Karaktersitik Benua Eropa

Diposting pada

Karakteristik Benua Eropa, Budaya, Sosial, Iklim, Geografis dan Sejarah Adalah : benua yang daratannya terendah di dunia. Ketinggian rata-rata hanya mencapai 300 m. Eropa sebenarnya bukan merupakan suatu benua tersendiri, melainkan merupakan semenanjung di Asia.

karakteristik-benua-eropa


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Karakteristik Benua Afrika : Luas, Letak, Iklim dan Penduduk


Benua Eropa

Eropa berasal dari kata ereb (surub). Seorang penulis menyebut Eropa sabagai Negeri  Terbenam. Hal itu kebalikan dari Asia yang disebut sebagai Negeri Terbit. Eropa merupakan  benua yang daratannya terendah di dunia. Ketinggian rata-rata hanya mencapai 300 m. Eropa sebenarnya bukan merupakan suatu benua tersendiri, melainkan merupakan  semenanjung di Asia. Bentuk dan kebudayaan Eropa mempunyai ciri-ciri yang unik, sejak dahulu Eropa dianggap sebagai benua tersendiri. Karena Asia dan Eropa menjadi satu, keduanya sering disebut Aspa, singkatan dari Asia dan Eropa. Orang-orang Eropa dahulu menyebut Eurasia (Eropa dan Asia).


Sejarah Benua Eropa

Eropa memiliki sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Palaeolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.

Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat seringkali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme dan keuniversalan hukum.


Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi. Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik terisolasi di Irlandia dan di beberapa tempat lain menjaga dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya.


Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah. Pada abad ke-15 Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Perancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas diAfrika, Amerika, dan Asia.


Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Perancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Perancis. Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkanbertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru. Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan dan membentuk Kekaisaran Perancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, namun sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.


Revolusi Industri dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, yang menyebabkan pergeseran dari pertanian, kemakmuran rakyat yang semakin bertambah dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa menemukan bentuknya seperti yang sekarang ini pasca Perang Dunia II. Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi kepada dua blok politik dan ekonomi utama: negara-negara komunis di Eropa Timur dan negara-negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1990, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 15 Karakteristik Benua Asia – Ciri, Iklim & Gambar LENGKAP


Karaktersitik Benua Eropa

Benua Eropa sendiri merupakan gabungan dari beberapa semenanjung. 2 (Dua) semenanjung besar, yakni daratan utama Eropa dan Skandinavia, dihubungkan oleh Laut Baltik. 3 (Tiga) semenanjung lebih kecil, yaitu Iberia, Italia, dan Balkan berada di bagian selatan menghadap Laut Mediterania.

Laut ini menjadi batas wilayah Benua Eropa dan Benua Afrika. Di bagian timur daratan utama Eropa yang luas tampak seperti mulut cerobong asap.


Topografi atau relief dari daratan Benua Eropa sangat bervariasi. Di wilayah bagian selatan berderet pegunungan, yakni Pegunungan Alpen, Pyrenees, dan Carpathian. Ke arah utara dari pegunungan itu merupakan suatu wilayah berbukit-bukit yang luas sampai mencapai dataran rendah di wilayah utara dan timur.

Busur dataran tinggi terdapat di wilayah barat laut, mulai dari Pulau Inggris dan berlanjut sepanjang Pegunungan Norwegia. Rangkaian Pegunungan Alpina melintang di wilayah Benua Eropa dari barat ke timur.


Benua Eropa disebut juga benua putih karena sebagian besar penduduknya berkulit putih.  Adapun karakteristik Benua Eropa, antara lain sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan penduduk negatif, sedangkan benua yang lain pertumbuhannya positif
  2. Asal dari bahasa yang dipergunakan secara internasional, yaitu bahasa Inggris
  3. Pelopor penemuan teknologi mesin uap, pesawat terbang, telepon, dan lampu listrik
  4. Memiliki keajaiban dunia berupa menara Eiffel (Prancis) dan menara Pisa (Italia)
  5. Mempunyai satu sistem mata uang, yaitu Euro
  6. Pusat mode dunia di kota Paris (Prancis)
  7. Tempat lahirnya ideologi-ideologi, yaitu kapitalisme, kolonialisme, imperialisme, sosialisme, liberalisme, dan komunisme
  8. Kompetisi olahraga sepak bola menjadi kegiatan bisnis besar di Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Spanyl
  9. Dua negara mempunyai wilayah baik di Eropa maupun Asia (Turki dan Rusia

1. Bentang alam benua Eropa

Wilayah Eropa memiliki topografi yang bervariasi, meliputi dataran tinggi di bagian utara dan barat laut, dataran rendah di bagian tengah hingga timur, serta wilayah pegunungan di bagian selatan dan barat daya.

Dataran tinggi barat laut, Dataran ini sendiri membentang dari Britania di Perancis Barat melalui suatu Kepulauan Inggris dan Skandinavia menuju ke Samudra Arktik. Wilayahnya berupa suatu pegunungan berbatu, plato tinggi, dan lembah dalam. Serta ketinggiannya beragam.


Dataran rendah tengah (Plain), Dataran ini sendiri membentang dari lembah Garone di Perancis Barat Daya sampai Pegunungan Ural, meliputi Perancis Utara, Belgia, Belanda, Britania Tenggara, Jerman Utara, Denmark, Polandia, dan hampir di semua wilayah negara pecahan Rusia di Eropa. Bagian yang benar-benar datar yakni wilayah Belanda.


Daerah Pegunungan, Daerah ini meliputi Pegunungan Alpen yang membentang dari Spanyol hingga ke Kaukasus. Beberapa gunung aktif di wilayah ini, antara lain yakni Gunung Vesuvius dan Etna di Italia. Pegunungan Alpen terdiri dari Sierra Nevada, Pyrénia, Apennine dan pulau-pulau berbukit di Laut Tengah. Pegunungan Kaukasus antara laut Hitam dan Laut Kaspia memisahkan Eropa dengan Timur Tengah.

  • Titik tertinggi di Benua Eropayaitu Gunung Elbrus di Rusia (±5.642 m). Titik terendahnya terdapat di Laut Kaspia.
  • Beberapa sungai utama di Benua Eropayaitu Sungai Wolga, Thames, Donau, Rhein, dan Rhöne, dan Elbe. Danau-danau terkenal antara lain Danau Onega, Ladoga, Rybinsk, serta Danau Kaspia (sering disebut Laut Kaspia).

2. Iklim Benua Eropa

Secara umum iklim di Eropa dipengaruhi oleh Arus Teluk dan Arus Atlantik. Iklim yang dialami oleh seluruh wilayah Eropa bervariasi. Berikut ini merupakan karakter setiap iklim dan wilayah yang mengalaminya yaitu sebagai berikut :


  1. Iklim maritimini dialami di kawasan Atlantik (Irlandia, Inggris, Belgia, Belanda). Karakter musim dingin nyaman, musim panas sejuk, dan curah hujan cukup.
  2. Iklim arktik dan subarktikini dialami pada wilayah bagian utara (Islandia, Rusia Utara, Swedia Utara, dan pantai utara Norwegia). Musim panasnya pendek, dan musim dingin sangat pan-jang dengan suhu yang sangat rendah.
  3. Iklim kontinental / benuadialami oleh Eropa bagian timur dan tengah. Perbedaan suhu musim dingin dan musim panas sangat ekstrim. Sedikitnya curah hujan dipengaruhi oleh angin barat dari Samudra Atlantik.
  4. Iklim mediteraniadialami pada wilayah Eropa bagian selatan di sekitar Laut Tengah.
    e. Iklim pegunungandialami pada daerah-daerah pegunungan. Iklim itu dipengaruhi oleh ketinggian.

3. Sosial budaya benua Eropa

Jumlah penduduk Eropa pada pertengahan 2007 mencapai sekitar 733 juta jiwa. Wilayah dengan penduduk terpadat yaitu Eropa Timur.

Masyarakat di Eropa merupakan bangsa kulit putih yang dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok. Kelompok tersebut yakni orang Nordik (Norwegia, Swedia, Jerman), orang Alpen (Perancis dan Swiss), orang Dinara (Rumania), dan orang Mediterania (Italia, Portugal, Spanyol), serta orang Slavia (Rusia, Polandia, Bulgaria).


Masyarakat Eropa bagian barat dan utara sebagian besar merupakan pemeluk Kristen. Dan sebagian besar penduduk Eropa tengah dan selatan ialah pemeluk Katolik Roma. Sebagian besar lagi masyarakat Turki ialah pemeluk Islam. Mayoritas penduduk wilayah timur dan tenggara merupakan pemeluk Kristen Yunani.

Berbagai agama lain juga hidup di benua ini. Eropa merupakan tempat lahirnya berbagai bahasa yang kini dipakai oleh banyak masyarakat di dunia. Misalnya bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dll.


4. Perekonomian Benua Eropa

Perekonomian di kawasan Benua Eropa berkembang pesat. Potensi penduduk maupun wilayahnya sangatlah mendukung berbagai suatu kegiatan perekonomian, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, serta perindustrian.


Kegiatan pertanian juga dilakukan dengan suatu konsep serta peralatan modern untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Demikian juga halnya dengan peternakan. Kegiatan industri maju pesat sejak era revolusi industri yang juga dipelopori oleh negara di kawasan Eropa.


Negara-negara yang memiliki hasil pertanian dominan, misalnya Inggris, Belanda, dsb. Hasil-hasil peternakan terutama diberikan oleh Denmark, Spanyol, dan Belanda.

Negara industri yang terkenal misalnya yaitu Jerman, Inggris, dan Rusia. Hasil industrinya berupa otomotif, mesin-mesin berat, elektronika, dsb.

Secara keseluruhan negara-negara di kawasan Eropa tumbuh menjadi negara-negara maju, terutama negara-negara di kawasan Eropa Barat (Jerman, Prancis, Belanda, dll).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap


5. Letak, Batas dan Luas

Wilayahnya yang terbentang dari Tanjung Utara (North Cape) di Norwegia sampai Pulau Kreta di Laut Merah. Dari barat ke timur mulai dari Tanjung Sao Vicente di Portugal hingga Pegunungan Ural di Rusia.

Letak astronomis Benua Eropa antara 34o51’ LU – 71o06’ LU dan 9o27’ BB – 66o20’ BT. Eropa sendiri merupakan benua terkecil kedua setelah Australia. Wilayahnya hanya 7% dari luas daratan di muka bumi (±10.531.623 km2) dan terbagi atas Eropa Utara, Eropa Selatan, Eropa Timur dan Eropa Barat.


Berikut ini batas-batas geografis benua Eropa :

  • Sebelah utara : Samudra Arktik.
  • Sebelah timur : Pegunungan Ural (batas dengan Benua Asia), Sungai Ural, dan Laut Kaspia.
  • Sebelah selatan : Pegunungan Kaukasus, Laut Hitam, dan Laut Tengah.
  • Sebelah barat : Samudra Atlantik.

Pada peta dunia, Eropa tampak sebagai bagian dari tetangganya yang jauh lebih besar, yakni Asia. Benua Eropa lebih mirip perpanjangan Benua Asia ke arah Barat sehingga tampak seperti Semenanjung Asia yang menjulur ke Barat.

Letak astronomis Benua Eropa adalah antara 36°LU-71°LU dan 11°BB-60°BT. Batas-batas Benua Eropa adalah:

  1. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Norwegia dan Laut Barents
  2. Di sebelah timur berbatasan dengan Benua Asia dan Laut Kaspia
  3. Di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Hitam, Selat Bospores, Selat Dardanela, Laut Tengah, dan Selat Gibraltar
  4. Di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik

Luas Benua Eropa kurang lebih 9.669.550 km2. Benua Eropa terbagi menjadi lima wilayah, yaitu Eropa Utara, Eropa Timur, Eropa Barat, Eropa Selatan, dan EropaTengah.

