Planet Dalam

Diposting pada

Pengertian Planet Dalam

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa planet-planet berukuran relative besar, bersuhu dingin dan mengorbit matahari. Planet tidak memancarkan cahaya. Seperti bulan yang memantulkan cahaya matahari. Planet cukup massif untuk grafitasinya yang menjadikan permukaan seperti bola, akan tetapi cukup kecil untuk menghindari fusi thermonuklir di dalam intinya.

Baca Juga : Pengertian Planet Mars dan Kondisi Ekstrim

Dibandingkan dengan planet yang tergolong ke dalam planet luar, empat planet yang terdekat dengan matahari memiliki jarak yang saling berdekatan. Mereka adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet-planet tersebut ukurannya kecil dan sangat padat. Seluruh planet dalam tersebut memiliki atmosfer (meskipun Merkurius hampir tidak memiliki atmosfer) mereka juga merupakan planet yang kaya akan berbatu, masing-masing dengan sebuah cairan yang mengandung mineral pada keraknya seperti komposisi pada bumi. Inilah mengapa planet dalam sering disebut planet terrestrial.

Masing-masing planet yang termasuk Planet Dalam memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dengan perbedaan karakteristik tersebut maka sangat menarik untuk dilakukan observasi pada setiap planet. Berikut ini adalah penjelasan tentang karakteristik masing-masing planet anggota Planet Dalam.


  • Merkurius

Keberadaan Merkurius telah diketahui  sejak abad ketiga sebelum Masehi oleh orang-orang Sumeria. Oleh orang-orang Yunani, planet ini diberi nama Apollo ketika terlihat pada pagi hari, dan Hermes ketika Merkurius terlihat pada sore hari. Namun astronom Yunani telah mengetahui bahwa dua nama itu merujuk pada planet yang sama.

Merkurius terbentuk kira-kira 4,5 milyar  juta tahun yang lalu. Pada saat itu Merkurius dihujani meteorit. Saat itu lapisan Merkurius berupa inti besi dan berlapiskan Silikat. Setelah hujan meteor  selesai, lava mengalir di permukaannya dan menutupi lapisan sebelumnya. Pada masa ini puing-puing banyak yang tersapu. Merkurius masih dihujani oleh meteorit, tetapi tidak sering.

Pada saat itu daratan antar kawah terbentuk.  Tahap selanjutnya, Merkurius dihujani oleh meteorit kecil sehingga membentuk permukaan berdebu yang dikenal dengan nama regolith. Beberapa meteroit besar masih menabrak dan membentuk kawah di permukaan Merkurius. Merkurius merupakan sebuah planet yang ukurannya lebih besar dari pada bulan dan hampir sama.


  • Venus

Venus merupakan planet terdekat kedua dengan matahari. Jarak dari matahari adalah 108,2 juta km. Jarak terjauh dari matahari adalah 109 juta km dan jarak terdekatnya adalah 107,4 juta km. Periode rotasi planet venus adalah 243,16 hari sedangkan periode revolusinya adalah 225 hari di bumi.

Diameter planet venus 12.104 km dengan massa 4.870 x 1027 gram. Perbandingan massa dengan planet bumi adalah 1:0,815 sedangkan perbandingan volumenya adalah 1:0,18 sehingga memiliki ukuran yang

Baca Juga : Teori Pembentukan Bumi – Pengertian, Nebula, Planetisima, Tidal, Bintang Kembar, Big Bang


  • Bumi

Planet bumi adalah planet biru dengan luas perairan lebih luas daripada luas daratan. Air memelihara kehidupan dan menjadi fasilitas terjadinya proses-proses yang terjadi di permukaan yang membentuk daratan.

Bumi berbentuk bulat tetapi tidak sempurna yaitu agak pepat di kedua kutubnya dan agak menggembung di sekitar khatulistiwa.  Oleh karena itu garis tengah khatulistiwa lebih panjang daripada garis tengah kutub. Penyebab hal tersebut yaitu ketika bumi mengalami pembekuan dari gas menjadi cair kemudian menjadi padat, bumi berotasi sangat sepat. Karena rotasi ini, kelembaman bumi menyebabkan bagian di sektitar khatulistiwa berayun keluar.


  • Mars

Planet mars merupakan planet keempat terdekat dengan matahari. Namanya diambil dari nama Dewa Yunani kuno untuk perang. Planet ini dikenal juga sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan. Warna merah tersebut berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars Letaknya yang berada di dekat sabuk asteroid sehingga menjadikannya sebagai anggota planet dalam yang berjarak paling jauh dari matahari.


Sistem Pengelompokan Planet

Untuk mempermudah dalam mengobservasi planet, maka para astronom membuat pengelompokan planet. Terdapat tiga cara pengelompokan planet-planet yang dijelaskan sebagai berikut;


  • Menjadikan Planet Bumi sebagai batas pengelompokan

Planet yang berada di dalam orbit bumi dikelompokkan sebagai planet inferior sedangkan planet yang terletak di luar orbit bumi dikelompokkan sebagai planet superior. Yang termasuk planet inferior hanyalah Merkurius dan Venus; sedangkan planet superior adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Baca Juga : Nama Nama Planet


Teori Terbentuknya Alam Semesta


  1.  Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory)

Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi.

Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah.Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi).Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan.


  1.  Teori Dentuman Besar (Big-bang theory)

Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre.Teori ini menyatakan pada mulanya alam semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat.Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta.

Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak itulah dimulai ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada suatu saat nanti ekspansi tersebut akan berakhir.


Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya

Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang.

Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi.Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti matahari.

Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyard bintang-bintang, salah satu diantaranya adalah Matahari atau pusat tata surya kita ini. Kumpulan bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram.Dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya.Matahari atau pusat tata surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Baca Juga : Iklim Garis Lintang – Pengertian, Pembagian, Fungsi, Tropis, Sub Tropis, Sedang, Dingin, Ciri


Sistem Tata Surya

Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.Menurut pandangan ini, matahari, bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya.Pandangan Geosentris ini 14 abad lamanya dianut orang.

Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia “Nikolas Kopernikus” mengubah pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya dengan planet planet yang lain, beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris). Pandangan ini didasari oleh adanya hasil pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis.Kesemuanya ini berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu.

Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain yang lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar planet. Semua benda angkasa ini beredar mengelilingi matahari sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya.

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya


Bagian-bagian Tata Surya

Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar mengelilinginya.Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.

  • Matahari

Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa tata surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer, chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer.Kulit fotosfer suhunya + 60000oC dan memancarkan hampir semua cahaya.

Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :

  1. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
  2. mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain.
  3. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari bintang-bintang lain.

  1. Planet Merkurius

Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari.Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.


  1. Planet Venus

Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen.Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus+ 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari.


  1. Planet Bumi

Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Massa jenis bumi rata-rata + 5,52.


  1. Planet Mars

Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.Mars mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus.


  1. Planet Yupiter

Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya 10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.


  1. Planet Saturnus

Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km, berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2, sehingga terapung diair. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103oC.Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan.


  1. Planet Uranus

Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84 tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya yaitu dari timur ke barat.Uranus bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus memiliki 14 satelit.


  1. Planet Neptunus

Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali putar.Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus.


  1. Planet Pluto

Merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak + 5811 juta km dan tidak memiliki satelit.Suhu rata-rata pada planet ini 220oC. Pluto adalah nama dewa kegelapan dari bangsa Yunani berdasarkan kenyataan planet itu mendapat sinar matahari paling sedikit.


Benda-benda lain dalam Tata Surya

Selain planet-planet, pada tata surya terdapat benda-benda sebagai berikut:


  • Planetoida/Asteroida

Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit yang berdiameter + 900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000 buah.Benda-benda langit itu disebut Planetoida.Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi menemukan asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer.


  • Komet/Bintang Berekor

Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh kabut asap yang berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan diamter intinya yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km.

Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.


  • Meteor/Bintang Beralih

Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 – 0,5 mm dan massanya < 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jika meteor akan nampak memasuki atmosfer bumi karena suhunya yang tinggi meteor itu akan hancur sampai kepermukaan bumi.

Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya + 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia.Meteorid tersebut mengandung besi dan nikel.


  • Satelit

Merupakan pengiring planet.Yang bersama-sama mengelilingi matahari.Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi yang berotasi dalam 1 hari dan berevolusi satu bulan.


Hipotesis Kejadian Bumi


  • Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace

Immanuel Kant (1755) dari Jerman, mengemukakan pikiran tentang kejadian bumi bahwa asal segalanya dari gas yang bermacam-macam, yang tarik menarik membentuk kabut besar.Terjadinya benturan masing-masing gas menimbulkan panas.Matahari berputar kencang dan di katulistiwanya memiliki kecepatan linear paling besar sehingga terlepaslah fragmen-fragmen.Fragmen-fragmen inilah yang tadinya pijar melepaskan banyak panas dan mengembun, kemudian cair dan bagian luar makin padat.Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi.

Baca Juga : Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Pierrre de Laplace (1796) dari Perancis mengemukakan adanya kabut yang berputar dan pijar.Dikatulistiwa terjadi penumpukan awan.Jika masa ini mendingin maka terlepaslah sedikit material dari induknya.Fragmen tadi jadi dingin dan mengembun, berputar mengelilingi induknya.Kemudian menyusul terlepasnya fragmen yang kedua dan seterusnya. Sembilan buah planet yang kini beredar dianggap terjadi dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari.


  • Hipotesis Planetesimal

Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton, kira-kira seratus tahun setelah Kant dan Laplace, beranggapan matahari asal yang didekati oleh suatu bintang besar yang sedang beredar, maka terjadi tarik menarik sesuai dengan hukum Newton.Peledakan dimatahari melepaskan sebagaian materialnya dan tertarik oleh adanya bintang yang mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu. Selanjutnya terjadi pengembunan dan terbentuk sembilan planet dan planetoida.


  • Hipotesis Pasang Surut Gas

Dikemukakan oleh Jeans dan Jeffrries (1930) yang mendukung hipotesis planetesimal, mengemukakan adanya bintang besar yang mendekat, kira-kira seperti bulan dan bumi, yaitu bulan menyebabkan adanya pasang dan surut lautan.Bulan tak cukup kuat menarik air menjulur jauh. Akan tetapi matahari yang mendekati bintang besar itu menjauh, lidah api dari matahari asal itu putus dari induknya, pecah berkeping-keping seraya mengembun dan membeku menjadi planet-planet serta planetoida.


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Planet Dalam : Pengertian, Sistem Pengelompoan, Teori Terbentuknya, Tata Surya, Bagian, Hipotesis Kejadian, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.