Argumentasi – Pengertian, Isi, Struktur, Ciri, Pola, Langkah, Perbedaan, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Argumentasi – Pengertian, Isi, Struktur, Ciri, Pola, Langkah, Perbedaan, Contoh, Para Ahli : Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Jadi, paragraf argumentatif adalah suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan.


Argumentasi

Pengertian Argumentasi

Argumentasi adalah salah satu paragraf dalam pengembangan sebuah makalah yang ditulis dengan maksud untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam menulis argumen konten dapat menjadi penjelasan, bukti, alasan, dan tujuan yang meliputi contoh, analogi, dan sebab-akibat. Tujuannya adalah untuk pembaca yakin bahwa ide, atau pendapat itu benar dan terbukti.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 105 Nama Tarian Daerah Tradisional Di Indonesia Beserta Gambar Dan Asalnya


Isi Argumentasi 

  1. Penjelasan
  2. Pembuktian
  3. Alasan
  4. Ulasan objektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab-akibat

Struktur Argumentasi

  • Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.

  • Tubuh argumen, yang ditujukan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam argumen ayat bahwa kesimpulan juga benar. Kebenaran yang disajikan dalam tubuh argumen harus dianalisis, disusun dan disajikan dengan menyelenggarakan observasi, eksperimen, penyusun fakta dan cara yang logis berpikir.

  • Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.

Pengertian Argumentasi Menurut Para Ahli

  • Menurut Aceng Hasani (2005 : 43)

Argumentasi adalah jenis esai yang mencoba untuk mempengaruhi orang lain dengan menghadirkan bukti – bukti yang membuktikan argumen menyatakan secara logis dan faktual dengan tujuan pembaca atau pendengar tertarik disarankan oleh penulis.


  • Menurut Keraf (1997 : 116)

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, sehingga mereka percaya, dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.


  • Menurut Alwasilah (2005 : 116)

Argumentasi adalah sebuah esai untuk membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari pernyataan (statement).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis, Fungsi, Unsur


Ciri – ciri Argumentasi

  1. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin
  2. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar, grafik, dan lain-lain
  3. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian
  4. Penutup berisi kesimpulan
  5. Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis
  6. Bersifat nonfiksi /ilmiah

Pola Pengembangan

  • Pola Pengembangan Sebab Akibat

Paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat. Ditandai dengan kata – kata sebab, karena, disebabkan, dikarenakan dll.


Contoh:

Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar. Pencemaran itu, antara lain, polusi udara dari kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin banyak, pembuangan limbah industri dari pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan prosedur, dan ulah masyarakat sendiri yang sering membuang sampah sembarangan .


Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat, menyebarnya berbagai virus dan bakteri atau menjangkitnya wabah penyakit, serta bencana banjir karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah.


  • Pola Pengembangan Akibat Sebab

Paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.


Contoh:

Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah. Mereka memenuhi jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya. Berbagai macam cara mereka lakukan agar dapat bertahan hidup di jalanan, dari cara yang sopan hingga yang paling brutal.


Mereka berkeliaran di jalan dan mencari hidup dengan cara meminta-minta. Fenomena seperti ini mulai tampak menggejala ketika krisis ekonomi melanda negara kita. Krisis yang berkepanjangan menjadi penyebab kesulitan hidup di segala sektor/bidang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Keterampilan Berbicara Serta Bentuk, Landasan, Sasaran Dan Contohnya


Langkah – langkah Argumentasi

  1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan.
  2. Susunlah kerangka paragraf yang akan dibuat.
  3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf.
  4. Anda dapat menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dan lain-lain).

Hal -hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Argumentasi

  1. Berpikir sehat, kritis, dan logis.
  2. Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
  3. Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
  4. Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.

Perbedaan Paragraf Argumentasi

Perbedaan Paragraf Argumentasi Dengan Eksposisi

  1. Eksposisi bertujuan menjelaskan dan menerangkan sedangkan Argumentasi untuk mempengaruhi pembaca.
  2. Eksposisi menggunakan contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan, sedangkan argumentasi memberi contoh untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar.
  3. Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.

Persamaan Paragraf Argumentasi Dengan Eksposisi

  1. Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan dan keyakinan kita.
  2. Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperjelas dengan angka, peta, grafik, dll.
  3. Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya.
  4. Argumentasi dan eksposisi sama-sama menggali idenya dari pengalaman, pengamatan dan penelitian, sikap dan keyakinan.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Rumus Gaya Berat Beserta Contoh Soalnya Lengkap


Perbedaan Paragraf Argumentasi Dengan Persuasi

  1. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca supaya menyetujui bahwa pendapat kita itu benar, sedangkan persuasi untuk mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.
  2. Argumentasi menyertakan alasan dan bukti, sedangkan persuasi menyertakan alasan, bersifat motorik dalam karangan

Perbedaan Paragraf Argumentasi Dengan Lain

  1. Paragraf Narasi

Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.


  1. Paragraf Deskripsi

Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.


Contoh Argumentasi

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting untuk anak-anak, terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun. Hal ini karena saat ini bahwa otak mereka sedang menjalani masa aktif yang sangat tinggi bahwa mereka akan lebih mudah untuk memahami dan mengingat apa yang mereka pelajari. Menurut beberapa ahli, usia ini disebut zaman keemasan. Pada usia ini waktu yang tepat untuk memperkenalkan ilmu kepada mereka. Bahkan, menurut seorang ahli anak, mereka akan lebih cepat dalam menguasai bahasa asing.


Hal ini juga dikonfirmasi oleh hasil dilakuakan untuk seratus anak di bawah usia 5 tahun. 40 dari 100 anak yang mengikuti pendidikan anak usia dini sebelum memasuki taman kanak-kanak memiliki nilai yang baik dan sangat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, Mengirim Anak pada anak usia dini sebelum memasuki TK sangat penting untuk dilakukan.


Menurut Iskandar, saatnya untuk mengubah paradigma sehingga orang tidak berbicara lulusan SMA banyak junior. Jika lebih berbakat di jalur yang harus memilih profesi kejuruan. Ia memperingatkan beberapa risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan pergi ke sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak memiliki potensi bakat-minat ke jalur akademik untuk kuliah, tapi memaksa dirinya masuk SMA, dia tidak akan lulus tes karena sulit mengikuti pelajaran di sekolah tinggi. Tanpa melewati UAN mustahil untuk pergi ke perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran sebagai pelajaran di sekolah tinggi tidak mempersiapkan Anda untuk pekerjaan itu.


Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal.


Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Dan Rumus Gerak Lurus Beraturan Beserta Contohnya Secara Lengkap