Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Diposting pada

Di zaman modern, istilah ini mengacu pada teknik instrumen penginderaan jauh yang melibatkan pesawat atau pesawat ruang angkasa dan dibedakan dengan merasakan seperti penginderaan medis atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang berkaitan dengan aplikasi yang sebenarnya astronomi dari penginderaan jauh (remote fakta penginderaan intensif), istilah “penginderaan jauh” lebih umum untuk menangani pengamatan terestrial dan cuaca.

Penginderaan-Jauh

Pengertian Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh perangkat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat ruang angkasa, satelit, kapal atau cara lain.


Contoh satelit penginderaan jauh bumi pengamatan, antara lain, satelit cuaca, memonitor janin dengan USG dan pesawat ruang angkasa yang memantau planet dari orbit. Penginderaan berasal dari penginderaan jauh, télédétection Perancis, fernerkundung Jerman, Remota sensoriamento Portugis, Spanyol dan Rusia terpencil percepcion distangtionaya.


Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian penginderaan jauh menurut para ahli, sebagai berikut:

  1. American Society of Photogrammetry, Penginderaan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, dengan menggunakan tape recorder untuk menghindari kontak fisik dengan objek atau fenomena yang diteliti.
  2. Avery, Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, mengindikasikan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah penelitian.
  3. Campbell, Penginderaan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi tentang permukaan bumi seperti tanah dan air dari gambar yang diperoleh dari kejauhan.
  4. Colwell, Jauh Penginderaaan bahwa yang merupakan pengukuran atau akuisisi data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek untuk merasa.
  5. Curran, Sensing yang menggunakan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
  6. Lillesand, Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni Mendapatkan informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau gejala dinilai.
  7. Kiefer, Penginderaan jauh merupakan seni dan ilmu mendapatkan informasi tentang suatu objek dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung.
  8. Lindgren, Penginderaan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.
  9. Welson, Penginderaan jauh adalah ilmu, seni dan teknik untuk Mendapatkan obyek, daerah dan gejala menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek.
  10. Bufon, Penginderaan jauh merupakan ilmu untuk mendapatkan obyek, daerah menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek.

Komponen Penginderaan Jauh

Berikut ini adalah komponen penginderaan jauh, sebagai berikut:


1. Sumber Tenaga

Sumber tenaga dalam proses inderaja terdiri atas :

  1. Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar matahari
  2. Sistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga buatan seperti gelombang mikro

Jumlah tenaga yang diterima oleh obyek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :


  • Waktu penyinaran

Jumlah energi yang diterima oleh objek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang diterima objek, makin cerah warna obyek tersebut.


  • Bentuk permukaan bumi

Permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas


  • Keadaan cuaca

Kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil inderaja menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.


2. Atmosfer

Lapisan udara yang terdiri dari berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan helium. Molekul gas yang terkandung dalam atmosfer dapat menyerap, mencerminkan dan lulus radiasi elektromagnetik.


Di dalam ada istilah penginderaan jauh Atmospheric Window, yang merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Negara di atmosfer dapat menjadi sumber penghalang energi radiasi yang mencapai permukaan bumi. Kondisi cuaca berawan menyebabkan sumber daya tidak dapat mencapai permukaan bumi.


3. Interaksi antara tenaga dan objek

Interaksi antara tenaga kerja dan obyek dapat dilihat dari warna yang dihasilkan oleh foto udara. Setiap objek memiliki karakteristik yang berbeda untuk mencerminkan atau mengirimkan daya ke sensor.


Objek yang memiliki reflektansi yang tinggi akan terilhat cerah dalam gambar, sedangkan objek pantulnya daya rendah akan muncul gelap dalam gambar. Contoh: Permukaan puncak gunung tertutup oleh salju memiliki reflektifitas tinggi terlihat lebih cerah, dari permukaan puncak gunung ditutupi oleh lahar dingin.


4. Sensor dan Wahana

Sensor adalah alat monitoring yang dipasang pada kendaraan, dua pesawat dan satelit. Sensor dapat dibagi menjadi dua:

  1. Sensor fotografi, merekam obyek melalui proses kimia. Sensor ini menghasilkan gambar.
  2. Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal.

