Penyusun Laporan Keuangan – Tujuan, Manfaat, Komponen, Karakteristik, Ruang lingkup, Asumsi Dasar

Diposting pada

Penyusun Laporan Keuangan – Tujuan, Manfaat, Komponen, Karakteristik, Ruang lingkup, Asumsi Dasar : Dalam laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Di dalam penyusunan laporang keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar supaya laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan atau situasi yang sebenarnya.


Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Penyusun Laporan Keuangan

IAS 1 menetapkan seluruh persyaratan yang berguna untuk menyajikan laporan keuangan untuk kebutuhan umum, yang menguraikan pedoman untuk strukturnya, dan mendasari persyaratan minimum atas isinya dan pengungkapannya. Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Tujuan IAS1  adalah untuk untuk  memastikan informasi yang dapat diperbandingkan dengan menyajikan laporan keuangan entitas periode sebelumnya dan dengan menyajikan laporan keuangan entitas lainnya.


Laporan keuangan disusun atas dasar kelangsungan hidup usaha(Going concern). Suatu entitas menyusun laporan keuangannya berdasarkan dasar akuntansi akrual kecuali untuk laporan arus kas.


Laporan Posisi Keuangan (IAS 1)

Sebelum masuk tentang laporan posisi keuangan, akan lebih baik kita membahas tentang IAS 1 terlebih dahulu.


Tujuan dari IAS 1

Tujuan dari IAS 1 ini adalah :

  • Dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya dan entitas lain.

  • IAS 1 ini juga mengatur:
    1. persyaratan bagi penyajian laporan keuangan
    2. struktur laporan keuangan
    3. persyaratan minimum
    4. isi laporan keuangan.

Ruang lingkup dari IAS 1

Ruang lingkup dari IAS 1 adalah :


  • Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
  • Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan dari laporan keuangan itu sendiri adalah, memberikan informasi mengenai:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


  1. posisi keuangan,
  2. kinerja keuangan
  3. arus kas entitas

Manfaat Laporan Keuangan

yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.


  • Menunjukan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

  • menyajikan informasi :
    1. aset;
    2. liabilitas;
    3. ekuitas;
    4. pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
    5. kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;dan
    6. arus kas.

Komponen Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :


  • Laporan Posisi Keuangan (neraca pada akhir periode);
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif selama periode;
  • Laporan Perubahan Ekuitas selama periode;
  • Laporan Arus Kas selama periode;
  • Catatan atas Laporan Keuangan berisi informasi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informsi penjelasan lain.

  • Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif, ketika entitas :
    1. menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif
    2. membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan
    3. mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Entitas menyajikan semua komponen laporan keuangan lengkap dengan keutamaan yang sama. Manajemen entitas bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan.


Karakteristik IAS 1

Karakteristik umum dari IAS 1 adalah :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


  • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK :
    1. Menyebutkan secara explisit kepatuhan terhadap SAK
    2. Kepatuhan terhadap PSAK memberikan pemahaman yang salah (kondisi jarang terjadi) à tidak sesuai PSAK

  • Kelangsungan usaha; Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, mengungkapkan fakta jika terjadi pelanggaran asumsi.
  • Akuntansi berbasis akrual
  • Material dan agregasi

  • Saling hapus : Tidak boleh kecuali disyaratkan atau diizinkan suatu PSAK
  • Frekuensi pelaporan    : Tahunan
  • Informasi komparatif  : Periode sebelumnya
  • Konsistensi penyajian : Penyajian dan klasifikasi

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan posisi keuagan atau yang sering disebut neraca, melaporkan asset, liabilitas, dan modal entitas pada tanggal tertentu. Laporan ini merupakan sumber informasi utama tentang posisi keuangan entitas karna merangkum elemen-elemn yang berhubungan langsung dengan pengukuran posisi keuangan, yaitu asset, liabilitas, adan ekuitas. (Martani,


Kegunaan

Kegunaan laporan posisi keuangan secara umum adalah untuk menilai resiko-resiko entitas masa depan. Tujuan penggunaan laporan posisi keuangan menggunakan laporan ini adalah sebagai berikut:


  1. Mengevaluasi struktur pendanaan
  2. Menganalisis likuiditas
  3. Menilai solvabilitas
  4. Menilai fleksibelitas keuangan

Keterbatasan

  1. Pilihan pengukurn beberapa asset tertentu berdasarkan biaya perolehan atau biaya perolehan terdepresiasi, dan pada nilai kininya.
  2. Tidak diperkenankan mengakui ast tidak berwujud yang mengandung nilai manfaat, namun sulit di ukur nilainya secara objektif karna dihasilkan secara internal, misalnya merek yang dihasilkan secara internal.
  3. Rekayasa keuangan yang sering kali memingkinkan untuk menghasilakn pembiayaan off-balnce sheet.

 Beberapa pengukuran nilai untuk beberapa unsur di laporan posisi keuangan melibatkan pertimbangan dan estimasi, misalnya penentuan masa manfaat asset tea dan estimasi kewajiban garansi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


Preparation of Financial Statements

Asumsi Dasar Yang Digunakan Penyusun Laporan Keuangan

Asumsi dasar yang digunakan di dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut :


Asas Accrual Basic ( Dasar Akrual )

Dalam berdasarkan asas ini perusahaan harus menyusun sebuah laporan keuangan atas dasar akrual kecuali arus kas. Menurut dasar ini aktiva, kewajiban, ekuiti ( modal ), penghasilan dan beban diakui pada saat kejadian.


Dalam penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya.


Asas Cash Basic ( Dasar Tunai )

Dasar tunai memiliki maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas. Penggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang menjual barang secara angsuran artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas.


Asas Kesatuan Usaha ( Konsep Entitas )

Konsep entitas atau kesatuan usaha memiliki pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.


Asas Going Concern ( Kelangsungan Usaha )

Konsep kesinambungan memiliki maksud bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus-menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh karenanya penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.


Asas Pembandingan Pengeluaran Beban Dengan Penghasilan ( Matching Concept )

Dalam laporan keuangan pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Proses yang biasanya disebut pengkaitan biaya dengan penghasilan ( matching concept ) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.


Sehingga suatu laporan keuangan yang sajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama.


Asas Harga Perolehan ( Cost )

Asas ini mentapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut.


Cotohnya terjadi apabila suatu perusahaan membeli aktiva tetap ( mesin ) seharga Rp 80.000.000,00 biaya angkut Rp 4.000.000,00 serta biaya pemasangan dan percobaan Rp 3.000.000,00. Dengan demikia mesin tersebut memiliki harga perolehan ( cost ) sebesar Rp 87.000.000,00.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : stilah Hukum (Advokat) Di Indonesia Secara Lengkap