Pengertian Enzim Laktase – Manfaat, Defisiens, Jenis, Fungsi, Sifat

Diposting pada

Pengertian Enzim Laktase – Manfaat, Defisiens, Jenis, Fungsi, Sifat : Enzim lactase adalah enzim yang mengkatalisis hidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktase disebut juga The hidrolase laktase-phlorizin enzim.


Enzim Laktase Pada Pencernaan

Pengertian Enzim Laktase

Enzim lactase (ß-galaktosidase) adalah enzim yang mengkatalisis hidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktase disebut juga The hidrolase laktase-phlorizin enzim. Enzim ini spesifik hanya bekerja bila substrat tersebut adalah laktosa (Ermawati 2011). Enzim ini memiliki dua situs aktif, yaitu laktosa hydrolysing dan phlorizin (sebuah α glukosida-aril) dan berbagai glycolipids.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Bioteknologi Dengan Teknologi Plasmid


Aktivitas dari situs phlorizin berguna pada manusia dalam hal memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa seperti yang telah dijelaskan di atas. Laktosa perlu dipecah karena tubuh tidak dapat mencernanya, laktosa perlu di pecah menjadi senyawa yang lebih sederhana yaitu menjadi senyawa monosakarida sehingga dapat diserap oleh usus ke dalam aliran darah. Glukosa yang diserap nantinya digunakan sebagai sumber energy sedangkan galaktosa digunakan sebagai komponen glikolipid dan glikoprotein.


Enzim Lactase biasanya dapat ditemukan pada hati, usus kecil dan ginjal pada mamalia (Ermawati 2011). Kerja enzim lactase ini biasanya terjadi dalam usus yang memiliki konsentrasi bakteri 101-4 mL-1, dengan kondisi ini laktosa yang di hidolisis oleh enzim lactase sedikit di fermentasi. Enzim Laktase biasanya di ekskresi pada permukaan apical enterosit pada usus kecil dan di tengah-tengah usus besar.


Enzim ini diproduksi di usus karena enzim lactase ini hanya bekerja spesifik memecah lakosa ketika berada dalam usus. Enzim lactase sudah mulai diproduksi oleh janin pada umur 8 minggu, hal ini dapat diketahui dari tes lactase pada permukaan usus manusia, lalu produksi enzim semakin meningkat sampai pada minggu ke 36 dan pada waktu melahirkan.


Pada saat bayi baru lahir ini enzim lactase berada dalam puncaknya dalam artian enzim lactase ini lebih banyak di produksi dari pada masa lainnya. Setelah itu, pada bulan pertama setelah kelahiran bayi produksi enzim laktosa menurun.


Isolasi atau pemurnian dari enzim lactase ini didapat dari koloni Lactobacillus acidophilus dalam fermentasi ragi. Dari fermentasi ragi ini didapatkan larutan berisi koloni Lactobacillus acidophilus. Lalu dilakukan ultrafiltrasi untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tinggi untuk menyaring substrat lain selain enzim yang dimaksud seperti garam-garam mineral, sel bakteri Lactobacillus acidophilus, lemak, protein-protein dan masih banyak yang lainnya. Setelah dilaukan ultrafiltrasi baru dilakukan pemurnian dengan kromatografi.


Kromatografi yang dilakuan yaitu kromatografi cair dengan teknik elusi gradient, matriknya menggunaan resin. Setelah keluar dari kromatografi, sampel/enzim di spektofotometri. Didapatkan hasil pemurnian berat molekul enzim lactase 400-500kD. Berat ini bias berubah apabila masih didapatkan jenis protein lain dalam sampel murni tersebut. Pemurnian dicukupkan sampai pada tahap ini karena kebutuhannya hanya untuk analisis.


Enzim lactase atau D-galaktose ini disintesis dari D-laktose. D-laktose ini ditambahkan gluosa menjadi α-Galaktosyl intermediet, lalu struktur glukosa tersebut terlepas kembali sehimgga memecah D-laktose menjadi D-galaktose. Reaksi tersebut ditunjukkan pada gambar dibawah ini.


Sifat Enzim Laktase ialah spesifik pada satu substrat saja, yaitu laktosa (Gaman & Sherrington, 1994). Kerja enzim ini memutuskan ikatan glikosida pada laktosa. PH optimum untuk Enzim ini dapat bekerja dengan maksimal adalah 6,5. Apabila PH kurang atau lebih dari 6,5 Aktivitas dari enzim lactase bias berkurang bahkan tidak menimbulan aktivitas.


Untuk suhu optimu dari enzim ini dapat bekerja adalah 50° C. Enzim ini hanya diproduksi saat janin berkembang dan masih bayi, lalu dengan bertambahnya usia enzim ini semakin sedikit di produksi dalam tubuh bahkan sampai tidak diproduksi lagi.


Tujuan enzim ini diproduksi adalah untuk memeceh laktosa yang biasanya terdapat dalam susu menjadi senyawa yang lebih sederhana supaya bias diserap oleh tubuh, biasanya mamalia minum susu dari induk pada saat masih kecil, bila sudah dewasa tidak minum susu lagi, oleh karena itu enzim ini tidak diproduksi lagi. Enzim ini rusak oleh adanya asam lambung atau perubahan PH yang mendekati asam. Enzim ini juga menjadi tidak aktif jika flora usus normal berubah atau terinfeksi parasit tertenu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Aplikasi Bioteknologi Modern


Manfaat Enzim

Manfaat enzim lactase adalah untuk membantu tubuh dapat menyerap laktosa. Enzim lactase ini dapat dijadikan sebagai enzim assay untuk menguji ada tidaknya laktosa. Untuk orang yang kekurangan laktase dapat juga dilakukan terapi enzim lactase supaya tubuh dapat memproduksi enzim lactase. Bisa juga dalam produk susu yang dijual di pasaran sudah disertakan enzim lactase supaya untuk orang yang defisiensi laktosa dapat meminum susu tersebut.


Apabila kekurangan enzim lactose tubuh tidak dapat mencerna laktosa atau menguraikan laktosa sehingga laktosa dikeluaran melalui feces. Akibat yang timbul pada proses tersebut adalah diare dan gangguan pencernaan lainnya.


Fungsi Enzim Laktase

Untuk fungsi yang utama pada laktase ialah untuk memecah jenis gula yang disebut dengan laktosa. Laktosa ini sendiri merupakan gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya. Yang sebagai senyawa gula besar, laktosa tidak dapat diserap secara alami oleh tubuh.


Dalam rangka untuk metabolisme bentuk gula, tubuh kita membutuhkan laktase untuk memecah laktosa menjadi dua partikel yang lebih kecil yang disebut dengan glukosa dan galaktosa. Yang molekul-molekul gula yang lebih kecil lebih mudah untuk dapat diserap oleh sel-sel di usus. Tanpa laktase, laktosa tetap dalam saluran pencernaan dan tidak dapat digunakan oleh tubuh.


Defisiensi Laktase

Ada beberapa orang yang tidak dapat menghasilkan cukup laktase untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh mereka. Dalam beberapa kasus, enzim laktase sama sekali tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Pasien-pasien ini dikatakan menderita defisiensi laktase atau intoleransi laktosa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gen Beserta Struktur Dan Sejarahnya


Untuk gejala defisiensi laktase terlihat setelah 30 menit sampai 2 jam setelah minum susu atau produk susu lainnya. Gejala termasuk kram perut, perut kembung, mual dan diare. Dosis yang lebih besar dari produk susu sering menimbulkan gejala yang lebih parah. Kelahiran premature, operasi usus penyakit usus dan infeksi usus merupakan faktor-faktor risiko yang mungkin terjadinya intoleransi laktosa.


Jenis – Jenis Enzim

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis jenis enzim :

  1. Enzim metabolik – Enzim yang bekerja mengatur, mengontrol dan mengelola kesehatan tubuh melalui jaringan tubuh, sel darah dan organ, yang berfungsi sebagai:

    • Pertumbuhan, perkembangan dan perbaikan sel
    • Memelihara semua jaringan organ tubuh.
    • Menyusun banyaknya reaksi yang saling berbeda namun dilakukan dalam waktu  yang sama

  1. Enzim makanan  – Enzim yang mengandung zat nutrisi yang berasal dari buah buahan, sayuran hijau dan orange serta dari sumber makanan tambahan lain yang berfungsi

    • menghancurkan zat protein
    • melumatkan lemak
    • memecah karbohidrat dan nutrisi lain menjadi senyawa dan partikel kecil bermanfaat yang dapat diserap tubuh secara simbolik

  1. Enzim Pencernaan – Enzim pencernaan manusia yang bertugas menghancurkaan daan mencerna segala makanan lalu menyerap nutrisinya untuk disebarkan keseluruh jaringan tubuh.

Enzim pencernaan  ada 4 bagian , diantaranya:

    • Enzim amilolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan karbohidrat dan sari tepung gula
    • Enzim Lipolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan asaam lemak dan gliserol
    • EnzimProteolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan protein asam amino
    • Enzim Nucleolytic yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan Asam nukleat

  1. Enzim Renin – Berkaitan dengan kelenjar penghasil enzim diseputar dinding lambung yang berguna untuk menyimpan protein dan nutrisi lain yang ada pada produk susu agar manfaatnya dapat  disebarkan keseluruh bagian tubuh.
  2. Enzim pepton – Mempunyai kemampuan menhancurkan dan memecah protein komplek agar dapat berubah menjadi molekul molekul pepton.

  3. Enzim pepsin – Enzim penting yang terletak didalam lambung yang berguna untuk merubah protein dan nutrisi lainnya agar dapat diserap dengan baik lalu disebarkan keseluruh jaringan tubuh.

  4. Enzim Tripsin – Enzim yang mampu mengubah pepton menjadi zat asam amino yang berguna untuk proses penyerapan protein oleh jaringan usus
  5. Enzim Sukrase – Enzim yang mampu mengubah sukrose menjadi glukosa dan fruktosa yang sederhana. keberadaan enzim ini dihasilkan lewat saluran getah usus halus

  6. Enzim Ptialin – Enzim yang terletak diseputar rongga mulut yang terletak pada kelenjar air liur.yang berguna menagatur dan mengontrol zat tepung atau pati menjadi glukosa yang naantinya diubah menjadi sebuah energi
  7. Enzim Laktase – Enzim  yang menyusun sekaligus mengatur jalnnya enzim menjadi laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. kedua enzim tersebut akan diserap menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh semua jaringan yang ada didalam tubuh.

  8. Enzim Peptidase – Enzim yang akan keluar bersama getah usus halus dan mengubahnya menjadi sari  protein penting yang dibutuhkan jaringan tubuh.
  9. Enzim Isomaltase – Enzim yang dihasilkan oleh getah usus agar dapat menggabungkan zat maltase menjadi kameltosa yang lebih efesien.
  10. Enzim Ribonuklease – Enzim yang mampu  melakukan penggandaan atau replikasi DNA enzim yang sudah pasti menghasilkan RNA.

  11.  Enzim lipase – Fungsienzim lipase yang bertugas menghancurkan dan mencerna makanan lemak dan lipid untuk menjaga dan melindungi kantung empediu agar tetap dalam keadaan normal.
  12. Enzim Katalse – Berfungsi melindungi dan menjaga hati serta menetralisir gerak dan pertumbuhan semua racun yang ada pada tubuh. Jika organ hati mengalami gangguan maka racun yang memasuki tubuh sulit untuk dinetralisir dan dibuang lewat urin dan keringat.

  13. Enzim Arsinase – Berfungsi menyupali dan menyebarkan asam amino arginin menjadi ornitin dan urea. Sifat zat ornitin sangat membatasi dan membelenggu amonia dan karbon dioksida yang bersifat racun. Kemudian Ornitin dinetralisir oleh hati agar racun daapat segera dihilangkan. (baca : fungsi hati)

  14. Enzim Troponin – Berfungsi mengontrol dan mengatur otot jantung untuk merespon sinyal yang diterima untuk reaksi atau kontraksi.
  15. Enzim Aminotransferase alanin – Enzim yang ada pada sel hati, otot jantung, ginjal dan otot rangka yang berfungsi melindungi dan meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara mereka masing masing.

  16. Enzim Lisozim – yang berfungsi untuk menyaring, menghambat sekaligus membunuh  bakteri dengan cara menghancurkan dinding selnya. Enzim  yang berperan sebagai anti bakteri ini terdapat pada :
    • cairan mulut (saliva)
    • ASI (air susu ibu)
    • Cairan keringat
    • Airmata
    • Cairan minyak alami yang ada dibawah kulit

  1. Enzim yang ada pada lensa mata – Enzim yang ada pada lensa mata berfungsi melindungi dan mempertahankan fungsinya pada bagian bagian mata dari degenerasi. Tetapi seiring bertambahnya usia Enzim akan menurun kualitas fungsinya sehingga menyebabkan perubahan kimia terhadap protein yang menjadikan koagulasi seperti kabut putih yang menghalangi  penglihatan serta jalan masuknya cahaya kedalam retina. ini biasa terjadi:

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya


    • pada mata katarak
    • Mata keruh
    • Rabun ayam
    • Rabun senja
    • Rabun jauh
    • Rabun dekat
  1. Enzim Lizosim  – Lizosim adalah sekumpulan protein yang ada pada air mata yang bermanfaat untuk melemahkan, menurunkan dan mematikan aktifitas kinerja dari bakteri, karena air mata dapat bertindak sebagai anti biotik alami yang lebih ampuh daripada obat mata. Lizosim bertindaak sebagai anti kekeringan yang mampu melumasi permukaan retina agar tetap lembab dan terhindar dari iritasi akibat masuknya debu dan partikel kecil lainnya.

  2. Enzim Bradikinin – Enzim Bradikinin mampu mempengaruhi kelenjar keringat yang menyebabkan cairan keringat mengurai dalam bentuk garam dan urea dari dalam kapiler darah kemudian dikirim melalui permukaan kulit dan terbentuklah yang namanya keringat. Cairan keringat bermanfaat sebagai penyembuh luka, pengontrol keseimbangan kelembaban kulit dan dapat memblokir aktifitas bakteri. Cairan keringat dapat bertindak sebagai antibiotik alami yang lebih baik daripada pemakaian hand body lotion.

  3. Enzim Lisozim  – Air susu ibu bersifat penyembuh alami yang lebih ampuh daripada imunisasi bayi yang biasa dilakukan oleh manusia, karena  ASI sarat dengan nutrisi yang sanggup memberikan pertahanan dan perlindungan kuat terhadap kesehatan dan pertumbuhan bayi, mampu mengatasi infeksi melalui sel fagosit  (pembunuh sel bakteri ) dan Imuniglobulin (antibodi). ASI mengandung dari berbagai bentuk zat kekebalan tubuh yang bisa dijadikan antibiotik alami dan   kinerjanya didukung oleh kinerja enzim Lisozim dan bahkan Enzim Lisozim sudah menjadi bagian yang mengikat dari ASI yang gunanya agar ASI selalu sehat dan terhindar dari serangan bakteri.

  4. Enzim yang ada pada minyak alami kulit – Kulit adalah benteng untuk menghambat dan memperlambat aktifitas pertumbuhan virus dan bakteri. Kemudian ada enzim yang menyertai minyak alami kulit yaitu Enzim fagosit yang fungsinya membunuh bakteri dengan zat antibiotiknya. Bagian bagian kulit memiliki minyak alami yang tersembunyi dibawah kulit dekat sel kolagen yang berfungsi untuk melembabkan kulit didalam kondisi cuaca apapun dan mengatur volume keringat agar racun yang keluar bersama keringat dapat segera disaring agar tidak menjadi tumpukan bakteri.

  5. Enzim saliva yang ada pada air liur – Air liur berfungsi mempercepat dan mempermudah penghancuran dan pencernaan yang terjadi secara kimiawi. Air liur mampu mempercepat pembuhan luka dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena infeksi, karena cairan air mengandung antibiotik alami.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Reproduksi Jamur ( Fungi ) Secara Vegetatif Dan Generatif


Sifat - Sifat Enzim

Sifat – Sifat Enzim

Berikut Ini Merupakan Sifat – Sifat Enzim


  • Biokatalisator

    Enzim dalam jumlah sedikit saja dapat mempercepat reaksi beribu-ribu kali lipat, tetapi ia sendiri tidak ikut bereaksi.


  • Bekerja secara spesifik

    Enzim tidak dapat bekerja pada semua substrat, tetapi hanya bekerja pada substrat tertentu saja. Misalnya, enzim katalase hanya mampu menghidrolisis H2O2 menjadi H2O dan O2.


  • Koloid

    Enzim merupakan suatu protein sehingga dalam larutan enzim membentuk suatu koloid. Hal ini menambah luas bidang permukaan enzim sehingga aktivitasnya lebih besar.


  • Bereaksi dengan substrat asam maupun basa

    Sisi aktif enzim mempunyai gugus R residu asam amino spesifik yang merupakan pemberi atau penerima protein yang sesuai.


  • Termolabil

    Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu rendah, kerja enzim akan lambat. Semakin tinggi suhu, reaksi kimia yang dipengaruhi enzim semakin cepat, tetapi jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.


  • Bolak-balik (reversibel)

    Enzim tidak dapat menentukan arah reaksi, tetapi hanya mempercepat laju reaksi mencapai kesetimbangan. Misalnya enzim lipase dapat mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sebaliknya, lipase juga mampu menyatukan gliserol dan asam lemak menjadi lemak.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian, Fungsi Dan Macam-Macam Enzim Secara Lengkap