Manajemen Personalia – Pengertian, Penataan, Manfaat, Tujuan, Fungsi, Tugas, Pengembangan, Para Ahli

Diposting pada

Manajemen Personalia – Pengertian, Penataan, Manfaat, Tujuan, Fungsi, Tugas, Pengembangan, Para Ahli : Manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam organisasi, yang merupakan salah satu sub sistem manajemen.


Manajemen Personalia

Pengertian Manajemen Personalia

Manajeman personalia adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara memberikan suatu fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan dan juga rasa partisipasi pekerjaan didalam suatu kegiatan atau aktivitas.


Manajemen personalia ialah bagian manajemen yang memperhatikan orang-orang dalam organisasi, yang merupakan salah satu sub sistem manajemen. Dimana kata organisasi umumnya dipakai dalam hubungan dengan setiap kumpulan orang-orang, pekerjaan-pekerjaan, pikiran-pikiran, atau fakta-fakta yang disusun dan diatur sedemikian sehingga gabungan dari gabungan-gabungan dalam setiap hal membentuk keseluruhan yang berarti.


Dari tujuan manajemen personal tersebut menjelaskan bagaimana dapat memanfaatkan pegawai secara efisien dan bekerjasama dengan kuantitas yang dapat dipertanggungjawabkan, menciptakan, memelihara dan mengembangkan suasana kerja yang menyenangkan antara individu yang bekerjasama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Puisi – Ciri, Unsur, Jenis, Puisi Baru dan Lama, Contohnya


Pengertian Manajemen Personalia Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan Pengertian Manajemen Personalia Menurut Para Ahli.

  • Ranupandojo serta  Husnan (2002)

Manajemen personalia adalah suatu perencanaan,pembagian kompensasi, penginterprestasian, pengembangan,  serta pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk dapat membantu tercapainya suatu tujuan perusahaan, individu dan juga masyarakat.


  • Manullang (2001:156)

menyatakan bahwa manajeman personalia adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara memberikan suatu fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan dan juga rasa partisipasi pekerjaan didalam suatu kegiatan atau aktivitas.


  • Nitisemito (1996:143)

Manajemen personalia adalah suatu ilmu seni untuk dapat melaksanakan antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, sehingga dapat efektivitas serta juga efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin didalam mencapai tujuan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pantun – Pengertian, Ciri, Macam, Cinta, Jenaka, Pendidikan, Agama, Nasehat, Contohnya


Penataan Personil

Berikut ini Secara urut proses penataan personil adalah:

  1. Merencanakan kebutuhan pegawai
  2. Penarikan, nilai dari mengumumkan kebutuhan pegawai, menyeleksi (reqruitment)
  3. Penempatan (placementsesuai dengan formasi)
  4. Menggunakan tenaga kerja termasuk merangsang gairah kerjadengan menciptakan kondisi-kondisi atau suasana kerja yang baik

  5. Memelihara kesejahteraan pegawai berupa gaji, insentif, hari libur dan cuti, pertemuan-pertemuan yang bersifat kekeluargaan dan bentuk-bentuk kesejahteraan yang lain
  6. Mengatur kenaikan pangkat dan kenaikan gaji yang lain
  7. Meningkatkan mutu pegawai baik melalui pendidikan maupun kesempatan-kesempatan lain misalnya mengikuti pendidikan (Insentive Training), penataran, diskusiilmiah,lokakarya,penataran, langganan majalah dan surat kabar, menjadi anggota perkumpulan profesi dan sebagainya.

  8. Mengadakan penilain terhadap prestasi kerja pegawai untuk memperoleh data dalam rangka peningkatan pangkat pegawai
  9. Menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai.

Manfaat Manajemen Personalia

Secara lebih luas bahwa manajemen personalia yang baik akan menghasilkan beberapa manfaat sebagai berikut :


  1. Dapat memperbaiki pemanfaatan sumber daya manusia.
  2. Bisa menyesuaikan aktifitas sumber daya manusia dan kebutuhan di masa depan secara efisien.
  3. Mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendayagunaan SDM.
  4. Mampu meningkatkan efisiensi dalam menarik pegawai baru.
  5. Dapat melengkapi informasi sumberdaya manusia yang dapat membantu kegiatan sumber daya manusia dan unit organisasi lainnya.

Tujuan Manajemen Personalia

Tujuan dari manajemen personalia berhubungan dengan tujuan perusahaan dengan secara umum. Hal tersebut disebabkan karena manajemen perusahaan itu berusaha untuk dapat menimbulkan efisiensi didalam bidang tenaga kerja ialah sebagai efisiensi keuntungan serta  kontinuitas.


(Manullang, 2001:165) Tujuan manajemen personalia terdapat 2(dua) macam, yakni  :

  1. Production Minded (efisiensi dan daya guna);
  2. People Minded (Kerja sama).

Oleh karena itu manajemen personalia ini menyangkut suatu usaha untuk dapat menciptakan kondisi yang mana tiap-tiap karyawan itu didorong untuk dapat memberikan sumbangan sebaik mungkin untuk atasanya, dikarenakan tidak bisa mengharapkan efisiensi yang maksimal tanpa adanya kerjasama yang penuh dari para anggotanya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya


Fungsi Manajemen Personalia

Fungsi manajemen personalia itu terdiri atas :

  • Perencanaan

    Perencanaan tersebut berarti menentukan suatu program personalia yang akan dapat membantu mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan. Tujuan tersebut memerlukan partisipasi aktif dari manajer personalia.


  • Pengorganisasian

    Apabila perusahaan sudah menentukan fungsi-fungsi yang harus dijalankan oleh para anggotanya, maka manajer personalia tersebut harus membentuk organisasi dengan cara merancang susunan dari berbagai hubungan diantara jabatan personalia serta faktor-faktor fisik. Organisasi adalah suatu alat untuk mencapai suatu tujuan.


  • Pengarahan

    Apabila manajer sudah mempunyai rencana dan sudah mempunyai organisasi untuk melaksanakan rencana tersebut, fungsi selanjutnya adalah mengadakan pengarahan terhadap pekerjaan. Fungsi itu berarti mengusahakan agar karyawan bekerja sama secara efektif.


  • Pengawasan

    Pengawasan adalah mengamati  (observasi) dan juga membandingkan pelaksanaan dengan terencana dan juga mengoreksinya jika terjadi suatu penyimpangan. Dengan arti lain pengawasan adalah suatu fungsi yang menyangkut suatu masalah pengaturan berbagai jenis kegiatan atau aktivitas sesui dengan rencana personalia yang sudah dirumuskan sebagi dasar analisis dari tujuan suatu organisasi fundamental.


Fungsi manajemen personalia dengan secara operasionalnya terdiri atas :

  • Pengadaan adalah menyediakanjumlah tertentu karyawan serta juga jenis keahlian yang diperlukan untuk  dapat mencapai suatu tujuan perusahaan. Tujuan tersebut menyangkut suatu masalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi serta juga penempatan kerja.

  • Pengembangan karyawan yang sudah diperoleh dengan cara pelatihan dengan tujuan untuk dapat mengembagkan ketrampilan karyawan.

  • Pemberian kompensasi adalah suatu pemberian penghargaan yang adil serta juga layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan para anggota karyawan dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.

  • Pengintegrasian adalah sesuatu yang menyangkut penyesuaian keinginan dari tiap-tiap dengan keungan pihak perusahaan serta masyarakat.

  • Pemeliharaan adalah sesuatu yang mempertahankan serta juga meningkatkan kondisi yang telah ada.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pantun


Tugas Bagian Personalia

Tugas yang utama dari personalia adalah menyediakan tenaga kerja didalam kualitas serta kuantitas yang dibutuhkan oleh masing-masing bagian didalam suatu perusahaan. Hal tersebut berarti bagian personalia tersebut memberikan layanan kepada bagian-bagian lain agar dapat lebih mudah untuk dapat melaksanakan tugasnya.


(Manullang, 2001) Bagian personalia tersebut harus melaksanakan tugasnya dengan baik ialah sebagai pelayan bagi bagian-bagian lain didalam suatu perusahaan, maka tugas manajemen personalia tersebut meliputi antara lain:


  • Membuat anggaran tenaga kerja yang diperlukan;
  • Membuat job analysis, job description, dan job spesification;
  • Menentukan dan memberikan sumber-sumber tenaga kerja;
  • Mengurus dan mengembangkan proses pendidikan dan pendidik;
  • Mengurus seleksi tenaga kerja
  • Mengurus soal-soal pemberhentian (pensiun);
  • Mengurus soal-soal kesejahteraan

Pengembangan Personalia

Sebagai suatu organisasi yang bertumbuh, lembaga pendidikan selalu membutuhkan perhatian kedalam yaitu terhadap dirinya sendiri yang tertuju kepada usaha mempertahankan kelangsungan hidup, peningkatan dan agen pembaharuan.


Salah satu aktivitas untuk mencapainya dengan jalan melakukan pengembangan personalia pendidikan. Hal ini untuk mencegah pemakaian pengetahuan yang sudah usang dan pelaksanaan tugas yang ketinggalan zaman.


Tujuan latihan dan pendidikan personalia antara lain sebagai berikut.

  1. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas output
  2. Merealisasi perencanaan personalia
  3. Meningkatkan moral kerja
  4. Meningkatkan penghasilan/kesejahteraan
  5. Meningkatkan kesehatan dan keamanan
  6. Mencegah ketuaan
  7. Untuk mengembangkan personalia.

Pengembangan kepribadian Pancasila adalah merupakan pengembangan tingkat dasar sebab ia mendasari semua pengembangan di atasnya.


