Pengertian Homonim, Homofon, Homograf, Polisemi Dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

Pengertian Homonim, Homofon, Homograf, Polisemi Dan Contohnya Lengkap

Saat berkomunikasi tentu saja setiap orang banyak menggunakan pembendaharaan kata. Pembendaharaan kata yang banyak sudah sangat membutuhkan bahwa seseorang tersebut sering berkata-kata. Namun, keadaan tersebut memiliki pengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini.

Homonim Homofon Homograf
Homonim Homofon Homograf

Mengkaji hal tersebut, perlu adanya pengetahuan yang lebih dalam mengenai penggunaan kata-kata, yang digunakan lebih dari satu makna dan juga mengenal serta memahami penggunaan kata yang sama tetapi ketika seseorang tersebut mengucapkannya menimbulkan arti yang berbeda.

Permasalahan tersebut lebih dikenal dengan hal yang berhubungan dengan homonim, homofon, homograf dan polisemi. Disamping hal tersebut, selain mengetahui lebih dalam tentang makna ataupun konsep dari homonim, homofon, homograf. Kita juga harus mengetahui dalam membedakan antara homonim, homofon, homograf dan polisemi.

Pengertian Homonim

Homonim merupakan jenis – jenis kata yang mempunyai pelafalan dan tulisan yang sama tetapi mempunyai makna yang berbeda. Kata yang berhomonim mempunyai makna bergantung dengan konteks kalimat yang mengikutinya. Oleh sebab itu, kita masih belum bisa memutuskan apakah itu makna dari sebuah kata yang berhomonim tanpa melihatnya ke dalam sebuah bentuk kalimat utuh.

Pasti kita sering mendengar kata Tahu tentunya, di otak kita ada dua makna yang melintas di dalamnya yang sehingga kita belum bisa memutuskan apakah makna mana yang tepat dari kata tersebut. Tapi, jika kata “tahu” sudah dimasukkan ke dalam sebuah kalimat utuh seperti yang ada di bawah ini, maka kita bisa mengidentifikasi makna kata tahu tersebut.

  • Andi memberi “tahu kepada Ani untuk dimasak.
  • Andi memberi tahu Ani bahwa besok ia akan berangkat ke luar negeri.

Kata tahu pada konteks kalimat pertama mempunyai makna sebuah makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Sedangkan pada kalimat kedua, konteks tahu berarti memberikan informasi.

Contoh Kalimat Berhomonim

  1. Satu tetes bisa ular King Kobra dipercayai bisa mematikan satu ekor Gajah Afrika.
  2. Rapat pemilihan ketua OSIS itu dilangsungkan di dalam ruangan yang tertutup rapat.
  3. Pertandingan baru memasuki babak ke dua tetapi Roni sudah babak belur dihajar lawannya.
  4. Pukul kucing itu dengan sapu!” perintah Budi padaku pada pukul satu malam.

Pengertian Homofon

Homofon merupakan kata – kata yang mempunyai bunyi yang sama tetapi dalam  bentuk tulisan dan maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata – kata yang berhomofon mempunyai pelafalan yang sama walaupun mempunyai tulisan dan arti yang berbeda.

Sedikit berbeda dengan homonim, kata – kata yang berhomofon bisa kita identifikasi maknanya dengan melihat bentuk tulisannya. Tapi, jika dalam berbentuk lisan kita harus mendengarnya dalam sebuah kalimat utuh.

Jika kita mendengar kata bank, ada dua makna yang memungkinkan, yakni apakah itu suatu tempat atau panggilan untuk orang yang lebih tua. Oleh sebab itu, kita harus mendengarnya dalam sebuah bentuk kalimat yang utuh.

Perhatikan kalimat berikut ini !!

Saya bertemu Bang Ari di pasar kemarin.
Saya pergi ke Bank BCA kemarin.

Bila kita mendengar kata bang pada kalimat pertama, maka maknanya ialah panggilan untuk laki – laki yang lebih tua.Bila kita mendengar kalimat yang kedua, maka maknanya ialah tempat penyimpanan uang.

Contoh Kalimat Berhomofon

  • Penyayi POP Indonesia menyanyikan  lagu rock dan penyanyi itu memakai rok” ketika beraksi di atas panggung.
  • Sultan Abdulrahman Syah” sudah sah menjadi suami Siti aisyah kemarin.
  • “Syarat” yang diajukan oleh Andi “sarat” akan dengan kecurangan.

Pengertian Homograf

Ragam bahasa yang terakhir ialah homograf. Homograf ialah kata – kata yang mempunyai tulisan yang sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Homograf adalah kebalikan dari homofon. Oleh sebab itu, kita tidak bisa mengidentifikasi makna kata – kata yang berhomograf bila kita tidak mendengar atau membacanya dalam sebuah kalimat yang utuh.

Jika kita melihat kata keset, maka ada dua hal yang terlintas di pikiran otak kita, apakah itu kata sifat ataukah kata benda.

Perhatikan kalimat berikut!

Kakak membeli keset baru di pasar kemarin.
Tanganku menjadi keset sesudah mencuci piring.

Kata keset pada sebuah kalimat pertama yang berarti alat untuk membersihkan kaki atau sepatu dari kotoran. Sedangkan pada kata keset pada sebuah kalimat yang ke dua yaitu keadaan tangan yang tidak halus.

Contoh Kalimat Berhomograf

  • Anak yang sakitmental itu tersambar sepeda motor danmental sejauh 3 meter.
  • komandan memerintahkan kepada prajurit nya untuk serang persembunyian bandar narkoba di kota Serang.
  • Sebelum apel pagi diharuskan makan buah “apel dahulu

Pengertian Polisemi

          Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata.

Contoh Polisemi :

1)      Akar

–   Sebelum mengambil keputusan, kita harus menemukan akar permasalahannya (penyebab) terlebih dahulu.

–   Akar- akar beringin (bagian yang menopang tumbuhan) itu hampir saja membuatku jatuh.

2)    Tangan kanan

–   sudah belasan tahun Pak Andi menjadi tangan kanan (orang kepercayaan) atasannya.

–   Tangan kanannya (bagian tubuh) terkilir selepas bermain bulu tangkis di lapangan tadi.


Itulah ulasan tentang Pengertian Homonim, Homofon, Polisemi Dan Homograf Beserta Contohnya Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga artikel terkait lainnya disini :