Pengertian Kimia – Sejarah, Cabang, Konsep, Industri, Manfaat

Diposting pada

Pengertian Kimia – Sejarah, Cabang, Konsep, Industri, Manfaat :  Kimia kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: khemeia). Kimia adalah ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, dan sifat zat dari perubahan skala molekul dan atom serta interaksi mereka untuk membentuk materi.


Pengertian Kimia

Pengertian Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, dan sifat zat dari perubahan skala molekul dan atom serta interaksi mereka untuk membentuk materi. Dan juga mempelajari sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik umumnya ditentukan oleh struktur materi pada tingkat atom.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bank Perkreditan Rakyat – Sejarah, Pengertian, Usaha, Tujuan, Sasaran, Jenis, Fungsi, Manajemen, Contoh


Sejarah Kimia

Akar kimia dapat ditelusuri ke fenomena pembakaran atau api. Api sebagai kekuatan mistik yan dapat mengubah suatu zat menjadi zat lain. Setelah emas ditemukan dan menjadi sebuah logam mulia, banyak orang yang tertarik untuk menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan protosains yang disebut Alkimia.


Alkemis menemukan banyak proses kimia yang mengarah pada pengembangan kimia modern. Selama sejarah, alkemis terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan lebih sistematis dan ilmiah. Para alkemis pertama yang Dianggap menerapkan metode ilmiah untuk membedakan antara alkimia dan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627-1691).


Nobel Kimia diciptakan pada tahun 1901 Memberikan gambaran yang baik dari penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, mengungkapkan sifat mekanika kuantum atom dan subatom mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada abad ke-20 pertengahan, kimia telah berkembang dan mampu memahami aspek biologi yang meluas ke bidang biokimia.


Cabang Ilmu Kimia

Kimia secara umum dapat dibagi menjadi beberapa bidang. Ada juga beberapa cabang antar-bidang dan cabang yang lebih khusus dalam kimia.

  • Kimia Analitik

    Pengertian Bidang Kimia Analitik ialah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari tentang cara memisahkan, mengindentifikasi jenis zat penyusun suatu bahan serta menentukan jumlahnya. Oleh karenaya kimia analitik dibedakan atas dua bagian pokok, yakni analisis kualitatif dan kuatitatif. Kimia Analitik meliputi proses-proses pengidentifikasian suatu zat, pengelompokan zat, dan pembentukan zat baru untuk melakukan analisis. Bidang kimia lingkungan biasanya digolongkan dalam cabang ilmu analitik juga.


    Metode analitis yang dipelajari dalam cabang kimia Analitik terbagi menjadi dua, yaitu metode klasik dan metode instrumental. Yang termasuk dalam metode klasik ialah pemisahan zat dengan cara presipitasi, ekstraksi, distilasi dan pengukuran kualitatif dari suatu senyawa dengan cara analisis warna, bau ataupun dengan titik lelehnya.


    Sedangkan yang termasuk dalam analisis metode instrumental ialah teknik analisa dengan menggunakan serapan cahaya, fluorescence ataupun konduktivitas zat. Teknik pemisahan senyawa yang termasuk dalam metode instrumental ialah kromatografi, elektroforesis, dan fraksinasi dengan aliran listrik.

    Bidang Kimia analitik berfokus pada penelitian untuk meningkatkan desain eksperimen, pengukuran kimia, dan pembuatan teknik baru untuk mengukur suatu keadaan kimia dengan lebih tepat.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945)


  • Biokimia

    Pengertian biokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari Proses-proses kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, dan menganalisa senyawa-senyawa yang terlibat dalam reaksi tersebut. Bidang ini terkait dengan komponen kimia sel, pembuatan obat, penelitian genetik, penelitian enzim, penelitian mengenai rangkaian reaksi dalam tubuh manusia dan penelitian dalam kaitan ilmu kimia dan biologi.


    Biokimia mempelajari secara spesifik tentang struktur, fungsi, dan interaksi biologis dari suatu makromolekul, seperti karbohidrat, asam nukleat, protein, dan lemak. Terkadang, reaksi yang terjadi ialah pada level ion, sehingga melibatkan senyawa anorganik, seperti air, O2, sulfur danzat mineral anorganik.


    Biokimia merupakan topik yang sangat erat kaitannya dengan botani, medisinal bahkan biologi molekular dalam penelitian khsusnya terhadap sel. Fokus penelitian pada bidang biokimia yang dilakukan akhir-akhir ini ialah mempelajari bagaimana suatu molekul dapat mempercepat proses kimiawi dalam suatu makhluk hidup.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis Dan Ciri Manusia Purba


  • Kimia Anorganik

    Salah satu bidang kimia yang sangat berguna dalam kehidupan kita ialah Kimia Anorganik. Apa itu kimia anorganik? Kimia anorganik adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang sintesis dan sifat-sifat senyawa anorganik, seperti garam, mineral, logam serta senyawa-senyawa organometalik.


    Bidang ini juga mempelajari mengenai pembentukan kristal, pemisahan senyawa anorganik, pengolahan mineral, pelapisan material, penggunaan campuran dalam bahan bakar dan pembentukan warna dalam senyawa. Karena keguanaanya yang luas, bidang kimia anorganik seringkali diperlukan dalam industri, seperti industri cat, industri kaca dan gelas, industri tekstil, plastik, dan banyak industri lainnya.


  • Kimia Organik

    Bidang Kimia Organik merupakan ilmu yang mempelajari tentang sintesis dan sifat-sifat senyawa organik. Umumnya senyawa organik ini terdiri dari senyawa-senyawa hidrokarbon serta turunannya. Bidang ini memiliki peranan penting dalam hal sintesis senyawa, analisa gugus karbon dan penelitian yang berhubungan dengan atom karbon lainnya.


    Materi dasar yang kalian temukan pada Kimia Organik ialah mengenai Hidrokarbon, tata nama senyawa hidrokarbon. Kemudian pada level mahasiswa kuliah, kamu akan dapat materi mengenai senyawa organik halogen dan beberapa hidrokarbon yang berikatan dengan unsur-unsur lain, seperti oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor dan natrium.

    Perkembangan terkini dari riset-riset bidang kimia organik, mengarah pada topik mengenai organometalik, termasuk lantanida dan logam transisi.


  • Kimia Fisik

    yang mempelajari dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya, dinamika dan energetika sistem. Daerah penting dalam penelitian ini antara spektroskopi, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistik dan termodinamika kimia.


Industri Kimia

Industri kimia sebagai salah satu aktivitas ekonomi yang sangat penting. Top dunia 50 produsen kimia pada tahun 2004 memiliki penjualan USD $ 587.000.000.000, dengan margin keuntungan 8,1% dan rekayasa penegluaran (penelitian dan pengembangan) sebesar 2,1% dari total penjualan kimia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Prasejarah Manusia Purba Pada Zaman Batu Dan Zaman Logam


Konsep dasar

Nomenklatur kimia mengacu pada sistem penamaan senyawa kimia. yang telah menciptakan sistem penamaan spesies kimia secara baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik.

  • Atom

Atom merupakan kumpulan materi yang terdiri dari inti bermuatan positif, yang berisi proton dan neutron dan sejumlah elektron untuk menyeimbangkan muatan positif inti. Atom juga merupakan unit terkecil yang dapat diekstraksi dari unsur-unsur dan masih mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti padat dan dikelilingi oleh sistem elektron bermuatan positif.


  • Unsur

Elemen atau unsur merupakan sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya. Angka ini dikenal sebagai nomor atom unsur tersebut. Contoh : semua atom dengan 6 proton dalam inti atom mereka karbon unsur kimia, dan semua atom dengan 92 proton dalam inti mereka adalah atom dari unsur uranium.


  • Ion

Ion atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron. Kation bermuatan positif (misalnya kation natrium Na +) dan anion bermuatan negatif (misalnya klorida Cl-) dapat membentuk garam netral (misalnya natrium klorida, NaCl). Contoh : ion poliatom yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah hidroksida (OH-) dan fosfat (PO43-).


  • Senyawa

Senyawa merupakan zat yang dibentuk oleh dua atau lebih elemen dengan rasio tetap menentukan komposisi. misalnya, air adalah senyawa yang mengandung hidrogen dan oksigen dengan perbandingan dua banding satu. Senyawa terbentuk dan dipecah oleh reaksi kimia.


  • Molekul

Molekul adalah yang terkecil terpisahkan bagian dari senyawa murni yang masih mempertahankan kimia dan sifat fisik yang unik. Molekul terdiri dari dua atau lebih atom terikat satu sama lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Zaman Neolitikum” Pengertian & ( Ciri – Hasil Peninggalan )


  • Zat kimia

Suatu ‘zat kimia’ mungkin unsur, senyawa, atau campuran senyawa, unsur atau senyawa dan unsur-unsur. Sebagian besar materi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk campuran, misalnya air, paduan, biomassa, dll.


  • Ikatan kimia

Ikatan kimia merupakan kekuatan yang memegang atom dalam molekul atau kristal pertemuan.  Teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat digunakan untuk memprediksi struktur molekul dan komposisi. Demikian pula, teori-teori dari fisika klasik dapat digunakan untuk memprediksi banyak struktur ionik. Dalam lebih kompleks senyawa / kompleks, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan sebagai pemahaman yang lebih kritis mekanika kuantum dasar.


  • Wujud zat

Fase atau tahapan adalah kumpulan keadaan sebuah sistem fisik makroskopis adalah homogenisasi relatif baik dari komposisi kimia dan sifat fisik (yaitu kepadatan, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh negara fase seperti yang kita tahu itu adalah padat, cair, dan gas. Tahap kurang akrab, termasuk plasma, Bose-Einstein kondensat dan kondensat fermion.


  • Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah transformasi / perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini dapat menghasilkan molekul membentuk molekul yang lebih besar, molekul menjadi dua atau lebih kecil molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.


  • Kimia Kuantum

Kimia kuantum secara matematis menjelaskan perilaku dasar materi pada tingkat molekul. Pada prinsipnya, adalah mungkin untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori ini. Dalam prakteknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat secara realistis diinvestigasi di kuantum murni mekanik dan harus dibuat untuk tujuan yang paling praktis (misalnya, Hartree-Fock, pasca-Hartree Fock atau Density teori fungsional).


  • Hukum Kimia

Hukum kimia merupakan sebuah hukum fisika yang diterapkan didalam sistem kimia. Konsep mendasar dalam kimia yakni hukum kekekalan massa, menyatakan, tidak ada perubahan dalam kuantitas materi selama reaksi kimia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lengkap Porifera, Ciri-Ciri, Reproduksi


Manfaat Ilmu Kimia untuk Berbagai Bidang

Ilmu kimia memiliki kedudukan yang penting dan diperlukan oleh bidang ilmu lainnya. Beberapa manfaat yang sebenarnya itu merupakan manfaat ilmu kimia dalam kehidupan manusia bahkan tidak begitu disadari. Berikut ini adalah beberapa manfaat ilmu kimia dalam kehidupan manusia yang tidak bisa digantikan oleh ilmu yang lain.


1. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Kedokteran

Manfaat ilmu kimia yang pertama pada kehidupan manusia adalah dalam bidang kedokteran. Untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap suatu penyakit, digunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan hasil riset terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat yang dilakukan dalam cabang kimia farmasi.


2. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Pertanian

Mungkin Anda bingung, apa hubungan antara ilmu kimia dan bidangpertanian, lalu apa manfaat ilmu kimia bagi bidang pertanian? Baiklah, bukankah untuk mengembalikan kesuburan tanah, perlu dilakukan penambahan pupuk, sedangkan hama dapat diatasi dengan penambahan pestisida. Manfaat dan bahaya penggunaan pupuk dan pestisida harus dipahami sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Hal yang harus diingat adalah pupuk dan pestisida adalah “produk” dari ilmu kimia.


3. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Geologi

Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan gas dan minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau “benda-benda” alam.


4. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Biologi

Bidang ini khusus mempelajari tentang makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fermentasi,fotosintesis dan lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat dan lain-lain. Meskipun secara umum, bidang ini lebih erat kaitannya dengan ilmu biologi, namun manfaat ilmu kimia juga nyatanya sedikit banyak berpengaruh dalam bidang biologi ini.


5. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Hukum

Anda bingung apa kaitan bidang hukum dengan ilmu kimia? Bidanghukum secara langsung memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia, namun manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan peralatan buktikriminalitas (kriminologi). Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda. Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.


6. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Mesin

Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan yaitu mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatanmesin, mempelajari sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.


7. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Teknik Sipil

Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dikemudian hari.


Melihat begitu banyaknya kaitan antara ilmu kimia dan bidang-bidang kehidupan manusia, maka sangatlah jelas bahwa manfaat ilmu kimiamemegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kehadirannya menyeimbangkan kehidupan manusia untuk selaras dengan peningkatan kualitas hidup di muka bumi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Klasifikasi Coelenterata ( Cnidaria ) Beserta Cirinya