√ Penelitian Sosial: Pengertian, Definisi, Metode, Tujuan, Ciri Dan Unsurnya

Diposting pada

Penelitian-Sosial

Pengertian Penelitian (research)

Secara etimologi (ilmu tentang asal usul kata), penelitian berasal dari bahasa Inggris “research” (re berarti kembali, dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metode Penelitian


Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian penelitian, antara lain sebagai berikut:

  1. menurut Soerjono Soekanto, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi (rancangan);
  2. menurut John (1949) penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta sehingga menghasilkan dalil dan hukum;
  3. menurut Marzuki, penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah;
  4. menurut Sanapiah Faisal, penelitian merupakan aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang;
  5. menurut David H Penny, penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta;
  6. menurut Suprapto, penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip- prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis;
  7. menurut Sutrisno Hadi, penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan;
  8. menurut Mohammad Ali, penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya; dan
  9. menurut org (2009) penelitian adalah suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta.

Berdasarkan pandangan ahli di atas tentang definisi penelitian, maka dapat dirangkum bahwa penelitian memiliki tiga arti, yaitu; proses, tujuan, dan metode. Proses merupakan rangkaian tindakan/kegiatan/pengolahan penelitian yang menghasilkan produk. Tujuan merupakan arah, haluan, dan maksud dari penelitian. Selanjutnya metode merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan penelitian guna mencapai tujuan yang ditentukan. Berikut penjelasan tentang tiga hal tersebut.

  • Penelitian memiliki arti proses yaitu penelitian itu adalah; kegiatan ilmiah, pemikiran yang sistematis, suatu pencarian fakta, aktivitas dalam menelaah suatu masalah, penyelidikan, dan proses investigasi.

  • Penelitian memiliki arti tujuan yaitu penelitian itu adalah: untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan; memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip; dan menemukan hubungan antara fakta; menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta; pemecahan masalah.

  • Selanjutya penelitian memiliki arti metoda yaitu penelitian itu adalah: menggunakan metode-metode ilmiah;dilandaskan pada analisis dan konstruksi (rancangan); memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta- fakta; dengan sabar, hati-hati, serta sistematis; dan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. Penjelasan tentang metoda penelitian sosial akan di ulas pada bagian berikutnya.

Berdasarkan rangkuman di atas, penelitian adalah suatu proses ilmiah yang memiliki tujuan untuk pemecahan masalah (dasar & terapan) dengan menggunakan metode mampu dan berhasil mewujudkan tujuan penelitian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metode Penelitian Hukum – Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli


Pengertian Penelitian Sosial

Menurut Soerjono Soekanto (1986) penelitian sosial adalah pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta sosial untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan yang timbul dalam gejala yang bersangkutan.
Penelitian dalam ilmu sosial menurut Nasir (1999) dapat disebut sebagai suatu proses yang terus-menerus, kritis, terorganisasi untuk mengadakan analisis dan mememberikan interpretasi terhadap fenomena sosial yang memiliki hubungan saling mengait.


Penelitian sosial merupakan penelitian yang dilakukan pada bidang sosial. Beberapa bidang ilmu sosial diantaranya; antropologi, ekonomi, geografi, hukum, linguistik, pendidikan, politik, psikologi, dan sosiologi. Dengan demikian maka penelitian sosial yaitu penelitian yang dilakukan pada bidang sosial untuk memecahkan masalah sosial dengan menggunakan ilmu sosial melaui proses, memiliki tujuan, dan memiliki metode khas ilmu sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Penelitian – Ciri, Sikap, Syarat, Tujuan, Macam, Jenis, Para Ahli


Unsur-Unsur Penelitian Sosial

  • Unsur-unsur penting filosofi yang mendasari penelitian sosial sebagai kegiatan ilmiah, ialah:
  • Pemikiran (Kegiatan intelektual)
  • Interpretasi (Mencari makna yang hakiki)
  • Objek (Segala fakta dan gejala)
  • Metode (Dengan cara refleksi, metodis, sistematis)
  • Tujuan (Untuk kebahagiaan masyarakat)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Kualitatif Kuantitatif – Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain


Ciri-ciri Penelitian Sosial

Ciri merupakan tanda-tanda khas yang membedakan sesuatu dengan yang lain. Ciri penelitian sosial merupakan tanda khas yang membedakan penelitian sosial dengan penelitian alam. Bagaimana ciri-ciri penelitian sosial dengan penelitian alam? Berikut merupakan perbedaan antara penelitian sosial dengan penelitian alam.

