Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Pengertian Ideologi – Dimensi, Perkembangan, Macam, Fungsi, Pancasila, Tertutup, Terbuka, Para Ahli

Pengertian Ideologi – Dimensi, Perkembangan, Macam, Fungsi, Pancasila, Tertutup, Terbuka, Para Ahli : Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.


Ideologi

Pengertian Ideologi

Istilah dari ideologi itu berasal dari bahasa Yunani, terdiri atas dua kata, yaitu “idea” serta “logi”. Idea itu berarti melihat(idean), sedangkan logi itu berasal dari kata “logos” yang berarti pengetahuan/teori. Jadi, ideologi itu bisa diartikan ialah sebagai hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau juga teori. Ideologi tersebut bisa juga diartikan ialah sebagai suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan sebagai asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk sebagai kelangsungan hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Pendidikan : Pengertian, Macam Dan 6 Fungsi Lengkap


Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide“. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.


Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme).


Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli.

1.Karl Marx

Karl Marx memahami paham ideologi ini berlawanan dengan pengertian ideologi yang dikemukakan oleh Destutt de Tracy. Menurut Karl Marx, ideologi ialah kesadaran palsu. Mengapa kesadaran palsu? Dikarenakan ideologi tersebut adalah suatu hasil pemikiran yang diciptakan oleh pemikirnya, padahal dari kesadaran para pemikir itu pada dasarnya ditentukan oleh adanya suatu  kepentingannya.Jadi ideologi tersebut


menurut Karl Marx adalah pengandalan-pengandalan spekulatif yang berupa suatu agama moralitas, atau juga keyakinan politik .Meskipun spekulatif ideologi itu dianggap ialah sebagai kenyataan untuk dapat menyembunyikan atau juga melindungi kepentingan kelas sosial pemikir itu.


Namun, ideologi negara tersebut dapat diartikan ialah sebagai alat untuk dapat mensejahterakan masyarakat. Dikarenakan ideologi negara itu didasarkan dengan kepentingan masyarakat jadi pemikiran tersebut bertujuan untuk kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.


2.Louis Althuser

Louis Althuser ialah murid dari Karl Marx. Meskipun begitu, ia tidak sejalan dengan gagasan Karl Marx tentang Ideologi tersebut.Menurutnya, Ideologi adalah suatu gagasan yang spekulatif namun tetapi ideologi tersebut bukan gagasan palsu dikarenakan gagasan spekulatif itu bukan dimaksudkan untuk menggambarkan suatu realitas melainkan untuk dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana semestinya manusia itu dapat menjalani hidupnya. Sesungguhnya pad tiap-tiap orang membutuhkan ideologi, dikarenakan tiap-tiap orang perlu mempunyai keyakinan mengenai bagaimana semestinya ia dapat menjalankan kehidupannya.


3. Dr. Alfian

Ideologi adalah pandangan atau juga sistem nilai yang menyeluruh serta juga mendalam mengenai bagaimana cara yang tepat, yakni secara moral dianggap benar serta juga adil, mengatur adanya tingkah laku bersama didalam berbagai segi kehidupan.


4.Soerjanto Poespowardoyo

Ideologi ialah sebagai kompleks pengetahuan serta juga macam-macam nilai, yang secara universal menjadi landasan bagi seseorang atau juga masyarakat untuk dapat memahami jagat raya serta juga bumi seisinya dan juga menentukan sikap dasar untuk dapat mengolahnya. Dengan berdasarkan pemahaman yang diyakini itu, seseorang menangkap apa yang dilihat baik serta juga tidak baik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Lembaga Agama : Pengertian, Contoh, Macam, Tujuan (LENGKAP)


5.Machiavelli

ideologi adalah suatu sistem perlindungan kekuasaan yang dipunyai  oleh penguasa.


6. M.Sastra Prateja

Ideologi ialah sebagai seperangkat gagasan atau juga pemikiran yang berorientasi pada suatu tindakan yang diorganisir dan menjadi suatu sistem yang teratur. Dalam hal tersebut , ideologi ini mengandung beberapa unsur, yakni  :


  1. Adanya suatu penafsiran atau juga suatu pemahaman terhadap kenyataan.
  2. Tiap Ideologi memuat seperangkat nilai atau juga suatu persepsi moral.
  3. Ideologi adalah suatu pedoman kegiatan atau aktivitas untuk dapat mewujudkan nilai-nilai di dalamnya.

7.Thomas H

Ideologi adalah suatu cara untuk dapat melindungi kekuasan pemerintah agar dapat bertahan serta juga mengatur rakyatnya.


8.Napoleon

Ideologi adalah keseluruhan pemikiran politik serta juga rival-rivalnya.

Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik suatu kesimpulan, yakni :
Ideologi tersebut dapat menjadi sesuatu yang baik pada saat ideologi tersebut menjadi pendoman hidup menuju yang lebih baik. Ideologi tersebut menjadi hal yang tidak baik pada saat ideologi tersebut dijadikan alat untuk dapat menyembunyikan kepentingan penguasa.