Ini adalah kendaraan untuk kendaraan / media yang digunakan untuk membawa sensor untuk memperoleh penginderaan jauh. Dengan persedaran tinggi dan pemantauan di ruang angkasa.


5. Perolehan Data

Data yang diperoleh dari penginderaan jauh ada 2 jenis:

  • Data manual, didapatkan melalui interpretasi citra. Untuk melakukan alat yang diperlukan disebut citra stereoscope panduan interpretasi. Stereoscope dapat digunakan untuk melihat benda-benda tiga dimensi.
  • Data numerik (digital), diperoleh melalui penggunaan perangkat lunak penginderaan jauh secara khusus diterapkan pada komputer.

6. Pengguna Data

Data pengguna merupakan komponen penting dari sistem penginderaan akhir, orang atau lembaga yang menggunakan hasil penginderaan jauh. Jika tidak ada pengguna, maka data penginderaan tidak ada manfaat.


Teknik Pengumpulan Data

Data dapat dikumpulkan oleh berbagai peralatan tergantung pada objek atau fenomena yang diamati. Umumnya, teknik memanfaatkan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh penginderaan jauh atau dipantulkan oleh objek yang diamati pada frekuensi tertentu seperti inframerah, cahaya tampak, oven microwave, dll.


Hal ini memungkinkan untuk fakta bahwa benda yang diamati (pohon, rumah, air permukaan, udara, dll) memancarkan atau memantulkan radiasi dalam panjang gelombang dan intensitas yang berbeda. Metode lain penginderaan jauh, antara lain, melalui gelombang suara, medan gravitasi atau magnet.


Sistem Dalam Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh dengan menggunakan tenaga matahari dinamakan penginderaan jauh sistem pasif. Penginderaan jauh sistem pasif menggunakan pancaran cahaya, hanya dapat beroperasi pada siang hari saat cuaca cerah. Penginderaan jauh sistem pasif yang menggunakan tenaga pancaran tenaga thermal, dapat beroperasi pada siang maupun malam hari. Citra mudah pengenalannya pada saat perbedaan suhu antara tiap objek cukup besar. Kelemahan penginderaan jauh sistem ini adalah resolusi spasialnya semakin kasar karena panjang gelombangnya semakin besar.


Penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan disebut penginderaan jauh sistem aktif. Penginderaan sistem aktif sengaja dibuat dan dipancarkan dari sensor yang kemudian dipantulkan kembali ke sensor tersebut untuk direkam. Pada umumnya sistem ini menggunakan gelombang mikro, tapi dapat juga menggunakan spektrum tampak, dengan sumber tenaga buatan berupa laser. Penginderaan jauh yang menggunakan Matahari sebagai tenaga alamiah disebut penginderaan jauh sistem pasif, sedangkan yang menggunakan sumber tenaga lain (buatan) disebut penginderaan jauh sistem aktif.


Tenaga elektromagnetik pada penginderaan jauh sistem pasif dan sistem aktif untuk sampai di alat sensor dipengaruhi oleh atmosfer. Atmosfer mempengaruhi tenaga elektromagnetik yaitu bersifat selektif terhadap panjang gelombang, karena itu timbul istilah  “Jendela atmosfer”, yaitu bagian spectrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Adapun jendela atmosfer yang sering digunakan dalam penginderaan jauh ialah spektrum tampak yang memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer. Jadi kalau Anda perhatikan tabel tadi, spektrum elektromagnetik merupakan spektrum yang sangat luas, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh, itulah sebabnya atmosfer disebut bersifat selektif terhadap panjang gelombang.


Hal ini karena sebagian gelombang elektromagnetik mengalami hambatan, yang disebabkan oleh butirbutir yang ada di atmosfer seperti debu, uap air dan gas. Proses penghambatannya terjadi dalam bentuk serapan, pantulan dan hamburan. Interaksi antara tenaga elektromagnetik dan atmosfer.


Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke permukaan bumi adalah:


  1. Waktu (jam atau musim)

Faktor waktu berpengaruh terhadap banyak sedikitnya energi matahari untuk sampai ke bumi. Misalnya pada siang hari jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dibandingkan dengan pagi.


  1. Lokasi

Lokasi ini erat kaitannya dengan posisinya terhadap lintang geografi dan posisinya terhadap permukaan laut. Misalnya di daerah khatulistiwa jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dari pada daerah lintang tinggi.


  1. Kondisi cuaca

Kondisi cuaca mempengaruhi adanya hambatan di atmosfer. Misalnya saat cuaca berawan jumlah tenaga yang diterima lebih sedikit dari pada saat cuaca cerah.


Manfaat Penginderaan Jauh

Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data sumber daya alam dan lingkungan. Penginderaan jauh makin banyak dimanfaatkan karena berbagai macam alasan sebagai berikut :

  • Citra dapat dibuat secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan, contohnya hutan, rawa dan pegunungan.
  • Citra menggambarkan obyek dipermukaan bumi dengan wujud dan letak objek mirip dengan sebenarnya, gambar relatif lengkap, liputan daerah yang luas dan sifat gambar yang permanen
  • Citra tertentu dapat memberikan gambar tiga dimensi jika dilihat dengan menggunakan stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sangat menguntungkan karena menyajikan model obyek yang jelas, relief lebih jelas, memungkinkan pengukuran beda tinggi, pengukuran lereng dan pengukuran volume.
  • Citra dapat menggambarkan benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya. Sebagai contoh adalah terjadinya kebocoran pipa bawah tanah.
  • Citra sebagai satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

Manfaat Penginderaan Jauh di Bidang Geologi

Geologi adalah suatu bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian yang mempelajari segala sesuatu mengenai planet Bumi beserta isinya yang pernah ada. Merupakan kelompok ilmu yang membahas tentang sifat-sifat dan bahan-bahan yang membentuk bumi, struktur, proses-proses yang bekerja baik di dalam maupun diatas permukaan bumi yang telah, tengah dan akan terjadi. Geologi dapat digolongkan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang komplek, mempunyai pembahasan materi yang beraneka ragam namun juga merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang menarik untuk dipelajari. Ilmu ini mempelajari dari benda-benda sekecil atom hingga ukuran benua, samudra, cekungan dan rangkaian pegunungan.


Seorang ahli geologi mempunyai tugas disamping melakukan penelitian-penelitian untuk mengungkapkan misteri yang masih menyelimuti proses-proses yang berhubungan dengan bahan-bahan yang membentuk bumi, gerak-gerak dan perubahan yang terjadi seperti gempa-bumi dan meletusnya gunung api, juga mencari dan mencoba menemukan bahan-bahan yang kita butuhkan yang diambil dari dalam bumi seperti bahan tambang dan minyak dan gas bumi, seorang ahli geologi juga mempelajari sifat-sifat bencana alam, seperti longsor,tsunami, gunung meletus, gempa-bumi dll; meraka dapat meramalkan dan memberi tahu bagaimana cara menghindarinya.


Untuk dapat memahami ilmu geologi, pemahaman tentang konsep-konsep dan hukum-hukum dalam ilmu geologi sangatlah penting dan merupakan dasar dalam mempelajari ilmu geologi. Adapun hukum dan konsep geologi yang menjadi acuan dalam geologi antara lain adalah konsep tentang susunan, aturan dan hubungan antar batuan dalam ruang dan waktu. Pengertian ruang dalam geologi adalah tempat dimana batuan itu terbentuk sedangkan pengertian waktu adalah waktu pembentukan batuan dalam skala waktu geologi.


Konsep uniformitarianisme (James Hutton), hukum superposisi (Steno), konsep keselarasan dan ketidakselarasan, konsep transgresi-regresi, hukum potong memotong (cross cutting relationship) dan lainnya. Oleh karena itu penginderaan jauh adalah salah satu teknologi yang digunakan oleh ahli-ahli geologi. Adapun manfaat penginderaan jauh di bidang geologi adalah

  1. Melakukan pemetaan permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan menggunakan aplikasi GIS.
  2. Menentukan struktur geologi dan macam batuan.
  3. Melakukan pemantauan daerah bencana (kebakaran), pemantauan aktivitas gunung berapi, aktivitas tektonik dan pemantauan persebaran debu vulkanik.
  4. Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi, macam, kepadatan, dan perusakan), bahan tambang.

Perkembangan bentuk lahan ditentukan oleh proses pelapukan dan perkembangan tanah, erosi, gerakan massa tanah, banjir, sedimentasi, abrasi marine, iklim, gelombang laut, gravitasi bumi, dan biologi termasuk manusia. Ini merupakan proses eksogen. Perubahan bentuk lahan berpengaruh terhadap kondisi tanah, tata air (hidrologi), potensi bahan tambang, potensi bencana seperti banjir, erosi, dan longsor lahan, vegetasi, dan kegiatan manusia dalam bidang pertanian, permukiman, kerekayasaan, industri, rekreasi, dan pertambangan.


Analisis tingkat bahaya erosi dilakukan dengan cara memperkirakan (memprediksi) laju erosi tanah pada satuan-satuan lahan. Sedangkan untuk menghitung laju erosi tanah digunakan pendekatan persamaan “Universal Soil Loss Equation” (USLE) yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1978) sebagai berikut:

A = RKLSCP

Keterangan :

A = jumlah tanah yang hilang (ton/ha/tahun)

R = erosivitas hujan tahunan rata-rata (mm/jam)

K = indeks Erodibilitas Tanah

LS = Indeks Panjang dan Kemiringan Lereng

C = Pengelolaan Tanaman

Erosivitas Hujan merupakan kemampuan hujan untuk mengerosi tanah. Semakin tinggi nilai erosivitas hujan suatu daerah, semakin besar pula kemungkinan erosi yang terjadi pada daerah tersebut. Erodibilitas merupakan suatu ketahanan dari tanah yang yang menunjukkan resistensi partikel tanah terhadap pengelupasan dan transportasi partikel-partikel tanah oleh adanya energi kinetik air hujan dan ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah serta


vegetasi penutup tanah, Adapun Pengaruh vegetasi penutup tanah terhadap erosi adalah

  • melalui fungsi melindungi permukaan tanah dari tumbukan air hujan,
  • menurunkan kecepatan air larian,
  • menahan partikel-partikel tanah pada tempatnya dan
  • mempertahankan kemantapan kapasitas tanah dalam menyerap air.

Wilayah yang mempunyai kriteria erosi sangat ringan seluas 13787.088 hektar (51,77%) dengan jumlah erosi kurang dari 15 ton/ha/tahun banyak ditemukan di formasi Karangsambung, di daerah basalt, dan gabro. Formasi Karangsambung merupakan suatu formasi dengan tanah berupa lempung sehingga air susah untuk permeabilitas. Kriteria erosi sedang mempunyai luasan sebesar 3804.078 hektar (14,28%) dengan jumlah erosi 60 sampai 180 ton/ha/tahun dan penyebarannya di sebelah barat dan timur pada DAS Lukulo Hulu.


Dan kriteria erosi berat mempunyai luasan sebesar 1564.231 hektar (5,87%) dengan jumlah erosi 180 sampai 480 ton/ha/tahun dan erosi sangat berat seluas 1399.518 hektar dengan jumlah erosi lebih dari 480 ton/ha/tahun (5,26%).


Jenis Citra Penginderaan Jauh

Berikut ini jenis citra penginderaan jauh, sebagai berikut:


  1. Citra Foto (foto udara)

Foto udara direkam secara fotografik menggunakan kamera dan film sebagai detektornya. Mempunyai karakteristik yaitu skala, geometri, dan informasi tepi foto udara yang diaplikasikan untuk pemetaan dasar, aplikasi untuk sumber daya alam (Pertanian, hidrologi, geologi, perubahan fungsi lahan). Contoh foto udara yaitu : Foto udara konvensional, foto udara’small format’, dan foto udara digital.


  1. Citra Non Foto (citra satelit)

Citra satelit direkam berdasarkan penyiaman (scanning) secara elektronik pada pita magnetic. Contoh :

  • NOAA adalah Satelit cuaca milik Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan Juni 1979. Hingga kini telah diluncurkan 10 seri satelit NOAA
  • Landsat adalah program observasi bumi tertua.,dimulai pada tahun 1972 dengan nama ERTS-1, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran seri ke-2 dengan nama baru yaitu landsat
  • ASTER-Terra adalah satu bagian dari lima sensor yang terdapat pada satelit Terra yang mengorbit sinkron dengan matahari
  • Ikonos adalah satelit yang diluncurkan pada 4 September 1999 di California, Amerika Serikat, Ikonos merupakan citra dengan resolusi spasial paling tinggi
  • Quickbird adalah satelit yang diluncurkan menggunakan roket Boeing delta-11 pada 18 Oktober 2001 di California, Amerika Serikat
  • Hiperspektral (imaging spectrometri) adalah perolehan data dengan cara simultan dengan jumlah saluran/band yang terlalu banyak dengaan panjang gelombang yang sempit dan saling berdekatan.
  • Radar (radio detection) adalah system penginderaan jauh yang mengirim dan menerima sinyal gelombang elektomagnetik

Cara Kerja Penginderaan Jauh

Cara kerja inderaja dibuka saat mengerjakan proses perekaman objek yang terdapat di permukaan bumi. Penginderaan ini dihubungkan oleh tenaga yang membawa data mengarah ke sensor, laksana bunyi, daya magnet, gaya berat, dan elektromagnetik. Akan namun energi yang dipakai dalam proses ini biasanya ialah tenaga elektromagnetik, contohnya cahaya matahari sebagai tenaga elektromagnetik bersistem pasif.

Baca Juga : Gelombang Elektromagnetik : Pengertian, Sifat, Macam, Rumus Beserta Contoh Soal Lengkap


Sinar matahari yang tentang objek permukaan bumi lantas diserap dan dipancarkan sampai-sampai sensor akan menciduk gelombang elektormagketik yang berasal dari permukaan bumi. Sensor elektromagnetik itu dapat dipasang pada satelit atau pesawat drone. Setelah sensor menciduk gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan diubah menjadi sinyal digital yang tersimpan di ruang penyimpanan data.


Alat-Alat Penginderaan Jauh

Berikut ini adalah alat-alat penginderaan jauh, sebagai berikut:


a. Pasangan foto yg bertampalan atau stereogram

Pasangan foto yang bertampalan terdiri dari 2 foto yang berdekatan, yang bertampalan (minimal 50% daerah yang sama) pada garis terbang yang sama. Stereogram merupakan sepasang foto udara yang stereoskopis (pasangan foto yang sudah diorientasikan secara benar yang mencakup daerah yang sama).

stereogram


b. Stereoskop

Stereoskop adalah alat untuk pengamatan tiga dimensional atas foto udara yang bertampalan. Inti dari stereoskop ini adalah terdiri dari lensa, atau kombinasi antara lensa, cermin, dan prisma. Dalam interpretasi citra, stereoskop menjadi alat utama untuk foto udara atau citra tertentu lainnya yang dapat menimbulkan perwujudan tiga dimensional.

Stereoskop

Beberapa tipe stereoskop yang ada menggunakan lensa atau paduan lensa, cermin, dan prisma. Stereoskop lensa mudah dibawa, relatif kecil, dan murah. Kaki-kakinya dpt dilipat. Jarak lensa dpt disesuaikan antara 45 – 75 mm sesuai kemampuan akomodasi mata pengamat. Perbesaran yang dapat dilihat adalah 2 hingga 4 kali. Foto udara yg diamati harus berdekatan dan daerah yang dapat diamati amat terbatas.


c. Transparansi Film

Kertas atau transparansi film biasanya digunakan untuk menginterpretasi citra udara. Kedua media ini dapat diamati dengan stereoskop. Cetak kertas dapat dengan mudah ditulisi dan dibawa ke lapangan, sedangkan transparansi film lebih mudah digunakan dan warna yang ditampilkan lebih mirip dengan warna aslinya. Interpreter biasanya menggunakan stereoskop lensa sederhana dan stereoskop cermin untuk menginterpretasi cetak kertas. Adapun stereoskop zoom dipergunakan untuk menginterpretasi transparasi film berwarna atau inframerah berwarna.

Baca Juga : Media Massa – Pengertian, Jenis, Karakteristik, Fungsi, Peran, Faktor, Dampak, Contoh


d. Meja sinar

Meja sinar dipergunakan sebagai media pembantu untuk mentransfer hasil interpretasi yang telah dilakukan dalam film transparansi. Meja sinar sangat diperlukan untuk menstransfer  data hasil pengamatan karena sumber cahaya harus datang dari belakang transparansi film. Meja sinar secara khusus memiliki bola lampu dengan suhu warna ( color temperature ) sekitar 3.500° K.


e. Paralaks bar

Adalah alat yang terdiri dari sebuah batang yang pada kedua ujungnya terpasang masing-masing lensa. Pada kedua lensa tersebut terdapat tanda berupa titik, silang atau lingkaran kecil yang disebut tanda apung ( floting mark ) tanda dilensa sebelah kiri disebut fixed mark, karena pada batang terdapat titik merah atau hitam, di mana orang yang akan menggunakannya harus menentukan konstanta batang paralaks dengan memilih salah satu titik tersebut.


f. Alat ukur

Pengukuran jarak dari sebuah citra udara dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari beberapa jenis alat ukur yang ada. Alat ukur tersebut tentunya sangat dipengaruhi oleh harga, ketelitian, dan ketersediaannya. Bagi Anda yang memerlukan pengukuran dengan ketelitian rendah, Anda dapat menggunakan penggaris segitiga atau skala metrik. Akan tetapi, apabila Anda memerlukan ketelitian yang tinggi dengan tetap menggunakan penggaris segitiga tersebut, hasil perhitungannya dikoreksi dengan menghitung nilai rata-rata dari beberapa pengukuran. Pengukuran yang Anda lakukan akan semakin teliti apabila dibantu dengan lensa pembesar. Penggaris sederhana dapat digunakan untuk mengukur luas ketampakan dengan bentuk objek yang teratur, seperti bentuk lahan pertanian.


g. Pengamat warna aditif ( Color Additive Viewer )

Pengamat warna aditif menggunakan kode warna dan menumpangsusunkan tiga citra multispektral untuk menghasilkan paduan warna yang lebih mudah diinterpretasikan. Pengamat warna aditif dan Zoom Transfer Scope ( ZTS ) dapat digunakan secara terpadu sehingga interprestasi citra udara yang dilakukan pada layar pengamat warna aditif dapat langsung dipindahkan pada peta dasar yang berbeda skalanya.

ZTS secara optik dapat melakukan rotasi citra hingga 360° untuk mempeergunakan orientasi antara foto dan peta. ZTS memiliki sistem lensa khusus ( anomorphic )yang mampu memperbesar citra hingga 2x hanya pada satu arah.


h. Penganalisis Citra Elektronik ( Electronic Image Analyzer )

Pada dasarnya, alat ini merupakan sistem TV aliran tertutup ( Closed Circuit TV/CCTV ). Citra tembus pandang ( biasanya citra hitam putih ) disinari pada meja sinar dan diamati dengan kamera TV yang memiliki resolusi  tinggi. Sinyal video tersebut disalurkan ke dalam unit pengolahan dan kemudian ditampilkan dalam layar TV setelah sebelumnya diproses.


Daftar Pustaka:

  • Lillesand, et al. (2004). Remote Sensing and Image Interpretation. 5th Edition, John Wiley, New York.
  • Projo. 2012. Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta.
  • Sabins, F. R. 1997. Remote Sensing Principles and Interpretation. San Fransisco: W.H. Freeman and Company.
  • Sutanto. 1986. Penginderaan Jauh. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  • Sutanto. 2013. Metode Penelitian Penginderaan Jauh. Yogyakarta : Penerbit Ombak.
  • Swain. P .H. And Davis, S.M., 1978. Remote Sensing : The Quantitative Approach, New York: Mcgraw-Hill.