No.

Pembeda

Ilmu sosial

Ilmu alam

1Fenomena yang ditelitiKompleksKurang kompleks
2DataTidak pasti & tidakPasti dan dapat
dapat dikontroldikontrol
3Sebab masalahMemilikiMemiliki
ruanglingkupruanglingkup
permasalahan yangpermasalahan
luasterbatas
4Posisi penelitiCenderung subjektifCenderung objektif
5Alat ukur penelitianKurang sempurnaCukup sempurna
6Metode pendekatanKecenderunganKecenderungan
kualitatifkuanitatif
7Teknik penelitianCenderung naturalCenderung

eksperimental

8Hasil penelitianKurang prediktifCenderung prediktif

Secara umum ciri-ciri penelitian dapat dilihat pandangan dari Kadir dan Dirdjosisworo. Menurut Kadir (2009) unsur-unsur penting dalam penelitian sosial adalah sebagai berikut:

  • memiliki pemikiran, yaitu kegiatan intelektual;
  • memiliki interpretasi, yaitu mencari makna yang hakiki;
  • memiliki objek/sasaran, yaitu segala fakta dan gejala;
  • memiliki metode, yaitu dengan cara refleksi, metodis, sistematis; dan
  • memiliki tujuan, yaitu penelitian sosial untuk kebahagiaan masyarakat.

Selanjutnya menurut Dirdjosisworo (1998) penelitian memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • sistematis artinya bahasan tersusun secara teratur, berurutan menurut sistem;
  • logis artinya sesuai dengan logika, masuk akal, benar menurut penanalaran;
  • empiris artinya diperoleh dari pengalaman, penemuan, pengamatan;
  • metodis artinya berdasarkan metode yang kebenarannya diakui oleh penalaran.
  • umum artinya menggeneralisasi, meliputi keseluruhan tidak menyangkut yang khusus saja; dan
  • akumulatif artinya bertambah terus, makin berkembang, dinamis.

Adapun Ciri-ciri penelitian Sosial sebagai berikut

  1. Penelitian sosial juga mempunyai ciri-ciri seperti yang dijelaskan oleh Soedjono Dirdjosisworo sebagai berikut:
  2. Sistematis mempunyai arti bahasan tersusun secara teratur, berurutan menurut sistem.
  3. Logis artinya sesuai dengan logika, masuk akal, benar menurut penanalaran.
  4. Empiris artinya diperoleh dari pengalaman, penemuan, pengamatan.
  5. Metodis artinya berdasarkan metode yang kebenarannya diakui oleh penalaran.
  6. Umum artinya menggeneralisasi, meliputi keseluruhan tidak menyangkut yang khusus saja.
  7. Akumulatif artinya bertambah terus, makin berkembang, dinamis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 9 Pengertian Rancangan Penelitian Menurut Para Ahli


Tujuan Penelitian Sosial

Tujuan penelitian sosial merupakan arah, haluan, dan maksud dari penelitian sosial. Pada bagian atas telah dipaparkan bahwa penelitian memiliki arti tujuan. Tujuan dari penelitian secara umum adalah untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan; memperoleh fakta- fakta atau prinsip-prinsip; dan menemukan hubungan antara fakta; menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta; pemecahan masalah. Lantas apa tujuan dari penelitian sosial?


Tujuan penelitian sosial dapat dibagi menjadi tiga, yaitu;

  • untuk menemukan hal baru dalam memecahkan masalah sosial,
  • untuk verifikasi atau memeriksan tentang kebenaran suatu penyelesaian masalah sosial, dan
  • untuk mengembangkan ilmu sosial dalam fungsinya sebagai alat untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial. Beberapa ahli juga menyebutnya dengan istilah eksploratif,verifikasi, dan devolepment.

