Fakta Sosial – Pengertian, Jenis, Individu, Karakteristik, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Fakta Sosial – Pengertian, Jenis, Individu, Karakteristik, Contoh, Para Ahli : Fakta sosial merupakan bagian sosiologi penilaian positif berasal dari eksternalitas yang mencakup struktur sosial, norma-norma budaya, dan nilai-nilai sosial.


Pengertian Fakta Sosial

Fakta sosial merupakan bagian sosiologi penilaian positif berasal dari eksternalitas yang mencakup struktur sosial, norma-norma budaya, dan nilai-nilai sosial, fakta sosial jika dalam konteks konsepsi Émile Durkheim itu mungkin termasuk kesadaran kolektif dan representasi kolektif yang berkaitan dengan cara-cara bertindak yang berasal dari elaborasi kolektif digambarkan sebagai aturan otoritatif hukum.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Iklan


Masalahnya kemudian menjadi menarik untuk sosiolog untuk menempati kesenjangan antara ideal dengan bahan yang baik diwakili oleh tindakan organisasi sosial dan pengikut mengatakan dalam hal norma-norma yang disepakati oleh realitas sosial di sebenarnya praktik-pratik.


Pengertian Fakta Sosial Menurut Para ahli

  • Menurut Durkheim (Dalam buku Rules of Sociological Method) : “Fakta sosial adalah cara bertindak, apakah tetap atau tidak, yang bisa menjadi pengaruh atau hambatan eksternal bagi seorang individu. “Dan itu bisa berarti bahwa fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan perasaan yang berada di luar individu dan koersif dan dibentuk sebagai pola dalam masyarakat.
  • (Ritzer 2000: 73), Mengatakan struktur sosial, norma-norma budaya, dan nilai-nilai sosial termasuk dan ditegakkan (paksaan) untuk aktor sosial.

Kata ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 oleh sosiolog Perancis Émile Durkheim dan dipengaruhi analisis Durkheim (dan pengikutnya) ketika dalam meneliti masyarakat. Sementara Auguste Comte bermimpi membuat sosiologi suatu ilmu yang luas, yang berisi semua ilmu istilah yang digunakannya- Durkheim tidak ambisius seperti itu. Durkheim bertujuan agar sosiologi memiliki dasar positivisme yang kuat, sebagai ilmu di antara ilmu-ilmu lainnya.


Pengertian Fakta Sosial

Dia berpendapat bahwa setiap ilmu tertentu harus memiliki subyek diskusi yang unik dan berbeda dari ilmu-ilmu lainnya, tetapi harus dipelajari secara empiris. Keragaman fenomena yang dipelajari, menurut Durkheim, harus dijelaskan oleh alasan-alasan yang juga termasuk dalam disiplin. Sebagai konsekuensinya, Durkheim menyatakan bahwa sosiologi harus menjadi ‘ilmu dari fakta sosial’.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Wacana Adalah


Para ahli merujuk pada studi sosiologi modern Durkheim untuk dua tujuan yang sangat berbeda:

  • Sebagai demonstrasi grafis tentang bagaimana hati menjadi ilmuwan sosial untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan untuk analisis yang akurat. Tingkat bunuh diri yang dilaporkan dalam studi Durkheim, sekarang menjadi jelas, sebagian besar artefak dari bagaimana mengklasifikasikan kematian sebagai ‘bunuh diri’ atau ‘bukan bunuh diri’ dalam masyarakat yang berbeda. Apa yang dia temukan adalah tidak “tingkat bunuh diri” yang sama sekali berbeda-bahwa penemuan adalah cara yang berbeda untuk berpikir tentang bunuh diri.

  • Sebagai titik awal untuk masuk ke ilmu tentang makna sosial, dan cara di mana individu bertindak identik nyata sering tidak dapat diklasifikasikan secara empiris. “Aksi” (tindakan dan bahkan bersifat pribadi individu seperti bunuh diri) sosial, dalam pandangan modern ini, selalu dilihat (dan diklasifikasikan) oleh para aktor sosial. Untuk itu, menemukan ‘fakta sosial’, biasanya tidak mungkin atau tidak diinginkan, tetapi untuk menemukan cara bagaimana orang melihat dan mengklasifikasikan tindakan tertentu menawarkan wawasan yang sangat luas.

Jenis-jenis Fakta Sosial

  • MoralitasPerspektif

Durkheim tentang moralitas terdiri dari dua aspek. Pertama, Durkheim yakin bahwa moralitas adalah fakta sosial, dengan kata lain, moralitas bisa dipelajari secara empiris, karena ia berada di luar individu, ia memaksa individu, dan bisa dijelaskan dengan fakta-fakta sosial lain. Artinya, moralitas bukanlah sesuatu yang bisa dipikirkan secara filosofis, namun sesuatu yang mesti dipelajari sebagai fenomena empiris.Kedua, Durkheim dianggap sebagai sosiolog moralitas karena studinya didorong oleh kepeduliannya kepada “kesehatan” moral masyarakat modern.


  • Kesadaran Kolektif

Durkheim mendefinisikan kesadaran kolektif sebagai berikut; “seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri, kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum.Dengan demikian, dia tidak sama dengan kesadaran partikular, kendati hanya bisa disadari lewat kesadaran-kesadaran partikular”.


Ada beberapa hal yang patut dicatat dari definisi ini.Pertama, kesadaran kolektif terdapat dalam kehidupan sebuah masyarakat ketika dia menyebut “keseluruhan” kepercayaan dan sentimen bersama. Kedua, Durkheim memahami kesadaran kolektif sebagai sesuatu terlepas dari dan mampu menciptakan fakta sosial yang lain. Kesadaran kolektif bukan hanya sekedar cerminan dari basis material sebagaimana yang dikemukakan Marx.Ketiga, kesadaran kolektif baru bisa “terwujud” melalui kesadaran-kesadaran individual.


Kesadaran kolektif merujuk pada struktur umum pengertian, norma, dan kepercayaan bersama. Oleh karena itu dia adlah konsep yang sangat terbuka dan tidak tetap. Durkheim menggunakan konsep ini untuk menyatakan bahwa masyarakat “primitif” memiliki kesadaran kolektif yang kuat, yaitu pengertian, norma, dan kepercayaan bersama , lebih dari masyarakat modern.

  • Representasi Kolektif

Contoh representasi kolektif adalah simbol agama, mitos, dan legenda populer. Semuanya mempresentasikan kepercayaan, norma, dan nilai kolektif, dan mendorong kita untuk menyesuaikan diri dengan klaim kolektif. Representasi kolektif juga tidak bisa direduksi kepada individu-individu, karena ia muncul dari interaksi sosial, dan hanya bisa dipelajari secara langsung karena cenderung berhubungan dengan simbol material seperti isyarat, ikon, dan gambar atau berhubungan dengan praktik seperti ritual.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya


  • Arus Sosial

Menurut Durkheim, arus sosial merupakan fakta sosial yang tidak menghadirkan diri dalam bentuk yang jelas. Durkheim mencontohkan dengan “dengan luapan semangat, amarah, dan rasa kasihan” yang terbentuk dalam kumpulan publik.


  • Pikiran Kelompok

Durkheim menyatakan bahwa pikiran kolektif sebenarnya adalah kumpulan pikiran individu. Akan tetapi pikiran individual tidak secara mekanis saling bersinggungan dan tertutup satu sama lain. Pikiran-pikiran individual terus-menerus berinteraksi melalui pertukaran simbol: mereka megelompokkan diri berdasarkan hubungan alami mereka, mereka menyusun dan mengatur diri mereka sendiri. Dalam hal ini terbentuklah suatu hal baru yang murni bersifat psikologis, hal yang tak ada bandingannya di dunia biasa.


Fakta Sosial lawan Fakta Individu

Durkheim bertahan pada pendiriannya bahwa fakta sosial itu tidak dapat di reduksikan ke fakta individu, melainkan memiliki eksistensi yang independen pada tingkat sosial.Durkheim dalam melihat gejala sosial, baik dalam satu kelompok kecil atau dalam masyarakat keseluruhannya, akan mempertahankan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Meskipun karakteristik kelompok mungkin lebih daripada jumlah individu yang meliputi kelompok tersebut, kelompok tidak dapat ad secara terpisah dari anggota-anggota individualnya.


Karakteristik Fakta Sosial

Durkheim mengemukakan dengan tegas tiga karakteristik yang berbeda, yaitu :

  1. Gejala sosial bersifat eksternal terhadap individu.

Hampir setiap orang telah mengalami hidup dalam satu situasi sosial baru, mungkin sebagai anggota baru dari satu organisasi, dan merasakan dengan jelas bahwa ada kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma yang sedan di amati yang tidak ditangkap atau dimengertinya secara penuh. Dalam situasi serupa itu, kebiasaan dan norma ini jelas dilihat sebagai sesuatu yang eksternal.


  1. Fakta itu memaksa individu.

Jelas bagi Durkheim bahwa individu dipaksa, dibimbing, diyakinkan, didorong atau dengan cara tertentu dipengaruhi oleh berbagai ftipe fakta sosia dalam lingkungan sosialnya. Seperti yang ia katakana bahwa tipe-tipe perilaku atau berfikir ini mempunyai kekuatan memaksa yang karenanya mereka memaksa individu terlepas dari kemauannya sendiri.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kalimat Persuasif – Pengertian, Ciri, Paragraf, Syarat, Langkah, Contoh


  1. Fakta itu bersifat umum.

Fakta tersebar secara meluas dalam suatu masyarakat. Dengan kata lain fakta sosial itu merupakan milik bersama, bukan sifat individu perorangan. Fakta sosial ini benar-benar bersifat kolektif, dan pengaruhnya terhadap individu merupakan hasil dari sifat kolektifnya ini.


Contoh Fakta Sosial

  1. Siswa diwajibkan untuk berseragam, datang tepat waktu, hormat pada guru dan lainnya. Kewajiban itu ada di dalam tata tertib/aturan & memiliki sanksi tertentu jika dilanggar.
    Dari contoh itu bisa dilihat adanya cara berpikir, bertindak, berperasaan yg ada di luar individu (sekolah) & brsifat memaksa mengendalikan individu (siswa).


     

  2. Termasuk praktek-praktek agama atau sekuler yang terkandung dalam norma-norma dan lembaga adalah contoh fakta sosial dalam bentuk berasal baku dari kelompok praktik diambil secara kolektif dan dengan demikian tidak ada diri -imposed dan internalisasi oleh individu karena kolektif digambarkan sehingga membatasi moral dan perilaku masing-masing individu.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Argumentasi – Pengertian, Isi, Struktur, Ciri, Pola, Langkah, Perbedaan, Contoh, Para Ahli


Doyle P Johnson.1988.Teori Sosiologi Klasik dan Modern.Jil 1. Jakarta: Gramedia
George Ritzer dan Douglas J.Goodman. 2011. Teori Sosiologi. Jil 6. Bantul: Kreasi Wacana
George Ritzer. 2007. Soisologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta; Raja Grafindo                           Persada