Pengertian Mobilitas Sosial

Diposting pada

Pengertian Mobilitas Sosial, Status, Bentuk, Jenis, Faktor Pendorong dan  Arah Saluran : adalah perubahan susunan status orang-orang dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan perubahan kedudukan

MOBILITAS SOSIAL


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sosial Budaya – Perubahan, Pengertian, Unsur, Struktur, Sistem, Fungsi


Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial pada dasarnya adalah perubahan susunan status orang-orang dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan perubahan kedudukan dan peran dari orang-orang yang ada dalam masyarakat dari waktu ke waktu.


Secara epistomologis kata mobilitas sosial berasal dari kata mobilis (bahasa Latin) yang berarti bergerak dan social (bahasa Inggris) yang berarti masyarakat. Jadi mobilitas sosial berarti gerakan masyarakat.

Pada umumnya mobilitas sering diartikan sebagai suatu proses perpindahan, atau juga suatu pergerakan lapisan atau strata sosial seseorang maupun kelompok. Mobilitas sendiri ialah sebuah istilah yang memiliki asal dari bahasa latin, mobilis yang artinya mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Sedangkan sosial melibatkan seseorang ataupun kelompok warga.


Sedangkan secara harfiah pengertian dari mobilitas sosial yaitu sebagai suatu gerakan yang terjadi karena berpindah ataupun berubah posisi seseorang atau juga sekelompok orang pada saat yang berbeda-beda. Tetapi tidak hanya pengertian mobilitas sosial secara umum saja melainkan masih banyak pengertian mobilitas sosial menurut para ahli.


Status yang lebih baik senatiasa diharapkan setiap orang, termasuk kita yang sekarang sedang giat belajar untuk mencapai kondisi yang lebih baik di masa datang, secara sederhannya inilah yang dimaksud dengan proses mobilitas sosial atau perpindahan status sosial.


Pada masyarakat modern sering kita jumpai fenomena-fenomena keinginan untuk pencapaian status sosial yang lebih tinggi maupun pencapaian penghasilan yang lebih tinggi. Hal tersebut merupakan pendorong masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial demi tercapainya kesejahterahan hidup. Tentu saja kita sebagai manusia selalu menginginkan yang terbaik seperta halnya status sosial.


Dari definisi-definisi di atas, dapat diambil 3 hal pokok menyangkut mobilitas sosial yaitu :

  1. Perubahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah
  2. Dialami oleh manusia baik sebagai individu maupun kelompok
  3. Terjadi dampak sosial atas kelas sosial baru yang diperoleh

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Norma Hukum Dan Sosial


Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli:

  1. Henry Clay Smith (1968)
    mengatakan mobilitas sosial adalah gerakan dalam struktur sosial (gerakan antarindividu dengan kelompoknya).
  2. Haditono (1991)
    mengatakan mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain, tetapi sejajar.
  3. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1992)
    mengatakan mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain.
  4. David Jary dan Julia Jary (1991)
    mendefinisikan mobilitas sosial yakni: dapat dijelaskan bahwa pergerakan individu, kadang-kadang kelompok antara posisi berbeda dalam hierarki stratifikasi sosial pada masyarakat.
  5. Soerjono Soekanto
    Menurut Soerjono Soekanto menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah suatu gerak dalam struktur sosial yakni pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial
  6. H. Edward Ransford
    Menurut H. Edward Ransford menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah suatu perpindahan ke atas atau kebawah dalam lingkungan sosial secara hirarki
  7. Robert M.Z. Lawang
    Menurut Robert .M.Z. Lawang menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lainnya atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya
  8. Horton Dan Hunt
    Menurut Horton dan Hunt menyatakan bahwa mobilitas sosial yaitu suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial yang lainnya
  9. Kimball Young Dan Raymond W. Mack
    Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah suatu mobilitas dalam struktur sosial, diantaranya pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok
  10. Wiliam Kornblum
    Menurut Wiliam Kornblum menyatakan bahwa mobilitas sosial ialah sebuah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok sosial serta satu lapisan ke lapisan sosial lainnya

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Sosial – Pengertian, Hubungan, Sistem, Jenis, Perubahan


Jenis Mobilitas Sosial

Berdasarkan Tipe

  • Mobilitas Sosial Vertikal

Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajad.


Mobilitas sosial vertikal dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Mobilitas sosial vertikal naik = social climbing mobility = upward mobility
    Mobilitas sosial vertikal naik terjadi apabila seseorang mengalami peningkatan kedudukan menuju tingkatan yang lebih tinggi.
  2. Mobilitas sosial vertikal turun = social sinking
    Mobilitas sosial vertikal naik terjadi apabila seseorang mengalami penurunan kedudukan


  • Mobilitas Sosial Horisontal

Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang sederajad.


  • Mobilitas Sosial Lateral

Mobilitas Geografis Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu tempat ke tempat lain yang berpengaruh pada kedudukan sosialnya

Bagan Mobilitas Sosial Antarwilayah


  • Mobilitas Sosial Struktural

Meliputi kesatuan yang luas dan kompleks yang disebabkan oleh hal-hal yang positif maupun negatif.


Berdasarkan Ruang Lingkupnya

  • Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial seseorang atau anggota masyarakat yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Mobilitas intragenerasi terbagi menjadi dua bentuk umum, yaitu mobilitas intragenerasi naik dan intragenerasi turun.


  • Mobilitas Sosial Antar generasi

Mobilitas sosial intergenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial yang terjadi di antara beberapa generasi dalam satu garis keturunan. Mobilitas ini dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas sosial intergenerasi naik dan mobilitas sosial intergenerasi turun.

Skema mobilitas antar generasi


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Masalah Sosial Secara Umum Beserta Contoh Dan Karakteristiknya


Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Faktor Penyebab Mobilitas Sosial

Faktor penyebab mobilitas sosial dibedakan dalam dua hal, pertama faktor struktur, yaitu faktor yang menentukan jumlah refatif dari kedudukan tinggi yang harus diisi dan kemudahan untuk memperolehnya. Faktor struktur ini meliputi, struktur pekerjaan, ekonomi ganda, dan faktor penunjang dan penghambat mobilitas itu sendiri. Kedua. Kedua, faktor individu, dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah perbedaan kemampuan, orientasi sikap terhadap mobilitas, dan faktor kemujuran.


  • Faktor Struktur

  1. Struktur Pekerjaan
    Secara kasar aktivitas ekonomi dibedakan dalam dua sektor, yaitu sektor formal dan sektor informal.Perbedaan aktivitas ekonomi ini jelas akan mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat yang terlibat di dalamnya. Demikian halnya pada masyarakat yang aktivitas ekonominya didominasi oleh sektor pertanian dan penghasilan bahan baku (pertambangan, kehutanan) lebih banyak memiliki status kedudukan rendah, dan sedikit kedudukan yang berstatus tinggi, sehingga tingkat mobilitasnya rendah.


  2. Ekonomi Ganda
    Di negara-negara berkembang ternyata perkembangan ekonomi menimbulkan beberapa jenis dualisme. Pertama, adalah kegiatan-kegiatan atau keadaan ekonomi yang masih dikuasai oleh unsur-unsur yang bersifat tradisional, dan yang kedua adalah berbagai kegiatan-kegiatan atau keadaan ekonomi yang masih dikuasai oleh unsur-unsur modern.


    Dualisme ekonomi itu dapat kita lihat antara sektor pertanian tradisional, yang dicirikan oleh tingkat produktivitas yang rendah dan menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat berada pada tingkat yang lazim disebut dengan istilah tingkat pendapatan subsiten. Sedangkan pada sektor ekonomi modern, dicirikan dengan tipe ekonomi pasar, dimana kegiatan masyarakat dalam memproduksi sebagian besar ditujukan untuk pasar.


  3. Penunjang dan Pengambat Mobilitas
    Anak-anak yang berasal dari kelas sosial menengah pada umumnya memiliki pengalaman belajar yang lebih menunjang mobilitas naik daripada pengalaman anak-anak kelas sosial rendah. Para sarjana teori konflik berpandangan bahwa ijazah, tes, rekomendasi, “jaringan hubungan antar teman (merupakan jaringan hubungan antara teman-teman dekat dalam suatu jenis profesi atau dunia usaha.


    Mereka saling tukar-menukar informasi dan rekomendasi menyangkut kesempatan kerja, sehingga menyulitkan bagi orang-orang luar” untuk dapat menerobosnya), dan deskriminasi terang-terangan terhadap kelompok ras maupun kelompok etnik minoritas, serta orang-orang dari kelas sosial rendah untuk melakukan mobilitas naik. Di lain pihak, fakor penghambat tersebut juga menutup kemungkinan terjadinya mobilitas menurun bagi kelompok orang dari kelas sosial atas.


    Di samping faktor penghambat, terdapat pula faktor penunjang mobilitas yang bersifat struktural, sebagai misal adanya undang-undang anti deskriminasi, munculnya lembaga-lembaga latihan kerja baik yang dibiayai oleh pemerintah atau LSM, merupakan faktor penunjang penting untuk terjadinya mobilitas naik bagi banyak orang dari status sosial rendah.


  • Faktor Individu

  1. Perbedaan Kemampuan
  2. Perbedaan Perilaku
    a) Pendidikan
    b) Kebiasaan Kerja
    c) Pola Penundaan Kesenangan
    d) Kemampuan “Cara Bermain”
    e) Pola Kesenjangan Nilai
    f) Faktor Keberuntungan/Kemujuran

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Pengertian Teori Pertukaran Sosial Menurut Para Ahli


Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

  • Faktor Perubahan Situasi Politik

Situasi politik pada dasarnya adalah kondisi stabilitas pemerintahan termasuk bagaimana dukungan rakyat pada umumnya terhadap struktur pemerintahan yang baru dalam masyarakat tersebut. Melalui dorongandorongan politik seorang individu ingin menduduki posisi-posisi tertentu dalam rangka mengembangkan organisasi politik mereka, biasanya aktivitas ini didukung oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan politik.


Dalam struktur pemerintahan biasanya didukung oleh orang-orang parpol yang duduk di dewan perwakilan rakyat misalnya kedudukan sebagai gubernur, bupati atau walikota, camat, lurah, dan lain-lain. Inilah contoh faktor- faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial secara vertikal dari sisi politik.


  • Faktor Perubahan Sosial Budaya

Dalam masyarakat senantiasa terjadi perubahan baik dalam struktur sosial, interaksi sosial, maupun dalam sistem tata nilai. Perubahanperubahan ini dapat memberikan dorongan kepada individu dalam masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap tuntutan perubahan, sehingga mengakibatkan keinginan yang kuat bagi seorang individu untuk melakukan social climbing. Kemajuan teknologi misalnya, dapat membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas dan perubahan ideologi dapat menimbulkan stratifikasi baru.


  • Faktor Perubahan Ekonomi

Situasi ekonomi dalam masyarakat dapat memberikan dorongan bagi individu ataupun kelompok individu untuk meningkatkan kedudukan mereka masing-masing. Kondisi ekonomi yang membaik dapat memberikan dorongan untuk melakukan ekspansi dalam berbagai macam usaha. Kondisi ekonomi yang buruk juga dapat memengaruhi orang untuk melakukan berbagai macam tindakan antisipatif dalam mencegah kejadian-kejadian yang tidak mereka inginkan.


  • Pertambahan penduduk


Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

  1. Adanya perbedaan ideologi
  2. Adanya perbedaan kepentingan
  3. Adanya perbedaan suku dan asal daerah
  4. Adanya diskriminasi jenis kelamin
  5. Adanya perbedaan ras

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Pengertian Ilmu dan Nilai Sosial Menurut Para Ahli Sosial Dasar


Status dan Peranan Mobilitas Sosial

Status dalam Mobilitas Sosial

Menurut Mayor Polak, status dimaksudkan sebagai kedudukan sosial seorang oknum dalam kelompok serta dalam masyarakat. Status sosial memberi bentuk dan pola pada interaksi sosial.Sedangkan menurut Ralph Linton, status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seorang dalam masyarakatnya. Pemilik status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan pemilik status sosial rendah.Jadi, status sosial adalah kedudukan sosial seseorang dalam kelompok masyarakat.


Jenis-Jenis Status Sosial:

  1. Status yang digariskan (Ascribed Status), adalah status yang diperoleh secara alami atau otomatis yang dibawa sejak manusia dilahirkan atau keturunan.

  2. Status yang diusahakan (Achieved Status)adalah status yang diperoleh dengan melalui usaha atau perjuangan sendiri dengan disengaja.

  3. Status yang diberikan (Assigned Status)adalah status yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa memperjuangkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat sering timbul pertentangan yang dialami seseorang sehubungan dengan status yang dimilikinya. Konflik status yang timbul dalam masyarakat, antara lain:


Konflik status yang timbul dalam masyarakat,

  1. Konflik status individual.
  2. Konflik status antar kelompok.
  3. Konflik status antar individu.

Peran Mobilitas Sosial

Peran Sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial. Menurut Levinson, bahwa peranan itu mencakup tiga hal, yaitu:


  1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
  2. Peranan merupakan konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
  3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Sosial Budaya Indonesia Menurut Para Ahli Budaya


Saluran dan Arah Mobilitas Sosial

Arah Mobilitas Sosial

  • Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Dalam mobilitas sosial ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang, misalnya peralihan kewarganegaraan atau pekerjaan.


  • Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial tertentu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya maka terdapat dua jenis mobilitas yaitu, mobilitas sosial vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal kebawah (social sinking).


  • Mobilitas Antargenerasi, Intragenerasi dan Gerak Sosial Geografis

Mobilitas sosial, selain dapat bergerak vertikal dan horizontal, juga dapat bergerak keturunan. Berikut ini kita akan mempelajari mobilitas antar generasi dan mobilitas intragenerasi, serata gerak sosial geografis.


  1. Mobilitas Antargenerasi
    Secara umum, mobilitas antargenerasi berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalanya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.


  2. Mobilitas Intragenerasi
    Mobilitas ini adalah peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Mobolitas intragenerasi adalahmobilitas yang terjadi dalam satu kelompok genrasi yangsama.

  • Gerak Sosial Geografis

Gerak sosial geografis adalah perpindahan individu ataukelompok dari satu daerah ke daerah lain, misalnya transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.


Saluran Mobilitas Sosial

Pitirim A. Sorokin menyebutkan saluran mobilitas sosial terbagi atas:


  1. Angkatan Bersenjata, Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasabya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik pangkat.

  2. Lembaga Pendidikan, baik formal maupun nonformal merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan, karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya.

  3. Lembaga Keagamaan, Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas vertikal, meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat.

  4. Organisasi Politik, Seorang anggota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya. Dan mungkin bisa menjadi anggota dewan legislatif atau eksekutif

  5. Organisasi Ekonomi, organisasi ini baik yang bergerak dalam bidang perusahan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal.

Konsekuensi Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial yang dilakukan oleh masyarakat, baik vertikal maupun horizontal dapat memberikan konsekuensi-konsekuensi, baik positif  maupun negatif terhadap kehidupan sosial. Di samping itu juga memberikan konsekuensi, baik bagi orang yang mengalami mobilitas itu sendiri maupun bagi seluruh anggota masyarakat.


  • Konsekuensi Positif Mobilitas Sosial

Ada beberapa konsekuensi positif yang muncul sebagai akibat adanya mobilitas sosial dalam masyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut.


  1. Individu atau kelompok akan berusaha untuk mewujudkan harapan atau cita-citanya. Hal ini karena adanya kesempatan terbuka untuk pindah dari lapisan bawah ke lapisan atas.
  2. Tidak tertutup kemungkinan bagi warga kelas sosial tertentu akan lebih maju daripada warga kelas sosial di atasnya.

  3. Individu atau kelompok dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat.
  4. Memberikan dorongan atau rangsangan kepada warga masyarakat, individu, maupun kelompok untuk bekerja perubahan sosial akan lambat terjadi.

  5. Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Mobilitas sosial mendorong masyarakat untuk mengalami perubahan sosial ke arah yang diinginkan. Sebaliknya, jika masyarakat statis dan tidak banyak bergerak, maka perubahan sosial akan lambat terjadi.

  • Konsekuensi Negatif Mobilitas Sosial

Sementara itu, beberapa konsekuensi negatif yang seringkali muncul mengiringi mobilitas sosial, di antaranya adalah urbanisasi, munculnya kawasan kumuh, pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dan konflik.


  1. Urbanisasi sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
  2. Munculnya kawasan kumuh (Slum Area) sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
  3. Banyaknya pengangguran sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
  4. Kemiskinan sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
  5. Perilaku kriminal (kriminalitas) sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
  6. Terjadi konflik atau benturan antara berbagai nilai dan kepentingan tertentu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Konflik Sosial : Pengertian, Macam, + 5 Faktor Penyebabnya


Karakteristik Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial sebagai suatu proses yang berkesinambungan mempunyai sejumlah karakteristik, di antaranya yaitu sebagai berikut :

  • Mobilitas sosial bisa melibatkan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat. Gerakan suatu perpindahan dapat saja dilakukan secara individual, tapi tak jarang melibatkan banyak orang seperti yang terjadi pada perkembangan negara berkembang menjadi negara maju sehingga turut meningkatkan taraf kehidupan banyak warganya.

  • Mudah-tidaknya individu atau sekelompok individu melakukan suatu mobilitas sosial tergantung pada struktur sosial masyarakatnya.

  • Mobilitas sosial menyebabkan kecemasan dan ketegangan. Pada masyarakat dimana struktur sosialnya terbuka, individu senantiasa mengalami suatu kecemasan akan kehilangan hak-hak yang dipunyai bila terjadi penurunan status, sehingga hampir seluruh waktunya mungkin dihabiskan untuk berupaya mempertahankan kedudukan. Sebaliknya, juga muncul ketegangan dalam mempelajari peran baru jika terjadi kenaikan status.

  • Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh suatu perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antar individu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok. Dalam hal ini, sering terjadi keretakan sebuah hubungan antar anggota kelompok primer, karena ada anggotanya yang berpindah ke status yang lebih tinggi ataupun lebih rendah.

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial dikelompokkan dalam beberapa jenis. Bentuk-bentuk mobilitas sosial yaitu sebagai berikut..

1. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial Berdasarkan Tipenya

  • Mobilitas sosial vertikal, yaitu suatu perpindahan status yang dialami seseorang atau sekelompok pada lapisan sosial yang berbeda. contohnya  : Pak Aari yang berkedudukan sebagai Office Boy (OB) diangakat pangkatnya menjadi ketua HRD di kantor tempat Ia bekerja.

  • Mobilitas sosial horizontal, yaitu suatu perpindahan status sosial seseorang atau kelompok dalam lapisan sosial yang sederajat. Dalam mobilitas sosial horizontal tidak terjadi suatu perubahan derajat kedudukan seseorang atau sekelompok orang. Contohnya : Pak deni seorang penjual mie ayam, suatu ketika Ia memutuskan untuk berganti profesi menjadi seorang penjual soto. Pekerjaan Pak deni berubah tapi status sosialnya tetap pada derajat yang sama.

  • Mobilitas sosial lateral, yaitu suatu perpindahan orang-orang dari unit wilayah satu ke unit wilayah yang lainnya. Dalam mobilitas sosial lateral disebut dengan mobilitas geografis.

2. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial Berdasarkan Ruang Lingkupnya

  • Mobilitas sosial intragenerasi, yaitu mobilitas sosial yang dialami oleh seseorang selama masa hidupnya atau perubahan status sosial mulai dari lahir sampai dengan masa tuanya. Contohnya : pangkat naik dari golongan IVA ke golongan IVB.

  • Mobilitas sosial antargenerasi, yaitu mobilitas sosial yang terjadi dari dua generasi atau lebih. Contohnya : seorang anak menjadi polisi, sementara ayahnya dahulu hanyalah seorang pedagang.

DAFTAR PUSTAKA
Sulistyowati, Budi. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Cet. ke-45 (Edisi Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Saptono, Bambang. 2006. Sosiologi. Jakarta: Phibeta
Sutomo dkk. 2009. Sosiologi. Malang: Graha Indotama
Suhardi dkk. 2009. Sosiologi. Jakarta: PPDPN
HD, Hj. Safarina. 2011. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Cet. ke-2 (Edisi Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.