Fungsi Lambung

√ Fungsi Lambung : Anatomi Dan Fisiologi Lambung Manusia

Fungsi Lambung : Anatomi Dan Fisiologi Lambung Pada Pencernaan Manusia – Anda pasti tahu dengan yang namanya lambung atau lebih di kenal dalam bahasa medisnya yaitu gaster, lambung merupakan salah satu organ Pencernaan yang terdapat dalam tubuh manusia.


untuk lebih jelasnnya apa itu lambung atau gaster, aku akan membahas anatomi lambung terlebih dahulu. tidak hanya anatomi lambung, disini aku juga akan membahas fisiologi lambung atau lebih komplitnya aku akan membahas Anatomi dan Fisiologi Lambung.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 12+ Sistem Anatomi Tubuh Manusia, Fungsi, Penjelasan, dan Gambar Lengkap


Pengertian Lambung

anatomi dan fisiologi lambung yang kita bahas di sini meliputi : lapisan lambung, persarafan dan aliran darah pada lambung, fungsi motorik dari lambung, fungsi pencernaan dari lambung, fungsi sekresi dari lambung, Proses pencernaan makanan di lambung, serta enzim dan hormon yang berperan dalam pencernaan di lambung. lanjung aja yah anda baca di bawah ini mengenai anatomi fisiologi lambung.

Secara umum lambung di bagi menjadi 3 bagian:

 1. kardia/kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Ini hanya mensekresi mukus


 2. fundus/gastric terletak hampir di seluruh corpus, yang mana kelenjar ini memiliki tiga tipe utama sel, yaitu :


  • Sel zigmogenik/chief cell, mesekresi pepsinogen. Pepsinogen ini diubah menjadi pepsin dalam suasana asam. Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting.

  • Sel parietal, mensekresi asam hidroklorida dan factor intrinsic. Faktor intrinsic diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 dalam usus halus.

  • Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel ini  mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.

 3. pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Kelenajr ini mensekresi gastrin dan mukus, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Organ Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya


Dinding lambung disusun menjadi empat lapisan, yaitu:

1. Mukosa adalah lapisan di mana sel-sel mensekresi berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk meningkatkan rasio antara daerah dan volume meningkatkan volume asam lambung yang dapat dikeluarkan.


2. Submukosa adalah lapisan di mana arteri dan vena dapat ditemukan untuk mendistribusikan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel.


3. Lapisan otot dari otot-otot perut yang membantu dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi tiga lapisan otot, yang merupakan otot melingkar, memanjang, dan diagonal. Jenis ketiga kontraksi otot dan lapisan yang dihasilkan.


4. Peristaltik menyebabkan makanan di perut bergejolak. Lapisan terluar adalah serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung lambung. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan antara perut dengan anggota tubuh lainnya.


Fungsi Lambung
Fungsi Lambung

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rantai Makanan : Pengertian, Jenis, Jaring, Contoh, Gambar


Persarapan dan Aliran Darah Pada Lambung

Persarafan pada lambung umumnya bersifat otonom. Suplay saraf parasimpatis untuk lambung di hantarkan ke dan dari abdomen melalui saraf vagus. Trunkus vagus mencabangkan ramus gastric, pilorik, hepatic dan seliaka.


Persarafan simpatis melalui saraf splangnikus mayor dan ganglia seliakum. Serabut-serabut afferent simpatis menghambat pergerakan dan sekresi lambung. Pleksus auerbach dan submukosa ( meissner ) membentuk persarafan intrinsic dinding lambung dan mengkoordinasi aktivitas motorik dan sekresi mukosa lambung.


Suplai darah dilambung berasal dari arteri seliaka. Dua cabang arteri yang penting dalam klinis adalah arteri duodenalis dan pankreas tikoduodenalis (retroduodenalis) yang berjalan sepanjang bulbus posterior duodenum.


Tukak dinding posterior duodenum dapat mengerosi arteri itu menyebabkan perdarahan. Darah vena dari lambung dan duodenum serta berasal dari pankreas, limpa dan bagian lain saluran cerna berjalan ke hati melalui vena porta.


Fungsi Lambung

  • Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak ke saluran pencernaan.
  • Memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang mengelilingi lambung.

Secara umum gaster memiliki fungsi motorik dan fungsi pencernaan & sekresi, berikut fungsi Lambung :


Fungsi motorik

  • Fungsi reservoir

Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak ke saluran pencernaan. Menyesuaikan peningkatan volume tanpa menambah tekanan dengan relaksasi reseptif otot polos yang diperantarai oleh saraf vagus dan dirangsang oelh gastrin.


  • Fungsi mencampur

Memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang mengelilingi lambung.


  • Fungsi pengosongan lambung

Diatur oleh pembukaan sfingter pylorus yang dipengaruhi oleh viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmotis, keadaan fisisk, emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan lambung di atur oleh saraf dan hormonal.


Fungsi pencernaan dan sekresi

  • Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL
  • Sintesis dan pelepasan gastrin. Dipengaruhi oleh protein yang di makan, peregangan antrum, rangsangan vagus.
  • Sekresi factor intrinsik. Memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
  • Sekresi mucus. Membentuk selubung yang melindungi lambung serta berfungsi sebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah untuk diangkut.

Proses Pencernaan Makanan Di Lambung

  • 2. MEKANIK

Beberapa menit setelah makanan memasuki perut, gerakan peristaltik yang lembut dan berriak yang disebut gelombang pencampuran (mixing wave) terjadi di perut setiap 15-25 detik. Gelombang ini merendam makanan dan mencampurnya dengan hasil sekresi kelenjar lambung dan menguranginya menjadi cairan yang encer yang disebut chyme.


Beberapa mixing wave terjadi di fundus, yang merupakan tempat penyimpanan utama. Makanan berada di fundus selama satu jam atau lebih tanpa tercampur dengan getah lambung. Selama ini berlangsung, pencernaan dengan air liur tetap berlanjut.


Selama pencernaan berlangsung di perut, lebih banyak mixing wave yang hebat dimulai dari tubuh dan makin intensif saat mencapai pilorus. Pyloric spinchter hampir selalu ada tetapi tidak seluruhnya tertutup. Saat makanan mencapai pilorus, setiap mixing wave menekan sejumlah kecil kandungan lambung ke duodenum melalui pyloric spinchter. Hampir semua makanan ditekan kembali ke perut.


Gelombang berikutnya mendorong terus dan menekan sedikit lagi menuju duodenum. Pergerakan ke depan atau belakang (maju/mundur) dari kandungan lambung bertanggung jawab pada hampir semua pencampuran yang terjadi di perut.


  • 3. KIMIAWI

Prinsip dari aktivitas di perut adalah memulai pencernaan protein. Bagi orang dewasa, pencernaan terutama dilakukan melalui enzim pepsin. Pepsin memecah ikatan peptide antara asam amino yang membentuk protein. Rantai protein yang terdiri dari asam amino dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil yang disebut peptide. Pepsin paling efektif di lingkungan yang sangat asam di perut (pH=2) dan menjadi inaktif di lingkungan yang basa.


Pepsin disekresikan menjadi bentuk inaktif yang disebut pepsinogen, sehingga tidak dapat mencerna protein di sel-sel zymogenic yang memproduksinya. Pepsinogen tidak akan diubah menjadi pepsin aktif sampai ia melakukan kontak dengan asam hidroklorik yang disekresikan oleh sel parietal. Kedua, sel-sel lambung dilindungi oleh mukus basa, khususnya setelah pepsin diaktivasi. Mukus menutupi mukosa untuk membentuk hambatan antara mukus dengan getah lambung.


Enzim lain dari lambung adalah lipase lambung. Lipase lambung memecah trigliserida rantai pendek menjadi molekul lemak yang ditemukan dalam susu. Enzim ini beroperasi dengan baik pada pH 5-6 dan memiliki peranan terbatas pada lambung orang dewasa.


Orang dewasa sangat bergantung pada enzim yang disekresikan oleh pankreas (lipase pankreas) ke dalam usus halus untuk mencerna lemak. Lambung juga mensekresikan renin yang penting dalam mencerna susu. Renin dan Ca bereaksi pada susu untuk memproduksi curd. Penggumpalan mencegah terlalu seringnya lewatnya susu dari lambung menuju ke duodenum (bagian pertama dari usus halus). Rennin tidak terdapat pada sekresi lambung pada orang dewasa.


  • PENGATURAN SEKRESI DAN GERAK LAMBUNG

  1. Fase sefalik

Fase sefalik sudah dimulai bahkan sebelum makanan masuk lambung, yaitu sebagai akibat melihat, mencium, memikir atau mengecap makanan. Fase ini diperantarai seluruhnya oleh saraf vagus dan dihilangkan dengan vagotomi.


Sinyal neurogenic yang menyebabkan fase sefalik berasal dari korteks serebri atau pusat nafsu makan. Impuls eferen kemudian dihantarkan melalui saraf vagus ke lambung. Hasilnya, kelenjar gastrik dirangasang mengeluarkan asam HCl, pepsinogen dan menambah mucus. Fase sefalik mengahasilkan sekitar 10% dari sekresi lambung normal yang berhubungan dengan makanan.


  1. Fase gastrik

Fase gastrik dimulai saat makanan mencapai antrum pylorus. Distensi yang terjadi pada antrum menyebabkan terjadinya rangsangan mekanis dari reseptor-reseptor pada dinding lambung.


Impuls tersebut berjalan menuju medula melalui aferen vagus dan kembali ke lambung melalui eferen vagus ;impuls – impuls ini merangsang pelepasan hormone gastrin dan secara langsung juga merangsang kelenjar – kelenjar lambung.


Gastrin dilepas dari antrum dan kemudian dibawa oleh aliran darah menuju kelenjar lambung , untuk sekresi. Pelapasan gastrin juga dirangsang oleh PH alkali , garam empedu di antrum , dan terutama oleh protein makanan dan alcohol.


Gastrin adalah stimulus utama sekresi asam hidroklorida.Fase sekresi gastrin menghasilkan lebih dari 2/3 sekresi lambung total setelah makan , sehingga merupakan bagian terbesar dari total sekresi lambung harian yang berjumlah sekitar 2000 ml.


  1. Fase Intestinal

Fase intestinal dimulai oleh gerakan kimus dari lambung ke duodenum. Fase sekresi lambung ini di duga sebagian besar bersifat hormonal. Adanya protein yang telah di cerna sebagian dalam duodenum tampaknya merangsang pelepasan gastrin usus , suatu hormone yang menyebabkan lambung terus menerus mensekresikan cairan lambung. Tetapi, peranan usus kecil sebagai penghambat sekresi lambung jauh lebih besar.


Pengaruh Otak Pada manusia, pengelihatan , bau, dan pikiran mengenai makanan meningkatkan sekresi lambung. Peningkatan ini disebabkan oleh reflex terkondisi saluran cerna yang telah berkembang sejak awal masa kehidupan. Pengaruh otak menentukan sepertiga sampai separuh dari jumlah asam yang disekresikan sebagai respon terhadap makanan normal.


  • KONTRAKSI LAPAR

Otot-otot lambung jarang tidak aktif. Segeralah setelah lambung kosong, dimulai kontraksi peristaltik yang ringan. Perlahan-lahan intensitasnya meningkat setelah lebih beberapa jam. Kontraksi yang lebih hebat dapat dirasakan, dan malahan dapat dirasakan sebagai sakit ringan. Kontraksi lapar ini dihubungkan dengan kesan lapar, dan diduga  merupakan pengatur penting bagi nafsu makan.


Sebenarnya rasa lapar dan rasa kenyang itu diatur oleh otak, berada pada suatu organ kecil di otak yang disebut dengan “hipotalamus”. Rasa lapar dan kenyang kita diatur berdasarkan informasi keadaan kecukupan zat makanan di dalam tubuh kita. Pada saat tubuh kita kekurangan zat gula maka pusat otak untuk rasa lapar akan terangsang. Begitu juga sebaliknya bila tubuh kita dalam keadaan kecukupan zat gula, maka pusat kenyang di otak akan terstimulasi.


Beda ambang rangsang di pusat otak inilah yang menyebabkan perbedaan banyaknya makan setiap orang. Selain itu rangsangan bau makanan serta “gambar” makanan yang tercipta dari visualisasi mata akan menyebabkan rangsangan pusat lapar lebih banyak. Ditambah lagi memori otak yang menyimpan tentang enaknya rasa makanan juga akan merangsang pusat lapar otak.


Hal diatas kemudian menjadi pertimbangan bagi para ahli khususnya ahli bedah saraf tentang kemungkinan mengatur pusat lapar di otak. Pengetahuan dan penelitian sudah membuktikan bahwa bila pusat lapar dirangsang maka kita akan merasa lapar dan bila pusat kenyang dirangsang maka kita  akan merasa kenyang pula. Oleh sebab itu saat ini sedang dikembangkan cara untuk merangsang pusat lapar dan kenyang otak yang baik dan tepat.


Pusat-pusat kontrol ini sangat kecil dan terletak di antara pusat-pusat pengatur lainnya. Salah rangsang maka akibatnya bisa tidak baik atau bahkan fatal. Teknik-teknik stereotaktik dan ablasi dengan radiofrekuensi terus dikembangkan oleh ahli bedah saraf untuk bisa menyelesaikan masalah obesitas ini. Besarnya rangsangan juga terus diteliti agar didapatkan angka yang paling tepat untuk masing-masing orang.


  • PENGOSONGAN LAMBUNG

Kecepatan lambung mengosongkan isinya ke dalam duodenum bergantung pada jenis makanan yang di makan. Makanan yang mengandung karbohidrat meninggalkan lambung dalam beberapa jam. Makanan yang kaya akan protein akan mninggalkan lambung lebih lambat, dan pengosongan lebih lambat setelah makanan yang mengandung lemak.


Kecepatan pengosongan lambung juga bergantung pada tekanan osmotic zat yang masuk ke dalam duodenum. Hiperosmolalitas isi duodenum dirasakan oleh “Osmoreseptor duodenum” dan mencetuskan penurunan usaha pengosongan lambung melalui saraf.


Pada pengaturan pengosongan lambung, antrum, pillorus dan duodenum bagian atas tampaknya berfungsi sebagai suatu kesatuan. Kontraksi antrum diikuti oleh kontraksi berurutan daerah pillorus dan duodenum. Di antrum, kontraksi parsial di depan isi lambung yang sedang bergerak maju akan mencegah masuknya massa padat di duodenum dan isi lambung yang akan di campur dan di hancurkan.


Isi lambung yang lebih cair dialirkan sedikit demi sedikit ke dalam usus halus. Secara normal, regurgitasi dari duodenum tidak terjadi karena kontraksi segmen pillorus cenderung menetap sedikit lebih lama daripada kontraksi duodenum. Pencegahan regurgitasi ini juga dapat di sebabkan oleh stimulasi cek dan skretin pada sfingter pillorus.


Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Dan Fungsi Lambung Pada Pencernaan Manusia Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 🙂