Pengertian dan Teori Pertumbuhan Ekonomi

Diposting pada

Pengertian-Pertumbuhan-Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Cara Mengukur Pertumbuhan  Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara


Pertumbuhan ekonomi merupakan proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.


Secara umum pertumbuhan ekonomi ialah proses perubahan atau kondisi perekonomian disuatu negara secara berkesinambungan yang menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi bisa diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi dalam suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikasi dalam suatu keberhasilan di dalam segi pembangunan ekonomi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Macam Beserta Ciri-Cirinya


Menurut Teori Pertumbuhan Ekonomoi

Dalam zaman ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dalam buku karangannya yang berjudul An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealt Nations, menganalisis sebab berlakunya pertumbuhan ekonomi dan faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith, beberapa ahli ekonomi klasik lainnya seperti Ricardo, Malthus, Stuart Mill, juga membahas masalah perkembangan ekonomi .

Teori Menurut Adam Smith

Menurut Adam Smith bahwa sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi pasar bebas ialah suatu sistem yang penting. Sistem ekonomi liberal yakni sistem ekonomi yang terbebas dari peran pemerintah yang diperkokoh dengan semboyannya yakni “ Laissez Faire, Laissez Passer ”. Adam smith sebagai ilmuwan ekonomi juga telah menulis sebuah buku yang populer dalam kajian ilmu ekonomi, buku ini berjudul ( The Wealth of Nation ) yang diterjemahkan di bahasa indonesia yang artinya ialah sebagai kemakmuran suatu negara. Seorang Adam Swith menyakini bahwa dengan menerapkan sistem ekonomi liberal, maka pertumbuhan ekonomi akan dapat dicapai dengan sangat maksimal.


Dalam pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui dua unsur yang sangat penting yaitu :

  • Pertumbuhan penduduk
  • Dan pertumbuhan output total

Untuk pertumbuhan output total itu sendiri yang berupa barang dan jasa dipengaruhi oleh 3 komponen penting yaitu :

  • Komponen sumber alam
  • Komponen tenaga kerja
  • Komponen jumlah persediaan barang

Agar output mengalami pertumbuhan maka sumber daya alam harus dikelola sebaik mungkin oleh para tenaga kerja dengan memakai barang modal. Sumber-sumber alam yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan ekonomi, karena sumber-sumber alam tersebut merupakan batas maksimal output bila telah dimanfaatkan dengan maksimal. Sumber-sumber alam mencapai batas masimalnya bila sudah dikerjakan oleh para tenaga kerja yang handal dengan memakai brang modal yang cukup.


Teori Menurut David Ricardo Dan TR. Malthus

Menurut David Ricardo dan TR. Malthus mempunyai pemikiran yang secara bertolak belakang dengan Adam Smith. David dan Malthus mengkritik pemikiran dari Adam Smith yang mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Sedangkan menurut dari David Ricardo pertumbuhan penduduk yang terlalu bahkan hingga 2 kali lipat akan mengakibatkan jumlah tenaga kerja yang melimpah. Tenaga kerja yang jumlahnya melimpah dapat menyebabkan menurunnya upah yang diterima, bahkan upah tersebut hanya bisa untuk membiayai tingkat hidup minimum ( subsistence level ). Bila hal ini terjadi maka, perekonomian akan mengalami stagnasi atau kemandegan yang dikenal dengan istilah Stationary State.


Sedangkan menurut TR. Malthus mempunyai pebdapat yang sama dengan David Ricardo, Malthus berpendapat bahwa bahan makanan yang mengalami pertambahan sejalan dengan deret hitung yakni 1,2,3,4,5…., sedangkan pertambahan penduduk bertambah sejalan dengan deret ukur yakni 1,2,4,8,16…., akhirnya berakibat dari bahan makanan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk menghidupi penduduk, sehingga akhirnya untuk masyarakat akan hidup pada tingkat subsistence dan perekonomian akan mengalami pemberhentian.


Teori Inovasi Schum Peter

Pada teori ini menekankan pada faktor inovasi enterpreneur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kapitalilstik.Dinamika persaingan akan mendorong hal ini.


Model Pertumbuhan Harrot-Domar

Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Frederich List (1789 – 1846)

Frederich List membagi tahap-tahap pertumbuhan  ekonomi yang dialami suatu negara berdasarkan teknik produksi dan cara-cara masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

  • Tahap I: Masa berburu dan mengembara
    Manusia pada saat itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sangat menggantungkan diri pada pemberian alam yang hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Jika makanan dan binatang disekitarnya telah habis, mereka akan pindah ke tempat lain yang baru.
  • Tahap II: Masa berternak dan bertani
    Pada masa ini, masyarakat sudah mulai berpikir untuk menetap. Jika mereka mendapat binatang buruan yang ditangkap hidup-hidup dan kebutuhan daging masih mencukupi, mereka akan memeliharanya. Jika mereka mendapatkan jenis tumbuhan atau buah-buahan yang enak rasanya di tempat lain, timbul keinginan untuk menanamnya sehingga mulailah dikenal sistem bertani.
  • Tahap III: Masa bertani dan kerajinan
    Pada masa ini mereka lebih senang untuk hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam. Sambil bertani, mereka juga membuat kerajinan-kerajinan yang ada hubungannya dengan pertanian, seperti pandai besi dan kerajinan tangan lainnya yang dapat mereka kerjakan sambil memanfaatkan waktu senggang setelah bertani.
  • Tahap IV: Masa kerajinan, industri, dan perdagangan
    Pada masa ini, masyarakat memandang bahwa kerajinan bukan lagi hanya sebagai sampingan untuk memanfaatkan waktu senggang, melainkan merupakan kebutuhan untuk dijual ke pasar, sehingga industri berkembang dari hanya industri kerajinan tangan (home industry) kini ditingkatkan menjadi industri besar (pabrik-pabrik). Hasil industri terus bertambah sehingga hasil industri tersebut bukan saja untuk dijual di dalam negeri tapi juga keluar negeri (ekspor) sehingga muncullah perdagangan internasional.

Karl Bucher (1847-1930)

Karl Bucher membagi tahap-tahap pertumbuhan ekonomi masyarakat berdasarkan hubungan antara produsen dan konsumen di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

  1. Rumah tangga tertutup
    Mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil buatan kelompoknya sendiri, pertukaran antar-kelompok belum terjadi. Mereka memproduksi hanya untuk kebutuhannya sendiri, tidak untuk dijual.
  2. Rumah tangga kota
    Penduduk berhubungan dengan masyarakat lainnya dalam satu kota dan melakukan pertukaran. Kegiatan sehari-hari mereka tidak hanya bertani tapi juga sudah berdagang. Mereka menyepakati suatu tempat pertemuan untuk pertukaran kebutuhan yang tidak dapat mereka penuhi sendiri yang disebut dengan pasar.
  3. Rumah tangga bangsa
    Penduduk melakukan pertukaran antarkota dalam satu negara. Dengan demikian, akan terbentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran antarkota dalam satu negara sehingga ruang lingkup pertukarang sekarang sudah mencakup pasar nasional.
  4. Rumah tangga dunia
    Jika kegiatan ekonomi terus berkembang dan sudah melewati batas negara, perekonomian ini sudah masuk ke dalam tahap ekonomi rumah tangga dunia. Sistem pertukaran tidak terbatas hanya di dalam negeri tapi juga untuk diekspor ke luar negeri.

Werner Sombart (1863-1947)

Werner Sombart membagi tahap pertumbuhan ekonomi menjadi 4 tahapan, yaitu:

  • Prakapitalisme (Vorkapitalismus)
    Pada zaman ini belum dikenal adanya kaum kapitalis. Kehidupan masyarakatnya masih statis. Mereka berusaha hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan hidup dengan penuh kekeluargaan serta mengandalkan sektor pertanian.
  • Zaman Kapitalis Madya (Fruhkapitalismus)
    Pada zaman ini, kehidupan masyarakat sudah mulai memikirkan tentang keuntungan dan keinginan untuk memupuk kekayaan. Ciri-ciri masyarakat pada zaman ini kehidupannya sudah mulai dinamis, individualis, dan sudah mengenal adanya alat tukar yang disebut dengan uang.
  • Zaman Kapitalis Raya (Hochkapitalismus)
    Pada zaman ini, kehidupan masyarakat sudah mengarah pada mencari keuntungan setinggi-tingginya (pure profit motive). Setiap usaha yang dilakukan ditujukan untuk mencari keuntungan..
  • Zaman Kapitalis Akhir (Spatkapitalismus)
    Pada zaman ini mulai muncul kaum sosialis yang menginginkan kesejahteraan bersama. Ciri-ciri perekonomian pada zaman ini adalah adanya turut campur tangan pemerintah dalam perekonomian, usaha ditujukan untuk kepentingan bersama sehingga hilang peran majikan besar. Dengan demikian, kaum kapitalis mulai terdesak dan terkikis oleh kaum sosialis.

Walt Whiteman Rostow (1916-1979)

Tahap pertumbuhan ekonomi menurut Rotow dibagi menjadi lima tahapan, yang meliputi:

  1. Masyarakat Tradisional(The Traditional Society)
    Pada tahap ini, kehidupan masyarakat masih sangat sederhana, cara-cara produksi menggunakan peralatan yang tradisional secara turun menurun. Mereka sama sekali belum mengenal teknologi, dan masih sangat terikat dengan adat istiadat serta tingkat kemampuan menghasilkan (produktifitas) masih sangat rendah.
  2. Persyaratan untuk Lepas Landas (Precondition for Take Off)
    Pada masa ini, masyarakat mulai sadar terhadap pentingnya pembaharuan, mereka mulai mengenal teknologi, menerima inovasi-inovasi baru, melakukan perubahan-perubahan di dalam cara berproduksi, dan mulai melepaskan adat kebiasaan yang turun temurun. Akibatnya, perekonomian mulai bergeser dan sektor agraris menjadi sektor industri dan perdagangan.
  3. Lepas Landas (Take Off)
    Pada tahap ini, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang cepat, ditandai dengan penemuan-penemuan cara baru di dalam berproduksi, munculnya investasi-investasi baru yang ditandai peningkatan penanam modal di sektor industri yang berkisar antara 5% sampai 10% dari pendapatan nasional neto.Kegiatan ekonomi berlangsung secara terus-menerus dengan hasil yang memuaskan.
  4. Perekonomian yang Matang/Dewasa (Maturity of Economic)
    Pada masa ini masyarakat sudah selektif di dalam menggunakan teknologi modern, sehingga penggunaannya berjalan secara efektif dan efisien. Suatu perekonomian yang mengarah kepada kedewasaan adalah suatu perekonomian yang sudah tidak terpengaruh lagi oleh keadaan/peristiwa perekonomian yang terjadi di negara lain. Ciri-ciri lain perekonomian maturity struktur dan keahlian tenaga kerja bergeser menjadi tenaga-tenaga yang profesional di bidang industri. Pertumbuhan ekonomi berjalan secara otomatis (self propelling growth). Jika negara menghadapi kesulitan ekonomi maka dapat menyelesaikannya sendiri tanpa ikut campur negara lain.
  5. Masa Ekonomi Konsentrasi Tinggi (High Mass Consumption)
    Pada masa ini, pola pikir masyarakat sudah cenderung memikirkan konsumsi. Mereka akan lebih memikirkan bagaimana mengalokasikan uang yang melimpah daripada memikirkan sumber penghasilan. Ciri-ciri perekonomian yang sudah mencapai masa ekonomi tinggi antara lain adalah produksi barang-barang konsumsi dilakukan secara besar-besaran sehingga melimpah ruah, pendapatan per kapita riil masyarakat sangat tinggi sehingga masyarakat dapat menikmati kemakmuran yang mereka capai.

Teori pertumbuhan ekonomi klasik

Menurut para ahli ekonomi klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut.

  • Jumlah penduduk.
  • Persediaan barang-barang modal.
  • Luas tanah dan kekayaan alam.
  • Penerapan teknologi

Gambaran teori ekonomi klasik.

  1. Pertumbuhan ekonomi tinggi saat jumlah penduduk masih sedikit, persediaan barang modal cukup banyak, dan tersedianya lahan tanah yang masih luas.
  2. Pertumbuhan ekonomi tidak berkembang (stationary state) saat produktivitas penduduk menurun karena berkurangnya kapasitas produksi sehingga kemakmuran masyarakat dan frekuensi kegiatan ekonomi pun ikut menurun.

Berikut akan diuraikan satu per satu teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli.

Teori pertumbuhan menurut Adam Smith

Kekuatan yang akan mengatur perekonomian adalah mekanisme harga. Menurut Adam Smith, suatu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercermin pada pertumbuhan output yang dihasilkan. Pertumbuhan output yang dihasilkan bergantung pada pertumbuhan penduduk. Dengan demikian, suatu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi akan ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan, yaitu:


  1. Pertumbuhan penduduk

Jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten (tingkat upah yang pas-pasanuntuk hidup). Jika tingkat upah di atas tingkat subsisten jumlah kelahiran akan meningkat karena orang-orang akan kawin muda. Sebaliknya jika tingkat upah lebih rendah dari tingkat upah subsisten, maka jumlah penduduk akan menurun. Permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh persediaan barang modal dan tingkat output masyarakat. Sedangkan permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh persediaan barang modal dan tingkat output masyarakat.


  1. Pertumbuhan output total

Ada tiga unsur pokok sistem produksi yaitu sumber daya alam yang tersedia (faktor produksi tanah); sumber daya manusia (jumlah penduduk); dan stok barang modal. Jika  sumber daya alam ini belum digunakan sepenuhnya, maka jumlah penduduk dan persediaan barang modal yang ada memegang peranan dalam pertumbuhan output. Akan tetapi jika semua sumber daya alam tersebut telah digunakan secara penuh, maka pertumbuhan output tersebut akan berhenti.


Sumber daya manusia (jumlah penduduk) akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu masyarakat, dalam proses pertumbuhan output. Persediaan barang modal menurut Smith, mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan output, dan merupakan unsur produksi yang sangat menentukan tingkatoutput.


Menurut Smith, potensi pasar akan dapat dicapai secara maksimum, jika setiap warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan kegiatan ekonominya. Namun demikian, jika pasar tidak tumbuh secepat pertumbuhan modal, maka tingkat keuntungan akan segera merosot dan akhirnya akan mengurangi gairah para pemilik modal untuk melakukan akumulasi modal, dan dalam jangka panjang tingkat keuntungan akan menurun yang akhirnya akan mencapai tingkat keuntungan minimal.Pertumbuhan penduduk dianggap sebagai faktor pasif, maka sebagai penentu pertumbuhan ekonomi yang aktif adalah pertumbuhan output. Tinggi rendahnya pertumbuhan output yang akan dicapai akan dipengaruhi oleh 3 komponen, yaitu:


  • Sumber-sumber alam
  • Tenaga kerja (pertumbuhan penduduk)
  • Jumlah persediaan barang modal

Sumber-sumber alam yang dimiliki suatu negara akan menentukan tingkat pertumbuhan output karena sumber daya alam akan menentukan batas maksimum output (apabila sudah mencapai tingkat penggunaan penuh full employment). Penggunaan sumber daya alam akan mencapai maksimum dalam pencapaian peningkatan output apabila dikerjakan oleh tenaga kerja yang memiliki tingkat spesialisasi kerja yang baik dan didukung oleh tersedianya faktor barang modal yang memadai.


David Ricardo dan T.R. Malthus

Menurut David Ricardo, faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga mnejadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah sehingga upah menjadi turun dan hanya akan dapat untuk membiayai tingkat hidup minimum sehingga perekonomian akan berada pada taraf subsisten (Subsistence level) sehingga perekonomian apabila sudah mencapai taraf ini akan mengalami kemandegan yang dikenal dengan Stationary State.


Ciri-ciri perekonomian menurut Ricardo adalah:

  • jumlah tanah terbatas;
  • tenaga kerja meningkat atau menurun tergantung pada tingkat upah;
  • akumulasi modal terjadi jika tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik modalberada di atas tingkat keuntungan minimal;
  • sepanjang waktu terjadi kemajuan teknologi; dan
  • dominannya sektor pertanian.

Teori yang dikemukakan Thomas Robert Malthus  menyatakan bahwa: Bahan makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, tiga, dan seterusnya), sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya), sehingga pada suatu saat perekonomian juga akan berada pada taraf subsisten atau kemandegan.


Menurut ajaran klasik disimpulkan bahwa:

  1. Perkembangan perekonomian ditentukan oleh empat faktor: yaitu luas tanah, jumlah penduduk, persediaan barang modal ,dan teknologi;
  2. Besarnya pendapatan nasional ditentukan oleh: upah, sewa dan keuntungan pengusaha;
  3. Seluruh kegiatan ekonomi berlaku Law of Diminishing Return;
  4. Tanah pertanian dalam kondisi tetap; dan
  5. Keuntungan pengusaha merupakan faktor pembentukan modal.

Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik

Neo-Klasik adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan beberapa aliran pemikiran ilmu ekonomi yang menjabarkan tentang pembentukan harga, produksi dan distribusi pendapatan melalui mekanisme permintaan dan penawaran pada suatu pasar.

Pendapat neo-klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat disimpulkan seperti berikut ini:

  1. Adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. Menurut neo-klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan. Pada suatu tingkat tertentu, tingkat bunga menentukan tingginya tingkat investasi.
  2. Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. Proses perkembangan meliputi semua faktor yang terlibat tumbuh bersama.
  3. Adanya aspek internasional dalam setiap perkembangan. Dengan adanya pasar yang luas akan memungkinkan produksi sebesar-besarnya sehingga produktivitas semakin meningkat.
  4. Perkembangan merupakan proses yang gradual. Perkembangan merupakan proses yang bertahap dan berlangsung terus menerus.
  5. Aliran neo-klasik merasa optimis terhadap perkembangan ekonomi. Aliran sebelumnya (aliran klasik) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terhambat karena terbatasnya SDA, sedangkan aliran neo-klasik yakin bahwa manusia mampu mengatasi keterbatasan tersebut.

Beberapa ciri-ciri teori ekonomi neo-klasik adalah :

  • Perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi merupakan faktor utama yang akan menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu masa tertentu dan perkembangannya dari waktu ke waktu lainnya
  • Pemerintah sudah ikut campur tangan dalam perekonomian negara
  • Sudah diterapkannya sistem pajak dan kemungkinan akan terjadi inflasi
  • Melihat bagaimana setiap faktor produksi dan perkembangan teknologi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
  • Menganalisis sumbangan dari perkembangan stok modal dan perkembangan teknologi dalam pembangunan ekonomi

Adapun pendapat para ahli mengenai aliran neo-klasik yaitu sebagai berikut:

Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar

Harrord Domar beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal terebut. Teori yang dikemukakan beliau juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.


Teori ini pada hakikatnya adalah untuk menunjukkan bahwa agar suatu negara senantiasa mampu berada pada pertumbuhan ekonomi yang mantap (Steady growth) diperlukan adanya kesanggupan berproduksi yang selalu bertambah. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan penanaman modal (investasi). Kemampuan masyarakat untuk berinvestasi akan ditentukan oleh permintaan agregat yang berdaya beli dari masyarakat. Keinginan berinvestasi dari masyarakat, juga akan ditentukan oleh Marginal Efficiency of Capital (MEC) atau lebih dikenal dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu perbandingan antara pertambahan satu unit input modal yang dapat menyebabkan pertambahan output.


Ada empat asumsi yang digunakan oleh teori ini dalam menganalisis faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut.

  1. Barang modal telah digunakan secara penuh.
  2. Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuasi pendapatan nasional.
  3. Perbandingan antara modal dan hasil produksi (capital output ratio) adalah tetap.
  4. Perekonomian hanya terdiri dari dua sektor (perekonomian tertutup).

Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya. Agar seluruh penambahan barang modal tersebut digunakan seluruhnya maka total pengeluaran harus meningkat sebesar penambahan barang modal tersebut. Kenaikan total pengeluaran menyebabkan kenaikan pendapatan nasional (PDB). Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan PDB dari suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu, investasi harus terus mengalami kenaikan agar tingkat pertumbuhan ekonomi juga ikut mengalami kenaikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tujuan, Ciri Dan Jenis Prinsip Ekonomi


Pertumbuhan Ekonomoi dan Kenaikan Produktivitas

Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup.


Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan teknologi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi


Permintaan Agregratif Pertumbuhan Ekonomi

Pada gambar ini dianggap bahwa tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada tahun 1998 A sebesar 26 trilyun rupiah dan skedul permintaan agregratifnya adalah C+I+C1 hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh dapat dicapai karena sama dengan tingkat pendapatan keseimbangannya.Misalkan terjadi pertumbuhan kapasitas produksi akibat adanya pertambahan sumber-sumber pertumbuhan ekonommi hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 1998 B menjadi 27 trilyun rupiah atau kenaikan sebesar kira-kira 4% dalam output riil.


Agar potensi produksi total dapat direalisasikan maka permintaan agregratif harus naik dengan laju pertumbuhan yang cukup untuk memelihara tingkat kesempatan kerja penuh.Karenanya permintaan agregratif harus bergeser keatas menjadi C+I+C2. Bila tidak atau naik secara lebih kecil maka kenaikan kapasitas produksi tak dapat direalisasikan dan dimanfaatkan.Gambar ini menunjukkan aspek penciptaan pendapatan oleh komponen pengeluaran investasi neto.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perekonomian Terbuka Beserta Faktornya


Faktor Pertumbuhan Ekonomi

  1. Barang Modal
    Barang-barang modal ialah berbagai jenis barang yang dipakai untuk memproduksi output (barang dan jasa). Misalnya: mesin-mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya.

  2. Teknologi
    Selain barang-barang modal, teknologi juga berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi diberbagai negara terutama ditimbulkan oleh kemajuan teknologi.


  3. Tenaga Kerja
    Hingga saat ini, khususnya di negara yang sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang dominan. Penduduk yang banyak akan memperbesar jumlah tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara itu menambah jumlah produksi. Dengan demikian akan berpengaruh pada suatu pertumbuhan ekonomi.


  4. Sumber Daya Alam
    Sumber daya alam ialah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dan lain-lain yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Sumber daya alam akan bisa mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara.


  5. Manajemen
    Perekonomian dalam suatu negara akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik. Sistem pengelolaan inilah yang dinamakan manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, mempunyai potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah serta jumlah penduduk yang besar, jika potensi yang ada dikelola dengan baik maka bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.


  6. Kewirausahaan
    Kewirausahaan (entrepreneurship) ialah seseorang yang dapat dan berani untuk mengambil risiko dalam melakukan suatu usaha guna mendapatkan keuntungan. Peranan wirausahawan dalam memajukan perekonomian sudah terbukti dari masa ke masa. Wirausahawan dalam melakukan investasi akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan output nasional, dan untuk meningkatkan penerimaan negara berupa pajak.


  7. Informasi
    Salah satu syarat supaya pasar berfungsi sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien yaitu adanya informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat menunjang pertumbuhan ekonomi karena pelaku-pelaku ekonomi bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kondisi Ekonomi dan Politik Sebelum Reformasi


Proses Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Dua hal esensial harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah, pertama sumber-sumber yang harus digunakan secara lebih efisien. Ini berarti tak boleh ada sumber-sumber menganggur dan alokasi penggunaannya kurang efisien. Yang kedua, penawaran atau jumlah sumber-sumber atau elemen-elemen pertumbuhan tersebut haruslah diusahakan pertambahannya. Elemen-elemen yang memacu pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Sumber-sumber Alam
    Elemen ini meliputi luasnya tanah, sumber mineral dan tambang, iklim, dan lain-lain. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber alam, sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki merupakan kendala cukup serius. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.

  2. Sumber-sumber Tenaga Kerja
    Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk, pendayagunaannya rendah, dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja sangat rendah.


  3. Kualitas Tenaga Kerja yang Rendah
    Negara-negara sedang berkembang tak mampu mengadakan investasi yang memadai untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia berupa pengeluaran untuk memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pendidikan dan latihan kerja.


  4. Akumulasi Kapital
    Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan konsumsi sekarang selama beberapa decade. Di negara sedang berkembang, tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha menyisihkan tabungan sukar dilakukan. Akumulasi kapital tidak hanya berupa truk, pabrik baja, plastik dan sebagainya; tetapi juga meliputi proyek-proyek infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. Akumulasi kapital sering kali dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Usaha-usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan memusatkan pada akumulasi kapital. Hal ini karena, pertama, hampir semua negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital berupa mesi-mesin dan peralatan produksi, bangunan pabrik, fasilitas umum dan lain-lain. Kedua, penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh


Peranan Pemerintah dalam Pertumbuhan Ekonomi

  • Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.

  • Ketidakmampuan atau kelemahan sektor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.


  • Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasar masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.


  • Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sektor swasta) merupakan pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju oleh kelompok kaya yang sesungguhnya biasa menabung.


  • Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis, dan ekonomi.


  • Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi; tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pelaku Ekonomi : Pengertian, Siapa Saja, Macam, Contoh, Peran


Strategi pertumbuhan ekonomi 

  1. Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian
    Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital; meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan, saluran dan fasilitas pengairan, dan pengembangan teknologinya. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. Di samping itu pembangunan atau kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut.

  2. Strategi Impor Versus Promosi Ekspor
    Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.


  3. Perlunya Disertivikasi
    Usaha mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya.