Pengertian Dan Sifat Kebudayaan Terlengkap

Diposting pada

Pengertian Kebudayaan, Wujud, Unsur, Sifat dan Fungsi adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi

pengertian-kebudayaan


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Dimensi dan Pembentukan Budaya Organisasi


Pengertian Kebudayaan

Perbedaan mendasar antara manusia dengan mahluk lain (hewan) ialah bahwa manusia  adalah mahluk yang berbudaya, hal disebabkan manusia diberi anugerah yang sangat berharga oleh  tuhan yaitu budi atau akal pikiran.dengan akal pikiran itulah manusia dapat menciptakan  kebudayaan yang menyebabkan kehidupannya sangat jauh berbeda dengan kehidupan hewan. Oleh karena itu , manusia sering disebut mahluk sosial budaya, artinya mahluk yang harus hidup bersama dengan manusia lain dalam suatu kesatuan yang di sebut dengan masyarakat. Di samping itu, manusia adalah mahluk yang menciptakan kebudayaan dan dengan berbudayah itulah manusia berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya.


Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.


Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.


Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Mandobo – Bahasa, Kekerabatan, Kepercayaan, Kebudayan, Mata Pencaharian


Menurut Para Ahli

  • Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  • Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  • A.l. Kroeber dan C.Kluekhohn Mengenai pengertian kebudayaan, banyak defenisi atau batasan pengertian kebudayan yang disampaikan oleh para ahli/sarjana.Seperti dua orang sarjana antropologi amerika  telah berhasil mengumpulkan serta menganalisis 160 buah defenisi tentang kebudayaan yang berasal dari berbagai sarjana dan penulis.
  • E. B. Taylor dalam kitab nya primitive culture mengemukakan bahwa, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahauan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan yang lain yang di dapat dari seorang sebagai anggota masyarakat.
  • Ralph Linton dalam bukunya the cultural background of petsonality, mengemukakan defenisi kebudayaan bahwa , suatu kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah tingkah laku yang di pelajari dan hasil dari tingkah laku yang unsur-unsur penentunya dimiliki bersama dan dilanjutkan oleh anggota masyarakat tertentu.
  • M.Jacobs dan B.J.Stern dalam bukunya general antropologi menulis bahwa kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda(kebudayan ) yang semua itu merupakan warisan sosial.
  • Prof, Takdir Alisyahbana, mengemukakan kebudayaan ialah manifestasi dari cara berfikir. Bagi takdir pengertian kebudayaan amatlah luas,sebab semua laku dan perbuatan dapat di pulangkan pada hasil cara berfikir. Perasaan bagi takdir masuk pikiran juga.
  • Selo Soemardjan dan soelaiman soemardi memberikan defenisi kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan karya cipta masyarakat.
  • Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yangdi jadikan milik diri manusian dengan belajar.
  • Parsudi Suparlan mendefenisi kan kebudayaan sebagai mahluk sosisal yang di gunakan nya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamannya serta menjadi landasan bagi terwujud nya perilaku (tingkah laku ) manusia.kebudayaan dalam haln inisebagai merkanisme control bagi kelakuan dan tindak kan sebagai pola prilaku manusia.
  • Prof.dr. Koentjaraninggrat mencatumkan tujuh perbedaan  manusia dengan hewan apabila ditinjau dari perilakunya, yaitu:
    sebagaian besar dari perilaku manusia di kuasai oleh akal;
  1. kehidupan manusia di muka bumi ini hanya d imungkinkan dengan suatu sistem peralatan yang luas yang merupakan hasil akalnya;
  2. Sebagian besar perilaku manusia harus di biaskan dengan belajar;
  3. Manusia mempunyai yang menyimpan seluruh tata kelakuannya itu dalam lambang-lambang vokal maupun menulis;
  4. Pengetahuan bersifat akumulatif;
  5. Sistem pembagian kerja dalam masyarakat manusia jauh lebih kompleks dari pada kelompok kawanan binatang;
  6. Masyarakat menunjukan suatu aneka warna yang besar;
  • Bronislaw Malinowski menggemukankn bahwa terdapat 4(empat) unsur pokok kebudayaan antara lain ialah sebagai berikut : Sistem norma yang memungkinkan adanya suatu kerja sama antaranggota masyarakat agar dapat menyesuaikan dengan alam sekelilingnya. Organisasi ekonomi. Sebagai Alat dan juga lembaga untuk pendidikan (keluarga ialah lembaga pendidikan paling utama). Organisasi kekuatan (politik)
  • Kliucckhohn menyebutkan terdapat 7(tujuh) unsur dalam kebudayaan, yakni ialah
    -sistem sebagai mata pencaharian hidup
    -sistem sebagai peralatan dan juga teknologi
    -sistem sebagai organisasi kemasyarakatan
    -sistem sebagai pengetahuan
    -bahasa(leanguage)
    -kesenian
    -sistem religi(upacara keagamaan).
  • Herskovits ini memandang bahwa kebudayaan ialah sebagai sesuatu yang turun temurun yang dari 1(satu) generasi ke generasi berikutnya yang kemudian disebut juga dengan superorganik.
  • Andreas Eppink Kebudayaan tersebut mengandung suatu bentuk dari keseluruhan pengertian dalam nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan dan juga pada keseluruhan suatu struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
    intelektual dan juga artistik ialah yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  • Edward Burnett Tylor Kebudayaan ialah seluruh dari suatu yang kompleks yang didalamnya tersebut terkandung suatu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, adat istiadat, dan juga terkandungnya kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang yang menjadi anggota masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sejarah Bangsa Akkadia” Definisi & ( Perekonomian – Bahasa – Kebudayaan – Kepercayaan )


Wujud Kebudayaan

Apabila kita menelaah pengertian budaya seperti yang dikemukakan sebelumnya jelas kebudayaan tidak memiliki wujud nyata atau konkret seperti sesuatu yang dapat dilihat dan diraba.Menurut analisis tersebut kebudayaan hanya ada dalam alam pikiran manusia para pendukung kebudayaan yang bersangkutan, wujudnya hanyalah merupakan ide, pandangan hidup,peraturan  atau norma yang dianut oleh para anggota masyarakatnya, yang apabila dilaksanakan secara konsekuen dan teratur akan melahirkan prilaku yang dipandang layak dan dapat diterima.


Secara lebih rinci Koentjaraningrat membagi wujud kebudayaan kedalam tiga wujud, ( Taufiq Rahman Dhohiri,dkk,2003 : 161 ) yaitu:

  1. kebudayaan sebagai kompleks ide atau gagasan yang bersifat abstrak, karena hanya terdapat dalam alam pikiran manusia.
  2. kebudayaan sebagai kompleks tingkah laku atau perbuatan manusia.
  3. Kebudayaan sebagai kompleks hasil perbuatan manusia, yang pada umumnya berwujud benda-benda, sehingga disebut kebudayaan material.

Dari semua defenisi para ahli/sarjana  antropologi diatas dapat kita ketahui bahwa budaya ( kebudayaan ) itu berasal dari alam pikiran manusia, perilaku atau tindakan, benda-benda yang di ciptakan manusia(Siti Walidah,dkk,2001:   ). Dan kebudayaan di guna kan sebagai pedoman atau latar belakang tindakan manusia untuk memperjuangkan kelangsungan hidupnya. Tetapi tidak semua kebudayaan itu di kategori kan sebagai tingkah laku dan benda-benda sepeti contoh gerak reflek ketika kita merasa gatal dan kita akan langsung mengaruknya karena perilaku seperti ini hanya lah gerak sepontan saja yang tanpa proses  berpikir.


Kebudayaan  selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia sebelum bertindak  dan menciptakan suatu yang di ingginkannya.Kebudayaan juga tidak bergantung pada warisan biologis dan pewarisan melalaui unsure genetic,karena kebudayaan itu di dapatkan seseorang melalui proses belajar dalam kehidupan masyarakat  anggota wrga yang bersangkutan .