Dimensi Ideologi

Dimensi Ideologi adalah Sebuah ideologi yang telah menjadi keyakinan didalam kehidupan bermasyarakat bisa menjadi luntur atau juga pudar seiring dengan perkembangan zaman.Hal itu tergantung pada daya tahan Ideologi. Ideologi tersebut akan dapat mampu bertahan menghadapi perubahan zaman,Jika mempunyai tiga dimensi,yakni :


  • Dimensi Realita

Dimensi Realita ini menunjuk pada adanya kemampuan ideologi untuk dapat mencerminkan realita yang hidup dalam bermasyarakat, yangmana ia muncul untuk pertama kalinya, paling kurang realita tersebut pada saat-saat awal kelahirannya.


  • Dimensi Idealisme

Dimensi Idealisme adalah kadar atau juga kualitas idealisme yang terkandung didalam ideologi atau juga nila-nilai dasarnya. Kualitas tersebut menentukan kemampuan ideologi didalam memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau juga golongan yang terdapat dalam masyarakat untuk memiliki serta juga membina kehidupan bersama dengan secara lebih baik serta juga membangun suatu masa depan  lebih cerah.


  • Dimensi Fleksibilitas

Dimensi Fleksibilitas yaitu suatu kemampuan ideologi didalam memengaruhi serta sekaligus menyesuaikan diri dengan adanya pertumbuhan atau juga perkembangan masyarakat. Memengaruhi itu berarti ikut mewarnai adanya proses pengembangan, sedangkan menyesuaikan diri itu berarti bahwa masyarakat tersebut berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap suatu nilai-nilai dasar dari ideologi yang sesuai dengan realita baru yang muncul serta juga yang harus mereka hadapi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Keuangan : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Dan Jenis Beserta Contohnya Lengkap


Perkembangan Ideologi

seperti halnya filsafat, ideologi pun memiliki pengertian yang berbeda-beda. Hal ini antara lain disebabkan oleh dasar filsafat apa yang dianut, karena sesungguhnya ideologi itu bersumber kepada suatu filsafat.

  • Perkembangan Ideologi di Negara Barat

perkembangan ideologi di dunia barat banyak dipengaruhi oleh ajaran-ajaran para filsuf besar pada zaman Yunani kuno, Romawi kuno, abad pertengahan, renaissance, dan zaman modern sekarang ini. Di dunia barat, akal dan hati selalu bertarung berebut dominasi hendak menguasai jalan hidup manusia.


Ringkasannya, sejak Thales sampai sofis akal menang, sejak Socrates sampai menjelang abad pertengahan akal dan hati sama-sama menang, sejak Descartes sampai masa Kant akal menang lagi, sejak Kant sampai sekarang kelihatannya akal dan hati sama-sama menang di Barat, pada umumnya orang Barat,


kerja sama itu tidak harmonis. Maka dari itu munculnya gagasan-gagasan mereka banyak sekali terjadi pertentangan, misalnya ideologi liberal kapitalis yang bertentangan dengan komunis sosialis, kedua ideologi ini merupakan manifestasi dari pertentangan-pertentangan itu.


  • Perkembangan Ideologi di Negara Timur

di jalur Timur, yaitu di dunia Islam, keadaannya hampir sama dengan keadaan di Barat. Hampir sama berarti tidak sama. Ketidaksamaan itu sekurang-kurangnya terdapat dalam dua hal : pertama waktunya, kedua sifat dominasinya. Tatkala akal sedang kalah total di Barat, akal sedang dihargai sama dengan hati di Timur.


Ini mengenai waktu. Mengenai sifat dominasi, akal di Timur dihargai tetapi tidak sampai mendominasi jalan hidup sehingga menyebabkan orang Islam meninggalkan agama, lalu mengambil materialisme atau ateisme. Sedangkan di Barat dominasi akal terlalu besar sehingga orang ada yang mengambil materialisme atau ateisme sementara hati, tatkala mendominasi, menentang akal secara total.


 di Timur akal dan hati berjalan bersama-sama sejakØ kedatangan Islam, terutama sejak tahun 800-an sampai tahun 1200-an. Ini adalah tahun-tahun hidupnya filosof-filosof besar Islam jalur rasional, seperti Al-Kindi(769-873), Al-Razy(863-925), Al-Farabi(870-950), Ibn Sina(980-1037), Al-Ghazali(1059-1111), dan Ibn Rusyd(1126-1198). Bersamaan dengan perkembangan pemikiran, jalur hati (rasa) juga berkembang. Inilah jalur mistisme atau tashawwuf dalam Islam.


Tokoh-tokohnya antara lain Zunnun al-Mishri(wafat tahun 860), Husain ibn Manshur al-Hallaj(858-922), dan Muhyiddin ibn ‘Arabi (1165-1240). Banyak perbedaan antara pemikiran rasional dan rasa dalam Islam, akan tetapi tidak menyebabkan orang Islam didominasi akal secara total atau didominasi oleh hati seratus persen. Hal ini dapat terjadi karena Al-Quran memberi tempat atau menghargai akal dan hati.( Prof. Dr. Ahmad Tafsir : 2000). maka dari itu, ideologi dalam dunia timur selalu berlandaskan Al-Quran.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lembaga Eksekutif Secara Umum Dan Contohnya


Macam – Macam Ideologi 

Berikut Ini merupakan ideologi  ideologi  yang dipakai oleh sebuah negara.

Ideologi liberal

pada akhir abad ke-18 di Eropa terutama di Inggris terjadi suatu revolusi di bidang ilmu pengetahuan kemudian berkembang ke arah revolusi teknologi dan industri. perubahan tersebut membawa perubahan orientasi masyarakat dalam segala sendi kehidupan.


paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme yaitu paham yang meletakkan rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan atas kebenaran fakta empiris, serta individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.


 menurut paham liberalisme manusia adalah pribadi yang utuh dan lengkap dan terlepas dari manusia lainnya, sehingga berpotensi terjadi konflik. Untuk itu manusia harus membuat suatu perlindungan bersama atas dasar kepentingan bersama. dalam kehidupan masyarakat bersama yang disebut negara, kebebasan individu sebagai basis demokrasi merupakan unsur yang fundamental.


Ideologi Komunis

komunisme yang dicetuskan oleh Karl Marx memandang bahwa hakikat, kebebasan dan hak individu itu tidak ada. ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya hanyalah makhluk sosial saja. Sehinnga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individualitas.


menurut komunisme, ideologi hanya diperuntukkan bagi masyarakat secara keseluruhan. etika ideologi komunisme adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas. atas dasar inilah maka sebenarnya komunisme adalah anti demokrasi dan HAM.


Ideologi Islam

dalam kitab al-fiqru al-islamiy, Muhammad Muhammad Ismail menjelaskan bahwa Islam tidak hanya sebagai ad din, tetapi juga sebagai mabda’. Mabda’ (ideologi) secara etimologis berarti pemikiran mendasar yang dibangun di atasnya pemikiran-pemikiran (cabang).


dalam kitab asusnan nahdhah ar-rasyidah menjelaskan bahwa al-mabda’ adalah pemikiran mendasar (fikrah raisiyah) dan patokan asasi (al-qaidah al-asasiyah) tingkah laku, dari segi logika al-mabda’ merupakan pemahaman mendasar dan asas setiap peraturan.


 Islam merupakanØ mabda’ (ideologi) yang berada di dalam kerangka aqidah (pemikiran menyeluruh tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan/pemikiran mendasar) Islam. Jadi berada dalam norma-norma Al-Quran, bersumber dari Al-Quran dan Hadist.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem, Fungsi Dan Struktur Partai Politik Di Indonesia


Ideologi Pancasila

ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berkembang melalui suatu proses yang cukup panjang. Pada awalnya secara kausalitas bersumber dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu adat-istiadat, serta agama-agama bangsa Indonesia sebagai pandangan hidup bangsa.


 ideologi Pancasila mendasarkan pada hakikatØ sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu dalam ideologi Pancasila mengakui atas kebebasan individu, namun dalam hidup bersama juga harus mengakui hak dan kebebasan orang lain secara bersama sehingga dengan demikian harus mengakui hak-hak masyarakat.


manusia menurut Pancasila berkedudukan kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu nilai-nilai ketuhanan senantiasa menjiwai kehidupan manusia dalam bernegara dan bermasyarakat. kebebasan manusia dalam rangka demokrasi tidak melampaui hakikat nilai-nilai ketuhanan, bahkan nilai ketuhanan terjelma dalam bentuk moral dalam ekspresi kebebasan manusia.


Ideologi Sosialisme

Sosialisme merupakan ideologi yang lebih mengedepankan persamaan / pemerataan derajat antar masyarakatnya. Ideologi Sosialisme berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri – sendiri. Kerja sama atau gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih baik.


Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas dengan hak-hak, yang sama. Tujuannya ialah mengorganisir buruh dan menjamin pembagian merata hasil-hasil yang dicapai, memberikan ketenteraman dan kesempatan bagi semua orang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lembaga Eksekutif Secara Umum Dan Contohnya


Fungsi Ideologi

Fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri khas suatu kelompok atau bangsa. Ideologi memiliki kecenderungan untuk “memisahkan” suatu bangsa dari bangsa yang lain. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama penduduk suatu bangsa.


Sebagai suatu gagasan tentang kebaikan bersama dalam bermasyarakat maupun bernegara, ideologi dianggap yang terbaik. Suatu ideologi disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, sistem ekonomi, kehidupan agama, dan sistem politik.


Ideologi Tertutup dan Ideologi Terbuka

Terkait dengan soal penafsiran ideologi, secara pengelompokkan ideologi terbagi dalam dua macam
watak ideologi, yaitu ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

  • Ideologi Tertutup

Pengertian: Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. Dengan kata lain bahwa Ideologi tertutup merupakan ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.


  • Ideologi Terbuka

Pengertian: Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Dapat diartikan juga bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup