Pengertian, Tujuan, Ciri Dan Jenis Prinsip Ekonomi

Diposting pada

Prinsip-Ekonomi

Pengertian Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin. Prinsip ekonomi dapat diartikan yaitu dengan pengorbanan yang sekecil-sekecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya


Prinsip ekonomi juga merupakan sebuah sistem pengorbanan yang dilakukan oleh suatu pihak yang cenderung diminimalisir sebisa mungkin namun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari pengorbanan itu. Umumnya sistem ekonomi yang ada di dunia saat ini memang menganut prinsip seperti ini, meskipun ada beberapa pandangan yang menyatakan bahwa prinsip seperti ini sebenarnya sudah kurang sesuai dengan kondisi sekarang.


Kegiatan untuk mencapai perbandingan antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang akan di peroleh. Prinsip ekonomi ini menekan pada hasil yang maksimal dengan pengorbana tertentu. Kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengobanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh atau dalam artian mudahnya yaitu pengorabanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.


Ekonomi sendiri memiliki pengertian kondisi untuk mnyebabkan adanya kekayaan Negara (Adam smith). Prinsip Ekonomi memberi kita keuntungan yang pertama adalah dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, keuntungan kedua adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Prinsip ekonomi ini berlaku bagi semua orang yang ngin menerapkan di kehidupannya dan dapat dilakukan dalam kegiatan konsumen, produksi dan distributor.


Prinsip ekonomi ialah suatu usaha untuk mendapatkan sebuah hasil tertentu dengan pengorbanan yang seminim mungkin. Selain itu prinsip ekonomi juga bisa diartikan sebagai suatu tindakan dalam rangka untuk mendapatkan kebutuhan tertentu dengan biaya yang seminim mungkin. Prinsip ekonomi ini ditujukan supaya pelaku ekonomi bisa mencapai keektifan serta keefesienan yang tinggi dalam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Macam Beserta Ciri-Cirinya


Macam dan Jenis Prinsip Ekonomi

ada beberapa jenis prinsip dalam ekonomi antara lain : Prinsip Produsen, Prinsip Distributro dan Prinsip Konsumen

  1. Prinsip Produsen ini lebih mengarah kepada alat produksi atau biaya prosussi untuk bisa menjadi bahan jadi. Tentunya dengan bisa menekan serendah mungkin harga untuk menjadikan barang dengan kualitas yang bagus. (menggunakan bahan mentah, menghasilkan barang jasa)

  2. Prinsip distributorl ini melakukan segala macam usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan cara promosi yang bagus dari berbagai iklan di TV, Koran, untuk mendapatkan keuntungan. (Barang yang dijual di sesuaian, membeli secara langsung ke produsen)


  3. Prinsip Konsumen Untuk mendapatkan barang atau jasa yang memilik kualitas bagus dengan harga rendah atau mengeluarkan jumlah uang yang minim. (Memperhatkan kemampuan atau daya beli)


Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu.

  • Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu.


Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

  1. Membuka tempat usaha dekat dengan lokasi bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran
  2. Menentukan harga jual yang menguntungkan
  3. Memakai bahan baku yang berkualitas bagus, namun dengan harga paling murah
  4. Memakai sumber daya dengan efisien
  5. Menggunakan tenaga kerja yang ahli dan terampil
  6. Memakai alat dan mesin dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang reltif rendah
  7. Menentukan barang dan jasa yang nantinya akan dihasilkan

  • Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi adalah sistem dan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.


Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

  1. Membeli barang dari produsen secara langsung untuk menekan biaya
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan ke konsumen
  3. Menyalurkan barang ke konsumen yang tepat waktu
  4. Memakai sarana distribusi yang dengan harga relatif murah
  5. Menyediakan barang dan jasa yang lagi tren di kalangan konsumen
  6. Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen

  • Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi

Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari sautu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu.


Contoh Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

  1. Membeli barang yang bagus dan berkualiatas
  2. Memilih barang yang awet dan tahan lama
  3. Membeli barang dengan harga terjangkau atau relatif murah
  4. Membuat daftar barang yang dibutuhkan sesuai keperluan
  5. Memilih kualitas barang sebelum membelinya
  6. Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang untuk menekan harga
  7. Mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan kita yang sesuai

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Peluang Usaha Dan Resiko Usaha Dalam Ekonomi


Tujuan Prinsip Ekonomi

Dalam melakukan suatu prinsip ekonomi karna ingin mencapai suatu tujuan, Yaitu Ada beberapa tujuan prinsip ekonomi. yakni sebagai berikut.

  1. Untuk mencegah terjadinya pemborosan dalam konsumsi.
  2. Untuk memperkecil adanya suatu kerugian akibat dari sebuah kesalahan-kesalahan tertentu.
  3. Untuk mendapatkan suatu keuntungan yang semaksimal mungkin.
  4. Untuk mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki.

Salah satu tujuan mempelajari ilmu ekonomi juga terkait pada tujuan prinsip ekonomi. Ada beberapa tujuan dan manfaat prinsip dan motif ekonomi di antaranya adalah :

  • Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin
  • Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu
  • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros
  • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Dan Jenis Bank Umum Dalam Ilmu Ekonomi


Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Seseorang yang menerapkan prinsip ekonomi mempunyai ciri-cirinya. yaitu sebagai berikut.

  • Bertindak rasional. maksud dari bertindak rasional yaitu seseorang yang melakukan suatu kegiatan atau tindakan ekonomi selalu berfikir dengan akal sehat. Bukan dengan berdasarkan emosi serta hawa nafsu.

  • Bertindak ekonomis. Maksud dari bertindak ekonomis yaitu seseorang yang melakukan suatu kegiatan ekonomi dengan segala perencanaan yang matang dan dengan perhitungan yang cermat.


  • Bertindak hemat. Maksud dari bertindak hemat yaitu seseorang melakukan suatu kegiatan ekonomi bisa menghindari pemborosan dengan membeli suatu kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.


  • Membuat skala prioritas. Maksud dari membuat skala prioritas yaitu seseorang memenuhi segala kebutuhan yang ada dengan membuat suatu urutan kebutuhan yang berdasarkan tingkat kepentingannya dari yang tidak mendesak sampai dengan yang mendesak.


  • Bertindak dengan meggunakan prinsip cost and benefit. Maksud dari yang satu ini yaitu seseorang dalam melakukan tindakan atau suatu kegiatan ekonomi selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan serta manfaat yang diterima dari suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukannya.


Hal ini juga memiliki pengaruh atau dampak erhadap prinsip ekonomi, seperti berpikir ekonomis dan bertindak ekonomis. Bertindak ekonomis menjadikan seseorang memnuhi kebutuhannys denga perilaku rasional terhadap apa yang hams di keluarkan dalam biaya hidupnya. Bertindak ekonoms juga mempengaruhi seseorang memenuhi kebutuhan sebaik mungkin dan pengorbanan atau biaya yang dikeluarkan sekecil mungkin.


Sedangkan berpikir ekonomis dengan cara bagaimana memakai sumber yang ada dialam dan dihabiskan begitu saja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Tidak terlalu pusing untuk mengeluarkan biaya banyak jika masih bisa didapatkan secara alamiah Tujuan Prinsip Ekonomi


  1. Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin
  2. Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu
  3. Mencegah terjadinya konsumsi yang boros
  4. Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi


10 Prinsip Ekonomi Menurut Mankiw

Menurut N. Gregory Mankiw, ada 10 prinsip ekonomi. Teori prinsip ekonomi mencakup hal-hal terkait pemenuhan kebutuhan, kebijakan pemerintah dan peran pasar dalam kegiatan perekonomian. Berikut akan dijelaskan 10 prinsip ekonomi menurut Mankiw beserta pengertian dan contohnya.


  1. Setiap orang melakukan tarik ulur pilihan (People face trade-off)
    Artinya dalam setiap pengambilan keputusan ekonomi, kita dihadapkan pada suatu pilihan, dimana pilihan yang satu mengorbankan pilihan yang lain. Trade off yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi, artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal dari sumberdaya daya yang ada. Contoh : Saat akan berangkat kerja jika memilih naik kendaraan pribadi akan keluar biaya untuk bensin sekitar 5.000, sedangkan jika naik angkutan umum akan kelur biaya sekitar 8.000.


  2. Pengorbanan biaya untuk mendapatkan sesuatu (The cost of something is what you give up to get it)
    Biaya suatu hal ialah seberapa besar yang kamu korbankan untuk mendapatkan itu. Biaya ini disebut juga dengan


  3. Orang rasional berpikir pada margin (Rational people think at the margin)
    biaya peluang atau opportunity cost. Pembuat keputusan yang rasional akan mengambil suatu tindakan jika marginal benefit dari tindakan itu lebih besar dari marginal costnya. Seorang akan berpikir secara rasional untuk mendapatkan keuntungan dan apa yang menjadi kerugian dari kesempatan yang dipilih.


  4. Orang tanggap dalam insentif (people respond to incentives)
    Orang akan mau melakukan jika ada insentif yang diterimanya. Hal ini menjadi dasar 10 prinsip ekonomi dimana orang akan lebib bereaksi jika ada timbal balik yang didapatkan. Contoh : Seseorang akan bekerja sesuai porsi saat penghasilannya tetap, tetapi saat ada insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya.


  5. Perdagangan menguntungkan semua pihak (Trade can make everyone better off)
    Perdagangan akan membuat orang menjadi lebih baik. Jika tidak ada perdagangan, maka orang harus memproduksi semua kebutuhannya, yang jelas tidak mungkin.


  6. Pasar adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi (Market are usually a good way to organize economic activity)Artinya kegiatan ekonomi akan menjadi lebih baik jika diorganisasi oleh pasar, bukan pemerintah. Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga.


  7. Pemerintah kadang mampu meningkatkan faktor produksi (Governments can sometimes improve market outcomes) Intervensi di bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Hal ini bisa membantu pedagang-pedagang di pasar sehingga dapat menguntungkan kedua pihak yaitu penjual dengan pembeli.


  8. Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa (country’s standard of living depends on its ability to produce goods and services) Standar kehidupan suatu negara berbanding lurus dengan kemampuannya menghasilkan barang dan jasa yang tinggi maka standar kehidupan negara itu tergolong tinggi, dan sebaliknya. Tingkat pertumbuhan produktivitas suatu negara menentukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-ratanya.


  9. Harga akan naik jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak (Prices rise when the government prints too much money) Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga. Sehingga harga barang naik karena nilai dari uang tersebut menurun.


  10. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran (Society faces a short-run tradeoff between inflation and unemployment) Trade-off antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat berlangsung bertahun-tahun. Di negara tertentu meningkatnya inflasi akan mengurangi pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia.