usia enzim ini semakin sedikit di produksi dalam tubuh bahkan sampai tidak diproduksi lagi. Tujuan enzim ini diproduksi adalah untuk memeceh laktosa yang biasanya terdapat dalam susu menjadi senyawa yang lebih sederhana supaya bias diserap oleh tubuh, biasanya mamalia minum susu dari induk pada saat masih kecil, bila sudah dewasa tidak minum susu lagi, oleh karena itu enzim ini tidak diproduksi lagi.


Enzim ini rusak oleh adanya asam lambung atau perubahan PH yang mendekati asam. Enzim ini juga menjadi tidak aktif jika flora usus normal berubah atau terinfeksi parasit tertenu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Enzim – Pengertian, Cara, Sifat, Faktor, Penamaan, Persyaratan, Contoh


Manfaat Enzim Lactase

Manfaat enzim lactase adalah untuk membantu tubuh dapat menyerap laktosa. Enzim lactase ini dapat dijadikan sebagai enzim assay untuk menguji ada tidaknya laktosa. Untuk orang yang kekurangan laktase dapat juga dilakukan terapi enzim lactase supaya tubuh dapat memproduksi enzim lactase. Bisa juga dalam produk susu yang dijual di pasaran sudah disertakan enzim lactase supaya untuk orang yang defisiensi laktosa dapat meminum susu tersebut.


Apabila kekurangan enzim lactose tubuh tidak dapat mencerna laktosa atau menguraikan laktosa sehingga laktosa dikeluaran melalui feces. Akibat yang timbul pada proses tersebut adalah diare dan gangguan pencernaan lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Enzim Pepsin Beserta Cara Kerjanya


Sumber Enzim Laktase

Enzim Lactase biasanya dapat ditemukan pada hati, usus kecil dan ginjal pada mamalia (Ermawati 2011). Kerja enzim lactase ini biasanya terjadi dalam usus yang memiliki konsentrasi bakteri 101-4 mL-1, dengan kondisi ini laktosa yang di hidolisis oleh enzim lactase sedikit di fermentasi. Enzim Laktase biasanya di ekskresi pada permukaan apical enterosit pada usus kecil dan di tengah-tengah usus besar.


Enzim ini diproduksi di usus karena enzim lactase ini hanya bekerja spesifik memecah lakosa ketika berada dalam usus. Enzim lactase sudah mulai diproduksi oleh janin pada umur 8 minggu, hal ini dapat diketahui dari tes lactase pada permukaan usus manusia, lalu produksi enzim semakin meningkat sampai pada minggu ke 36 dan pada waktu melahirkan. Pada saat bayi baru lahir ini enzim lactase berada dalam puncaknya dalam artian enzim lactase ini lebih banyak di produksi dari pada masa lainnya. Setelah itu, pada bulan pertama setelah kelahiran bayi produksi enzim laktosa menurun.


Laktase merupakan enzim yang memecah dan mencerna gula laktosa, itu penting karena laktosa ditemukan dalam susu, keju dan produk susu lainnya. Tanpa laktase, makan atau minum susu dapat memicu kram dan kembung. Orang yang tidak dapat menghasilkan laktase menjadi intoleran laktosa. Hal ini dapat terjadi karena cedera, penyakit atau genetika.


Sumber Laktase, Untuk sumber akar laktase pada manusia ialah gen laktase yang menyediakan instruksi untuk sel-sel untuk memproduksi enzim. Sel-sel yang benar-benar melakukan pekerjaan seperti sel epitel usus pada dinding usus kecil. Sel-sel menyerap nutrisi dari usus yang melalui juluran kecil yang disebut dengan “brush border”. Fungsi laktase di perbatasan sikat, memecah laktosa menjadi gula yang mudah untuk diserap.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Fungsi Lambung : Anatomi Dan Fisiologi Lambung Manusia


Isolasi dari Enzim Lactase

Isolasi atau pemurnian dari enzim lactase ini didapat dari koloni Lactobacillus acidophilus dalam fermentasi ragi. Dari fermentasi ragi ini didapatkan larutan berisi koloni Lactobacillus acidophilus. Lalu dilakukan ultrafiltrasi untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tinggi untuk menyaring substrat lain selain enzim yang dimaksud seperti garam-garam mineral, sel bakteri Lactobacillus acidophilus, lemak, protein-protein dan masih banyak yang lainnya.


Setelah dilaukan ultrafiltrasi baru dilakukan pemurnian dengan kromatografi. Kromatografi yang dilakuan yaitu kromatografi cair dengan teknik elusi gradient, matriknya menggunaan resin. Setelah keluar dari kromatografi, sampel/enzim di spektofotometri. Didapatkan hasil pemurnian berat molekul enzim lactase 400-500kD. Berat ini bias berubah apabila masih didapatkan jenis protein lain dalam sampel murni tersebut. Pemurnian dicukupkan sampai pada tahap ini karena kebutuhannya hanya untuk analisis.


Enzim lactase atau D-galaktose ini disintesis dari D-laktose. D-laktose ini ditambahkan gluosa menjadi α-Galaktosyl intermediet, lalu struktur glukosa tersebut terlepas kembali sehimgga memecah D-laktose menjadi D-galaktose. Reaksi tersebut ditunjukkan pada gambar dibawah ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Makalah Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis Beserta Gambarnya Lengkap


Efek Samping Enzim Laktase

Sebuah berlebihan dari obat apa pun dapat menyebabkan beberapa efek buruk pada tubuh. Hal yang sama berlaku untuk laktase suplemen juga. Selama dosis suplemen enzim ini dapat menyebabkan beberapa efek samping yang dapat mempengaruhi beberapa organ dalam tubuh. Seperti wanita hamil dan ibu yang menyusui lebih rentan terhadap efek samping.


Reaksi alergi ialah efek samping yang umum pada orang yang tidak toleren terhadap suplemen laktase. Hal ini dapat dilihat sebagai ruam kulit yang mungkin gatal sensasi, kesemutan di mulut dan pembengkakan wajah, bibir dan lain-lain.


Beberapa individu juga mengalami sensasi kembung, kram perut, sembelit, mual akibat muntah dan lain-alin. kesulitan bernafas dan perasaan dada di perketat juga dilaporkan sebagai efek samping dari enzim ini. Walaupun jarang, interaksi obat dapat dilihat sebagai salah satu efek samping pencernaan enzim. Oleh karena itu, individu yang mengambil obat allopathic, obat-the-counter atau suplemen makanan lainnya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen enzim laktase. Dan selalu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengambil suplemen enzim, hal ini karena dapat mengurangi risiko komplikasi yang tidak perlu, yang dapat mempengaruhi tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Nemathelminthes : Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Dan Klasifikasi Beserta Peranannya Lengkap


Enzim Laktase dalam Yoghurt

Laktase merupakan enzim yang membantu kita mencerna laktosa, yang merupakan gula dalam susu dan produk susu. Laktosa tidak dapat diserap oleh tubuh kecuali diurai oleh laktase menjadi glukosa dan galaktosa.enzim likosida hidrolase yang berfungsi untuk memecah laktosa menjadi gula penyusunnya yaitu glukosa dan galaktosa. Tanpa suplai atau produksi enzim laktase yang cukup dalam usus halus, akan menyebabkan terjadinya lactose intolerant yang mengakibatkan rasa tidak nyaman diperut (seperti kram, banyak buang gas, atau diare) dalam saluran cerna selama proses pencernaan produk-produk susu. Secara komersial laktase digunakan untuk menyiapkan produk-produk bebas laktosa seperti susu. Ini juga dapat digunakan untuk membuat yogurt dalam pembuatan cream dan rasa produk yang lebih manis. Laktase biasanya diisolasi dari yeast.


Prinsip pembuatan yoghurt dalam industry adalah fermentasi susu dengan cara penambahan bakteri-bakteri laktobacillus bulgaricus dan streptoccus thermophillus. Dengan fermentasi ini maka rasa yoghurt akan menjadi asam, karena adanya perubahan laktosa menjadi asam laktat oleh bakteri-bakteri tersebut.


Yogurt dibuat oleh fermentasi laktosa (gula susu) oleh enzim bakteri. Proses inianaerobik, yang berarti bahwa itu terjadi karena tidak adanya oksigen. Laktosa adalahgula majemuk, terdiri dari dua gula sederhana glukosa dan galaktosa. Selama pembuatanyoghurt, laktosa dipecah oleh enzim laktase (disediakan oleh bakteri) ke dalam dua komponen.


Pengolahan lebih lanjut dari hasil glukosa dan galaktosa dalam produk akhir asam laktat dan asetaldehida. Produksi asamlaktat dan asetaldehida menurunkan pH susu, menyebabkan ia memiliki asam, rasa getir.Semakin rendah pH juga mempengaruhi kasein (protein susu), menyebabkan yogurt mengental dan mengendap, membentuk dadih padat yang membuat yoghurt. Sisa cairan adalah air didih . Dua bakteri yang paling umum digunakan untuk membuat yoghurtadalah Lactobacillus bulgaricus danStreptococcus thermophiles.

Enzim Laktase dalam Yoghurt


Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol (40-50OC) dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri. Yoghurt dalam pembuatannya menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.Bakteri tersebut merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat menyebabkan proteinsusu untuk membuatnya padat. Keasaman meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial.


Enzim Laktase dalam Industri Pengolahan Pangan

Laktase adalah enzim yang dapat menghidrolisis gula susu (laktosa). Laktosa merupakan 4-O-(β-D-galaktopiranil)-D-glukpiranosa. Hidrolisis satu mol laktosa menghasilkan satu mol galaktosa dan satu mol glukosa. Laktase adalah nama trivial dari enzim β-galaktosidase (EC 3.2.1.23), yang artinya enzim kelas hidrolase, mengkatalisis reaksi hidrolisis suatu substrat atau pemecahan substrat dengan pertolongan air (3), bekerja pada senyawa glikosil (3.2), dan lebih khusus bekerja pada senyawa O dan S-glikosil. Nama lain dari lactase adalah: β-lactosidase, maxilact, hydrolact, β-D-lactosidase, S 2107, lactozym, trilactase, β -D-galactanase, oryzatym, sumiklat


Laktase juga digunakan dalam industri pangan. Di antaranya adalah pembuatan roti, pembuatan susu bebas laktosa, pembuatan yogurt, dan pembuatan es krim dan cream. Pada pembuatan es krim dan cream, laktase mengubah gula susu yang sukar larut dan dengan kemanisan yang rendah menjadi gula yang mudah larut, tidak mudah mengkristal, dan rasanya lebih manis oleh adanya glukosa dan galaktosa. Penambahan enzim laktase pada roti yang pembuatannya menggunakan susu dapat menguntungkan, karena laktosa yang tidak dapat dihidrolisis oleh ragi akan dapat dipecah oleh laktase menghasilkan glukosa yang dapat difermentasi oleh ragi.


Pada dasarnya, saat bayi, manusia memproduksi enzim laktase untuk mencerna gula susu (laktosa). Tetapi, enzim tersebut berangsur berkurang pada saat dewasa yang pada akhirnya menyebabkan manusia tersebut tidak mampu mencerna laktosa, sehingga  akan mengalami gangguan pencernaan pada saat mengonsumsi susu. Laktosa yang tidak tercerna akan terakumulasi dalam usus besar dan akan memengaruhi keseimbangan osmotis di dalamnya, sehingga air dapat memasuki usus. Peristiwa tersebut lazim dinamakan intoleransi laktosa. Oleh karena itu,  enzim laktase digunakan dalam industri susu untuk membuat produk susu yang bebas laktosa. Laktase mengurai laktosa pada susu hingga tersisa 25% laktosa dari semula. Sedangkan untuk mengurangi intoleransi laktosa, susu diolah menjadi produk lain berupa fermentasi susu (yogurt).


Aktivitas laktase mudah diketahui dengan menggunakan substrat laktosa untuk menentukan jumlah glukosa dan galaktosa yang terbentuk. Karena itu, penentuan aktivitas laktase sering dilakukan dengan mengukur timbulnya gula dan hilangnya laktosa sehingga kesalahan akibat reaksi transferasi dapat dihindari. Di samping itu juga digunakan substrat o-nitrofenil-β-galaktosida (ONPG). Laju dan reaksi tersebut dapat diikuti dengan memperkirakan jumlah kromogen o-nitrofenol yang terbentuk.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fisiologi Manusia Dan Hewan Beserta Bidangnya


Dampak Konsumsi Laktosa bagi Pengidap Intoleransi Laktosa

  • Kekurangan enzim laktase pada usus menyebabkan absorbsi laktosa terganggu dan menimbulkan berbagai macam gejala penyakit. Gejala ini muncul ketika konsumsi laktosa melebihi batas kemampuan usus untuk mencerna dosisnya. Pada umumnya, toleransi konsumsi laktosa yang masih diperbolehkan untuk orang pengidap intoleransi laktosa adalah berkisar antara 12-15 gram atau setara dengan 1 cupsusu(Domino, 2014).

  • Intoleransi laktosa bukanlah merupakan sebuah kondisi yang absolut atau mutlak (Brody, 1999). Setelah mengonsumsi segelas susu, beberapa orang akan langsung menunjukkan adanya gejala-gejala penyakit atau dampak yang ditimbulkan karena mengonsumsi laktosa berlebih. Disisi lain, terdapat beberapa orang yang bahkan mampu menahan atau mentolerir konsumsi susu sampai 1 quart, atau setara dengan 0,95 liter, hingga pada akhirnya timbul keram abdominal (perut) dan diarrhea.


  • Konsumsi laktosa berlebih oleh pengidap intoleransi laktosa dapat menimbulkan beberapa gejala. Gejala klinis yang dimaksud meliputi masalah gastrointestinal, seperti flatulen, diarrhea, pendarahan dubur (rectal bleeding), sakit dan keram perut atau abdominal, serta gembung atau bengkak (bloating). Pada bayi, gejala yang ditimbulkan dapat meliputi mulas, irritability atau emosi tidak stabil dan mudah marah, ruam atau eksema, tidak bisa tidur di malam hari, dan wheezing (Baum, 1997).


  • Pengidap intoleransi laktosa sebaiknya waspada terhadap makanan yang mengandung hidden lactose atau laktosa tersembunyi. Biskuit, kue, sereal olahan, saus keju, sup krim, pudding, coklat susu, roti, dan margarin merupakan produk pangan yang mengandung laktosa tersembunyi, sehingga kurang dapat ditoleransi (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2008).


Pola Makan dan Penanganan bagi Pengidap Intoleransi Laktosa

  1. Laktosa terdapat pada susu dan produk hasil olahannya yang dicerna pada usus halus oleh enzim laktase. Laktase memecah laktosa menjadi dua gula yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa. Pengidap intoleransi laktosa dapat mengatur pola makan yang mengandung sedikit laktosa dan tidak mengonsumsi laktosa sama sekali. Pengidap intoleransi laktosa dapat diberi asupan susu atau produk olahannya secara bertahap dari konsentrasi terkecil agar sistem pencernaannya dapat beradaptasi terhadap adanya laktosa.

    Pengidap intoleransi laktosa lebih dapat mentolerir laktosa dengan mengonsumsi susu atau produk olahannya dengan makanan, seperti sereal Pengidap intoleransi laktosa lebih dapat mentolerir keju jenis hard cheese, seperti keju cheddar atau swiss daripada segelas susu. Keju jenis hard cheese sebanyak 1,5 ons memiliki kandungan laktosa kurang dari 1 gram, sedangkan secangkir susu rendah lemak mengandung 11 hingga 13 gram laktosa. Pengidap intoleransi laktosa juga lebih dapat mentolerir yogurt daripada susu. Keju dan yogurt merupakan produk hasil fermentasi susu, dimana kandungan laktosanya berkurang akibat digunakan oleh mikroba sebagai sumber nutrisi (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, 2014).


  2. Susu bebas laktosa ataupun rendah laktosa dapat menjadi solusi bagi pengidap intoleransi laktosa bila ingin menjadikan susu sebagai salah satu sumber nutrisi. Kandungan laktosa yang rendah atau tidak ada sama sekali sesuai dengan kondisi pencernaan pengidap intoleransi laktosa yang memiliki sedikit enzim laktase atau bahkan tidak memiliki kandungan laktase sama sekali (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, 2014).


  3. Banyak produk olahan susu hasil fermentasi dan yang mengandung kultur mikroba dapat dikonsumsi oleh pengidap intoleransi laktosa. Kemampuan untuk mentolerir adanya laktosa disebabkan oleh lebih lamanya waktu transit yogurt pada perut yang lebih lama dibandingkan dengan susu dan produksi enzim laktase oleh kultur bakteri pada yogurt. Enzim laktase dari kultur bakteri tersebut dapat bertahan pada kondisi asam pada lambung dan dilepaskan pada usus halus yang merupakan tempat laktosa dicerna.


    Enzim laktase ini cenderung meningkatkan pencernaan laktosa dari yogurt dibandingkan dengan laktosa dari makanan lain. Enzim laktase menjadi tidak aktif pada suhu yang terlalu tinggi dan rendah, sehingga produk olahan susu hasil fermentasi yang dipasteurisasi setelah penambahan kultur dan yang dibekukan kurang dapat meningkatkan pencernaan laktosa. Kefir dan yogurt merupakan dua produk olahan susu hasil fermentasi yang sama-sama dapat meningkatkan pencernan laktosa (Dairy Research Institute and National Dairy Council, 2011).


  4. Bagi pengidap intoleransi laktosa, terdapat beberapa anjuran yang dapat diikuti untuk meminimalisir efeknya. Pertama, pengidap intoleransi laktosa sebaiknya membaca label pangan pada bagian daftar bahan (ingredients). Produk pangan pangan yang mengandung bahan-bahan seperti susu, gula susu, dan whey sebaiknya dihindari atau dibatasi. Kedua, pengidap intoleransi laktosa sebaiknya mengonsumsi produk fermentasi susu seperti keju matang (mature atau ripened cheese), mentega, dan susu fermentasi (yogurt dan kefir) karena lebih baik dibanding susu.


    Selain itu, pengidap intoleransi laktosa sebaiknya minum susu yang mengandung banyak lemak karena dapat memperlambat transportasi susu dalam saluran pencernaan, sehingga dapat menyediakan waktu yang lebih lama bagi enzim laktase untuk memecah laktosa. Pengidap intoleransi laktosa juga sebaiknya menghindari konsumsi susu rendah atau bebas lemak, karena kadar lemak yang rendah akan mempercepat waktu transportasi susu dalam usus. Produk susu rendah lemak juga mengandung serbuk susu skim yang umumnya mengandung laktosa dalam kadar yang tinggi. Pengidap intoleransi laktosa dapat mengonsumsi susu dengan laktosa yang telah diuraikan, minum susu dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, mengonsumsi produk susu yang diolah dengan proses pemanasan, dan mengganti susu dengan sari kedelai yang bebas laktosa dan memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi. Proses pemanasan pada susu dapat mengakibatkan pecahnya laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga susu yang dipanaskan dapat ditoleransi dengan baik (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2008).