Jika ditinjau dari asal katanya budaya berasal dari bahasa sangsekerta yaitu buddhayah yang berati budi dan akal , jadi budaya dapat diartikan sebagai suatu sistem pengetahuan  cara dan pola pikir manusia  dalam bersikap dan sebagai gagasan yang menjadi pedoman hidupnya atau hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.( Soerjono Soekanto,2006:150 ).


Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

  1. Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.


  2. Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.


  3. Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Buleleng” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Sosial Budaya – Ekonomi – Agama )


Kebudayaan Dan Peradaban (Culture And Civilization)

Di kalangan para sarjana sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah yang sering dicampur adukkan ini, bahkan pendapat di antara para sarjana itu kadang-kadang sering bertentangan satu sama lain:

  1. Bierens De Hann, mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut, peradaban adalah seluruh kehuidupan social ,politik, ekonomi, dan teknik. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. Sedangkan kebudadyaan adalah semua yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih tinggi dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. Yang termasuk kebudayaan yaitu musik, puisi, etika, agama, ilmu murni dan filsafat.

  2. Oswald Spengler (1880-1936), menurutnya kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan manusia, bangsa, adat, industri, filsafat dan sebagainya. Semua kebudayaan mengalami masa, lahir, muda, dewasa, tua, mati, seperti halnya tumbuh-tumbuhan biasa. Spengler membedakan culture dan civilization sebagai berikut: culture adalah kebudayaan yang masih hidup dapat tumbuh dan berkembang. Civilizatiaon ialah kebudayaan yang tidak dapat tumbuh lagi, sudah mati.

  3. Prof. Dr. Koentjaraningrat, Paham peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian dan ilmu pengetahuan. Sering juga kata peradaban atau civilization dipakai untuk menyebut sesuatu kebudayaan yang mempunyai seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

  4. Dalam kitab Ensiklopedi Indonesia-Van Hoeve Bandung, kita dapaati penjelasan bahwa di Jerman Cicilization artinya peradaban lahir (teknik, Organisasi masyarakat dan sebagainya)

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. Peradaban adalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi, indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaaan masyarakat yang bersngkutan,(Siti Walidah,dkk,2001:    ) misalnya adab atau sopan santun, budi pekerti, budi bahasa, seni dan sebagainya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Nias” Definisi & ( Asal Usul – Budaya – Bahasa – Mata Pencaharian – Agama – Kepercayaan )


Kebudayaan Sebagai Pedoman

Secara umum fungsi kebudayaan adalah sebagai pedoman dan pengarah hidup bagi manusia, sehingga ia mengerti bagaimana harus bertindak, bersikap, berperilaku, baik secara individu maupun kelompok. Pedoman hidup yang di maksud adalah cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan dasar, kebutuha sosial, maupun kebutuhan  psikologis  yang berpedoman pada kebudayaan yang sudah ada. Jika di dalam kehidupan masyarakat tidak berpedoman kepada kebudayaan maka akan  menimbulkan guncangan-guncangan sosial.


Pewujudan keguncangan sosial adalah pertentangan-pertentangan,persaingan yang tidak sehat, mementingkan diri sendiri, menggangu ketentraman orang lain, dan sebagainya. Untuk menghindari hal – hal yang berakibat buruk, manusia berpedoman kepada norma, nilai, pranata, dan pedoman lainnya, yaitu aturan-aturan kebiasan yang di berlaku di masyarakat.


Manusia sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang banyak jumlahnya dan harus terpenuhi untuk melangsungkan hidupnya dan untuk kehidupan dengan baik. Adapun kebutuhan-kebutuhan tersebut ialah sebagai berikut:


  • kebutuhan hidup mendasar dibedakan atas :
    1. kebutuhan primer, yaitu makan, pakaian, perumahan, kesehatan;
    2. kebutuhan sekunder, yaitu perabot rumah tangga, sepeda motor, tv, surat kabar, buku-buku bacaan, dan jam.
  • kebutuhan sosial yaitu kebutuhan yang timbu karena pergaulan antarmanusia dalam masyarakat yang meliputi kegiatan-kegiatan bersama, berkomunikasi bersama, keteraturan sosial dan kontrol, serta pendidikan;
  • kebutuhan psikolog, yaitu perpaduan berbagai macam kebutuhan tersebut di atas, meliputi prinsip-prinsip benar dan salah, pengungkapan etika dan estetika, rekreasi dan hiburan.

Kebudayaan Sebagai Pedoman Hidup Dalam Kebutuhan Dasar’

Macam – macam kebutuhan dasar manusia dalam hidup bermasyarakat itu mencakup dalam kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.

Adapun yang menjadi persoalan manusia itu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya tidak dapat begitu saja mencari sampai mendapatkan kebutuhan itu tanpa mengingat tindakan itu merugikan orang lain atau tidak. Dengan kata lain, seorang atau sekelompok orang di dalam usahannya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya harus menggunakan pedoman-pedoman tertentu, yang termaksud di dalam kebudayaan di mana manusia itu tinggal. Setiap orang membutuhkan makanan dan minuman, pakaian, dan perumahan. Untuk memperoleh itu semua, orang harus bekerja.


Kebudayan Sebagai Pedoman Hidup Dalam Kebutuhan Sosial

Macam-macam kebutuhan sosial manusia sudah diuraikan, antara lain meliputi:

  • Kebutuhan akan kegiatan bersama
  • Kebutuhan akan berkomunikasi dengan sesama
  • Kebutuhan akan keteraturan sosial dan kontrol sosial
  • Kebutuhan akan pendidikan

Kebutuhan-kebutuhan sosial tersebut di atas timbul karena adanya pergaulan antar manusia dalam masyarakat. Sebagian dari kebutuhan sosial menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekunder. Dalam  memenuhi kebutuhan sosial, manusia harus mempunyai pedoman, yaitu unsur-unsur kebudayaan yang relevan berlaku dalam masyarakat tempat manusia itu melakukan aktifitasnya.


Kebudayaan Sebagai Pedoman Hidup Dalam Kebutuhan Psikologis

Kebutuhan psikologis adalah kebutuhan yang terpadu dari berbagai macam kebutuhan. unsur kebudayaan yang dijadikan sebagai pedoman hidup adalah agama atau kepercayaan, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, dan adat istiadat.

Kebutuhan psikologis itu antara lain mencakup kebutuhan akan:

  1. Adanya prinsip benar dan salah
  2. Pengungkapan perasaan kebersamaan ( kolektif )
  3. Perasaan keyakinan diri dan keberadaannya
  4. Pengungkapan etika dan estetika
  5. Rekreasi dan hiburan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Samudera Pasai” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Ekonomi – Sosial – Budaya )


Unsur-Unsur Kebudayaan

Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :

  1. Kesenian
  2. Sistem teknologi dan peralatan
  3. Sistem organisasi masyarakat
  4. Bahasa
  5. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
  6. Sistem pengetahuan
  7. Sistem religi

Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita memang sudah mulai memudar, faktor dari budaya luar memang sangat mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara kita ini. Contohnya saja anak muda jaman sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk mengetahui juga mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan hanya orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli negara kita tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai kebudayaan asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang menjelaskan soal 7 unsur budaya universal yaitu :


  1. Kesenian
    Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
  2. Sistem teknologi dan peralatan
    Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
  3. Sistem organisasi masyarakat
    Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
  4. Bahasa
    Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
  5. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
    Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
  6. Sistem pengetahuan
    Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
  7. Sistem religi
    Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Dayak : Sejarah, Kebudayaan, Adat Istiadat, Dan Sistem Kepercayaan Beserta Bahasanya Secara Lengkap


Faktor Mendorong dan Menghambat Kebudayaan

Mendorong Perubahan Kebudayaan

adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah,terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi.adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan terutama generasi muda.

Menghambat perubahan kebudayaan

adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti : adat istiadat,dan keyakinan agama,adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi kolot.


FAKTOR INTERNAL

  1. PERUBAHAN DEMOGRAFIS
    perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah,akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan,contohnya : bidang perekonomian, pertambahan peduduk akan persediaan kebutuhan pangan,sandang dan papan.
  2. KONFLIK SOCIAL
    konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan dalam suatu masyarakat,contohnya : konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi,untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
  3. BENCANA ALAM
    bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempengaruhi perubahan contohnya : banjir,bencana longsor,letusan gunung berapi masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru,disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilisasi maupun alkuturasi.
  4. PERUBAHAN LINGKUNGAN ALAM
    ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta,rusaknya hutan karena erosi,perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.

FAKTOR EKSTERNAL

  • PERDAGANGAN
    indonesia terletak pada jalur perdagangan asia timur dengan india,timur tengah bahkan eropa barat,itulah sebabnya indonesia sebagai persinggahan pendagang pendagang besar,selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya.
  • PENYEBARAN AGAMA
    masuknya unsur-unsur agama hindu dari india atau budaya arab bersamaan proses penyebaran agama hindu dan islam ke indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama kristen dan kalonialisme.
  • PEPERANGAN
    kedatangan bangsa barat ke indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan,dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur unsur budaya bangsa asing ke indonesia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Suku Lani – Sejarah, Kemasyarakat, Kebudayaan, Makna Kepemimpinan, Akulturasi, Perubahan Sosial,Mata Pencaharian


Sifat-sifat hakikat kebudayaan

Sifat hakikat kebudayaan ialah ciri-ciri khusus dari sebuah kebudayaan yang masing-masing masyarakat yang berbeda.
Sifat-sifat hakikat kebudayaan tersebut antara lain ialah sebagai berikut…

  • Kebudayaan terwujud dan juga dapat tersalurkan dengan perilaku manusia.
  • Kebudayaan telah ada terlebih dahulu yang mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan juga tidak akan dapat mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan tersebut.
  • Kebudayaan tersebut diperlukan oleh manusia dan juga dapat diwujudkan tingkah lakunya.
  • Kebudayaan ini mencakup suatu aturan-aturan yang berisikan tentang kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan juga yang ditolak,

Semua kebudayaan tersebut senantiasa bergerak dikarenakan “dinamis” karena pada dasarnya gerak kebudayaan ialah gerak pada manusia itu sendiri. Gerak ataupun dinamika manusia sesama antar manusia, atau juga dari satu daerah kebudayaan dengan daerah lain. Dinamika yang membawa kebudayaan dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain itulah menyebabkan terjadinya akulturasi.


Pada dasarnya unsur-unsur kebudayaan asing yang dapat mudah diterima antara lain ialah sebagai berikut :

  • Pada unsur Kebudayaan kebendaan, ialah seperti alat-peralatan yang terutama dan mudah dipakai dan juga dapat dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
  • menulis yang banyak tersebut dipergunakan oleh orang Indonesia yang diambil dari suatu unsur-unsur kebudayaan barat.
  • Unsur yang terbukti membawa suatu manfaat besar seperti radio transistor dll
  • Unsur yang dengan mudah juga disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima suatu
  • unsur, seperti mesin penggiling padi dengan yang biaya murah dan juga pengetahuan teknis yang sederhana, yang digunakan untuk dapat melengkapi pabrik-pabrik penggilingan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Budaya Menurut Para Ahli Beserta Definisi Dan Unsurnya


Fungsi Kebudayaan dalam Masyarakat

Kebudayaan merupakan hal tak terpisahkan dan masyarakat. Di mana ada masyarakat, di situ ada kebudayaan. Kebudayaan merupakan penopang kelangsungan hidup masyarakat. Kebudayaan mempunyai fungsi tertentu dalammasyarakat. Fungsi tersebut bisa kita pahami berdasarkan sudut pandang teori sosiologi.

Menurut teori fungsional-struktural, kebudayaan berfungsiuntuk memelihara seluruh proses dalammasyarakat. Pertama-tama, kebudayaan berfungsi mempersatukan masyarakat dan menciptakan stabilitas. Hal itu terwujud melalui kesediaan masyarakatuntuk menerima nilai-nilai inti sebagai pedoman kehidupan bersama. Lebih lanjut,
kebudayaan memungkinkan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan fisik maupun non-fisik.


Sebagaimana sudah dibahas di atas, kebudayaan terdiri atas empat wujud. Keempat wujud kebudayaan itu semuanya merupakan kebutuhan masyarakat.

  1. Wujud pertama kebudayaan berupa benda-benda fisik, terutama berfungsi untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat.
  2. Wujud kedua kebudayaan berupa sistem sosial, terutama berfungsi untuk memenuhi kebutuhan untuk menata kehidupan bersama.
  3. Wujud ketiga kebudayaan berupa sistem budayaberfungsi untuk memenuhi kebutuhan emosional- spiritual (makna hidup)
  4. Wujud keempat kebudayaan berupa nilai budaya. atau terutama berfungsi untukmemenuhi kebutuhan identitas diri atau kelompok masyarakat.

Sementara itu, menurut sudut pandang teori konflik sosial,kebudayaan terutama berfungsi untuk meemelihara ketidaksamaan sosial. dengan kata lain, kebudayaan sesungguhnva berfungsi untuk memelihara dominasi kelompok tertentu dalam masyarakatterhadap kelompok lainnya. Adanya dominasi kelompok tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan kelompok lain. Hal itu pada gilirannya akan mendorong timhulnya perubahan sosial Apabila dicermati, kedua sudut pandang tersebut memilikikebenaran masing-masing. Karena itu. keduanya memiliki pandangan yang saling melengkapi dalam memahami fungsi kebudayaan. Atas dasar kedua pandangan tersebut. dapat disimpulkan bahwa kebudayaan setidaknya memiliki fungsi sebagai berikut.


Dari ketiga fungsi tersebut. fungsi kebudaayan untuk dapat‘mempersatukan masyarakat’ umumnya makin problematis. Hal itu karena masyarakat sekarang cenderung merupakan masyarakatberagam budaya. Tak Jarang yang terjadi. kebudayaan bukannvamempersatukan masyarakat, tetapi malah memecah belah masyarakat. Karena itu, tantangan masyarakat sekarang adalah bagaimana membuat agar kehudayaan bisa berfungsimempersatukan masyarakat di tengah kondisi keragaman kebudayaan. udaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yakni buddhayah, yaitu merupakan bentuk jamak dari buddhi(budi atau akal). Diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.


Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere, yakni mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kataculture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sebagai penciptaan, penerbitan dan pengolahan nilai-nilai insani. Tercakup di dalamnya usaha membudayakan bahan alam mentah serta hasilnya. Di dalam bahan alam, alam diri dan alam lingkungannya baik fisik maupun sosial, nilai-nilai diidentifkasikan dan dikembangkan sehingga sempurna. Membudayakan alam, memanusiakan manusia, menyempurnakan hubungan keinsanian merupakan kesatuan tak terpisahkan (dalam Pelly dan Menanti, 1994: 22).


Daftar Pustaka
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi.Rineka Cipta. Jakarta:2009.
Rahman Dhohiri,Taufik, dkk. Panduan Belajar Antropologi. Yudhistira. Jakarta : 2003.
Soekanto, Soerjono.Sosiologi Suatu Pengantar.Raja Grafindo Persada. Jakarta : 2006.
Walidah, Siti, dkk.Antropologi Untuk SMA Kelas 3.Bumi Aksara.Jakarta:2001.
http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html#pengertian
http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/03/pengertian-kebudayaan-dan-7-unsur.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya