Ciri, Sifat dan Hakikat Sosiologi

Diposting pada

Hakikat Sosiologi, Ciri, Sifat, Metode dan Menurut Para Ahli Adalah ilmu sosial, yang bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan.

hakikat-sosiologi


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sosiologi Terlengkap


Pengertian Sosiologi

Sosiologi berawal dari filsafat yang dianggap sebagai induk ilmu (Master scientiarum). Filsafat adalah ilmu mengenai pengetahuan, kritik, dan sistematika pengetahuan, penyimpulan ilmu pengetahuan empiris, pengajaran rasional, akal pengalaman, dan seterusnya. Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti “kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”. Dapat dikatakan bahwa sosiologi berarti “berbicara mengenai masyarakat”. Menurut Auguste Comte (1798-1857) sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir perkembangan ilmu pengetahuan.

Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius (bahasa Latin: teman) dan logos (bahasa Yunani: kata, perkataan, pembicaraan). Jadi dapat diartikan sebagai , sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan.

Istilah dari ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839 , Auguste Comte adalah seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 11 Pengertian Sosiologi Politik Menurut Para Ahli Serta Peran Dan Contohnya


Hakikat Sosiologi

Ketika pertama kali membuka buku sosiologi ini, anda mungkin bertanya apakah sosiologi itu? Apa saja yang di pelajari dalam sosiologi? Apa saja yang dilakukan oleh seorang sosiolog? Jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu bisa kita dapatkan secara sederhana dengan memperhatikan dan membaca berbagai berita di surat  kabar atau majalah. Bila kita perhatikan, surat-surat kabar atau majalah selalu menghadirkan cerita tentang apa yang di lakukan manusia baik secara individu, kelompok, organisasi atau masyarakat secara keseluruhan. Sebagai contoh, dalam sebuah surat kabar kita membaca berita tentang pembunuhan. Terhadap peristiwa tersebut, kita mungkin bertanya apa latar belakang sang pembunuh melakukan tindakan keji tersebut.


Kita coba menjawabnya dengan menelusuri pengalaman sosial orang tersebut, misalnya mungkin dari latar belakang keluarga, pengalaman pendidikan, pengalaman dalam kelompok, dan sebagainya. Dengan penelusuran tersebut kita mungkin menemukan hal-hal rasional yang mungkin mengakibatkan orang tersebut dapat melakukan tindakan pembunuhan. Dengan cara berfikir analitis seperti itu, kita sebenarnya telah menjadi seorang sosiolog.

Namun sosiologi tidak hanya berbicara tentang kriminalitas (perilaku menyimpang). Fenomena social lain seperti kemiskinan, ketidakadilan, konflik , dan kekuasaan juga menjadi objek kajian sosiologi. Singkatnya, sosiologi berusaha mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang tindakan-tindakan manusia baik tindakan individual, tindakan kelompok, tindakan yang lazim (Commonplace) maupun tindakan yang tidak lazim (unusual).


Dengan mengambil contoh dan paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sosiologi adalah sebuah studi sistematis tentang:

  1. Prilaku sosial dari individu-individu;
  2. Cara kerja kelompok-kelompok social, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat;
  3. Pengaruh dari kelompok , organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap prilaku individu dan kelompok.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan ialah sebagai berikut :

  • Sosiologi ialah ilmu sosial,yang bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi ialah termasuk disiplin ilmu kategori,yang bukan merupakan disiplin ilmu normatif sebab sosiologi ini membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya akan terjadi.
  • Sosiologi ialah termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) serta dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
  • Sosiologi ialah  ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi ialah bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi ialah ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  • Sosiologi ialah ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 32 Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Terlengkap Dalam Sosiologi


Menurut Para Ahli

pandangan para ahli tentang pengertian dan subjek sosiologi? Ada banyak tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologi. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Soerjono Soekanto mengutip ciri-ciri sosiologi dari Harry M. Johnson, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
    • Empiris, ialah berdasarkan pada observasi (pengamatan) dan juga akal sehat yang hasilnya tidak akan bersifat spekulasi (menduga-duga).
    • Teoritis, ialah dengan selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang telah konkret di lapangan, dan juga abstraksi tersebut merupakan sebagai kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi suatu teori.
    • Komulatif, ialah disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, yang setelahnya diperbaiki, diperluas sehingga dapat memperkuat teori-teori yang lama.
    • Nonetis, ialah pembahasan tentang suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik ataupun buruk masalah tersebut, namun lebih bertujuan untuk dapat menjelaskan masalah tersebut secara  lebih mendalam

  2. Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
  3. Gustav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
  4. Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.
  5. Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta yang berisikan cara bertindak berfikir, dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
  6. Max Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan social.
  7. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social (misalnya, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,hokum dengan ekonomi), hubungan dan pengaryh timbal balik antara gejala social dan non-sosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), dan cirri-ciri umum dari semua jenis gajala-gejala social.

  8. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya adalah organisasi social.
  9. Joseph Roucek dan Warren mendefinisikan sosisologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia di dalam kelompok.
  10. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social, termasuk perubahn-perubahan social.
  11. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat.
  12. Mayor Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.

  13. Hasan Shadily menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
  14. Auguste Comte, seorang filsuf prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negative. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.
  15. Auguste Comte, seorang filsuf prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negative. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.

Dari pandangan para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang objek studinya adalah masyarakat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Sosiologi : Pengertian Umum dan Tinjauan Para Ahli


Sejarah Perkembangan Sosiologi

Perkembangan Sosiologi di Eropa

Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang di harapkan dan norma-norma yang harus di taati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak itu, berkembanglah satu kajian baru tentang masyarakat yang di sebut sosiologi.


Menurut Berger dan Berger, sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan social yang selama ini di anggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar (threats to the taken for granted world). L. Laeyendecker mengindetifikasi ancaman tersebut meliputi:

  1. Terjadinya dua revolusi, yakni revolusi industry dan revolusi prancis,
  2. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15,
  3. Perubahan di bidang social dan politik,
  4. Perubahan yang terjadi akibat gerakan reformasi yang di cetuskan Martin Luther,
  5. Meningkatnya individualisme,
  6. Lahirnya ilmu pengetahuan modern,
  7. Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.

Auguste Comte, seorang filsuf prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negative. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.

Sosiologi baru berkembang menjadi ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Socialogical Method. Meskipun demikian, atas jasanya terhadap lahirnya sosiologi, Auguste Comte tetap di sebut sebagai Bapak Sosiologi. Meskipun Comte menciptakan istilah sosiologi, Herbert Spencer-lah yang mempopulerkan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology.


Perkembangan Sosiologi di Indonesia

Sosiologi di Indonesia sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu. Walaupun tidak mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukan unsure-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. Sosiologi di Indonesia pada awalnya, yakni sebelum perang dunia II hanya di anggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Dengan kata lain, sosiologi belum di anggap cukup penting untuk di pelajari dan di gunakan sebagai ilmu prngetahuan, yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.


Setelah proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, sosiologi di indinesia mengalamiperkembangan yang cukup signifikan. Adalah Soenario Kolopaking yang pertama kali memberikan kuliah sosiologidalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di akademi ilmu politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM).

Akibatnya, sosiologi mendapat tempat dalam insane akademis di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia menuntut ilmu di luar negri sejak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gestur Dalam Ilmu Sosiologi


Kedudukan Sosiologi

Kedudukan Sosiologi di antara ilmu-ilmu lain diantaranya sebagai berikut :

  • SOSIOLOGI DAN ILMU POLITIK
    Ilmu politik pada dasarnya mempelajari daya upaya untuk memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan, sementara sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi-segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola yang juga umum.
  • SOSIOLOGI DAN EKONOMI
    Ekonomi mempelajari usaha –usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiilnya, sementara sosiologi mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan.
  • SOSIOLOGI DAN ILMU SEJARAH
    Sosiologi dan sejarah merupakan ilmu social yang mempelajari kejadian dan hubungan yang di alami manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sejarah melihat berbagai kejadian atau peristiwa yang di alami manusia pada masa silam dan mencari hubungan antar pristiwa tersebut.Sedangkan ilmu sosiologi hanya memperhatikan peristiwa yang merupakan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antar manusia dalam situasi berbeda.
  • SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
    Antropologi, khususnya antropologi social, agak sulit di bedakandengan sosiologi. Namun, sekarang ini antropologi juga menaruh perhatian pada masyarakat modern, seperti munculnya kajian antropologi perkotaan. Demikian pula dengan sosiologi, yang mulai melihat masyarakat pedesaan. Menurut Koentjaraningrat, yang membedakan sosiologi dan antropologi adalah metode ilmiahnya.
  • SOSIOLOGI DAN ILMU-ILMU PASTI
    Sosiologi juga memiliki hubungan dengan ilmu-ilmu pasti, terutama dengan matematika. Dalam suatu penelitian, sosiologi menggunakan angka-angka matematis, seperti data-data statistik, sebagai salah satu alat analisisnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Subkultur dalam Sosiologi


Sifat dan Hakikat Sosiologi

Menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Roucek and Warrant mengemukakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok. Pitirim Sorokin mengatakan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari: 1) hubungan dan pengaruh timbal balik gejala-gejala sosial; 2) hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial; 3) ciri-ciri umum semua gejala-gejala sosial.


Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam (Soekanto, 1982:20-23) mengungkapkan mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut:

  1. Sosiologi termasuk ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan tersebut adalah pembedaan mengenai metode, akan tetapi menyangkut pembedaan isinya yang gunanya untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan gejala-gejala alam dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
  2. Sosioloagi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang harus terjadi.(Tambahan)
  3. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategoris yang membatasi diri pada kejadian saat ini. Artinya sosiologi membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan seharusnya terjadi. Sebagai suatu ilmu pengetahuan, sosiologi membatasi diri terhadap persoalan penilaian, artinya sosiologi tidak menetapkan kearah mana seharusnya berkembang dalam arti memberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan masyarakat.
  4.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang digunakannya.(Tambahan)

  5. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (applied science). Pure science adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mengembangkan dan membentuk ilmu pengetahuan secara abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya, tanpa menggunakannya dalam masyarakat. Applied science adalah ilmu pengetahuan yang bertujauan untuk mengunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam masyarakat dengan maksud untuk membantu kehidupan masyarakat. Tujuan dari sosiologi adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang sedalam-dalamnya tentang masyarakat dan bukan mengguakan pengetahuan tersebut terhadap masyarakat. Sebagai perbandingan misalnya, seorang ahli fisika (ilmu alam) tidak mendirikan jembatan-jembatan, seorang ahli psikologi pekerjaannya bukanlah menyembukan orang-orang yang sakit pneumoniadan seorang ahli dalam ilmu kimia pekerjaannya bukan membuat obat-obatan. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta masyarakat yang mungkin dapat dipergunakan untuk memecahkan persoalan masyarakat.

  6. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh tetapi bukan wujudnya yang konkret.
  7. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Serta meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  8. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris. Hal ini berkaitan denngan soal metode sosiologi yang digunakan.
  9. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar manusia.

Sifat dan Hakikat Ilmu Sosiologi – Untuk dapat memahami ilmu sosiologi dengan baik, maka kita dapat mempelajari sifat dan hakikat sosiologi, sebagai berikut:

  • Sosiologi bagian rumpun ilmu sosial yang mempelajari masyarakat sebagai objek kajiannya.
  • Sosiologi adalah disiplin ilmu yang katagoris, mempelajari apa yang terjadi sekarang dan bukan apa yang seharusnya terjadi .
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure-science) yaitu merupakan pencarian ilmu pengetahuan bukan pada praktis penggunaanya. Sosiologi juga merupakan ilmu terapan (aplied science), yaitu pencarian cara-cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan pengetahuan praktis. Sebagai contoh seorang peneliti sedang melakukan peneltian tentang struktur sosial masyarakat Suku di Papua, peneliti menggunakan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan murni. Apabila peneliti melanjutkan pada penelitian bagaimana menyelesaikan konflik antar suku di masyarakat Papua maka kajian ilmu sosiolgi tersebut menjadi ilmu pengetahuan terapan.
  • Sosiologi bersifat abstrak bukan konkret, maksudnya yang menjadi perhatian sosiologi adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.
  • Sosiologi menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia dan masyarakatnya, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum- hukum umum dari interkasi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional, hal ini menyangkut metode yang digunakan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metode Penelitian Hukum – Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli


Definisi Sosiologi dari beberapa ahli:

  • Pitirim Sorokin mengatakan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari:
    1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social.
    2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala social dan gejala nonsosial.
    3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala social.
  • Roucek dan Warren mengemukakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
  • William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf berpendapat bahwa Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
  • J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers berpendapat bahwa Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
  • Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Struktur Sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah social (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidpuan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Perkembangan Sosiologi Dari Abad Ke Abad Lengkap


Hakikat sosiologi ilmu pengetahuan

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan antara lain:

  1. Sosiologi merupakan suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam. Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari berbagai macam aspek dari manusia dan masyarakat. Sedangkan ilmu alam adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri fisik dari alam.
  2. Sosiologi bersifat kategoris, artinya mempelajari apa yang terjadi bukan apa yang seharusnya terjadi.
  3. Tergolong ke dalam ilmu murni.
  4. Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak bukan kongkret. Artinya, bahwa yang diperhatikannya adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat, tetapi bukan wujudnya yang kongkret.
  5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola umum manusia dan masyarakat.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya mempelajari gejala umum pada umat manusia

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perbedaan Sosiologi Dengan Antropologi


Ciri dan Metode Sosiologi

Ciri-ciri Sosiologi

Adapun cirri-ciri sosiologi srbagai ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.

  1. Sosiologi bersifat empiris. Sosiologi dalam melakukan kajian tentang masyarakat di dasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, dan hanya menggunakan akal sehat (commonsense).
  2. Sosiologi bersifat teoritis. Sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi adalah kerangka dari unsure-unsur yang di dapat di dalam observasi, di susun secara logis, serta memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.
  3. Sosiologi bersifat komulatif. Teori-teori sosiologi di bentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama.
  4. Sosiologi bersifat non-etis. Yang di lakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. Itulah sebabnya para sosiolog tidak bertugas untuk berkhotbah dan mempergunjingkan baik buruknya tingkah laku social suatu masyarakat.

Metode-metode Sosiologi

Mengenai metode ilmiah, sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah, yakni metode kualitatif dan kuantitatif.

  • Metode kualitatif mengutamakan cara kerjanya dengan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan penelitian-penelitian terhadap data yang di peroleh. Metode ini di pakai apabila data hasil penelitian tidak dapat di ukur dengan angka.
  • Metode kuantitatif mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang di ukur dengan skala, indeks, table, atau uji statistik.

Sementara itu, langkah-langkah utama dalam sebuah penelitian sosiologi adalah sebagai berikut.

  1. Menidentifikasi masalah.
  2. Merumuskan masalah dan mementukan ruang lingkup penelitian.
  3. Merumuskan hipotesa yang relavan dengan masalah yang di ajukan.
  4. Memilih metode pengumpulan data.
  5. Mengumpulkan data.
  6. Menafsirkan data.
  7. Menarik kesimpulan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Aspek Penting Dalam Pembinaan Keluarga Sejahtera Dalam Sosiologi


Manfaat Sosiologi Masyarakat

Kita telah membahas pengertian, objek, pokok bahasan, dan sejarah perkembangan sosiologi.Kita juga telah mendapatkan bukti bahwa sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan sebagaimana ilmu-ilmu lainnya.


Manfaat dan Kegunaan Sosiologi

Manfaat Metode Dalam Sosiologi Terdapat dua metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.

  • Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar dapat diukur dengan angka-angaka atau ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut ada dengan nyata dalam masyarakat. Dalam metode kualitatif termasuk metode historis dan metode komparatif. Metode historis menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk menetukan prinsip-prinsip umum. Metode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan-perbadaan dan persamaan-persamaaan serta sebab-sebabnya.
  • Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengan skala-skala, indeks, table, formula, yang semuanya menggunakan ilmu pasti.

Dan dua metode lainnya yaitu:

  1. Metode deduktif: berdasarkan hal-hal yang bersifat umum kemudian ditarik ke hal-hal yang lebih khusus.
  2. Dan metode induktif: berdasarkan hal yang khusus kemudian diambil generalisasinya.

Kegunaan sosiolosi bagi masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Untuk pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikan data social yang di perlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan.
  2. Untuk penelitian.Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan di peroleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah social yang

Peranan Sosiologi

Bentuk-bentuk peran para ahli tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut.

  • Sosiologi sebagai ahli riset
  • Sosiologi sebagai konsultan kebijakan
  • Sosiologi sebagai teknisi
  • Sosiologi sebagai guru atau pendidik