Pengertian Magnet – Induksi, Medan, Bahan, Fungsi, Sifat, Jenis, Prinsip, Cara Membuat

Diposting pada

Pengertian Magnet – Induksi, Medan, Bahan, Fungsi, Sifat, Jenis, Prinsip, Cara Membuat : Magnet adalah suatu kemampuan sebuah benda untuk menarik suatu benda-benda lain yang berada disekitarnya.


Pengertian, Fungsi, Sifat Dan Jenis Magnet Serta 5 Bentuknya Terlengkap

Pengertian Magnet

Magnet adalah suatu kemampuan sebuah benda untuk menarik suatu benda-benda lain yang berada disekitarnya. Magnet juga bisa dibuat dari sebuah bahan besi, baja, dan campuran logam lainnya.


Di perkirakan orang Cina merupakan yang pertama kali memanfaatkan sebuah batu magnet ini sebagai kompas, baik di darat ataupun di laut. Sampai dengan sekarang, magnet banyak dimanfaatkan untuk suatu perangkat elektronik, misalnya seperti bel listrik, telepon, dan mikrofon.


Baca Yang Berhubungan : Kingdom Protista : Mirip Jamur, Hewan, Tumbuhan, Dan Ciri Juga Klasifikasinya


Pengertian Medan Magnet

Medan magnet adalah daerah disekitar magnet yang masih merasakan adanya gaya magnet. Jika sebatang magnet diletakkan dalam suatu ruang, maka terjadi perubahan dalam ruang ini yaitu dalam setiap titik dalam ruang akan terdapat medan magnetik. Arah medan magnetik di suatu titik didefenisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara jarum kompas ketika ditempatkan pada titik tersebut.


Induksi Magnet

Pada suatu titik ada medan magnet bila muatan yang bergerak pada titik tersebut mengalami gaya magnet. Medan magnet ini dikenal juga sebagai induksi magnet. Induksi magnet dapat dilukiskan sebagai garisgaris yang arah singgungnya pada setiap titik menunjukkan arah vektor induksi magnet di titik-titik tersebut.


Banyaknya garis-garis induksi magnet yang melalui satuan luas bidang dinyatakan sebagai besar induksi magnet di titik tersebut. Banyaknya garis-garis induksi magnet dinamakan fluks magnet  sedang banyaknya garis-garis induksi magnet persatuan luas dinamakanrapat fluks magnet (B).


Dalam sistem MKS, satuan fluks magnet adalah weber (W) atauTesla m2, sedang satuan rapat fluks magnet adalah weber/m2 (W/m2) atau dikenal dengan Tesla (T). Untuk sistem CGS satuan fluks magnet adalah Maxwell (M), sedang satuan rapat fluks magnet adalah Maxwell/cm2 (M/cm2). Satuan Maxwell/cm2 disebut juga dengan nama Gauss (G). Hubungan satuan sistem MKS dan sistem CGS adalah 1 T = 104 G.


Bahan Magnetik dan Bahan Nonmagnetik

Benda  dapat digolongkan berdasarkan   sifatnya. Kemampuan suatu benda menarik benda lain yang berada di dekatnya   disebut   kemagnetan.  Berdasarkan  kemampuan   benda menarik benda lain dibedakan menjadi dua, yaitu benda magnet dan benda  bukan  magnet. Namun,  tidak  semua  benda logam yang  berada  di dekat magnet dapat ditarik. Oleh karena itu sifat kemagnetan benda dapat digolongkan menjadi :


  • Diamagnet

Diamagnet merupakan sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai medan magnet. Sifat ini menyebabkan efek tolak menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :Pameran Seni Rupa


    1. Diamagnet, yaitu bahan yang sulit untuk menyalurkan garis-garis gaya magnit (ggm).
    2. Permeabilitasnya lebih kecil dari 1 (satu) dan tidak mempunyai dua kutub
    3. Contoh bahan ini antara lain : Bi (bismut), Cu (tembaga), Au (emas), Al2O3, NiSO4, dan lain-lain.

  • Ferromagnetik

Ferromagnetik adalah sebuah fenomena dimana sebuah material dapat mengalami magnetisasi secara spontan, dan merupakan satu dari bentuk kemagnetan yang paling kuat. Fenomena inilah yang dapat menjelaskan kelakuan magnet yang kita jumpai sehari-hari. Ferromagnetik dan Ferrimagnetik merupakan dasar untuk menjelaskan fenomena magnet permanen.


    1. Ferromagnetik, yaitu bahan yang mudah menyalurkan ggm, dengan
    2. permeabilitas jauh di atas 1 (satu).
    3. Contohnya : Fe (besi), Co (cobalt), Ni (nikel), Gd (gandolinium), Dy (disprosium).

  • Ferrimagnetik

Ferrimagnetik adalah suatu energi dan gaya yang timbul karena suatu magnetisasi secara spontan, yang dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari. Namun, pada bahan ferrimagnetik, gaya yang melawan tidak sama dan magnetisasi secara spontan tetap ada. Hal ini terjadi jika meliputi materi atau ion yang berbeda (seperti Fe2+ dan 3+).


    1. Ferrimagnetik (ferrit), yaitu suatu bahan yang mampu digunakan untuk peralatan dengan frekuensi tinggi disamping arus eddy yang terjadi kecil.
    2. Rumus bahan ferrimagnetik adalah MO, Fe2O3 (M : logam bervalensi 2 yaitu : Mn, Mg, Ni, Cu, Co, Zn, Cd). Contohnya : ferrit ( NiO), seng ( ZnO), dan nikel (Fe2O3)

  • Paramagnetik

Paramagneti adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi karena adanya medan magnet eksternal. Material paramagnetik tertarik oleh medan magnet, dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain, suseptibilitas magnetik positif).


Meskipun demikian, tidak seperti ferromagnet yang juga tertarik oleh medan magnet, paramagnet tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet eksternal tak lagi diterapkan.


    1. Paramagnetik, yaitu bahan yang dapat menyalurkan ggm tetapi tidak banyak.
    2. Permeabilitasnya sedikit lebih besar dari 1 (satu), dan susunan dwikutubnya tidak beraturan.
    3. Contoh bahan ini diantaranya : Al (alumunium), FeSO4, FeCl2, Mo (molibdenum), W (wolfram), Ta (tantalum), Pt (platina), dan Ag (perak).

Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet.  Benda itu ada yang  mudah  dan  ada  yang  sulit  dijadikan magnet.  Baja  sulit  untuk dibuat  magnet, tetapi  setelah  menjadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah hilang.


Oleh karena itu, baja digunakan untuk membuat magnet tetap (magnet permanen). Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet  sifat kemagnetannya  mudah  hilang. Oleh  karena  itu,  besi digunakan untuk membuat magnet sementara.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :√ Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya


Fungsi Magnet dalam Kehidupan Sehari-Hari

  • Pada sebuah ujung gunting yang berfungsi untuk memudahkan dalam mengambil jarum jahit.
  • Terdapat di Bel listrik yang berfungsi untuk menggerakkan pemukul lonceng.
  • Terdapat di Papan catur yang berfungsi untuk agar catur tidak mudah terguling.

  • Terdapat pada Kompas yang fungsinya sebagai penunjuk arah utara-selatan.
  • Terdapat Pada dinamo sepeda dan generator yang berfungsi untuk membangkitkan sebuah tenaga listrik.
  • Magnet juga bisa sebagai alat untuk mengangkut sebuah benda-benda dari besi.

MAGNET

Sifat-Sifat Magnet

  • Magnet hanya bisa menarik benda

    – salah satu sifat magnet yaitu suatu benda tertentu yang berada dalam jangkauannya, yang artinya tidak semua benda bisa ditarik


  • Gaya Magnet bisa menembus benda

    sifat magnet yang kedua yaitu semakin kuat gaya magnet maka akan semakin tebal pula benda yang bisa ditembus oleh gaya tersebut.


  • Magnet memiliki dua kutub

    Sifat yang ketiga yaitu magnet mempunyai Kutub Utara dan Kutub Selatan. jika pada Kutub yang sama didekatkan satu sama lain maka akan terjadi saling tolak menolak, namun apabila sebuah kutub yang berbeda saling didekatkan satu sama lain maka akan terjadi saling Tarik Menarik.


  • Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet

    Sifat magnet yang ketiga yiatu akan Semakin dekat magnet dengan benda, maka medan magnetnya akan semakin rapat, yang sehingga pada gaya magnetnya akan semakin besar. Demikian juga dengan sebaliknya.


  • Sifat Kemagnetan bisa hilang atau melemah

    sifat magnet yang terakhir yaitu ada bebarapa penyebabnya, contohnya jika terus menerus jatuh, terbakar, dll


Jenis-Jenis Magnet

Secara garis besar, magnet terbagi menjadi 2 bagian, yakni :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis


1. Magnet Alam

Magnet Alam merupakan salah satu jenis magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan yang secara alami, yang artinya tanpa adanya campur tangan oleh manusia. Contohnya : yaitu gunung ida di Magnesia yang bisa menarik sebuah benda – benda disekitarnya.


2. Magnet Buatan

Magnet Buatan yaitu salah satu jenis magnet yang dibuat oleh manusia, jeniis magnet buatan ini dibuat dari bahan – bahan magnetik yang kuat seperti besi dan baja. Magnet buatan ini terbagi lagi menjadi 2, yakni sebagai berikut :


  • Magnet Tetap (Permanen), yaitu salah satu jenis magnet yang mempunyai sifat kemagnetannya bersifat permanen, meskipun proses dalam pembuatannya sudah dihentikan.

  • Magnet Sementara (Remanen), yaitu suatu magnet yang memiliki sifat kemagnetannya hanya sementara, yakni hanya terjadi selama dalam proses pembuatannya.

Bentuk-Bentuk Magnet

Magnet memiliki berbagai macam bentuk, karena pada setiap bentuk magnet dibuat karena dengan tujuan dan kegunaan yang berbeda. Secara umum terdapat 5 bentuk tetap magnet, yakni sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, Jenis , Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap]


  • Bentuk yang pertama yaitu benrbentuk batang, yang disebut dengan magnet batang
  • Bentuk yang kedua yaitu berbentuk silinder, yang dsebut dengan Magnet Silinder
  • Bentuk yang ketiga yaitu Berbentuk jarum, yang dsebut dengan Magnet Jarum

  • Bentuk yang keempat yaitu Berbentuk cincin, yang dsebut dengan Magnet Cincin
  • dan bentuk yang terakhir yiatu Berbentuk U, yang disebut dengan Magnet U (Magnet Ladam).

Kata magnet ini berasal dari Magnesia, yang asalnya dari sebuah nama kota di kawasan Asia. Di kota inilah orang-orang Yunani sekitar tahun 600 SM menemukan sifat dari magnetik yaitu dari mineral magnetik.


Bahan Magnet

Berdasarkan jenis bahan yang digunakan, magnet dapat dibedakan menjadi empat tipe:


  • Magnet Permanen Campuran

Sifat magnet tipe ini adalah keras dan memiliki gaya tarik sangat kuat. Magnet permanen campuran dibagi menjadi:


    1. Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dengan almunium
    2. Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dengan nikel
    3. Magnet ticonal, dibuat dari campuran besi dengan kobalt

  • Magnet Permanen Keramik

Tipe magnet ini disebut juga dengan magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan bersifat keras serta memiliki gaya tarik kuat.


  • Magnet Besi Lunak

Tipe magnet besi lunak disebut juga stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4% silicon. Sifat kemagnetannya tidak keras dan sementara.


  • Magnet Pelindung

Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5% tembaga, dan 1% mangan. Magnet ini tidak keras dan bersifat sementara.


MAGNET1

Prinsip Kerja Magnet

Magnet memiliki medan magnet yang menarik benda yang mengandung komponen besi. Sebagai contoh, beberapa benda tertarik magnet seperti besi, nikel, dan baja. Magnet digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk membuat sesuai bisa menempel pada pintu kulkas, membuat kompas, membuat wahana roller coaster, dan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :“Seni Patung” Pengertian Dan ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik )


Untuk memahami bagaimana cara kerja magnet, berarti kita sedang mencari apa itu medan magnet dan bagaimana cara kerjanya. Di sekitar magnet, magnet memiliki wilayah (medan) yang dapat dijangkau oleh daya tarik magnet.


Wilayah ini sebenarnya ditempati oleh pancaran gaya magnet yang disebut medan magnet. Jika ada benda berbahan besi ditempatkan pada wilayah ini, maka besi itu akan terkena gaya medan magnet.


Medan magnet bisa menarik atau menolak logam tertentu, termasuk magnet. Sebuah magnet memiliki dua ujung yang disebut sebagai kutub. Salah satu kutun disebut kutub utara disebut dan kutub yang lain disebut sebagai kutub selatan.


Agar dua magnet saling tarik-menarik, maka kita harus mendekatkan ujung-ujung atau kutub-kutub magnet yang berbeda. Jika kita menghadapkan kedua ujung yang sama (misalkan sama-sama kutub selatan), maka magnet tersebut akan saling tolak-menolak.


Ada beberapa magnet yang ada di dunia, dari yang alami atau buatan, magnet yang sifatnya permanen atau yang sifatnya hanya sementara. Ada juga mangnet yang dikategorikan sebagaia elektromagnetik.


Magnet permanen mempertahankan sifat magnetiknya dalam waktu yang lama, sementara magnet sementara akan kehilangan sifat kemagnetannya dalam waktu yang singkat. Elektromagnet merupakan magnet yang dibuat dengan menggunakan aliran listrik. Kekuata kemagnetannya bisa diubah sesuai dengan arus listrik yang dilewatkan pada benda tersebut.


Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.


Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet.


Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada Satuan Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik.


Cara Membuat Magnet

Disamping magnet yang ditemukan di alam (magnet alam) ada juga magnet yang dibuat manusia (mgnet buatan). Benda yang dapat dibuat magnet adalah benda-benda yang tergolong dalam benda magnetik terutama ferromgnetik, contohnya besi atau baja.


Pada prinsipnya membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak beraturan menjadi searah dan teratur. Ada tiga cara membuat magnet, yaitu dengan cara menggosok, dengan cara induksi, dan dengan cara mengalirkan arus listrik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :Sejarah Peradaban Babilonia Serta Dinasti, Seni Rupa Dan Asal Usulnya