Hubungan Personalia

Hubungan organisasi berkaitan dengan iklim organisasi. Iklim organisasi ialah karakteristik organisasi tertentu yang membedakannya dengan organisasi yang lain yang dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.


Iklim organisasi adalah perluasan konsep moral kerja, bila moral kerja hanya menyangkut sikap individu atau kelompok dalam bekerja maka iklim mencakup praktek, tradisi dan kebiasaan bekerja dalam organisasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Pamflet


Williams berpendapat iklim organisasi perlu diperhatikan karena ia menyangkut produktivitas dan kemanusiaan. Mudah dipahami bahwa produktivitas pendidikan ditentukan oleh praktek dan tradisi/kebiasaan bekerja personalianya.


Bila personalianya memiliki kebiasaan bekerja secara efektif dan efesien akan dapat meningkatkan produktivitas sebaliknya jika mereka memiliki kebiasaan bekerja secara santai dan kurang cermat akan merugikan organisasi. Memperhatikan dan membina iklim organisasi berarti sekaligus menjunjung martabat para personalia sebagai manusia.


Sebab memperbaiki iklim organisasi akan mengembangkan sikap sosial,  toleransi, menghargai pendapat orang lain, bekerjasama menyelesaikan masalah dan sebagainya. Semua perilaku ini adalah cermin dari cara bekerja yang baik, bila dipertahankan maka ia akan menjadi kebiasaan bekerja. Lalu terciptalah iklim organisasi yang baik.


Kesejahteraan Dalam Manajemen Personalia

Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan dinas pendidikan dan sekolah kepada tenaga kependidikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Di negara-negara berkembang termasuk Indonesia kesejahteraan personalia pendidikan perlu diperhatikan. Sebab gaji mereka pada umumnya hanya cukup untuk hidup sederhana.


Walaupun hidup sederhana ini merupakan motto yang dikumandangkan oleh pemerintah, namun bila hidup personalia pendidikan dapat ditingkatkan lagi maka kegairahan bekerja mereka akan semakin meningkat. Pendapatan personalia merupakan salah satu factor penting. Pendapatan merupakan salah satu faktor penentu produktivitas di kalangan para guru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Unsur Manajemen Pemasaran Beserta Tugasnya Terlengkap


Ini berarti bila pendapatan mereka kecil, maka produktivitas pendidikan di sekolah juga akan kecil, sebaliknya bila pendapatan mereka besar, maka produktivitas itupun akan besar pula. Dengan asumsi bahwa pendapatan mereka pada masa sekarang kecil, maka sudah pada tempatnya para manajer turun tangan untuk mengurangi beban hidup mereka, dengan cara mengusahakan kesejahteraan.


Masalah kompensasi selain sensitif karena menjadi pendorong seseorang untuk bekerja juga berpengaruh terhadap moral kerja dan disiplin kerja tenaga kerja. Oleh karena itu, setiap lembaga Pendidikan seharusnya dapat memberikan kompensasi dengan beban kerja yang dipikul tenaga kependidikan.


Kesejahteraan harus diartikan material (misalnya gaji, honorarium, dan fasilitas fisik) dan non-material yang mengarah kepada kepuasan kerja. Harus diingat bahwa personalia sekolah merupakan “orang terdidik”, sehingga kesejahteraan non-material seringkali sangat diperlukan. Untuk itu dilakukan antara lain:


  1. Memberikan apa yang menjadi hak guru dan staf administrasi, misalnya: kenaikan gaji, honorarium, kelebihan mengajar/lembur dan kenaikan pangkat tepat pada wkatunya.
  2. Memberikan penghargaan, baik berupa material maupun non-material bagi setiap staf yang berprestasi atau telah mengerjakan tugas dengan baik.

  3. Membina hubungan kekeluargaan di antara para guru/staf beserta keluarganya.
  4. Jika kondisi memungkinkan mengupayakan kesejahteraan guru dalam RAPBS, sepanjang tidak menyalahi aturan yang berlaku.
  5. Memberikan kesempatan dan memfasilitasi agar setiap staf dapat mengaktualisasikan potensinya dengan cara memberikan kesempatan kepada staf untuk mengajukan gagasan kemudian mewujudkannya.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan, Strategi Dan 6 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli


DAFTAR PUSTAKA
Alex S. Nitisemito, 1996. Manajemen Personalia, Jakarta : Graha Indonesia.
Andrew E. Sikula. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Erlangga.
Dessler, Gary. 1984. Manajemen Personalia. Jakarta : Erlangga.
Gunawan, Ary. 1996. Administrasi Sekolah, Administrasi Pendidikan Mikro, Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa, E, 2003. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi dan Implementasinya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Manulla,M. 2006. Manajemen Personalia.Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Malayu,H. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia : Jakarta : PT Bumi Aksara
Pidarta, Made. 2004. Manajemen Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Sahertian, Piet. 1994. Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.
Suryosubroto. 1984. Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah. Semarang: Bina Aksara.