Kesejahteraan Sosial – Pengertian, Pendekatan, Tujuan, fungsi, Kriteria, Lembaga, Para Ahlisosial – Pengertian, Pendekatan, Tujuan, fungsi, Kriteria, Lembaga, Para Ahli

Diposting pada

Kesejahteraan Sosial – Pengertian, Pendekatan, Tujuan, fungsi, Kriteria, Lembaga, Para Ahli : Kesejahteraan sosial harus dibedakan dari sejahtera. Di Amerika Serikat, sejahtera kadang-kadang dianggap identik dengan pemberian bantuan keuangan dalam bentuk jaminan sosial. Kesejahteraan sosial dapat dihubungkan dengan pekerjaan sosial.


Pengertian Kesejahteraan sosial

Kesejahteraan sosial dapat berarti:

  1. Kesejahteraan masyarakat.
  2. Di bidang ekonomi, pemberdayaan orang yang dianggap satu kesatuan. (Lihat kemakmuran ekonomi dan fungsi kesejahteraan sosial.)
  3. Penyediaan layanan sosial di berbagai bidang, untuk kepentingan masyarakat individu. Penggunaan ini memiliki ide yang sama dengan negara kesejahteraan.

  4. Dalam Kesejahteraan Sosial Indonesia juga digunakan sebagai nama disiplin akademik, sisi terapan sosiologi.
  5. Kesejahteraan sosial adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa nyaman, damai, bahagia, dan mampu memenuhi kebutuhan mereka.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Ekspor dan Impor Serta Tujuannya Terlengkap


Pengertian Kesejahteraan Sosial Menurut Para Ahli

  • Gertrude Wilson

“Kesejahteraan sosial adalah kekhawatiran yang diselenggarakan dari semua orang untuk semua orang”.


  • Walter Friedlander

“Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari institusi dan pelayanan sosial yang dirancang untuk membantu individu atau kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang lebih baik”.


  • Elizabeth Wickenden

“Kesejahteraan sosial, termasuk undang-undang, program, manfaat dan jasa yang menjamin atau memperkuat layanan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasar rakyat dan menjaga ketertiban dalam masyarakat”.


  • Pre-conference working committee for the XVth International Conference of Social Welfare

“Kesejahteraan sosial adalah usaha sosial secara keseluruhan yang terorganisir dan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kehidupan orang berdasarkan konteks sosial. Ini termasuk kebijakan dan layanan yang berkaitan dengan berbagai kehidupan di masyarakat seperti pendapatan, jaminan sosial, kesehatan , perumahan, pendidikan, rekreasi, tradisi budaya, dll “.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kebijakan Dalam Perdagangan Internasional


Kesejahteraan sosial

Pendekatan Kesejahteraan Sosial

Menurut Midgley, terdapat empat pendekatan dalam mengupayakan kesejahteraan sosial :

Filantropi sosial

Filantropi berkaitan erat dengan upaya kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh pendeta dan relawan, upaya amal (charity) di mana orang-orang ini menyumbangkan waktu, uang, dan energi untuk membantu orang lain. Pelaku dikenal sebagai filantropi filantropis.


Filantropi sosial yang bertujuan untuk mempromosikan kesejahteraan sosial dengan mendorong penyediaan barang pribadi dan jasa kepada orang yang membutuhkan. Ada beberapa karakteristik dari pendekatan filantropi sosial, di antaranya:


  1. Amal, di mana pendekatan ini tidak memiliki kesinambungan. Artinya, tidak ada interaksi dengan penerima manfaat ketika bantuan selesai diberikan.
  2. Penerima pasif, menggunakan pandangan bahwa orang tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka, sehingga pelaksanaannya tidak melibatkan partisipasi penerima.
  3. Acak, tidak memiliki metode atau fase tertentu dalam pelaksanaannya.
  4. Kemauan, ketergantungan bisnis pada niat baik dari donor dan kemauan pemerintah untuk menggunakan uang pembayar pajak untuk mendukung badan amal.

Pekerja Sosial

Berbeda dengan pendekatan untuk filantropi, pekerjaan sosial adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempromosikan kesejahteraan sosial dengan menggunakan profesional yang memenuhi syarat untuk menangani masalah-masalah sosial. Namun, perkembangan pekerjaan sosial tidak dapat dipisahkan dari perkembangan filantropi. Sejak abad ke-19, telah mengalami pengembangan profesional dan pekerjaan sosial akademik cukup pesat dan telah menyebar di seluruh dunia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perdagangan Internasional


Administrasi Sosial

Pendekatan administrasi sosial berusaha untuk mempromosikan kesejahteraan sosial dengan menciptakan program-program sosial pemerintah yang meningkatkan kesejahteraan warganya melalui penyediaan layanan sosial. Pendekatan ini diadakan langsung oleh pemerintah. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah hukum kemiskinan dikeluarkan oleh Ratu Elizabeth I.


Pembangunan Sosial

Pembangunan sosial adalah proses terencana perubahan sosial yang dirancang untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan, di mana pembangunan dilakukan untuk melengkapi proses dinamis pembangunan ekonomi.


Tujuan dan fungsi kesejahteraan sosial

Tujuan Kesejahteraan Sosial

Tujuan utama dari sistem kesejahteraan sosial menurut Leonard Schneiderman secara terperinci dirumuskan bahwa tujuannya antara lain system maintenance, system control, dan system change.


  • System maintenance

tujuan dari sistem ini adalah mencakup pemeliharaan dan menjaga kesinambungan keberadaan serta tatanan nilai-nilai sosial.


  • System control

Tujuan dari sistem ini adalah mengadakan kontrol secara efektif terhadap perilaku yang tidak sesuai atau menyimpang dari nilai-nilai sosial yang ada.


  • System change

Scheneiderman mengungkapkan bahwa tujuan dari sistem ini adalah mengadakan perubahan ke arah berkembangnya suatu sistem yang lebih efektif bagi anggota masyarakat.


Gabungan dari beberapa tujuan yang telah diuraikan dapat ditemukan pada program usaha kesejahteraan sosial. Misalnya program jaminan ekonomi,program pemberdayaan masyarakat,kesehatan mental dll yang semuanya secara langsung bertujuan untuk mencapai sasaran pemeliharaan, kontrol dan perubahan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Merkantilisme Beserta Tujuannya


Untuk mewujudkan tercapainya tujuan kesejahteraan sosial disusun berbagai program dan kegiatan yang disebut usaha-usaha kesejahteraan sosial. Pengertian antara kesejahteraan sosial dan usaha kesejahteraan sosial seringkali disamakan. UU RI Nomor 6 Tahun 1974 memberi batasan mengenai keduanya. Usaha kesejahteraan sosial menurut undang-undang tersebut adalah semua upaya, program, dan kegiatan yang ditujukan untuk mewujudkan, membina, memelihara, dan memulihkan dan mengembangkan kesejahteraan sosial.


Usaha kesejahteraan sosial tidak hanya dilaksanakan jika timbul hambatan atau masalah tetapi juga dilakukan sebagai pengembangan sumber-sumber daya untuk menumbuhkan, membina dan meningkatkan terwujudnya kesejahteraan sosial serta menunjang usaha-usaha lain yang mempunyai tujuan sama.


Fungsi-Fungsi Kesejahteraan Sosial

Sistem kesejahteraan sosial merupakan subsistem dari masyarakat yang lebih besar yang memberikan sanksi-sanksi dan dukungan-dukungan terhadapnya. Sebagai subsistem, kesejahteraan sosial mempunyai fungsi khusus yakni mengatasi masalah yang ada kaitannya dengan penyesuaian-penyesuaian sosial dan relasi-relasi sosial.


Dalam perkembangan proses sosial terbentuk siklus : organisasi-disorganisasi-reorganisasi. Siklus tersebut berkaitan dengan fungsi kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial berfungsi sebagai reorganisasi dari adanya disorganisasi.


Artinya kesejahteraan sosial berfungsi mengembalikan funsionalitas peranan-peranan sosial dari suatu sistem yang telah mengalami gangguan atau kerusakan akibat adanya perubahan. Fungsi kesejahteraan sosial secara umum  adalah sebagai penunjang pembangunan di bidang-bidang lainnya seperti pembangunan sektor ekonomi. Tiap negara mempunyai tingkat ekonomi yang berbeda, maka terdapat perbedaan pula pada penekanan fungsi kesejahteraan sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Manfaat, Dan Fungsi Globe Beserta Kelebihan & Kekurangannya Lengkap.


