Pengertian Pengawasan – Makna, Jenis, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Prinsip, Tahap, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Pengawasan – Makna, Jenis, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Prinsip, Tahap, Para Ahli : Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesui dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.


Definition of Supervision

Pengertian Pengawasan

Pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana telah sesui dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Tak dapat disangkal bahwa masing-masing fungsi pimpinan berhubungan erat satu sama lain.


Hal ini akan lebih jelas, bila kita ingat bahwa sesungguhnya fungsi pimpinan yang lima itu, yaitu merencanakan, pengorganisasian, penyusunan, memberi perintah dan pengawasan adalah prosedur atau urut-rutan pelaksanaan dalam merealisasi tujuan badan usaha.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perilaku Menyimpang : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap


Perencanaan berhubungan erat dengan fungsi pengawasan, karena dapat dikatakan rencana itulah sebagai standar atau alat pengawasan bagi pekerjaan yang sedang dikerjakan. Demikianpun fungsi pemberian perintah berhubungan erat fengan fungsi pengawasan, karena sesungguhnya pengawasan itu merupakan follow up dari perintah-perintah yang sudah dikeluarkan.


Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Tujuan utama dari pengawasan ialah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan.


Pengertian Pengawasan Munut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Pengawasan Munut Para Ahli.


  • Sondang P. Siagian (2006:107)

“Pengawasan adalah proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya”.


  • Sarwoto (2001:83)

‘Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki”.


  • Sujamto (2001:19)

“Pengawasan adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan kegiatan, apakah sesuai dengan yang semestinya atau tidak”.


Makna Pengawasan

Dan keempat rumusan definisi pengawasan tersebut di atas, dapat di ambil beberapa makna inti tentang pengawasan yakni bahwa:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Perusahaan Manufaktur” Pengertian & ( Karakteristik – Fungsi – Contoh )


  1. Pengawasan merupakan proses kegiatan pengamatan terhadap seluruh kegiatan organisasi.
  2. Melalui pengawasan, kegiatan-kegiatan di dalam organisasi akan dinilai apakah berjalan sesuai dengan rencana atau tidak.
  3. Pengawasan adalah salah satu fungsi dan wewenang pimpinan pada berbagai tingkatan manajemen di dalam suatu organisasi.

  4. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berlanjut sehingga gerak organisasi dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan secara efektif dan ef
  5. Dalam melakukan pengawasan diperlukan standar penilaian sebagai alat evaluatif terhadap kegiatan-kegiatan yang diawasi.

Berkaitan dengan topik pembahasan di dalam proposal ini, maka pengawasan yang di maksud adalah pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Pangkep dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sehari-hari. pengawasan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah mereka bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Jenis-Jenis Pengawasan

Nah dibawah ini beberapa berbagai jenis pengawasan yang dapat dilakukan diantaranya sebagaimana berikut ini.


Pengawasan Internal “Intern” dan Eksternal “Ekstern”

Pengawasan Internal “intern” ialah pengawasan yang dilakukan oleh orang ataupun badan yang ada terdapat di dalam lingkungan unit organisasi/lembaga yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan eksternal “ekstern” ialah pengawasan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang ada di luar unit organisasi/lembaga yang diawasi.


Pengawasan Preventif Dan Represif

Pengawasan preventif ialah lebih dimaksudkan sebagai, suatu pengawasan yang dilakukan pada kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya kegiatan yang menyimpang. Misalnya pengawasan tersebut dilakukan oleh pemerintah supaya untuk menghindari adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang membebankan/merugikan negara.


Sedangkan pengawasan represif ialah suatu pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan tersebut sudah dilaksanakan atau dilakukan. Misalnya pengawasan represif dilakukan pada akhir tahun anggaran yang dimana anggaran yang telah ditentukan lalu disampaikan laporannya.


Pengawasan Aktif Dan Pasif

Pengawasan aktif “dekat” ialah pengawasan yang dilaksanakan sebagai dari bentuk pengawasan yang dilakukan ditempat kegiatan yang bersangkutan.


Sedangkan pengawasan pasif “jauh” ialah suatu pengawasan yang dilakukan misalnya melalui “penelitian serta pengujian terhadap surat-surat atau laporan-laporan pertanggung jawaban yang disertai dengan berbagai bukti penerimaan maupun bukti pengeluaran”.


Pengawasan Kebenaran Formil

Pengawasan kebenaran formil ialah pengawasan menurut hak “rechtimatigheid” dan pemeriksaan kebenaran materiil mengenai maksud serta tujuan pengeluaran “doelmatigheid”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Keuangan” Pengertian & ( Bentuk – Sifat – Tujuan – Fungsi )


Tujuan Pengawasan

Adapun tujuan pengawasan yaitu:


  • Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana tersebut, kebijaksanaan dan perintah.
  • Melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan.
  • Mencegah pemborosan dan penyelewengan.
  • Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang dan jasa yang dihasilkan.
  • Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi “pemerintah”.

Manfaat Pengawasan

Adapun menurut Terry dan Rue “2000, hl 240” mengatakan dimana manfaat dari pengawasan ialah relatif dan tergantung dari pentingnya kegiatan itu, sumbangan yang dibuat, serta besarnya organisasi.


Fungsi Pengawasan

Fungsi pengawasan ialah sebagai berikut:


  • Untuk menilai apakah setiap unit-unit telah melakukan kebijaksanaan dan prosedur yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing.
  • Untuk menilai apakah surat-surat atau laporan yang dihasilkan telah menggambarkan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya secara cermat maupun tepat.
  • Untuk menilai apakah pengendalian manajemen sudah cukup memadai dan dilaksanakan secara efektif.
  • Untuk meneliti apakah kegiatan sudah terlaksana secara efektif yaitu mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Untuk meneliti apakah kegiatan sudah dilaksanakan secara efisien.

Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi pengawasan ialah untuk memberikan nilai, analisis, merekomendasikan serta menyampaikan hasil surat/laporan sehubungan dengan bidang pekerjaan organisasi atau lembaga yang telah diteliti.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 8 Pengertian Lirik Lagu Menurut Para Ahli Lengkap


Prinsip – Prinsip Pengawasan

Untuk mendapatkan suatu sistem pengawasan yang efektif, maka perlu dipenuhi beberapa prinsip pengawasan. Dua prinsip pokok, yang merupakan suatu conditio sine qua non bagi suatu sistem pengawasan yang efektif. Prinsip pokok pertama merupakan suatu keharusan, rencana itu merupakan standar atau alat pengukur daripada pekerjaan yang dilaksanakan oleh bawahan.


Demikianpun prinsip pokok kedua merupakan suatu keharusan yang perlu ada agar sistem pengawasan itu memang benar-benar dapat efektif dilaksanakan. Selain kedua prinsip pokok diatas, maka suatu sistem pengawasan haruslah pula mengandung prinsip-prinsip berikut:


  1. Dapat mereflektir sifat-sifat dan kebutuhan-kebutuhan dari kegiatankegiatan yang harus diawasi.
  2. Dapat dengan segera melaporkan penyimpangan –penyimpangan.
  3. Dapat mereflektir pola organisasi.
  4. Dapat dimengerti.
  5. Dapat menjamin diadakannya tindakan korektif.

Oleh karenanya, agar sistem pengawasan itu benar-benar efektif artinya dapat merealisasi tujuannya, maka suatu sistem pengawasan setidak-tidaknya harus dapat dengan segera melaporkan adanya penyimpangan-penyimpangan dari rencana.


Tahap – tahap Pengawasan

Tahap-tahap pelaksanaan pengawasan tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Menetapkan standar atau dasar untuk pengawasan
  2. Meneliti basil yang di capai
  3. Membandingkan pelakanaan dengan standar dan menetapkan perbedaannya (bilamana ada perbedaan)
  4. Memperbaiki penyimpangan dengan tindakan-tindakan korektif

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Analisis Sistem” Pengertian & ( Fungsi – Tanggung Jawab – Tugas Umum – Langkah Kerja – Pribadi )