Keluarga adalah

Diposting pada

Sebagai suatu unit terkecil dari suatu kelompok masyarakat, keluarga memiliki peranan, tugas dan fungsi yang dapat mengantarkan anggota keluarganya untuk menjadi orang yang lebih baik atau sebaliknya dalam kehidupan bermasyarakat.

Keluarga-adalah

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah bagian dari masyarakat sesungguhnya mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya dan perilaku sehat. Dari keluargalah pendidikan kepada individu dimulai, tatanan masyarakat yang baik diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat lebih dini ditanamkan. Oleh karena itu, keluarga mempunyai posisi yang strategis untuk dijadikan sebagai unit pelayanan kesehatan karena masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antar anggota keluarga, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi juga keluarga dan masyarakat yang ada disekitarnya.


Pengertian Keluarga Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian keluarga menurut para ahli, sebagai berikut:


1) Raisner

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dan dua orang atau lebih masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, kakak, dan nenek.


2) Duval

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.

Baca Juga : Pranata Pendidikan – Pengertian, Keluarga, Agama, Ekonomi, Politik, Ciri


3) Spradley and Allender

Satu atau lebih yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.


4) Departemen Kesehatan RI

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.


Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau
  2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama
  3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial yaitu suami, istri, anak, kakak dan
  4. Mempunyai tujuan yaitu menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

Bentuk Keluarga

Gambaran tentang pembagian tipe keluarga sangat  beraneka ragam, tergantung pada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan, namun secara umum pembagian tipe keluarga dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Pengelompokkan secara Tradisional

Secara tradisional, tipe keluarga dapat dikelompokkan dalam 2 macam, yaitu:

  1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau
  2. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah, seperti kakek, nenek, paman, dan bibi

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Dan Fungsi Pranata Keluarga Beserta Contohnya Lengkap


  • Pengelompokkan secara Modern

Dipengaruhi oleh semakin berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualisme, maka tipe keluarga modern dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, diantaranya :

  1. Tradisional Nuclear, adalah keluarga inti (Ayah, Ibu dan Anak) yang tinggal dalam satu rumah yang ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, dimana salah satu atau keduanya dapat bekerja di luar
  2. Niddle Age/Aging Couple, adalah suatu keluarga dimana suami sebagai pencari uang dan istri di rmah atau kedua-duanya bekerja di rumah, sedangkan anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/menikah/meniti karier.
  3. Dyadic Nuclear, adalah keluarga dimana suami-istri sudah berumur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satunya bekerja di luar
  4. Single Parent, adalah keluarga yang hanya mempunyai satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak- anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar
  5. Dual Carrier, adalah keluarga dengan suami–istri yang kedua- duanya orang karier dan tanpa memiliki
  6. Three Generation, adalah keluarga yang terdiri atas tiga generasi atau lebih yang tinggal dalam satu
  7. Comunal, adalah keluarga yang dalam satu rumah terdiri dari dua pasangan suami-istri atau lebih yang monogami berikut anak- anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan
  8. Cohibing Couple/Keluarga Kabitas/Cahabitation, adalah keluarga dengan dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan.
  9. Composite/Keluarga Berkomposisi, adalah sebuah keluarga dengan perkawinan poligami dan hidup/tinggal secara bersama-sama dalam satu rumah.
  10. Gay and Lesbian Family, adalah keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

Peranan Keluarga

Dalam hal ini peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat serta kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu.

Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Adapun berbagai peranan yang terdapat dalam sebuah keluarga ialah sebagai berikut:

  • Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
  • Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peran untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya di samping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
  • Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual.

Tugas Keluarga

Pada dasarnya ada delapan tugas pokok keluarga yang dijabarkan sebagai berikut:

  • Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  • Pemeliharaaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  • Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  • Sosialisasi antar anggota keluarga.
  • Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  • Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  • Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  • Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Baca Juga : Pengertian, Dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial Beserta Contohnya Lengkap


Struktur Keluarga

Struktur sebuah keluarga memberikan gambaran tentang bagaimana suatu keluarga itu melaksanakan fungsinya dalam masyarakat. Adapun macam- macam Struktur Keluarga diantaranya adalah :

  1. Patrilineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis
  2. Matrilineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis
  3. Matrilokal, adalah sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah
  4. Patrilokal, adalah sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah
  5. Keluarga Kawin, adalah hubungan suami-istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

Fungsi Keluarga

Ada delapan fungsi sebaiknya dijalankan oleh keluarga yang dijabarkan sebagai berikut:


  • Fungsi Pendidikan

Dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.


  • Fungsi Sosialisasi Anak

Dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.


  • Fungsi Perlindungan

Dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.


  • Fungsi Perasaan

Dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Baca Juga : Kesejahteraan Sosial – Pengertian, Pendekatan, Tujuan, fungsi, Kriteria, Lembaga, Para Ahlisosial – Pengertian, Pendekatan, Tujuan, fungsi, Kriteria, Lembaga, Para Ahli


  • Fungsi Agama

Dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan annggota keluarga lain melalui kepada keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.


  • Fungsi Ekonomi

Dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.


  • Fungsi Rekreatif

Dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nontyon TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing dan lainnya.


  • Fungsi Biologis

Dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Selain itu, keluarga juga diharapkan untuk saling memberikan kasih sayang, perhatian dan rasa aman di antara sesama anggota keluarga serta membina kedewasaan kepribadian dalam anggota keluarganya.


Keluarga di Era Globalisasi

Mekanisme perubahan dalam keluarga amatlah beragam. Salah satunya adalah perubahan peran keluarga yang relatif cepat. Pemahaman umum menempatkan lelaki sebagai tulang punggung ekonomi keluarga, tapi sekarang tidak lagi karna perempuan juga mampu mencari nafkah, bahkan bukan tak mungkin pendapatannya lebih tinggi dari suaminya.


Kondisi ini bisa menimbukan ketegangan pada hubungan suami- istri sehingga akhirnya keluarga bisa sampai pada kekerasan dalam rumah tangga. Sebagian KDRT bisa diselesaikan dengan saling memahami, sebagian lagi tidak tertangani dengan baik. Bentuk akhir yang kurang baik bisa terjadi misalnya perceraian dan rusaknya keluarga. Bagi yang memiliki anak, salah satu pasangan besar kemungkinan menjadi orangtua tunggal yang memiliki konsekuensi tersendiri.


Pernikahan antargolongan semakin intens terjadi di sekitar kita.Pernikahan ini bisa antar-suku, antar-ras, antar-kelas sosial, bahkan sesama jenis kelamin yang juga mulai terjadi. Banyak faktor yang memberikan kontribusi atas hal ini. Yang paling mudah terlihat adalah ketika transportasi dan komunikasi berkembang pesat. Hubungan antar- wilayah dengan pesawat menjadi lebih mudah dan murah. Telekomunikasi yang awalnya dengan surat menyurat dengan waktu dan biaya besar, menjadi lebih murah dengan penggunaan internet sehingga membawa perubahan pola pertemanan dan percintaan yang melewati batas wilayah. Hal ini juga berkontribusi terhadap dinamika keluarga yang baru terbentuk.


Faktor lainnya adalah industrialisasi. Pembangunan, khususnya sektor produksi dan jasa meningkat. Kesemuanya membutuhkan tenaga kerja untuk industri senjatanya saat PD II. Pada saat itu pemerintah mengganti pekerja lelakinya dengan perempuan karena lelaki menuju ke medan perang. Padahal, industri harus tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan perang dan domestik. Maka, industri menuntut banyak pekerja khususnya para peempuan, bisa memasuki area kerja non-tradisional ini. Perlahan, pasca PD II fenomena ini menjalar ke semua negara, khususnya negara berkembang seperti Indonesia.


Banyak negara  mulai meningkatkan pendapatannya melalui proses industrialisasi yang membutuhakan banyak tenaga kerja dengan upah yang rendah. Sehubungan para perempuan umumnya mempunyai pendidikan rendah, akses informasi yang sempit, dan nyaris tak berdaya secara ekonomi, maka merekalah yang menjadi sasaran pekerja murah. Kasus di Indonesia yang terkenal adalah para perempuan yang bekerja di pabrik pabrik dan menjadi TKI di luar negeri.


Peningkatan jumlah penduduk dunia, kemiskinan, dan laju urbanisasi jug meningkat seiring waktu. PBB memikirkan hal itu dengn mendukung program kependudukan dan progam Keluarga Berencana. Dunia mulai memerhatikan kondisi penduduk. Diawali dengan peningkatan penduduk yang tak diiringi peningkatan jumlah makanan dan pekerjaan. Hasilnya jelas berupa kemiskinan dengan jumlah yang besar pula. Dilanjutkan dengan pembangunan tak merata, yang umumnya terjadi di perkotaan maka perpindahan penduduk dari desa ke kota dimulai. Kota menjadi sesak dan lagi lagi sumber daya kota tak bisa menampungnya. Dengan demikian, harus ada upaya untuk mengurangi resiko tadi.


PBB merasa jumlah penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun merisaukan, terlebih beberapa negara terindikasi memiliki jumlah penduduk yang berlipat ganda terlalu cepat semisal Republik Rakyat Cina, India, dan Indonesia. Mereka harus dibantu oleh PBB .Berbagai kebijakan juga dilakukan oleh masing masing pemerintah negara tersebut.Yang paling ekstrem adalah pemerintah RRC, hanya memperkenankan satu anak bagi tiap pasangan menikah.