Dapat disimpulkan fungsi kesejahteraan sosial adalah sebagai berikut :

  1. Fungsi penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif)
  2. Fungsi pencegahan (preventif)
  3. Fungsi pengembangan (promotif,developmental)
  4. Fungsi penunjang (suportif)

Kriteria-Kriteria Usaha Kesejahteraan Sosial

Dalam menyelsaikan masalah-masalah sosial yang makin beragam diperlukan adanya kriteria-kriteri tertentu tentang cara penanggulangan yang lebih tepat dan efisien. Wilensky dan Lebeaux mengemukakan lima kriteria untuk menentukan usaha kesejahteraan sosial :


  • Formal organization

Usaha-usaha kesejahteraan sosial merupakan suatu organisasi yang formal.

  • Social sponsorship and accountability

Usaha kesejahteraan sosial diselenggarakan oleh masyarakat atas dukungan dari masyarakat.


  • Absence of profit motive as dominant program purpose

Tidak ada motif mencari keuntungan sebagai tujuan yang menonjol dalam suatu program.

  • Fucntional generalization : an integrative view of human needs

Memiliki fungsi yang bersifat umum yaitu ada kebulatan pandangan tentang kebutuhan-kebutuhan manusia yang memerlukan bantuan dan perlu dipenuhi.


  • Direct concern with human consumption needs

Secara langsung berhubungan dengan konsumsi kebutuhan-kebutuhan manusia.

Berdasarkan kriteria-kriteria diatas dapat dikatakan bahwa kesejahteraan sosial mencakup berbagai komponen seperti program-program, pelayanan-pelayanan, peraturan atau perundang-undangan, tanggung jawab masyarakat dan para petugas pelaksana.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Unsur, Dan Jenis Atlas Beserta Syaratnya Lengkap.


Lembaga-Lembaga Kesejahteraan Sosial

Terbentuknya lembaga-lembaga kesejahteraan sosial merupakan realisasi dari kriteria-kriteria pertama tentang organisasi formal. Dilihat dari segi praktek pekerjaan sosial, lembaga kesejahteraan sosial dapat dilihat dari tempat kedudukan (setting) , program dan pelayanannya di mana pekerja sosial menjalankan tugas operasionalnya.


Gordon Hamilton membagi dalam dua golongan, yaitu primary setting dan secondary setting. Primary setting misalnya pada lembaga kesejahteraan sosial keluarga dan anak di mana metode-metode dan praktek pekerjaan sosial diterapkan dalam keseluruhan kegiatan. Sedangkan dalam secondary setting pekerjaan sosial merupakan salah satu bagian dari keseluruhan metode dan pelayanan.


Arthur Dunham mengedepankan klasifikasi lembaga kesejahteraan sosial menurut naungannya, lapangan kerja dan wilayah geografinya. Menurut naungannya adalah berupa lembaga pemerintahan dan swasta. Sedangkan menurut lapangan kerja sesuai fungsinya dapat dikelompokkan menjadi 9 jenis, yaitu kesejahteraan keluarga, kesejahteraan anak, kesehatan, cacat tubuh, kesehatan mental, pelanggar-pelanggar dewasa, rekreasi dan pendidikan informal, perencanaan, koordinasi, dan program pembangunan, dan lain-lain yang meliputi departemen kesejahteraan negara bagian dan berbagai badan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.


Untuk klasifikasi berdasarkan wilayah geografinya terdiri dari lokal, regional-nasional, regional-internasional dan internasional. Dari berbagai jenis lembaga kesejahteraan sosial dapat pula dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu lembaga terapi dan lembaga sosialisasi.


Lembaga-lembaga kesejahteraan sosial dalam pelayanannya tidak membedakan golongan, ras maupun atas dasar ideologi dan kepercayaannya. Kegiatannya antara lain mencakup bantuan dan pelayanan serta mengembangkan usaha-usaha sosial serta usaha-usaha kesejahteraan sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Geografi Terlengkap