Globalisasi Ekonomi – Pengertian, Sistem, Ciri, Positif, Negatif, Contoh

Diposting pada

Globalisasi Ekonomi – Pengertian, Sistem, Ciri, Positif, Negatif, Contoh : Globalisasi ekonomi merupakan peningkatan saling ketergantungan ekonomi negara-negara di dunia hasil dari percepatan pergerakan teknologi, jasa, barang serta permodalan lintas perbatasan.


Pengertian Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi merupakan peningkatan saling ketergantungan ekonomi negara-negara di dunia hasil dari percepatan pergerakan teknologi, jasa, barang serta permodalan lintas perbatasan. Bila globalisasi bisnis terpusat pada penghapusan perputaran perdagangan internasional misalnya pajak, tarif serta beban lainya yang membuat perdagangan global, globalisasi ekonomi merupakan sebuah proses peningkatan integrasi antar negara yang berujung pada datangnya pasar global serta pasar dunia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sensus Penduduk : Pengertian, Ciri, Metode, Tujuan, Dan Jenis Beserta Manfaatnya Secara Lengkap


Suatu globalisasi dapat dipandang sebagai fenomena yang positif ataupun negatif. Globalisasi memiliki beberapa aspek, seperti globalisasi pasar, teknologi, produksi, industri, perusahaan serta persaingan. Tren globalisasi sekarang dapat dianggap sabagai hasil dari sebuah integrasi negara maju dengan negara yang masing kurang maju lewat investasi langsung asing, pengurangan bataasan perdagangan, imigrasi, serta reformasi ekonomi.


Sistem Keuangan Global

Pada abad ke-21, sebuah kerangka kerja perjanjian institusi, hukum, serta pelaku ekonomi informasal dan formal dunia bersama-sama membantu arus modal keuangan internasional sebagai keperluan pendanaan perdagangan serta investasi.


Sistem keuangan global sekarang muncul pada saat adanya gelombang globalisasi ekonomi modern yang pertama ditandai dengan adanya pendirian bank sentral, perjanjian multilareral, serta organisasi pemeritahan yang memiliki tujuan sebagai perbaikan regulasi, keefektifan, serta tarnsparasi pasar internasional.


Dengan seiring terjadinya deregulasi sektor keuangan dan liberalisasi modal setiap negara ekonomi dunia semakin terintegrasi secara finiansial pada abad ke-20. Dengan terekspos arus modal yang volatin, serangkaian krisis keuangan di Asia, Eropa, serta Amerika Latin ikut berpengaruh pada negara-negara lainnya.


Pada abad ke-21, bermacam lemabaga keuangan tumbuh dengan jaringan sebuah aktivitas ekonomi yang semakin canggih. Saat Amerika Serikat mengalami sebuah kerisis keuangan pada abad tersebut, krises itu merambat dengan cepat ke negara lainya. Krisis tersebut dikenal dengan krisis kuangan global serta diakui sebagao pemicu Resesi Besar di seluruh negara didunia.


Pengetatan

Pemerintah terkadang menjalankan kebijakan pengetatan untuk ngurangi defisit anggaran saat ekonomi melemah. Kebijakan tersebut yaitu, kenaikan pajak, pemotongan belanja, serta campuran keduanya. Kebijakan pengetatan ini menunjukan likuiditas pemerintah terhadap kreditur serta badan penilai kredit dengan meyertakan pendapatan fiskal dengan belanja.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Dampak Dinamika Penduduk Beserta Faktor Yang Mempengaruhinya Lengkap


Dampak Globalisasi Ekonomi

Pelarian modal

Pelarian suatu modal terjadi saat aset atau uang mengalir keluar dari suatu negara dengan cepat sebab negara tersebut baru menaikan tingkat pajak, upah tenaga kerja, tarif, serta kondisi keuangan lainnya yang dapat merugikan seperti kemacetan utang pemerintah yang menunggu para investor.


Pelarian modal terkadang mengakibatkan hilangnya kekayaan dengan begitu cepat serta umumnya juga diiringi turunnya nilai tukar negara yang terdampak dengan sangat tajam, lalu memicu depresiasi nilai tukar mata uang atau devaluasi paksa dengan nilai tukar tetap.


Kejadian tersebut dapat merugitan bila modalnya dimiliki oleh warga negara terdampak, karena bukan hanya warganya yang dibebani karena hilangnya kepercayaa pada ekonomi dan devaluasi mata uang, namun aset mereka juga hilang banyak nilai nominalnya. Ini juga mengakibatkan penurunan tajam daya beli aset negara tersebut serta kenaikan harga barang impor.


Ciri-ciri Globalisasi

Berikut   ini   beberapa   ciri   yang   menandakan   semakin   berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.

  1. Perubahan  dalam  konsep  ruang  dan  wakt  Perkembangan  barang- barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

  2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara  yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).

  3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional).   saat  ini,  kita  dapat   mengonsumsi   dan  mengalami gagasan   dan   pengalaman   baru   mengenai   hal-hal   yang   melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

  4. Meningkatnya masalah  bersama,  misalnya  pada  bidang  lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri  kita  turut  ambil  bagian  dalam  sebuah  dunia  yang  harus  berubah  tanpa terkendali  yang  ditandai  dengan  selera  dan  rasa  ketertarikan  akan  hal  sama perubahan  dan  ketidakpastian,  serta  kenyataan  yang  mungkin  terjadi.  Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan  globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Imigrasi : Pengertian, Jenis, Dan Faktor Pendorong Terjadinya Beserta Contohnya Lengkap


Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi

Dengan adanya bentuk-bentuk perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi tersebut maka globalisasi tentunya berdampak bagi kehidupan masyarakat baik berupa dampak positif maupun dampak negatif.


Dampak Positif

  1. Produksi global dapat ditingkatkan Pandangan ini sesuai dengan teori ‘Keuntungan Komparatif’ dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.

  2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

  3. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

  4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

  5. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Ledakan Penduduk” Pengertian & ( Penyebab – Dampak – Mengatasi )


    Dampak Negatif

  1. Menghambat pertumbuhan sektor industri Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.

  2. Memperburuk neraca pembayaran globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran.

    Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.


  3. Sektor keuangan semakin tidak stabil Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik.

    Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.


  4. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi.

    Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Penduduk” Dampak & Permasalahan Terhadap Pembangunan


Contoh Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi

Contoh-contoh yang akan kita bahas dibawah ini merupakan akibat yang timbul dari adanya proses globalisasi yang terjadi didunia ini.

  1. Terciptanya Ekspor dan Impor

Adanya ekspor dan impor antara satu negara dengan negara lain merupakan implikasi dari proses globalisasi yang terjadi pada saat ini. Keadaan ini tentu menguntungkan bagi setiap negara, ekspor untuk meningkatkan devisa negara mereka dan impor untuk memenuhi kebutuhan yang tidak ada didalam negeri.


  1. Terciptanya Pasar Bebas

Salah satu contoh globalisasi yang saat ini banyak terjadi adalah terciptanya pasar bebas misalnya saja adalah Masyarakat Ekonomi Eropa. Dan negara-negara dikawasan Asia Tenggara pun akan menghadapi suatu keadaan yang sama dengan di Eropa yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang lebih dikenal dengan sebutan MEA. Ayo sudah pada siap belum dengan adanya MEA ini?


  1. Masuknya Perusahaan-perusahaan Asing ke Indonesia

Globalisasi mau tidak mau membuat negara menjadi lebih terbuka, salah satunya dampaknya adalah memudahkan masuknya perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia dan tentunya beroprasi disini. Banyak sekali perusahaan-perusahaan luar negeri yang beroperasi di Indonesia misalnya saja Freeport, Exxon Mobile, McDonald, KFC, Google, dan banyak lagi perusahaan-perusahaan asing lainnya.


  1. Menjamurnya Bisnis E-commerce

Contoh globalisasi lainnya yang menjadi buah bibir masyarakat saat ini adalah menjamurnya bisnis-bisnis yang berbasis e-commerce. Saat ini industri e-commerce tumbuh pesat karena salah satunya didukung oleh perkembangan teknologi serta industri telekomunikasi dan informasi. Perusahaan e-commerce yang terkenal antara lain Amazon, Ebay, Tokopedia, Bukalapak, dan banyak lagi.


  1. Masuknya Produk-produk Luar Negeri

Globalisasi tidak hanya memudahkan masuknya perusahaan-perusahaan luar negeri untuk beroperasi di Indonesia saja melainkan juga memudahkan masuknya produk-produk luar negeri atau yang lebih dikenal dengan impor. Produk-produk tersebut masuk karena banyak hal, misalnya saja ada yang membeli barang melalui toko online luar negeri misalnya saja Amazon, Ebay atau yang lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kependudukan Di Indonesia” Definisi & ( Masalah – Cara & Upaya Mengatasi )