VOC : Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOC

Diposting pada

Sejarah, Hak Istimewa VOC, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar Belakang VOCVOC merupakan singkatan dari Vereenidge Oostindische Compagnie yang berarti “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur”. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang VOC secara lengkap,. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945


hak-istimewa-voc

Pengertian VOC

VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang berdiri sejak tanggal 20 Maret 1602. VOC adalah kongsi dagang terbesar di nusantara untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkokoh sebuah kedudukan Belanda di Indonesia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Trikora ( Tri Komando Rakyat ) : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir


Latar Belakang Berdirinya VOC

  • Berkeinginan untuk memonopoli perdagangan.
  • Untuk menghilangkan persaingan antar pedagang Belanda dan Eropa

Latar belakang secara kronologis :

Pedagang dari bangsa Barat datang ke Indonesia dengan itikad baik dan mulai membentuk sebuah kongsi dagang. Seiring berjalannya waktu, kongsi dagang di Nusantara semakin banyak sampai timbul persaingan antara kongsi dagang satu dengan lainnya. Persaingan tersebut semakin ketat sampai tidak mengenal kongsi sesama bangsa. Hal ini mengakibatkan kerugian terhadap pemerintah Belanda karena para pedagang Belanda juga saling berseteru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : BPUPKI : Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan Tujuan Beserta Sejarahnya Lengkap


Sehubungan dengan hal itu, pada tahun 1598 pemerintah dan Parlemen Belanda (Staten Generaal) khususnya Johan van Oldenbarneveldt mengusulkan untuk membentuk sebuah kongsi dagang yang lebih besar dengan membentuk perusahaan dagang, seperti yang sudah dilakukan oleh Inggris (EIC) dan Perancis (French East India Company pada tahun 1604).


Usulan tersebut mendapat sambutan baik, dan pada 20 Maret 1602 didirikanlah sebuah kongsi dagang “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur” atau lebih dikenal dengan sebutan VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : PPKI : Pengertian, Sejarah, Tugas, Dan Anggota Beserta Sidang Lengkap


Pendiri VOC Adalah John Pieterszoon Coen.
John Pieterszonn Coen juga menjadi gubernur pertama VOC.


SEJARAH VOC

Galangan kapal Perusahaan Hindia Timur Belanda di Amsterdam, sekitar tahun 1750. Replika Amsterdam (1749). Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape   of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Terbentuknya DI-TII Beserta Penjelasannya


Pada awalnya, tujuan utama bangsa- bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan  dengan politik pemukiman (kolonisasi) dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda  sejak  awal adalah murni kolonisasi (pemukiman). Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal.


Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di negeri Belanda kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor di Eropa Utara, akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis melakukan kerjasama dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan  Italia menggunakan Hamburg sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945)


Namun ternyata perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol (yang sedang dalam keadaan perang dengan Belanda pada saat itu) pada tahun 1580,


menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Interkontinental. Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan “jalur rahasia” pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun 1595-1597.


Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kondisi Ekonomi Dan Politik Sebelum Reformasi Di Indonesia


Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan lokal. Setelah kehilangan separuh awak    maka  pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah- rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan.


Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The British East India Company dan berpusat di Kalkuta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dan Perancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan French East India Company tahun 1604.


Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie – VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur.


Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda -yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Berdirinya PBB Dan Tujuannya Terlengkap


Perusahaan ini mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta) di pulau Jawa. Pos kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian  menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah (Maluku), yang termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan fuli. Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal.


Pos perdagangan yang lebih tentram di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki, adalah tempat satu-satunya di mana orang Eropa dapat berdagang dengan Jepang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Demokrasi Di Dunia Dari Abad Ke-18 Hingga Sekarang


Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614), namun ia memilih Jayakarta sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 – 1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku (1621 – 1623).


Tujuan Dibentuknya VOC

Berdirinya VOC di Indonesia mempunyai tujuan tertentu yaitu antara lain  :

  1. Untuk menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga mendapatkan kentungan maksimal.
  2. Untuk memperkuat kedudukan bangsa Belanda terhadap suatu persaingan dengan para pedagang bangsa Eropa lainnya
  3. Untuk memonopoli perdagangan di wilayah Nusantara
  4. Untuk membantu dana pemerintah Belanda menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Hak Istimewa VOC

Hak-hak istimwa yang tercantum dalam Oktroi (Piagam atau Charta) pada tanggal 20 Maret 1602 antara lain yaitu sebagai berikut:

  1. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri.

  2. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk :
  • memelihara angkatan perang
  • memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian
  • merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda
  • memerintah daerah-daerah tersebut
  • menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri
  • memungut pajak.

Kebijakan VOC

Kebijakan-kebijakan VOC selama berkuasa di Indonesia sejak tahun 1602 – 1799 antara lain dapat dirangkum sebagai berikut   :

    1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan dan mendirikan benteng untuk melaksanakan monopoli perdagangan.
    1. Melaksanakan politik devide et impera( memecah dan menguasai )  dalam rangka untuk menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.

    1. Untuk memperkuat kedudukannya dirasa perlu mengangkat seorang pegawai yang disebut Gubernur Jendral.
    1. Melaksnakan sepenuhnya Hak Octroi yang ditawarkan pemerintah Belanda.

    1. Membangun pangkalan / markas VOC yang semula di Banten dan Ambon, dipindah dipusatkan di Jayakarta ( Batavia).

    1. Melaksanakan pelayaran Hongi  ( Hongi tochten).
    1. Adanya Hak Ekstirpasi, yaitu hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan.

    1. Adanya verplichte leverantien( penyerahan wajib ) dan  Prianger Stelsel ( system Priangan )

  1. Prianger Stelsel( system Priangan , penyerahan wajib) dimulai tahun 1723 Masyarakat di Priangan dikenai aturan wajib kerja menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada kompeni. Wajib kerja ini sama dengan kerja paksa / rodi, rakyat tanpa diberi upah, menderita dan miskin.

Faktor Penyebab Runtuhnya/Bankrutnya VOC

VOC yang pernah kokoh dan jaya bisa runtuh atau hancur karena adanya beberapa hal yaitu antara lain sebagai berikut :

  1. Dalam Keuntungan VOC semakin menurun
  2. Pegawainya banyak yang korupsi
  3. karena adanya Perubahan politik Belanda dari berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal dengan menganjurkan perdagangan bebas
  4. VOC mempunyai banyak hutang
  5. Pembiayaan perang
  6. Semakin banyaknya persaingan dagang di Asia khususnya Inggris dan Perancis

PEMBUBARAN VOC

Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut:

    1. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
    1. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan  Hasanuddin dari Gowa
    1. Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
    1. Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan
    1. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
  1. Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan.

Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.


Itulah ulasan lengkapnya, Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.