Eropa Utara: Swedia, Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, Estonia. Eropa Timur: Rusia, Ukraina, Rumania, Belorusia, Bulgaria, Georgia, Lithuania, Latvia, Moldova. Eropa Barat: Prancis, Inggris, Irlandia, Belanda, Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss, San Marino. Eropa Tengah: Austria, Hongaria, Polandia, Rep. Ceko, Slovakia. Eropa Selatan: Spanyol, Italia, Yunani, Portugal, Kroasia, Bosnia Herzegovina, Albania, Macedonia, Slovenia, Malta.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Terbentuknya Benua Dimuka Bumi Beserta Penjelasannya Secara Lengkap


6. Keadaan dan Kegiatan Penduduk

Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Eropa pada tahun 2006 lebh kurang 732 juta jiwa dengan kepadatan 23 jiwa/km2. Sebagian besar penduduk Eropa berkulit putih.

Menurut ciri-ciri fisiknya, bangsa Eropa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bangsa Nor, bangsa Alpen, dan bangsa Mediteran.


  1. Bangsa Nor
    Ciri-ciri bangsa Nor adalah rambut pirang, mata biru, tengkorak panjang, dan muka sempit. Termasuk kelompok itu adalah orang norwegia, inggris, Denmark, Jerman bagian utara, dan Belanda bagian utara.
  2. Bangsa Alpen
    Ciri-ciri bangsa Alpen adalah rambut dan mata hitam, tidak begitu tinggi, tengkorak dan mata lebar. Termasuk kelompok itu adalah orang Prancis, Belgia, Swiss, Polandia, Jerman bagian selatan, dan Austria.
  3. Bangsa Mediteran
    Ciri-cirinya ialah badan dan tengkoraknya menyerupai bangsa Nor, tetapi rambut dan matanta hitam. Termasuk golongan itu adalah orang Portugis, Spanyol, Italia bagian selatan, dan orang Yunani.

Keragaman agama dan bahasa tampak pada penduduk Eropa. Selain itu, pendidikan di benua ini snagat maju dibandingkan benua lain.

  1. Agama
    Pada umumnya, orang Eropa memeluk agama Kristen (±96%). Agama Islam dianut oleh orang-orang Turki, Albania, Kirgis, dan Rusia bagian selatan. Selain itu, sekitar 0,2% penduduk beragama Yahudi.
  2. Bahasa
    Di Eropa terdapat lebih dari 60 bahasa dan ratusan dialek yang digunakan. Para ahli mengelompokkan bahasa-bahasa tersebut ke dalam rumpun bahasa sebegai berikut:
    a. Rumpun Indo-Jerman merupakan rmpun terbesar yang diperkirakan berasal dari daerah sebelah selatan Laut Baltik. Rumpun itu terdiri atas tiga cabang bahasa utama, yaitu bahasa Baltik Slavia, bahasa Jerman, dan bahasa Roman.


    b. Bahasa-bahasa Finno-Ugria merupakan cabang rumpun bahasa Ural. Bahasa-bahasa Finno-Ugria digunakan oleh bangsa Magyar (Finlandia, Estonia, Katelia, Laplandia, Hongaria, dan lain-lain).


    c. Selain itu, ada pula kelompok bahasa Albania, bahasa Yunani, dan bahasa-bahasa Kelt yang terdiri atas bahasa Galia dan bahasa Britania.


  3. Pendidikan
    Pendidikan di Eropa telah maju, bahkan mendudki peringkat teratas di dunia. Negara-negara Eropa yang memiliki tingkat melek huruf kurang dari 90% adalah Albania, Malta, dan Portugal.
    Pada umumnya, pendidikan di Eropa Utara dan Eropa Barat lebih bermutu daripada di Eropa Selatan. Hal itu disebabkan negara-negara di bagian utara dan barat, seperti Inggris, Norwegia, dan Swedia lebih kaya daripada negara-negara di bagian selatan, seperti Yunani, Portugal, dan Spanyol. Majunya tingkat pendidikan di sebagian besar negara di Eropa ditandai dengan banyaknya universitas terkenal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Benua Amerika – Karakteristik, Iklim, Bentang Alam, Negara, Geologis


7. Kegiatan Penduduk

Benua Eropa merupakan benua yang secara umum paling pesat perkembangan nya di segala bidang.

Kegiatan-kegiatan penduduk Eropa adalah sebagai berikut:

  1. Pertanian
    Pertanian di Eropa diolah sangat intensif dan efisien. Jenis tanaman anggur, jeruk, dan sayur-sayuran banyak dihasilkan oleh sejumlah negara yang terletak di sekitar Laut Tengah. Produksi kentang, gandum, barley, dan terigu dari Eropa menempati peringkat teratas di dunia, sedangakan produksi jagung dadn daging, Eropa menempati peringkat kedua setelah Amerika Serikat.


  2. Perikanan
    Industri perikanan di Eropa memegang peranan penting dalam perekonomian. Di Norwegia, Islandia, dan Rusia penangkapan ikan paus merupakan industri terbesar. Peran serta perikanan sangat penting dalam perekonomian Islandia dan menduduki peringkat pertama di Eropa. Wilayah perikanan yang paling produktif terdapat di perairan Laut Utara, Samudra Atlantik bagian utara, Samudra Arktik, Laut Norwegia, dan Teluk Biscaye. Norwegia, Rusia, dan Spanyol termasuk negara industri perikanan yang utama di dunia.


  3. Kehutanan
    Wilayah hutan di Eropa yang produktif terdapat di Finlandia, Norwegia, Swedia, Prancis, dan Rusia. Di Finlandia, kehutanan termasuk sector yang sangat penting bagi perekonomiannya. Swedia merupakan penghasil utama pulp dan kertas di Eropa. Hasil hutan lainnya, antara lain terpentin dan dammar.


  4. Pertambangan
    Benua Eropa merupakan penghasil batu bara dan bijih besi terbesar di dunia. Benua itu menghasilkan sekitar tiga per lima dari hasil baja dunia, separuh dari hasil bijih besi dunia dan hampir seperlima dari hasil bauksit dunia.


    Negara-negara yang kaya akan tambang batu bara adalah Jerman, Inggris, Polandia, Prancis, Rusia, dan Swedia. Bauksit terutama dihasilkan oleh Prancis, Yunani, Hongaria, Rusia, dan Yugoslavia. Lignit juga ditambang di Jerman dan negara-negara Eropa bagian tengah. Hasil pertambangan lainnya adalah tembaga, mangan, nikel, krom, timah, merkuri, perak, platina, untuk seng, dan minyak bumi.


    Inggris adalah negara penghasil minyak bumi terbesar di Eropa. Di Laut Utara sepanjang perbatasan Inggris dan Norwegia ditemukan cadangan minyak bumi yang besar.


  5. Industri
    Industri berat dan ringan yang berkembang di Eropa meliputi industri mesin, pesawat terbang, mobil, elektronik, logam, kimia, tekstil, makanan, dan minuman. Eropa merupakan kawasan industri terbesar di dunia. Perkembangan industri di Eropa maju sangat pesat setelah terjadinya Revolusi Industri pada abab ke 18 sehingga menjadi pelopor industri dunia.


  6. Perdagangan
    Dalam perdagangan dunia Eropa sangat berperan dan mencatat volume perdagangan tertinggi yaitu lebih dari separuh ekspor dan impor dunia. Barang ekspor dari Eropa yang utama adalah berbagai hasil industri antara lain mesin, kendaraan bermotor, barang-barang elektronik, kimia, dan tekstil.


    Perdagangannya kebanyakan dilakukan antar Negara Eropa. Negara dagang yang sangat maju adalah Inggris, Prancis, dan Jerman. Untuk memacu perdagangan di antara Negara Eropa Barat dibentuk suatu wadah yang dikenal dengan nama Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Sedangkan di Eropa Timur dibentuk wadah Council for Mutual Economic Assistance (Comecon). MEE dibentuk pada tahun 1959 oleh Belanda, Belgia, Prancis, Italia, dan Jerman di Roma


Semoga Bermanfaat Sahabat GuruPendidikan 🙂