1. Menemukan hal baru dari hasil eksploratif

Definisi eksplorasi sendiri adalah penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak, terutama sumber-sumber alam yang ada di tempat itu. Proses eksplorasi ini kemudian akan menghasilkan penemuan baru. Penemuan-penemuan baru dibedakan dalam dua pengertian, yaitu: discovery dan invention. Discovery yaitu penemuan kebudayaan baik berupa alat ataupun gagasan yang diciptakan oleh seorang individu ataupun serangkaian ciptaan beberapa individu.


Selanjutnya invention yaitu discovery yang sudah mendapatkan pengakuan oleh masyarakat dan dapat diterima serta diterapkan dalam kehidupan. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan penelitian sosial dilihat dari temuan hasil eksplorasi dapat dibagi dua, yaitu: penelitian sosial dengan tujuan discovery dan penelitian sosial dengan tujuan invention. Jadi eksplorasi hanya sebatas jandela masuk dalam mewujudkan tujuan penelitian sosial, eksplorasi bukanlah suatu tujuan, tetapi proses.


2. Untuk verifikasi

Definisi verifikasi adalah pemeriksaan tentang kebenaran laporan. Verivikasi dalam penelitian sosial adalah suatu tujuan penelitian sosial yang hendak dicapai untuk menguji kebenaran atau menguji hasil penelitian yang pernah dilakukan karena adanya data-data yang diragukan kebenarannya.


3. Untuk devolepment (pengembangan)

Tujuan penelitian sosial untuk devolepment adalah penelitian sosial tersebut dilakukan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih dalam suatu ilmu sosial atau masalah sosial guna dipecahkan agar tercipta ilmu sosial dan masyarakat yang diinginkan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 29 Pengertian Berita Menurut Para Ahli


Fungsi dan Manfaat Penelitian Sosial

Fungsi adalah kegunaan suatu hal. Fungsi penelitian adalah kegunaan penelitian sosial. Berguna untuk siapa? Fungsi penelitian sosial sedikitnya memiliki kegunaan dalam tiga hal, yaitu: kegunaan untuk pengembangan ilmu sosial itu sendiri, kegunaan bagi masyarakat (sasaran penelitian), dan kegunaan untuk peneliti sendiri.


1. Ilmu sosial

Kegunaan untuk pengembangan ilmu sosial yaitu penelitian itu berguna untuk mengembangkan dan mensahihkan ilmu sosial. Jika macam- macam ilmu sosial meliputi sosiologi, antropologi, ekonomi, geografi, sejarah, dan hukum, maka penelitian itu berguna untuk mengembangkan dan mensahihkan ilmu sosiologi, antropologi, ekonomi, geografi, sejarah, dan hukum.


2. Masyarakat sasaran

Maksud kegunaan penelitian sosial bagi masyarakat (sasaran penelitian) adalah hasil penelitian itu berguna untuk menjawab masalah- masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat yang diteliti. Jika penelitian itu meneliti tenang masalah kemiskinan, maka fungsi penelitian itu adalah untuk menjawab bagaimana cara dan strategi agar masyarakat itu sejahtera.


3. Peneliti

Peneliti adalah orang yang melakukan penelitian. Apakah seorang peneliti mendapatkan kegunaan dari proses penelitian? Jawabnya, ya. Dengan proses penelitian, seorang peneliti semakin bertambah wawasan dan pengetahuannya tentang masalah yang diteliti dan ilmu yang dimiliki. Seorang peneliti kemiskinan, pasti akan memahami persoalan mengapa dan bagaimana terjadi kemiskinan. Tentu peneliti ini dikemudian hari akan menjadi seorang ahli (teoritis) dalam mengentaskan kemiskinan. Banyak juga seorang peneliti yang mendapatkan materi (harta) dari penelitian.


Definisi manfaat adalah guna atau untung. Kebalikan dari manfaat adalah mudarat atau rugi. Jadi manfaat penelitian sosial sama halnya dengan fungsi penelitian sosial. Lantas apa mudarat dari penelitian sosial? Mudarat dari penelitian sosial:

  • jika penelitian sosial itu akan menghancurkan ilmu sosial itu sendiri;
  • jika penelitian sosial itu akan menyengsarakan masyarakat sasaran; dan
  • jika penelitian sosial itu akan mengancam eksistensi peneliti itu sendiri.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Semiotika – Penelitian, Elemen, Analisis, Teori, Para Ahli


Cara dan Sikap  seorang peneliti

Cara berfikir seorang peneliti

Penelitian merupakan kegiatan mulia, karena penelitian memiliki manfaat untuk mencapai tujuan sosial yang diinginkan. Disinilah pentingnya pemikiran seorang peneliti sosial. Manfaat atau mudarat suatu penelitian tergantung dari pemikiran seorang peniliti. Namun hasil penelitian juga tidak hanya ditentukan latar belakang pemikiran seorang peneliti. Contoh kasus saja, seorang penelitian yang meneliti tentang korupsi. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kemiskinan rakyat karena banyaknya uang negara di korupsi oleh oknum pemerintah dan penegak hukum. Tetapi apa yang terjadi? Seorang peneliti itu malah dipenjara, karena dituduh mencemarkan nama baik. Jadi manfaat penelitian tidak hanya dipengaruhi oleh latar belakang pemikiran seorang peneliti. Manfaat penelitian dapat mengenai tujuan, juga dipengaruhi oleh sasaran penelitian (pemerintah, penegak hukum, dan rakyat).


Secara umum cara berfikir seorang peneliti ada tiga macam, yaitu; berfikir skeptis, berfikir analitis, dan berfikir kritis. Seorang peneliti diharapkan memiliki dan menggunakan cara berfikir tersebut di atas dalam melaksanakan penelitian. Adapun penjelasan dari tiga macam cara berfikir seorang peneliti adalah sebagai berikut;

  • Berfikir skeptif artinya peneliti yang memiliki pikiran untuk menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan
  • Berfikir analitis yaitu peneliti yang memiliki pikiran untuk selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang ada pada penelitianya.
  • Berfikir kritis yaitu peneliti yang memiliki pikiran untuk menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan data yang ditemukan di lapangan.

Sikap Seorang Peneliti

Sikap merupakan perbuatan yang berdasarkan pada pendirian dan keyakinan. Seorang peneliti disarankan memiliki sikap yang objektif, kompeten, faktual, jujur, dan terbuka. Berikut adalah penjelasan dari sikap-sikap yang dimiliki seorang peneliti.

  1. Obyektif, artinya haras dapat memisahkan antara pendapat pribadi yang biasanya sifatnya subyektif dengan fakta/ data yang diperoleh dari lapangan
  2. Kompeten, artinya memiliki kemampuan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik peelitian tertentu
  3. Faktual, artinya harus bekerja berdasarka fakta yang diperoleh
  4. Jujur, artinya tidak measukan keinginan sendiri ke dalam data
  5. Terbuka, artinya bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Makalah Teks Debat


Jenis-jenis penelitian

Jenis-jenis penelitian pada umumnya dibagi dalam empat jenis. Namun penggolongan ini bukanlah kaku. Penggolongan jenis-jenis penelitian bersifat dinamis sehingga dapat berubah-ubah, tidak baku.
Empat jenis penelitian tersebut adalah jenis penelitian ditinjau dari bidang ilmunya, ditinjau dari tujuan utamanya, ditinjau dari tempat pelaksanaan penelitian, dan ditinjau dari cara pembahasannya. Jenis penelitian ditinjau dari bidang ilmunya di bagi menjadi dua yaitu penelitian bidang sosial, penelitian bidang alam, dan Penelitian bidang sosial & alam (campuran). Jenis penelitian ditinjau dari tujuan utamanya di bagi menjadi dua yaitu penelitian murni (basic research) dan penelitian terapan (applied research). Jenis penelitian ditinjau dari tempat pelaksanaan penelitian dibagi menjadi tiga yaitu penelitian lapangan, penelitian kepustakaan, dan penelitian laboratorium. Jenis penelitian ditinjau dari cara pembahasannya dibagi menjadi dua yaitu penelitian deskriptif dan penelitian inferensial. Berikut penjelasan dari tiap-tiap jenis penelitian.

Penelitian ditinjau dari bidang ilmunya

  • Penelitian bidang sosial
    Bidang ilmu sosial mencakup ilmu; Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, Geografi, Hukum, Politik, Psikologi, dan Sejarah. Jadi penelitian bidang sosial yaitu penelitian yang dilakukan pada bidang ilmu Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, Geografi, Hukum, Politik, Psikologi, dan Sejarah.

  • Penelitian bidang alam
    Menurut Vardiansyah (2008) ilmu alam (natural science) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. Bidang ilmu alam diantaranya mencakup ilmu; Astronomi, Biologi, Ekologi, Fisika, Geologi, Geografi fisik berbasis ilmu, Ilmu bumi, dan Kimia. Jadi penelitian bidang alam adalah penelitian yang dilakukan pada bidang ilmu yang tersebut di atas. Berbeda dengan penelitian eksak, penelitian sosial memiliki karakter tersendiri. Hal inilah yang perlu disadari oleh para peneliti ataupun calon peneliti.
    Keunikan karakter tersebut turut berpengaruh pada metode dan teknik penelitian.


  • Penelitian bidang sosial & alam (campuran)
    Jenis bidang penelitian campuran (sosial & alam) memang masih asing di telinga kita. Begitu halnya buku-buku berbahasa Indonesia yang mengulas tentang bidang penelitian tersebut agak jarang ditemukan. Namun dalam prakteknya, jenis bidang penelitian campuran telah marak dilakukan. Hal ini dapat dilihat beberapa penelitian terapan untuk perusahaan, misalnya suatu perusahaan yang ingin mengetahui potensi alam dan sosial yang ada, dan kemudian cocok untuk mendirikan usaha apa.


    Adapun metode penelitiannya dapat dilihat pada buku Creswell (2007) dalam bukunya yang berjudul “Designing and Conducting Mixed Methos ResearchCreswell telah menemukan model penelitian untuk meneliti masalah sosial dan alam secara bersamaan. Nama metode tersebut adalah mixed method (metode gabungan: kulitatif-kuanttatif). Mixed method adalah metode dengan menggunakan gabungan pada prosedur penelitian, dimana salah satu metode lebih dominan terhadap metode yang lain. Metode yang kurang dominan hanya diposisikan sebagai metode pelengkap untuk mendukung ”kekayaan data”. Keunggulan pendekatan ini adalah peneliti tetap konsisten dengan pendekatan penelitian yang dipilih.


Penelitian ditinjau dari tujuan utamanya

  1. Penelitian murni (basic research)
    Penelitian dasar yaitu penelitian murni untuk mengembangkan dan memperdalam teori suatu ilmu pengetahuan. Contoh penelitian mengenai tata surya, genetika dsb
  2. Penelitian terapan (applied research)
    Penelitian terapan yaitu penelitian yang dapat diterapkan langsung untuk memecahkan masalah di masyarakat. Contoh : penelitian obat, hama tanaman, teknologi pertanian dan sebagainya.

Penelitian ditinjau dari tempat pelaksanaan penelitian

  • Penelitian lapangan
    Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan pada kehidupan yang nyata (masyarakat). Jenis penelitian ini biasanya digunakan pada penelitian sosial, khususnya penelitian yang mengungkap realitas sosial (masalah sosial).


  • Penelitian kepustakaan
    Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dipusat pustaka (perpustakaan) tanpa melakukan penelitian lapangan. Biasanya kepustakaan yang digunakan penelitian dalam bentuk; buku, naskah, catatan-catatan, kisah sejarah, dan dokumen pendukung lainnya.


  • Penelitian laboratorium
    Penelitian Moratorium yaitu penelitian yang dilakukan di laborat. Laboratorium merupakan tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya; laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Jenis penelitian ini biasanya digunakan penelitian bidang alam.

Penelitian ditinjau dari cara pembahasannya

  1. Penelitian deskriptif
    Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan memaparkan, melukiskan dan melaporkan segala keadaan obyek yang diteliti sebagaimana adanya tanpa menarik suatu kesimpulan
  2. Penelitian inferensial
    Penelitian inferensial yaitu penelitian yang selain memaparkan keadaan obyek juga menarik kesipulan umum guna keperluan prediksi. Penelitian jenis ini sering menggunakan rumus-rumus statistik